MOBIL CINA AUTO PANIK, Brand Jepang Ini BIKIN KAGET Bawa Mobil SUPER IRIT Gak Sampai 300 Juta! (YouTube Video)
[Musik] Ini adalah Dayah Hatsu Rocky Hybrid atau lengkapnya Rocky Esmart Hybrid. mobil hybrid pertamanya Daihatsu di Indonesia. Nah, yang menarik dari sistem hybridnya si Rock ini adalah jadi dia bannya itu hanya bisa digerakkan oleh motor listriknya aja. Mesin bensinnya itu fungsinya hanya buat nge-charge baterainya aja. Jadi baterinya itu bisa dipakai buat gerakin si motor listriknya dan yang menarik lagi harganya. Jadi meskipun dia hybrid beneran tapi harganya itu di bawah R00 juta. Nampailnya seperti 10 dari Dayatsuroki hybrid. [Tepuk tangan] Satu termahal tapi murah. Ih, apaan maksudnya? Oke, jadi gini. Rocky Emart Hybrid ini harganya sedikit di bawah Rp300 juta ya. Cuma sedikit di atas Rocky varian paling atas di sini yang termahal sebelumnya yang sekarang udah hampir Rp290 juta ya. Tapi kalau lihat dari velegnya dan absennya fog lamp, hm kok malah terkesan kayak varian bawah ya ini. Padahal kan ini ditempatin jadi varian termahal di antara setiap Rocky lainnya di Indonesia. Nah, jawabannya ada dua ya. Pertama karena mesin hybridnya dan dua ini jadi satu-satunya Daihatsu Rocki di Indonesia yang diimpor to atau CBU langsung dari Jepang. Setiap Rocky lainnya dirakit lokal di sini. Efeknya banyak ya. Ada beberapa fitur ADAS yang Rocky di sini enggak dapat tapi Rocky yang hybrid ini dapat ya. Semburan AC ke kaki yang semua Rocky di sini enggak dapat. Rocky Hybrid ini dapat. Dan rekan-rekan kita yang kita tanya pun yakin banget ya ada beberapa build quality dari Rocky Hybrid yang CBU Jepang ini lebih baik dibanding Rocky varian lainnya yang dirakit di sini. Tapi ya udahlah mobil CBU Jepang udah biasa. Yang enggak biasa adalah harganya yang dikasih sama Daihatsu. Rocky Hybrid yang masuk sini di Jepang sana disebut varian XHEV. Varian tengahnya Rocky Hybrid di sana. Dan harganya di sana adalah Rp2,25 juta atau sekitar Rp250 juta. So, kalian bayangin setelah biaya impor rutu, pajak, dan lain-lain, Rocky Hybrid ini harganya hanya naik 20% dari harga aslinya di Jepang. Ini termasuk luar biasa kecil ya, dibanding model-model CPU Jepang lain yang naiknya bisa berkali-kali lipat. Makanya kita bilang, "Yes, ini emang jadi Rocky termahal di sini." Tapi mengingat harga aslinya di Jepang sana, harga R90 jutaan ini sebenarnya termasuk murah ya. Sangat murah malah. Ekspektasi kita dan kebanyakan orang Daihatsu awalnya bakal jual ini di sini sekitar 380 sampai R00 jutaan, tapi ternyata enggak ya, R300 juta kurang. Cara yang oke sih ini ya buat kenalin teknologi hybrid ini ke konsumennya mereka di sini. Nice lah. Harus ditiru nih ya sama pabrikan Jepang lainnya buat tipisin margin keuntungannya kalau emang pengen kenalin teknologi barunya kan. Anyway, tahun 2025 ini Rocky Hybrid hanya dimasukkan 150 unit ke Indonesia dan hampir semua kuotanya itu udah termakan selama GIAs kemarinnya dan pemesan awal-awal itu pun baru bakal dapat unitnya di akhir tahun 2025. So, secara value sih mobilnya emang sangat menarik, tapi yang pengin harus lebih sabar juga nih ya. Dua, pilihan warna. Karena enggak dirakit di sini kayak varian lainnya, pilihan warna Rocky hybrid ini juga sedikit beda ya dari varian lainnya. Ada tiga warnanya, putih yang agak beda dari putih Rocky yang di sini. Shining pearl white hitam yang agak beda juga sama hitam yang di sini. Black mica metalic dan biru laser blue crystal shine yang gak ada di varian rooky lainnya ya. Tiga, mesin hybrid di luar. Yang ini rakitan Jepang langsung dan Rocky varian lainnya rakitan Indonesia. Pembeda paling utama Rocky yang ini sih udah pasti mesinnya ya. Ya, sesuai namanya Rocky Emart Hybrid ini pakai mesin hybrid yang artinya selain mesin bensin ada juga motor listrik dan baterainya ya. Nah, biar enggak bingung kita jelasin sebentar ya. Hybrid itu gampangnya ada dua mesin. Yang satu mesin bakar atau mesin bensin lah kita sebutnya dan satu lagi motor listrik yang ditenagain sama baterai. Nah, jenis utama hybrid ada tiga. Malt hybrid, strong hybrid, dan plugin hybrid. Malt hybrid itu artinya mobil yang enggak bisa jalan hanya dengan motor dan baterainya aja. Jadi, jalan dari awal harus selalu menggunakan mesin bensinnya. Di mana fungsi motornya hanya sebagai support aja untuk membantu kerja mesin aja. Di sini contohnya ada Frong atau R3 dan XL7 gitu ya. Nah, strong hybrid artinya mobilnya bisa jalan hanya dengan menggunakan motor dan baterainya aja tanpa mesinnya perlu menyala. Meski emang ini hanya buat beberapa kilometer aja ya. Dan satu lagi ada plugin hybrid. Ini kayak strong hybrid tapi dia bisa dicharge jadi bisa jalan pure elektrik lebih jauh lagi ya. Nah, Rocky ini masuk ke yang strong hybrid. Tapi strong hybrid juga ada beberapa jenis. Ada series hybrid, parallel hybrid, dan series parallel hybrid. Masing-masing artinya apa? Coba lihat infografis di sini ya. Dan contohnya ada mobil apa aja. Tapi Rocky Hybrid ini termasuk jenis series hybrid ya yang artinya sama kayak Nissan KX e-Power atau Serena E-Power gitu. Jadi mobil hanya bisa digerakkan oleh motor listriknya aja. Sementara mesin bensinnya itu hanya berfungsi sebagai generator aja untuk charge baterainya. Yes. Artinya di bawah bakal lebih berasa kayak bawa mobil listrik karena hanya motornya yang menggerakkan bannya. Tapi enggak kayak mobil listrik yang bisa bikin bingung buat charge-nya. Di sini enggak perlu dicharge melainkan cukup isi bensin aja. Motor listriknya tenaganya 104 HP atau 106 PS. Mirip mesin 1500 cc lah ya. Sedangkan torsinya 170 Nm mirip-mirip mesin 2000 cc. So dari spek ini aja harusnya performa Rocky Hybrid ini bakal lebih baik dibanding Rocky yang 1000 cc turbo sekalipun ya harusnya. Enggak ada transmisi. Dhasu nyebutnya adanya Trans Axel hybrid. Ini berupa reduction gear aja buat menyesuaikan rasio dari motor listrik ke ban depannya. Tapi tetap ada tuas transmisi konvensional gini. Yang di paling bawahnya ada gigi B tuh ya. itu buat memaksimalkan engine braking dari regenerative braking-nya alias deselerasi mobilnya bakal kerasa lebih kuat sembari ngcharge lebih banyak baterai ketika dimasukin ke gigi B ini ya. Mesin bensinnya 1200 cc 3 silinder kodenya WA. Yes, sekilas dengar ini mirip sama kode mesin Rocky yang 1200 cc atau agila gitu ya. Tapi ini ada X-nya. Beda utamanya yang WA ini pakai siklus Atkinson dibanding siklus auto yang di yang WA biasa. Ada beberapa beda lain juga sih kayak engine mounting WX ini lebih gemuk dan intake pipe-nya lebih panjang dan ada pendambahan reservoir pendingin. Nah, tapi emang tenaga dan torsi mesinnya sedikit lebih kecil dibanding mesin 1200 cc di Rocky 12 sebenarnya ya. Tapi ingat mesin ini enggak bisa menggerakkan bannya. Dia hanya jadi generator aja buat charge baterainya. So, mesin ini akan menyala ketika level baterainya udah kurang atau ketika kita injak pedal gasnya lebih dalam. Karena pas kita berakselerasi kuat, motor listriknya akan bakal butuh banyak suplai dari baterainya tuh. Jadi baterainya perlu diisi secara lebih kuat oleh mesinnya juga pas kita menceg gas yang lebih dalam itu. Baterainya ada di bawah jok belakang ya. Tuh ada ventilasi buat aliran udaranya. Jenisnya litium ion dan kapasitasnya hanya 0,74 kWh. Yes, sangat kecil emangnya. So mungkin jarak tempuh tanpa mesin bensinnya menyala hanya bisa sangat sangat sangat singkat. Ada dua mode berkendar ya yang bisa dipilih dari tombol di setir sini. Ada eco dan normal. Nah, yang unik ada fitur yang disebut SPDL atau smart pedal. Ini fitur one pedal drivingnya Rocky ya yang kalau diaktifin jadi memungkinkan kita buat hanya menggunakan pedal gas aja buat berakselerasi dan deselerasi. Jadi pas kita lepas pedal gasnya, engine braking-nya bakal dibuat lebih kuat sampai bisa menghentikan laju mobilnya. Dan pas kita lepas pedal gasnya juga si lampu remnya bakal nyala tuh. Ya, efeknya tentunya kita bisa sangat meminimalisasi pemakaian pedal rem tapi kita jadi mesti lebih gradual buat lepas pedal gasnya ya kalau pakai mode ini. Nah, apakah sistem hybridnya ini irit? Well, klaim di Jepangnya kalau dengan metode WLTC bisa dapat konsumsi 28 km/l. Sementara Rocki yang pakai mesin 12 biasa diklaim 20,7 km/l pakai metode yang sama di sana. Sedangkan pakai metode JC08, konsumsinya Rocky Hybrid diklaim di 34,8 km/l. Sementara Roki 12 biasa di 23,6 atau 24,6 km/l tergantung variannya. Hm, penasaran seberapa irit ya kalau di bawa jalan di sini. Nah, Dayatsu juga bilang ada beberapa ubahan khusus di yang hybrid ini. Misalnya perdaman tambahan di titik-titik ini. So, teorinya sih bisa lebih minim suara mesin dan getaran harusnya ya. Karena ruang mesin juga lebih padat berkat adanya motor dan power control modul. Jadi, aki 12 volt-nya juga pindah nih ke Bagasia. Kapasitas tangki bensinnya juga beda. Yang hybrid ini 33 L dibanding 36 L di Rocky yang biasa. Tapi apakah beneran jadi lebih nyaman dibanding Roy yang biasa? Tunggu sampai kita dapat unit test-nya ya, biar bisa kita cobain. Empat, eksterior JDM. Di luar perintilan hybridnya sebenarnya bagian luar Rocky Hybrid ini spesial sih ya. Karena yang ini beneran mobil Japanese domestic market atau JDM alias barang yang dijual buat pasar Jepang tapi dibawa ke sini. Ya beda sama Roki yang dirakit di sini yang emang udah lewatin beberapa penyesuaian luar dalamnya buat pasar sini. Selain warna birunya yang enggak ada di Rocky lain, dimensi Rocky Hybrid ini juga sedikit lebih pendek. Panjang overallnya lebih bantet 3,5 cm yang kelihatannya dibedain di panjang overall bumper belakangnya sih ya. Dan yang paling kelihatan spionnya lah. Kalau Rocky yang dirakit di Indonesia spionnya panjang-panjang gini. Rocky yang dirakit di Jepang model spionnya sedikit lebih bantet juga ya. Dan ini kalau penasaran komparasi dimensi si Rocky Hybrid ini sama kompetitor kayak Frongs gitu. Dan ini kalau dibanding sama tig cross. Meski sekilas mirip tapi Rocky ini cukup jauh lebih kecil sih ya sebenarnya. Detailnya depannya dulu beda paling kentara sama setiap varian Rocky lainnya udah pasti di grillnya lah ya. Kalau Rocky lain pakai grill yang bergaris-garis gitu. Yang ini pakai model bilah yang lebih banyak kayak honeyom gitu tapi ketiga dimensiannya. Dan karena hybrid jadi emblemnya biru gini. Kayaknya sih bakal banyak nih yang beli grill gini buat dipasangin ke Rockynya ya. Enggak. Lampunya sih sama pakai model yang cukup pipih dengan multireflektor gini. Nah, yang beda panel hitam yang di pinggir kiri kanannya. Kalau yang Rocky di sini kayak gini. Kalau yang Rocky dari Jepang ini kayak gini nih. Jadi selain lubang lampunya lebih pipih karena yang di sana kan kalau ada fog lampnya LED itu dia. Tapi yang varian ini emang gak ada fog lamp-nya ya. Terus di ujung luarnya juga ada garis vertikal tuh yang di Jepangnya dipakai jadi di areal vertikal ya. Tapi di yang varian ini enggak ada ya. Dan di bumper hitam bawahnya Rocky Hybrid yang bawahan Jepang ini enggak ada silver-silvernya. Di Jepang pun sampai yang varian tinggi emang enggak ada juga ya. Titik lampu depannya full LED. Lampu kecil yang paling dalam. Lampu besarnya dua bilah terluar yang nyalanya lebih gradual ya. Lampu jauhnya yang bilah ketiga dan gradual juga nyalanya. Unik ya, lampu sen LED yang paling dalam dan gak ada fog lamp-nya ya. Sampingnya. Nah, giveaway paling jelas ini di Jepang. A jadi varian tengah sih udah pasti velegnya lah. Ukurannya 16 inci aja dan single tone silver aja ya. Tapi buat beberapa yang mulai jenuh sama warna dual tones sih sepertinya gini juga enggak masalah ya. Bannya 19565 R16. Spionnya juga tadi kita bilang beda ya. Yang impor Jepang ini modelnya lebih bantet, lebih mengotak lah dibanding punya sini yang lebih tajam. Dan khusus yang sebelah kiri ada kaca tambahannya tuh ya di bawahnya. Nah, ini buat lihat sisi kiri bawah dengan lebih gampang ya. Okelah, handle-nya kalau yang versi Indonesia kan dikrom-kromin. Yang dibawa dari Jepang ini sebenarnya yang varian atasnya juga chrom tapi karena dibawa ke Indonesia varian tengah jadi ya sewarna body aja ya dia. Pilar B-nya tetap dibuat hitam dove dan bagian paling bawahnya tetap full clading plastik hitam ya. Belakangnya bagian ini sekilas sih mirip sama Rocky yang varian lainnya di sini ya. Beda yang kentara banget, jelas emblem daatsu lah ya. Jadi warna biru karena hybrid. Dan ada emblem esmart hybrid-nya juga di kiri bawah sini. Sisanya harusnya sama sih kayak lampu belakang ketiga dimensiannya yang disambungin sama panel hitam gloss memanjangnya itu. Panel hitam dove ketiga dimensian di ujung kiri kanannya dan bagian bawahnya bumpernya yang dibuat hitam dan jadi housing reflektornya ya. Antenanya si review dan knalpotnya ada di kanan bawah sini ya. Jil lampu belakangnya, lampu malamnya LED, lampu remnya LED dengan high stop lamp LED, lampu seinnya halogen dan lampu mundurnya juga halogen ya. Lima. Interior sederhana. Kalau udah masuk ke dalam sih sebenarnya lebih sulit ya cari perbedaan Rocky hybrid yang diimpor langsung dari Jepang ini sama Rocky biasa yang rakitan sini. Tapi paling gampang sih lihat konsol tengahnya ya. Kalau yang Rocky sini setelah tuas transmisi langsung turun lagi karena pakai rem tangan mekanikal. yang Rokia Hybrid ini tetap dibuat tinggi merata ya karena pakai rem parkir elektrik atau kalau cari ke JDMannya bisa intip casing flare di kiri bawah yang wajib ada buat mobil yang dijual di Jepang ya kan atau lihat pencetan semburan angin ke kaki ini yang Rocket Race versi rakyat Indonesia enggak punya ya atau bisa juga kalau lagi lihat spion tengah dan nengok ke bagian belakang sisi dalam pintu bagasinya Rock ini ada cover plastiknya yang masif tuh ya nutupin seluruh bagian besi di pintunya beda sama cover plastik bagasi Rocky di Indonesia yang kecil aja di tengah doang tapi kebanyakan bagian lainnya miriplah Beberapa sih bilang kualitas perintilan di dalam sini lebih baik dibanding Rocky lokal. Tapi kita yakin kalian perlu OCD sih ya buat bisa ngelihat hal-hal kayak gitu. Kalau tanda hybrid sih jelas ya. Start button ini yang warna biru. Desain dashbornya sih sama ya pakai model melekuk-lekuk tajam yang senada kayak Agia aa Avanza Xenia dengan head unit model floating yang di hybrid ini lebih besar ya. Tapi ini khas tambahan Indonesia banget sih ya. Gundukan di belakang head unitnya gede banget tuh. Semua bagian di sini keras tentunya karena ini di Jepangnya jadi varian tengah. Tapi yang kita suka kayak ada tambahan sentuhan merah-merah di balik ventilasi AC kiri kanan dan juga di storage kiri kanan konsol tengahnya. Setirnya tanpa lingkar kulit ya sayangnya. Tombol-tombolnya pun enggak banyak karena sekali lagi ini hanya jadi varian tengah aja di Jepang. Joknya sama kayak di sini ya. Modelnya enggak terlalu tinggi tapi kelihatan cukup melebar dan mengotak. Pakai bahan kain tentunya dan motifnya unik ya kalau dilihat dari dekat dan ada tubing merah agak orange gini di pinggir-pinggirnya. Sedangkan jok belakangnya lebih sederhana tanpa tubing merah-merah. Jadi monoton hitam aja. Tapi lengkaplah dengan tiga header adjustable dan buat penanda hybrid dia ada ventilasi buat aliran udara baterainya di bawah jok kiri belakang sini. Nah, pintunya full plastik ya dari atas sampai bawah. Paling yang bikin enggak terkesan polos banget karena ada kayak handle besarnya ini aja yang warnanya silver dan sisi dalamnya dikasih merah-merah gini. Tapi itu di depan aja ya, pintu belakangnya enggak ada itu. Jadi beneran polos banget. Full hitam plastik semua gini. Detail lain di dalam. Pegangan tangan plafon di depan selain ada di sisi penumpang, ada juga di sisi driver. Nice nih yang rakitan Indonesia soalnya gak ada ya yang CC drivernya. Sedangkan di belakang kiri kanan masih model lipat tapi gak ada gantungan bajunya ya. Sunvisernya pun agak beda sama yang raketan Indonesia. Yang ini enggak ada card holdernya di luar. Adanya di dalam tuh terintegrasi sama slider penutup kacanya. Ada di kiri kanan ya, tapi tanpa lampu. Lampu kabinnya di depan ada dua halogen gini. Dan di belakang ada satu lagi ya, halogen juga. Sayangnya enggak ada ventilasi AC buat penumpang belakang ya. Jadi harus nunggu angin dari depan. Dan spion tengahnya pakai model day and night manual gini. Jadi kalau silau tinggal dicetekin. Tapi gimana rasanya duduk di dalam kabin Rocky Hybrid ini? Enam. Konfigurasi jok. Buat masuk ke depan. Pintunya termasuk agak ringan ya. Mirip Rocky yang di sinilah. Meski feel ketutupnya cukup solid sih. Bukannya lebar, buat nampak ke dalamnya enggak terlalu tinggi masih gampang banget ya. Oke, posisi duduk defult-nya di depan sini termasuk cukup tinggi tapi enggak berlebihan ya. Masih ergonomis lah dan nopangpa paha kitanya juga oke nih. Visibilitas ke depan sebenarnya sih sedikit kehalangan sama head unit ini ya. F ke ujung dashboard-nya juga agak sempit. Tapi emang patokan lihat ujung kap mesinnya itu jelas banget ya, karena bentuk mobilnya yang mengotak. Dan ke samping sini kacanya sebenarnya cukup besar nih. Jadi membantu visibilitas meski emang spionnya modelnya masih yang di pilar A. Pengaturan joknya yang CC driver manual slide recline dan bisa dinaik turunin ketinggiannya. Yang penumpang depan slide dan recline aja ya. Headrnya adjustable. Naiknya termasuk tinggi banget ya. Nah, ini kepala kita kalau mau sandaran sambil nyetir enggak ngedanga ya. Ruang kepalanya aman. Buat sandaran tangan di tengah emang ada ya, tapi ini plastik ya, jadi keras dan ini gak bisa digeser maju mundur. Jadi gak bisa kita pakai buat sandarin tangan sambil pegang setirnya. Dan buat sandaran tangan di pintu juga enggak dilapis apa-apa ya, plastik aja jadi kerasa keras juga. Seat belt-nya bisa diatur naik turun dan setirnya sayangnya hanya bisa tilt aja ya, enggak bisa teleskopik. Sandaran kaki kiri drivernya ada gundukan tapi enggak ada pet plastiknya. Sekarang kita ke belakang. Pintu belakangnya sayangnya kerasa lebih ringan lagi dibanding yang depannya. Jadi yang ngasih feel yang lebih murah ya bukannya, tapi termasuk lebar nih ya. Dan karena atapnya gak turun sama sekali, jadi kita masuknya kepalanya enggak perlu pakai nunduk-nunduk ya. Oke, posisi duduk belakang sini sih lebih tinggi dibanding yang depan ya. Sudut paha kita sayangnya masih sedikit naik ya. Not bad sih tapi ya masih belum sempurna ya buat support pahanya. Apalagi mengingat baterainya di bawah jok dan bukan di bawah lantai kan harusnya bisa lebih oke lagi. Dan sayangnya lekukan paling pinggir luar joknya kentara banget nih. Jadi ya paha kita yang di ujung luar lebih minim lagi ya ke topangnya. Tapi ya harusnya yang di bawah 170 cm sih bakal masih enak ya. Jok ini enggak bisa digeser maju mundur tapi ruang kakinya termasuk sangat aman ya. Luas banget sih ya buat mobil 4 m gini yang justru di luar dugaan kita justru ruang gerak sepatunya ya malah agak sempit nih kalau kita gerak-gerak. Headrnya adjustable di ketiga sisinya, jadi kita bisa sandaran lebih rileks gini. Nah, enaknya sudut trik line-nya bisa diatur nih ada dua posisi ya. Yang lebih tegak kayak gini, ruang kepalanya masih aman dan yang sedikit lebih rebah kayak gini. Enggak sampai rebah banget, tapi ini better lah dibanding mayoritas kompetitornya. Dan headro-nya juga aman banget ya. Buat sandaran tangannya yang di pintu juga plastik aja ya, keras. Dan di tengah enggak ada es lipat apa-apa juga. Nah, kalau mau duduk bertiga buat nampak ke tengahnya, kakinya perlu ngelipat banget gini ya. Karena lantai tengahnya lebih tinggi juga. Jadi kaki kita emang enaknya ke kiri kanannya gini. Tapi enaknya dudukan jok tengahnya ini kayak rata sama kiri kanannya ya. Jadi sama empuknya dan enggak lebih tinggi. Dan buat sandarannya sedikit lebih maju tapi masih empuk ya. Dan karena ada headr jadi kepala kita enggak ngedanga. Seat belt di tengah sini tiga titik dan ruang kepalanya masih aman banget. Tujuh fitur berlimpah. Yes. Kayak yang kita bilang di awal Rocky Hybrid yang masuk sini sebenarnya adalah varian tengah ya di Jepang. Tapi tetap aja sih ada beberapa fiturnya yang malah lebih canggih dibanding Rocky varian atas yang di Indonesia. Paling jelas rem parkirnya. Kalau setiap varian Rocky di sini masih pakai rem mechanical. Rocky Hybrid ini rem parkirnya elektrik ya. Aktivinnya tinggal tarik aja dan nonaktifinnya tinggal tekan sampai injak pada rem-nya ya. Nice. Dan bonusnya ada brake hold juga yang bisa nahan remnya pas kita berhenti. Okelah ya. Yang Rocky sini enggak punya juga AC-nya. Kalau Rocky setiap varian lainnya di sini AC-nya manual. Yang ini auto climate control ya, alias kita bisa sethunya aja ke berapa dan nanti kipasnya bakal menyesuaikan. Suhu paling dinginnya 17,5 derajat Celcius dan paling panasnya 32,5 derajat. So, ada heaternya juga nih. Sesuatu yang absen juga di Rocky lainnya di Indonesia ya kan. Dan yang Rocky di sini enggak punya juga di Rocky Hybrid ini ada buat arahin semburan angin ke kaki sepele ya. Tapi Agia, Aa, Race, Rockia, Avanza Senia yang emang rakitan sini itu semuanya enggak punya ya. Nice lah. Dan ada def rooster kaca depan plus defoger kaca belakang juga. Inputnya di depan ada powerlet 12 volt dan USB port type E. Dan ada satu lagi USB port yang ngumpet di laci dasbor gini buat head unitnya ya. Dan kalau di Rocky varian lainnya di sini di belakang enggak ada tambahan lagi. Di Rocky Hybrid ini ada ya dua USB port lagi type A di belakang kayak di race juga lah ya. Dan kalau Rocky varian tertinggi sebelumnya di sini tombol di kanan dashboardnya kosong banget ya. Cuma ada dua isinya di Rocky Hybrid ini lebih banyak nih ya. Ada tambahan pengaturan ketinggian sorotan lampu juga buat atur sensor parkir dan one pedal driving-nya ya. Okelah, lampunya otomatis tapi gak ada F aja ya. Wipernya intermittent tapi tetap ada speed link yang bisa nyesuain sama kecepatan mobilnya ya yang diaturnya dari mid-nya. Remote-nya enggak ada bedanya sih ya sama Rocky yang di sini yang tombol locknya nyatu sama logo Dasatsu ya. Ini ada passif kills entry-nya. Jadi kalau mobilnya dikunci, remot-nya tinggal dikantongin dekatin mobilnya dan bukan grab bagian dalam handle-nya ya, tapi tap alur yang ada di handle ini dan kuncinya kebuka. Spionnya juga langsung kebuka ya. Buat kunci lagi, tap lagi aja alurnya. Spionnya juga bakal langsung kelipat lagi. Buat lipat manual spionnya atau matiin autonya bisa pakai switch ini langsung ya. Nah, yang beda tombol start stopnya dia warna biru gini ya khasnya tombol hybridnya Toyota. Jendelanya tetap hanya yang driver aja yang auto up down. Sedangkan tombol di setirnya yang sebelah kanan lebih polos. Dia enggak ada tombol audionya karena yang ini di Jepang emang varian tengah sih. Adanya tombol mode berkendara aja. Sedangkan yang di sebelah kiri ada tombol buat atur mid-nya ya. Head unitnya varian hybrid ini beda sendiri dari yang lain ya. 10 inci tapi ini head unit lokal sih ya bukan bawaan dari Jepangnya. Ada keterangan hari ini tanggal ganjil atau genap di kanan sini ada tombol kapasitif buat volume. Nah, interface-nya sangat simpel sih. Ada radio, media bicara dari Bluetooth dan USB. Dan ini ada Apple CarPlay dan Android Auto, tapi harus pakai yang posisinya ada di laci dashboard tadi. Kebetulan kita gak bawa kabel pas videoin ini, so kita gak bisa praktikinnya. Dan terakhir, instrumen clusternya. Di kirinya LCD TFT 7 inci dengan tambahan LCD ala kalkulator di sebelah kanannya. Ini temanya ada empat juga kayak Rocky line-nya. Tapi kalau di Rocky laine-nya pas ganti tema kan bikin animasi opening closing-nya keganti. Kalau di sini enggak ya. Opening closing-nya sama terus. Yang display one tampilannya kayak gini. Display 2 tampilannya gini. Display 3 tampilannya gini. Dan display 4 tampilannya gini. Oke, menu yang bisa diganti pertama ada layar konsumsi BBM instan dan rata-rata. Kalau geser ke bawah ada sisa jarak berkendara. Geser kanan ada layar adas. Geser kanan lagi ada skema energy flow hybrid-nya. Terus ada jam, layar kosong. Geser kanan lagi, layar warning. Dan geser kanan lagi. Masuk ke settingsnya yang banyak banget isinya. Pertama ada buat atur terang gelap instrumen clusternya. Atur waktu dan tanggal, ganti-ganti tema yang tadi. Terus atur hal yang bisa ditampilin di layar ini kayak atur indikator RO, otomatis riset data konsumsi BBM dan trip A setelah isi bensin. Pakai animasi opening tadi atau enggak, pas matiin mobil ditampilin info konsumsi atau enggak, terus bisa munculin layar nunjukin ban belok-belok kalau kita putterin setirnya dan indikator EV-nya nyala atau enggak. Lanjut. Ada buat atur bunyi-bunyian nadasnya. Bunyi lampu saya ini bisa diganti yang pertama kayak gini, yang kedua kayak gini, dan yang ketiga kayak gini. Terus bisa atur volume lagu pas nyalain mobilnya. Notification ini bisa kita set pengingat ya. Nanti di tanggal tertentu mau diingatin buat ulang tahun atau apalah masih bisa juga. Settings mobil buat atur fitur radasnya yang bakal kita detailin di nomor setelah ini. Atur auto lock, auto unlock. Bunyi bip bip pas buka kunci seberapa kencang? Terus ada buat atur speed sensing wiper tadi dan yang otomatis nyalain wiper belakang kalau kita masuk gigi mundur pas wiper depannya lagi aktif. Ada nyalain one touch triple turn signal dan welcome lamp yang bakalan nyaliin lampu kabin dan lampu belakang kalau kita dekatin mobilnya ya. Terakhir ada menu maintenance yang bisa kita set buat ingetin kapan ganti oli dan lain-lainnya. Nah, sebenarnya sih fitur-fitur ini kalau kalian bandingin ke tig cross gitu misalnya ya emang jauh banget sih ya. Tapi buat mobil yang diimpor tuh dari Jepang pakai mesin hybrid dan cuma sedikit lebih mahal dari Rocky termahal di sini sebelumnya sih menurut kita fitur segini udah cukup ok lah ya. Delapan safety lengkap. Meskipun yang Rocky Hybrid yang masuk sini di Jepangnya jadi varian tengah, tapi soal safety mobil yang dijual di sana sih mereka enggak main-main ya. So, bahkan ini lebih lengkap dibanding Rocky yang varian tertinggi di sini sebelumnya. Airbag-nya kalau semua Rocky di sini cuma dua aja. Rocky hybrid ini ada enam ya. Dua airbag depan, dua airbag samping yang ada di samping kedua jok depan, dan dua airbag pilar yang memanjang. Nice ya. Dudukan ISOFix buat jok bayi yang secara abstrak absen di Rocky yang dijual di sini di Rocky Hybrid ini tentu ada ya. Enggak ada blind spot monitoring emang tapi unik nih. Daihatsu ngasih kaca tambahan di spion kiri sini. Ini buat ngelihat ke sudut bawah kiri dengan lebih jelasnya. Nice. Sensor parakhir kalau yang di Rocky Indonesia hanya dua titik aja. Rocky Hybrid ini sensor belakangnya ada empat titik ya termasuk corner sensor juga. Dan di depan juga ada dua titik lagi. Dan si corner sensor ini bisa dimati nyalain pakai tombol ini. Dan ada indikatornya langsung di mid. Kamera mundur ada tapi simpel aja Zia. Remnya rem depan cakram ventilasi. Meski sayangnya rem belakangnya tetap promo ya. ABSBD lengkap. Ada heill staris yang bisa nahan remnya beberapa detik waktu kita berhenti di tanjakan. Pas kaki kita mau pindah dari pedal rem ke pedal gas. Stability control dan traction control tentu ada. Dan ada indikator seat belt belakang di overhead konsole sini ya. Naroki hybrid ini juga dapat safety aktif ADAS ya atau Daihatsu nyebutnya ASA alias Advance safety assist. Sistemnya manfaatin dua kamera di balik spion tengah ini buat bisa baca kondisi di depan dan jarak sama objek di depan. Pertama ada collision warning dan avoidance assist brake. Pada dasarnya ini sistem yang bakal ngasih peringatan kalau ada kemungkinan nabrak objek di depan dan bakal ngeremin otomatis kalau udah dikasih peringatan dan enggak kita gubris juga. Ada juga pedal miss operation control yang bisa menganulir input gas kalau pas kita mau keluar parkiran misalnya di depan kita persis ada tembok atau mobil lain gitu yang berpotensi bisa ketabrak kalau kita enggak sengaja injak pedal gasnya terlalu dalam ya. Ada front departure alert. Ini bisa kasih peringatan kalau pas kita lagi berhenti di kemacetan gitu, tiba-tiba mobil di depan kita udah mulai jalan. Ada lane and roadside departure warning yang bisa ngasih peringatan kalau mobilnya terdeteksi mau bergerak keluar garis pembatas lajur tanpa kita kasih lampu sein. Dan ada lane departure prevention control yang bisa gerakbalikin setirnya lagi supaya enggak jadi keluar lajur. Yang enggak ada di ASA-nya Rocky sebelumnya ada auto high beam yang bisa otomatis nyalain lampu jauh kalau terdeteksi dibutuhkan dan enggak ada kendaraan di depan yang berpotensi kena silau. Dan ada stager alarm yang bakal ngasih peringatan kalau terdeteksi kita nyetirnya udah mulai ke kiri kanan kiri kanan. Enggak jelas ya. sayangnya gak ada fitur kayak adaptive cruise control, lane keep assist atau blind spot monitoring gitu. Tapi sekali lagi Rocky Hybrid yang masuk sini adalah varian tengah ya di Jepang. So masih wajarlah ya segini semilan bagasi dan storage. Bagasinya Rocky hybrid nyambung sama sistem pacificless entry-nya. Jadi kalau mobilnya dikunci kita bisa tinggal kantongin remote-nya. Klik tombol yang panjang di tengah sini dan pintu bagasinya kebuka. Ini sekaligus buka kunci semua pintu lainnya juga ya. Oke, ini bagasinya. Sebenarnya sih sama aja kayak RCK yang biasa ya, yang termasuk besar di kelas ini ya. Yang beda banget ya tadi ya bagian panel di pintunya ini yang dicover plastik putih tambahan. Keren sih ya. Jadi jauh lebih rapi kalau dilihat dibanding di Rocky biasa yang besi aja. Nice lah. Bibir bagasinya termasuk lebar sedikit lebih lebar lagi di bagian atasnya. Tapi masih termasuk lebar lah ya. Overall jaraknya dari tanah sebenarnya buat sebuah SUVC enggak terlalu tinggi sih ya. Not bad lah. Jadi kalau angkat barang berat enggak bakal terlalu PR dan lantainya juga rata sama bibir bagasinya ya. Jadi kalau mau keluarin barang tinggal langsung tarik aja. Oke, detailnya di sebelah kanan sini ada lampu halogen dan tetap ada kompartemen tertutup ini juga ya. Yang sebelah kirinya enggak ada apa-apa ya, ruang terbuka gini aja di bawah lantainya. Nah, ini nih yang beda. Kalau di Rocky yang biasa ada ban sapnya di yang hybrid ini jadi enggak ada ya. Dia diubah jadi tempat kompartemen gini ya. Mungkin buat naruh tay repair kit gitu di sini juga ya. Tapi di unit yang kita videoin sih lagi enggak ada. Dan di sebelah sini ada aki. Yes, akinya bukan di depan tapi di belakang sini ya. Nah, kayak di Rocky yang biasa juga, yang ini pun lantainya bisa diturunin kayak gini ya. Fungsinya buat bikin ruang bagasinya jadi bisa dimasukin barang yang lebih tinggi. Tapi emang kalau lantainya diturunin gini, otomatis jadi enggak rata ya lantai sama bibirnya. Kalau mau diratain ya cukup dinaikin lagi aja ya, tapi ruangnya jadi enggak setinggi tadi. Oh, kelihatannya Rocky Hybrid ini juga enggak dapat parcel selfie yang unik yang kayak punya ris gitu ya. So, barang yang ada di bagasi tetap bisa diintip dari luar ya. Oke, kalau maueluasin kapasitas bagasi jok belakang bisa dilipat pakai konfigurasi 60 bing 40. Pakai tuas yang di pinggir sini ya. Kalau yang sebelah kanan dilipat, kita jadi bisa masukin barang lebih panjang sambil tetap duduk berdua di belakang. Kalau yang kiri dilipat juga, nah bagasinya jadi jauh lebih besar gini ya. Kelihatannya sih di yang hybrid ini sedikit lebih ada gundukannya dari belakang ke depan atau mungkin perasaan kita doang ya. Tapi masih termasuk gampanglah buat geser barang dari belakang sini ke depan ya. Dan buat tutupnya disiain dua handle gini ya di kiri dan di kanan. Dan buat kunci semua pintu lagi bisa klik tombol kecil yang di sebelah kanan sini. Dan ini sisa storage di dalam kabin. 10 detail-detail lain kayak yang kita bilang di awal, Rocky Hybrid ini jadi satu-satunya model Rocky di Indonesia yang diimpor atau CBU dari Jepang ya. Sementara setiap varian Rocky lainnya dirakit di sini. Unik ya bensin ya. Kalau Rocky varian lain buat buka kupnya butuh tarik tuas di sisi driver. Rocky hybrid ini enaknya tinggal langsung klik aja cup bensinnya. Nice ya. Gak ada tulisannya sih bensinnya harus pakai oktan apa dan kita juga belum dapat akses ke buku manualnya. Tapi di spesifikasi Jepangnya sih cuma disebut aja cukup pakai bensin reguler kayak Rocky yang biasa juga. So kita asumsi aja sebaiknya pakai Octanron 92 kayak mesin WA-nya Rocki 12 ya. Garansinya garansi umum kendaraannya standar sih 3 tahun atau 100.000 km. Tapi khusus Rocky Hybrid ini dapat garansi khusus baterai hybridnya ya yang berlaku selama 8 tahun atau 160.000 km. Nice ya. Dan buat servisnya hanya dapat gratis jasa servis saja ya sayangnya. Spare parts-nya enggak. Gratisnya selama 5 kali hingga 50.000 ini silakan di bawah klik next
