Jungkat

Mobil Keluarganya BYD KALAH BESAR, Ini Sih SIAP TANTANG INNOVA! (YouTube Video)

  • 20/09/2025

[Musik] go Ini adalah Aletra Lev EV. MPV medium tapi full elektrik. Nah, jadi kalau kalian lagi mempertimbangkan MPV kayak BYD M6 gitu misalnya, C8 ini bisa jadi alternatif yang menarik. Soalnya di dimensinya lebih besar luarnya dan juga dalamnya. Tapi harganya enggak jauh beda dibanding Mi6 tadi. Dan dia juga ada pilihan seven seater atau seater. Jadi bisa muat penumpang lebih banyak. Nah, makanya ini bisa jadi alternatif yang menarik juga kalau misalnya kalian tadinya lagi mempertimbangkan MPV kayak Innova Zenix gitu. Tapi ini full elektrik. Nah, buat detailnya simak di 10 hal perkalan dari Aletra L8. [Tepuk tangan] Satu, varian dan harga. Oke, sebelum kita detailin variannya mungkin masih cukup banyak yang belum tahu Aletra itu brand apa lagi sih? Oke, jadi gini ya. Aletra ini sendiri adalah brand dari Indonesia. Bukan perusahaan Cina yang dipakai nama Indonesia ya, tapi emang adalah perusahaan Indonesia. Pemiliknya 100% orang Indonesia. Nah, Aletra ini menjalin kerja sama strategis dengan Livan Auto. Di mana Livan Auto ini adalah sebuah brand mobil di China yang adalah bagian dari Gily Group. Yes, Gily Group yang raksasa itu ya yang jadi pemiliknya Volvo, Polstar, Loto, Zeker, Proton, dan masih banyak perusahaan lagi ya. So, produk-produk awalnya Aletra ini bakal diambil dari lineup-nya Livan, tapi bakal disesuaikan dengan market lokal lewat arenan di centernya Aletter di sini. Ya, misalnya mobil pertamanya mereka nih, Aletra L ini di Cina ada kembarannya yang disebut Livan Ruandan 8. Tapi Aletra L8 udah ngelewatin luar biasa banyak penyesuaian buat market sini. So, bukan murni remage ya, misalnya kompresor AC yang lebih besar dan evaporator tambahan buat AC double blower-nya, ban khusus yang ditambah foam, settings kaki-kaki yang beda total dengan yang di Cina, pilihan material interior yang beda total sama yang di Ruiand 8, desain konsol tengah yang beda total, dan favorit kita jokbst kedua dan ketiga yang versi 8 seater ini yang murni pengembangan Aletra. Enggak ada campur tangan Jili maupun Livan auto sama sekali, ya. So, apakah Aletra L8 ini rebge? Iya, tapi bukan hanya rebana ternyata banyak improvement atau treatment khusus yang hanya dilakuin Aletra dan ggak ada di Ruandan 8. Lanjut ya variannya. Kalau waktu pengenalannya di tahun 2024 dulu Aletra sempat bilang ada L EV yang pakai baterai lebih kecil dan LSV yang baterainya lebih besar. Sekarang yang pilihan baterai lebih kecil udah enggak ada lagi ya dan namanya semua jadi L EV aja. So, variannya ada L EV yang captain seat atau seven seater, L EV yang seat dan ada L EV Aeroline alias yang pakai body kit ini. Nah, kita videoin yang terakhir ini ya. Tapi tentunya unit yang nanti kalian dapat tanpa roof box dan owning inilah ya. Dua, pilihan warna. Aletra L8 ada tiga pilihan warna ya, putih silk white, abu-abu titanium grey, dan hitam onyix black. Tiga, eksterior besar. So, karena di Indonesia MPV7 seater yang full elektrik di bawah R00 juta baru ada Aletra L ini dan BYD M6 aja. Jadi banyak yang ngira ini ukurannya mirip sama M6 ya. Well, kalau lihat perbandingan dimensinya sekilas emang kesannya enggak beda jauh. Tapi lihat langsung di dunia nyata dan jelas beda ya. Ternyata L ini kelihatan punya satu size yang lebih besar dibanding M6 dan emang lebih mirip kayak MPV medium kayak Innova atau Zenix gitu ya. Dan dalamnya pun begitu, tapi ini nanti kita omongnya di nomor interior dan rasa duduk ya. Oke, desainnya ini depannya Aletra L yang biasa dan ini depannya Aletra L yang aeroline. Kalau yang L8 standar kelihatan clean, bersih gitu dan cukup basic. Dia yang Aeroline ini ganteng ya. Jadi lebih agresif dan berisi gitu. Nah, Aeroline ini didesain oleh Musa Artwork ya, desainer otomotif lokal yang entah udah berapa banyak karya modifikasinya yang go internasional dan emang yang di L8 ini pun bukan sekedar tempel doang ya. Coba lihat bumper depan Aletter L8 yang standar ini. Nah, sekarang lihat yang di L8. Yes, ini diganti utuh ya dari fender ke fender. Ujung kiri kanannya dibuat lebih tajam dan menonjol ke depan. Posisi fog lampnya dibuat lebih horizontal dibanding kemiringan aslinya. Dan tekukan bumper barunya ini emang ngasih tampang yang terkesan lebih lebar juga dari depan. Apalagi hitam-hitamnya juga cukup besar jadi makin agresif ya. Dan meskipun lifnya kelihatan lebih menonjol tapi kelihatannya enggak terlalu mengganggu approach angle aslinya ya. Karena kita belum pernah mentokin bagian depannya sekalipun meski lewatin polisi tidur yang gede-gede. Sedangkan ini bumper bawahnya yang L8 biasa lebih polos. Tapi tetap ada grill radiator yang garis-garisnya vertikal itu ya. Tapi bumpernya full sewarna body. Terserah kalian sih lebih suka yang mana ya. Anyway, lampu Leroline ini sama kayak yang biasa. Bentuknya kayak capit kepiting gitu. Dan kalau lihat di projjecttornya ada nama Jil-nya ya. Jangan bingung udah kita jelasin di awal kan apa hubungannya Aletra sama Jili tadi. Dan grill utamanya polos saja ya. Enggak ada lubang khasnya mobil listrik. Adanya charging port dan kamera aja di depan sini. Detail lampu depannya di arealnya yang tiga garis di atas. Lampu malamanya di arealnya meredup. Lampu besarnya projecttor LED. Dan lampu jauhnya dari projecttor yang sama ya by LED projector nih ya. Jadinya ada fog lamp LED di bawahnya dan lampu sen-nya LED yang gantiin di arealnya. Nah, yang unik kalau kita enggak lagi nyalain fog lamp, lampu yang di bawah berubah fungsi jadi cornering light ya. Jadi, kalau kita belokin setirnya ke kiri, waktu lampu besarnya nyala bakal nyala cornering light yang sebelah kiri buat lebih nerangin jalan sisi itu. Begitu juga kalau kita nyalain lampu sein ke sisi itu ya. Dan sama ya, kalau dibelokin ke kanan atau nyalain lampu sein ke kanan bakal nyala cornering light yang sebelah kanan sampingnya. Ini Aletra L yang biasa dan ini sampingnya Aletra L yang aeroline. Dari samping sini bedanya sih sekilas gak jauh ya, tapi bagian bawah samping ini sebenarnya full diganti ya. Kalau yang L8 biasa side skirt saya ini full warna hitam dove. Yang L8 aeroline diganti. Yes, diganti ya bukan ditambahin. Panel yang setengahnya sewarna body dan setengahnya hitam dove. Biar lebih menyerupai bumper depan dan belakangnya. Tapi kalau lihat keseluruhan sih serupa ya. Emang profilnya L ini lebih kayak low slang MPV atau MPV yang ketinggian over cenderung rendah kayak M6 lah. Beda jadi ya sama Zenix gitu yang atasnya kayak jangkung. Tapi yang agak beda sama M6 L ini kelihatan kayak lebih tinggi ya dari tanah. Jadi dapat sedikit kesan crossover-crossovernya gitu. Dan kalau kalian lihat langsung emang L8 ini kelihatan lebih besar aja ya dibanding M6 yang somehow kayak kelihatan lebih kompact dibanding dimensi aslinya ya kan. Apalagi velek ini cukup gede ya, 18 inci dual tone dan spok-nya kayak tebal-tebal gini dipasangin ban 2255 R18. Nah, ban Hancook Ion Evo ini khusus di L8 aja ya. Model Divan atau jili aslinya enggak pakai ban ini. Dan Alera juga ngasih special treatment dengan nambahin foam langsung ke handcook-nya buat peredaman suara yang lebih baik. Nice ya. Beberapa detail lainnya, list jendelanya full dilingkarin chrome. Sedangkan pilar A B C-nya dikasih panel piano belah gini ya. Jadi lebih mewah. Spionnya yang bertengger di pilar A. Unik nih kayak ada sirip chromnya yang besar gitu ya di sampingnya. Nice sih. Ini ada roof rail yang kita kira tadya cuma buat hiasan aja tapi di unit yang ini beneran bisa buat angkut roof box dan oning tuh ya okelah dan handle pintunya sewarna body gini belakangnya ini belakangnya Alra L8 yang biasa dan ini belakangnya Aletra L8 yang aeroline. Nah, bagian ini beda keduanya paling minor ya. di L8 Aeroline cuma ditambah body kit pelengkap ini aja di bumper bawah kiri kanan belakangnya supaya kalau dilihat dari samping tetap senada sama bumper depan dan samping barunya tadi ya. Tapi ini pun rapi ya kayak terintegrasi banget aja gitu. Sedangkan dia yang biasa lebih polos kayak gini tentunya sisanya sama sih paling kelihatan beda sama Randan 8 di Cina jelas logo Aletra ini yang terpampang besar di bawah wiper belakangnya dan paling keren jelas lampunya ya. Selain pakai model yang full nyambung dari ujung ke ujung, kalau lihat bagian dalamnya juga keren tuh ya. kayak ketiga dimensian gitu dan pakai motif yang unik ya kayak kelihatan kayak gedung-gedung gitu. Dan waktu animasi dari welcome light-nya nyala sih ini beneran kelihatan keren banget ya. Nice lah. Oh dan kayak di depan juga ya ada tulisan Jili kayak gini di sampingnya. Bentuk kacanya pun unik bagian ujung kiri kanannya kayak dibuat lebih naik ke atas gitu ada spoilernya dan antenanya pakai model C review ya. Ini mungkin lebih kelihatan di yang warna putih karena enggak ada roof box-nya ya kan. Sedangkan baper bawahnya kelihatan cukup agresif dengan housing reflektor vertikal di kiri kanannya itu dan ada panel chrome flowing-nya yang memanjang itu. Detail lampu belakangnya, lampu malamnya yang LED super panjang itu lampu rem-nya LED yang kayak gedung-gedung dan highmon stop lamp LED. Lampu seninnya LED yang memanjang. Lampu mundurnya LED dan ada tambahan fog lamp di bawah. Oh, dan lampu nomor platnya juga LED. Jadi full LED ya di belakang sini. Seven dan 8 seater. Siapa bilang interior mobil Cina gitu-gitu aja cuma garis besar dan satu layar raksasa di tengah. Aliterra L8 ini masih ambil approach yang lebih konvensional ya dengan desain interiornya. Tapi sekarang justru kelihatan lebih fresh ya dibanding kebanyakan mobil Cina yang interiornya terkesan sama semua gitu ya kan. Bentuk dashboardnya khas MVV banget ya yang cenderung luas ke depan dan ada tambahan kaca di pilar A buat ngasih V lebih lega lagi. Dan kita cukup suka karena desain ini nyisain cukup banyak tombol fysikal ya dari yang buat kontrol AC ini atau kontrol di samping tuas transmisinya yang unik tuh ya bentuknya dan masih ada beberapa tombol fysikal juga atau desain center speakernya deh yang unik ini nambah kesan lebih homie aja ya di dalam kabinnya overall. Yes, kalau kita lihat desain dashbornya Alitra L8 ini mungkin kelihatan sama kayak yang dipakai di versi cinanya ya, Livandre 8. Tapi Alra bilang pemakaian bahan di L8 ini full beda ya. Dan bahkan bagian yang ada ambient light di dashboard sini dan desain konsol tengah yang kayak jembatan ini dengan wirelessel charger di atasnya juga full dari aletra ya. Enggak ada di versi Livan ataupun versi gilinya. Okelah, detail bahannya yang di dashboard paling atas ini soft touch empuk yang ada jahitannya. Bawahnya lapis kulit dan ini dikasih warna beda ya yang lebih terang gini. Nice lah. Dan bawahnya lagi panel ala kayu yang panjang. Dan panel kayu ini juga dipakaiin di konsol tengah mengambangnya itu ya. Ada ambient light juga di sepanjang dashboard sini, di pintu depan sini dan di konsol tengahnya sini. Dan ini warnanya bisa diganti-ganti. Ada 72 pilihan dari head unit ke sini. Nice lah ya. Plafon dan pilar L8 ini juga dikasih warna terang ya. Dan buat nambah kesan mewah juga ada panoramic roof-nya yang berupa kaca besar ini. Nice lah ya. Setirnya dilabes kulit lingkarnya dan pakai bentuk yang flat bottom buttom gini. Oke, joknya jok depannya bentuk depannya suportnya besar sih ya. Punggung dan pundaknya ini. Kiri dan kanan sama-sama elektrik ya pengaturannya. Dan Aletra bilang motif kulit sintetisnya ini eksklusif ya di Aletra aja enggak bakal ditemuin di modelnya Livan maupun Gili. Yang eksklusif lagi pemilihan jok baris kedua dan ketiganya. Kalau sebelumnya pas perkenalan L8 kan hanya tersedia dalam pilihan seven seater yang pakai jok baris kedua model Captain City ini. Sekarang ada pilihan eight seater juga ya. Dan jok bras kedua dan ketiganya yang 8 seater ini full didesain sama alet raya gak ada campur tangan Livan maupun jili. Jok baris keduanya pakai model bench gini yang punya tiga headr terpisah dan armr teng set tengah lipat. Lapisan kulit sintetisnya pakai motif yang lebih polos dibanding di depan ya. Dan jok baris ketiganya kayak gini. Modelnya split 50 b 50 dan dudukannya dibuat sedikit lebih rendah dibanding yang seven seater karena bisa dilipat rata tapi masih dirancang buat duduk bertiga ya. Ini jb kedua yang seven seater model captain seat ya. Buat yang emang lebih suka sama duduk F lebih private di tengah dan ini motif kulit sintetis di baris keduanya dibuat mirip sama yang paling depan. Nice lah ya. Dan ini jok baris ketiganya yang seven seater lebih lebar dan lebih tinggi dibanding yang di eight seater. Dan dia punya headters adjustable di ketiga sisinya. Ini nanti kita jelasin rasa duduk detailnya di kedua joknya di nomor setelah ini ya. Karena beda total rasanya dan pelipatan joknya pun beda ya. Yang seven seater kayak gini kalau dilipat total. Yang seater kayak gini kalau dilipat total. Nanti kita jelasin lebih detail di bagian bagasi ya. Nah, pintunya kita suka nih. Bentuk overall-nya kelihatan cukup mewah ya. Yang bagian paling atas dilapis kulit dan ada jahitannya gini. Nah, bawahnya ada bagian piano black yang jadi housing tweter dan handle pintunya ya. Dan kita suka nih bentuk handle-nya karena kayak jadi ekstensi hand grid besarnya ini nice lah ya. Di bawah panel satin chrome ini juga ada lapis kulit putih gini yang ada motif-motifnya. Bawahnya lagi ada sandaran tangan yang lapis kulit dengan cahannya. Di sekitar kontrol jendelanya piano black dan kontrolnya sendiri dari bahan ala metal gitu ya. Nah, paling bawahnya baru plastik deh. Dan pintu belakangnya pun sama ya, dari desain sampai pemakaian bahannya sama pintu depan. Nice lah ya. Ngasih kesan lebih mewah pas masuk kabin ya. Ditela yang di dalam kabin pegangan tangan plafonnya yang di paling depan sini yang sisi penumpang pakai model yang fix sedangkan yang di driver pakai model yang lipat gini ya. Yang di baris kedua dapat yang model lipat gini ada gantungan bajunya ya di kiri dan kanan. Dan di pilar B-nya juga ada tambahan gantungan baju lagi. Nice ya. Sedangkan yang di baris ketiga enggak ada pegangan tangan plafonnya ya. Lampu kabinnya di depan ada dua LED gini. Di baris kedua ada dua juga, satu di kiri dan satu di kanan LED juga ya. Sedangkan yang di baris ketiga gak ada tambahan lampu kabin lagi ya. Sunvisernya di luar kiri kanan sama-sama ada card holdernya dan di dalam masing-masing juga ada card holder tambahan lagi ya. Ada kaca yang bisa ditutup buka juga dan ada lampu LED-nya gini okelah. Dan spion tengahnya day night manual ya. Jadi kalau silau tinggal dicetekin aja. Tapi gimana rasanya duduk di dalam Aletra L8 ini? Lima. Konfigurasi jok. Oke buat masuk ke depan pintunya termasuk berat nih. Nice ya feel-nya. bukaannya cukup lebar dan apakah dalamnya cukup tinggi ya? Kelihatannya sih lebih tinggi dibanding naik ke MPV monocok bensin gitu, tapi belum sampai sesulit naik ke MPV leather frame ya. Posisi duduk by default-nya termasuk tinggi, tapi masih termasuk ergonomis ya. Dan paling penting sih sudut pahanya ya. Di sini masih lebih ketopang nih dibanding di M6 ya yang naik banget. Okelah termasuk masih nyaman nih nih buat ngelihat ke depan ini karena dashboard-nya luas banget jadi kita dapat banget nih feel leganya dari pandangan ke depannya yang jauh banget. Terus juga karena ada kaca tambahan di pilar ini emang bikin V leganya dapat banget ya. Kerasa sih ini duduk di mobil yang besar. Nice ya. Pengaturan jok drivernya elektrik 6 arah, slide trick line dan bisa dinaik turunin ketinggiannya. Dan yang penumpang depan juga elektrik en arah. Jadi masih bisa dinaik turunin ketinggiannya juga. Nice ya. Headrnya adjustable naik turun. Posisinya termasuk ergonomis ya. Jadi kalau kita sandaran sambil nyetir kepalanya enggak bakal ngedangak. Ruang kepalanya aman banget. Dan karena ada tap kaca gede di atasnya, jadi ngasih V lebih lega lagi ya kalau dibuka gini. Sandaran tangan di tengahnya pakai konsol tengah yang tinggi gini empuk ya di lapis kulit. Ini enggak bisa digeser maju mundur tapi masih bisa lah ya kalau mau sandarin tangan sambil pegang setir gini dan yang di pintu juga dilapis kulitnya jadi empuk juga. Seat belt-nya enggak bisa diatur naik turun. Setirnya selain tilt bisa telescopik juga. Sedangkan sandaran kaki kiri driver ada gundukan dan pad plastiknya. Ya, sekarang kita ke belakang buat masuk ke baris kedua. Pintunya juga termasuk berat ya. Bukaannya sebenarnya gak sampai lebar-lebar banget, tapi karena pintunya besar, jadi ini aja aksesnya udah bagus ya buat masuk. Dan karena atapnya gak turun-turun, jadi kepala kita gak perlu nunduk pas masuk. Oke, meskipun yang captain seat ini kelihatan spesial, tapi menurut kita yang beneran spesial sih yang eight seater ya, yang jokbes kedua dan ketiganya beneran dievelop sama Aletra sendiri. Jadi kita praktekin duduk di yang seater dulu deh ya. Nah, dari masuk aja jelas kerasa sih ini emang lebih besar ya dibanding di M6. posisi duduknya lebih tinggi dibanding di depannya. Dan yang gak kita sangka, dudukan jok ini cukup jauh dari lantai ini. Jadi, paha kita ketopang banget. Lihat beda ya sama kebanyakan mobil listrik atau di M6 yang paha kita masih naik banget. Jelas nice sih ini proper ya. Bisa slide juga Aletra bilang ini slider di seater sedikit lebih jauh ke belakang dibanding yang captain seat. Kalau dimentokin sampai paling maju segini ya, kaki kita udah nabrak jok depannya. Ini seandainya kita mau kasih ruang ke penumpang belakang atau seandainya anak kecil duduk di sini pengen dekat sama orang tuanya yang di depannya. Dan kalau digeser ke paling belakang, be super lega ya. Dibanding di M6 ini jelas jauh lebih lega ya. Hampir menyerupai Lightroom Innova Zenix padahal slidernya enggak sepanjang itu. Nice ya. Ini baru kerasa jelas lebih gede ya si L ini. Mantap. Rong gerak sepatunya masih aman. He adjustable di ketiga sisinya ya. Jadi bisa sandaran lebih rileks gini. Nah, buat atur sudu terbahnya pakai tali yang di samping sini termasuk fleksibel nih ya. Dan cukup jauh juga rebahnya. Dari paling tegaknya segini, ruang kepalanya segini ya kalau ditegakin. Enggak terlalu lega sih, tapi masih sangat aman. Dan kalau dibuat paling rebah segini. Enggak sampai tiduran kayak di Zenx gitu emang. Tapi segini udah rileks banget ya. Dibanding di M6 yang seven seater yang recline-nya cuma bisa secuprit banget ini jauh lebih nyaman. Nice lah. Ini buat sandaran tangan di pintu dilepes kulit jadi empuk. Yang di tengah ada armr lipat kay gini ya. Empuk juga. Okelah, kalau mau duduk bertiga, napa ke tengahnya termasuk gampang banget. Lantai tengahnya naiknya cuma sedikit banget aja. Jadi tetap bisa di tengah sini ya kaki kita. Tapi emang paha kita jadi sedikit lebih naik dibanding di kiri kanannya. Dudukan ini sedikit lebih tinggi dibanding di kiri kanannya, tapi masih cukup empuk sih. Dan sandarannya juga ya lebih maju emang dibanding kiri kanannya, tapi mengingat ada armr-nya ini masih tergolong cukup empuk sih. Dan karena ada headr-nya jadi kepala kita enggak ngedang. Ruang kepala juga masih aman. Dan seat belt-nya tiga titik ya di tengah sini. Oke, sekarang kita cobain yang captain sit. Posisi duduk di sini juga lebih tinggi ya dibanding di paling depan. Dan sama sih duduk di sini juga dapat V lebih lega dibanding di M6. Soalnya duduk di baris keduanya M6 somehow kayak ngasih sens ruang yang lebih mirip di low MPV gitu. Nah, di sini lebih kayak di medium MPV yang proper. Tapi emang enggak selega feel di Zenix yang captain seat sih, tapi ya masih okelah. Nah, dudukan jok yang captain seat ini cenderung lebih dekat sama lantainya ya. Jadi kita yang tinggi 173 cm sudut pahanya masih lebih naik kayak gini. Masih not bad emang dibanding di M6 tapi emang jauh lebih nopang yang jok seater tadi ya. Mungkin kalau yang tinggi badannya di bawah 165 cm baru lebih pas duduk di yang captain seat ini. Nah, slidernya pun beda ya. Di yang captain seat ini lebih bisa dipentokin maju dibanding di yang seater. Paling kepakainya kalau lagi mau maksimalin bagasi di belakang aja ya. Atau kalau bocah duduk di child seat mau didekatin ke orang tuanya di depan. Pas dimundurin segini nih. Yes. Kelihatan ya. Emang enggak selega di yang seater tadi karena slidernya di yang captain seat ini emang lebih jauh kalau dimentokin ke depan. Tapi segini juga ruang kakinya masih cukup legal lah ya. Dan kita yakin appeal-nya Captain Seat yang lebih private ke kiri kanannya itu masih bakal dirasa lebih oke ke beberapa orang juga. Ruong gerak sepatunya masih aman. Headr ya adjustable ya di kedua sisinya. Dan ini sudut trik lainnya. Ubahnya pakai tuas nih yang di pinggir. Nah, yang ini lebih fleksibel lagi nih dibanding di yang seater. Ini kalau dibuat paling tegaknya ruang kepalanya sama kayak tadi ya, enggak terlalu lega tapi masih aman. Dan ini kalau dibuat paling rebah, nah ini jauh nih. Bahkan kerasa lebih rileks lagi dibanding di seater tadi. Rbah banget sih ya. Segini hitungannya. Nice lah. Ruang kepalanya aman banget. Dan karena di atasnya langsung atap kaca yang gede gini, jadi lebih kerasa feel leganya ya. Mantap. Yang captain seit ini di tengahnya dapat armornya segini empuk ya. Dan yang di pintu juga sandarannya dilapis kulit jadi empuk juga. Oke, kalau mau duduk bertiga di sini jelas gak bisa. Tapi karena lantainya cuma naik sedikit banget di tengahnya, jadi kita gampang banget nih ya kalau mau pindah-pindah ke kiri kanan kiri kanan gitu. So, rangkuman jok baris keduanya di yang eight seater kita dapat ruang kaki lebih lega dan support paha yang lebih oke dan tentunya satu jok tambahan. Sedangkan di yang seven seater kita dapat sudut rubahan yang lebih rileks dan fill private casnya captain seat ya. Tinggal kalian sesuaiin deh, prefer yang mana. Sekarang ke baris ketiga. Mulai dari yang 8 seater dulu ya. Buat ke paling belakang. Dia dikasih tuas gini di ujung joknya. Tinggal kita tarik aja dan nanti otomatis joknya jatuh sandarannya dan bisa didorong ke depannya. Jadi kita bisa nampak ke paling belakang dari pinggirnya sini sama ya. Dari sebelah kanan juga gitu, tapi yang maju satu jok doang aja. Oke, posisi duduk jok ini lebih tinggi lagi dibanding yang di baris kedua ya. Nah, tapi di yang 8 seater ini jarak antara dudukan joknya ke lantainya gak setinggi di yang seven seater nih. Otomatis sudut paha kita naiknya cukup tinggi ya di sini. Jadi buat yang tingginya di atas 170 cm pasti agak pegal buat perjalanan jauh ya. Dan cukup kelihatan nih dari ujung joknya yang 8 seater ini pinggir joknya gak sampai ke ujung banget karena emang posisi dudukan joknya enggak terlalu tinggi. Sedangkan di baris ketiganya yang seven seater kayak gini nih. Bentuk joknya lebih sampai ke pinggir karena emang posisinya full di atas gundukan shock breaker ya. Otomatis dudukan yang di seven seater jok baris ketiganya lebih lebar. Sedangkan yang di eight seater ini jok baris ketiganya gak selebar di yang seven seater. Meski Alatra bilang ini tetap lebih lebar dibanding kebanyakan MPV di kelasnya ya. Apalagi dibanding di M6 gitu yang kecil banget jok bar ketiganya. Headr-nya yang kiri dan kanan adjustable sedangkan yang tengah fix pakai model yang split gini ya. Jadi kita bisa sandaran kayak gini nih buat atur sudut trik lainnya bisa pakai tali di pinggir sini. Nah, pas dimaju mundurin si sudut dudukannya ikut berubah tuh ya menyesuaikan. Oke. Kalau dibuat tegak segini ya misalnya mau ngasih ruang lebih ke bagasi gitu. Ruang kepalanya masih ada sisa sedikit banget nih. Sedangkan kalau dibuat lebih rebah masih cukup rileks sih emang sudutnya. Tapi kita yang tinggi 173 cm, ruang kepala belakangnya mentok ya. So emang lebih cocok yang di bawah 170 cm nih. Ruang kakinya ini kalau jok baris keduanya dibuat paling maju. Jelas masih lega banget ya. Dan kalau dibuat paling mundur udah enggak cukup ya kita karena di yang seater ini slidernya lebih panjang ke belakang ya. Kalian atur lah ya karena fleksibel kan. Rongak sepatunya sisanya cukup sempit ya. Yang di baris ketiga sini sandaran tangan di pinggir plastik tapi cukup lebar ya. Yang sisi satu lagi juga ya cukup lebar gini. Dan jendelanya termasuk panjang nih. Jadi enggak bakal ngasih feel yang cluster fobic ya. Oke, karena ini ada head setengah jadi kita masih bisa duduk bertiga. Tapi ingat ini enggak selebar di yang varian seven seaternya ya. Napak ke tengahnya gampang karena lantainya rata. Nah, karena kita duduk di belahan tengahnya jok ini jadi emang lebih keras rasanya ya. Sandarannya juga gak seenak kiri kanan ya, tapi masih cukup empuk lah. Dan karena headrnya kecil, jadi kita yang 173 cm pasti ngedangak ya kepalanya. Dan ruang kepalanya sedikit lebih mentok lagi. Tapi seat belt-nya tiga titik ya di tengah sini. Nah, sekarang kita cobain baris ketiga yang captain seatnya. Kalau dari yang captain seat paling proper ke belakangnya emang dari tengah-tengah sini nih. Ada gundukan di tengah lantainya. So, badan kita bakal agak naik ya pas napak. Jadi, kepalanya emang harus agak nunduk. Tapi ini lebih gampang dibanding lewat pinggir ya. Dari pinggir sini mesti majuin dulu sandarannya dan slidernya secara manual satu persatu. Dan itu pun buat napaknya gak sebesar dari tengah ya. Oke, kita naikin dulu headr-nya. Kalau di yang seven seater ini tiga-tiganya adjustable nih ya headr-nya. Nah, ini yang tadi kita bilang jok baris ketiganya yang Captain City ini posisi dudukannya lebih tinggi dan lebih lebar ya dibanding di yang 8 seater. Bahkan lebar dudukannya juga nyampai 120 cm yang artinya jauh lebih lebar dibanding kebanyakan baris ketiga MPV sekelas gini. Dan karena jarak dudukannya ke lantai cukup jauh, jadi nopang paha kita lebih baik nih di yang seater ini. Nice ya. Nah, ini sudut rubahan joknya bisa diatur tapi emang pakai tali yang di belakang joknya masih cukup fleksibel tapi emang bagian bawah joknya enggak ikut berubah tuh ya. Beda sama yang di seater tadi. Oke, ini kalau kita buat paling tegak misalnya mau ngasih ruang bagasi lebih, sayangnya kita yang 173 cm ruang kepalanya kerasa lebih mepet ya dibanding di yang seater tadi. Dan kalau direbahin maksimal sudut trikline-nya lebih rileks ya, bahkan dibanding di yang E seater tadi. Tapi sekali lagi ruang kepalanya juga lebih mentok lagi buat kita. So sekali lagi di baris ketiga sini kalau mau dipakai orang dewasa kelihatannya paling optimal yang tingginya di bawah 165 cm ya. Biar kepalanya masih aman. ruang kakinya. Kalau jok baris keduanya dimajuin mentok sih jelas lega banget ya. Tapi ya di baris keduanya tadi udah enggak ada sisa ruang. Kalau dimundurin mentok kaki kita udah kena sih. Meski emang masih ada sedikit ruang dibanding di yang seater tadi. Ruang sepatunya pun cukup mepet ya. Nah, buat sandaran tangannya sama kayak tadi cukup lebar meski plastik ya tentunya. Dan di yang sisi satu lagi juga nih. Dan karena kaca ini besar jadi enggak kerasa klaustrofobik ya. Oke, kalau mau duduk bertiga, nampak ke tengahnya gampang karena kakinya rata ya. Dudukan joknya di tengah sini sedikit lebih tinggi dan belakangnya juga sedikit lebih maju ya. Tapi kepala kita gak ngedanga nih karena headrnya adjustable. Tapi emang ruang kepalanya udah enggak cukup ya dan seat beltnya tiga titik juga. Oke so rangkuman yang baris ketiga. Yang baris ketiganya versi 8 seater emang dudukannya enggak selebar dan enggak setinggi di yang seven seater. Tapi efeknya ruang kepalanya bisa sedikit lebih baik. Sedangkan baris ketiga yang versi seven seater emang sangat lebar dan lebih tinggi ya. Sudut rubbahnya juga bisa sedikit lebih baik dan ruang kakinya juga ya. Tapi mau versi yang manapun, baris ketiganya L ini emang sebaiknya diisi sama penumpang yang tingginya di bawah 165 cm ya kalau kepalanya enggak mau mentok. Enam bagasi dan storage. Bagasinya Alter L yang varian manapun elektriknya bisa dibuka dari remote sini. Tinggal ditahan aja tombolnya dan bagasinya kebuka. Tapi semua pintu lain masih terkunci ya. Bisa tutup lagi juga pakai remote-nya. Bisa juga dibuka tutup pakai tombol di dalam sini atau ini nyambung sama passif keyless entry juga ya. Jadi kalau mobilnya lagi dikunci, remot-ya tinggal dikantongin aja. Dekatin mobilnya dan klik satu-satunya tombol di pintu bagasi sini dan pintu bagasinya kebuka. Oke, ini bagasinya L. Nah, ini salah satu bagian yang paling di bagian Aletra ya. Karena bahkan ketika semua jok diisi pun ruang bagasinya masih termasuk besar. Nih buat perbandingan bagasinya M6 jauh ya. Anyway, bagasinya yang captain seat dan 8 seater beda totalnya. Kita contohin di yang seven seater dulu. Bibirnya termasuk full mengotak dan lebar. Jadi masukin barang besar gini enggak masalah ya. Nah, jarak bibirinnya dari tanah emang cukup tinggi ya. Jadi kalau mau masukin barang yang berat banget kayak galon bakal agak sulit dan jarak bibirinya ke lantai bagasinya juga lumayan jauh ya. Jadi kalau mau keluarin barang dari perlu agak diangkat dulu. Tapi emang bagasinya yang cenderung dalam ini bikin jadi bisa masukin barang lebih banyak ya. Tuh ruang bagasinya jadi luar biasa tinggi ya. Oke detailnya di sebelah kanan sini ada cover kayak gini. Pas dibuka isinya evaporator ya ternyata buat AC double blowernya. Yang sebelah kiri sini ada lampu LED. Di bawahnya ada gantungan belanjaan yang maksimal 3 kg. Di sebelah kiri sini ada kompartemen buat simpan segitiga darurat. Sedangkan yang sebelah kanan ini buat nyimpan dongkrak. Tapi di versi bensin dari mobil ini ya. Gili jaci. Kalau di L8 ini karena enggak ada ban seretnya jadi nanti dapat kompresor ban dan cairan penambal bannya. Oke. Jok baris ketiga ini sudutnya bisa diubah-ubah pakai tali di sini ya. Kalau dibuat lebih rebah gini, udah pasti buat naruh barangnya jadi lebih sempit. Tapi penumpangnya duduknya lebih nyaman. Sedangkan kalau ditegakin gini sebaliknya. Ya, kita cobain pakai koper ya. Yang kanan kalau joknya direbahin mentok dan yang kiri kalau ditegakin. Koper raksasa kita kalau mau diberdiriin vertikal gini tentunya enggak bisa di sisi yang direbubahin ya. Tapi di sisi yang ditegakin bisa nih. Tuh, bisa ketutup. Nice ya. Tapi keren ya. Bahkan kalau dua-duanya full dirubahin, kita masih bisa berdiriin horizontal koper raksasa tadi. Plus tambahin satu koper cabin size gini. Mantap. Bahkan alra ngeklaim kita bisa masukin tujuh koper kabin size gini kalau jok baris ketiganya dibuat lebih tegak. Okelah ya. Oke. Kalau maueluasin kapasitas bagasi jok baris ketiganya bisa dilipat dengan konfigurasi 60 banding 40. Pakai tali di sini ya. Kalau dilipat yang kanan kita bisa masukin barang lebih banyak sambil tetap duduk berdua di paling belakang. Dan kalau yang kiri dilipat juga, nah bagasinya jadi lebih besar gini. Tapi emang ini kontur jok terlipatnya cenderung naik ya sudutnya. Jadi naruh barang yang terlalu berat di atasnya bisa bikin barangnya merosot. Dan di yang seven seater ini kita enggak bisa lipat lagi jok baris keduanya. Paling bisanya dimajuin gini doang. So yang seven seater ini lebih terbatas ya kalau pengen luelasin kapasitas bagasinya. Nah, beda nih bagasinya sama yang 8 seater nih. Yang di eight seater. Jadi, pelipatan jok baris ketiganya di yang seater ini konfigurasinya 50 bing 50 ya. Lipatnya pakai tali yang di sini. Nah, kelihatan nih. Begitu dilipat dia lebih rata ya. Ini soalnya bagian bawah joknya ikut turun juga pas joknya dilipat. Nice ya. Dan kalau lipat satu gini, kita masih bisa duduk satu orang lagi sambil bisa masukin barang lebih besar. Kalau lipat yang satu lagi. Nah, kelihatan tuh lantainya jauh lebih rata dibanding yang di seven seater yang kayak gini. Dan kelihatan nih, kalau kita taruh koper gini di atasnya dia enggak turun-turun ya. Nice lah. Dan yang seater ini lebih spesial lagi karena jok bars keduanya bisa dilipat juga. Jadi kalau dilipat yang kanan, nah kita bisa masukin barang yang lebih panjang lagi sambil tetap duduk berdua di belakang. Dan kalau yang kiri dilipat juga, tada bagasinya jadi super besar gini. Ini lantainya rata ya, cuma naik sedikit sudutnya di ujung doang. Tapi masih bisalah ini buat masukin barang yang panjang dan besar kayak kasur gitu misalnya. Nice ya. So, rangkumannya bagasi yang seven seater emang pelipatannya lebih terbatas karena model jok captain seat-nya ya. Kalau mau pelipatan yang lebih fleksibel dan masukin barang lebih banyak, perlu ambil yang seater. Buat tutup pintu bagasinya tinggal klik aja tombol yang di sebelah sini. Dan ini sisa storage di dalam kabin. in Tujuh motor dan baterai. Kalau sama dari tadi belum ng juga, Alira L8 ini full elektrik ya. So, gak ada mesin bakar apa-apa di balik kup depannya ini. Nah, spek motor dan baterainya semua varian sama persis ya. Motor listriknya ada di depan dan menggerakkan ban depan. Tenaganya 161 HP atau 120 kW dan torsinya 240 Nm. Ya, sekilas dari angka emang enggak spesial-spesial banget ya. Cenderung mirip sama BYD M6 yang standar range dan cukup jauh di bawah M6 yang superior. Tapi begitu dibawah sehari-hari ceritanya beda ya. Kita sempat bawa L ini buat beberapa saat. Gasnya kerasa cukup linear ya. Gak ada lag response berlebihan dari injak pedal gas ke akselerasi yang dikasih. Jalan awal termasuk smooth, tapi respons stop and go-nya masih tetap enak banget. Alra bilang find tuning ngerasa ngegasnya ini pun termasuk bagian yang RD-nya mereka lakuin di sini ya. Buat lebih pas sama karakter di sini dan buat nambah kecepatan dari jalan pelan rasanya gampang banget ya bojak pedal gasnya. Dan sekilas lupa kalau ini MPV gambot 4,8 man. Rasanya kayak mobil yang jauh lebih ringan dan kompact. Ini nih ya salah satu kelebihannya mobil listrik. Di bawah smooth bisa, tapi buat susul-menyusul juga gampang banget. Akselerasinya 0 sampai 100 km/h kita coba bisa di 10,6 detikan. Angkanya mirip sama akselerasi Zenix gasolin. Dan sebagai gambaran ini masih lebih kencang dibanding Innova diesel maupun bensin lawas ya. So, not bad lah sebenarnya. Dan kecepatan maksimalnya juga dibatasin di 160-an km/h. So, harusnya buat urusan keluarga-keluargaan sih cukup banget ya ini. Oke, lanjut. Transmisinya tentunya direct dengan reduction gear. Operasiin tuasnya sambil injak pedal rem ya. Buat maju masukin ke D injak pedal rem sambil ke bawahin sekali tuasnya. Buat mundur dari D masukin ke R ke atasin dua kali. Kalau mau ke D lagi dari R ke bawahin dua kali. Ya, ke N dari D tinggal ke atasin sekali aja. Dan kalau udah mau berhenti tinggal klik tombol P ini aja. Lanjut ya. Ada dua mode berkendara yang bisa dipilih dari tuas di tengah sini ada Eco dan Sport. Eco pas buat dibawa sehari-hari dan feel bawahnya pun enggak terkesan terlalu ditahan banget kayak Eco mod kebanyakannya. Sedangkan sportnya bikin respons gasnya jadi jauh-jauh lebih ringan. Tapi gak sampai ngejedak juga kayak kebanyakan mobil listrik gitu ya. Tentunya dari generative breaking juga alias kalau kita lepas pedal gasnya, motornya bakal berkebalikan fungsi jadi generator dan bakal memelankan mobil sekaligus perlahan nge-charge baterainya. Ada tiga level yang bisa dipilih ya pakai tombol di tengah sini. L1 yang paling lemah dan L3 yang paling kuat. Baterainya tentu di bawah mobil ya, jenisnya LFV atau lithium iron phosphate dan ini pakai baterai short blade bulletproof baterainya Gil yang dari segi pengetesan tusuk dan lain-lain diklaim jauh lebih canggih dan aman. Kapasitasnya 64,74 KWh dan Aletra mengeklaim L8 ini punya jarak tempuh hingga 540 km dari sekali pengecasan. Charge baterainya dari depan sini ya. Tinggal tekan aja ya. AC charging-nya pakai port type 2 dan buat fast charging atau DC charging-nya pakai port CCS2. Alat Rangga cantumin di atas ya bisa terima daya charging hingga berapa kilw dan waktu pengecasannya. Tapi dari yang kita coba, daya paling tinggi yang bisa diterima mobilnya sekitar 82 kW ya. Dan dengan asumsi mobilnya bisa nerima daya maksimal saat nge-charge dari 20 sampai 80%. Harusnya waktu yang dibutuhkan buat nge-charge L ini dari 20 sampai 80% dengan dc charging maksimal tadi butuh waktu sekitar 28 menit ya. Tapi gimana rasanya ketika di bawah? Well, kita emang enggak cobain super lengkap mobilnya, tapi bisalah kita kasih gambaran sedikit-sedikit. Suspensinya, suspensi depannya pakai sesuatu yang ali tersebut Active Comfort Suspension. Pada dasarnya, selain naik turun, suspensi depannya juga bisa bergerak ke belakang sejauh 10,85 mm dan diklaim bisa nyerap benturan lebih baik. Dan benar sih ya, suspensinya L ini di luar dugaan termasuk sangat-sangat nyaman ya. Suspensinya empuk tapi enggak empuk berlebihan kayak kebanyakan mobil Cina di sini. Tapi tetap bahkan dengan veleg 18 inci-nya setiap kena lubang jedukannya sama sekali enggak kerasa kasar di dalam kabin. Dan ketika ngelewatin kontur jalan yang keriting, gerakannya termasuk tenang di dalam. Ya, lewatin speed bump juga kerasa refine overall. Enggak gubrak-gubrak tapi lebih depd deb gitu di dalam. Dan yang kita suka enggak sekalipun kita pernah ke rasa mentok stopper atau yang lebih oke lagi mobil pun gak pernah gasruk ya selama kita bawa. Nah, ternyata soal ini Aletra cukup serius karena sebelum jual L8-nya mereka bawa 8 unit prototype dan semuanya punya settings kaki-kaki yang beda. Dan dari semua itu akhirnya mereka pilih satu yang dirasa paling cocok sama Indonesia ya. Dan setelah itu pun masih ditune lagi sama mereka. Kayaknya malah lebih niat ya dibanding mayoritas brand di sini yang bawa ala kadarnya aja. Dan satu yang kita rasain, kaki-kakinya gak terasa ringki ya. Karena kita gak cuma sekali atau dua kali nyobain mobil Cina yang sekilas empuk tapi habis 1000 km gitu mulai ada kaki-kaki yang terasa rusaknya. Di sini feel-nya kerasa jauh lebih solid ya. Semoga aja beneran lebih kuat ya buat lewatin jalanan parahnya di sini. Setirnya juga oke, cenderung ringan tapi enggak sampai kerasa kopong kayak kebanyakan mobil Cina di sini. Malah sebenarnya bobot setirnya L ini bisa kita ganti-ganti di instrumen cluster ya yang ada tiga pilihan ini. Tapi somehow menurut kita pilihan paling ringannya ini malah jadi pilihan yang paling pas karena bikin manuver dalam kota jadi tanpa beban tapi enggak sampai ngasih feel murahan karena terlalu ringan gitu. Okelah ya. Overall short driving impression kita sih positif banget ya dari spek motor yang meskipun enggak spesial tapi begitu dibawa mobilnya tetap kerasa sunatset. Suspensinya yang ternyata nyaman ya sampai steeringnya enggak mengecewakan buat sebuah mobil keluarga. Kalau ada yang bisa di-improve, menurut kita mungkin lebih ke feel pedal remnya ya, yang cenderung grab. Ara bilang itu karena pengereman di awal lebih banyak ke regenerative breaking-nya baru lanjut ke physical breakingnya. Tapi di luar itu sih nice sih ya, sangat melebihi ekspektasi awal kita. Delapan. Detail fitur. Oke, di bagian ini mungkin AL L8 enggak bakal sebersinar BYT M6 gitu atau ION V dan Gil EX5 gitu ya. Yang fitur-fiturnya termasuk banyak banget buat diharga segitu. So, gak ada hal kayak jok pidget atau kulkas, tapi paling enggak fitur-fitur yang buat cukupin pemakaian harian aja masih ada. L dan beberapa hal juga ada sentuhan khusus market Indonesia. AC-nya paling jelas ya, dual zone auto climate control. Artinya suhu kiri dan kanan depan bisa dibeda-bedain ya, sedangkan suhu yang belakang ikut yang driver. Enaknya masih ada tombol fisikalnya nih buat atur suhu kiri kanan, kekuatan kipas, ventilasi, dan mode auto. Masih ada tombolnya semua di sini. Nice ya. Suhu paling dinginnya 17 derajat Celcius dan paling panasnya 32 derajat. Ada A max buat bikin langsung ke paling dingin, ada buat arena angin ke kaki dan ke atas di foger kaca belakang dan di froser kaca depan yang masih dapat tombol fisikalnya juga ya. Ada filter PM 2.5 dan AQS yang bisa mendeteksi tingkat polusi di dalam dan di luar kabin dan ada ionizer juga. Nah, Aletra bilang ukuran kompresor yang dipakai di L8 ini termasuk besar ya. Beda sama model Livan dan Jili di Cinanya. Jadi kerja kompresornya ketika kita dinginin suhunya pas suhu di luar lagi panas banget itu gak bakal terlalu berat. So, harusnya bakal bikin kompresornya lebih awet buat jangka panjang. Nah, di balik konsol tengah baris kedua juga ada ventilasi AC. Tapi yang ini kecepatan kipasnya ikutin kipas AC yang depan ya. Enaknya Aletra ngasih lagi ventilasi tambahan yang ada di plafon sini. Buat baris keduanya ada di kiri kanan gini. Dan yang di baris ketiga juga ada lagi di kiri kanan. Nah, buat AC double blower-nya ini mati nyalain dan atur kecepatan kipasnya pakai tombol kapasitif yang ada di baris kedua sini nih. Dan Alra bilang khusus JL8 ini ada evaporator tambahan buat double blower-nya yang harusnya bikin dinginin kabin belakangnya lebih cepat. Nice ya, lanjut lampunya otomatis ada buat pengaturan soran lampu depan juga ya. Nah, yang asik animasi lampunya cakep nih. Jadi kalau kita buka kunci mobilnya, lampu depannya bakal nyala kayak gini. Nah, tapi yang keren lampu belakangnya nih kayak gini. Mantap ya. Dan kalau kita kunci lagi, lampu depannya bakal kayak gini. Nice nih ya. Wipernya juga otomatis ya. Nice lah. Ini remote kuncinya ada tombol lock, unlock, buka bagasi dan buat cari mobilnya. Tentunya ada passif kill entry-nya. Jadi kalau mobilnya kekunci, remote-nya tinggal dikantongin aja. Dekatin mobilnya dan grab bagian dalam handle-nya sini dan kuncinya kebuka. Spionnya juga bakal kebuka. Ya, buat kunci lagi tinggal tap aja alur yang ada di handel-nya ini. Dan spionnya juga bakal sekaligus ngelipat lagi. Buat ngelipat manual kita putar knoknya yang di sini ya. Tapi maksimal kecepatan mobilnya 15 km/h kalau mau lipat spiono sambil jalan. Buat pasti nyalain sistem mobilnya dikasih tombol start stop gini. Nice ya. Tombol find me yang paling bawah ini kalau diklik dua kali bakal bikin hazardnya berkedip beberapa kali dan klakson dua kali. Ini buat cari posisi mobil di parkiran gitu ya. Misalnya kalau kita tahan tombol unlock di remote-nya nanti semua jendelanya bakal terbuka dan kalau kita klik lock lagi semua jendelanya bakal ketutup lagi. Lanjut ada panoramic roof gini yang masih ada tombol physical buat buka tutup shade-nya ya. Ini yang bisa ditutup buka hanya shade-nya aja tapi lebih pas lah ya di sini karena udaranya kotor juga kan kalau mau buka kacanya. Sound system ya enggak ada brand khusus emang tapi speakernya ada tujuh ya. Empat di depan dan ditambah satu center speaker di dashboard sini dan dua lagi di belakang. Ada warel charger buat yang HP-nya chi compatible dan khusus HP Android yang support bisa juga nge-charge sampai daya 50 watt ya. Nice lah. Plus ada ventilasinya supaya HP-nya enggak kepanasan. Dan kalau HP kita masih ditaruh di atas ya pas kita matiin mobilnya nanti bakal dikasih peringatan kayak gini ya. Input lainnya di bawah floating conso-nya ada satu USB port dan satu powerlet 12 volt. Di baris kedua ada satu USB port dan satu type C. Dan di baris ketiga ada tambahan satu lagi USB port type E. jendelanya keempat-empatnya auto up down. Nice ya. Setirnya yang sebelah kanan sini ada buat control audio dan ada buat switch control dari instrumen cluster ke head unit dan sebaliknya. Sedangkan setir sebelah kiri buat cruise controlnya. Rem parkirnya elektrik dan masih ada tuas fisikalnya nih. Tarik buat aktifin dan dorong sambil inkak pedal rem buat nonaktifin. Nice ya. Nah, yang Indonesia banget. Kalau mau parkir paralel gimana nih? Kan kalau kita masukin gigi playay rem parkirnya bakal otomatis aktif tuh. Nah, gini. Jadi kalau rem parkirnya kita matiin sendiri giginya kan langsung pindah ke N tuh ya. Tapi pas mobilnya kita matiin, dia bakal balik lagi ke P dan rem parkirnya bakal otomatis aktif lagi. Nah, jadi yang benar caranya dari mobilnya nyala ini giginya bebas ya, mau di P aja boleh juga. Nah, terus kita injak pedal rem dan kita tekan rem parkir elektriknya dan tahan ya sekitar 5 detik. Kalau udah sekarang mobilnya kita matiin. Nah, tuh rem parkirnya enggak otomatis aktif sendiri lagi kan. Jadi sekarang kalau kita keluar mobilnya terus kunci mobilnya dan tada, mobilnya masih bisa kita dorong-dorong. Aman ya kalau mau buat parkir paralel jadinya. Nice lah. Ada auto hold juga buat tahan remnya pas kita berhenti biar kaki kita gak perlu terus-terusan tahan pedal rem. Lanjut instrumen clusternya. TFT LCD 7 inci. Dia bisa berubah tampilan ya pas kita ubah mode berkendara. Eco yang biru kayak gini dan sport yang merah kayak gini. Dan masing-masing animasinya beda nih ya pas kita nyalain mobilnya. Yang Eco gini Nice ya. Nah, supaya enggak bingung, angka yang di kiri bawah itu odometer mobilnya, sedangkan yang di kanan itu sisa jarak berkendara, ya. Nah, buat bisa akses info-info di instrumen cluster, kita perlu klik dulu tombol yang disetir sini sekali baru dia pakai atas, bawah, kiri, kanannya ya. Karena kalau enggak diklik dulu, tombol yang di setir sini kepakainya buat atur volume dan track head unitnya. Info yang bisa diganti di tengahnya ada sisa baterai, odometer, konsumsi energi rata-rata, konsumsi real time, total waktu berkendara, kecepatan rata-rata, dan TPMS atau pengukur tekanan ban. Nah, kalau geser ke kanan ada layar warning, geser kanan lagi ada settingsnya. Settings-nya ada buat atur bobot sendiri nih. Bisa diatur ganti sesuai mode berkendara atau pilih sendiri ya. Comfort buat lebih ringan, normal standar, dan sport buat lebih berat bobotnya. Volume peringatan bisa diatur seberapa kencang. Ada pengingat servis juga. Dic ini buat atur-atur menu yang ada di instrumen clusternya. Lanjut ada buat settings jam dan kalender. Dan ada buat atur setting satuan unitnya. Dan di kanan dashbors ini ada buat atur brightness instrumen clusternya. Lanjut head unitnya. Layar sentuh 12,4 inci ini home screen-nya ya. Dan di kanan sini dia ada quick access home, settings mobil, atur AC, kamera 360, dan menu aplikasinya. Kalau swipe down dari atas ada quick control kayak atur brightness dan volume gitu dan beberapa control cepat lainnya. Nah, dia ada wireless Apple CarPlay dan wireless Android Auto ya. Jadi kita bisa koneksiin iPhone atau HP Android kita tanpa kabel dan nanti bisa pakai aplikasi kayak Apple Music, Spotify, Google Maps, Waze, dan lain-lain gitu. Lanjut. Medianya bisa putar dari USB dan Bluetooth. Bisa play video juga atau lihat gambarnya di sini settingsnya ada settings layar standarnya. Di setting suara ada speed volume compensation buat bikin volumenya makin keras kalau jalannya makin kencang. Dan sebaliknya settings Bluetooth dan di setting system kita bisa mati nyalain wireless charger ini nih ya. Nah, kalau kita klik logo yang mobil ini nanti bisa masuk ke beberapa settings mobilnya. Settings lampunya ada buat atur volume home. Tuh durasinya mau berapa lama. Di settings pengemudi ada buat lihat dan ganti-ganti mode berkendara. Ada settings ambient lighting buat ganti-ganti warnanya. Dan settings kelola daya ini buat lihat detail charging dan buat aktifin V2L-nya ya. Nah, V2L-nya sendiri spesial nih ya. Jadi kalau kita ada adapternya, ATra L ini bisa hidupin peralatan listrik kerumahan hingga daya 6,6 kW. Nice tuh. Ya, termasuk gede banget. Gimana, cukup enggak menurut kalian fitur segini? 9 safety. So, safety-nya Alatra L ini termasuk lengkap. Meskipun sayangnya emang belum ada ada satu advance driver resistance system ya kayak rem otomatis, lan keepeping, lane centering atau adaptive cruise control gitu belum ada di sini. Aletra bilang ini karena mempertimbangkan kondisi jalan di Indonesia juga dan masih banyaknya pemakaian fitur ini yang kurang maksimal. Tapi yang jelas kalau ditambah bakal naikin lagi ya harga mobil ini di sini sih. Safety standarnya termasuk cukup okelah. Remnya rem depan cakram ventilasi dan rem belakangnya cakram. Sistem rem ABS, EBD, dan brak assist tentunya lengkap dan ada regenerative braking yang bisa memelankan laju mobilnya sambil charge baterinya ya. Dan ini bisa diatur sampai tiga tingkat ya. Pakai tombol ini L3 yang paling kuat sedangkan L1 yang paling lemah ya. Ada traction control dan stability control dan masih ada tombol physical buat matiinnya ya. Ada heal start assist buat nahan remnya beberapa detik pas kaki kita pindah dari pedal rem ke pedal gas waktu mobilnya berhenti di tanjakan biar enggak pakai merosot dulu ya. Airbag-nya ada empat. Dua airbag depan dan dua airbag samping yang ada di samping kedua jok depan. Sensor parkir di belakang ada tiga titik yang terintegrasi ya. Di depan enggak ada, tapi dia ada indikatornya di head unit kayak gini ya. Kameranya ada empat. Satu di depan, satu di masing-masing bawah spion, dan satu lagi di belakang. Dan ngasilin gambar 360 derajat gini di sekeliling mobilnya. Ini ada garisnya yang ikut belok kalau kita putar-putar setirnya. Angl-nya selain empat angle dua dimensi standar gini juga ada angle yang tiga dimensi yang bisa kita putar-putar gini. Nah, tapi yang keren kalau kita nyalain mode transparent car view ini nanti mobilnya bakal jadi setengah transparan dan kalau kita jalan, mobilnya bakal mengingat gambar dari tempat kameranya tadi dan bakal memproyeksikan ke bawah mobilnya. Jadi seakan-akan kita bisa lihat gambar di bawah mobilnya dan jahitannya cukup bagus cuy. Nice lah. Oh, ada angle tambahan buat lihat dari samping ban juga. Dan ada menu ini. Kalau kita belokin lampu sein atau putar setirnya di kecepatan rendah, nanti bakal otomatis buka layar kameranya buat ngelihat sisi yang kita belokin itu. Nice ya. Ada TPMS juga alias pengukur tekanan masing-masing ban di instrumen cluster sini. Dan jok baris kedua dapat dudukan ISOFix buat pasang child seat dengan lebih mudah ya. 10. Detail-detail lain Alet L8 ini udah dirakit lokal ya di fasilitas perakitan barunya handal di Purwakarta. Nice ya. Garansinya Alra L8 ini dapat garansi umum atau garansi kendaraan selama 6 tahun atau 100.000 km ya. Tapi kalau kalian ragu bagian mana aja yang masuk ke garansi kendaraan ini bisa dicek jelas di buku garansinya ya detailnya. Sedangkan buat drive unitnya sendiri garansinya 8 tahun atau 150.000 km. Mana yang tercapai duluan dan khusus baterainya garansinya 8 tahun atau 500.000 km. Nice ya. Termasuk jauh banget. Buat servisnya gratis biaya servis, jasa dan spare part selama 3 tahun atau 60.000 km dan dapat 1 tahun layanan roadside assistance ya buat keadaan emergency. Nice lah. So meran soal aleetra L8 ini, silakan sampaikan komentar kalian di bawah. Klik like dan jangan lupa subscribe ke channel YouTube Karam di Indonesia kayak gini aja. See you next time.

Lihat di YouTube