Mobil Listrik Brand Lokal! HyperOS3 Tanpa Layanan Google? CEO Nvidia Naik Gaji? | Tech News 309 (YouTube Video)
Hai, jumpa lagi di Jagat Review TV. Selamat menikmati informasi berita hari ini. Mobil listrik dari brand lokal. Yes, Polytron akhirnya turun ke jalan. Ini dia GT3 dan G3 Plus. Dua SUV listrik pertama dari brand lokal Indonesia. Tampil mewah, jok kulit premium, sistem audio HDR 8 speaker, dan khusus G3 Plus ada sunroof-nya. Velegnya gede 19 inci buat G3 dan 20 inci buat G3 Plus. Pilihan warna ada midnight black dan grey. Dari sisi smart, mobil ini nyambung ke aplikasi Polyturn. Jadi bisa pantau status kendaraan langsung dari HP. Ada 21 sensor ADAS level 2. Bantu pengemudi tetap aman. Auto parking assist ada juga. Buat keamanan semua seatnya udah dilengkapin dengan airbag baik pengemudi maupun penumpang. Garansinya 5 tahun dan baterainya 8 tahun kalau beli putus. Ada juga opsi sewa baterai dengan harga Rp1 juta per bulan dan biaya operasionalnya hemat banget cuma sekitar Rp800 per km. Polytron G3 dibandrol dengan harga Rp419 juta, tapi kalau skema sewa baterai jadi R299 juta. Sedangkan G3 Plus dari R59 juta jadi Rp339 juta kalau pakai skema sewa baterai. Gimana menurut kalian? Keren enggak? Ya, Xiaomi tengah berupaya untuk menghadapi skenario terburuk sistem operasi tanpa layanan Google. Lewat Hyper OS3 mereka mulai menggabungin sistem yang benar-benar berdiri sendiri. Jadi kalau nanti akses mereka ke layanan Google diblokir seperti Huawei, mereka sudah siap. Bahkan Hyper OS3 katanya sudah masuk tahap pengujian dan mungkin rilis di akhir 2025 mendatang. Xiaomi kabarnya mengajak Oppo, Vivo hingga OnePlus untuk mewujudkan rencana ini. Selain itu kabarnya Huawei juga turut terlibat dalam proyek ini. Nah, apa Hyper OS3 memang bakal benar-benar bersih dari Google? Seharusnya ini tergantung pada kondisi ke depan ya. Kalau ternyata tidak ada larangan untuk penggunaan layanan Google, kemungkinan besarnya HyperOS OS3 tetap bakal pakai layanan Google. Versi Hyper OS3 tanpa Google bisa jadi hanya dipakai di negara asal mereka saja seperti yang terjadi saat ini. Tapi misalnya benar-benar ada larangan, setidaknya mereka sudah siap. Semoga saja tidak ada ya larangan untuk kelayanan Google di smartphone Xiaomi. Ya, Mediatek siapkan chipset flagship baru dimensi City 95.500 500 untuk akhir 2025 ini. Konfigurasi CPU-nya pakai all big core dengan satu core super powerful Cortex X900 Travis, tiga core pertama tinggi Cortex X900 Alto, dan 4AT core performa dari seri Cortex A700. Untuk GPU, chip ini pakai AR Immortalist Drag yang mendukung rayracing. Fabrikasi disebut 3 nanom dari TSMC menjanikan efisiensi daya jauh lebih baik dibanding pendahulunya. Semua hal itu membuat prediksi skor Antutu 10-nya bisa tembus 4 juta. AI-nya juga enggak main-main dengan NPU sampai 100 tops. Salah satu yang terkencang saat ini. Spesifikasi lainnya ada dukungan RAM Lpeda R5X 10 GB/ UFS 4,1, serta 16 MB L3 cash dan 10 MB CLC. Wah, kayaknya bakal kencang banget ya. Kira-kira smartphone apa yang bakal pakai chipset ini? Setelah 10 tahun, gaji pokok Jensen Huang akhirnya naik juga. Nah, dengan gaji baru ini per bulan, sang CEO Nvidia dapat 1,5 juta US dar atau sekitar Rp25 miliar. Itu baru gaji pokok ya. Kalau total kompensasinya dia dapat hampir R juta USD setahun. Kompensasi itu banyak datang dari saham Nvidia yang nilainya gila-gilaan seiring naiknya valuasi mereka ke 3 triliun US Dar. Dibandingkan dengan gaji rata-rata karyawan Nvidia, Jenson digaji 166 kali lebih besar. Gimana? Fantastis bukan? Tapi ini wajar kok. Mengingat Jenson berperan besar mendorong Nvidia ke posisi mereka saat ini. Sebagai perbandingan Lisasu dari AMD cuma digaji pokok 1,26 juta USD. Jadi gaji Jensen ini masih masuk akal di dunia bos teknologi raksasa. Tak hanya itu, kekayaan pribadi Jenson sekarang tembus hampir 98 miliar USD menjadikannya ada di posisi 17 orang terkaya versi Bloomberg Billionaire Index. Nah, kira-kira sekali gajian Jensen bisa beli berapa dusmi instan ya? Galaxy Watch Classic bakal balik lagi. Watch 8 Classic muncul di database Bluetooth SIG yang tandanya jam ini lagi dikembangkan sama Samsung. Biasanya yang spesial dari Galaxy Watch Classic adalah punya beel fisik yang bisa diputar. Menurut sebagian orang ini sangat membantu untuk navigasi di smartwatch. Sayangnya tahun lalu Samsung cuma rilis Galaxy Watch 7 reguler dan Galaxy Watch ultra. Jadi banyak yang kecewa karena gak ada varian klasic. Samsung kayaknya dengar tuh keluhannya dan siap bawa balik versi classic di Watch 8 series. Untuk bocoran spesifikasinya belum banyak beredar ya, tapi katanya Watch Classic ini bakal punya baterai yang lebih besar. Fitur kesehatannya makin oke, dan daya tahannya juga ditingkatkan ketimbang seri sebelumnya. Belum ada kepastian kapan Watch 8 Classic ini bakal meluncur, tapi rumornya bakal barengan sama peluncuran Galaxy Zflip 7 dan Fol 7 di Juli 2025 mendatang. Coba dong absen siapa aja nih yang udah enggak sabar nunggu smartwatch ini bosan smartphone kelas atasnya cuma Mediatch Dimensity Qualcom Snapdragon atau Samsung Exino saja. Ada yang menarik nih, Xiaomi bakal ikutan bikin SOC smartphone kelas atas dengan nama Xring. Menariknya, chip ini disebut rilis bulan Mei ini. Targetnya sepertinya untuk smartphone kencang dengan harga terjangkau. Ini bisa dilihat dari pilihan Xiaomi untuk produksi chip ini dengan TSMC NP yang seharusnya lebih murah dibandingkan 3 nanometer seperti chip premium lain. Bagaimana spesifikasinya? Sayangnya belum ada bocoran pastinya. Tapi katanya ada satu Core Cortex X925 dengan klock sampai 3,2 GHz. Tentunya ada juga beberapa core Cortex A series untuk melengkapi CPU SOC Xring ini. Belum ada kabar soal GPU, NPU, dan spesifikasi lain string ini. Nah, kira-kira Xiaomi mau pakai SOC ini untuk smartphone apa ya? Ada yang bisa tebak? Nubia baru aja ngenalin tablet flagship kencang terbaru mereka. Nubia tablet Pro. Tablet ini pakai Snapdragon 8 gen3 yang tentunya tetap powerful buat kerja, hiburan, atau gaming. Kapasitas RAM hingga 16 GB dengan storage sampai 1 TB UFS 4.0. Untuk layar tablet ini pakai 10,9 inci IPS resolusi 2.8K dengan refresh rate 144 Hz. Tablet ini pakai body full metal tebal 7,3 mm dan berat sekitar 525 gr. Kapasitas baterainya 10.100 100 mA yang mendukung fast charging 66 wat. Soal kamera ada kamera utama 13 megapel dan ada juga kamera selfie 20 megapel. Audionya pakai empat speaker yang dilengkapi dengan teknologi Snapdragon Sound. Nobia tablet Pro ini dijual dengan harga sekitar Rp6,4 jutaan sampai sekitar Rp9,1 jutaan. Ini berdasarkan harga di negara asalnya ya. Sayangnya belum ada informasi apa ini juga akan hadir di negara-negara lain. Kalau masuk resmi ke Indonesia pada minat enggak nih? Main game berjam-jam tetap adem. Nih solusinya Realme 14 5G baru aja rilis di Indonesia. Smartphone dengan Snapdragon 6 Gen 4 ini enggak cuma nawarin performa buat gaming di kelas midrange, tapi juga bawa sistem cooling yang aji banget dengan fiber chamber graveite seluas 60 cm² terluas di kelasnya. Diklaim mampu menyebarkan suhu secara efektif. main game berjam-jam jadi tetap adem dan enggak throtling. Realme 14 juga bawa layar AMOLED 120 Hz sama baterai jumbo 6000 mAh. Jadi makin mantap deh. Dibekali kamera utama 50 megapel, dual speaker dan udah rating AP68 IP69. Realme 147G dijual seharga Rp4.199.000 dengan RAM 8 GB dan storage 256 GB. Realme 14 ini rilis bareng Realme 14T. Yang satu ini pakai Dimensity 6300. Sistem coolingnya sama, tapi emang lebih kecil sih. Spesifikasi lainnya cukup identik termasuk layar AMOLED sama baterai jumbonya. Yang kanan ini 14T, yang kiri 14 biasa. Miri banget kan? Nah, Realme 14T harganya lebih terjangkau nih. Varian 8 128 GB harganya Rp3.199.000. Vari 8 256 GB di Rp3.599.000. A belum kelar. Ada dua TWS barunya Realme juga nih. Ada Realme BS R7. Buat yang nyari TWS ANC R500.000-an. R000an. Butuh TWS murah buat sehari-hari. Realme Buds T200 LED harganya cuma Rp150.000 aja. Nah, jadi mau beli yang mana nih? Jadi gimana menurut kaum berita hari ini? Ingin selalu up to date dengan informasi teknologi terkini? Jangan lupa subscribe dan followet review ya. Sampai jumpa di informasi menarik selanjutnya. Yeah.
Video Lainnya
Menikmati hiburan atau bekerja kini makin praktis lewat perangkat layar sentuh ekonomis. Simak ulasan 11 Tablet Mantap Di Bawah Rp 5 Juta! - Rekomendasi di...
Menghadapi lonjakan harga ponsel akibat komponen AI, DHIARCOM mengulas Rekomendasi Hape 2-3 Jutaan! Baru, Resmi & Bergaransi tangguh berbaterai jumbo. Simak ulasan...
Mencari jam tangan pintar berkualitas di kisaran satu hingga dua juta rupiah sering kali membingungkan. Jagat Review membedah berbagai pilihan terbaik guna membantu...
Menemukan Xiaomi Watch S5 46mm di kelas dua jutaan membuka standar baru jam tangan pintar berdaya tahan baterai masif. Layar terang optimal dan navigasi luar ruang...
Menembus batas fungsionalitas harian, perangkat ini membawa pengalaman ala desktop ke dalam genggaman lewat dukungan PC level office dan performa gahar. Penasaran...
Di tengah dinamika harga ponsel yang meroket tahun ini, GadgetIn membedah pilihan terbaik dari berbagai kelas. Simak ulasan lengkapnya sekarang!
Menelusuri performa kelas atas di kisaran harga sembilan jutaan, ponsel ini menawarkan kamera Leica dan lensa periskop yang memikat. Simak ulasan mendalam Sebulan...
Mencari ponsel berperforma tinggi dengan bujet Rp 7 hingga 10 juta kini penuh pertimbangan akibat tren kenaikan harga. Ulasan dari Jagat Review ini membedah...
Peta persaingan wearable terjangkau pertengahan 2026 kian sengit. Tak sekadar pamer baterai awet, integrasi Health Connect kini jadi standar mutlak. Segera klik...
Tampil identik dengan Redmi Pad, Poco Pad C1 memikat lewat layar 2K di kelas dua jutaan. Sayangnya, sisa memori minim dan limitasi teknis memaksa kompromi. Apakah...
Realme P4x mendobrak pasar lewat baterai 8000 mAh yang diklaim awet hingga tujuh tahun. Berbagi DNA dengan C100X, ponsel dua jutaan ini punya desain balap klasik....
Bursa rekomendasi HP flagship terbaik di 2026 kian memanas. Inovasi mutakhir beradu, dari baterai raksasa bodi tipis Oppo Find X9 hingga takhtanya Samsung S26...
Strategi radikal realme P4 Lite mendobrak pasar lewat baterai 7000mAh dan layar 120Hz. Namun, keunggulan ini menuntut kompromi masif di sektor kamera yang memaksa...

















