Jungkat

Mobil listrik Toyota URBAN CRUISER BEV akan dijual di Indonesia? (YouTube Video)

  • 24/07/2025

Kalau kalian pecinta Toyota kepengin mobil listrik dari Toyota tapi BZ 4X kegedean atau kemaal, mungkin ini salah satu opsinya. Ini adalah Toyota Urban Cruiser BEV. Yuk, kita bahas. [Musik] Ya. Hai semuanya, welcome back to ATM dengan saya Satria Katana dan di sebelah saya ada sebuah Toyota Urban Cruiser BEV. Buat kalian ngikutin apa ya model-model mobil dari India, nama urban cruiser itu sebenarnya enggak asing. Ada urban cruiser Tysor, ada urban cruiser yang SUV. Jadi yang ini Urban Cruiser BV. Jadi kayak satu range keluarga SUV-nya dari Toyota di India yang harus kita garis bawahi bahwa Urban Cruiser itu hasil kerja sama antara Toyota dengan Maruti Suzuki-nya. Jadi karena mereka bekerja sama tentunya saling sharing ya, ada kembarannya. Kalau ada produk Suzuki-nya, ada produk Toyotanya, ada urban cursor BV, ada Suzuki Eitara yang kita udah bikin videonya kemarin. Tapi uniknya adalah kalau di Evitara kita emang terbatas banget waktunya dan kita enggak boleh duduk di bangku baris depannya, yang ini kita bebas explore. Nah, yang kentara banget berbeda dibandingkan dengan Eitara tentunya adalah desain. Jadi, kita bahas dulu dari desainnya. Nah, kita lihat desain depannya dulu ya. Tentunya beda banget. Kalau kalian perhatikan wajah depannya ini seperti mau mengadopsi wajah-wajah dari Priusu Series atau Bert 4X baru ya. Bentuk lampunya ini loh yang bentuk kayak C seperti ini kan kayak mobil-mobil elektrifikasi dari Toyota yang baru-baru yang dibuat di Jepang ya. Di bagian atas ini biasanya tuh kayak ada apa ya? DRL gitu tapi enggak ada. Di sini warna hitam glossy aja. DRL-nya atau sen-nya mungkin ada di bagian atas seperti ini ya. Dia ada lampunya kotak-kotak gini memanjang. Lampu utamanya tetaptor di bagian tengah seperti ini ya. Dan kalau kalian perhatikan ya, wajah depannya ini clean kalau kita compare sama yang versi Suzuki-nya. Kenapa? Karena di sini tuh enggak banyak tarikan-tarikan yang e kayak nabrak-nabrak kayak yang di versi Suzuki-nya. Dia dibikin clean aja dengan warna hitam gloss. Ada di bagian atasnya ada kamera juga dan hitam gloss lagi di bagian bawahnya seperti ini. Terus bagian kayak underguard-nya gitu kayak ada teksturnya begini ya. Di sini masih lubang ya, sama seperti versi Vitaranya ya. Tetap di bagian depan ada empat titik untuk sensor ya, termasuk corner sensornya. Dan kap mesinnya karena dia bagian muka depannya ini beda, dia juga beda nih. Dia tarikannya agak berbeda dan disesuaikan dengan wajah depannya sama dia juga tetap ada kamera untuk ADAS level 2-nya. Dan di bagian bumpernya ini, ini ada lubang yang beneran nih. Bagus nih ya. Oke, di bagian samping kalau kalian lihat dia menggunakan veleg yang sama dengan kembarannya ya, si Evitara. Bahkan bannya juga sama ya, sama-sama MRF Wanderer. Profilnya pun juga dia sama 225/5 R18 dia. Tapi kalau enggak salah dia ada versi yang R19 gitu kalau enggak salah. Dan bentuk velnya juga sama yang covernya di bagian sininya ya. Yang di sini bagian kerasnya atau alloy-nya. Bahkan dia fitmentnya juga sama. Untuk port chargernya juga ada di sebelah sini. Tentunya dia juga sama-sama DC tapi di sini ada logo Beyonyondero B-nya. Bahkan spionnya juga sama spion Baleno ya. Ada kameranya juga. Bagian sampingnya juga sama plek enggak ada bedanya. Dan kalau kalian lihat dia juga masih menggunakan panoramic yang cuma separuh aja ya. Jadi cuma yang bisa dibuka tutup itu cuma shade-nya doang. Dan di bagian belakang ini mostly mirip dengan kembarannya. Kalau kita ngomong atau kita mau cari-cari bedanya, sebenarnya di detail cluster dari lampunya ya. Jadi kalau yang Evitara itu kayak lampu depannya gitu. Di sini dia warna merahnya cuma di bagian atas doang dan dia lampunya di smoke juga ya. Lampunya pun cuma yang di bagian samping aja. Yang tengahnya ini sebenarnya mati bukan lampu ya. Bedanya lagi tentunya logonya Toyota dan kalau Eviitara itu ada emblemnya di tengah. Si urban cruisernya emblemnya di bagian samping seperti ini. Bumper sama persis dengan Vitara bentuknya dan sebagainya. Masih ada devoger, wiper dan juga ada shakvin antenanya pula. Dan kita buka juga sama masih ada Spartator seperti ini. Ada lampu dia bisa dibuka juga bawahnya. Dan kalau yang versi Suzuki-nya itu audionya Infinity, di sini dia JBL. Dan ngomongin interiornya, namanya mobil satu basis ya tentunya ya mirip sama Suzuki Ivitara. Corak warnanya sama, warna coklat, warna hitam. Setirnya sama beda logo Toyotanya doang. Joknya sama persis bentuknya dan juga materialnya. Konsol tengahnya juga sama, tuas transmisinya sama, kisi AC-nya sama, bahkan ini audio dan juga panel instrumen atau sistem infotainment dan juga panel instrumen yang layar 10,1 dan 10,25 inci ini juga sama plk. Kalau kita mau cari yang beda ya yang benar-benar beda selain logo adalah dia ada twitter dari JBL dan tadi di belakang juga dia ada audio dari JBL-nya juga. Itu yang beda. Kalau bangku baris keduanya ya tentunya sama aja. Terus speknya gimana? Sama persis. Baterainya 49 sama 61 kWh dari Findreams alias dari BYD. Dan untuk motor listrik dia ada yang FWD maupun yang AWD yang pakai teknologi si All grip e-nya Suzuki dan platformnya juga sama ini. Lagi-lagi ini adalah platform dari Hartech E-nya Suzuki. Nah, terus kalau sama aja ngapain kita bahas? Cuma bahas desainnya doang? Enggak. Enggak. Kalian harus ingat bahwa mobil ini punya satu poin yang berbeda dibandingkan dengan Evitara. Kalau Evitara mau dipastiin masuk ke Indonesia tahun depan. Kalau mobil ini NJKB-nya udah muncul R16 jutaan. Harganya berapa di Indonesia? Enggak tahu. Apakah ini testing pasar aja preview? Kita enggak tahu. Kita tunggu aja. Yang jelas kalau sampai mobil ini dijual di Indonesia ya mungkin makanan jadi satu opsi. Tapi apakah akan bisa diterima dengan baik oleh konsumen Toyota di Indonesia? Kita juga enggak tahu. Nah, jadi emang kayaknya dibedain ya desainnya mobil ini memang dalam tanda kutip tadi ya mirip Kama Prius. Kelihatan mobil listrik banget. Konsumen Suzuki mungkin yang kebanyakan pakai mobil yang konvensional yang pakai mesin. Jadi kalau pakai mobil listrik enggak terlalu kelihatan beda. Jadi enggak terlalu adaptasi yang gimana-gimana banget. Itu sih yang kita lihat ya. Oke, kayaknya itu aja dari Autonoms kali ini. Thank you buat teman-teman nonton sampai akhir. Kalau kalian suka boleh like, share ke teman-teman kalian. Komen juga di bawah. Subscribe buat yang belum. Mampir-mampir ke Instagram, TikTok dan juga website-nya AutonetMX. Jangan lupa juga nonton banyak video dari Autonet Max selama GIAs 2025 ini. Itu aja sampai ketemu di video selanjutnya. Bye.

Lihat di YouTube