Jungkat

Mobil SUV Listrik Mewah Hanya 300 Jutaan: Review Polytron G3+ (YouTube Video)

  • 08/10/2025

Ini adalah pertama kalinya kami mencoba mobil listrik dari brand Indonesia. Harga SUV listrik Polytron ini mulai dari kisaran 29 juta, tapi mobil ini jauh dari kesan seadanya saja. Tenaganya besar sekitar 200-an horsepower, torsi 320 Nm yang instan tentunya karena ini mobil listrik ya. Lalu dia punya 21 fungsi ADAS udah level 2 nih. Bahkan bisa parkir otomatis. Airbag-nya udah en kabinnya ekstra lega. Bagasinya super lapang 1441 L. Charging-nya bisa di bawah 30 menit, bisa dikontrol dari jarak jauh pakai aplikasi dan punya 8 speaker XBR Premium Audio by Polytron. Ada colokan listriknya nih. Bahkan punya vehicle toad untuk camping. Penampilan juga elegan. veleg tipe aero two ton inci dan yang paling penting enggak perlu takut harganya jatuh karena Polit menjanjikan nilai buy back atau beli kembalinya di 70% ini awal yang sangat baik ya untuk mobil dari brand Indonesia yang sudah legendaris ini. Mari kita bahas detailnya beneran keren enggak yang satu ini? Oke, Polytron G3 series ini adalah mobil listrik pertama dari brand Indonesia yang udah lama terkenal dengan produk consumer electronics-nya. Ya, ya, ya. Ini mobil adalah hasil kerja sama dengan produsen EV di China, Skyworth. Nah, kamu bisa dilihat ada yang salah dengan sistem kerja sama ini. Hasilnya jelas, ada mobil listrik yang dipasarkan oleh brand lokal. Apalagi ini datangnya dari brand ternama Polytron. Apa hebatnya? Hei, Polytron itu umurnya udah 50 tahun. Brand dari grup jarum yang terkenal solid dan kuat ini tidak mudah digoyang atau diganggu selama setengah abad. Jadi kalau ada mobil dari Polytron yang dijual dengan janji garansi panjang dalam 3 tahun akan bisa buyback 70% harusnya kita merasa aman. Karena Polron ini solid sekali perusahaannya. Ini beda ya dengan perusahaan luar negeri yang bisa aja tiba-tiba memutuskan untuk berhenti jualan di Indonesia. Politron itu tanah airnya ya di sini mau hengkang ke mana? Oke, jadi udah fix ya enggak perlu mendang-mending soal brand dan project kerja sama ini. Mari kita lanjut bahas mobilnya aja. Oke, sekarang kita lihat spesifikasinya dulu. Untuk jarak tempuh mobil ini adalah 402 km CLTC. Maksimum motor powernya ada di 150 kW. Ini untuk tenaga ya. Untuk horsepower ya di kisaran 202 horsepow. Torsi maksimumnya 320 Nm. Ini lumayan besar ya. Baterai LFP-nya punya kapasitas 51,916 kWh. Nah, untuk pengisian baterai dari 20% ke 70% dijanjikan bisa di bawah 30 menit dengan charger DC tentunya. Untuk charger AC kecepatan pengisiannya itu adalah 11 KW. Akselasi mobil dari 0 ke 100 km/h itu ada di kisaran 9,6 detik. Sementara kecepatan maksimumnya di limit ke kisaran 150 km/h. Dimensi mobil ini adalah 4.750 * 1910 * 1701 mm. Ini tergolong besar mobilnya sebetulnya ya. Untuk wheel base-nya di 2.800 mm dan bobot mobil ini ada di kisaran 1870 kg. Sementara untuk cargo space-nya by default adalah 467 L. Tapi kalau kursi belakang dilipat, dia bisa berubah menjadi 1141 liter. Lega nih. Velek mobil ini menggunakan ukuran 20 inci besar banget ya. Sementara bannya itu 245/45 R20. Nah, untuk minimum ground clearance-nya ada di 159 mm. Ini cukup tinggi. Memang tidak sampai yang membuat kita butuh pijakan ekstra untuk naik dalam mobil, tapi udah cukup tinggi nih. Mobil ini memiliki penggerak roda depan ya dan rem tentunya udah pakai ABS semua. Untuk kestabilan pengemudian sudah ada brake force distribution, auxiliary braking, traction control, dan body stability control. Airbag di mobil ini ada enam. Untuk driver, untuk penumpang depan di sisi kanan dan kiri, dan ada curtain airbag juga. Adas mobil ini sudah ada 21 fitur dan masuk dalam level 2. Nah, sekarang mari kita lihat isi mobil ini. Begitu kita duduk, e akan langsung terasa kenyamanan ekstra dari kursi mobil ini yang memang terasa ekstra besar. Jok depan ini bukan yang versi sport gitu ya, tapi ini versi nyaman. Buat yang berbadan lebar harusnya enggak akan merasa bahwa jok ini kekecilan sama sekali ya. Pengaturan jok ini menggunakan tuas-tuas elektrik. Ini berlaku untuk sisi spir sisi penumpang depan yang sebelah kiri ya. Kursi bisa maju mundur naik turun dan sandaran bisa ditegak tidurkan juga. Hal berikut yang membuat kami merasa nyaman adalah setirnya. Ukurannya bukan yang ekstra besar tapi enggak kekecilan. Digenggam pun ukurannya akan pas untuk tubuh Asia baik pria maupun wanita. Setir dengan bentuk bawah flat ini memang nyaman digenggam ya. tentunya pengaturan naik turun bisa, teleskopik maju mundur juga bisa. Di sisi kanan ada pengaturan multimedia. Perhatikan ada dua silinder putar dari karet. Yang kiri untuk next dan previous media, yang kanan untuk membesar kecilkan suara. Nah, beralih ke sisi setir yang sebelah kiri. Ini adalah pengaturan untuk cruise control dan adasnya. Saya tahu setelah setir pasti mau langsung lihat layarnya. Tapi sejujurnya hal ketiga yang kami notice adalah panel-panel dalam mobil ini. Panel berpenampilan kayu ini bukan yang tipe licin-licin ya. Dan ini warnanya elegan. Kami tidak menemukan panel plastik keras di dashboard hingga sisi pintu. Ini sangat elegan. Jahitan-jahitan juga bukan plastik ya. Ini beneran jahitan. Kalau melihat ke sisi pintu tentunya kita akan melihat panel-panel speaker. Ada dua speaker di tiap pintu mobil. Yang atas itu adalah Twitter. Untuk yang bawah ini cenderung full range sampai ke bass. Ini adalah rangkaian speaker XBR Premium Audio dari Polytron. Total ada delan speaker di mobil ini. Sayangnya Politon baru meletakkan speaker di sisi kanan kiri aja nih. Belum ada speaker di bagian depan atau di tengah dashboard. Oke, masih di pintunya kita bisa lihat ada panel pengaturan jendela di sini. Semua jendela pakai switch otomatis ya untuk naik dan turunnya. Nyaman sekali nih. Biasanya hanya si pengemudi yang pakai switch otomatis seperti ini. Nah, kalau mau melipat spion kanan dan kiri tekan bagian tombol bawah ini. Di sisi depannya lagi di kiri itu ada tombol untuk mengunci jendela dan sisi kanannya adalah tombol untuk central door lock. Nah, bagi kami tombol ini terasa kecil dan agak nyempil ya sebetulnya ya. Biasanya di mobil yang non listrik ini jadi tombol dedicated yang besar. Tapi setidaknya di sini ini masih dalam bentuk tombol fisik ya, bukan tombol virtual. Oh ya, untuk membuka pintu dari dalam kalau terkunci tinggal tarik aja tuasnya dua kali. Jadi enggak perlu dengan central door lock sih sebetulnya. Sekarang mari kita beralih ke konsol tengah. Di sini terlihat ada gear selector yang bentuknya dial putar R, N, D, dan S atau sport. Mau pakai park tinggal pencet tombol besar yang tengah itu yang huruf P itu ya. Nah. Nah, di sisi kiri gear selector ini kalau dibuka ini adalah tempat untuk botol atau gelas. Keren ya pakai penutup jadi enggak kebuka terus kotoran enggak mudah tersimpan di dalamnya jadinya ya. Tempat botol atau gelas ini juga unik ya karena dalamnya ada mekanisme penjepit jadi botol atau glas yang dimasukkan tidak akan banyak bergerak. Di bagian bawah konsol ini ada dudukan untuk smartphone dan bisa untuk wireless charging. Di sini juga ada port untukemang charger lighter. Jadi bisa nambah port USB atau USBC di sini. Beralih ke sisi belakang konsol ini sebenarnya tempat sandaran tangan ya. Kalau dibuka ini adalah kompartmen yang cukup besar. Di dalamnya ada lubang untuk mengalirkan udara AC ke dalam kompartmen. Jadi ini bisa untuk menjaga makanan atau minuman tetap adem di dalam kompartmen yang satu ini. Lanjut ke sisi penumpang. Di depannya ada GF kompartmen yang membukanya udah tipe yang soft begini. Ini elegan ya tentunya sama dengan sisi kanan, sisi pintu penumpang di sini juga ada tempat untuk menyelipkan botol. Beralih ke atas baik sisi sopir maupun penumpang depan ada sunfiser yang kalau dibuka ada cerminnya. Sayangnya enggak ada lampunya di sini. Beralih ke panel tengah. Di sini ada tempat untuk menyimpan kacamata. Lalu ada lampu LED di sisi kanan dan kiri yang terpisah. Di bagian tengah ini adalah pengaturan untuk panoramic sunroof. Bisa sekedar membuka sedikit sunroof atau membuka sunroof bagian depan secara keseluruhan. Kami sedikit berhaba Politron tuh tidak menggunakan tes sunroof tapi panel penutup yang solid. Karena di siang hari yang terik kami merasa agak lebih panas dibandingkan mobil tanpa sunroof. Nah, beralih ke kursi belakang sekarang. Beneran deh penumpang mobil ini di bagian belakang ini akan merasa kenyamanan dan kelegaan maksimal. Ruangnya lega banget. Meskipun sopir udah mundurin bangku hingga mentok belakang tetap terasa lega. Kursi belakang ini dirancang untuk maksimum tiga orang tapi lebih nyaman untuk dua orang sih sebenarnya. Karena dengan demikian kita bisa membuka hand rest yang ada cup holdernya juga di tengah-tengah. Nah, kalau mau lebih rebah masih bisa juga meskipun enggak jauh tapi lumayan lah ya bisa rebah dikit ya. Oh ya, kalau digunakan bertiga yang di tengah akan tetap mendapatkan seat belt 3 titik jadi lebih aman. Sementara untuk para orang tua yang punya anak kecil, bangku belakang mobil ini sudah dilengkapi dengan sistem ISOIX. Jadi baby carsit tambahannya bisa dijangkarkan dengan lebih aman. Nah, sisi pijakan kakinya ini platformnya rata ya. Jadi penumpang yang di tengah tuh enggak jadi separuh jongkok gitu duduknya. Oke, di konsol bagian tengah ini kita bisa menemukan dua port USBA dan satu colokan listrik AC tipe universal 220 volt. Ini bisa mengalikan listrik sampai 10 amp. Berarti bisa sekitar 2.200 watt ya. Mau dipakai untuk charger laptop atau mau pakai charger universal yang besar gitu ya. Bahkan mau dipakai buat pengering rambut juga harusnya masih bisa sih yang satu ini. Oke, sekarang mari kita keluar dan melihat mobil dari bagian belakang. Bagasi ini tipe electronic tailgate yang bisa dibuka dengan kick sensor seperti ini. Jadi kalau lagi ngangkut bawaan banyak di tangan, selama kunci ada di kantong, tinggal pakai kick sensornya aja untuk buka bagasi. Menutupnya pun sebetulnya bisa pakai kick sensor atau tekan tombol yang menyala merah nih di atas nih ya. Bisa. Nah, di bagian dasar bagasi ini masih bisa dibuka. Di dalamnya ada beragam perangkat pendukung operasional mobil ini termasuk pompa dan charger portable. Charger ini bisa ngecas sampai 13,5 amp atau nyaris 3 kW ya. lumayan banget ini untuk charger harian. Pastikan saja kalau mau ngecas colokannya udah punya rating yang lumayan besar, bukan colokan rumah yang kecil-kecil ya atau yang di bawah 10 amp. Jangan, jangan. Oh ya, sama seperti mobil listrik lainnya, Polron G3 Plus ini tidak dilengkapi dengan ban serep ya. Seperti biasa udah tuh. Nah, kembali ke bagasinya. Ini bisa diend sampai luas dengan melipat sandaran kursi belakang ke depan. Tapi ini akan nyangkut ya. Nah, untuk meratakan cabut dan geser dulu alas kursi belakang. Ini butuh sedikit latihan memang ya. Dan jangan lupa saat mengambalkan alas ini pengunci seat belt diposisikan ke tempat semula. Jangan sampai terbenam di bawah kursi. Nah, untuk panel display di depan setir kami merasa ini sudah cukup memadai. Tapi memang customisasi tampilannya tergolong minim. Opsi-opsi tampilan indikatornya juga bukan yang terlalu ramai juga. Oke, sekarang mari kita lihat panel displaynya yang di bagian tengah. Ini adalah layar yang cukup besar dengan resolusi full HD. Sama seperti mobil canggih lainnya, kita harus membiasakan dengan menu dan posisi tombol virtual pada layar ini ya. Karena pengoperasian saat berjalan bisa agak menyulitkan kalau kurang hafal. Setidaknya ada quick menu kalau kita swap jari dari ujung kiri ke kanan. Ini bisa jadi menu pengaturan cepat untuk beragam fungsi. Mirip seperti di HP kita juga bisa mengubah pengaturan ini. Sementara itu, pengaturan lainnya bisa kita temukan dalam menu sistemnya. Kami sedikit berharap bahwa menu pengaturan ini memiliki tombol akses yang lebih cepat nih sebetulnya atau lebih baik lagi kalau setiap bagian menu ini ada tombol akses langsung dari tampilan utama. Jadi saran kami bermainlah dengan menu yang ada sebelum perjalanan jauh. Luangkan waktu untuk mempelajari dan mungkin menghafalkannya. Oh ya, Polit menyebutkan bahwa mobil ini punya 21 fitur ADAS, yaitu satu ada auto parking assist. Ini membantu pengemudi dalam memarkir kendaraan secara otomatis. Lalu ada adaptive cruise control with integrated cruise assist. Ini menjaga kecepatan kendaraan dan jarak aman dengan kendaraan di depan. Lalu, forward collision, evidence and warning, ya. Ini berlaku untuk kendaraan, sepeda, pejalan kaki juga bisa ya. Dia akan memberikan peringatan dan melakukan pengereman otomatis untuk menghindari tabrakan. Kemudian autonomous emergency breaking ini mengeram secara otomatis untuk menghindari tabrakan. Lalu ada emergency lan keepeping system membantu pengemudi untuk tetap berada di jalur yang benar. Lalu ada lane departure warning memberikan peringatan kalau kendaraannya keluar dari jalur tanpa sengaja. Kemudian ada blind spot detection ini mendeteksi kendaraan di area titik buta pengemudi. Kemudian traffic sign recognition ini mengenali rambu lalu lintas dan menampilkannya di layar ya bisa nih. Kemudian ada safe exit warning memberikan peringatan jika ada kendaraan atau objek lain yang mendekati saat penumpang akan keluar dari kendaraan. Lalu ada rear cross traffic alert and breaking assist. Ini memberikan peringatan dan membantu pengereman saat kendaraan mundur dan ada kendaraan lain yang sedang melintas di belakang. Auto brake hold ini menahan rem secara otomatis saat kendaraan berhenti. Lalu ada 360 degrees around view camera. Ini menyediakan tampilan 360 derajat di sekitar kendaraan untuk membantu parkir dan manuver juga bisa, ya. Kemudian ada heill start and decent assist. Ini membantu memulai perjalanan dari tanjakan dan menuruni tanjakan. Kemudian ada drive fatic reminder. Ini akan mengingatkan pengemudi untuk beristirahat. Kemudian ini menarik nih, ada sound generator at low speed. Ini menghasilkan suara pada kecepatan rendah untuk meningkatkan kesadaran penjalan kaki. Jadi, mobilnya bunyi gitu ya supaya orang sekitarnya tahu. Maksudnya mobil bunyi ini bukan ada sirenenya bukan. Cuma mobilnya bunyi lah kayak suara mesin gitu. Lanjut ada lane change assist ini membantu pengemudi saat melakukan perpindahan jalur. Lalu ada rear collision warning memberikan peringatan jika ada potensi tabrakan dari belakang. Ada automatic emergency breaking for pedestrians. Ini pengereman otomatis untuk menghindari tabrakan dengan pejalan kaki. Lalu ada speed limit assist membantu pengemudi untuk mematuhi batas kecepatan. Ada adaptive high beam assist ini mengatur pencahaan lampu depan secara otomatis. Lalu ada cross traffic alert memberikan peringatan jika ada kendara mendekat dari arah samping saat keluar dari area parkir. Oke, mengendarai G3 Plus ini ternyata cukup menyenangkan ya. Powernya terasa besar, suspensi terasa empuk. Kalau Fitra Eri bilang katanya terasa dewasa suspensinya. Kalau menurut kami ini empuk tapi terkendali. Enggak terasa kaku seperti mobilnya mau diajak balapan tapi enggak terasa limbung juga ya. Empuknya ini membuat mobil terasa nyantai dipakainya. Nah, untuk fungsi adas kami merasa sudah sangat membantu di tol meski memang butuh waktu ya untuk mempelajari fitur-fiturnya terutama saat diaktifkan bersama dengan cruise control. saran untuk yang enggak suka diatur-atur oleh mobil bisa juga sih matikan beragam fitur ADAS mobil ini. Nah, untuk akselerasi ini mantap banget jauh dari mesin bensin. Tapi memang bukan yang super instan kalau dibandingkan mobil listrik yang punya mesin besar gitu ya. Tapi kalau terburu-buru kadang kami masih bisa membuat ban depan mobil ini spin sedikit. Biasanya kalau habis hujan dan kami tekan pedal gas sedalam-dalamnya itu iseng sih sebetulnya ya. Tapi bisa ya bisa terjadi seperti itu. Nah, sayangnya nih kamiak menemukan ada mode Echo CHO yang harusnya bisa membuat mobil ini jadi lebih terasa nyantai lagi pada saat kita ngegas. Kami merasa bahwa Politon sebaiknya menjadikan mode yang lebih nyantai ini. Karakter mobilnya sudah mendukung soalnya ya. Selain itu kami juga merasakan bahwa kadang kalau nyetir dengan agak agresif konsumsi dayanya jadi lebih boros jauh dibandingkan saat menyetir dengan santai. Bagi saya pribadi yang mobil-mobil saya kebanyakan pakai se di sisi kanan semua tentunya agak kagok di sini karena seya di sisi kiri. Tapi itu masalah pembiasaan aja lah ya. Kalau udah biasa pakai mobil-mobil Eropa sih aman harusnya. Kemudian di awal penggunaan kami juga agak direpotkan dengan pengaturan AC karena pengaturan secara lengkap ini masih harus masuk dalam menu di layar terutama untuk temperatur. Kalau tidak diatur dengan benar tombol auto akan membuat AC bertiup kencang terus-terusan. Triknya adalah setting suhu di kisaran 23 derajat celcius agar setting auto tidak membuat AC bertiup kencang terlalu lama. Nah, kami juga mencoba fungsi auto parking. Caranya mudah sih, cukup aktifkan fiturnya saat sedang mencari parkir. Lalu jalan pelan-pelan sampai ada notifikasi bahwa mobil menemukan parkiran. Hentikan mobil dan tekan tombol P. Mobil akan parkir secara otomatis. Kemampuan mobil ini bermanuver saat parkir posisi berjajar biasa maupun paralel harus diacungi jempol. Akurat sekali, baik saat masuk maupun keluar dari posisi parkir. Kadang membuat kami agak ragu, tapi percayalah sensor-sensornya cukup detail kok ya melihatnya ya. Nah, kalau benar-benar ragu sih ya langsung injak rem aja nanti manuver akan langsung dihentikan. Masalah kami dengan auto parking ini adalah mobil ini kadang tidak dapat menemukan lokasi parkirnya. Terutama kalau parkirnya itu model yang berjajar seperti parkiran di mall. Tapi lucunya untuk parkiran paralel dia malah lebih mudah menemukan lokasi parkir. Untungnya parkiran paralel ini justru yang lebih susah untuk dilakukan, kan. Nah, sekarang mari kita coba chargingnya. Menurut Polytron, mobil ini bisa mencapai kecepatan charging 70 kW dengan charger DC. Tapi ini memang sulit dicapai kalau kita sharing charger dengan kendaraan lain. Kita coba di charger yang mencapai 200 kW pun kalau sharing itu dia ngisinya cuma sampai 50 kW aja. Nah, saat kami uji lagi dalam kondisi baterai sekitar 30% dan mengisinya sendirian, kita bisa memperoleh sekitar 66 KW. Kemungkinan kalau kami start dari 15 atau 20% mungkin nyampai tuh 69 atau 70 KW. Ya, setidaknya di sini janji Poletron tidak jauh dari kenyataan yang kami dapatkan. Oh ya, kalau bicara soal kecepatan pengisian seharusnya memang benar-benar bisa terisi dari 20 sampai 70% di bawah 30 menit. Nah, untuk konsumsi dayanya kami menemukan bahwa itu sangat bergantung dengan gaya berkendara kita. Dengan perjalanan rumah ke kantor saya sekitar 8 km tanpa tol dan ini jalannya kecil ya. Kalau gayanya itu buru-buru banget itu bisa menghabiskan sekitar 5% baterainya. Sementara kalau nyantai gitu ya, itu bisa sekitar 3%. Ini adalah salah satu alasan kami merasa bahwa mode Eco sangat dibutuhkan di mobil ini sebetulnya. terutama untuk pengemudi yang masih belum bisa nyetir dengan nyantai. Ya, di sini kami berkesempatan mencoba juga aplikasi yang bisa me-remote mobil ini. Aplikasinya bisa di-download dari App Store atau Play Store. Di sini kita bisa menghidupkan mobil, melihat kondisi baterai mobil, kita bisa lihat posisi mobil ada di mana, bisa juga menghidupkan AC. Ini penting banget ya. Kan paling enak tuh kalau pas masuk mobil AC-nya udah hidup, ruangannya udah dingin. Ya, sayangnya memang aplikasi yang kami coba ini masih dalam tahap awal pada saat pengujiannya. Jadi harusnya nanti setelah berjalan waktu itu harusnya ada penambahan fitur-fitur lagi. Oke, untuk harganya G3 Plus tersedia dalam dua pilihan warna, Galaxy Grey dan Midnight Black. Nah, untuk harganya versi G3 Plus ini bisa dibeli dengan dua skema. Yang pertama adalah skema bater as a service alias nyewa baterai gitu ya dengan harga Rp339 juta. Nah, untuk sewa baterainya adalah Rp800 per km dan minimum Rp1,2 juta per bulan. Jadi selama perjalanan kita dalam sebulan itu kurang atau sama dengan 1500 km, bayarnya Rp1,2 juta. Kalau lebih berarti ada tambahan sebesar Rp800 per km. Dalam skema ini baterai tentunya bergaransi seumur hidup. Namanya juga sewa baterai ya. Ya tentunya kita juga bisa membeli dengan skema pemilikan sepenuhnya. Untuk G3 Plus harganya mulai dari Rp459 juta on the road. Untuk skema ini, baterai digaransi selama 8 tahun penuh. Oke, untuk kedua skema pembelian yang tadi, Polr memberikan garansi nilai jual kembali sebesar 70% dari harga beli dalam 3 tahun pertama. Dan dia juga otomatis dapat portable charger. Lalu ada gratis V2L charger dan ada 247 roadside assistance. Tentunya ada garansi mobil selama 5 tahun atau 150.000 km dan dia juga dapat free wall charger 7 kW dan free kaca film 3M. Nah, selain G3 Plus, ada juga Pytron G3 yang tersedia dalam warna Aurora White dan Twilight Blue. Pada dasarnya, seri G3 ini memiliki spesifikasi yang sangat mirip dengan perbedaannya. Charging AC-nya cuma sampai 6,6 kW ya. Velegnya bukan 20 tapi 19. Jadi bukan yang gede banget tapi gede aja gitu ya. Lalu yang satu ini tidak punya sunroof, tidak ada fitur V2L-nya ya, tidak ada electronic tailgate-nya. Nah, harganya dengan baterai asset service adalah R299 juta. Sementara harganya untuk beli putus itu adalah R19 juta. Ini adalah opsi yang lebih terjangkau dibandingkan G3 Plus tentunya. Oke, kita balik ke varian G3 Plus. Masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, tombol buka kunci sentralnya itu kecil ya. Lalu, belum ada port USBC. Tapi ini bisa diatasi dengan aksoris charger lighter 12 volt dan bisa juga dengan pasang charger biasa di power plug yang 220 volt. Lalu untuk daya jelajahnya udah tergolong layak untuk EV modern 402 km CLTC. Tapi memang bukan yang terjauh untuk kelas harganya. Lalu sama seperti kebanyakan mobil listrik, di sini tidak ada ban cadangan dan untuk pengaturan AC secara lengkap masih harus masuk ke dalam menu di dalam layar, terutama untuk temperatur. Suspensinya wah ini empuk. Tapi ada beberapa tim kami merasa bahwa agak terlalu empuk. Jadi ini kembali ke penggunanya suka atau enggak suka di sini ya. Kemudian untuk line keep assist ini harus dihidupkan dan dimatikan via layar. Lalu sebenarnya kami berharap bahwa fitur-fitur Ardas ini lebih mudah diakses. Mungkin ada floating shortcut tersedia dalam quick menu misalnya gitu ya. Dan kemudian saat kita nyetir kalau lane keep assist-nya aktif setir terasa lebih keras terjaga dibandingkan beberapa mobil lain. Untuk mengabaikannya itu butuh sedikit ekstra tenaga atau ya hidupkan lampu se aja untuk pindah jalur. Lalu untuk layar ini sudah cukup high rest. Tapi entah kenapa kami merasa bahwa tampilan dari kameranya ini masih bisa lebih baik lagi. Untuk sistem parkir otomatis ini kadang sulit menemukan lokasi parkir yang berjajar. Setidaknya pada mobil yang kami uji ya. Lalu kami berharap bahwa ada mode CHO di mana kurva akselerasi dan top speed-nya mungkin bisa dibatasi lagi. Lalu di sini belum ada voice command. Tapi ini sih enggak semua orang butuh juga sih sebenarnya ya. Cenderung nice to have aja. Nah, untuk hal yang kami suka, wah ada banyak. Mobil ini lega sekali. Itu yang paling penting. Semua yang nyobain merasa bahwa mobil ini lega sekali. terutama di kursi belakangnya. Kursi depan juga lega. Dan yang jelas untuk kursi depan dua-duanya tuh lebar gitu ya. Interior ini berkelas dengan detail-detail yang elegan. Penampilan dari luar juga terlihat berkelas dan tidak terlihat terlalu futuristik. Elegan lah yang satu ni sisi pintu-pintunya punya bentuk yang unik dan ini membuat kotoran atau lumpur itu tidak mudah masuk ke dalam. Lalu, penggunaan velk standar 20 inci ini membuat penampilannya jadi makin keren, gagah. Bahkan G3-nya aja itu velegnya juga gede di 19 inci. ADAS-nya wah lengkap 21 fungsi sampai bisa parkir sendiri juga. Ini buat kedua-duanya ya. Pan layarnya juga cukup besar 12,8 inci full HD. OS juga terasa responsif enggak legi atau lamban gitu. Suspensinya nyaman sekali ya. Tapi di tikungan dia juga stabil ya. Akselerasi dan tenaganya waduh meskipun memang bukannya super-super brutal tapi udah sangat terasa bertenaga dan instan. Lalu mobil ini besar tapi bukan yang kebesaran sampai susah masuk dalam jalan kecil juga. Ground clearance juga cukup tinggi di 159 mm. Lalu untuk versi G3 Plus sudah punya panoramic sunroof. Untuk G3 Plus juga AC charging-nya udah 11 KW bukan yang 67 KW seperti biasanya. Charger portable juga tersedia dan bisa ngisi sekitar 3 KW. Tombol-tombol fisik juga masih banyak. Ini mempermudah penggunaan keseharian. Ini bukan termasuk yang memindahkan semua pengendalian ke layar, bukan. Dan masih ada 220 volt power plug. Jadi bisa untuk beragam perangkat selama ada chargernya. Kemudian untuk versi G3 Plus ini punya V2L sampai 3,3 kW membuat mobil ini bisa berlaku seperti genset. Baterainya udah diproteksi IP68 jadi harusnya enggak takut sama banjir. Lalu dia sudah punya air purifier terintegrasi. Wah, jadi udara dalam kabin itu bersih terus gitu ya. Lalu ada aplikasi untuk pengendalian dari smartphone. Bagasnya juga lega 467 L dan ini bisa diperluas dengan melipat kursi belakang menjadi 1141 L. Sistem audionya sudah cukup memuaskan juga. Dia punya tempat botol air dengan mekanisme pengunci juga. Ada kompartmen yang besar yang mengalirkan udara dari AC bisa menjaga suhu makanan atau minuman kemasan supaya tetap dingin dalam situ ya. Kaca spion dengan sensor juga bisa menggelapkan pantulan. Jadi kalau darbakan tiba-tiba disontor pakai lampu besar gitu aman gu pegang-pegang kaca spionnya dia langsung menggelap sendiri lalu semua lampu sudah LED. Ya, secara keseluruhan kami merasa bahwa Polytron G3 Plus ini adalah sebuah mobil listrik yang worthed. Terlepas kita mau melihat dengan baterai acess service maupun yang beli putus terutama karena adanya jaminan buyback seharga 70% di 3 tahun pertama. Nah, bicara mengenai harga baterai assess, jadinya mending sewa baterai atau beli putus? Nah, kalau dihitung dengan sewa baterai 1,2 juta sebulan versi sewa baterai itu baru mencapai harga beli putus setelah 8 tahun 4 bulan. Menurut kami sini membuat versi sewa baterai jadi cukup menarik ya untuk sebagian pengguna ya. Terlepas dari harganya, kami lihat bahwa Polytron five seater yang canggih, kekinian, elegan, lega, dan nyaman. Good job Polytron. Mobil listrik pertamanya sudah sangat mengesankan nih. Ditunggu ya varian EV berikutnya. Saya Irfan Jaga di TV [Musik]

Lihat di YouTube