MOGE 1.000 CC TANPA FAIRING ASAL JEPANG, YAMAHA MT-10 SP | Otomotif TV (YouTube Video)
amat. Selamat siang teman-teman Automotif TV. Apa kabarnya? Semoga semua dalam kondisi sehat dan bahagia selalu saat nonton video ini. Amin. Nah, Teman-teman siang hari ini saya sedang berada di Bikers Vot Indonesia dan di depan saya sudah ada big bike baru yang benar-benar baru banget masuk dari Jepang. Ini adalah motor dari Yamaha yang mana isinya motornya keren banget, Teman-teman. Jadi, ini adalah versi naked dari pacuan Yamaha di World Superbike, ya. Ini versi naked-nya dari R1 yaitu apa? Ini adalah Yamaha MT10 SP. Nih motornya ganteng banget, garang banget. Fitur-fiturnya juga gokil. Benar-benar kayak R1 tapi versi telanjang. Nah, detailnya kayak gimana sih? Terus suara mesinnya kayak gimana? Harganya berapa? Tonton terus. Jangan ke mana-mana ya. Oke, Teman-teman ya. Ini secara keseluruhan ini khas banget sebuah keluarga MT ya, naked bike yang tampangnya agresif. Apalagi nanti kalau kita lihat dari area depan lampunya itu desainnya woh keren banget kayak mata robot gitu. Terus kelihatan keker, tangkinya gede gitu ya. Cuma yang unik adalah bagian belakangnya itu melandai gitu ya, bukannya nungging kayak R1 gitu. Kalau ini landai terus joknya juga model menyatu. Tapi kalau kelihatan detailnya terutama warna ini mirip banget dengan R1 karena ini nama warnanya sesuai ya eh icon performance gitu. Jadi kombinasi silver terus ada biru dan hitam. Terus yang bisa langsung kelihatan adalah suspensinya karena ini versi SP dia sudah pakai Ohlin dan ini ohlinnya juga generasi kedua yang lebih canggih dari yang lama. Dan Yamaha mengklaim ini motor pertama di dunia yang pakai suspensi elektroniknya dari Ohlin generasi kedua. Nah untuk lebih detailnya ayo kita lihat langsung dari area depan. Oke, Teman-teman. Ini di bagian sini yang utama adalah ada lampu dan batoknya gitu. Dan ini kesannya tuh agresif ya. Unik. Ini kalau sekilas kayak kepalanya robot di Transformer ya. Ada dua lampu gini. Ini kayak mata. Terus ini ada DRL di atasnya. Nah, ini drel-nya begini. Dan ini uniknya adalah ini lampunya model bego teman-teman. Jadi kalau stang dibelokin dia tetap diam. Kayak dulu ada trium strip juga kayak gini. Jadi walaupun stang dibelok-belokin dia diam aja ya. tetap lurus kayak motor full firing. Dan ini untuk lampu dekatnya yang kiri, lampu jauhnya yang kanan. Kemudian di bawahnya kita lihat adalah suspensi depannya yang kelihatan mewah banget karena warnanya emas. Ini dari Ohlin. Kelihatan tipenya SV. Eh, tertera juga tulisannya electronically controlled. Jadi ini karakternya bisa di-etting secara elektronik ya. Makanya nanti kita lihat di atas sudah ada kayak kabel-kabel buat masuk ke dalamnya buat ngatur selenoid-nya. Pengaturannya juga bisa kita lihat di bagian speedometernya. Oke, kita lihat dulu area sini. Eh, spatbard-nya kelihatan sporty ya, kayak milik R1 ini bannya plastik. Lalu pakai peleg palang 5 yang mana e palang-palangnya itu ngingetin kita kayak pelegnya dulu Yamaha R6 ya. Khas banget modelnya bukan yang lurus banget tapi juga bukan yang melengkung gitu. Kesannya sih sporty. Dan ini dibal ban dari Bristone Betlec Hyperersport S22 ukur 120/70 ring 17. Rem-nya tuh saja cakram ganda 320 mili udah saya floating dan kalipernya 4 piston radial tiap sisi dan ini khas banget ya kayak Airb ya pakai kalipernya itu dari Adfix bukan pakai Brembo gitu dan ini desainnya tuh unik ya khas banget nih jadi bagian sisi luar pistonnya itu ada bulatan terus ada titik-titik lubangnya gitu ini unik sih dan khusus untuk yang SP ini nih jadi kan MT10 SP salah satu spek bedanya dibanding yang biasa itu selang remnya itu sudah pakai yang anyaman baja ya yang bread steel gitu. Jadi ee secara performa lebih maksimal dibanding yang pakai ee selang karet biasa gitu. Oke, kita lihat di samping kanan ee bagian body samping kelihatan banget ya dia utamanya pamer sasis ya. Rangkanya pakai delta box gitu kelihatan keker lebar di sini. Sini ada on plastik sedikit kecil. Yang ini kayaknya buat nutup cover buat akses ke dalam ya. Lalu mesinnya kelihatan banget bongkaannya besar. Dan ini basicnya kayak dipakai R1 ya, 4 silinder segaris DOHC 16 katup injeksi berbandingin cairan dan pastinya pakai cross plan 4 ya. Tuh logonya di sini ya. Kodenya tuh CP4. Makanya nanti kalau kita nyalakan itu suara gorong-gorongnya tuh khas gitulah. Beda dengan mesin pass cinder yang fairing order-nya biasa. Lalu kalau next sedikit ini juga ada yang khas dari MT ini. Ini ada buat rem air dug sebenarnya ya buat masuk udara ke filter tapi juga memberikan kesan keker di area samping sini. Dan ini masuk ke dalam nembus tangki gitu dan baru masuk ke filter udara di bagian sini. Lalu kalau kita naik ke atas, kalian lihat dari tangkinya kelihatan banget mirip dengan R1 seperti saya tadi bilang walaupun lakukannya di bagian sini beda ya. Ini kelihatan lebih gemuk, lebih gendut dan ini kapasitasnya 17 L lumayan besar. Ee di atasnya ada logo Mempt-nya di sini warnanya biru. Kemudian ee kita lihat dulu area stang. Ini cukup menarik ya. Ini stylenya pakai fat bar. E enggak terlalu tinggi diempat sebenarnya cuma untuk posisi berendaranya masih cukup nyaman. Nanti saya kasih lihat pas membahas tentang reading position. Terus eh area-area stangnya ujungnya ini kelihatan ya hand grip-nya kayak Airban, kayak Mio juga. Ini khas banget Yamaha begini ada bandul stangnya kecil. Kemudian master rem-nya sudah pakai Brembo radial juga dengan tabung model terpisah. Lalu spionnya khas banget keluarga MT ya yang bisa dilepas bagian sini bisa terpisah jadi dua. Lalu untuk panel saklernya yang kanan ini mirip banget dengan R1. Ini ada buat engine cut off dan buat starter. Dan ini tombol buat ngatur menu ya naik turun juga untuk mengokein ditekan bisa ke dalam nih. Plek plek gitu. Dan ini pastinya sudah throttle by wire. Dan ini ya m mengklaim ini versi yang terbaru ya. Oke, lihat yang kiri ini tombolnya jauh lebih banyak. Ini buat lampu jauh dekat dan beam sein, klakson. Lalu ada hasard di bawah. Kemudian di sini ada buat ngatur cruise control ya. Kalau ketemu jalan yang lengang di atas 50 km/h ini bisa diaktifkan. Jadi enggak perlu nahan gas. Ini buat naik turun. Nanti di menu juga bisa pakai ini. Di depannya ada tombol buat ngatur mod. Oke, kita lihat area sininya. Ini yang unik di bagian area segitiga atas. Bukan hanya ada kontak yang masih manual colok-colok, tapi ini sudah immobilizer. Bisa kita lihat di sini dia kedip-kedip. Ini tandanya immobilizernya aktif. Lalu di sini yang ini adalah ada power gede banget di sini dong. Tuh dan masih model yang pakai lighter gitu ya. Jadi masih perlu adaptor. Tadi waktu saya pertama ketemu motor ini pas belum merhatiin detail ini tadi saya kira tombol ini loh buat killes ya. Nyalain atau bukan. Masih masih kontak-kontak colok-colok manual. Lalu yang tadi saya bilang ini suspensinya bagian atas. E ini kabel masuk ke dalam ini buat soloid ngatur karakternya dari sini. Dan kalau kita lihat lebih detail ini eh kabel-kabel yang dari panel sakar ternyata dibungkus rapi banget ya nih. Jadi kelihatannya lebih aman gitu dan rapi itu saja. Terus tadi saya belum kasih lihat koplingnya masih mekanis ya, belum hidrolis. Ada setelannya di sini standar tapi untuk tuasnya enggak ada setelannya di sini gitu. Oke, sekarang kita lihat panel instrumennya yang mana dia pakai ukuran 4,2 inch ya, enggak terlalu gede-gede amat dan mirip dengan miliknya R1. Nah, cuma pasyalakan logo MT-nya langsung nyala dan ada apa sih dalamnya? Nah, benar-benar mirip banget R1 kan? Makanya tadi saya bilang dari awal ini bisa dibilang R1 versi naked gitu ya. Nah, di sini ada tacometer angkanya sampai 13.000 rpm lebih sih sebenarnya ya dan red line-nya di 11.500. Kuna di sini berderet e info-info fitur-fiturnya ini motor. Ini ada quick shifter-nya up and down aktif apa enggak. Ini lift atau buat kayak bil control. Kemudian ini fitur yang buat ngatur rem. Lalu ada engine brake juga ada di sini tampilkan. Kemudian di bawahnya ada reading mode-nya ada A B C D dan ini sebenarnya bisa di-etting masing-masing karakternya tapi juga bisa ngikutin bawaan pabrik ya. Kayak mod ini powernya yang paling gede. Eh, TCS-nya paling kecil, SCS-nya paling kecil, suspensinya juga paling kaku gitu ya. Lalu B yang di bawahnya karena power 2 C3 yang D4. Jadi intinya A itu yang paling powerful, B yang di bawahnya, C di bawahnya lagi. Kalau D yang paling lemot gitu ya. Dan ini ya buat pemula cocoknya pakai D gitulah. Lalu di atasnya ada semacam mid ini pertama ada odometer. Kemudian ini buat ngatur cruise control ya mau dikunci di kecepatan berapa. Lalu ada fuel trip, ada temperatur sekitar, temperatur coolen, kemudian trip du ini juga ada buat ngatur eh cruise control-nya atau semacam trip time sebenarnya, ya. Kemudian balik ke odometer. Lalu di sini kecepatannya paling gede di tengah. Lalu ada gear position. Nah, yang ini nih unik nih. Ada speed limit, Teman-teman. Jadi, kayak malah motor balap gitu, ya. Waktu masuk ke speed di kunci speed-nya di sini. Bisa dilihat tuh. Terus kalau kita masuk ke dalam ini. Nah, ini menunya banyak banget, Teman-teman. Ada display mode, ERC setting, LAP time, maintenance, unit, wallpaper, shift indicator, display setting, brightness, clock, dan all reset. Nah, yang mau saya kasih lihat yang menarik adalah yang e WRC setting ya. Duh. Nah, ini teman-teman. Nah, ini ini mulai dari tadi yang reading mod-nya AB CD, lalu power-nya berapa? Ini semua bisa dietting sini ya, sampai TCS-nya atau traction control system, slide control system, quick shifter, up and down ya, lift atau wheel control, ini engine brake management, ini brake control. Kemudian ERS ini yang buat nyeting eh suspensinya, Teman-teman. Jadi elektronik suspensinya di sini nih bisa dietting auto ada tiga pilihan atau manual dua pilihan. Kemudian geser lagi. Ini ada nih yang buat ngatur ada break support-nya, corner support, accelerasi support, front, dan rear firm. Ini buat ngatur preload-nya gitu ya eh suspensi depan dan belakang gitu. Jadi lengkap banget yang bisa di-setting ya. Kalau secara fitur elektronik memang okelah. Makanya saya bilang ini kayak R1 yang versi naked-nya gitu. Nah, kemudian di samping-sampingnya juga pastinya ada info lampu-lampu ya. Eh, kita bisa lihat di sini banyak banget ini buat cruise control, set, e ini peringatan peringatan lagi netral. Lalu ada buat se kanan, se kiri lalu di kanan ada lampu shift plight, eh slide control, check engine, dan ABS gitu. Oke, kita lanjut lihat ke belakang-belakangnya lagi. Joknya seperti tadi saya bilang di awal, modelnya menyambung dan cenderung datar. Tapi yang buat pengendara itu lebih diistimewakan ya pastinya. Ini biar nyaman saat jalan-jalan gitu. Ini lebar banget bagian sini. Terus ada kayak pengganjal kecil gitu, mungil. Dan ini kulitnya model yang kesannya itu mewah gitu, tapi agak kaku dan dikasih jahitan dengan benang warna abu-abu. Ini yang bagian belakang mungil aja dan di sini ada tulisan MT10. Kemudian body belakangnya mungil aja tipis dan tidak terlalu nungging ya. Eh, ini body kasar, ini body halus, lalu di ujungnya ada lampu rem yang bentuknya Asmat keluarga MT ya. Kayak gini nih. Ada kayak logo MT-nya. Lalu kalau di rem dia akan nyala sisi lainnya lebih terang gitu. Lalu lampu sein-nya cakep banget ya. Khas keluar dari MT dengan satu titik tapi kelihatan nyorot ke samping gitu. Dan ini terpasang di spatbor yang mungil aja lebih buat dudukan plat nomor sih ya. Dan ada kayak covernya mungil di area sini. Oke, berikutnya kita lihat area roda belakang. Nah, ini kalau kita perhatikan benar-benar mirip dengan R1 ya, terutama lengan ayunya yang model pakai aluminium. Tapi kalau kita lihat dari belakang tuh pipih banget, Teman-teman. Benar-benar tipis banget ya. Jadi kalau lihat dari sini tuh kayak ah seramping ini emang kuat gitu ya. Tapi kalau lihat dari samping tetap kelihatan keker ya, tebal gitu. Dan ini pastinya di topang tadi suspensi Ohlin elektronic yang SV juga sama. E ini elektronik generasi kedua dan tadi sudah kita lihat bareng di speedometernya. Ini suspensinya bisa diatur dengan pilihan bisa yang otomatis ya ee semi adaptif ya. Jadi karakternya bisa disesuaikan dengan kondisi jalan dan karakter pengendaranya gitu. Kemudian kita balik ke area roda belakang. Pelegnya kelihatan banget ya sini ya. Tuh palang lianya yang kayak R6 dan ini dibalut bahan piston batle S22 ukurannya 180/55 ring 17. Rem-nya cakram tunggal dengan kaliper nisin yang belakang ya. Dan selang remnya masih yang pakai karet gitu, belum kayak yang depan. Lalu di sini kita lihat adalah knalpotnya. Ini lagi-lagi mirip bangatan air kan tuh. Dan ini udah titanium. Dan kalau kita perhatian detailnya di area sini ini ada yang buat mekanis buat katupnya gitu. Jadi ketika kecepatan rendah dia akan lebih menutup biar enggak blong banget. Tapi kecepatan tinggi dia akan membuka memberikan akses ee gas buang lebih lega gitu. Tapi kalau kita perhatikan lagi lebih detail, di tengahnya tuh ada tembolok gede banget ini. Tuh lihat ya. Dan ini menampung gas buang dari depan ya. Konfigurasinya adalah 421 dan pastinya ada oh dua sensor buat baca emisi gas buangnya. Lalu kalau lihat di sini adalah pijakan kakinya yang depan. Ini modelnya emang agak ke bawah gitu ya. Jadi biar posisi kaki tidak terlalu nangkring. Ini bergerig gini biar nge-grip. Kemudian kita lihat sini mastermnya terata Brembo yang belakang stambungnya remnya di sini. Lalu pijakan kaki buat penumpang nempel di subfame ini juga sama model bergerigi. Kemudian kita lihat di area kiri ini ada fitur yang belum kita lihat dan bawaan sudah ada quisister apot ya. Seperti tadi kita lihat juga di panel speedometernya ada settingannya mau di-onin apa di-off-in. Tapi ini ya sensornya masih model gini ya mekanis di bagian tuas ya. Beda dengan Ducati mereka sudah selangkah lebih maju. E sensornya sudah dipasang di bagian mesin ya membaca gerakan ee botol pemindah giginya. Oke kita lihat di sisi kiri sini deh. Kita lihat di sini adalah bagian radiator ya yang kelihatan besar ya atas bawah terus ada kipasnya. Nih gede banget. Lalu di bawahnya ini terdapat oil cooler, Teman-teman. Yang tidak kalah heboh gedenya, ya. Tuh, segini. Dan ini ada cover khususnya, jadi enggak ngeblong-blong amat. Cakep lah ya. Atasnya juga ini ada yang buat cover radiator dan di sini terpasang lampu se-nya dan bentuknya sangat persis dengan yang belakang. Kayak gimana sih posisi berkendaranya? Nah, ini tinggi joknya 835 mm. Enggak tinggi-tinggi amat ya saya. Tingginya 173 cm, bobot 65 kg. Lihat masih napak ya ketika kedua kaki turun. Saat dirais stangnya kerasa agak rendah tapi cukup lebar. Terus kalau kaki naik tuh kan benar enggak senangkring R1. Ini masih cukup nyaman, cukup santai. Ee terus oh ya gimana suara mesinnya? Nah sebelum itu buat background aja. Ini mestinya kan basisnya dari R1 tapi dietting jauh lebih rendah ya tenaganya ya, enggak dipolin. Kalau R1 kan hampir 200 HP. Kalau MT10 hanya sekitar 164 HP dengan torsi 112 Nm. Jadi memang dietting disesuaikan dengan inilah ya sebuah nakedback. Enggak perlu sampai 200 HP lah ya. Beda dengan Ducati ya filosofinya. Kalau Ducati mah gila itu. Itu tenaganya tetap gede banget. Kalau Yamaha ini masih ya agak-agak rasional gitulah. Cukuplah dikasih spek 164 HP. Terus suaranya. Oke, kita nyalain [Tepuk tangan] [Musik] aja tuh dari stasioner aja kedengaran ya. Jeg je. Agak ada enggak ratanya gitu. khas cross plate enak ya, responsif dan khas banget crosspl lah. Ketukannya tuh enggak rata gitu. Selain suara yang agak unik, eh karakter khasnya crossp itu punya torsi yang kuat dari putaran bawah ya. Karena urutan pengapiannya kan saling susul-menyusul gitu, enggak rata. Jadi memberikan torsi yang besar. Jadi kalau dipakai di jalan tarikan awalnya itu udah kerasa kuat ya. Beda dengan 4 silinder yang fairing order-nya standar. Kalau ini beda jauh lebih kuat gitu. Terus oh ya suspensi ini cukup kaku ternyata ya karakternya. sporty. Tapi tadi balik ke settingan di bagian suspensinya pastinya pasti di bisa di-etting jauh lebih empuk juga kalau kita masuk ke tadi yang WRC setting gitu. Oh, tadi tadi belum ngomongin harga. Jadi, oleh bikers vot Indonesia MT10 SP ini dibandrol dengan harga Rp850 juta off the road. Jadi kalau on ya tambahin 10% 11% dari angka itulah gitu ya. sesuailah deh ya dengan dapat motor yang gagah banget, keren banget basicnya R1, fiturnya lengkap banget, tampilan sih gokil sih, benar-benar out of the box gitu. Dan kayaknya kalau dipakai jalan ini enak nih ya, ramah buat orang Indonesia. Posisi duduknya juga enggak nuduk-nuduk amat. Dijamin masih nyaman ya. Beda dengan naik R1 ya kan yang nungging banget itu yang anak muda banget. Kalau yang sudah berumur pakai ini lebih cocoklah gitu. Jadi kalau teman-teman tertarik langsung aja nih mampir ke sini nih di Kemang Village ya, Jakarta Selatan. Ya udah gitu aja teman-teman video kali ini. Terima kasih buat yang sudah menonton dari awal sampai akhir. Jangan lupa like, subscribe, comment, share, nyalakan juga tombol loncengnya dan jangan lupa follow juga kami utomotif_tv kalau IG saya aanutomotif gitu. Oke, sampai jumpa di video berikutnya. Jangan lupa pakai lem kalian ya. Kita dengarin lagi suaranya.
