MOGE NANGGUNG HARGA TERJANGKAU..!!! CUSTOM BOBBER DARI LAHIR l Otomotif TV (YouTube Video)
Selamat siang, Teman-teman TV. Apa kabarnya? Semoga semua dalam kondisi sehat dan bahagia selalu saat nonton video ini ya. Amin. Nah, Teman-teman, Royal Invia kembali meluncurkan motor baru. Kali ini adalah Goan Classic 350. Ini motor ternyata terinspirasi dari gaya modifikasi bikers di daerah Goa, yaitu daerah barat dayanya India sana yang mana merupakan koloninya Portugis saat itu, yaitu tahun 0-an, -an. Nah, gaya modifnya tuh khas banget kayak gini, Teman-teman. Gayanya tuh wah warnanya cerah banget, stangnya tinggi, bannya ala-ala bober kerenlah, gitu. Nah, detailnya kayak apa sih? Yuk, tonton terus sampai akhir. Jangan ke mana-mana. Oke, sebelum detailin kita lihat dulu keseluruhan. Jadi secara basic sebenarnya ini adalah classic 350 tapi dengan sentuhan-sentuhan yang khusus sesuai dengan ararannya Goan 350. Jadi rangkanya, mesinnya, suspensinya itu sebenarnya basic-nya dari Royal Enfield Classic 350. Okelah, kalau gitu sekarang kita lihat detailnya dari area depan. Oke, bagian depan paling utama tentu saja kita temukan adalah lampu utama yang mana ini persis banget dengan miliknya klasik 350. Sudah LED yang terpisah dengan atas bawah. Lalu ada logo RE-nya di tengahnya. Dan ini bentuknya bulat ya, khas banget Royal Enfield Classic. Dan uniknya adalah ada topinya teman-teman nih di atasnya. Jadi kesannya makin klasik. Dan ini ringnya modelnya berlapis chrome gitu jadi makin menguatkan kesan klasiknya. Kemudian di bagian atasnya sedikit di kanan kirinya ini ada lampu kotanya teman-teman. Dan ini tentu saja sudah LED. Jadi ketika kontak dinyalakan dia akan menyala gitu. Kemudian di kanan kirinya ada lampu sein yang mana ini pakai tangkai warnanya hitam dan untuk lampunya tuh saja sudah LED-nya tiga titik gitu. Kemudian di sini kita lihat adalah suspensi depannya dia pakai teleskopik. Diameternya asnya 41 mm tapi ada covernya teman-teman sehingga kesannya klasik banget. Dan di sini juga terpasang spatboard depan yang pastinya bahannya dari besi jadi kuat banget. Dan ini menaungi ban yang kesannya tuh klasik banget, Teman-teman. Kenapa? Karena lihat dong, ada white wall-nya, Teman-teman. Keren banget, ya. Dan ini ukuran bannya itu 100/90 ring 19. Jadi untuk roda depannya ini persis dengan klasik 350. Yang keren itu tadi ada white wall dan terpasang di pelek jari-jari warnanya orange mentereng banget. Tapi itu bless, Teman-teman. tuh dengan jari-jari yang tertembus ke bagian pinggir. Jadi meskipun kesannya tuh klasik ya, lawas gitu, retro, tapi ada modernnya karena pakai pelek jari-jari cubles sehingga kita tidak perlu takut kalau kena paku ya di jalan enggak perlu takut bannya langsung kempes gitu. Dan ini bannya dari cat ya, mereknya vendornya sama kayak Royal Envfield yang lain. Dan di sini kita lihat juga adalah rem depannya dia cakram 300 mm diameternya cukup besar dan ada ABS-nya. Lalu kalipernya dari Bibay tipenya yang dua piston belum radial ya, masih aksial. Dan kalau kita lihat spatboard-nya ini selain pakai besi di bawahnya juga ada tambahan ya biar kotoran tidak nyipret ke atas. Tapi tambahannya yang hitam ini, ini plastik, Teman-teman. Gitu. Oke, sekarang kita lihat bagian atas. Ini salah satu yang beda dibanding klasik 350, yaitu stangnya. Dia itu stangnya modelnya tinggi banget, ala-ala app hanger, tapi bedanya tidak setinggi app hanger yang sepenuhnya. Ya, ini sedengan lah, setengah aja. Dan ini membuat posisi berkendara itu lebih santai banget, Teman-teman. Karena posisi stangnya tuh tinggi. Kita detailin dulu stangnya. Ada apa aja sih di sini. Oke, stangnya sendiri dia pakai stang pipa yang chrome gitu. Jadi kesannya klasiknya masih dapat banget. Kemudian di area stangnya, panel saklarnya, hand grip-nya itu persis dengan Royal Enfield Classic 350 ya. Ini hand grip-nya khas banget membulat gitu, gendut ketika dipegang mantap. Kemudian panel sakranya juga khas banget, klasik banget karena dia tombol-tombolnya itu bulet-bulet. Ini yang stang kiri ada buat lampu jauh dekat dan pce beam. Kemudian lampu sein, klakson, dan di depan ada tombol yang bertuliskan I. Ini untuk ganti-ganti informasi yang ada di speedometernya. Dan ini unit sudah pakai aksesori eh spion bar end, Teman-teman. Jadi kalau standarnya spionnya sebenarnya biasa, ya. Ini udah pakai makin keren aja. Kemudian untuk handle koplingnya dia tuh saja model begini nih. Klasik banget ya. Modelnya bulat gede gendut. Dan ini ada setelannya di sini, Teman-teman. Ini bisa dietel makin jauh atau dekat. Kita lihat di stang kanan ini panas akarnya begini ya. Kompak kayak dengan yang kiri mirip dengan klasi 350. Ini tombol buat engine kut dan starter. Lalu ini untuk hazard teman-teman gitu. Terus hand grip-nya tuh gendut banget ya. Dipegang enak banget. Handle rem-nya ini juga ada setelannya. Terus master rem-nya yang bordelnya juga agak membulat gitu. Jadi menguatkan kesan klasiknya. Dan jangan lupa tadi di stang kiri ini juga ada fitur yang tersembunyi. Ini ada power rotlet model USB di balik handle koplingnya, Teman-teman. Di sini udah USB type C gitu ya. Tuh ngumpet di sebelah sini. Oke, kita lihat speedometernya. Ini juga persis banget dengan mirik klasic 350. Modelnya gabungan antara analog dan digital. Analognya untuk menunjukkan kecepatan angkanya sampai 160 km/h. Tapi juga ada yang mil/j, angkanya sampai 100 aja. Kemudian ada kunci kotak di sini karena memang pastinya motor klasik belum pakai keyes ya, masih colok-colok model keris. Terus di tengahnya ini ada panel digital ini persis dengan klasik 350. Di sini ada odometer, tripeter, fuel meter, gear position. Ini ada di sini juga termasuk jam. Lalu di sebelahnya ini buat fitur triper ya, buat menampilin navigasi turn byon yang kerja sama dengan Google ini. Nampili navigasi secara turn by turn gitu aja. Oke, kita lihat belakangnya sedikit. Tangkinya ini persis banget dengan klasik 350. Tangki yang cukup besar, lonjong dan pipih. Ini kapasitasnya 13 L. Tutup tangkinya model begini nih. Berlapis chrome yang kalau kita buka dia akan kebuka ke belakang. Ini hampir rata gitu bentuknya tapi tetap nonjol. Kemudian di belakangnya ada jok yang ini spesial buat Goan 350. Mirip sebenarnya dengan klasik 350 tapi dia lebih lebar dan ada emblem spesialnya nih. Goan Classic 350 di sini. Terus kulitnya modelnya cukup lembut ketika dipegang dan ada jahitannya warnanya abu-abu. Terus bagian yang pinggir ini spesial ya. E beda dengan yang bagian atas lebih kasar gitu. Terus kita ke belah dikit. Ini juga spesial di Goan beda dengan yang klasi 350. Kenapa? Karena spatbornya modelnya nempel mendekat ke ban, Teman-teman. Jadi dia ikut mengayun bareng dengan lengan ayun, ya. Beda dengan klasik. Kalau klasik itu di atas bannya jadi mengisi bagian ruang spatbardor. Kalau ini spatbard dan bannya mengayun bersama-sama teman-teman. Dan ini juga beda dengan klasik 350 karena ukuran bannya ini lebih kecil ya. Dia pakai ring ukuran 16 inch dengan ban ukuran 130 ya. Jadi kesannya bober tuh dapat banget, gendut dan yang asik makin klasik karena dia pakai whiteball juga. Dan tentu saja pelegnya juga sama ya udah tubles jari-jari padahal ya. sehingga klasiknya dapat tapi tetap aman teman-teman gitu. Asik ya, cakep ya. Dan ini spatbornya tuh saja juga bahannya logam ya, besi kuat. Terus di belakangnya ada lampu rem bulat, lampu sein juga bulat. Ini semua sudah LED. Terus ini ada pegangannya, ada tulisan royal field di sini. Dan sebenarnya ini tetap dapat jok buat pembonceng ya. Cuma standarnya kalau ditampilin harus buntung gini, Teman-teman. Tapi kalau beli ternyata dapat ya. Jadi kalau pengin berboncengan tetap ada jok belakangnya. Jangan khawatir gitu. Terus kita lihat di sini adalah rem belakang. Cakram tuh aja. Diameter cakramnya 270 mm kaliper satu piston dari Biber juga. Terus untuk suspensinya ganda. Dia pakai suspensi biasa L ya, tapi ada setelan preload-nya en tingkat teman-teman. Dan setelan standarnya ada di setelan yang paling empuknya teman-teman gitu. Oke, kita lihat di sini yang beda juga dari klasik 350 ada knalpotnya. Ten ini knalpotnya itu beda banget karena modelnya itu dari leher knalpot kecil sedikit membesar dan makin membesar di bagian belakang serta ada cover yang berapis chrome gini yang agak gede dan terpotong di bagian sini. Jadi beda banget dengan klasik ya. Kalau klasik kan model pisater ya kayak senapan gitu. Kalau ini beda tuh. Ini malah ngetin saya pada knalpotnya Honda Astria Prima nih yang model kepotong ujungnya tuh miring [tertawa] gitu. Oke, sekarang kita ngomongin e bagian tengah dan mesin. Bagian tengah sih ini mirip banget dengan klasik 350 ya. Ada cover buat aki di sini dan tool kit juga di sini. Terus ini ada tulisannya Goan Classic 350. Kemudian di tengahnya ada cover buat filter udara dan mesinnya. Nah, ini mesinnya persis dengan klasi 350 sudah pakai mesin J series, Teman-teman. Ini mesin baru ya, walaupun tampilannya klasik gede kayak Ronfiel zaman dulu. Ini sebenarnya mudah mesin seri terbaru yang punya keunggulan salah satunya adalah udah halus banget, minim getaran. Jadi Royal Fel dulu yang geter-geter udah enggak ada lagi. Udah nyaman banget, pindah gigi halus, pokoknya udah nyaman banget, Teman-teman. Dan ini mesinnya 349 cc, SOHC dua katup injeksi berpendingin udara, ya. Dengan transmisi manual lima percepatan. Nah, ini tenaganya enggak gede-gede amat, Teman-teman. Maklum ini mesin tetap mempertahankan khasnya Royalfield ya. Mesin stroke panjang yang penting torsinya gede, Teman-teman. Jadi, pas dinaiki itu tarikan awal tuh enteng banget. Tapi tenaga puncaknya emang enggak gede-gede amat. Hanya 20,2 horsepow. Sedang torsinya 27 Nm, Teman-teman. Terus keunggulan lain mesinnya adalah enggak terlalu panas. Jadi, nyaman banget buat macet-macetan juga enak. Dan tadi kuat banget torsinya diputar bawah samping menengah. Jadi, buat harian tuh enak banget. Ketemu tanjakan juga enak, nyalip juga enak, Teman-teman. Gitu. Terus kelebihan lainnya adalah mesin ini pindah giginya tuh gampang banget, empuk banget, koplingnya juga enteng banget gitu. Terus di sini kita belum lihat detailnya, salah satu yang beda dibanding klasik adalah posisi pijakan kakinya, Teman-teman. Dia tuh lebih ke depan ya, forward control gitu ala-ala cruiser sehingga posisi berkendaryanya makin santai aja. Kalau klasik, dia modelnya di tengah lurus dengan jok gitu, Teman-teman. Dan masih sama dengan lastik tapi pijakan kakinya ada karetnya jadi bisa meredam getaran dan ini bisa ditekuk terus pidal remnya juga ada karetnya jadi ini enak juga pas disentuh lembut terus di depan ini ada crash bar tapi ini ternyata esori tambahan teman-teman ya kalau standarnya belum dapat harus beli terpisah sementara di sebelah kiri pastinya ada pijakan kak berikut tuas perseneleng nah tuas perseneleng beda dengan klasik 350 nih karena ada tuas depan belakang jadi bisa injak congkel ataupun diinjak bagian belakang pakai tumit ya teman-teman dan relatif tidak bikin rusak sepatu ya. Kemudian di bagian bawah mesin ini ada pelindungnya pakai besi tebal tentu saja biar aman ya bagian krengkesnya. Terus kalau mundur ke belakang pastinya ada standar samping yang mana ini keker banget besi terus dicat rapi banget. Ada standar tengah juga. Terus kalau lihat ke belakang ada yang buat megang kalau lagi nyetandar tengah nih biar enggak berat. Terus di bawahnya ada pijakan kaki buat membonceng. Ada karetnya juga biar enggak licin dan biar bisa meredam getaran juga gitu. Nah, kayak gini suara mesinnya. Ternyata halus banget. Senyap banget ya. Dengan kelapot standarnya ada kayak feedbackfe itu. Ada kayak garing-garingnya. Motor ini dobotnya 197 kg, lebih berat 2 kg dari klasik 350. Terus tinggi joknya yang mening adalah dia lebih pendek hanya 750 mm. Lebih pendek dari klasik 350. Jadi buat penapakan kedua kaki itu lebih gampang, Teman-teman. Jadi saya tingginya 173 cm, bobot 65 kg. Tuh duduk napak banget, ya. Terus yang beda lagi adalah yang K lagi karena tadi setnya tinggi pas diraih tuh santai banget tinggi banget ya tuh pasi tangan lurus gini tapi ini impressnya sih kalau buat harian hasinya bakalan lebih santai nyaman ya apalagi pijangan kakinya tuh ke depan wah ini sih santai banget nyaman banget teman keren terus kalau ngomongin warna ada empat pilihan teman-teman yang ini namanya Trip teal ini harganya Rp19,7 juta. Onro Jakarta sama harganya dengan yang warna refred. Kemudian dua lagi warnanya yang lebih murah itu purple HC dan shack black itu harganya hanya Rp17,8 juta on road Jakarta. Jadi kalau secara harga ternyata mirip banget dengan klasik 350 ya. Maklum basic-nya sama tapi beda tampilan aja. Kalau menurut teman-teman gimana ini? Asik ya? Kalau menurut saya pribadi sih asik sih. Keren ya. Apalagi warna-warnanya mencolok, terutama yang warna triptail ini. Kalau yang lain kesannya lebih kalem, tapi tetap mewah dan kalau secara posisi kendara ini sih yakin buat harian bakalan lebih santai, lebih catching. Buat harian sih asik banget apalagi khas klasik ya. Empuk banget, nyaman banget tuh suspensinya ketika diayun. Asik sih ini gitu sih. Yaudah itu aja teman-teman. Terima kasih buat yang sudah menonton. Kita lihat bareng Royal Enfield Goan Classic 350. Sampai jumpa di video berikutnya. Jangan lupa like, subscribe, comment, share, nyalakan juga tombol loncengnya. Dan jangan lupa follow juga kami otomotif_tv dan kalau IG saya Automotif dan IG-nya Fajri Dena Fajri. Jangan lupa difollow juga. Oke, terima kasih sampai jumpa di videonutnya. Jangan lupa pakai L K motor. Dadah.
