Jungkat

Monitor Ini Bisa Nyala Tanpa Dicolok. - Uperfect Utouch G16 (YouTube Video)

  • 20/01/2026

Kalau kalian lagi pakai handheld dan mau dicolok ke portable monitor, kalian pasti bakal worry sama baterai handheld yang kekuras buat ngidupin layarnya. Kecuali kalau layarnya itu sendiri dicolok sama power. Tapi berbeda sama portable monitor yang satu ini. Kalau kita colok handheld-nya bukannya monitornya ngambil power dari handheld, tapi monitornya malah ngecas handeld. Dan selain itu dia touch screen pula. Ini namanya adalah Perfect U Touch G16. Sebuah portable monitor yang enggak biasa. Dia punya baterai sendiri dan juga bisa touch screen. Jadi dia bisa connect dengan handheld ataupun laptop hanya dengan satu kabel aja. Bentar. Tapi bukannya portable monitor biasa juga bisa ya? Bisa sih, tapi monitornya akan narik listrik dari handheld-nya jadi lebih boros. Sementara yang ini malah ngecas handheld-nya. Pada dasarnya memang layar portable ini tuh dirancang buat Steam Deck ataupun handheld PC lain, especially saat dibawah mobile. Kalau kelengkapannya sih lumayan banyak ya saat kita unboxing. Kita pertama dapat monitornya di dalam cover gitu macam tablet. Perkabelannya ada dua kabel USBC to USBC, satu USBC to USBA dan satu HDMI to mini HDMI. Sementara di belakangnya ada satu adapter lagi. Monitornya sendiri desainnya ini agak lebih tebal dari yang biasanya dan juga sekitar 300 gr lebih berat. Cara buat bikin monitor ini berdiri juga beda dengan yang kita review kemarin. Dia enggak ada stand di belakangnya. Jadi mesti diberdiriin pakai covernya ini. Dan berdirinya pun agak ribet. Mesti lipat dulu di bagian depannya. Namun dia tetap ada magnetnya di bagian kakinya ini dan masih bisa ada dua pilihan angle juga. Cuma tetap enggak sepraktis yang ada standnya di belakang. Kalau dibanding dengan portable monitor yang tanpa baterai pun baselnya juga lebih tebal sedikit. Jadi ya harap maklum karena selain ada panel di sini ada baterai yang kapasitasnya bahkan sampai 10.800 mAh. Jadi selain ada layar bisa juga jadi powerbank dadakan. Nah, ngomong-ngomong soal panel, panelnya sendiri berukuran 16 inch dengan resolusi full HD dan refresh rate-nya itu 120 Hz aja. Color gamotnya pun standar 100% sRGB dengan 79% DCI IP3. Enggak secanggih portable monitor kita kemarin yang bisa sampai QHD 240 Hz. Namun ini bisa dimaklumin karena diperuntukkannya buat steam deck ataupun handheld. Di bagian kanannya ada tombol buat instan ngatur brightness dan juga volume. Dan juga ada satu USBC yang fungsinya hanya untuk charging aja. Sementara di sebelah kirinya itu ada USBC full function, satu mini HDMI dan satu OTG untuk peripheral. Jadi misal nih layar lagi dipakai desktop mode, dia bisa dicolok hub untuk menjadi OTG. Nah, OSD yang ada di layar ini juga tampilannya cukup simpel. Settingannya pun banyak. Jadi selain ada brightness, kita juga nemuin kontras, auto HDR, dan bahkan buat charging device juga bisa dinyala matiin lewat sini. Cuma karena dia navigasinya pakai tombol volume dan brightness yang ada di kanan, jadi ya agak ribet gitu deh. Oh i by the way tombol yang ada di depan itu hanya power button. Nah, kalau buat portability-nya karena ini lebih berat dan juga lebih tebal jadinya di tas ini lebih makan tempat. Di pembelian kita juga dikasih sliffnya tapi itu jadinya menambah tebal dari monitornya itu sendiri di tas. Dan kalau saat dipakainya jujur sebenarnya ini sih cukup praktis. Kita tinggal colok ini ke device yang kita mau dan monitornya bisa hidup dengan batery life yang lumayan lama. Layar ini juga punya dua speaker stereo 1 wat. Kualitasnya menurut gua soso. Enakan kalau kita pakai TWS pas lagi gaming. Kalaupun monitor ini mau dibawa ketemu teman, kita bisa main game multiplayer enggak usah di layar kecil. Jadi berguna banget terutama buat main game Nintendo Switch bareng. Tapi buat fitur touch screen-nya gua jujur jarang banget gunain fitur touch screen-nya ini ya. Oh, i dan ini juga bakal mempermudah orang-orang yang suka pakai handheld PC-nya buat kerja. Jadi, saling poin utama dari monitor portable yang kita bahas kali ini ada di baterai dan juga touch screen-nya aja. Sisanya semua B aja. Kalau misalnya kalian nanya soal kapasitas baterainya memang kita akuin 10.800 mAh itu gede. Dan kalau misalnya dia enggak nge-charging device-nya itu sendiri, ini tahan cukup lama. Apalagi kalau kalian mungkin refresh rate-nya ditahan di 60 Hz. Tapi kalau misalnya e buat touch screen-nya sendiri, gua enggak ngelihat eh ini fungsional banget ya. Apalagi kan kalau misalnya di misalnya kayak Xbox full screen experience itu deh kan enakan kita navigasinya pakai controller kan apalagi kalau kita ngomongin Steam big picture juga masih lebih enakan pakai controller navigasi daripada pakai si touch screen ini. Jadi kalau fungsionalitasnya Mas gua gua masih belum terlalu bisa ngeyakinin kalian bahwa ini worth it ya. Apalagi dengan harga R,5 juta eh spesifikasi lainnya itu tergolong B aja. Full HD 120 Hz dengan color gamut yang cuman 79% di CP3 menurut gua masih agak kurang dibandingin sama monitor perfect yang sebelumnya kita review itu udah dapat QHD 240 Hz dengan 100% di IP3 yang harganya pun hampir sama sama monitor ini. Tapi enggak tahu deh kalau menurut kalian bagusan monitor portable yang agak tebal tapi ada baterainya atau monitor portable yang tipis tapi harus dicolok?

Lihat di YouTube