Jungkat

Monitor OLED 240Hz Paling Terjangkau? - Philips Evnia M2N6500 (YouTube Video)

  • 14/05/2026

Di shorts yang sebelumnya kita udah pernah bilang kalau ada monitor OLED dari Philips yang harganya itu oke banget. Karena hanya dengan 6,8 juta kita udah bisa dapat monitor OLED 2K 240 Hz yang full ergonomic. Masuk dulu ke unboxing. Jadi di dalam pembelian kita pertama itu akan dikasih tiang dan kakinya terlebih dahulu. dan ada kabel HDMI 2.0 dan display port 1.4. Buat perakitannya juga cukup mudah. Sekrup dari kaki ke tiangnya itu bisa pakai tangan aja. Dan dari tiang ke bagian panel kita tinggal cetekin aja begini. Jadi total perakitannya ini tooless. Kalau di luar negeri unitnya itu adalah yang SKU 6501 kodenya itu dia akan disertakan calibration report juga. Namun unit yang ini itu enggak disertakan. Tapi walaupun begitu seharusnya tundingan warnanya sih masih sama. Buat panelnya sendiri ya, Philips ini memakai panel QD OLED generasi ketiga Samsung dengan resolusi 1440p 27 inch 240 Hz, support dengan 10 bit HDR dan juga adaptive snc yang nanti kita akan bahas lebih lanjut. Untuk yang unit di luar negeri lagi, kita melihat SKU-nya itu pakai nama 6501L dengan warna putih dan MB light di belakangnya. Namun yang SKU 6500 ini warnanya lebih ke dark gry tanpa adanya MB light. Kakinya berbentuk huruf V dengan tiang yang lumayan kokoh juga. Namun dari tiang ke layarnya ini koneksinya itu gampang banget towew alias dia flimsy banget layarnya. Beruntungnya di bagian belakang apabila kita copot bracketnya ada Vesaunt 100* 100 yang berarti kita bisa pakai bracket yang lebih kokoh dari kakinya. Ini sebenarnya ya kaki default-nya itu padahal ergonomis banget loh. Bisa tilt, swivel, height adjust, bahkan sampai bisa diotate 90 derajat ke kiri dan ke kanan. Jadi sayang banget dia flimsy begini. Tapi enaknya monitor ini enggak menggunakan adapter sama sekali. Jadi colokannya itu langsung ke dinding. Lalu, buat konektivitas, layar ini juga termasuk basic. Hanya ada 1 HDMI 2.0 dan satu display port 1.4 beserta audio combo jack untuk passro. Enggak ada USBA atau B yang berarti monitor ini enggak bisa sekalian jadi dong. Tapi secara overall kita suka sih dengan desainnya. Dia enggak terlalu tipis untuk sebuah monitor OLED tapi masih cakep kalau kita lihat dari samping. OSD-nya juga punya layout yang modern, enggak terlalu basic dan juga fiturnya itu cukup banyak. Lalu di bagian depan juga ada lampu indikator yang sebenarnya terlalu menonjol tapi masih oke buat menjadi indikator. Dan untuk OSD kontrolnya itu ada di bagian belakang dengan mode analog. Lalu gaming dengan monitor OLED ya tentunya ngasih pengalaman yang beda banget ketimbang IPS dan lain-lainnya. HDR-nya HDR beneran, itemnya juga dapat banget. cocoklah buat main game triple A yang kompetitif karena refresh rate-nya udah sampai 240. Kalau buat kita yang bukan gamer kompetitif atau face ya ini adalah monitor yang cocok banget dipakai buat main Yakuzaki 3 Dark Tites yang gambarnya itu gonjreng dan kebetulan lagi collab juga dengan film Safnia ini. Monitornya juga tentu PW buat dipakai main game triple A lain seperti prak mata, Cyberpunk, Spider-Man, atau nonton anime karena vibrant warnanya tersebut. Monitor ini sendiri punya response time up to 0,03. Kalau kita lihat di UFO test melalui kamera, kita melihat adanya oversoot di 120 fps dan inverse ghosting di 60 fps. Tapi di mata kami jujur aja main game triple A di 60-an FPS ataupun main CS2 di FPS tinggi itu enggak berasa ghosting sama sekali. Dan buat fitur OSD-nya, layar ini cukup lengkap ya. Buat panelnya sendiri, dia ada OLED care di mana bisa pixel refresh, screen saver, dan lain-lain buat ngejaga biar enggak burn in. Dan walaupun koneksinya cuma bisa dua, tapi masih ada fitur picture in picture dan picture by picture kalau pakai dua source sekaligus. Buat gaming, dia ada virtual cross hair juga seperti biasa dan ada smart sniper yang bisa zooming in bagian tengah yang di mana kita bisa sniping dari jarak jauh. Lalu kalau buat creative worker dia ini juga ada sRGB mode, DCIP3 mode, dan juga Adobe RGB mode. BTW kita nemu satu lagi bug di layar ini di mana saat variabel refresh rate-nya dinyalain, kita melihat ada flicker di screen-nya karena refresh rate-nya itu naik turun. Tapi flicker ini enggak muncul di desktop karena refresh rate-nya stabil. Dan saat main game pun ya flickernya kelihatannya gak terlalu banyak dan kebanyakan itu hanya ada saat gambarnya itu steel terutama saat di main menu aja. Konsumsi daya dari monitor ini juga tergolong efisien loh kalau kita mentokin resolusinya di 2K cage 240 Hz, HDR-nya dinyalain dan 100% brightness dayanya cuma dikonsumsi sekitar 44 wat. Sementara kalau kita mikir kayak ya sekitar penggunaan normal aja yaitu 50% brightness dayanya cuma 30 watt mentok kanan. Ini tergolong efisien kalau kita pikir ini adalah monitor dengan panel yang cukup high end. Untuk harganya sendiri sebenarnya dia harganya itu ada di R7,2 juta, tapi dengan diskon topet kemarin bisa sampai 6,8 juta. Dan kalau misalnya kalian udah mau mencari sebuah monitor OLED di tahun ini, ini adalah salah satu pilihan terbaik karena di harga tersebut di kepala 6 kalian ah bisa dapat refresh rate sampai 240 Hz. Saingan utamanya itu sepertinya adalah Samsung Odyssei G5 yang waktu itu kita pernah review juga. itu harganya udah mencapai di kepala 6 juga, tapi masih 180 Hz. Sementara yang 240 itu pilihannya ada AOC, ada eh Gigabyte, ada MSI juga dan harganya itu sebenarnya fluktuatif. Untuk yang paling mahalnya di kategori OLED murah ini itu ada di ROG yang masih di angka Rp9 jutaan. Tapi mungkin itu akan digantikan sama produk barunya karena itu ya ya udah cukup lama lah. Nah, sementara kalau misalnya ee untuk fitur-fiturnya sendiri gua merasa kalau monitor ini enggak enggak kalah oke kok monitor e apa fitur-fiturnya dengan monitor OLED yang lebih mahal. Karena kita lihat ya pixel refresh dia ada, Pip, PBP ada cuman ya paling kurang di e USB pass through aja. Tapi kalau dari pengalaman gua sendiri, karena gua tidak bermain kompetitif, jadi gua tidak merasakan adanya motion blur atau ada ghosting atau lain-lain. Paling ya pixel refresh yang tadi gua bilang pas lagi idle itu suka ada kedip-kedip aja gitu kayak tep tep ya. Itu untuk e salah satu fitur OLED care-nya lah kan gua nyalain itu. Sementara untuk bugnya yang di adaptive sink-nya itu kita masih belum tahu apakah itu hanya terjadi di unit kita atau enggak karena kita masih berkonsultasi dengan pihak Philips-nya. Untuk garansi, Philip sendiri meng-cover panelnya itu sampai 3 tahun. Jadi, kurang lebih untuk garansinya menurut gua itu cukup aman. Dan saran gua kalau misalnya kalian membeli monitor ini adalah yang pertama itu kasih bracket ke belakangnya karena ini ya tow banget. Maka dari itu nih, Philips juga menyertakan free arm bracket monitor di dalam pembelian monitor ini. Nah, jadi menurut kalian di antara semua pilihan yang ada, kira-kira monitor OLED mana sih yang paling wored?

Lihat di YouTube