Monitor Touchscreen 1 Jutaan?? Goojodoq Portable Monitor (YouTube Video)
Biar kerjaku begini, biar gajiku segini, biar kerja makin bergaya. Padahal pesan kopi cuma satu biar kelihatan kaya. Monitor setipis buku ini bikin tampilan meja kalian juga makin berwibawa. Kualitas layarnya jernih kayak parasnya Luna Maya. Bikin mata gak gampang lelah jiwa. Ya udah, daripada kalian terlalu banyak berdoa, selamat menonton yang masih nungguin 19 juta lapangan kerja. Terima kasih Pak Jokowi. Hai Anika guys di sini. Jadi kemarin karena video kita tentang portable monitor yang dari brand Nova itu lumayan ramei dan banyak yang komen, "Bang, alternatifnya selain Nova apa?" Dan akhirnya langsung saya scroll Shopee dan saya nemuin produk yang sebenarnya mirip-mirip aja namanya Goju Dogs. Dan kalau kita ngomongin portable monitor sebenarnya tiap berand itu punya keunggulan masing-masing ya. Ada yang ringan, ada yang tahan banting, auto sensor wajah Pak Bahlil. Tapi ngomongin Pak Balil saya salut sih ya. Karena di mana negara-negara tetangga kita itu BBM udah pada naik. di Indonesia itu belum naik loh. Entah gimana Pak Balil bikinnya, tapi itu termasuk top sih. Tapi ini channel bukan channel politik ya. Ini channel tentang ng-review produk gadget kayak gini. Jadi balik lagi ke Gojo Dogs-nya. Dah kalau kita lihat sebenarnya dari sisi spek bahkan desain kayak mirip aja gitu. Apakah ini produk yang sama cuman ditempelin stiker aja? Yuk, kita bahas. Dari sisi desain, sekilas memang terlihat lebih mirip tablet ya ketimbang sebuah portable monitor. Dari dimensinya aja udah kelihatan tablet mana yang punya ukuran 15,6 inch. Yang paling gede yang pernah saya review itu ada Samsung Galaxy Tab S11 Ultra. Itu aja masih 14 inch, bedanya sekitar 1 inch. Nah, ini kalau basel bawahnya ini kita hilangin, wah udah benar-benar mirip kayak tablet. Terus kalau kita pegang bahan materialnya itu rata-rata pakai plastik. Dan karena harganya ini sejutaan under Rp juta, jadi plastiknya ini kopong sekopong lutut kalian. Kalau ditimbang monitor ini punya bobot yang masih di bawah 700 gr bisa ditambah casing sekaligus standnya ini. Jadi kesan portablenya beneran kerasa. Nah, cuman ada terlalu banyak overclaim lah kalau kalian lihat poster atau stikernya di Shopee. Karena pas saya beli ini saya udah excited duluan tuh katanya resolusinya bisa 4K. Dan ada juga deskripsinya itu pakai di CP3. Sebenarnya saya agak bingung ya satuan yang mereka pakai itu maunya apa. Mau RGB atau MBG MBG. MBG. Dan ada satu lagi nih, satu fitur yang bikin saya semangat untuk beli karena harganya under R juta. Katanya dia udah punya atau support dengan AMD freeinkc. Tapi kenyataannya pas kita tes yah jangankan 100 MBG ya, 100 sRGB aja dia enggak dapat. Jadi dia dapatnya di 63%. Artinya ya, monitor ini enggak cocok kalau kalian gunain untuk color critical editing. Ibaratnya kalian beli nasi Padang, pesannya rendang, tapi dapatnya cuman kerupuk aja. Ya, masih bisa dimakan sih ya, tapi kurang nikmat. Jadi sama kayak buat ngedit, masih bisa buat ngedit tapi kurang nikmat. Dan soal AMD freezing itu cuman bisa jadi dekorasi di stiker atau posternya Shopee aja sih. Karena enggak ada AMD freezingnya. Mungkin mereka desainernya salah produk ya. Harusnya produk yang support ditaruh ke produk yang enggak support ya. Kita berpositive thinking aja. lah. Jadi buat kalian yang tertarik beli karena klaimnya 4K terus AMD freec 100% sRGB, saya saranin sih untuk enggak percaya dulu sama klaim-klaimnya karena ya monitor ini sebenarnya cuman 60 Hz terus ada Sya full HD, SRGB-nya cuma di 63%. Kalau ngomongin soal kelengkapan fisiknya, GoJo doc ini enggak pelit kayak kabel USBC 2C full function udah masuk di dalam paket pembelian. Ada USB A2C juga, mini HDMI ke HDMI dan ada kepala power. Gak ketinggalan juga, kita juga dapat baut Vesa. Jadi kalau misalkan kalian pengen pakai monitor ini di belakang monitor lagi aneh ya intinya kalau kalian pakai di dinding ada Vesa Mount bracket yang udah include sama bautnya. Terus untuk urusan port ada dua USB type C full function dan satu port mini HDMI di sisi kanan. Sedangkan di sisi kiri jack audio output dan navigation wheel buat control OSD plus tombol power. Nah, yang menarik kalau kalian perhatikan menu OSD-nya itu mirip banget sama Nova 2 kemarin ya. Kalau misalkan memang mau ganti stiker atau dia minimal saran saya ya kayak UI-nya itu diubah lah biar enggak plek ketiplek. Dan karena USD-nya sama, jadi ketika saya cari-cari memang ternyata ini sebenarnya produknya sama kayak punyanya Nova 2 kemarin. Jadi manufaktur atau pabrik pembuat dari portable minutitor ini namanya simbolan. Nah, intinya kalau kalian ketemu monitor yang mirip-mirip aja kayak gini dengan brand yang berbeda-beda ya sebenarnya sama aja. Nah, kalau udah kayak gitu ya cari aja mana yang after seals-nya menurut kalian paling jelas dan harganya paling murah. Karena sebenarnya secara spek mirip-mirip aja sih. Ada bedanya sih. Nantilah kita coba compare antara Nova sama Gojog ini di video terpisah. Sekarang kita bahas pengalaman pakainya. Yang saya suka dari si Gojo Doc ini atau Nova 2 kemarin, dia punya 10 poin touchscreen. Jadi kalau tangan kita bareng-bareng 10 untuk touch screen, dia masih bisa membaca. Pedel kacanya juga berasa responsif banget apalagi kalau di Windows yang secara natif udah ngedukung touchscreen. Navigasi timeline video atau sekedar geser-geser jendela berasa natural. Hampir gak ada latency yang bikin emosi. Tapi ada satu catatan kalau kalian pengguna Mac sama seperti monitor portable kebanyakan, fitur touch di Mac OS cuma bakal kebaca sebagai satu click mouse aja karena batasan dari sistem Apple. Jadi bukan salahnya dia sih, salahnya sistem Apple aja yang memang terlalu ketat. Skenario favorit saya ada di potra mode. Jadi monitor ini bisa kalian berdirikan secara vertikal kayak gini. Buat saya yang sering ngetik script atau buat kalian programmer yang butuh layar kedua, mode ini adalah kunci. Barisan kode atau dokumen panjang jadi kelihatan semua tanpa harus sering-sering scrolling. Atau kalau kalian orangnya itu benar-benar kerjanya itu pakai mobile dan kalian pakai device-nya Samsung, dia juga bisa langsung terkoneksi dengan Samsung Dex dengan butuh kabel type C aja. Dan seketika muncul langsung tampilan Samsung Dex yang bikin HP berubah jadi PC 15 inch yang bisa disentuh juga. balas email atau ngecek spreadsheet jadi lebih manusiawi dibandingkan harus plototin layar HP yang kecil. Walaupun sebenarnya karena saya pakai S26 Ultra udah gede sih layarnya ya, tapi kalau buat kerja tetap enak layar yang lebih gede dengan 15,6 inch. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari portable monitor dari Gojo Doc yang sebenarnya mirip-mirip aja sama Nova tuh. Harganya juga di range yang sama di 1,8 juta. Lebnya seperti biasa di pojok kiri atau di bawah. Dan untuk kelas harganya sih dari saya sih gak ada komplain yang berarti ya. Walaupun memang dia produk ODM. Walaupun bahannya plastik, tapi plastiknya ini enggak berasa murahan. Bobotnya masih di bawah 700 gr. Itu udah include sama casing dan standnya. Jadi masih layak gitu kalau dibilang dia portable monitor. Karena kalau udah di atas 1 kilo itu enggak real portable. Di paket pembeliannya juga banyak banget kabel. Jadi kita enggak perlu beli kabel terpisah sampai baut buat mounting semuanya udah tersedia. Cuman yang perlu saya ingatkan yaitu tadi ya, kalau kalian beli karena monitornya ini katanya 4K, katanya ada AMD freezing, terus sRGB-nya 100% enggak ya. Ini adalah monitor ya itu tadi pas kita tes sendiri 63% sRGB. Dia juga enggak support sama 4K. Freezing juga enggak support. Sebenarnya tanpa dia overclaim dengan kayak gitu di harga 1,8 untuk portable touch screen monitor sebenarnya sih masih reasonable kok harganya. Jadi, buat yang jual ini enggak perlu overclaim lah. Dan kalau ditanya produk ini buat siapa? Saya bisa simpulkan ya. Produk ini cocok buat kalian yang suka mobile, entah itu freelancer, mahasiswa, atau programmer, atau pekerja hybrid yang sering berpindah tempat kerja dan butuh layar kedua tanpa harus bawa monitor sebesar. Atau kalian yang punya HP Samsung dengan fitur Dex juga bakal nemu manfaat ekstra dari monitor ini. Tapi kalau pekerjaan kalian itu tentang critical color editing yang butuh 100% sRGB, ya jangan dibeli ya. beli portable monitor yang lain yang mungkin memang lebih mahal, tapi kalau buat kerja ya investasi dikit enggak masalah sih. Overall sih dengan harga under R juta kalau untuk portable monitor touch screen di kondisi harga sekarang menurut saya masih worthed banget walaupun sekali lagi dia ODM aja. Saya diy and see you on the next video.
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...

















