Motor masa depan YAMAHA (YouTube Video)
Halo, kembali lagi di Max dengan Audi dan di ajang Tokyo atau Japan Mobility Show 2025 ini gua ada di boot Yamaha dan gua ketemu tiga motor unik. Tiga motor ini merupakan prototype yang punya tiga power trend yang berbeda. Ada BV, ada hybrid, dan ada PHV. Detailnya seperti apa dan uniknya seperti apa? Cek terus di video ini. Pertama dari segi desainnya sendiri karena ini prototype mereka masih banyak menggunakan bahan-bahan karbon teman dan masih kelihatan kasar ya. Tapi yang untuk yang ini, yang BV ini mereka mengambil konsep malah sport bike karena mereka nganggap torsi gedenya dari BV ini cocok untuk sport bike yang bikin motornya jadi kerasa fun. Desainnya sendiri dia masih mirip kayak R6 atau R1 dengan siluet fairing-firing aral Yamaha. Cuman ya lagi-lagi cuman bedanya adalah kalau kalian lihat dari keseluruhan bodinya itu enggak ada mesinnya pasti aja karena tuh digantikan dengan baterai dan drive tren yang masih menggunakan rantai. Jadi drive train-nya masih di tengah ya dia masih menggunakan rantai. Jadi penggeraknya mirip kayak motor biasa. Ee tidak ada detail mengenai kapasitas baterai maupun performanya dari motor ini. Cuman diancer-ancerkan kira-kira performance-nya akan di tengah-tengah antara R1 atau R6. Dan kalau kalian lihat spek kaki-kakinya juga dia mumpuni banget. rem sudah Brembo dia dua kaliper di depannya belakangnya juga rem-nya juga full swing arm juga dari samping juga dia udah yang menekuk kayak banana kontrol-kontrol di sebelah sini dan di sini ada LCD sedikit untuk instrumennya selanjutnya setelah versi proto BV ada juga proto HV atau hybrid dan ini paling unik di ras semuanya kenapa karena dari segi desain aja dia udah berbeda. Kalau si BV dia mengambil desain sport bike. Kalau si Proto SUV ini kayak hybrid juga antara bebek atau motik atau skoter gitu ya dengan motor laki gitu kan. Jadi dia tuh dibikin agak gede karena untuk menampung nanti ada timaya, ada integrated motor assist-nya sama elektrik motornya dan juga ada engine-nya. Jadi konsepnya hybridnya ini adalah series parallel hybrid. Dia bisa switching sesuai dengan kebutuhannya. Jadi kadang-kadang bisa listriknya aja yang nyala, kadang-kadang bisa bensinnya yang nyala. itu ditutup casing semua. Kalau kita lihat dari kabel tegangan tinggi warna oran itu, itu berarti ada motor dan ada baterainya di sebelah situ. Tapi di samping sini juga di bawah jok ini ada engine-nya juga karena di sini ada filter ya di sini plus ada knalpotnya. Jadi ini benar-benar kombinasi antara engine dan motor listrik di bagian situ. Desain sendiri mengingatkan gua sama kayak motor-motor ayam jago zaman-zaman Satria sama Nova zaman dulu. Karena stangnya dibikin tinggi tinggi banget kayak ada racernya. Sedangkan segitiganya dia di bawah. Jadi duduknya agak tinggi begini tapi kakinya ke depan kayak cruiser. Joknya juga kelihatan proper dan desainnya gua bilang di antara ketiga motor ini, ini malah desain yang paling futuristik dan out of box. Kata Yamaha sendiri dengan kombinasi hybrid system ini, dia bisa mengimprove sampai 35% efisiensi dibandingin motor bensin biasa. Kita lanjut dengan model terakhir. Ini adalah Proto PHV atau plugin hybrid. Ini paling sporty ya, bukan sporty dalam artian paling gimana. Ini paling natural karena dia enggak pakai sasisnya MT09. Kalau kalian lihat juga mesinnya juga dia masih pakai mesinnya MT09. Tapi sepertinya gua lihat ada elektrik motor sebelah sananya ditambahin baterai pack di bagian fel tanknya. Jadi mungkin f tanknya dikurangin tapi ditambahin baterai pack karena dia jadi menggembung, jadi lebar banget. Desainnya benar-benar masih naked baik dan balik lagi dengan kombinasi mesin 800 cc dan plugin hybrid yang bisa dinyalakan. Jadi bisa nyalain benar-benar listrik sekalian full, bisa dicas juga. Efisiensinya pasti akan sangat-sangat bagus. Jadi dengan dua kombinasi mesin dan full EV ini kalau kalian ingin berkendara di kota yang silent gitu ya, enggak mau terlalu berisik, kalian bisa pakai mode full EV. Tapi kalau misalnya kalian touring, butuh tarikan instan, itu kalian bisa nyalain mode PHV-nya atau hybridnya. Sehingga C EV motornya atau si elektrik motornya itu akan membantu akselerasi dan memberikan pengalaman berkendara yang berbeda banget. Gila canggih banget. Pengin ngelihat tiga motor ini buruan dibikin versi produksinya. Pengin tahu rasanya seperti apa. Oke, sekarang kita sampai pada kesimpulan video kita kali ini. Jadi, dari ketiga motor ini, mana yang kalian suka? Kalau gua pribadi, gua suka si hybrid karena dia kayaknya duduknya enak kayak buat cruiser gitu dan mesin hybridnya memberikan efisiensi yang lebih bagus. Tapi si PHV ini juga cukup menarik. Kenapa? Baik lagi kalian bisa ngecas jadi sehari-hari kalian bisa pakai tanpa isi bensin juga. Asik juga dan BV ini yang BV yang paling sporty itu. Itu nanti kayak balapan motor listrik paling kencang torsinya. Nah, dari ketiga motor ini, mana yang menurut kalian paling menarik atau paling pantas dibikin versiproya dulu? Tulis dikomen ya. Oke, thank you sudah nonton. Kalau kalian suka video ini, klik like, subscribe, saran, komen, dan tekan tombol lonceng untuk ketahu video-video terbaru dari Autonetic. Audi Sign Off dari Japan Mobility Show 2025. Bye bye.
