Jungkat

MOTOROLA NAILED IT! - Review Motorola Edge 60 Fusion (YouTube Video)

  • 14/05/2025

Akhirnya senjata baru setelah Motorola G45 5G muncul juga. Ini dia SOP Motorola H60 Fusion, smartphone midrange baru dari Motorola yang sangat [Musik] powerful. Secara desain, HP ini terlihat cantik dengan material belakang yang mirip dengan material G45, yaitu punya finishing kulit sintetis yang berbahan puu. Material gini bikin waktu kita pegang itu ngasih feel yang beda banget dari HP-HP kebanyakan dan jauh banget dari kesan murah. Total ada empat warna yang bisa kita pilih, yaitu warna penton slipstream, penton amazonite, penton zfire, dan penton micos blue. Warna-warna ini memang diambil dari warna-warna penton. Warna penton sendiri adalah sistem standar warna yang dikembangkan oleh Penton, sebuah perusahaan yang memfokuskan pada sistem warna dan teknologi. Alasan kenapa HP ini punya embel-embel dalam namanya adalah karena memang ada lakukan di bagian samping, baik itu di bagian body ataupun bagian layar. Lakukan inilah yang bikin HP ini waktu dipegang kerasa mewah dan tipis. Padahal kalau diperhatikan ketebalan itu enggak tipis-tipis amat ya, yaitu ada di 8 mm. Berat HP ini cuma 177 gr dan frame-nya terbuat dari plastik. Walaupun desain HP ini terlihat mewah, ternyata dia punya durability yang sangat tinggi loh. Mulai dari sertifikasi militer STD810H sampai kemampuannya untuk diajak berenang dengan sertifikasi IP68 dan IP69 yang artinya dia tahan terhadap air dan bisa direndam selama 30 menit di kedalaman 1,5 m dan tahan terhadap semprotan air bertekanan tinggi. Oh iya, dalam paket penjualan juga disertakan sebuah hard case dengan finishing yang lucu. Hanya saja saya merasa hard case-nya tidak cukup melindungi seluruh bagian dari smartphone karena dia hanya menutupi bagian atas, belakang, dan bawahnya aja. Sementara bagian sampingnya masih terbuka lebar dan berpotensi mengalami benturan saat HP ini tidak sengaja jatuh. Untuk layarnya sendiri juga terlihat premium dengan pemilihan kaca melengkung di bagian sisi kiri dan kanan dan kaca ini sudah menggunakan Corning Gorilla Glce 7i. Panelnya sendiri berjenis PL LED atau plastik OLED yang artinya layarnya fleksibel. Itulah kenapa si layar bisa tekuk melengkung di bagian samping. Layarnya punya kedalaman warna sampai 10 bit dengan resolusi 1.5G. Dia juga sudah dis IP3 120 Hz yang punya tingkat kecerahan yang cukup tinggi mencapai 4.500 nitz. Selama menggunakan HP ini, tidak ada keluhan yang berarti dari layarnya. Responsivitasnya juga cepat baik itu untuk main game atau waktu saya coba menggunakan real drum. Feel nge-swip layarnya juga terasa satisfying banget ya. Karena memang nge-swap layar melengkung dengan layar datar itu punya experience yang berbeda gitu loh. Untuk layar saya enggak punya komplain ya. Lanjut ke performa. HP ini pakai SOC baru dari Mediatchek yaitu Dem City 7400. SOC ini cukup ngebut terbukti dia bisa mendapatkan angka-angka yang cukup impresif di beberapa aplikasi benchmark. Untuk Anutu dia dapat skor sekitar R70.000-an. Lalu untuk Geekbench performa single core-nya ada di 1033 dan performa multiore-nya ada di 2.980. Dan untuk stability-nya, Sosi di HP ini cukup stabil dengan tingkat stabilitas sampai 96%. Artinya sistem pendinginan di HP ini bekerja cukup optimal. Buat yang belum tahu, Dimens City 7400 ini versi upgrade dari Dimensity 7.300 dengan beberapa peningkatan, yaitu clock speed yang lebih tinggi 100 MHz dibandingkan di Mens City 7.300. selebihnya kedua SOC ini nyaris identik. Experience buat main game di HP ini juga nyaman menurut saya. game-game menengah bisa berjalan dengan sangat lancar seperti Smash Legend sampai Garena Delta Force ya. Nah, experience game-nya juga semakin nyaman karena dia punya setup dual speaker Dolby Atmos. Untuk penggunaan casual sehari-hari saya juga tidak menemukan kendala. Semua berjalan sebagaimana mestinya. HP ini punya RAM berukuran 12 GB dan kita bisa extend sampai 24 GB lagi memanfaatkan virtual RAM. Untuk storagenya sendiri berukuran 256 GB berjenis UFS 2.2 yang punya kecepatan baca di 467 MB/ dan kecepatan tulis di 603 MB/s. Kalau melihat kecepatannya, kemungkinan besar storage di HP ini tuh pakai versi UFS 3.1 ya, karena ini termasuk cepat loh. Dan kalau kalian merasa 256 GB-nya kurang besar, kalian bisa menambahkan storage menggunakan micr SD karena di dalam slot SIM tray-nya terdapat sebuah slot micro SD berjenis hybrid, artinya menyatu dengan slot SIM 2. Untuk konektivitas, selain dia bisa menggunakan jaringan 5G, ada juga Wii 6, Bluetooth 5.4 dan tentunya ada NFC yang mana fitur ini menurut saya sangat krusial digunakan di Indonesia, terutama untuk mereka yang rutin menggunakan imani atau Flash. Untuk jack audio tentu saja tidak akan kita temukan di HP ini. Menurut saya set dual speaker di HP ini bagus, suaranya nyaring dan cukup kencang. Kelar tiny-nya bagus, suaranya jernih, ngcering, tapi frekuensi low-nya masih terasa. Jadi masih kedengaran ada bass-nya gitu loh. Intinya saya suka sama kualitas dual speaker di HP ini. Untuk keamanan tentu saja ada sebuah fingerprint yang tertanam di dalam layar dan performanya surprisingly cukup cepat. Sebenarnya HP ini punya dua versi yaitu versi global dan versi India. Untuk versi global baterainya berukuran 5.200 mAh. Sementara untuk versi India baterainya berukuran 5.500 mAh. Dan karena yang masuk ke Indonesia adalah versi India, maka baterai di HP ini berukuran 5.500 mAh dengan dukungan fast charging 68 watt yang kebetulan chargernya sudah ada di dalam paket penjualan. Untuk ukuran 5.500 mAh menurut saya adalah ukuran ideal ya. Untungnya daya tahan baterai di HP ini cukup awet. Dalam kondisi baterai penuh dia masih bisa mengakomodasi penggunaan kita seharian. Dan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai dari 5 sampai 100% ditempuh dalam waktu 1 jam lebih sedikit. Untuk software HP ini secara out of the box sudah menggunakan Android 15 dengan tampilan MyU khas Motorola yang secara visual terlihat mirip dengan Android stock. Dan saya yakin pasti banyak dari kalian yang suka karena terlihat clean, enteng terus enggak banyak broatware gitu ya. Pokoknya enaklah. Soal fitur UI buatan motor lain juga cukup banyak ya. Ada moto AI buat macam-macamin hal yang berhubungan dengan AI. Terus ada double tap di bagian belakang buat ngasih perintah ke smartphone. Ada juga sidebar buat akses cepat aplikasi favorit kita. Terus ada smart connect buat mengghubungin si HP ke PC dan TV. Terus ada voice assistant Gemini. Dan buat keamanan, HP ini juga punya yang namanya Think Shield for mobile dari Motorola yang bikin data kalian akan tetap secure. Tapi satu hal lagi yang paling penting dari software sebuah smartphone adalah jaminan terhadap update. Di mana untuk kali ini Motorola janji janji loh HP ini akan dapat update OS Android sebanyak tiga kali. Jadi kalau kita hitung ke depan gitu, setidaknya HP ini akan dapat update sampai Android 18 nanti. Nah untuk security update-nya sendiri juga dapat jaminan sampai 4 tahun. Percaya atau enggak, soal jaminan update ini mahal di sebuah smartphone karena enggak semua HP dengan range harga yang sama ngasih hal seperti yang Motorola lakukan. Lanjut ke kamera. HP ini punya dua buah kamera di bagian belakang yang masing-masing beresolusi 50 megapel dengan sensor Sony Litia 700C dan tentu sudah punya YS atau optical image stabilization. Sementara kamera keduanya adalah kamera 13 megapel, kamera ultra wide ya tentunya. Dan satu lagi sensor yang terlihat seperti kamera ini adalah flicker sensor. Dari beberapa foto yang saya tangkap, hasil foto dari kamera utamanya menurut saya cukup oke ya. Warnanya cukup bagus. Detila juga masih bisa ditangkap dengan cukup banyak. Autofokusnya cepat dan responsif. Ini kepakai banget kalau kita suka teknik point and shoot atau hobi moto objek-objek yang bergerak gitu. Untuk foto lelight-nya juga menurut saya lumayan dengan mode malamnya. Noise-nya bisa ditekan dengan cukup baik. Fotonya jadi lebih terlihat cukup tajam dengan dynamic range yang juga bekerja dengan cukup baik. Untuk les ultrawide-nya beresolusi 13 megapel. Secara fungsi sudah pasti kamera ini bisa berfungsi dengan cukup baik. Kita bisa mengambil foto dengan sudut pandang yang lebih lebar sampai 120 derajat. Detailnya juga cukup oke. Dan yang kerasa mahal dari lensa ultrawide-nya adalah lensa ini autofokus karena jarang banget ya ada HP midrange di range harga segini. punya lensa ultra wide tapi lensanya autofokus dan handphone ini punya itu. Sedangkan untuk kamera depannya beresolusi 32 megapikel yang bisa nangkap foto selfie yang cukup bagus menurut saya detailnya oke, warnanya juga masih terjaga dan yang paling penting adalah skin tone-nya cukup akurat ya. Muka saya tidak terlihat pucat atau kelihatan terlalu kemerah-merahan gitu. Ini adalah hasil perekaman video dari kamera depan Motorola H60 Fusion di mana dia bisa merekam video hingga resolusi 4K di 30 fps. Sebuah resolusi yang cukup tinggi untuk sebuah handphone midrage karena tentu saja jarang kita temukan HP di range harga yang sama punya kemampuan perekaman video di kamar depan beresolusi 4K. Untuk kualitasnya seperti yang kalian lihat dan saya tidak merasa videonya terlalu berguncang. Jadi untuk nge-vlog dia masih oke, masih aman aja gitu menurut saya. Sedangkan ini adalah sampel perekaman video dari kamera belakang di lensa utama yang mana dia bisa merekam video di resolusi 4K TL FPS. Untuk kualitasnya seperti kalian lihat sekarang menurut saya lumayan bagus. Untuk kualitas suaranya juga seperti yang kalian dengarkan sekarang. Tapi yang pasti HP ini bisa merekam video 4K which is nice. Anjay. Tapi bukan itu yang paling penting dan paling keren daripada kamera belakang atau kemampuan kamera di belakang untuk merekam video. Yang paling keren adalah ini. Yang paling keren dari kamera belakang atau kemampuan kamera belakang dalam merekam video adalah kemampuan lens ultrawide-nya untuk merekam video di resolusi 4K 30ps. Menurut saya ini sangat mahal karena di Race harga segini kayaknya enggak nemu ada handphone yang bisa merekam 4K di lensa ultrawide-nya yang mana ini keren banget menurut saya ini kepakai banget kalau kalian pengin banget nge-vlog seperti saya sekarang walaupun agak repot karena harus pakai kamera belakang tapi yang pasti bisa merekam 4K di lancea ultrawide-nya lazimnya hanya bisa dilakukan oleh sebuah flagship dan HP ini yang notabandnya bukan flagship tapi dia mampu melakukannya jadi empat jempol buat Motorola keren. Kesimpulannya menurut saya HP ini cantik banget dan terasa lebih premium karena dibuat oleh Motorola. Untuk sebuah smartphone dengan harga R5 jutaan, ada beberapa hal yang saya suka banget ya. Pertama adalah desainnya yang sumpah ini tuh cakep banget menurut saya. Build quality-nya juga terasa lebih mahal dibandingkan HP-HP dari Tiongkok dengan harga yang sama ya. Terus secara durability juga dia oke, dia punya sertifikasi militer, dia juga punya sertifikasi IP68 dan IP69. Terus layarnya juga jernih dengan PO LED atau plastic OLED. Resolusinya juga tinggi, refresh rate juga 120 Hz dan performanya juga menurut saya lumayan oke dengan dimensity 7.400. Untuk baterainya juga lumayan awet karena dia masih bisa bertahan seharian untuk penggunaan casual. Dan yang paling penting adalah dukungan update software yang lama banget menurut saya dan enggak semua brand bisa ngelakuinnya. Overall saya suka sama HP ini. Saya merasa Motorola kembali berasa meracik sebuah smartphone yang komplit dan nyaman buat digunakan. Dan tentunya bisa diandalkan untuk ngapain aja. Dua jemput Motorola.

Lihat di YouTube