Jungkat

Motorola NGEGAS, NGAMUK di HP Harga 4 Jutaan ! MOTO G86 POWER (YouTube Video)

  • 08/08/2025

Hai Andika, Guys. Di sini kenalin ini adalah Motorola G86 Power 5G. Gila ya, Motorola setelah kemarin ngeluarin beberapa line up, comeback-nya itu enggak nanggung-nanggung. Niat hampir semua line up-nya dibawa. Comeback-nya Motorola ini mirip-mirip PSG lah. PSG pas ditinggal sama Mbappe dikiranya bakal nyungsep, ternyata malah mimpin klasemen dan beberapa kali juara. Motorola juga gitu. Awal-awal mereka comeback dengan mengeluarkan Motorola G45 5G yang sebenarnya enggak jelek sih, apalagi di kelas harga R jutaan tapi kayak kurang greget gitu terutama di chipsetnya. Tapi makin ke sini mereka ngeluarin jurus-jurusnya nih. Kayak kemarin ngeluarin Motorola H60 Pro dan juga 60 Fusion yang juga sempat bikin brand lain ketar-ketir. Nah, sekarang mereka ngeluarin harga yang lebih terjangkau dibanding 60 Pro dan juga 60 Fusion dengan chipset yang sama dengan 60 Fusion Damen City 7.400. Jadi kenalin ini adalah Motorola G86 Power 5G sesuai dengan namanya Power. Jadi baterainya ini gede banget 6000 mamp lebih. Performanya mantap dan fiturnya juga gak kaleng-kaleng. Tapi apakah jurus ini bakal bawa Motorola juara di pasar Indonesia kayak PSG? Yuk, kita bahas. Desain bagian belakangnya masih mirip-mirip ya kalau kita lihat. Sama kayak Moto H60 series sama G45 5G juga mirip. Bingkai kameranya sama, peletakan logonya pun sama, enggak ada bedanya. Bedanya cuma dari tekstur back cover-nya aja. Banyak sih 3D vegan leader. Teksturnya itu berasa kayak kain celana levis gitu. Jadi kasar-kasar menyenangkan. Dan karena dia gak glossy, jadi back covernya ini gak gampang nempel fingerprint. Varian warna dari G86 Power ini cakep-cakep. Tapi kebanyakan warnanya sih kayak warna cewek ya. Dan fun fact warna case bawaan di boknya ini plek kayak warna HP-nya. Contohnya kalau yang di saya ini warnanya ungu, casing-nya juga warna ungu. Jadi enggak asal ngasih casing transparan yang kerasa murah gitu. ini pun juga mahal dan permukaannya juga mid-mid gitu. Terus persamaannya dengan Motorola 60 Fusion, dia juga udah punya double IP rating 68 dan 69 plus dia juga udah punya standar military grid. J kalau misalkan jatuh di keramik enggak sengaja, ya paling enggak enggak usah terlalu khawatir berlebihan lah, enggak usah overthinking. Perbedaan di bagian body dari H60 series ada di bagian depannya. Kalau di H60 series dia curve, sedangkan di Motorola G86 Power ini dia flat. Layar HP ini terbagi jadi dua ya, sama kayak bumi datar sama bumi bulat. Nah, kalau saya pribadi saya sukanya yang flat kayak gini. Saya enggak terlalu suka curve. Entah kenapa ya dari dulu enggak suka aja. Selain itu dari segi bobot dia juga lebih tebal dan juga lebih berat. Tebalnya itu ada di sekitar 8,65 mili dan bobotnya enggak sampai 200 gr sih, 198 gr. Tapi dia punya baterai yang badak banget 6.720 mAm. Jadi karena baterainya hampir 7.000 R tebal segini sebenarnya masih tipis dan masih enteng juga. Bisa dibilang ini salah satu HP dengan baterai paling badak di kelas harga 4 jutaan. Baterai gede ini bukan cuma angka ya, tapi secara fakta pas kita buktikan untuk tes beberapa game kayak PUBG 30 menit dia berkurang cuma 7%, Mobile Legends 30 menit berkurang 6% dan Gensin Impact 30 menit berkurang 8%. Biasanya lain game sini itu sekitar 12% lah. Wooering wave 30 menit 10% dan record video 4K 60 fps 30 menit berkurangnya 9%. Kita juga sempat tes pakai baterai PC Mark yang berarti dia digunakan disimulasikan untuk kegiatan sehari-hari dan hasilnya juga lumayan awet. Tapi sayangnya baterai yang sebadak ini hampir 7.000 mAmz tidak diimbangi dengan fast charging yang menurut saya kencang. dia cuma ada di 33 watt dan untuk ngecas baterai sebadak ini 0 ke 100% dia butuh waktu 1 jam 43 menit. Ya udah lumayan kencang sih ya tapi kalau misalkan dikasih 45 watt w bakalan lebih kencang lagi. Lanjut kita bahas untuk dapur pacunya. Ini menarik nih karena chipsetnya itu sama dengan Motorola 60 Fusion yang harganya lebih mahal di R jutaan. ini R jutaan pakai chipset yang sama di City 7.400. Cset yang udah cukup powerful lah apalagi kalau dimasukkan ke kelas HP R jutaan. Si chipset ini ditemani dengan RAM 8 GB LPDDR 4X dan storage-nya 256 GB UFS 2.2 yang pas kita tes di Anto, skornya itu hampir Rp700.000, Rp688.000 dan kalau misalkan pakai cooling nambah tapi enggak signifikan lah dengan R93.000. Geigband 6, single core, multiore, kalian bisa cek di sini. Dan untuk GPU-nya skornya sekitar 3.000-an. Nah, dengan UFS 2.2-nya tadi ketika kita tes storage-nya itu speed-nya read-nya itu di hampir 1000 Mbps dan wet-nya di 841 Mbps. Lanjut, sekarang kita coba tes stability-nya gimana tuningannya dimensity 7400 di HP ini dan hasilnya di 3D Mark white stress test yang berarti di loop sebanyak 20 kali ya. Dia skornya itu 99,3%. Terus wif extreme 99,7%, steel nomad juga 99,3% yang artinya secara cooling bagus karena enggak ada throttle untuk GPU-nya. Lanjut kita coba untuk main game game yang tipis-tipis dulu. Mobile Legends. Dan untuk settingannya dia dapat frame rate super grafiknya ultra. Average FPS di 87-an. Drop-dropnya di angka 82 FPS. Jadi masih aman. PUBG sayangnya belum kebuka 120 fps ya. Tapi nanti pasti kebuk lah kalau misalkan ada software update. Dan untuk average-nya di 57 fps aman-aman aja. Lanjut kita coba ke Genensin Impact dengan settingan lowest 60 fps-nya aktif. Aage FPS dapat di 45 maksimum bisa tembus 60. Drop-dropnya cuma di 41 fps. Wering wave. Nah, ini game yang katanya, "Bang, enggak usah gensin, Bang. Wering wave aja karena lebih berat." Oke, kita turutin dan watering wave di grafik ultra performance resolusi low itu dia dapat average di 41. Maksimumnya bisa 60 tapi drop-dopnya kadang bisa sampai 25 fps di bawah 30 fps. Nah, sekarang kita coba lihat untuk suhunya setelah kita coba main Gensin Impact setengah jam dan juga watering wave setengah jam. Dan hasilnya lumayan dingin loh ya karena suhu permukaannya bagian depan itu enggak nyampai 42 derajat Celcius. Bagian belakang juga enggak nyampai 42 derajat celcius. Selain dari sisi performa yang mirip-mirip sama 60 Fusion, HP ini layarnya juga mirip loh spesifikasinya dengan Motorola 60 Fusion. Bedanya di screen to body ratio. Jadi di beel G86 ini emang lebih tebal dikit. Tapi kalau untuk color akurasinya di harga R jutaan masih cukup oke dengan mode natural sRGB-nya itu di 93,1%. Kalau misalkan kalian pengin yang sb-nya gede banget bisa pakai mode Vivit dengan sRGB 140%, P3-nya 100%. Kalau di mode radian sRGB-nya di 99,4%, P3-nya 96%. Dan untuk tipical brightness nit di ketiga mode hampir mirip-miriplah di kisaran hampir 500 nit yang artinya itu juga udah lumayan terang. Jadi kalau odor aman aja. Oh ya, layar dari Motorola G86 Power 5G ini juga udah support sama wet touch yang artinya kalau misalkan hujan atau tangan kita lagi basah habis makan masakan padang terus kita gerakin gitu itu masih bisa responsif. Kameranya bahkan juga mirip sama Motorola 60 Fusion ya. Ini enggak kanibal ke Motorola 60 series nih jadinya nih. Karena kameranya dia pakai Sony Lia 600 yang resolusinya 50 megapel. Ada O-nya juga. Selain itu di harga R jutaan dia juga udah ada ultra wide terus flicker sensor. Kalau untuk selfie kameranya sih di 32 megapel. Di galeri eh dia enggak punya galeri ya. Di foto bawaannya Google ada AI yang cukup membantu kalau misalkan kita jepret-jepret itu bisa effortless. Apa aja langsung kita tes di luar aja. Oke, ini adalah kualitas kamera depan dari Motorola G86 Power 5G. Kita coba lihat dynamic range-nya. Hmm, masih ada tapi w blown out ya antara langit sama temboknya kayak hilang. Kalau misalnya saya touch bisa di-touch tapi dynamicnya masih agak kurang dan kalau digunain untuk jalan uh stabil ya. Padahal belum 60 fps ya. Dan untuk kamera depannya ini videonya dia 4K 30 fps. Tapi kalau misalkan kita turunin ke full HD enggak ada opsi untuk 60 fps. Jadi stuck di 30 fps. Terus kalau untuk motion blur enggak terlalu terlihat ya walaupun 30 fps. Aman aja. Aduh sudah mulai pusing. Nah sekarang kita coba untuk jalan di lorong ini. Kita coba lihat efeknya di bagian tembok sini tuh. Enggak terlalu yang starter dan enggak gempa. Ini padahal saya pegang dengan satu tangan aja. Oke, sekarang kita coba untuk kamera belakangnya. Ini resolusi 4K 30 fps dan dia bisa wi ke main kamera. Sayangnya langsung tab gitu ya, enggak ada animasinya kayak gini. Nah, kalau ini kan karena main kameranya ya di digital zoom jadi bisa. Tapi kalau pindah lensanya itu langsung yang putus gituak ada transisinya. Tapi kalau untuk kualitasnya coba ini ultrawide ke kucing. Bubu bubu kali. Weh, cakep ya. Ini dua kali. Wah. Sekarang kita coba untuk autofokusnya di ultrawide. Entar aman. Dan kalau misal digunain untuk jalan ultrawide-nya kira-kira seperti ini. Terus kita coba untuk rotary shot di sini. Sets. Hmm. Ultrawide-nya sih agak-agak kalau dibandingin dengan min-nya ya, detailnya agak berkurang sih emang ya. Tapi kalau dilihat sih enggak terlalu terlihat gimana. Terus kalau untuk kestabilannya kira-kira seperti ini kalau digunain untuk jalan tuh autofokus juga aman. Dami rins. Nah, harusnya tadi kayak gini nih yang pas kita coba selfie ya. Harusnya langitnya terpisah dengan tembok. Cuman kalau untuk autofokus dari sini pindah ke sini apakah aman? Set. Wih, aman banget sih. Enggak ada masalah. Aman. Dan untuk detail coba kita mainan bubu aja. Bubu. Nah, ini detailnya nih. Wah, Nah, perbedaan dari Motorola 60 Fusion dan juga G86 Power 5G ini di fitur AI sih. Karena di G86 ini fitur AI-nya enggak sebanyak di 60 series. Fitur AI-nya ini cuma ada di galeri atau Google aja. Muto AI kayak di 60 series enggak ada. Fiturnya ada AI enhancer buat nge-enhance foto biar lebih bagus. Cuma dengan sekali klik ada putra light, ada AI blur dan unblur, dan ada magic earis-nya juga. Mumpung lagi ngomongin fitur, fitur yang paling saya suka dari Motorola ini udah saya sebutin di G45 review, di 60 review. Apa itu Smart Connect? Sesuai dengan namanya smart banget. Fitur ini bahkan bisa kita buat cheating ya, tapi bukan cheating yang aneh-aneh. Jadi cheatingnya semisal kita streaming di aplikasi berbayar lewat Moto G86 Power dan kita pengin display-nya jadi lebih besar, kita bisa tampilin display streaming-nya ke laptop ya. Kita bisa nonton dengan layar yang lebih gede tanpa harus bayar lebih. Karena kan Netflix itu kalau misalkan kita harus bayar yang paket TV lumayan ya ini enggak usah. Ini tinggal di screen cas TV aja udah beres. Waktu kalian lagi streaming di laptop, kalian juga bisa ngoperasiin HP-nya juga lewat laptop ya. Mungkin sambil streaming bisa pesan GoFood biar makin nyaman. Dan enggak cuma itu, dengan smart connect-nya kalau misalkan laptop kalian harganya Rp3 jutaan yang webcam-nya itu benar-benar kayak resolusi VGA, tinggal pakai si HP-nya ini aja buat webcam. Dia juga bisa jadi emulator. Bah emang Smart Connect ini harusnya masuk ke seri flagship aja sih, enggak ke entry. Tapi Motorola enggak pelit dimasukin ke seri entry dan juga mid range. Selain soat connect, seperti biasa ada motos secure juga yang bisa buat ngekunci aplikasi penting kayak mbanking, bubble, dan Mi Mi Mio. Audionya juga udah stereo plus udah support sama Dolby Atmos. Jadi kalau kalian pengen nonton konten Netflix yang udah support Dolby Atmos, rasanya kayak punya bioskop yang ukurannya 6 inch. Konektivitasnya dia pakai WiF 6, bluetooth-nya 5.4 dan karena diamond City 7.400 jadi dia udah support sama 5G. Fitur lain kayak sensor-sensor lengkap, fingerprint under display ada, NFC ada, terus gyrocelerometer, proximity, dan kompas juga ada. Aman. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Motorola G86 Power 5G. Kepentok ya, tapi aman, standar militer. Dan untuk harganya di R juta berapa? Apakah R juta gede? Enggak ya. Ini harganya Rp4.399.000 untuk varian yang 8256. Ini kata Motorola bakalan eksklusif di Shopee. Jadi untuk link pembeliannya nanti saya taruh di kolom deskripsi lah kalau misalkan kalian pengen lihat-lihat dulu online. Dan di kelas harganya yang Rp4 juta kecil apakah dia worth it? Hmm, kelebihannya sih jelas ya. Baterainya badak banget hampir 7.000 mamp terus desainnya cakep. Udah military grade, terus pakai vegan leader. Layarnya flat buat yang enggak suka curve di Motorola 60 series. Prosesornya juga kencang di kelas harganya. Kamera juga bukan asal ada, tapi juga dikasih yang 50 megapel Oce ada ultrawide-nya juga. Terus walaupun AI-nya memang enggak sebanyak motor 60 series, tapi ada AI yang ngebantu buat foto biar lebih bagus dan effortless aja mutonya. Tapi ya dia bukan HP yang sempurna ya. Pertama storage-nya untuk harga segitu kita cuma dapat yang 128 bukan 256. Dan fast charging-nya untuk baterai yang segede itu tadi cuma 33 watt. Dan saran saya buat Motorola ke depan mungkin kalau yang baterai gede-gede gitu bisa dikasih fitur reverse charging ya. Jadi dia bisa jadi power bank untuk nge-chas HP yang lain atau ya device yang lain. Tapi overall HP ini di harga R jutaan sih pilihan yang paling smart buat kalian. Terutama buat kalian pecinta Google Pixel atau OS-OS yang clean, ggak ada bloodware, simpel kayak Google Pixel tapi punya fitur yang banyak banget kayak Smart Connect dan juga moto gesternya tuh. Saya dikasa and see you on the next video.

Lihat di YouTube