MRT Phase 3: Your Future Property Investment #PropertyInsight (YouTube Video)
hai Property People, selamat datang di program Property Insight Di episode ini kita akan membahas mengenai satu projek infrastruktur luar biasa yang ada di Indonesia, yaitu MRT fase ketiga! Untuk fase ketiga ini rencana pembangunannya di tahun 2024, dan akan menjangkau tiga provinsi, yaitu Provinsi Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat. MRT fase ketiga ini akan terbentang sepanjang 84 kilometer dan melewati 49 stasiun Adanya MRT fase ketiga ini diharapkan dapat memfasilitasi mobilitas dari orang-orang yang tinggal di wilayah sekitar stasiun tersebut Dengan terbangunnya infrastruktur yang lebih baik tentunya memberikan dampak positif terhadap sektor properti. Dilansir dari artikel di Rumah123, dari tahun 2019 hingga sekarang terbukti bahwa MRT Jakarta memberi nilai lebih terhadap properti yang ada di wilayah sekitar beroperasinya MRT, baik itu properti residensial maupun komersial. Bagi para pembeli rumah, aksesibilitas merupakan faktor yang amat penting dalam memutuskan membeli rumah. Dan dari sisi investor, Ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk berinvestasi di lokasi yang dilewati fase ketiga ini. Pengembangan MRT Jakarta koridor Timur-Barat diharapkan menambah nilai untuk wilayah sekitar. Juga ke depannya akan berdampak kepada peningkatan harga properti yang signifikan karena kemudahan aksesibilitas untuk wilayah sekitarnya. Menurut MRT Jakarta, Koridor ini akan beroperasi di tahun 2031. Property People, sekarang mari kita bahas mengenai proyek MRT ini. Saat ini, MRT fase pertama Koridor Utara-Selatan telah beroperasi sejak awal tahun 2019. Fase ini menghubungkan Lebak Bulus dengan Bundaran HI. Dan kedepannya koridor ini akan menghubungkan Lebak Bulus dengan Ancol. MRT Koridor Utara-Selatan yaitu fase 2A akan menghubungkan Bundaran HI dengan Kota, yang sekarang masih dalam pembangunan dan diproyeksikan beroperasi di tahun 2027 mendatang. Sedangkan fase 2B yang menghubungkan Kota dengan Ancol Barat sekarang ini masih dalam studi kelayakan, dan koridor Utara-Selatan akan beroperasi penuh di tahun 2032. Property People, untuk melihat potensi pertumbuhan harga yang terdampak dari pembangunan koridor Timur-Barat, 99 Group mencatatkan beberapa area yang jaraknya dekat dengan MRT fase pertama Yang menghubungkan Lebak Bulus dengan Bundaran HI sebagai perbandingannya. Ternyata secara tahun ke tahun, di kuarter pertama 2019 area berikut ini mengalami kenaikan harga yang signifikan. Dan berdasarkan data 99 Group, Kebayoran Baru dan Cilandak masuk ke dalam daftar 10 teratas untuk listing enquiries di Jakarta Selatan selama satu tahun penuh di 2022. Cilandak menempati peringkat keempat dan Kebayoran Baru berada di peringkat kedelapan. Maka dari itu, tidak perlu meragu untuk berinvestasi di Cilandak dan Kebayoran Baru karena permintaan rumah di area tersebut masih tinggi. Data 99 Group berikut ini mencatatkan pertumbuhan harga yang terjadi di wilayah Jakarta Selatan selama empat tahun, tepatnya di awal 2018 yaitu MRT mulai beroperasi sampai dengan 2022 saat MRT masih beroperasi. Dari grafik ini, kita bisa mengetahui bahwa terjadi naik turunnya pertumbuhan dalam waktu empat tahun tersebut. Kenaikan yang terjadi secara konsisten yaitu di Mampang Prapatan dan Kebayoran Lama. Kenaikan yang konsisten ini menjadi alasan mengapa Mampang Prapatan dan Kebayoran Lama cocok untuk investasi properti jangka panjang. Sementara itu, pertumbuhan yang naik secara signifikan terjadi di Cilandak dan Kebayoran Baru selama periode satu tahun dari 2018-2019, namun ada penurunan di tahun 2020 dan 2021. Meskipun begitu di Cilandak sempat ada kenaikan lagi di tahun 2022. Dengan ketidakstabilan harga tersebut, area Cilandak dan Kebayoran Baru lebih cocok untuk investasi properti jangka pendek. Property People, seperti yang telah dijelaskan oleh data kami di episode sebelumnya bahwa sektor properti akan tetap bertahan berhadapan dengan kondisi ekonomi global saat ini. Maka dengan menonton program ini, akan bermanfaat bagi anda dalam memilih lokasi yang tepat untuk berinvestasi. Pada umumnya, ada beberapa wilayah tertentu yang mungkin akan diuntungkan secara langsung dengan adanya pembangunan MRT. Stasiun MRT rencananya akan dibangun di wilayah-wilayah berikut ini. Pada bagian barat Jakarta, rute MRT akan melewati Balaraja, Tigaraksa, Cikupa, Curug, Kelapa Dua, Pinang, dan Karang Tengah. Berdasarkan data 99 Group, kami telah merangkum permintaan rumah di bagian barat Jakarta. Dan diketahui bahwa permintaan tersebut terkonsentrasi pada wilayah Gading Serpong dengan persentase 26,4% diikuti dengan BSD 25,5% dan Alam Sutera 11,4%. Nampaknya minat masyarakat masih terfokus di lokasi yang dekat dengan DKI Jakarta yang memiliki fasilitas dan transportasi yang komprehensif. Dan untuk mengetahui harga properti yang terupdate, kami dengan bangga mempersembahkan fitur andalan kami yaitu “Cek Harga Properti” di mana anda dapat mengecek estimasi harga properti di wilayah yang anda pilih sendiri. Hanya dengan satu klik saja di website Rumah123.com/cekhargaproperti . Dan dengan menggunakan fitur tersebut, kita dapat melihat wilayah yang menunjukkan pertumbuhan harga yang signifikan dalam waktu tiga bulan dengan persentase 222% terjadi di Tigaraksa. Dengan adanya rencana pembangunan MRT di bagian barat Jakarta, akan meningkatkan aksesibilitas bagi orang-orang dari dan menuju pusat kota. Oleh karena itu, popularitas dan permintaan rumah pada wilayah ini sangat berpotensi meningkat secara signifikan. Dan juga, meningkatnya pertumbuhan harga pada properti di area ini adalah waktu yang tepat bagi anda untuk memutuskan lokasi mana yang anda pilih untuk investasi properti di bagian barat Jakarta. Sementara itu di bagian timur Jakarta, rute MRT akan melewati beberapa area seperti Medan Satria, Bekasi Utara, Tambun Utara, Tambun Selatan, Cibitung, Cikarang Barat dan Cikarang Utara. Dan dengan menggunakan fitur “cek harga properti”, hasilnya menunjukkan bahwa terdapat tiga area yang mengalami kenaikan harga hingga 20%, terhitung dari Oktober 2022 sampai dengan Maret 2023. Berbicara mengenai popularitas di tahun 2022, area spesifik di Bekasi yang paling populer adalah masih di wilayah Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Medan Satria, Tambun Selatan dan Pondok Gede. Area tersebut berdekatan dengan Jakarta dan memiliki pembangunan berskala besar, contohnya Summarecon Bekasi dan Grand Wisata Bekasi. Property People, dengan adanya rencana pembangunan MRT, area yang belum tersentuh tersebut akan berpotensi besar di masa depan, dikarenakan aksesibilitas yang lebih baik serta lebih dekat ke Jakarta. Ini merupakan alasan akan terbentuknya segmentasi pasar baru dari orang-orang yang mempunyai rutinitas ke SCBD, dan juga ini berpotensi untuk pembangunan perumahan maupun komersial. Mengenai harga, seperti yang bisa dilihat bahwa secara tahun ke tahun peningkatan harga rumah seken di area yang akan didukung oleh MRT adalah dalam kisaran 0,8% hingga 21%. Walaupun begitu, kita juga mengharapkan pertumbuhan yang lebih luas terjadi pada harga perumahan selama pembangunan stasiun MRT dan juga saat mulai beroperasi. Berdasarkan data 99 Group, rata-rata harga di Cibitung dan Tambun masih lebih rendah dibandingkan dengan area lain yang lebih berkembang seperti Bekasi Utara dan Medan Satria, dan ini mengindikasikan potensi investasi yang menargetkan potensi keuntungan modal yang maksimal di masa depan dengan adanya MRT. Pengembangan infrastruktur lainnya adalah perluasan jalan tol Jakarta - Cikampek 2. Perluasan ini akan mengakomodasi wilayah timur, kota, dan kabupaten Bekasi. Dan ini akan berpengaruh kepada meningkatnya aksesibilitas untuk aktivitas industrial dan juga logistik. Selain pembangunan MRT, Kereta Cepat Jakarta-Bandung juga akan dikembangkan lebih luas ke wilayah timur yang akan menghubungkan Jakarta - Bandung. Dengan total jarak 142,3 kilometer dan terdiri dari 4 stasiun transit yang berlokasi di Halim, Karawang, Padalarang dan Tegalluar. Transit Oriented Development atau TOD juga akan diaplikasikan di dalam stasiun transit. Keempat stasiun tersebut adalah Superblock Halim, Kotawana, Walini Raya dan Talaga Luar. Masing-masing TOD akan digunakan secara serbaguna, dan meliputi pembangunan komersial, perumahan, logistik dan rekreasi seperti pusat pertemuan, area komersial, perkantoran dan bisnis perhotelan. Stasiun Kotawana dan Talaga Luar juga akan memiliki properti residensial dan fasilitas pendukung lainnya seperti, kampung kreatif, museum budaya, rumah sakit dan sekolah. Maka dari itu ini adalah kesempatan emas anda untuk berinvestasi properti, karena banyak sekali peluang, yaitu permintaan akan terus meningkat setiap harinya, banyaknya pengembangan infrastruktur yang memadai, pertumbuhan harga di area yang berpotensi, terutama di beberapa area yang akan diproyeksikan untuk tahap MRT selanjutnya. Dan jangan lupa bahwa ada kami di sini memberikan data dan informasi yang akurat untuk investasi properti anda. Property People, riset dan informasi adalah kunci dari investasi. Temukan informasi yang mendalam tentang bisnis properti yang akurat dan tepercaya hanya di Rumah123. Saya Karina Basrewan, inilah Property Insight dan sampai jumpa di episode selanjutnya!
