Muat Banyak, Bebas GaGe, Jarak Tempuh Jauh, Ini Alasan BYD M6 Laku Keras (YouTube Video)
Halo teman-teman, selamat datang di channel Great Auto BYD M6. Ini adalah salah satu mobil yang spesial yang ada di Indonesia saat ini. Di antara banyak EV yang beredar di jalanan. Ada misalnya kayak Wooling RV yang e city car kecil atau mungkin misalnya e BYD3 atau Omoda E5 yang SUV gitu ya. Ini adalah MPV teman-teman ya. Benar bahwa ada juga MPV lain kayak misalnya Denza D9 atau Aletra gitu ya. Tapi M6 itu secara penjualan bagus pakai banget dia laku dan kesukaan masyarakat terhadap BYD M6 itu bukannya tanpa alasan. Ada beberapa kelebihan yang e kami perlu infokan ke teman-teman. Misalnya misalnya dia akomodasinya itu e sangat leluasa, lalu kemudian fiturnya pun juga berlimpah. Dan ada hal lain yang buat saya bagi teman-teman yang sedang mencari MPV listrik terutama lalu kemudian e mementingkan value yang tinggi dari semua yang ada di dia gitu. Ini adalah mobil yang perlu dipertimbangkan. Sekarang saya pengen ulas kira-kira apa aja sih kelebihan dan kekurangan dari BYDM M6 ini ulasannya. [Musik] Kelebihan pertama adalah gage, Teman-teman. Ganjel genap. Jadi ya sesuai fitrahnya dia sebagai mobil listrik yang kebetulan punya skema kebijakan yang sangat mendukung dia di Indonesia e saat ini. Jadi kalau di Jakarta di beberapa jam gitu ya, itu kan ada ganjil genap kan. Dan kalau mobil listrik dengan e plat biru seperti ini, ini enggak masalah tuh mau pas lagi tanggal ganjil atau genap gitu ya. itu enggak masalah buat dia. Dan buat ee teman-teman mungkin salah satunya yang memang bermobilitas sangat e tinggi di perkotaan dan ngelewatin rute yang terdampak ganjil genap ya BYD M6 sebagai mobil listrik itu enggak masalah. Jadi itu hal pertama dari ke e lebihannya BYD M6 bebas ganjil genap. Dan teman-teman, sekarang saya pengin ngebahas akomodasi dan itu merupakan kelebihan berikutnya. Jadi, eh M6 itu panjangnya 4.710 mm. Buat bayangan teman-teman, Avanza salah satu mobil yang paling populer di Indonesia itu sekitar 4,4 m. Sebenarnya ini lebih dekat dengan dimensinya Innova Zenix 4.75 mm. Jadi ee kita bisa percaya bahwa secara akomodasi baik ee light room maupun headroom gitu ya mestinya bagus dan kenyataannya teman-teman bagus banget nih. Ini sliding tentu ya ini yang paling mundur. Lalu kemudian ini yang paling dekat. Yang kalau paling dekat gitu ya udah enggak nyaman lah ya. Ini tiga jari gitu misalnya 3 du jari gitu ya. Sementara kalau yang paling mundur udah lebih dari 10 jari. Artinya ini sangat leluasa, enggak hanya sliding, tapi juga reclining. Ini yang paling rebah. Memang enggak terlalu rebah ya, jadi ini cukupan aja. Tapi pun ini udah bisa ngebuat penumpang rileks dan ee headro-nya cukup enggak yang terlalu tinggi karena memang posisi duduknya itu dibuat agak tinggi. Dan ini pun juga ee buat saya lumayan oke karena kalau terlalu rendah ee akan lebih susah untuk melihat e sekitar melewati jendela gitu ya. Saya suka dengan posisi yang seperti ini. Tapi teman-teman ketika e saya set ini di nah lima jari gitu ya leroom-nya. Dan ini sebenarnya ee udah menjadi perhitungan yang sering kami pakai. Jadi kalau misalnya bangku tengah itu bisa sliding e untuk mengukur bangku baris ketiga itu selega apa, ini kita set di sekitar 5 jari. Lalu kemudian yang tersisa di belakang itu akan selega atau sesempit apa ini saya majuin dulu biar kameranya kelihatan. Ayo, Bi, kita lihat belakang, Bi. Nah, di belakang, Teman-teman, ini sangat amat lega. Ini lega banget nih. Lebih dari 10 jari. Artinya kalau misalnya dibalik yang di baris kedua itu diet 10 jari, berarti yang ini masih ada lima jari. Dan itu sangat lega, Teman-teman. ini sangat lega. Jadi saya bisa bilang bahwa akomodasi terutama perasaan lega karena leklum yang leluasa ini dapat di M6. Nah, cuma catatannya adalah M6 itu ada varian yang captain seat dan non captain seat. Nah, yang captain seat artinya berkurang satu kapasitas penumpang. Jadi, totalnya eh enam orang bukan tujuh. Tapi ya ini kan mendapatkan eksklusivitas jok individual yang nyaman gitu ya. Ee tapi yang pasti adalah secara ruang ini sangat lega dan ketika semua bangku diaktifkan, kargo di bagasi itu masih bisa menampung dua ee tas cabin size setidaknya ya. Jadi itu cukup. Lalu kemudian kalau masih kurang ini bisa dilipat rata di baris ke tiga gitu. Jadi saya bisa bilang, "Ya, ini benar-benar sebuah mobil yang dekat dengan ee kebiasaan orang Indonesia yang suka dengan ee MPV karena ee lega, karena mampu mengakomodir penumpang dan barang dengan bagus. Apalagi extra light room yang memberikan kenyamanan sepanjang jalan. Jadi, jelas akomodasi adalah kelebihan berikutnya dari BYD M6 ya. Dan kalau fitur teman-teman udah jelas adalah sebuah kelebihan ini. Baik yang kasat mata maupun yang tersimpan di balik material-material ini pun adalah fasilitas yang menurut saya itu oke. masuk dengan tombol, nyalain motor listrik untuk semua sistem juga dengan tombol, charging HP juga dengan e wireless. Itu yang K. Oh, iya. Ini ee seperti yang dipengudi itu juga dengan power elektris, pintu belakang bagasi pun juga dengan eh power elektris. Jadi sungguh memudahkan. Saya suka dengan fitur-fitur yang memudahkan seperti itu, Teman-teman. Joknya pun juga eh enak nih e disentuhnya materialnya. Ini benar-benar sesuatu yang menyenangkan dan lebih jauh dari itu dia punya kontrol traksi, kontrol stabilitas, airbag perlindungan untuk seluruh penumpang totalnya ada enam. Lalu kemudian ee fitur ADAS teman-teman itu lengkap nih misalnya ini kelihatan di head unitnya bahkan diinfokan emergency land keeping assist. Lalu kemudian ada eh adaptive cruise control, lane departure assist, automatic emergency breaking, rear cross traffic brake, ya semuanya itu memberikan dia kemampuan semiutonom. Dia bisa ngegas dan ngaram sendiri, setir bisa membelok sendiri untuk mengembalikan ke lajur yang benar. Jadi ya kalau soal fitur keselamatan atau kemudahan berkendara gitu ya, itu benar-benar hal yang e dibutuhkan bagi ini mobil orientasinya keluarga. Jadi mobil keluarga membutuhkan semua itu dan itu bagus. Kalau ada skenario untuk wah mau dipakai di kegiatan outdoor gitu misalnya, lalu kemudian butuh sumber e listrik misalnya untuk sound system gitu misalnya ya atau untuk ee charge laptop gitu misalnya. Ini ada e V2L jadi buat mengisi daya. Oke, Teman-teman. Secara keseluruhan nih e fiturnya bukan hanya banyak, tapi banyak pakai banget. Banyak banget. Plus berikutnya adalah soal rasa berkendara, Teman-teman. Jadi kita perlu memahami dulu bahwa ini adalah sebuah MPV dan MPV-nya lebih spesifik yang fokus ke mobil keluarga. Jadi kita bisa mengerti kalau ini adalah mobil yang lebih memiliki kenyamanan ketimbang kemampuan bermanuver. Dan ya benar bahwa eh sempat ada yang mengatakan kalau BYD M6 itu set suspensinya kok keras ya? Padahal enggak, Teman-teman. Bagi saya ini empuk nih untuk ngelewatin polisi tidur misalnya ee speed trap misalnya atau jalan berlubang. Dia bisa mengubah guncangan menjadi ayunan lah menurut saya di kabin dan itu sesuai dengan peruntukannya yaitu mobil ee yang lebih dekat dengan penggunaan keluarga kenyamanan. Dan kalau ditanya apakah kenyamanannya itu benar-benar e sampai mengorbankan kemampuannya bermanuver, e yang pasti sekali lagi saya sebutkan ini e set suspensinya empuk, dia nyaman untuk ngelewatin jalan yang tanda kutip jelek gitu ya. Ee tapi benar bahwa body roll-nya muncul ketika saya membelok kencang di kecepatan tinggi atau misalnya zigzag gitu ya, body roll-nya muncul tapi enggak berlebihan, Teman-teman. Dan kembali lagi dia perlu sekencang apa sih? Toh dia kan adalah MPV yang ee orientasinya jelas ke keluarga gitu ya. Jadi ya sebuah mobil yang sesuai dengan ee peruntukannya. Dan yang saya suka juga dari rasa berkendara adalah ini mobil motor listriknya kan ee torque full banget ya. 310 Nm itu gede banget, Teman-teman. Tenaganya mungkin enggak sementara yang torsinya 200 e 1 DK ya, tapi bahkan 200 DK pun 2011 ya DK pun itu juga udah gede teman-teman. Innova bensin tuh 140-an DK ya kalau enggak salah. Innova diesel itu 150-an. Jadi ya itu udah memberikan gambaran betapa tenaga yang sebenarnya enggak dihighlight sama BYD pun juga udah gede banget gitu. Makanya untuk menghadapi tanjakan misalnya atau e beban penuh misalnya dia enggak ada masalah. Ketika kami tes 0 sampai 100 dengan protap grid ya satu orang penumpang aja gitu ya pengemudi dia dapat 8,2 detik ya. Sekali lagi ini bukan mobil yang dirancang untuk kenceng-kencengan, tapi kenyataannya dia kencang dan ee meskipun dia ee semuanya motor listriknya itu bisa mengakomodir beban yang berat gitu ya, orientasinya adalah untuk memanggul semua kemungkinan ee yang apa ya yang akan dihadapi oleh mobil seperti ini yaitu ya iya penumpang DC penuh barang diisi penuh. Jadi ee motor listrik yang sungguh membuat dia bisa melaju dengan ringan gitu. Jadi saya bisa bilang teman-teman secara keseluruhan rasa berkendara BYD M6 itu oke. Dia bisa memberikan kenyamanan yang oke tanpa terlalu mengorbankan pengendalian dan dia juga bisa memberikan kecekatan yang bagus karena motor listriknya itu torful ya. Rasa berkendaranya. Oke, kelebihan berikutnya adalah soal sistem pengecasan, Teman-teman. Jadi, BYD M6 juga dilengkapi soket CCS2 itu lumayan tersebar di Indonesia di banyak SPKLU sehingga memberikan kemudahan bagi pengemudi untuk mengisi daya CCS2 dan itu pun juga e fast charging eh BYD mengklaim untuk 30 sampai 80% diisi dalam durasi 30 menit untuk ukuran pengisian daya di mobil listrik itu sudah cepat. Yang saya suka adalah e ini bahkan diisi di listrik rumahan bisa sampaian 2.200 watt ni yang di rendahnya ya. Artinya ee banyak rumah yang di daya itu jadi e fleksibilitasnya untuk pengisian daya itu oke gitu ya. sebuah e fleksibilitas yang dibutuhkan oleh ee mobil dengan karakter MPV keluarga seperti ini. Bisa diisi fast charging, soket CCS2, lalu kemudian di listrik rumahan pun juga enggak masalah. Dan ngomong-ngomong soal baterai teman-teman, itu pun juga bisa menjadi kelebihan. Pertama adalah baterainya itu blade baterai khasnya BYD yang terkenal tangguh ditusuk atau su ekstrem gitu enggak masalah. Jadi bisa memberikan e ketenangan ekstra. Lalu kedua adalah soal kapasitasnya 71,8 kWH. ya itu adalah eh kapasitas yang sangat besar dan kalau di e kali konsumsi baterainya jadi ee di rute dalam kota dia dapat 7,7 km/KWh. Di rute tol dia dapat 5,7 km/KWh. Di rute kombinasi dia dapat ee 6,7 km/KWh. Ya, benar bahwa konsumsinya mungkin bukan yang paling irit, tapi karena baterainya itu besar ee ngebuat range-nya jadi sangat menenangkan. Karena jauh BYD mengklaim kalau M6 ini bisa dapat 530 km. Tapi kalau kami kalkulasi dengan rute kombinasi gitu ya, dia dapat di 480-an. Bahkan 480-an km itu pun juga masih aman, Teman-teman. rasanya masih jauh dari kesan range anxiety gitu. Jadi ya karena baterainya besar terus kemudian jarak tempuhnya menjadi jauh gitu ya, itu bisa menjadi poin plus yang ngebuat pengemudi e lebih tenang. Apalagi blade baterai itu terkenal sebagai baterai yang tangguh terhadap kondisi yang ekstrem. Jadi ya makin okelah soal baterai itu e poin plus berikutnya. Selain kelebihannya teman-teman, kekurangannya pun juga perlu saya paparkan ya. Tadi saya bilang soal body roll-nya untuk sebuah mobil listrik yang ee saya sudah coba gitu ya, ada yang lebih stabil untuk menikung kencang bahkan dibanding saudara satu mereknya misalnya ada Dolphin gitu misalnya atau E3 gitu ya. Ee saya ngerasa bahwa kalau di ET3 itu kayak lebih tenang gitu untuk bermanuver. Sementara kalau ini body roll-nya lebih terasa. E jadi ya kelincahannya enggak segesit saudaranya itu. Tapi balik lagi itu pun bisa dimengerti karena dia orientasinya adalah eh family MPV gitu. Nah eh selain soal body roll, kekurangan berikutnya adalah soal ber quality. Teman-teman saya menemukan bahwa ya ini secara material yang digunakan misalnya kayak di trim pintu atau di sini pun juga kelihatan gitu ya. ini nih kayak celahnya tuh kayak kurang presisi gitu atau kalau diketok tuh rasanya kayak terasa e murahnya gitu ya. Ee ya benar bahwa ada ee titik di mana ini e terasa murah tapi enggak semuanya menurut saya. Di bagian-bagian lain kayak misalnya kalau kita menyentuh joknya gitu misalnya atau e bagian konsol tengahnya gitu. Rasa premiumnya tuh juga ada, Teman-teman. Jadi saya pengin bilang bahwa build quality-nya itu enggak merata. Ada yang bagus tapi ada di beberapa bagian yang rasanya murah gitu. Jadi ee kalau teman-teman termasuk yang lumayan detail di semua bagian itu diperhatikan mungkin di bagian seperti ini akan menjadi e catatan buat teman-teman terkait build quality gitu. Dan teman-teman, kita bisa sampai pada akhir ulasannya. Jadi kalau mau di-highlight apa aja sih plus dan minusnya? Pertama adalah soal esensinya sebagai mobil listrik. Karena kebijakan yang mendukung mobil listrik di Indonesia. bebas ganjar genap pertama, kedua akomodasi, bahkan sampai baris ketiga, Teman-teman itu lega banget tuh lainnya. Lalu soal fitur dia berlimpah sampai ke ADAS yang lengkap gitu ya. Kebanyakan mobil listrik zaman sekarang yang dari Cina itu memberikan fitur adas yang lengkap dan itu terjadi juga di PYD M6 lalu soal baterai yang besar teman-teman itu memberikan kenyaman ketenangan ketika bepergian. Jadi ya lebih enggak buru-buru untuk ee nyari SP KLU gitu. itu beberapa dari kelebihannya. Kekurangannya ya yang saya notice adalah soal ber quality di beberapa bagian dan itu pun kalau ee yang enggak aware banget gitu ya sama hal-hal yang detail gitu mungkin itu bisa terlewatkan. Tapi buat mereka yang detail mungkin termasuk teman-teman gitu ya ee penggunaan material e kerapatan celah antar komponennya gitu-gitu ya. Kalau misalnya enggak presisi itu e bisa mencerminkan quality yang kurang oke gitu. Tapi secara keseluruhan sebagai EV MPV Teman-teman, BYD M6 itu bagus banget value-nya. Bagus banget value-nya. Jadi ya sebuah MPV yang fungsional dan efektif tapi dalam ee tenaga listrik yang range-nya jauh kombinasi yang menyenangkan gitu. Mungkin itu dulu teman-teman dari kita. Terima kasih sudah menonton dan sampai ketemu di video GRD Auto berikutnya. Terima kasih.
