Murah, Fitur Segudang, Prosesor Baru, Kencang! Review itel S26 Ultra (YouTube Video)
Ini S26 Ultra ya, Itel S26 Ultra ini adalah penerus dari 100 smartphone Itel yang fenomenal di tahun 2024 yang lalu, S25 Ultra dan akhirnya yang S26 Ultra datang juga. Smartphone ini hadir dengan beberapa peningkatan. Ada layar curve AMOLED 144 Hz, baterai 6.000 mAh, dan ada IP rating IP65. SOC juga baru bahkan belum pernah kami jumpai sebelumnya. Ini Uni SOC T7300 dengan fabrikasi 6 nanm. Ini peningkatan dari Ton20 yang dipakai di Itel S25 Ultra yang lalu yang masih pakai fabrikasi di 12 nanm. Performanya bagaimana? Nanti kita cek di pengujian benchmark dan gaming. Oke, langsung aja kita mulai pembahasan smartphone yang baru ini. S26 Ultra ya. Itel S series ini adalah lini smartphone terjangkau kaya fitur yang sudah dibawa Itel ke Indonesia sejak tahun 2023. Nah, yang menarik varian atas dari S series ini biasanya hadir dengan layar curved, AMOLED serta memiliki indisplay fingerprint scanner. Padahal harganya terjangkau nih yang satu nih ya. Nah, itu yang membuat Itel S23 Plus dan Itel S25 Ultra jadi sering masuk dalam rekomendasi kami karena kelengkapannya. Nah, kali ini membawa penerusnya secara resmi ke Indonesia. Apakah Itel S26 Ultra ini memang layak jadi penerus kedua smartphone populer tadi? Nah, kita akan bahas ya. Tapi kita akan mulai dari isi paket penjualan terlebih dahulu. Nah, di dalamnya tentunya ada unit Itel S26 Ultra. Lalu ada chargernya, ada chargernya, ada chargernya. Ini ada charger 18 wat di sini ya. Kemudian ada kabel USB A2C, ada case. Case-nya sudah dilengkapi dengan magnet yang melingkar ya, ala-ala Max Safe ya. Jadi kita bisa menggunakan berbagai macam aksesoris kekinian di sini. Lalu ada tempered glass. Ini harus kita pasang sendiri ke layar ya. Kemudian ada sim tray ejector serta paket dokumen. Nah, ada juga bonus DIY digital case. Ini unik ya karena ada display atau layar yang bisa kita ubah gambarnya di bagian belakang sini. Nah, display ini menggunakan semacam electronic digital paper display yang bisa terus menampilkan gambar walaupun enggak ada sumber listriknya. Sementara untuk mengubah gambarnya, kita hanya butuh input dari NFC saja. Menarik banget kan ya? Jadi isi paket penjualnya udah terbilang lengkap ya. Walaupun kami sedikit berharap secara standar A langsung pasang aja dong temper glassnya ke layar smartphone. Karena untuk yang belum terbiasa masang tempered glass layar curve itu bukan hal yang mudah dilakukan. Bisa-bisa pas mau nyoba pasang malah rusak temper glasnya. Oke untuk desainnya smartphone-nya hadir dengan gaya elegan dan ini tandai dengan penggunaan desain yang 3D curve ya. Lengkungan-lengkungan ada di mana-mana nih. Mau di kanan, mau di kiri, dari depan, dari belakang, semuanya melengkung. Frame-nya juga melengkung. Di sini bagian atas dan bawah memang agak flat, tapi tetap dia punya rounded edge juga. Dan ini membuatnya terlihat hampir enggak ada sudut menyiku sama sekali. Secara umum, Smartp terasa tipis dan nyaman saat dipegang. Back covernya tuh punya finishing yang matte. Tidak mudah kotor kalau kena bekas minyak dari jari-jari kita tuh enggak mudah nempel di situ ya. Nah, back cover dan frame smartphone ini pakai bahan polikarbonat. Dah wajarlah ini ya untuk kas harganya. Jangan berharap dia pakai titanium juga ya. Oke. Nah, untuk opsi warna di sini ada blush, pink gold, ada moonstone silver, dan ada safire black blue. Seperti unit yang kami uji kali ini. Warna-warnanya ini terkesan stylish dan menampilkan kesan yang cukup premium. Untuk dimensi tinggi 164,1 mm, lebar 75,9 mm, dan ketebalan di 6,8 mm. Sementara bawah buatnya ada di 170 gr. Jadi ini memang relatif tipis dan ringan. Smartphone ini punya IP rating ya di IP65. Jadi udah tahan debu dan semprotan air. Tapi bukan yang takan tinggi ya semprotan airnya ya. Seenggaknya kalau cuman kehujanan doang ini sih aman banget. Tapi ingat ini bukan untuk diajak berenang, bukan untuk dicemplung-cemplungin bukan. Ya, selain ituel juga menyebut kalau body smartphone ini punya titan shield structure. Ini adalah perlindungan tambahan di struktur body yang bikin perangkat lebih tahan terhadap benturan yang tidak disengaja. Sekarang mari kita coba lihat ada apa saja di body smartphone ini. Sisi kanan kita lihat ada tombol power berwarna merah dengan tekstur yang kasar ya. Lalu ada tombol volume up and down. Di sisi atas dan kiri ini kosong ya. Di bawah ada SIM tray dual slot. Ini bisa untuk dua nano SIM tapi tanpa slot micro SD. Lalu ada mikrofon dan USBC serta ada speaker di sini. Smartphone ini hanya pakai single speaker saja. Untuk kualitas suaranya tentunya tidak bisa berharap bahwa ini kelas flagship ya, tapi ini sudah cukup sesuai untuk kelas harganya. Vollower suaranya sayangnya bukan yang super lantang, tapi ini bisa dikatakan mencukupilah untuk penggunaan pribadi. Ya, kita beralih ke depan. Ini adalah layar 6,78 inci 3D curve dengan panel AMOLED. Resolusinya 2.400 * 1080 piksel. Itel menyebutkan kalau sebenarnya layar ini mendukung resolusi 1,5K atau yang katanya 1720 * 1224 piksel. Tapi ini didapatkan dengan interpolasi bukan secara natif dari sistem. Lanjut untuk refresh rate-nya ini up to 144 Hz adaptif. Ada fitur auto switch yang bikin refresh rate bisa turun sampai 60 Hz saat tidak ada aktivitas di layar. Nah, untuk berat layar dengan simulasi indoor kita bisa dapat 650-an nits. Sementara untuk simulasi outdoor ini bisa mendekati 1800 nitz. Wow, ini sih tinggi banget ya. Ini buat smartphone sat ini nyaman dipakai di luar ruangan di bawah trik sinar matahari. Layarnya tetap kelihatan dengan jelas. Lalu bagaimana dengan peck brightness-nya? Nah, kita tes loh peck brightness-nya. Dan dia bisa mencapai 2.136 nit. Tapi perlu diingat ya untuk yang satu ini adalah tampilan warna putih atau kotak putih di sebagian layar saja ya. Jadi bukan seluruh layar gitungnya. Nah, terkait tampilan warna ada mode original dan bright colored. Untuk mode original gamut coverage-nya ada di 97,3% DC IP3 dengan gambut volume di 107% DC IP3. Sementara untuk mode bright colored gamut coverage ada di 100% DC IP3 dan gambut volume ada di 129,5% DC IP3. Nah, kedua mode ini sama-sama menawarkan saturasi warna yang tinggi. Jadi, kalau mau edit warna di foto atau video, hati-hati ya saat di-upload dan dilihat lewat perangkat lain, foto atau video kita bisa jadi malah kayak kurang berwarna. Karena kalau dilihat di sini kan warnanya gonjreng banget ya. Kami sebenarnya berharap ya bahwa dari Itel menyediakan color gamut yang dioptimalkan keara 100% sRGB untuk kebutuhan seperti ini. Nah, untuk pelindung layar smartphone ini menggunakan Gorilla Glass 7i. Iya, kalian enggak salah dengar Gorilla Glass 7i. Nah, lalu untuk beza layar ini bukan yang super tipis tapi juga enggak tebal sebetulnya sih. Masih bisa katakan cukup tipis lah dan ini wajar untuk smartphone di kelas harga segini. Nah, juga menyertakan lagi in display fingerprint scanner di layar smartphone ini. Mantap nih. Konsisten banget dari yang sebelum-selumnya ada terus yang satu ini. Lalu earpiece ada di basel atas layar. Ini hanya earpiece saja ya, bukan speaker kedua dari smartphone ini. Lalu ada front kamera 32 megapel dalam punch hole ya dalam punch hole ya di area tengah atas layar. bukaannya F22 fix fokus perekaman video sampai 2K 30 fps atau dia bisa 1080p h fps. Kei belakang ada sistem kamera utama yang disusun seperti ini ya. Kamera utamanya 50 megapel bukannya F1.5? Lumayan besar juga bukannya. Autofokus perkaman video sampai 2K 30 fps atau 1080p hfps. Sini ada juga bonus ya kamera makro 2 megapel. Lalu ada infrared blaster. Posisinya yang paling bawah ini ya. Iya ada infrared blasternya di sini. Nah, sistem kamera utama ini juga dilengkapi dengan dual LED flash. Atel juga menyebutkan bahwa di sini ada flicker sensor kemungkinan yang di atas LED flash ini ya. Nah, untuk fitur-fitur dibaca aja nih. Lumayan juga loh fitur-fiturnya ya. Lumayan banyak juga nih. Kita langsung masuk ke dalam spesifikasi internalnya. Untuk SOC dia menggunakan Uni SOC T7300. Ini adalah SOC 4G baru dari Uni SOC ya. Menurut Itel, dia akan menawarkan performa paling kencang untuk smartphone dengan chipset 4G di kelas harganya. Nanti kita coba lihat ya performa seperti apa yang ditawarkan oleh SOC yang satu ini. Nah, SOC ini menggunakan CPU 2 Cortex A78 2,2 GHz. Lalu ada 6 Cortex A55 2 GHz. Ini A78 loh nih cortex-nya kencang nih harusnya ya. Untuk GPU dia pakai Mali G57 MC2 fabrikasi 6 nm. Untuk RAM dan storage dalam pengujian kami itu K pakai yang 8 gig 128 gig tapi dia juga punya varian yang RAM-nya 8 gig storage-nya 256 gig. Untuk RAM ini pakai LPDDR 4X dan storage-nya UFS 2.2 ya. Ini bukan IMMC. Dia juga punya fitur extended RAM bisa nambah sampai 8 GB lagi. Nah, untuk baterai ini 6000 mAh dan sudah support charging 18 watt. Yes, ini 6000 mAh. Besar baterainya. Untuk sensor-sensor ini tergolong lengkap dan bahkan ada hardware gyro juga. Untuk kektivitas tentunya dia 4G ya, 2G, 3G, 4G ya. Semuanya bisa ya. 5G enggak bisa karena memang ini kan SOC, SOC 4G. Untuk Wi-Fi-nya WiFi 5. Bluetooth-nya versi 5 dan sudah support audio Codex SBC, AAC, UpX, UpX HD dan LDAC atau LDAC juga bisa. NFC ada ya. Tadi kan buat ngerobahin juga pakai NFC ya. Lalu USB juga tentunya bisa OTG ya. Untuk FM radio juga ada nih. Ini opsi hiburan gratis nih jadinya ya. Tapi untuk mengaktifkannya kita butuh pakai headset USB supaya bisa dipakai. Nah, untuk sistem keamanan dia punya in display fingerprint scanner dan face unlock. Untuk OS dia menggunakan Itel OS15 dengan basis Android 15. Itel menjanjikan update akan tersedia sampai 1 seteng tahun tapi belum ada keterangan terkait apakah itu termasuk Android update atau hanya security update saja. Nah, di sini ada beberapa aplikasi pihak ketiga yang jadi aplikasi bawaan di OS ini ya. Untungnya kalau tidak dibutuhkan ini bisa dihapus dengan mudah sekali. Always on Display atau AOD tersedia juga di sini tapi memang bukannya akan tampil terus-menerus. Kita harus sentuh layarnya saat smartphone di agar AOD-nya tampil. Lalu, fitur AI tentunya juga ada di sini ya. Eh, ini bukan cuma sekedar ada, ini ada banyak di sini. Misalnya untuk call assistant, ada AI auto call summary, ada real time call translator. Kemudian kalau yang satu ini mungkin agak lebih ke arah buat bantu-bantu pekerjaan ya. Ada dokumen assistant, ada writing assistant, ada AI note dan ada recording summary. Buat pengolahan gambar ada AIGC alias AI Studio yang bisa diakses dari AI galery. Nah, AI Studio ini berisi fitur seperti AI Eraser, AI extender, dan AI Sharpness Plus. Lalu ada juga AI subtitles dan AI wallpaper generator. CCL toers tentunya ada ya. Sementara kalau butuh asisten digital menyediakan sola atau kita juga bisa pakai Google Gemini sih di sini. Nah, untuk DIY digital case-nya kalau kita mau ganti-ganti gambarnya kita bisa download aplikasi pendukung yang namanya adalah IRM ya. Cara pakainya bagaimana? Pertama tentunya casing ini harus kita pasang dulu ya ke smartphone. Lalu kita buka aplikasi ARM tadi. Tentukan gambar yang mau dipakai. Atur ukuran gambar sesuai kebutuhan dan kalau udah pas tinggal pilih project. Nah, kemudian tampilan di casing akan otomatis berubah ya. Keren juga nih ya. Oke, sekarang kita masuk ke dalam benchmark-nya. Kita mulai dari Antutu 10 pakai 3D Lite tentunya ya. Kita bisa dapat di kisaran R81.000-an. Sementara kalau kalian tertarik dengan hasilnya Antutu 11, nih ada juga deh hasil AnTutu 11 daripada kalian nanya-nanya. Jadi kita pakai Antutu 10 dan Antutu 11 nih bisa dilihat ya. Lanjut untuk Geekbandch 6 core di 905, multiore di 2090. Lalu untuk 3Dx sling shot open GL graphic skornya ada di 2.337 untuk Trimar Qual life stress test. B score 1234, low score 1232. Jadi kestabilannya ada di 99,8%. Stabil banget. Lalu untuk GFX Benz TX 1080p off screen dia dapat 56 fps. Oke, memang terlihat ya di sini untuk SOC 4G di class entry level sampai menengah bawah mungkin ya, menengah terjangkau. Uni SC T7300 ini memang kencang sih ya kalau dari benchmarknya ya. Nah, sekarang pertanyaannya kalau benchmarknya kencang, bagaimana kalau kita pakai buat main game? Nah, oke langsung kita coba aja. Oke, untuk gaming ada overlay i boost yang bisa dibuka dengan swipe dari samping layar. Ada berapa fitur pendukung gaming di sini? Salah satunya adalah bypass charging. Udah tahu ya fungsinya buat apa ya? Dia punya bypass charging loh ya. Lalu ada juga pengaturan mode performa. Oh ya untuk pengujian gaming yang satu ini kita pakai mode performance ya. Oke kita langsung di subway servers. Game ini bisa berjalan di 120 Hz. Frame rate yang didapatkan juga relatif tinggi, hampir mulus di 120 FPS. Mantap. Harusnya gini dong, enggak usah pakai akalakalan, langsung dapat aja. Lanjut untuk PUBG Mobile. Opsi frame rate yang terbuka adalah ekstrem atau maksimum 60 fps. Kalau kita coba dengan setting smooth ekstreme, game berjalan di kisaran 5060 fps. Tapi memang sekali bisa aja dia turun sampai ke 44 45 fps. Sesekali aja ya. Ini udah umum. Lalu untuk aiming bagaimana? Ini terbilang responsif dan akurat. Ini kan hardware base gyo ya. Lanjut untuk Mobile Legends. Setting frame rate yang terbuka itu sampai super atau 90 fps. Nah, kalau kita coba di setting kualitas ultra game bisa jalan di kisaran 75 sampai 90 fps. Kalau ada battle frame masih bisa turun ke kisaran 60-an FPS. Tapi ini cuma terjadi kalau battle-nya ramai aja. Secara umum smartphone ini masih cukup nyaman buat main Mobile Legends, khususnya kalau main santai ya. Lanjut untuk Gensin Impact dengan setting lowest 60 di awal kita bisa dapat frame rate mendekati 45 fps. Sayangnya ini hanya bertahan di 5 menit awal aja. Setelah itu frame rate akan lebih banyak di kisaran 30 sampai 38 fps. Frame drop masih bisa terjadi dan frame rate bisa aja turun sampai ke 20-an FPS. Nah, di 10 menit terakhir frame drop ini terasa makin sering terjadi tapi masih enggak membuat game ini jadi benar-benar enggak bisa dimainkan sebetulnya ya. Hanya membuat gerakan jadi kadang-kadang kurang mulus aja. Kalau cuma buat jalan-jalan sih ini masih terbilang cukup ya. Nah, setelah 30 menit su terpanas di body belakang itu kita lihat ada di kisaran 42 derajat celcius di dekat modul kamera. Sementara untuk su terpanas di layar ini enggak terlalu beda jauh ya, di kisaran 41 derajat celcius di area atas. Sekarang kita coba lagi tapi kita pakai kipas pendingin. Nah, di sini frame rate ternyata bisa lebih stabil masih bisa dipertahankan di kisaran 33 sampai 45 fps. Sesekali masih ada frame drop tapi ini udah jauh berkurang dan sebetulnya cukup wajar sih ada frame drop di Gensin Impact. Oke, jadi kalau untuk urusan ranking-rankingan dia masuk ke C minus kalau tanpa kipas dan bisa masuk ranking C kalau dengan kipas. Oke, kita langsung ke pengujian kameranya. Oke, jadi di tangan saya kali ini udah ada Itel S26 Ultra dan kali ini tes kameranya bareng sama saya dan juga sama Hasvi. Yuk. Nah, jadi di sini sampel-sampelnya beberapa akan diambil sama Hasvi, tapi nanti kita nilainya bareng-bareng. Oh, ya. Dan ini suaranya direkam langsung menggunakan mikrofon langsung dari si smartphone-nya. Jadi kita enggak pakai mikrofon eksternal. Di sini tuh enggak ada. Jadi kalau mau dipakai untuk vlogging gitu misalnya suaranya kayak gini. Kita mulai dari kamera selfie-nya. Rekaman videonya bisa sampai 2K 30 fps dan ada opsi 1080p HFS. Sedikit catatan aja ya, HFPS di sini bukan berarti 60 fps. Saat kami cek videonya hanya berjalan di atas 30 fps, tapi masih di bawah 60 fps. Ada di kisaran 40 sampai 50 fps. Untuk kualitasnya sih ini udah terbilang oke. Detail dan ketajamannya udah terasa pas untuk kami. Untuk dynamic range ini masih sedikit di bawah harapan kami ya. Mau di resolusi manapun area background terasa over expos dan bagian wajah juga jadi sedikit terasa gelap. Untuk stabilisasinya, by default fitur ultra steady di sini dinyalakan ya. Dan ini berlaku untuk semua resolusi. Saat fitur ini aktif, videonya memang cukup stabil. Catatannya ini akan membuat gambar jadi sedikit ke crrop. Nah, kalau kita matikan fitur ultra steady-nya, video yang dihasilkan jadi gempa. Saran kami sih terus aktifkan saja fitur ultra steady ini kalau mau videonya tetap stabil. Lanjut ke kamera utamanya. Di sini juga tersedia opsi sampai 2K 30 fps dan 1080p H ffs. Jadi, ini sama kayak kamera selfie-nya. Dan lagi-lagi HFPS di sini bukan berarti 60 fps, sekitar 40 sampai 50 fps aja kayak di kamera selfie-nya. Untuk detailnya lagi-lagi ini juga udah cukup bagus sih untuk kami. Detail dan ketajamannya masih terasa pas untuk las harganya. Lanjut ke dynamic range. Hasilnya mirip dengan kamera selfie-nya. Area background masih terasa over expos dan bagian wajah jadi terasa sedikit gelap. Untuk stabilisasi ini juga sama kayak kamera selfie. By default fitur ultra steady-nya di sini aktif ya. Dan ini berlaku untuk semua resolusi juga. Ketika fitur ini aktif emang jadi cukup stabil. Hanya saja kami menemukan kalau jaternya cukup terasa terutama kalau di 30 fps dan kalau fitur ultra steady-nya dimatiin hasilnya jadi gempa kayak gini. Untuk autofokus ini udah aman enggak ada masalah sama sekali. Lanjut lagi ke kondisi low light. Kita mulai dari kamera selfie-nya. Di resolusi berapapun kualitas gambarnya udah terlihat turun jauh ketimbang saat siang. Noise mulai bermunculan. Detail juga sudah terasa halus dan jater juga terasa. Gambar pun terasa gelap menurut kami. Saran kami pakai kamera selfie ini di tempat yang kondisi cahayanya memadai aja. Jadi harus pintar-pintar nih cari tempat yang kondisinya oke kalau di kondisi low light. Lanjut ke kamera utamanya. Gambarnya juga udah turun jauh ya ketimbang saat siang hari. Detailnya jadi halus dan noise juga mulai bermunculan. Untuk jater juga lumayan terasa kalau di bawah jalan kayak gini. Untungnya gambar masih cukup terang, tidak segelap kamera selfie-nya. Lanjut ke urusan fotografi. Detail yang dihasilkan tergolong cukup oke untuk kami. Mau kamera selfie atau kamera utama cukup bisa diandalkan untuk kondisi terang. Potrait mode juga ada dan hasilnya cukup rapi. Lanjut ke kondisi low light. Kalau untuk foto-foto mau di kamera utama atau kamera selfie-nya ternyata punya hasil yang lumayan oke. Detail pada foto masih cukup bisa dipertahankan dengan noise yang tergolong minim. Gambarnya pun cukup terang. Lanjut lagi kita bahas fitur ekstranya. Di sini ada pro mode. Yang satu ini hanya bisa digunakan untuk kamera utamanya saja ya. Untuk detail pengaturan ISO dan shutter speed bisa kalian lihat di tabel berikut ini. Lanjut lagi ada dual video. Kalau pakai fitur ini, kita bisa merekam video dari kamera belakang dan depan sekaligus. Resolusi maksimalnya sampai 1080p 30 fps. Layout-nya juga bisa diatur mau bersebelahan atau salah satu kamera jadi pop up kecil di video utama. Oke, itu dia tadi pembahasan kamera dari Itel S26 Ultra. Tentunya ada beberapa hal yang menurut kami masih perlu ditingkatkan lagi oleh Itel. Menurut kami kemampuan hadir untuk videonya masih perlu ditingkatkan lagi. Lalu kemampuan video saat low light juga masih perlu ditingkatkan. Terutama untuk kamera selfie-nya sih. Overall bagi kami kamera Itel S26 Ultra ini terbilang mencukupi untuk foto dan video yang sederhana saja. Itel sendiri memang tidak menjadikan kamera sebagai nilai jual utamanya. Jadi ekspektasi kalian terhadap kamera ini perlu disesuaikan. Oke, sekian dulu untuk pengujian kamera kali ini. Kita lanjut ke pembahasan berikutnya ya. Kita lanjut lagi untuk pengujian daya tahan baterainya dengan YouTube Local Video Playback 1080p. Baterai ternyata bisa bertahan di atas 20 jam ya. Lumayan ok lah ya mengingat baterainya memang di 6000 mAh. Lanjut untuk YouTube streaming 1080p 30 fps non HDR berar itu baterai berkurang 3% dalam penggunaan 30 menit. Sementara untuk tiktokan scrolling selama setengah jam, baterai hanya turun di 3%. Biasanya sih ini 4% tapi di sini 3%. Jadi lumayan irit. Gensin Impact lowest 60 fps. Baterai juga turun hanya di 7% dalam setengah jam dimainkan. Biasanya sih 10 sampai 14%. Oke, sekarang kita coba untuk charging-nya bagaimana. Untuk mencapai 50% kita butuh waktu 55 menit. Dari kosong sampai penuh kita butuh waktu 2 jam 8 menit. Ini bukan charging yang terbilang kencang ya, tapi masih wajar karena baterai 6000 mAh chargernya 18 watt. Sayangnya waktu kami cross check ke Itel apakah sebetulnya kita akan diuntungkan kalau pakai charger yang lebih kencang lagi? Jawabannya Itel enggak. Kenapa? Karena memang charging-nya hanya bisa 18 watt saja. Oke, lanjut lagi. Untuk Netflix WhiteFine L1 udah bisa dan dia udah bisa streaming sampai resolusi full HD. Untuk YouTube streaming sampai 1440p 60 fps tanpa HDR. Nah, untuk hptic feedback-nya getaran di hasilan cukup terasa tapi ini agak kurang konsisten ya kekuatannya. Untungnya akurasi masih terbilang cukup baik untuk kelas harganya. Nah, untuk Wii sharing sayangnya belum ada di sini. Tapi kalau mau share koneksi internet seluler ya 4G lewat hotspot itu masih bisa. Yang enggak bisa itu Wii di-share ke Wii lagi. Oke, untuk harganya Itel S26 Ultra ini akan dipasarkan dengan harga kisaran Rp2.399.000 untuk varian yang 8128. Sementara untuk varian 8256 akan dijual di kisaran Rp2.599.000. Tapi di periode 24 sampai 30 September akan ada harga spesial launching berlaku di Tokopedia dan TikTok Shop. Versi 8128 akan jadi hanya tinggal Rp2.99.000 saja. Sementara yang 8256 akan jadi Rp2.299.000. Lalu sebagai bonus untuk 150 pembeli pertama AT menyediakan smartwatch Apex N10. Selain itu, DIY digital case juga akan jadi bonus untuk pembelian smartphone ini. Mantap juga ya kalau duluan ya beli HP dapat smartwatch. Lengkaplah langsung dunia pergadetan kita. Oke, kita langsung masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Pertama, dia enggak punya audio jack. Selain itu juga enggak ada dukungan untuk micro SD. Untungnya kalau soal storage ada opsi yang storage-nya cukup besar di 256 GB. Nah, untuk charging di sini ya kita lihat ini agak lambat ya, butuh lebih dari 2 jam untuk ngisi ulang penuh baterai smartphone ini. Kemudian dia menuliskan bahwa layarnya 1,5K tapi ini hanya hasil interpolasi aja. Menurut kami sebenarnya tidak ada 1,5K. Ini juga enggak ada masalah sih sebetulnya ya. 1080p atau Full HD Plus masih terbilang sangat-sangat wajar untuk smartphone di kelas harga segini. bahkan di kelas harga di atasnya. Lagi pula kalau memang ada proses interpolasi secara software itu malah akan kemungkinan bisa mengurangi performa smartphone secara umum. Jadi ya udahlah enggak ada masalah di sini ya. Nah, kemudian di sini sayangnya janji maintenance alias update dari si software tuh hanya nyampai 1,5 tahun saja. Lalu kemudian perhatikan kalau HFPS untuk perekaman video itu bukan berarti 60 fps. Ini lebih mengarah kalau frame rate videonya itu bisa di atas 30 fps atau di kisaran 40-an FPS. Nah, satu lagi mungkin yang masti diperhatikan juga adalah pilihan nama dan desain. Ini sudah lebih nyerempet lagi ke smartphone flagship brand lain. Tahu dong yang mana? Eh, tapi entar dulu. Ini sih belum keluar ya? Belum harusnya ya, tapi ITEL-nya udah keluar, ITEL udah ada ya. Jadi mungkin agak terasa kurang original aja. Tapi kalau dilihat dari si yang lain ini sebenarnya bisa jadi kelebihan juga ya. Jadi bisa dibilang, "Wah, saya udah pakai S26 Ultra nih." Nah, dari segi kelebihannya smartphone ini punya desain yang terasa premium dengan body yang 3D curved melengkung di depan dan di belakang. Bodinya juga terbilang cukup tipis. Bobot juga masih ringan. Layar AMOLED-nya menawarkan saturasi warna yang tinggi. Mantap benar dan brightness-nya juga tinggi banget. Refresh rate layarnya adaptif bisa nyampai 144 Hz. Hardware Gyro sebelumnya Itel kan hanya pakai virtual Gyro ya di S25 Ultra. Ini udah hardware Gyro. Dia udah punya bypass charging. Kameranya sudah support perekaman video hingga 2K 30 fps. Dan resolusi tinggi ini berlaku untuk kamera depan serta kamera belakang juga. Hasil rekaman video juga stabil di sini. Kemampuan kamera untuk foto dan video terbilang juga memadai untuk kelas harganya. Dia punya NFC Infrared Blaster FM radio. Ini buat opsi konektivitasnya menarik banget buat kelas harganya. Dia punya inisplay fingerprint scanner juga. Lalu dia masih punya IP rating di IP65. Ini meningkat dari pendahulunya yang cuma di IP64. Lalu udah punya Android 15 sejak awal. Fitro AI-nya ini juga banyak padahal ini smartphone kelas terjangkau ya. Paket penjualannya masih terbilang lengkap juga, bahkan ada temper glass di dalam paket penjualan. Ada juga bonus DIY digital case ya. Itel tampaknya sukses lagi ya menawarkan smartphone terjangkau yang punya banyak daya tarik. Smartphone Itel S26 Ultra ini mengusung berbagai formula yang sudah terbukti sukses di S25 Ultra sembari meningkatkan lagi di berbagai aspek termasuk IP rating yang sedikit lebih tinggi, kelengkapan yang sedikit lebih baik dan ya tentunya performa juga lebih tinggi ya. ini akan cocok untuk yang sedang mencari smartphone terjangkau yang tipis dan ringan tapi mumpuni untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Apalagi kalau mau nyari smartphone yang enggak serba flat. Secara umum, Itel S26 Ultra ini bisa dikatakan sebagai penerus yang layak untuk sebuah smartphone yang fenomenal. Jadi, yang satu ini ikutan fenomenal juga harusnya di tahun ini. Saya di Irfan Jaka DBT TV. [Musik]
