Murah Parah ! Ryzen 7535HS RAM 16GB, 1TB SSD?! dah lah Beli Aja (YouTube Video)
Sini kita kasih tahu laptop ini laptop lokal dengan performance brutal. Desainnya keren, punya aksen yang beken. Dan laptop ini allrounded untuk semua segmen. Untuk main game kompetitif bisa, untuk desain bisa. Dan ini dia Advance Work Plus Heritage. Desainnya terinspirasi dari Batik Mega Mendung dari Jawa Barat. Bukan cuman sekedar corak kalau kalian perhatikan, tapi filosofinya kentel banget, kuat banget. Ada motif awan yang mengalir tenang, menandakan sebuah kebebasan dan ketenangan serta cara berpikir yang lepas. Pas banget buat kamu orang kreatif yang suka banget dengan industri-industri yang berhubungan dengan imajinatif dan bangga atas produk Indonesia. Yang paling menarik untuk desainnya, dia bukan kayak sablonan gitu ya. Dia benar-benar punya tekstur dan finishing-nya dibuat glossy dan itu agak bertolak belakang dengan warna dasarnya yaitu dove. Dan yang paling menarik memang kalau kalian pegang seperti ini fingerprint kalian enggak terlalu kelihatan. Dan jujur saja kesan mewahnya benar-benar langsung ngenah banget itu ya. Tekstur megaungnya enggak cuman ada di punggung layar aja. Di bagian pam-nya di bagian dalam sini itu juga ada batik mega mendungnya. Dan secara overall, secara desain sih ini oke banget, keren banget, dan beda banget dari kebanyakan laptop yang lain. Nah, desain boleh keren, tapi bagaimana dengan spesifikasi atau performance-nya? Laptop ini ditenagai oleh prosesor dari AMD Ryzen 5 7535 HS yaitu prosesor gaming dari AMD generasi ke atau 7000 series dengan 6 core 12 red dan untuk turbo boost-nya hingga maksimal di 4,5 GHz. Dan cukup beruntung sebenarnya kalau untuk di seri midrange seperti ini. Dia pakai AMD karena IGP-nya juga cukup powerful dengan AMD radion grafik 660M. Dan laptop ini juga ditenagai RAM atau storage yang bisa dikatakan cukup jumbo untuk sebuah laptop di range harga 6,5 sampai R juta lebih dikit. Untuk varian RAM-nya ada yang di 8 gig 512 atau yang kita review kali ini menggunakan 16 gig 1 TB dengan speed yang bisa dikatakan cukup kencang untuk SSD-nya yaitu di 3000 lebih 3,5 gig untuknya dan R-nya di hampir 3.000-an. Dan untuk semua variannya bisa dikatakan Advance ini cukup cerdik ya teman-teman ya. dia langsung menyematkan RAM dual channel yang di mana AMD itu untuk bisa memaksimalkan performance-nya harus dual channel dan yang kita review berarti 8 * 2 dan hasilnya di pengujian kita pada SB R15 bisa dikatakan dapat hasil yang cukup tinggi, cukup menyenangkan untuk sebuah laptop di harga R jutaan lebih dikit. Kita rata-rata di sekitar 1640-an dan single core-nya ada di 239 poin. Mantap enggak tuh? Dan skor segitu itu masih di balance mood loh ya teman-teman ya. Dan kita coba masuk ke performance mode. Kita rata-rata dapat di angka sekitar 1680 sampai 1700-an poin bahkan lebih. Dan single core-nya memang agak turun sedikit di 237 poin. Artinya enggak beda jauh tapi gimana kalau kita lihat atau kita lanjutkan di performance R23-nya. Kita coba dulu di balance foot di signand R23. Rata-rata kita dapat di 9.800-an 00-an poin dengan single core di 1429 poin. Dan untuk performance mod-nya itu dapat di 10.284 tapi rata-rata di 9.990-an poin. Dan untuk single core-nya juga sedikit beda tipis di 1462 poin. Kalau dilihat selisihnya enggak jauh-jauh banget. Di R23 selisihnya cuman 2 sampai 3%. Sedangkan untuk single core-nya hanya selisih di 30 poin. Nah, untuk suhu CPU pada pengujian kita tadi gimana? Nah, coba lihat dua grafik ini. Pada setting performance suhu menyentuh sampai 100 derajat celcius dengan CPU package power di angka sekitar 70-an watt. Tapi untuk spek awal, sisanya dipertahankan di angka sekitar 55 watt. Sedangkan mode balance menyentuh juga hampir di 100 derajat celcius dan turun cukup stabil di sekitar di 90-an derajat Celcius. Nah, untuk CPU package power-nya itu dipertahankan 10 watt lebih rendah dibandingkan mode performance yaitu di 45 wat. Untuk mode balance-nya bisa dikatakan oke banget dan tuningan dari Advan ini bisa dikatakan sangat masuk akal karena perbedaan performance-nya bisa dikatakan tipis banget tapi perbedaan daya bisa dikatakan cukup signifikan 10 watt loh teman-teman. Nah, kalau pengujian CPU-nya bisa dikatakan tadi kita lihat tipis banget ya. Bagaimana kalau kita uji di GPU-nya menggunakan 3D Mark? Untuk stress testnya maupun mode balance dan performance itu sama-sama lolos uji stres test dengan hasil yang sangat meyakinkan. Kalian bisa lihat di grafik ini lebih dari 99%. Tapi untuk mode performance di pengujian spy-nya kita dapat hasil di sekitar 1600-an malah mode balance jauh lebih tinggi di sekitar 1700-an. Untuk Firestrike juga dapat hasil yang sama. Mode performance tidak lebih tinggi daripada mode balance di 4.469, sedangkan mode balance-nya di 4.499 poin. Agak lucu juga mungkin ya ini ya. Nah, CPU kita udah tes untuk sintetisnya dan GPU sudah kita tes juga dan hasilnya memang mirip-mirip tipis-tipis. Kalau CPU di mode performance-nya menang, tapi GPU mode balance-nya menang, kita akan coba di mode real game-nya. Seperti biasa kita akan masuk ke game yang sejuta umat Dota 2. Pada graficest dengan resolusi 1920* 1200. Selisihnya juga tipis banget antara mode balance dan performance modood. FPS-nya cuman beda di 2 sampai 3 poin. Dan jujur aja kalian mau pakai mode balance atau mode performance itu juga sama-sama nyaman tanpa hambatan. Lanjut ke game Gensin Impact yang bisa dikatakan cukup berat untuk sebuah laptop dengan grafik integrated. Dengan grafik lowest dan resolusi masih sama seperti Dota 2 juga tidak ada hambatan. Masing-masing dapat di sekitar 60 frame pers. Lanjut ke Valoran dengan grafik low dengan resolusi yang sama pula tetap kencang di kedua mode performance tetap sedikit lebih unggul di average FPS-nya. Tapi untuk max FPS-nya juga mirip-mirip sama aja. Nah, kalau mau baterai awet dan suhu yang lebih rendah secara otomatis kayaknya mode balance jauh lebih nyaman deh. Laptop ini enggak cuman menang tampang doang. Untuk produktivitas bisa dikatakan wah untuk sebuah laptop di harga 6 sampai R juta. Pada render video 4K pada Adop Premiere Pro, kita menyelesaikan di 4 menit 10 detik. Kencang banget untuk sebuah laptop di harga segitu. Dan untuk FHD kita selesai hanya di 2 menit 44 detik doang. Untuk rendering 3D bisa enggak? Bisa dong pada pengujian kita di Blender untuk CPU rendernya juga bisa dikatakan cukup cepat. Kita selesai di waktu 4 menit 20 detik. Jedangkan GPU rendernya walaupun ini tanpa discrete GPU atau tanpa dedicated, laptop ini menyelesaikan waktu yang 2 detik lebih cepat dibandingkan CPU-nya yaitu 4 menit 18 detik. Dan sekali lagi untuk mode balance-nya juga masih mirip-mirip antara mode performance dan mode balance selisihnya ya cuman hitungan detik lah dengan performance yang bisa dikatakan cukup tinggi. Tapi untuk suhu permukaannya bisa dikatakan ini dingin banget loh teman-teman. Nah, pada suhu tertinggi kita mencatatkan di 37,7 derajat celcius. Sedangkan untuk suhu terendahnya di bagian keyboard WASD kita hanya dapat di 34,9 hampir 35 ya. Dan untuk laptop-laptop seperti ini tadi kita ngomong performance-nya cukup kencang tapi suhunya adem loh. Berarti coolingnya bisa dikatakan oke punya ini laptop sebenarnya. Kita juga coba di produktivitas lain yaitu ekspor PPT to PDF dan hasilnya sekejap mata 9 detik doang selesai. Itu pun 150 slide. Nah, untuk randomis data Excel yang biasanya untuk laptop sekelasan butuh waktu di atas 1 menit, tapi laptop ini hanya selesai di 45 detik aja. Sebagai perbandingan untuk kita pernah coba review di IFF 12450H di beberapa laptop itu selesai di 7 detik untuk eh ekspor PPT itu PDF-nya 150 slide. Tapi untuk redomis datanya itu selesai lebih lama di 53 detik. Dan kita coba juga di i7 13620H untuk eh ekspornya selesai di 8 detik malah lebih lama dibandingkan yang i5. Tapi untuk randomis data Excel-nya lebih cepat. Artinya CPU performance laptop ini di tengah-tengah antara IF 12450H dan i7 13620H. Tadi kalau kita coba untuk produktivitas di Premiere Pro, otomatis untuk eh Lightroom, untuk Photoshop juga aman banget. Dan bagaimana dengan akurasi warnanya? Advance claim laptop ini 99% sRGB dan itu terbukti benar. Enggak benar-benar banget sih, tipis banget. Dan hasil yang kita dapatkan sRGB-nya ada di 98,2%. Artinya selisih ya 0,8%, adop RGB-nya di 84,2%, P3-nya di 78% dan NTSC-nya di 77%. Dan bisa dikatakan dengan konfigurasi layar seperti ini, kalian pakai desain yang menuntut akurasi warna, top pastinya. Brightness-nya bagaimana? Dan kebanyakan laptop di harga SK memang ada di sekitaran 250 nitz, tapi laptop ini ngasih lebih dikit. Lumayan sih 10 nits lebih banyak dibandingkan laptop yang lain, yaitu 260,9 nit. Nah, untuk tingkat kecerahan seperti ini bisa dikatakan ya cukup enak kalau kita pakai di kondisi outdoor tapi bukan yang langsung di bawah trik ya. Jadi kita harus agak cari tempat yang teduh atau redup. Kalau dipakai indoor wah aman banget sih ini. Dan tread off-nya ada di bagian mana? Kalau saya ngomong sih ada di bagian webcam-nya. Salah satunya sih nanti ada lagi. Dan webcam-nya sendiri bisa dikatakan diomong bagus banget. Sebenarnya enggak. Dan masih banyak di rate harga yang sama. Mungkin di brand-brand lain yang punya kualitas webcam jauh lebih bagus. Tapi saran saya sih pakai webcam eksternal untuk menyempurnakan laptop ini boleh juga deh. Hasil dari kamera apa ini? Advance Heritage. Masih tap coba. Kualitas gambarnya ya cukup banyak noise karena kita pakai di kondisi indoor yang minim cahaya dengan backlit yang cukup terang di bagian belakang. Layar udah, webcam udah. Kita turun ke bagian keyboard-nya. Nah, kalau keyboard-nya sendiri ini mengingatkan saya pada keyboard di international brand yang belakangnya ada 14S 14s. Mirip banget konfigurasinya. Bahkan feel-nya pun mirip. Bahkan dengan F clicky-nya juga sama. Kalian tahu enggak brand apa? Coba kalian tulis di kolom komentar. Nah, kalau udah masuk di brand-brand yang internasional kayak gitu, jujur aja untuk F Ccky-nya kalian enggak akan ada komplain. Key travel-nya juga enak banget. Cuman yang agak disayangkan untuk sebuah laptop yang kita pegang ini di harga R juta lebih dikit itu enggak ada backlit keyboard. Harusnya kalau ada backlit ini bakal tambah perfect, tambah cantik sih ini. Untuk touchpad-nya juga aman. No complain, no debat juga. dia cukup gede, dia senter terhadap body juga. Untuk smart gestur-nya juga semuanya jalan normal dan dia ada pumpress injection juga. Jadi kalau kalian butuh ngetik-ngetik cepat, enggak akan keganggu dengan kursor yang tiba-tiba berpindah gitulah. Nah, untuk portnya bagaimana? Lumayan komplit. Kita mulai dari sebelah kanan dulu deh. Di sebelah kanan ada casing tck, USB type A 3.2 gen micro SD reader juga masih ada. Di kiri juga masih ada dua buah port USB type C 3.2 gen one yang support dengan display port dan power delivery juga. Belum puas, masih ditambah HDMI juga, masih ada USB type A satu lagi dan untuk support layarnya bisa empat screen sekaligus. Jadi jujur aja perihal fleksibilitas laptop ini sebenarnya bisa diandalkan banget kok. Sebenarnya kalian enggak perlu rebutan antara flash disk dan mouse atau bahkan keyboard eksternal semuanya bisa ke-cover. Nah, satu poin lagi kalau kita ngomong trade off dari laptopnya dengan harga murah, apa yang dikurangin bisa jadi di bagian baterainya. Karena untuk sebuah laptop yang seperti ini kadang-kadang di harga range R jutaan, kita cukup berharap baterainya cukup gede ya. Tapi faktanya pada pengujian kita di modern Office kita hanya dapat di 6 jam 32 menit. Bisa dikatakan ini cukup boros karena memang kapasitas baterainya diomong gede banget juga enggak. Dan pada pengujian relnya untuk video streaming YouTube 10 menit baterainya berkurang di 9% untuk writing di 4% tapi untuk gaming berkurangnya sampai 20%. Ya memang itu pilihan teman-teman ya. Jadi kalian performance-nya kencang seperti ini dengan daya tahan baterai yang bisa dikatakan enggak bisa dibilang lama atau daya tahan baterai tapi performance-nya sedikit diturunkan. Coba deh kalian komen penginnya seperti apa biar bisa jadi masukan untuk Advance. Jadi kesimpulannya apa? Desainnya pakai motif batik Mega Mendung, tapi isinya Ryzen 5 7535 HS. Cukup monster untuk sebuah laptop di harga R jutaan dan RAM-nya bisa dikatakan sangat gede, 16 gig dual channel. Dan kalau mau kalian pakai untuk multitasking, gas. Untuk gaming bisa. Untuk rendering pakai aja. Layarnya sudah mendung 98% sRGB. Artinya untuk kegiatan kreatif pun itu sudah mendukung performance-nya juga seperti itu. Dan agak disayangkan memang keyboard-nya tidak ada backlit, tapi memang feel-nya bisa dikatakan cukup nyaman. Tapi memang dengan performance kencangnya agak mengorbankan dari sisi baterainya. Agak boros memang. Nah, saya mau tanya nih untuk kaum mendang-mending. Di laptop harga Rp6,5 juta sampai R juta lebih dikit, kalian lebih pilih mana nih? laptop dengan performance kencang seperti ini tapi merek lokal atau merek luar tapi performance-nya sedikit di bawah. Kalian coba tulis deh atau kita bisa berdiskusi deh di kolom komentar. Oke, cukup sekian video kali ini. Jangan lupa di-subscribe untuk channel ini bisa terus berkembang dan mau review apa lagi nih kalian tuliskan juga di kolom komentar. say Rico. See
