Murraaah !! 1 Jutaan ! Saingan Berat Xiaomi Redmi Pad !! (YouTube Video)
Hai Andika, guys. Di sini kenalin ini adalah Motopad 60 LED tablet murahnya Motorola yang akhirnya resmi masuk ke Indonesia. Sebenarnya kalau di global itu ada Motorola 60 Pro ya yang harganya itu di 5,1 jutaan kalau harga Indianya tadi saya research dan dia pakai diamensity 8350. Nah, untuk yang Moto Pad 60 Lite ini dia pakai prosesor apa? Saya juga belum tahu karena kalau kita lihat di selling point-nya ini ya enggak ada tulisannya prosesor. Jadi cuma full HD display, octa core prosesor. Biasanya bukannya suuzon ya, biasanya kalau misalkan brandnya ini enggak mau nyebut prosesornya apa, biasanya ya chipsetnya itu bukan chipset yang populer tapi nanti coba kita lihat. Terus katanya dia pakai premium metal design, stereo audio. Chipsetnya sih harusnya Mediatch karena di sini ada logo Mediatek. Terus dia juga udah support sama Dolby Atmos. Dan untuk RAM-nya karena ini versi light, jadi RAM-nya ini 4 GB 128. Nah, untuk light-nya ini harganya berapa? Jujur saya belum tahu sih ya. Kalau yang Pro 5,1 juta dan coba kita lihat a chipset-nya. Nanti kita coba tebak-tebakan kira-kira harganya berapa. Karena untuk sekarang saya belum tahu informasinya harganya berapa dan okelah. Jadi langsung aja sekarang kita coba buka Motorolap Pit 60 Led ini di harga yang saya belum tahu dapatnya apa aja. Wow. Apakah ini dapat keyboard? Dan kita dapatnya oh ada case ya. Uh ada case. Yang case-nya ini lumayan ya. Walaupun dia transparan tapi dia ada kayak semacam jagraknya gitu. Jadi kalau misalkan kita mau pakai dia untuk nonton filmraknya harusnya tinggal ditarik gini aja tuh seperti ini. Oke, terus kita juga dapat tabletnya sendiri dan juga kartu garansi. Bentar, kartu gansinya kenapa Lenovo? Kalau kalian bingung kenapa kartu garansinya Lenovo? Karena Motorola itu udah diakuisisi sama Lenovo. Jadi ya Motorola itu ya Linovo. Jadi smartphone-nya Motorola itu divisi smartphone-nya Lenovo. Paham kank ya? Dan kita juga dapat kartu garansi di sini. Dan ada charger harusnya chargernya untuk yang fry LED ini ada di berapa watt nih? 20 watt ya. Lumayan lah ya. Berarti harganya sih harusnya sih antara 1 sampai R juta ya. Karena biasanya untuk tablet-tablet yang entry level dengan charger 20 watt, 18 watt itu harganya biasanya kayak Redmi Pad 2 itu kan 1 kalau enggak 16 itu juga dapatnya 33 watt atau 18 watt ya. Intinya enggak enggak yang kepala empat gitu untuk fast charging-nya. Dan ini adalah tabletnya. Wow, warnanya hijau, Min. Mirip sama Minn-nya eh Samsung Galaxy Zfold ya, Minn-nya mirip banget. Terus ada logo Motorola Silver di sini. Kita taruh di sini dulu. Kita rapikan biar nontonnya enak. Beh. Jadi ini tabletnya dan desainnya agak unik sih ya. Desainnya ini bingkai kameranya kayak cuman sekedar diutting laser gitu. Jadi kalau kalian lihat di sini ada kayak bekas cuttingannya, tapi cuttingannya rapi. Terus logo Motorolanya di tengah yang kalau misalkan kena lighting seperti ini. Untuk bobotnya lumayan ringan, tapi timbangan saya lagi dipakai air. Nanti tolong editor dibirol untuk bobotnya berapa ya pas di timbangan ya. Oke, sekarang kita coba lihat untuk port-portnya ada apa aja. Di bagian atas ada tulisannya Dolby Atmos. Jadi kalau kalian gunakan untuk streaming Netflix yang sudah support sama konten Dolobby Atmos itu suaranya bakalan kayak nonton di bioskop gitu lah. Bioskop ini. Terus ada speaker, ada tombol power. Sekalian aja sambil kita nyalain booting sambil kita instal beberapa aplikasi untuk hands on. Terus nah ini bootingnya kayak gini. Hello Moto. Terus di samping kiri eh ini udah. Di samping sini ada speaker, ada type C dan masih ada audio jack. Nah, audio jack ini di pinggir yang saya suka sih kalau misalkan di pinggir ketika kita main kan audio jack-nya di sini ya. jadi enggak mengganggu gitu. Di bagian sini ada volume up and down, ada mikrofon, ada slot untuk SD card. Dan kalau kalian tanya apakah support SIM card, enggak. Karena postel di Indonesia untuk Bluetooth dan juga SIM card itu mahal. Oke, jadi tabletnya udah selesai kita instalasi untuk hands on. Dan satu first impression saya untuk layarnya dia enggak punya layar yang anti reflektif ya. Jadi kamera saya tuh kelihatan kan ya. Jadi kameranya terlihat reflek. Coba kalau misalkan brightness-nya saya up ya, brightness uh brightness-nya udah mentok, masih reflect tapi ya ya bisa diakalin pakai screen protector atau screen guard atau temper glass yang punya fitur anti reflectif. Nih kalau saya tembakin ke lighting tuh kelihatan banget kan ya. Oke, sekarang kita coba lihat untuk prosesornya dia pakai apa. Tapi sebelum itu coba kita lihat beaselnya sih lumayan ya untuk versi LED atau versi murah dia enggak yang tebal banget gitu masih aman. Cuman ini menariknya kalau misalkan harganya bakalan R jutaan sih bakal jadi pesaingnya Redmi Pad. Cuman coba kita lihat untuk skor AnTutunya berapa. Karena biasanya kalau ada skor untutunya saya memprediksi harganya itu lebih gampang gitu. Karena kan kompetitornya ya sekitar segitu. Jadi kalau misalkan ANTutunya Rp386.000 skornya ya. Dengan detailnya seperti ini. GPU-nya segini, memorinya segini. Rp386.000 harusnya sih 2 juta up si ya. Karena kalau misalkan Rp1 jutaan tuh Anutinnya biasanya di Rp250.000 atau Rp300.000. Nah, ini hampir Rp400.000. Tapi kalau misalkan Motorola bisa bikin harganya Android Rp2 juta, bakalan menarik sih. Sekarang coba kita lihat untuk software ini udah latest update, udah saya update tadi. Terus untuk prosesornya, nah ini prosesornya dia pakai Mediatek Helio G85. Mediatek Helio G85. Kalau di HP sih udah ada banyak yang R1 jutaan, tapi kalau di tablet ya mungkin 2 juta lah ya. 2 juta something ya harusnya ya. Tapi coba kita lihat nanti. Terus RAM-nya juga 4 GB, Android-nya versi 15. Dan untuk layar coba kita lihat layarnya refresh range ada di berapa. Refresh range harusnya sih di 120 H. Standarnya tablet Android itu harusnya 120 Hz. Tapi mana ya? Di sini enggak ada pengaturan untuk refresh rate, Guys. Jadi coba kita langsung cari aja untuk kita atur atau kita lihat refresh rate-nya di berapa. Dan ya refer-nya ada di 60 Hz. Jadi harusnya harganya sih ya R jutaan ya harusnya ya kalau Ra.60 Hz kan pesaingnya kayak si tabletnya Infinix, tabletnya Redmi itu R jutaan juga udah 120 Hz walaupun layarnya masih XD plus ya. Nah ini dia udah full HD tuh di sini enggak ada pengaturannya. Coba more display setting ini deh. Enggak ada enggak ada pengaturannya untuk refresh r. Jadi, ya kelihatan ya 60 Hz itu dia agak-agak ya kalau karena saya ah terbiasa pakai 120 Hz, jadi kalau pakai 60 Hz itu kayak agak led aja gitu. Terus kita coba lihat untuk skor-skor yang lain di Geekbch. Coba kita lihat ya Geekbench-nya dia dapat berapa. Dan hasilnya untuk single core itu di 430, multiore-nya di 1406. Dan kalau untuk GPU-nya, GPU-nya ada di segini nih. Nah, kalian bisa lihat sendiri. Plus sekarang lanjut kita coba nanti kita tunjukin juga untuk fitur smart connect-nya ya karena ada yang menarik dari fitur smart connect-nya karena dia bisa gabung langsung dengan beberapa device smartphone Motorola. Nanti kita tes sekarang kita coba untuk layarnya. Ini sebenarnya layarnya ini udah kita tes juga pakai Kalman. Tapi sebelum kita masuk ke Kalman, coba kita tes dengan 4K video. Terus kita upscale apakah dia ada patah-patahnya dan apakah dia punya HDR. Apakah kebaca? Coba kita lihat. Kita masuk ke advance settings. Dan dari tadi saya pencet-pencet ini lumayan cacat ya, walaupun dia pakai G85 dan dia bisa diupsaling sampai 1440p 60 Hz tapi enggak bisa XDR dan kalau kita upsaling seperti yang kalian lihat enggak lagi ya. Nah, kira-kira seperti ini untuk kualitasnya. Cukup oke kok ya. Wuh, auto rotate-nya juga cepat responsif. Untuk speakernya yang katanya Dolby Atmos ini. Uh. Uh, lumayan juga. Uh, lumayan. Walaupun dia cuman dua speaker ya. Kan biasanya tabletnya kan ada yang empat speaker, ada yang en speaker. Ini walaupun cuma dua tapi balance dan lumayan imersif tuh iklan dan lumayan kencang juga. Nah, kita udah tes layarnya ini di Kalman dan hasilnya dia ada dua mode ya, ada mode standar dan mode vibrant. Mode standarnya dia dapatnya di 93,4% sRGB. P3-nya ada di 74,6% dan fibernya mirip-mirip sih. RRGB-nya di 97,1% dan P3-nya di 81,8%. Nah, saran saya kalau kalian pengin warnanya lebih keluar karena dia memang bukan OLED ya pakai IPS ya, pakai mode vivit ya. Mode vivit-nya itu bisa ngeluarin warna mendekati natural karena hampir 100% sRGB. Tapi sayangnya untuk brightness nits-nya agak kurang sih ya. Karena banyakisnya ketika kita tes cuma ada di sekitar 295 inch. Itu pun di mode fiber. Nah, kalau untuk OS-nya sih ya Motorola itu terkenal dengan stok Android-nya ya. Jadi bebas bloodware kayak gini. Terus Azura tadi sempat saya suruh gambar dikit bentar ya pakai sketchbook tapi tanpa stylus ini pakai tangan karena Azura itu memang drawer ya atau penggambar handal. Nah, ini enggak pakai stylus aja kayak gini nih. Cuman yang saya pengin tunjukkan ini dia kalau misalnya dibuat gambar dia enggak lagi gitu. Nih, zoom on pinsch-nya aman dan dia juga udah support sama palm rest. Jadi kalau misalnya kita lagi gambar terus pam kita itu geser-geser ke sini itu enggak bakal ngerespon tabletnya karena dia ada pump rejection. Lanjut untuk prosesornya. Ini kita juga udah sempat tes pakai CPU throttle selama 30 menit dan aman-aman aja untuk CPU throttle itu di 80-an% lah. Jadi enggak pernah warnanya orange jadi aman. Dan untuk gaming-nya langsung aja kita lihat di data lock-nya ya. Mana sinya enak. Oke dan sekarang kita lihat frame rate stat-nya. Nah ini kita udah coba beberapa game. Uh, brightness-nya gede banget segini aja. Ah, ada apa aja? Kita coba lihat game-nya yang kita coba game mainstream sih ya kayak PUBG. PUBG dia kebukanya di 40 fps dan sebenarnya lancar pas ini sih keppause aja. Jadi kalau misalkan loading atau kepost dia bakal turun. Nah, setelah kepuse dia langsung lancar aman lagi sih di 40-an FPS ya. Terus untuk temperaturnya di bagian dalam itu 33,2 derajat celcius dan power yang dibutuhin itu 3,93 watt. Terus gim apa lagi? Mobile Legends. Mobile Legends kita cari yang paling lama ini 16 menit. Kita coba main 16 menit. kebukanya di 60 fps yah pernah turun di sini ya di sekitaran 40-an FPS. Nah, ini kalau satu match udah selesai balik ke lobi dia bakalan turun sih. Tapi average FPS yang didapat itu di 57 dengan power dan juga temperatur yang lebih tinggi ketimbang PUBG tadi 35 derajat Celcius. Wah, Genin Impact juga dicoba ya G85. Gokil emang anak-ak ini cakep ya. Gensin Impact dicoba. Nah, hasilnya karena Mediatch Hi85 itu enggak kencang-kencang banget. Jadi hasilnya ya not playable lah, enggak playable. Jadi kalau kalian mau main game Gensin di tablet ini saya saranin enggak pakai yang pro aja lah. Motorola Pad eh tapi enggak masukin deh. Belum masukin de Motorola Pad 60 Pro karena dia pakai diamond City 8000 series itu udah lumayan kalau dibuat untuk main game. Kalau untuk baterainya sih pas main game tadi juga kita catat ya. Untuk PUBG 10 menit tadi dia berkurang 2%, Mobile Legends 10 menit berkurang 3%. Genin pack 16 menit tadi berkurang 4%. Kalau untuk kapasitas baterainya di boknya enggak ada sih ya. Ya udah deh kita cek di ID aja deh. Berapa kapasitas baterainya? Baterai di sini dia terbacanya di IDA uh 12.300 mamps. Hmm. Berapa ya Motorola 60 L ya? Karena di info GSMR-nya juga belum ada. Di website Motorola juga belum ada. Di boknya ini all day batery left gitu doang enggak ada kapasitasnya. Tapi kalau misalkan yang teregister atau terbaca di Aida itu di 12.300 mamp. Apa iya segede ini ya? Mediatek G85 memorinya 4 ya betul. Baterainya sementara ini sih R.000 ya. Nanti kalau misalnya dia udah launching, coba kita update di deskripsi dan termasuk harganya berapa untuk kapasitas baterainya. Karena kalau untuk Rp2.000 gede banget Rp2.000 apalagi tabletnya setipis ini loh ya. Dia enggak bulky loh untuk tablet baterai segitu gede banget 12.000 mahz. Cuman yang memang saya agak kurang suka sama Motorola itu di smartphone-nya juga dia itu gak punya galeri sendiri, Guys. Jadi kita harus ikut galerinya mana? Foto. Uh, wah ada kok ada sekarang. Biasanya di smartphone-nya enggak ada loh. Jadi di smartphone-nya itu biasanya ya galerinya itu ikut ee aplikasi foto dari Google. Nah, yang ini nih Google foto mana kok enggak ada ini? Bentar saya cari dulu. Google Photo. Nah, yang ini ikutnya ya. Nah, ini ada tapi sekarang ada galerinya. Mungkin nanti kita cek ya di HP-nya apakah sudah ada galerinya. Dan sekarang kita coba bahas fitur Smart Connectnya. Nah, jadi smart connect-nya Azura yang udah nyobain kan? Udah. Nah, coba jelasin ke penonton gimana smart connectnya. Jadi, jadi caranya itu nanti kita buka Smart Connect di sini sama di laptopnya Lenovo. Terus habis itu nanti tinggal disambungin aja dian gitu. Nanti dia bisa jadi eh second monitornya gitu. Second monitornya buat smartphone-nya ya. M. Tadi sempat aku lihat ada beberapa device gitu. Iya. Jadi dia tuh bisa aku enggak tahu maksimalnya berapa ya, tapi tadi kita nyobain sampai empat device dan semuanya itu bisa device itu dua smartphone, dua smartphone, satu laptop sama satu tab gitu dan semuanya bisa and dropul bisa dan yang bisa kalau yang HP HP moto itu bahkan bisa dijadiin kayak Samsung Dex gitu. Oh, gitu. Jadi kita bisa transfer ya tanpa pelung di laptop sih. Jadi HP-nya di laptop belum kalau itu. Tapi kalau ini kita coba di review-nya. Makasih, Zur. Awas sama. Jadi itu fitur smart connect-nya ya. Tapi kalau kalian pengen tahu smart connectnya, nah oh ini ada historyya ternyata guys. Jadi dikonekin sama laptop Lenovo Yoga, Motorola G45 sama Motorola H60 Pro. Tuh ini history-historynya. Nah, untuk kameranya kira-kira seperti ini kualitasnya. Ini kamera depannya ya. M biasa sih. Jadi ada noise beberapa noise dan dia kurang XD. Muka saya juga langsung terlihat pixelated eh kurang detail karena sebenarnya muka saya itu bopeng-bopeng dan banyak jerawat. Nah, ini kan terlihat pixelated kayak cat air ya, jadi detailnya agak berkurang cuman diain sama dia. Dan sekarang kita coba untuk kamera belakangnya. Kalau kamera belakang kira-kira seperti ini. Pov-nya lebih nge-zoom. Nah, ya memang tablet itu kamera bukan hal yang dijual sih sama brand manapun lah. Walaupun iPad atau Samsung Tabs series biasanya kameranya biasa aja karena enggak mungkin ada yang nge-vlog pakai tablet ya. Biasanya cuma digunakan untuk meeting online atau cuman sekedar scanning dokumen aja. Nah, pokoknya dibuat motret itu teks di dokumen kelihatan itu udah cukup, enggak harus yang fotografi yang memperhatikan dynamic range dan detail-detail lain. Plus kalau misalkan kita pakai casing-nya tadi belum kita demuin ya, casing-nya seperti ini. Terus kita gunain untuk nonton. Wah, enak. Cuman kurang keyboard aja sih. Kalau misalkan ada keyboard-nya cakep sih. Ini untuk fitur-fitur lain coba kita lihat di bagian setting ini ya. Ada one vision. One vision itu fungsinya untuk multitasking lah ya. Ada floating window, ada split screen, ada smart rooted juga. Terus advance fature-nya dia ada PC mode. Jadi kita wih ada PC mode. Gokil dia langsung ganti ke mode PC ya. Tuh. Jadi kalau buat kalian yang pengin punya tablet tapi PC Experience tuh dia bisa ada mode PC-nya langsung. Wuh, lumayan nih. Jadi, tas barnya langsung jadi PC kayak gini. Terus advance fitur-nya dia ada video call assistant. Jadi dia bakalan kayak semacam Windows Studio effect gitulah kalau di laptop ya. Jadi bisa ganti background terus filter mukanya jadi lebih lebih jernih. Kalau dibilang fiturnya lengkap mana ya lengkap smartphone-nya ya kayak Motorola G45 itu menurut saya harganya apalagi sekarang R jutaan ya. itu gokil banget sih. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja unboxing dan juga hands on dari Motorola Pad ini. Nah, sekarang coba kita tebak-tebakan harga ya. Menurut kalian harga yang pantas untuk Motorola ini berapa? Selling point-nya baterainya kalau benar ya sesuai Aida itu 12.000 mamp dengan dimensi setipis ini lumayan awet dan gokil sih itu. Dan untuk chipsetnya dia pakai Mediatek Helio G85 yang kalau di smartphones R1 juta lah biasanya. Tapi kalau di tablet ada juga ya R juta lah ya di tablet ya. Nah, coba Motorola dengan aksesorisnya cuman ini aja. Gak ada keyboard, gak ada stylus. Kira-kira menurut kalian harga yang pantas berapa? Kalau saya sih harusnya 1 atau du lah. Dua pun harusnya du du dua kecil gitu. 2399, 2499. Karena kalau udah 299 sayingnya terlalu berat ya. Karena tablet Rp1 jutaan itu ada Redmi Pad juga yang cakep juga kemarin. Nah, kalau menurut kalian harga yang pantas berapa ya? Coba tulis di kolom komentar. Tapi kalau udah ada update-nya sih ya nanti saya kasih. Kalau misalkan saya upload ini terus dia udah launching dan tahu harganya ya enggak usah tepak-tepakan ya percuma karena udah terjawab. Tapi overall kalau misalkan harganya 1 jutaan menurut saya sih bakalan jadi tablet yang worthed di class entry level ya. Apalagi smart connect-nya Motorola itu cakep banget. K Budi and see you on next video.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Di tengah lesunya kondisi ekonomi saat ini, DKID Media justru membawa angin segar lewat ulasan tablet terbaru yang diklaim tetap mempertahankan kemewahan layar 2K...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Penasaran apakah Xiaomi 17T Pro benar-benar layak disebut sebagai perangkat flagship dengan harga belasan juta? Kreator akan mengajak penonton membongkar langsung...
Xiaomi 17T Pro hadir sebagai upaya Xiaomi untuk mempertahankan tahta "flagship killer" di tengah pasar tahun 2026 yang kian kompetitif. Kreator mengulas tuntas...
Pasar tablet murah kembali bergeliat dengan hadirnya sebuah perangkat metal yang mendefinisikan ulang standar gadget ramah kantong. Di harga dua jutaan, perangkat...
Ingin tahu apakah Xiaomi 17T masih pantas menyandang predikat "HP menang banyak" di tengah tren harga yang makin meroket sepanjang tahun 2026? Kreator mengajak kita...
DHIARCOM mengupas tuntas kehadiran Xiaomi 17T Pro yang mendobrak pasar lewat kombinasi performa kelas wahid dan baterai jumbo 7000 mAh. Penonton akan diajak melihat...
Siapakah rajanya midrange tahun ini? DKID Media mengupas tuntas Xiaomi 17T yang hadir dengan kemampuan zoom optik 5x, baterai jumbo 6.500 mAh, serta desain compact...
Pasar smartphone kelas premium midrange kembali memanas lewat kehadiran Xiaomi 17T yang membawa kejutan besar di angka Rp 7.999.000. Dengan harga seseksi itu,...
Xiaomi kembali menggebrak pasar lewat lini 17T yang membawa lompatan besar pada sektor fotografi mobile. Di tengah fluktuasi harga yang memicu perdebatan, perangkat...

















