Jungkat

NAH GINI DONG SAMSUNG! INI BARU ENAK! - Review Samsung Galaxy Buds3 Pro (YouTube Video)

  • 06/09/2024

Tau nggak apa yang keluar dari mulut saya waktu pertama kali liat TWS ini? Dih... Saya nggak bermaksud menghina ya? [Mouldie]: Oh udah mulai... [Irwan]: Ih! Saya kempesin Anda! Saya nggak bermaksud menghina ya... Cuma mau ngeledekin aja gitu. Karena pada akhirnya Samsung luluh dan bikin TWS yang menurut saya justru lebih baik daripada generasi sebelumnya. TWS ini secara visual seperti perkawinan silang antara Airpods Pro 2 dengan TWS Olike. Charging case-nya berbentuk mirip kayak charging case-nya Airpods, tapi bentuk penutupnya transparan kayak TWS Olike. Samsung keliatan kayak berusaha membuat TWS ini sebisa mungkin nggak mirip kayak Airpods. Jadi dengan cara membuat charging case-nya berukuran yang lebih besar dan posisi earbud-nya yang terbalik dibandingkan Airpods. Di bagian bawah ada port USB Type-C dan tombol pairing, dimana kalau di Airpods, posisinya ada di belakang. Saat dibuka, lampu yang ada di earbuds-nya nyala ya. Indikator kiri dan kanan di TWS ini ditandai dengan tanda berwarna merah dan biru. Merah untuk kanan dan biru untuk kiri. Desain earbuds-nya sendiri banyak banget kemiripannya. Mulai dari garis desainnya yang mirip, peletakan sensor yang juga mirip, bahkan desain muzzle-nya yang mirip. Saya bahkan coba pasangin eartips punya Samsung ke Airpods ya. Dan masuk. Hehehehe, kocak nah. Bagian batang dari TWS ini berbentuk segitiga. Dalam batangnya ini, terdapat berbagai macam sensor yang memungkinkan kita untuk melakukan fungsi pinch atau cubit, dan fungsi swipe. Saya agak bingung kenapa ini batangnya bentuknya segitiga ya. Karena dalam praktiknya menekan si batang ini kerasa agak nggak nyaman. Karena kerasa tajem gitu. Kenapa nggak dibikin lonjong atau pipih ya? Saya sempet lihat di web Samsung soal tagline si TWS ini. Tagline-nya berbunyi Refreshed Look. Mohon maaf nih, ini apa yang 'refreshed' ya? Udah nggak kehitung desain TWS kayak gini di pasaran ya. Mungkin maksudnya refreshed look dibandingkan Galaxy Buds 2 Pro kali ya. Ada 2 pilihan warna yang bisa kita pilih. Warna putih dan warna abu-abu atau silver. Saran saya sih pilih yang warna silver ya. Lebih kelihatan keren, karena yang putih menurut saya nggak kelihatan terlalu mewah gitu. Beda sama yang silver yang kelihatan lebih elegan dan mewah plus kelihatan mahal gitu. Mereka juga rilis beberapa casing official untuk TWS ini. Casingnya lucu-lucu. Saya punya yang Minion sama Harry Porter. Bagian belakangnya... [Mouldie]: Harry Potter bang! Kalo Porter mah yang bawa barang bang! [Irwan]: Iya guys... Puter! Harry Puter! Puter ya bang? Kok Harry Porter bacanya? Oh iya Potter... Potter guys bukan Porter! Bener-bener-bener-bener. Saya agak lama sih di Gambir dulu ya. Bagian belakangnya transparan, tapi bagian depannya ada gambarnya gitu. Lucu kan? Pokoknya lucu dan eye-catchy banget kalo diajak nongkrong ya. Tapi... ada tapi-nya... Saya nggak suka sama sistem yang digunakan casing ini untuk terpasang di Buds 3 Pro ini. Dia pake double tip di bagian dalamnya. Jadi kalo dilepas pasang, besar kemungkinan daya rekatnya akan berkurang. Ini bikin kita nggak leluasa gonta-ganti casingnya. Untuk kenyamanan, saya suka sama TWS ini. Dalam pemakaian yang cukup lama, si TWS ini beneran nggak bikin kuping sakit. TWS ini juga enteng banget ya, jadi nggak kerasa berat di kuping. TWS ini punya banyak fitur. Seperti yang kita ketahui, TWS-TWS jaman sekarang itu nggak fokus hanya ke sound quality ya. Tapi juga soal user experience. Ada Active Noise Cancellation atau ANC yang bekerja dengan sangat baik disini. Kualitas ANC-nya nggak bisa dibandingin sama TWS-TWS murah. Karena noise yang diredam sama TWS ini beneran maksimal ya. Suaranya tuh jadi beneran kedap. Cara mengaktifkan si ANC-nya juga mirip kayak si Airpods 2 Pro. Tinggal dipencet aja si batangnya 1-2 detik, otomatis si ANC-nya akan aktif. Selain ANC, ada juga fitur Ambient Sound yang bisa bikin kita tetap denger suara sekitar ya. Jadi kita akan tetap aware sama lingkungan sekitar. Fitur ini kepake banget kalau lagi olahraga di luar ruangan atau lagi di tempat umum. Buds 3 Pro juga punya fitur 360 audio yang bisa bikin kita ngerasain sensasi suara surround gitu. Yang kalau di Apple disebut sebagai Spatial Audio. Tapi yang paling dijual sama Samsung di TWS ini adalah fitur AI. Iya, tahun ini hampir semua device mereka pake embel-embel AI. Termasuk TWS ini. TWS ini jadi lebih pintar karena dia bisa menyesuaikan settingan atau equalizer tergantung dari bagaimana kita memakai si TWS. Posisi si TWS di kuping kita itu berpengaruh terhadap pengaturan kualitas suara di TWS. Selain itu, ANC di TWS ini juga dikasih embel-embel AI. Dia dianggap pintar karena bisa secara otomatis menyesuaikan dimana kita berada. Misal, di kondisi yang tidak terlalu berisik, intensitas ANC-nya di set nggak terlalu besar. Sedangkan kalau kita ada di environment yang lebih berisik, intensitas ANC-nya akan dimaksimalkan. Tapi di antara beberapa fitur AI yang ada di TWS ini, fungsi live interpret... [Irwan]: In... [Mouldie]: Interper... Interper... [Irwan]: *ketawa* Apa...? [Mouldie]: Interperserer... [Irwan]: In... In... Intep- Fungsi live interpreter-nya, ya itulah pokoknya, susah banget, yang paling menarik menurut saya. Jadi si TWS ini akan otomatis mentranslate apapun yang kita dengar. Misalnya, si TWS mendengar kata stupid ya, dia akan otomatis menerjemahkan buat kita. Dan yang kita dengar tuh jadi... GOBLOK! Jadi gitu tuh... *ketawa* Saya kesal dari saya nggak bisa baca interpreter bang. Ini bisa! Tadi nggak bisa! In... In... Ya itulah pokoknya! Dan Live Interpreter ini bisa 2 arah ya, dengan Conversation Mode. Jadi dia juga akan otomatis menerjemahkan bahasa kita ke bahasa lawan bicara kita. Sayangnya, fitur ini eksklusif berjalan di device Samsung, seperti Galaxy Fold 6 atau Flip 6, serta hape-hape flagship mereka di masa depan. Fitur 360 audio di Buds 3 Pro ini menurut saya keren ya. Pas nonton film atau video yang mendukung fitur ini, saya ngerasa suaranya tuh kayak ngelilingin gitu. Jadi lebih wow aja gitu surroundnya. Nggak cuma buat dengerin musik, Buds 3 Pro juga enak buat telponan. Suara lawan bicara terdengar jernih, dan suara kita juga ditangkap dengan lebih baik. Dan nyampe ke lawan bicara itu lebih bersih gitu, tanpa noise. Baterainya juga awet, bisa sampe 8 jam pemakaian nonstop. Tentunya dengan ENC mati. Kalau pake charging case-nya, kita bisa sampe 28 jam dengerin musik. Jadi bisa dengerin musik seharian tanpa khawatir baterainya abis. Yang mana jujur saya nggak pernah dengerin musik seharian ya. Kayak nggak ada kerjaan aja gitu lho. Overall, fitur-fitur di TWS ini memang menarik. Dan memang experience lah yang difokuskan oleh Samsung di TWS ini. Tapi bukan berarti kualitas suaranya yang keluar dari TWS ini jelek ya. Pertama kali pake TWS ini, saya langsung ngerasain perbedaannya. Suara yang keluar dari TWS ini tuh kedengeran jernih banget, detailnya kerasa banget, dan bassnya ngendang banget. Tapi nggak lebay ya, nggak terlalu gede gitu bassnya. Detail suara yang dihasilkan Buds 3 Pro bagus menurut saya. Petikan gitar, kesikan viola, bahkan hembusan napas penyanyi bisa kedengeran dengan jelas. Bahkan waktu dia ngorok juga kedengeran. Hehehehe [Mouldie]: Abang hari ini kenapa sih bang? [Irwan]: Nggak tau Bang! Rasanya kayak lagi dengerin konser live aja gitu lho. Buat yang suka musik dengan beat kenceng alias jedak-jeduk, TWS ini juga nggak ngecewain. Bassnya nendang, bikin angguk- angguk, geleng-geleng kepala gitu. Tapi nggak bikin telinga sakit sih. Pokoknya pas banget deh. Nggak berlebihan pastinya. Nggak cuma instrumen, suara vokal di Buds 3 Pro juga kedengeran jernih dan natural. Karakter suara penyanyi jadi lebih keluar. Salah satu hal yang bikin si Buds 3 Pro ini beda dari earphone lain adalah soundstage yang luas menurut saya. Maksudnya suara yang keluar tuh lebih spacious gitu lho. Nggak cuma terpusat di tengah kepala aja. Jadi bisa ngerasain posisi masing- masing instrumen dengan lebih jelas. Kayak lagi duduk di tengah studio rekaman gitu. Secara keseluruhan, kualitas suara Samsung Galaxy Buds 3 Pro ini menurut saya oke banget. Jernih, detail, bahasa nendang, soundstage- nya lumayan luas untuk sebuah TWS, pokoknya enak lah. Fitur-fitur yang nambahin kenyamanan waktu dipake seperti ANC atau 360 audio-nya juga bisa bekerja dengan cukup baik. Dibandingkan dengan TWS lain di kelasnya, Buds 3 Pro ini bisa dibilang salah satu yang terbaik. Kualitas suaranya bisa bersaing dengan Sony WF-1000XM4 atau AirPods Pro. Tapi ada satu kekurangan yang saya temukan ya. Samsung Seamless Codecs atau SSC. Ini mah Sony Sugema College ya bang? [Mouldie]: Ngajak bimbel? [Irwan]: Kok kayak mau bimbel ini? Samsung Seamless Codecs atau SSC, yang notabenenya Hi-Res codecs buatan mereka, hanya jalan di device-device Samsung. Tapi saya nggak ngerasain ini jadi masalah ya. Toh pada akhirnya yang kepake banget adalah fitur ANC-nya, yang mana susah buat dapetin suara yang lossless saat EMC aktif. Kesimpulannya, apakah Samsung Galaxy Buds 3 Pro layak dibeli? Hmmm... Menurut saya, sangat layak ya. Dan sulit buat dimendang-mendingin sama TWS-TWS murah yang bisa kita beli di marketplace. Kalo kalian pake Samsung dan ada budgetnya, silahkan dibeli. Saya berani jamin nggak akan nyesel. Daripada ngabisin duit buat coba-coba TWS murah yang nggak jelas. Ya kan? Ya nggak? Ya dong? [Mouldie]: Contohnya apa bang? [Irwan]: Duh... Ngeri dihujat bang saya, bang... [Mouldie]: Bye-bye! Takut saya... Emang lu bisa bikin TWS kayak gitu? Tari gituin saya! Kan saya deg-degan! Ih... eee.. curhat... Dodol... Closed Caption by @subbox.id

Lihat di YouTube

Video Lainnya

HP Android 32 Juta...
Oleh GadgetIn
15m 11s

Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...

Brand Terkait

Samsung

Samsung menghadirkan smartphone Galaxy, tablet, wearable, TV, dan perangkat rumah tangga dalam satu ekosistem terintegrasi. Samsung dikenal dengan teknologi layar terbaik, performa tinggi, dan inovasi global untuk kebutuhan modern.