NAS Bukan Sekedar Storage Tambahan! Ft Synology DS925+ (YouTube Video)
Kalau ada yang mengira NAS atau network attach storage itu cuma hardisk besar yang bisa nyala 24 jam dan bisa diakses lewat jaringan, dipakai buat nyimpan file terus udah gitu aja, itu salah besar. Nas itu punya banyak fungsi lain yang bisa kita manfaatkan. Menurut kami NAS masa kini itu bukan sekedar tempat nyimpan data, tapi dia adalah pusat data. Pemikiran yang keliru ini bikin Nas sering tidak dimanfaatkan secara maksimal. Jadi, NAS itu bisa buat apaagi selain buat nyimpan data? Nah, itu yang akan kami jelaskan dalam video kali ini. Ya, nas, seperti yang di samping saya ini ya, sepertinya masih banyak yang manfaatkan teknologi ini sebagai storage tambahan saja. Anggapannya punya kapasitas besar dan bisa nyala terus-menerus. Jadi, cocok untuk storage tambahan buat nyimpan file. Padahal NAS itu fungsi utamanya sebagai pusat data. Jadi kita bisa melakukan banyak hal selain menyimpan data seperti alat untuk backup file dari berbagai tempat, alat untuk kerja kolaborasi, bisa jadi web server lokal, jadi media penyimpanan untuk CCTV, dan masih banyak lagi. Banyak sekali nih fungsinya ya. Nah, apakah fungsi-fungsi ini sudah kita manfaatkan dengan baik? Kalau jawabannya belum, bisa jadi itu karena kita belum tahu aja ya. Nah, karena itu enggak ada salahnya ya. Kita belajar bareng di sini bagaimana memanfaatkan Nas masa kini dengan baik. mulai dari satup awal NAS sampai pemanfaatan fitur dan fungsi-fungsi menariknya. Nah, untuk menamani kita belajar kita akan pakai Sinogi Nas yaitu Sinogi DS925 Plus. Untuk spesifikasinya CP-nya pakai AMD Ryzen V1500B memorinya 4 GB dar 4 eCODIM ini upgradable sampai 32 GB. Untuk slot sourus-nya ada 4 drive B 3,5 inci atau 2,5 inci untuk hardisk atau SSD SATA ya. Kalau kurang, kita bisa gunakan expansion unit dari jumlah maksimal sampai 5 drive tambahan. Jadi kalau di tootal NAS ini bisa mendukung sampai 9 drive. Itu sebabnya namanya ada semilannya ya. Nah, kemudian dia punya dua slot M.2 NVM untuk cashing dan storage. Tapi umumnya memang lebih sering dipakai buat cash ya. Untuk ketor dia punya dua portland yang sudah mendukung 2,5 GBE atau 2,5 Gbit Ethernet. Artinya kecepatan jaringan kabelnya itu bisa mencapai 2,5 Gabbit perdik. Ini 2,5 kali lebih kencang dibandingkan ET standar yang 1 GBE yang umumnya sudah dipakai di rumah atau di kantor-kantor. Kemudian dia punya dua port USB 3.2 gen one dan ada satu port USBC untuk expansion port. Nah, agar pengalaman pakainya maksimal, kita menggunakan hardisk yang direkomendasikan oleh Sinology untuk NAS tipe ini. Ini adalah Sinogi HAT300 2 TB. Farm factornya 3,5 inci. Interface-nya ini SATA. Maksimum sustain data transfer speed-nya ada di 180 MB/. Kapasitasnya sesuai dengan namanya 2 TB. Di sini kita langsung pakai 4 unit hardisk tipe ini ya. Jadi kita maksimalkan jumlah drive bawaan yang ada di NAS ini. Oke, kita mulai setup hardware untuk NAS yang satu ini. Pertama lepas dulu bracket yang terpasang di unit NAS. Setelah itu, pasang hardisk yang sudah disiapkan ke bracket tersebut. Kalau hardis sudah terpasang dengan benar, masukkan kembali bracket ke dalam nasnya. Selanjutnya hubungkan kabel power dan kabel LAN ke unit NAS ini. Setelah semua terhubung, nyalakan NAS dengan menekan tombol power. Oke, sampai sini setup hardware-nya udah selesai. Selanjutnya kita lanjut ke setup bagian software. Nah, untuk proses ini kita bisa menggunakan laptop atau desktop PC. Pastikan laptop atau desktop PC-nya terhubung dengan jaringan lokal yang sama dengan NAS yang satu ini. Untuk melakukan setup software kita bisa buka situs fines.com lewat browser di laptop atau PC kita. Setelah itu sistemnya akan melacak nasinologi yang tersedia di jaringan lokal kita. Selanjutnya kita pilih unit Sinology DS925 Plus dan sistemnya akan langsung melakukan instalasi Sinology Dis Station Manager atau DSM alias sistem operasi berbasis web untuk mengoperasikan Sinogi NAS. Proses ini sendiri akan berlangsung sekitar 10 menitan ya. Jadi ditunggu aja sampai selesai. Setelah proses instalasi DSM-nya selesai, berikutnya kita akan diminta untuk membuat tiga akun, yaitu akun administrator untuk NASnya. akun Sinology untuk menjalankan fitur-fitur yang ada di NAS ini dan Quick Connect ID untuk mengakses NAS ini dari jarak jauh. Nah, kalau ketiga akun itu selesai dibuat, kita akan diarahkan ke halaman login admin dari NAS yang satu ini. Tinggal login aja menggunakan akun administrator yang sebelumnya sudah kita buat tadi, ya. Dan proses setup software-nya sudah selesai. Nah, mudah kan ya? Lanjut lagi ke proses setup berikutnya. Sekarang adalah setup storage untuk NAS ini. Pertama, buka halaman storage manager di DSM lalu create storage pool. Berikutnya atur tipe rate yang mau dipilih untuk storage pool-nya. Di sini pilihan default-nya ada di SHR alias Sinology Hybrid Rate. SHR ini menggabungkan optimisasi kapasitas dan redudansi atau keamanan data. Tipe Rate ini hanya ada dinas dari Sinology ya. Nah, setelah memilih tipe rate dilanjutkan dengan milih drive mana saja yang ingin kita rate dan mengalokasikan volume storage yang ingin di-set up. Selanjutnya tinggal ikuti proses sisanya dan tunggu hingga selesai. Sampai di sini fungsi dasar NAS sebagai tempat penyimpanan file sudah bisa kita peroleh. Nah, bagaimana kalau kita mau pakai fungsi dasar ini? Ah, di sini ada beberapa cara pakainya. Mungkin yang paling tradisional adalah pakai file manager dari sistem operasi di komputer kita. Misalnya kalau pakai Windows 11, kita bisa akses isi NAS dari bagian network di file Explorer. Cara lainnya, nah untuk Sinyi, ada beberapa aplikasi yang bisa kita manfaatkan di sini. File station pertama ya ini adalah file manager bawaan dari DSM alias sistem operasi dari Snowin Nas yang kita bahas tadi. Jadi file station ini kita akses dengan membuka DSM dari web browser kita. Lewat file station ini kita bisa melakukan hal-hal dasar seperti buka dan lihat isi file tertentu, copy, move, rename, dan delete atau juga bisa bikin folder yang baru dan tentunya upload dan download file. Jadi ini adalah tools utama buat mengelola dan mengakses data yang ada dalam Sinology NAS. tentunya ini bisa diakses oleh semua akun yang terdaftar di Nas ini. Nah, untuk NAS teknologi DS925 Plus ini jumlah akun yang bisa dibuat dalam satu jaringan lokal itu bisa mencapai 512 akun. Banyak ya. Nah, apakah kalau mau pakai file S ini perangkat kita harus ada di jaringan lokal yang sama dengan NAS? Ternyata tidak. Kita bisa gunakan juga fitur Quick Connect yang sebelumnya sudah kita setup untuk mengakses isi dari NAS ini dari mana saja selama dia terhubung ke internet. Untuk mengaksesnya kita bisa buka lewat website quickconnect. Kemudian isi ID NAS kita. Praktis kan? Nah, walaupun sedang ada di tempat yang berbeda, IS NA tetap bisa kita akses. Untuk yang mau akses dari smartphone atau tablet bisa juga di sini ya. Tinggal pakai aplikasi DS File yang bisa di-download lewat Google Play Store atau App Store dari Apple. Ya, ini mirip seperti file Station tapi ini versi mobile-nya. Oh ya, di file session dan DS file ini juga ada fitur preview file. Jadi kalau buat sekedar ngecek isi beberapa tipe file, kita enggak perlu download file-nya. Kita bisa intip dulu isi file-nya langsung dari file station. Nah, sekarang kita masuk ke salah satu fungsi unggulan dari Sinology NAS, yaitu Sinology Drive. Nah, dengan fitur ini kita bisa memanfaatkan NAS ini sebagai cloud server milik kita sendiri. Jadi, konsepnya mirip seperti Google Drive lah ya. Tapi yang beda adalah datanya disimpan di Nas kita sendiri, bukan di server pihak ketiga atau di cloud. bukan ya. Ya, dengan fitur drive ini, semua file yang kita simpan di DS925 Plus ini bisa kita akses dari mana saja. Bisa lewat browser, aplikasi di PC atau laptop, bahkan dari smartphone juga bisa. Bedanya dengan File Station, cakupan dari Siny Drive ini jauh lebih luas. Bukan cuma sekedar buat manajemen file seperti upload dan download serta pindah-pindahin lokasi aja ya. Sinology Drive ini cocok banget buat yang mau kerja sama tim atau kolaborasi dalam mengerjakan sesuatu. Di sini kita bisa mengedit file yang ada dalam drive ini bersama dengan banyak user sekaligus ya. Sinology Drive ini sudah terintegrasi dengan Sinology Office. Jadi file doc, Spreadsheet, PPT, dan semacamnya itu bisa langsung dibuka dengan aplikasi ini. Tapi tenang, enggak semua orang bisa ngakses file-nya kok. Hanya user yang kita izinkan yang bisa melihat atau mengedit isi file-nya. Misalnya ada satu dokumen proposal yang dikerjakan bareng oleh beberapa orang. Kita tinggal upload saja file doc-nya ke NAS ini. Kemudian atur siapa saja user yang diizinkan untuk mengakses file tersebut. Ketika ada satu orang melakukan perubahan di dokumen tersebut, perubahannya langsung tersimpan di NAS ini. Jadi, user lain yang membuka file-nya akan langsung mendapatkan versi terbarunya. Nah, enggak usah takut terjadi konflik atau kesalahan edit di dokumen jadinya ya. Di sini ada fitur versioning. Jadi, setiap perubahan file itu disimpan riwayatnya. Kalau ada kesalahan edit, file rusak atau enggak sengaja kehapus, kita bisa balikin ke versi sebelumnya. Oh ya, kalau mau membagikan akses file yang ada di Sology Drive ini ke pihak lain, kita bisa membagikannya lewat link. Link ini bisa dikasih password dan bahkan bisa dibatasi waktunya. Jadi, sharing-nya tetap fleksibel tapi masih aman dan terkontrol. Mau backup file dari smartphone ke sinology drive bisa juga tinggal atur aja lewat aplikasi di smartphone. Nah, semua fitur keren-keren yang ada dari Sinology Drive ini bisa kita gunakan secara gratis kalau kita pakai NAS Sinology DS925 Plus. Jadi enggak perlu lagi tuh pakai biaya langganan tambahan. Ini juga jadi keunggulan dibanding cloud storage publik yang biayanya cenderung terus naik seiring dengan peningkatan KPS storage dan jumlah usernya. Jadi dengan kombinasi Sinogi DS925 Plus dan Sin Drive, NAS bukan cuma berfungsi sebagai storage tambahan, tapi juga bisa jadi platform kerja dan kolaborasi. Oke, kita lanjut ke fitur menarik berikutnya. Di sini ada Sinology Photos. Ini adalah aplikasi yang fungsinya buat menyimpan dan mengatur file foto. Konsepnya mirip seperti Google Photos lah ya, tapi servernya itu ada di nas. Di siny Photos ini semua foto yang kita simpan bakal ditampilkan dengan rapi dan bisa dikelompokkan berdasarkan tanggal, lokasi, dan objek fotonya. Satu hal yang paling menarik di Sinal JJ Photos adalah fitur backup-nya. Di sini kita bisa melakukan auto backup untuk foto dari smartphone ke Nas. Caranya tinggal instal aplikasi Sologi Photos di smartphone kita. Lalu buka menu backup dan atur saja sesuai dengan preferensi kita. Backup-nya bisa kita atur saat ketemu koneksi Wii saja atau pakai koneksi selular bisa juga. Ya, intinya ini cocok banget buat yang mau punya tempat backup foto-foto dengan aman, rapi, dan mudah dicari tanpa harus bergantung ke cloud publ. Dan lagi-lagi layanan Sinji Photos itu bisa kita gunakan secara gratis kalau kita pakai NASDS925 Plus yang satu ini. Nah, selain fitur-fitur tadi, Sinogi NAS juga bisa digunakan untuk melakukan backup. Kalau mau backup file dari PC ke Nas, kita bisa pakai fungsi active backup. Kalau mau backup file dari cloud service seperti Google Drive atau Dropbox ke Nas bisa pakai fungsi yang namanya cloud sync ya. Nah, kalau mau backup isi NAS ini bisa enggak? Bisa. Kita tinggal pakai fungsi yang namanya hyper backup. Lewat fungsi ini, kita bisa backup, isi NAS ke tempat lain, bisa ke hardisk eksternal, bisa ke NAS lain, bahkan bisa juga ke cloud service seperti Google Drive, Dropbox, dan lain-lain. Yang menarik dari fitur ini adalah file backup yang disimpan itu berbasis versi dan inkremental. Artinya, setiap kali backup berjalan, Nas tidak menyalin ulang semua data dari nol lagi, tapi dia hanya mencatat perubahan sejak backup yang terakhir. Ini membuat proses jadi lebih cepat, lebih hemat storage, dan lebih efisien. Dan proses backup ini bisa dijadwalkan secara otomatis ya, misalnya tiap malam saat N sedang tidak dipakai k kerja berat. Intinya hyper backup ini bisa banget bantu jaga data-data penting kita dengan cara yang lebih efisien. Dan yang paling penting ini juga gratis kalau pakai Sologi NAS termasuk DS925 Plus. Ini sebenarnya masih ada banyak lagi ya fungsi dari Sinogi NAS yang enggak bisa kita bahas satu persatu dalam video ini ya. Kalau penasaran silakan aja langsung cek ke website resminya Sinogi. Di sana ada banyak penjelasan dari fungsi-fungsi menarik yang ada di Nas mereka. Termasuk kalau ingin tahu Sologi NAS itu ada apa aja selain Nas yang DS925 Plus ya silakan aja langsung cek ke website resminya atau cek di link yang ada dalam kolom deskripsi untuk informasi selengkapnya ya. Nah, jadi terlihat ya kalau Nas itu lebih tepat disebut sebagai pusat data yang modern. Sinogi DS925 Plus yang kita pakai sebagai contoh dalam video ini terlihat bisa menawarkan banyak fungsi tambahan. Bukan cuma untuk menyimpan file di luar laptop atau desktop kita bisa untuk kerja kolaborasi lebri, manajemen foto lewat Photos sampai sistem backup yang efisien termasuk dengan hyper backup. Semua ada dalam satu perangkat dan yang sering dilupakan fitur-fitur penting ini bisa dipakai tanpa biaya langganan tambahan. Nah, kalau kalian sendiri sudah pakai fungsi NAS apa aja atau setelah nonton video ini kalian jadi kepikiran buat pakai fungsi tertentu yang baru kalian ketahui. Nah, atau mungkin kami harus bikin lagi video terkait fungsi Nas yang lebih lanjut lagi. Kalau iya, fungsi apa yang ingin kita pelajari bersama-sama? Nah, coba tulis di kolom komentar. Yeah.
