Nasib "HP murah bagus" in this economy... (YouTube Video)
Halo guys, David disini, dan kita bakal cobain Tecno POVA 8 5G. POVA 8 5G. POVA itu seri yang sering menang banyak ya buat harganya. Dari POVA 4, 5, 6, 7, mantul! Dari spek, fitur, desainnya spesial buat HP 2-3 jutaan. Nah, tahun ini di kala negara api menyerang, HP naik, laptop naik, komponen naik juga gila-gilaan. Apakah POVA bisa tahan? Tetep jadi penyelamat, atau dia malah menghilang? Kita cobain bareng di video ini. Pertama, kita langsung ngomongin harganya dulu deh. Tahun lalu, Tecno POVA 7 5G harganya 3 juta buat internal 8/128. Atau nambah 200 ribu aja buat dapetin varian 8/256. Masa-masa indah! Beda sama tahun ini, varian 8/128 pun udah kena sampe 5 juta. Naik 2 juta juih, alias naik 66%. Buat dapetin varian 8/256, kita juga harus nambah 600 ribu. 3 kali lipat dari tambahan tahun lalu. Ngeri! Tecno sampe nawarin varian RAM yang lebih kecil lho. 6/128, biar harganya bisa diteken jadi 4 juta kecil. Atau kalau misalnya kita pake harga pre-order, bisa dapet di 3,9-an. Waktu saya cek ke e-commerce, harga-harga toko, harga pasaran, juga masih pake harga pre-order sih, bahkan bisa lebih murah daripada harga resminya. Jadi itu lumayan ngebantu lah. Yah, harga HP Transient bener-bener kebakar ya. Mungkin karena kemarin-kemarin profit mereka udah tipis, jadi kalau harga komponen naik, modalnya naik, mau nggak mau, harus ikutin kenaikan harga modal tadi. Nggak bisa tinggal potong cuan, nggak bisa karena udah tipis, dan mereka juga nggak bisa cari subsidi lewat iklan di dalam HPnya. Wuh... Biar POVA 8 5G ini tetep berasa spesial, ala TECNO, jadinya mindahin fokus ke bagian yang nggak kepengaruh sama harga RAM dan storage ya. Petunjuknya ada di tulisan 2 di bawah ini. Baterai 8000 mAh, dia nggak kepengaruh RAM sama storage, dan ada Live Matrix Display, itu display LED kecil yang ada di bawah kameranya ini. Yang ada 2026 ini, sebenernya artinya jam 8.26, terus dari desainnya juga dia ala TECNO POVA sekali, yang mirip kayak generasi-generasi lalu, ini TECNO POVA tahun-tahun kemarin, konsisten seperti ini, ada garis-garis ala futuristiknya, terus tulisan POVA 8 5G-nya juga seperti terbuat dari titik-titik LED, jadi mereka bener-bener ngandelin baterai gede dan LED di belakangnya. Sementara buat varian, dia tetep tulis 128GB buat internal, dan 12GB ini tipu-tipu saja, dia hanyalah 6GB internal dan 6GB extended RAM. Jadi varian yang kita unboxing ini, varian yang harganya 4 juta kecil, atau mungkin bisa dapet 3.8-3.9, yang harganya masih lumayan bagus sih buat saya. Dengan catatan itu in this economy ya. Di bawah sini ada spek jujurnya, ada storage 128, dan RAMnya 6GB, bukan 12 ya, yang 12 itu 12 plus 1 buat garansinya, dan varian warna yang kita unbox adalah Helios Orange, dibuat di Indonesia. Cakep! Di belakang ada spek-spek kunci dari Tecno POVA 8 5G, ada baterai 8000 mAh, terus chargingnya 45W, Dimensity 7100, terus ada sensor Sony Lithia 600, yang resolusinya 50MP, terus ada matrix display tadi, layarnya 144Hz, sama ada bonus cloud juga, 256GB. Lumayan jadi solusi buat harga storage yang makin mahal, cuma batasnya sampai 3 tahun aja ya. Abis itu nggak tau bakal di charge berapa, atau tiba-tiba ilang, belum ada info. Ini lumayan gede, sangat gede kalau kita bandingin sama Microsoft, OneDrive kasih 5GB, kalau Google mungkin 15GB, sama Apple iCloud kalau nggak salah 5GB, tapi itu seterusnya setahu saya. Oh ya, sama di sebelah kiri ada logo-logo Dolby Atmos, DUV Rheinland, dan Hi-Res Audio, dan lain-lain, ada Tecno AI, sama apa ini? 300GB bukan storage-nya ini, Axis. Sekarang kita lihat HP-nya! Ini POVA kita taruh di sini, terus HP-nya ini yang tadi udah kita sebut-sebutin, spek-speknya, terus di dalamnya lagi ada casing yang bening, dan ini tipe yang keras punya, terus ada nomor Axis, ada garansi, petunjuk pengguna, terus ada garansi kartu garansi, oke. Di sini ada charger Tecno 45W yang way-nya udah bener ya, bukan M dibalik lagi ya, nggak lurus-lurus lagi ya. Ada perkembangan di bagian cetakan lumayan, sama kabelnya ini type A to type C, tapi entah kenapa kalau saya pegang itu, kok ada feeling-feeling kalau ini bukan kabel yang bagus-bagus banget gitu. Kalau gambarinnya mungkin bikin saya inget, agak inget sama kabel-kabel yang dari topless gitu, cuma nggak segitunya, tapi nggak se-premium misalnya, kabel-kabel dari Motorola, atau kabel-kabel dari Oppo. Jadi ini rasanya setengah-setengah. Kalau kita colok, agak keras bener lho. Agak keras rasanya. Tariknya juga rasanya cep. Iya, itu biasanya bukan tanda yang bagus kalau... cara kita nyoloknya aja udah harus ada effort lebih. Cabutnya pun rasanya agak nyangkut. Ini bukan salah HP-nya sih, lebih ke... lebih ke kabelnya yang nggak terlalu oke. Kalau misalnya di rumah anda punya kabel dan HP yang kayak gitu, coba investasi di kabel yang lebih bagus deh. Misalnya kayak kabel Sony yang agak bagusan ini, masukinnya tetap harus ditekan, tapi nggak senekan, nggak sekuat tadi, dan lepasinnya juga sesimpel itu. Tetep lepasin. Gitu aja. Kita coba ya sekali lagi, ini tekno. Lepasinnya juga agak ditarik. Jadi bukan soal si HP-nya, port-nya nggak bagus, cuma kabelnya itu lho, sesuatu yang sering keskip. Sayang. Sekarang kita cobain HP-nya. Dari depan sudah terlihat ya kalau ini warnanya agak beige-beige gitu. Jadi mirip kayak warna makeup juga, warna kulit juga. Yang blush-blush seperti... HP-nya Samsung sih. Jadi inget sama warna HP Samsung A2. A5 juga pernah ada dulu, ini warna krim kalau nggak salah, atau warna peach, atau warna apa yang pasti dia warnanya kelihatan halus, dan lumayan lucu. Tapi kalau kita pakai background putih agak kurang kelihatannya. Kita ganti dulu deh. Nah, kalau kayak gini dia lebih kinclong, lebih stand out lagi warna Helios Orange-nya. Kalau mau cari yang bener-bener orange, dia ada di tanda panah di bagian bawah sini, yang mengarah ke lubang USB, sama ada tombol power. Jadi sedikit aksen-aksen warna orange, sisanya lebih ke warna krem. Dan di atas ini ada 1 kamera 50MP Sony Litia 600. Di bawah sini ada layar Active Matrix tadi. Ada LED dan garis-garis, terus ada nggak jelas ya, ini ada tulisan NFC, dan dia 5G. Oh, sama di bodinya ada detail-detail yang asik. Ada POVA, terus ada MediaTek Dimensity 7100, dan 8000 mAh. Cakep. Ya, ini HP yang cantik sih. HP yang lumayan feminim, mungkin lumayan elegan. Ada ring-ring warna emasnya juga. Ini sampai mengkilat-mengkilat, biar lebih kinclong lagi. Kalau di bagian bahannya sih nggak terlalu premium ya. Dia pakai polikarbonat aja, tombol power, volume, atas ada mikrofon, tidak ada speaker, walaupun tulisannya ini Dolby Atmos, tapi dia pakainya 1 speaker aja, jadi dia mono. Dia NFC udah ada, gyro udah ada, dan dia tahan air sampai tahan hujan aja. IP64, kalau dicemplungin belum bisa. Di kiri dia polos, dan di bawah ada port type C, speaker, mikrofon, dan SIM tray. Dual nano SIM. Yup, ini dia dual nano SIM aja, nggak bisa ditambahin microSD, padahal kalau di jaman storage mahal kayak gini, kita bisa selipin microSD yang udah kita punya dari dulu lumayan ya. Cuma kalau mau beli barunya, sama mahalnya. Jadi lupakan sayang, mahal banget. MicroSD, SSD, mahal semua. Jadi kalau ada peninggalan warisan itu sangat berharga. Sip! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari Tecno POVA 8 5G. Ini dagunya lumayan tebal ya di bagian bawah. Kalau misalnya kita pakai standar 4 juta, mungkin masih oke lah buat jaman sekarang. Tapi kalau misalnya pakai standar 5 juta buat varian 8/128 atau 5.5, 8/256 rasanya udah ketinggalan ya dari model layarnya. Jadi tergantung cara kita patokan harganya kayak gimana. Buat unit yang kita, untungnya dia RAMnya 6GB, dan internal 128 itu yang paling murah sekitar 3 juta gede, atau 4 juta kecil. Jadi masih oke lah. Sekarang kita cobain live matrixnya. Di sini ada widgetnya, ada tulisan status light, dan kalau kita hidupin ada, wih! Ada lambangnya kalau tombolnya hidup, dan di belakangnya ada lampu-lampuan seperti ini. Ini kayak gambar target ya. Kita juga bisa modif tampilan gambarnya kayak gimana, dengan menekan bagian sini, atau masuk ke setting, cuma cepetnya tekan widgetnya, bagian status light, ada live matrix, ada durasinya, brightnessnya kayak gimana, dan kapan dia bakal hidup. Dia ada notif timer, timer bisa, jadi kita bisa mantau, charging juga ada. Coba kita cas dulu ya. Coba kita colokin kabel buat ngecas, asik! Ini ada 58%, cuma dia langsung mati ya. Di sini statusnya masih ngecas, tapi kenapa kamu tidak muncul terus? Kalau kita lock, nggak muncul. Kenapa? Ntar, coba setting ya. Custom light, nggak, live matrix, hidup, charging, flash while charging, hidup. Kalau kita matiin malah nggak hidup sama sekali. Flash aja ya. Nggak tampil continue terus. Agak sayang sih nggak dikasih sistem seperti itu. Coba kita sistem yang lain, timer ada nih. 5 menit! Tada! Nah, ini asik nih. Kalau saya lock, nggak mati kan? Nah, bisa lho dia hidup terus. Dia bakal jagain sampai habis. Kalau habis gimana ya? 5, 4, 3, 2, 1. Ada... Oh nggak ada gambarnya sih, adanya alarmnya doang. Lumayan-lumayan, saya suka. Makanya saya agak heran kenapa waktu ngecas, dia nggak tampilin. Kalau kita buka musik juga ada hiasan-hiasan waveform atau visualizer gini ya. Jadi cakep buat fitur live matrixnya, tapi dia nggak sempurna ya. Kayak tadi ngecas, dia nggak bisa stay terus. Padahal yang lain bisa, jadi agak kurang aja bagian itu. Kita juga bisa custom gambar lampunya, jadi kalau mau nambah, kita bisa gambar sendiri. Ada seratusan titik, tinggal digambar saja. Kalau tadi udah bikin tulisan huruf G, dan di sini ada hurufnya. Atau ini kayak main snake ya di HP Nokia gitu. Sama ada game kecil-kecilan buat ngetes seberapa cenah yang anda, misalnya lucky number. Kalau kita kocok seperti ini, set, set, set, set, dia akan random mencari angka, nol, terus kita set, set, set, set. Berapa ini? Wih, ada bunyinya. Wih, 1. Wih, ala-ala casino ini. Cek, cek, cek, cek. Nah... Berapa? 2. Kok ngurut ya? Ini ya, kita coba pastikan dia tidak urutan ya. Ini, ini, ini, ini, ini, ini. Ini udah diatur nih, pet aktor nih. Oh, 1. Oke. Set, set, set. Masa nggak dapet angka gede dari tadi? Nah, dibilang ada mikrofonnya ya ini. Jadi itu live matrix display, salah satu yang diandalkan di Tecno POVA 8 5G. Kalau dari speknya sendiri, spek layar, dia pakai panel IPS, terus resolusinya Full HD, refresh rate up to 144Hz, dan brightness-nya agak pas-pasan ya. pakai di luar ruangan, dia masih bisa kelihatan kayak di video ini, saya tembakin ke matahari masih bisa kelihatan, cuma dia nggak seterang HP-HP mid-range lain, atau mid-range yang dulunya harganya 5 juta gitu, dia nggak seterang itu. Kalau sekarang standarnya entah bakal begini semua, atau si POVA aja yang kurang terang. Dari warnanya juga dia nggak bener-bener nendang, nggak bener-bener cerah, cukup enak dilihat aja, tapi nggak segonjreng panel-panel AMOLED atau IPS yang warnanya kuat. Sekarang kita coba lihat skor AnTuTu-nya, oh iya, ini aplikasinya agak ketutup oleh wallpaper, karena itu sistem dari HiOS ya, jadi ada yang namanya Depth Effect Home Screen, yang bakal nutup-nutupin beberapa icon, kalau misalnya nggak suka, kita tinggal pakai wallpaper yang lain aja sih. Misalnya wallpaper standar ini, kita coba apply, dan dia nggak nutupin aplikasi apapun. Sekarang kita balik lagi ke AnTuTu-nya, yang ngasih skor tidak terlalu besar, cuma 780 ribu saja. Lebih kecil sekitar 20-30% dari Dimensity 7400, yang udah umum dipakai di HP 4-5 jutaan. Itu kalau kita bandingin sama HP-HP 5 juta ya, kalau misalnya kita pakai harga 4 juta buat unit yang kita pegang ini, Dimensity 7100 masih oke lah, walaupun memang bukan yang kenceng-kenceng banget. Ada yang lebih kenceng juga di kelas harga kayak gini. Buat setting, dia bisa di Super HD, jadi... Uh, nggak dapet. Jadi dia bisa sampai 90 fps, nggak kenceng-kenceng banget sih, belum bisa 120, jadi layar 144Hz-nya juga nggak bisa maksimal banget. Dan kalau ngelihat grafik performanya, dia pun nggak bisa mentok mulus 90 fps terus, terus dia ada drop-dropnya dikit ke 60 atau 70 fps, terus naik lagi ke 90. Buat Genshin juga nggak terlalu pewek mainnya, awal-awal bisa 30-45 fps, tapi abis itu dia bisa drop ke 25-40 fps, dan staternya juga lumayan. Mungkin ada faktor RAM 6GB juga ya. Sama soal suhu juga, dia lumayan panas, kalau main game berat bisa tembus 4-5 derajat lebih. Jadi buat gaming, HP ini sekedar enak buat main game santai aja, apalagi yang RAMnya 6GB. Kalau misalnya mau yang berat, agak keteteran udah. Nah, mungkin anda bilang, ya oke lah bang, kan Dimensity 7100, atau performanya nggak terlalu oke, tapi kan yang dijual itu yang ada di depan kotaknya tadi. Si layar kecil ini sama baterai 8000 mAh-nya. Baterai 8000 mAh itu sangat gede buat standar sekarang, dan seberapa awet baterai 8000 mAh itu, kebetulan tim saya sudah ngetes buat dibawa pergi seharian, dan mereka ada bawa buat Google Maps, ada bawa buat main game. Hasilnya adalah seperti ini. Termasuk awet sih, apalagi setelah dipakai seharian, HP ini masih sisa 34 atau 38 ya kemarin? 38% pake koneksi seluler, dibawa Maps, main game, foto-foto, itu hasil yang cakep. Speed ngecasnya juga lumayan kenceng, 45 Watt tadi colok 30 menit masuk hampir 40%, colok sejam masuk 70an persen, dan kalau mau penuh 1 jam 30 menitan. Jadi buat baterai HP ini lumayan megang, buat anda yang mungkin nyari HP yang badak buat dipakai seharian lebih. Kalau kameranya sendiri, dia modalnya 1 biji doang ya, 50MP, cuma hasilnya saya suka sih. Kalau kita lagi foto di suasana terang, gambarnya rapi, warnanya meyakinkan, dia tidak kusam, dynamic range juga masih terkendali, detailnya oke, nggak dilebay-lebayin, buat foto dalam ruangan juga saya suka, detail-detail gambar di bajunya masih mantep, bahkan sampe foto buat malem pun warnanya tidak keliatan kusam, atau noise-nya juga nggak banyak-banyak banget, walaupun ada beberapa foto yang kayaknya agak keteteran ya, kalau kita udah foto lampu, cuma ada juga yang foto lampunya keliatan rapi. Rasanya kayak konsisten, kita bisa lumayan percaya sama foto yang dihasilkan bakal kayak gimana. Oh, ini tajem ya, video selfie-nya bisa sampe 2K, cuma kita nggak bisa aktifin stabilizer-nya, jadi videonya bakal gempa, tajem tapi goyang agak nggak enak dilihat ya. Kalau kita ganti ke mode 1080p, 30fps, dia baru bisa stabil, jadi lebih enak dilihat, kalau dari dynamic range, lumayan kalah dari matahari, yang penting muka masih agak keliatan, nggak terang-terang banget juga, jadi kualitas video kamera depannya standar-standar saja. Dia bisa 1080p 60fps, tapi lagi-lagi kayak 2K tadi, dia nggak ada stabilizer juga. Ini sih yang paling sweet spot. Kesimpulan buat Tecno POVA 8 5G. Ini HP yang kuat soal desainnya, lumayan unik, terus ada Live Matrix Display, sama baterainya emang kuat. Oh ya, bobotnya juga termasuk oke sih, dia di 225 gram, saya tadi lupa sebutin, itu penting buat HP yang baterainya gede, dia nggak berat-berat banget, emang berat tapi nggak sampe merepotkan. Kalau mau dicari saingannya, mungkin ada Realme P4X, ini HP 2 jutaan yang baterainya juga 8000 mAh. Dia lebih awet lagi, Mobile Legends dia bisa 10% aja, dibanding ini dia 13% dalam waktu 1 jam, buat Google Maps juga dia 1% aja tiap 10 menit, sangat-sangat awet, tapi alasan dia awet juga masuk akal, dia layarnya cuma HD, prosesornya lebih cupu, karena dia 2 jutaan. Jadi kalau cuma nyari baterai banget, si Realme P4X bisa jadi saingan malah, kalau nyari baterai 8000 mAh. Cuma kayaknya nggak mungkin ya, orang yang nyari HP 2 juta bisa loncat ke 4 juta, kayaknya kurang masuk akal. Ada kelasnya sendiri lah. Kalau anda punya budget 4 juta, dan nyari HP yang baterainya gede, terus bisa main game yang enteng-enteng, kameranya juga bagus buat foto-foto, HP ini bisa dipertimbangin sih. Sama ada Live Matrix ini, kalau anda pengen poin ekstra soal keunikan, atau vibes lucu-lucuan. Tapi buat sisanya, apalagi kalau anda bandingin sama HP 5 juta lain, sangat berat sih, bahkan nggak rekomen kalau anda nyari yang harganya 5 atau 5.5 juta, yang bukan varian RAM 6GB lah, saya kurang rekomen, karena ya ini, desain layarnya seperti ini, terus kameranya emang bagus, tapi cuma 1 aja, speakernya mono, rating tahan air pas-pasan, kalau dibandingin sama Redmi Note 15 Pro 5G, yang entah kenapa masih bisa kuat, nahan harga di 5 juta juga, masih lebih aman ambil Redmi. Prosesor lebih kenceng, kamera lebih oke, ada 2, jelas lebih menang, walaupun desain sama baterainya nggak seunik POVA 8. Sama Redmi juga masih mungkin selipin iklan ya? Mungkin itu yang bikin dia lebih murah. Atau nggak usah bandingin sama Redmi deh, kita bandingin sama TECNO aja. Di sini udah ada TECNO Camon 50 Pro 5G. Buat varian 8/256, keduanya sama-sama di 5,5 juta, malah Camon lebih murah. Sekarang pasarannya 5 juta kecil lah. Camon punya 3 kamera. Itu aja udah cukup nggak sih? Camon punya 3 kamera dan bagus semua, ini 1 aja, terus... kalau kita hidupin... Kebanting nggak sih? Coba kita buka settingnya biar lebih jelas. Ini logonya agak custom lagi. Setting. Tuh, jauh nggak sih? Ini sama-sama 5 jutaan lho. Buat varian RAM dan internal yang sama, prosesor juga beda, ini lebih kenceng, tahan cemplung, nggak usah mikir sih, kalau misalnya anda punya 5 jutaan, pilihlah TECNO, saya rekomen tapi yang Camon 50 Pro. Tapi kalau yang POVA 5 juta kayak gini, jangan. Karena ini udah jelas, udah jelas, udah jelas banget. Sama TECNO aja udah beda lah. Kalau misalnya 4 juta ini boleh dipertimbangin, tapi kalau misalnya punya 1 juta lebih, ini jauh sih. Jadi gitu aja, unboxing buat TECNO POVA 5,5G. POVA 8 5G, like kalau suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yow! Kalau tipisnya, oh iya ini 6500 mAh, ini 8000, tapi tipisnya jauh ya, karena dilengkungin.
Video Lainnya
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Persaingan ponsel sejutaan semakin sengit berkat kehadiran dua saudara kembar yang menawarkan spesifikasi menggoda. Meski sekilas tampak serupa dengan layar mulus...
Pasar ponsel pintar kelas entri kembali diguncang oleh kehadiran Tecno Spark Go 3, sebuah perangkat yang tampaknya siap mendefinisikan ulang ekspektasi pengguna di...
Pasar ponsel pintar kembali diguncang oleh kehadiran gawai ramah kantong yang secara mengejutkan tampil sangat identik dengan desain perangkat flagship termewah...
Kenaikan harga smartphone di kelas entry-level sering kali membuat kita berekspektasi lebih terhadap peningkatan fitur yang dibawa. Namun, Tecno Spark Go 3 justru...
Pasar ponsel pintar kelas menengah kembali diguncang oleh kehadiran Tecno Camon 50 yang membawa kombinasi spesifikasi ekstrem, mulai dari baterai raksasa hingga...
Kondisi pasar teknologi global belakangan ini memang sedang bergejolak, memicu lonjakan harga yang cukup terasa pada berbagai perangkat elektronik modern, termasuk...
Berburu ponsel baru di rentang harga Rp3 hingga 5 jutaan menjelang momen Lebaran kini terasa jauh lebih menantang sekaligus memuaskan. Pasar mid-range tahun ini...
Pasar laptop premium super tipis kini kedatangan penantang baru yang siap mengusik dominasi nama-nama besar. TECNO Megabook S14 hadir mendobrak stigma dengan...

















