Nerusin resep HP juara - Review vivo V50 Indonesia! (YouTube Video)
Halo guys, David di sini, dan Vivo V50, V50. Baru 6 bulan bang, sejak kita main tembak-tembakan air itu lho. Sekarang udah ada yang baru aja ya? Lah itu... Yang di taman, yang semprot HP itu lho, yang pake jet cleaner, gua pake jas hujan, megang si korban Vivo V40, angkatan sebelum V50 ini. Hasilnya keren sih. Kayaknya itu real sepaling rame kita dah. 7.8 juta view lho. Waktu itu emang pertama kali banget, ada HP resmi yang tahan disemprot air tekanan tinggi, IP69. Jadi proses ngetesnya seru, hasilnya juga bikin puas. Ada standar baru, di pasar HP Indonesia. Sama satu lagi, kemarin Vivo V40 juga jadi HP yang saya rekomenin di kelas 6-8 juta sebagai pilihan paling aman. Kualitasnya emang nggak ada yang mantok sih, nggak ada fitur yang heboh banget, tapi nggak ada kelemahan yang bikin mikir juga. Tapi inilah, tapi itulah, paling mesin geternya aja yang lemah, sulit dihujat buat harganya. Semuanya oke, HP yang bagus. Bahkan setelah ada penerus V50 ini pun, yang udah beli V40, nggak perlu kecil hati lho, santai. V50 ini, buat saya temanya lebih ke penyegaran, refresh. Kalau di dunia otomotif itu, facelift. Inti mesinnya sama, rangkanya sama, modelnya aja yang beda. Plus, ada ditambahin fitur-fitur dikit lah, biar lebih menarik. Biar kerasa lebih baru gitu. Kayak varian warnanya, sekarang ada warna signature baru, Harmony Red, si merah maroon yang teksturnya lembut, halus, tapi nggak terlalu licin. Ada juga varian Solid Black, yang jadi warna paling netral, sama Blissful Purple, yang lebih terang. Buat material dia tetep sama, framenya polikarbonat, belakangnya pake kaca, rating tahan airnya pun tetep sama, IP68, IP69. Tetep aman kalau kecemplung air, atau disemprot air tekanan tinggi. Jadi bedanya itu ada di varian warna, terus beda desain kameranya juga. Dia udah dimodif dikit, sekarang buletan aura lightnya udah digedein, biar lebih terang. Mending gini sih, daripada aura lightnya harus bagi tempat sama flicker sensor, kayak V40, yang saya masih belum nemu faedahnya flicker sensor ini. Kalau buat kameranya sendiri, V50 tetep sama kayak V40. Dia pake duet kamera Zeiss, yang semuanya punya resolusi 50MP. Kesan saya, sama hasil fotonya, juga tetep sama. Tetep mantul. Disini fotonya kebanyakan kami pake mode vivid ya, ini mode bawaan vivo-nya. Kalau mau fotonya lebih kontras, bisa pake mode texture, atau kalau mau di tengah tengahnya, ada Zeiss natural. Kayaknya bakalan banyak yang seneng sama mode vivid bawaan ini sih, soalnya warna yang dikasih memang bikin mata jadi fokus ke fotonya, karena warnanya itu menarik mata, hidup, lebih cerah dari aslinya. Berasa dikasih ekstra saturasi dikit, biar lebih nendang. Bayangannya diterangin juga, biar isinya lebih keliatan, lebih ngejreng. Warna langit juga dikencengin, biar lebih ngepop. Prosesing warna di mode ini emang kuat lah, tapi hasilnya bisa bikin kita bilang, wow, fotonya bening ya? Komen yang sama juga bisa saya lempar ke kamera ultrawidenya. Tetep cakep lho. Warnanya bisa dijaga konsisten, detail juga masih bisa ditangkep jelas, Vivo sampe ngeklaim, kalau motret 30 orang pake kamera ultrawide ini, semuanya masih terlihat jelas. Sayangnya, kami tidak bisa buktikan. Tim kami cuma 4 orang. Udah manggil orang rumah pun nggak sampe 10 orang ya totalnya. Hasilnya sih bagus ya, ini di indoor dengan lighting. Mau foto di malem pun, kualitas ultrawidenya emang turun, tapi nggak jomplang. Masih termasuk bagus. Nggak banyak HP midrange lain yang bisa sekonsisten ini di 2 kamera. Cek-cek ini adalah hasil perekaman kamera depan dari Vivo V50. Di resolusi 4K 30 fps, jadi sama kayak kamera belakangnya. Di 4K 30 fps, semua belum ada yang bisa 4K 60. Cuman hasilnya udah keliatan bening, langit biru, bahkan di suasana yang sangat terik banget. Ini kalau lama-lama bisa gosong, cuma langit masih biru, muka masih aman, daun di belakang juga masih oke, jadi dari Dynamic Range ini udah mantep. Tapi kalau dari kestabilan, masih goyang. Kalau mau stabil harus di 1080p. Ini setelah saya turunin settingnya ke 1080p, atau saya aktifin tombol stabilizernya, otomatis bakal turun ke 1080p 30 fps. Tetap bagus, tapi nggak setajam yang tadi. Cuma kestabilannya oke, jadi dipilih, nggak bisa dua-duanya. Sama kayak V40 sih. Lanjut ke bagian display. Kalau tadi anda mikir bagian belakang ini berasa sama aja, ah elah bang, ya ini cuma modif frame kamera doang, itu pun cuma aura LED doang, sama aja lah. Nggak salah sih, tapi yang di depan ini nih, modelnya beda jauh. Sekarang tipenya Rounded Edge Design, atau layar 2.5D yang lebih flat, tapi tetep ada lengkungan tipis-tipis di tepiannya. Kalau V40 kemarin kan, curve abis ya, vibesnya jelas beda. Tapi soal bagusan mana, ini balik ke selera lah. Layar curve emang keliatan mewah, tapi cari screen protectornya sulit. Kalau layarnya rata total, kesannya kaku ya. Kalau model macam V50 ini, dia berasa ambil tengah-tengahnya. Desain begini juga dipake di HP flagship kayak X200 series. Jadi bisa dibilang si mid range V50 ini, keinspirasi dari layar flagshipnya Vivo. Bahan kacanya pun pake yang lebih kuat punya, diamond shield glass sih. Ini diklaim 50% lebih tahan jatuh dari V40 kemarin. Widih, jadi ini upgrade total dong layarnya bang. Wah, layarnya lebih kuat! Eh, belum selesai sih. Kaca yang lebih kuatnya ini, harus ditalangin oleh spek layar yang lain. Resolusinya kena downgrade. Resolusi layar yang kemarin tinggi 1.5K di V40, sekarang jadi standar aja. 1080p. Kerapatannya turun sekitar 15%an. Sisanya sih tetep dijaga sama ya. Ukurannya sama, 6.78 vs 6.77 inci. Panel AMOLED yang support HDR10+, refresh rate 120Hz. Brightness juga tetep jelas, dipake outdoor. HBM 1300 nits. Sip! Jadi dari desain, Vivo V50 punya vibes va... V-nya ba... V-nya banyak banget. Jadi dari desain Vivo V50, dia punya vibes vibes ala flagship. Tapi dari resolusi dia balik ala midrange lagi. Ada yang ditambahin, ada yang dikurangin. Biar impas, otak atik lah, biar kerasa variasi. Kayak yang tadi saya bilang, facelift. Dari mesinnya, dijaga tetep sama ya. Prosesor Snapdragon 7 Gen 3. RAMnya LPDDR4X, ada yang 8GB, ada yang 12GB. Memory internal, ada yang 256GB, ada yang 512GB. MLBB, dia aman, jalannya stabil di 90 fps. Udah optimal buat mesin yang dipake. PUBGM juga bisa jalan di 60 fps. Kalo Genshin, setting paling tinggi, kurang lebih dapetnya 40 fps. Dia naik turun. Performa yang oke lah, buat HP midrange. Suhunya juga tetep sama, kayak V40. Kalo kita push game berat, panasnya lumayan ya, bisa sampe 44 derajat. Buat saya, ada 1 bagian aja yang fix lebih bagus di V50 ini. Baterainya. Dia naik dari 5500 jadi 6000 mAh. Ya emang harus ada upgrade yang jelas gini sih. Harus dibela-belain vivo lah, biar mereka pede, buat bilang kalo ini adalah sebuah upgrade. Rekor! Daya tahannya juga bagus ya, buat play streaming musik di Youtube selama 1 jam, dia makan 5-6% aja. Buat main MLBB di 90 fps, setengah jam makan 9%. Genshin setengah jam juga makan 11% aja. Nice! Charging juga ngebut, speed 90 Watt. Colok 15 menit, udah masuk 39%. Dan buat penuh, cukup 46 menit saja. Upgrade jelas lain, jatuhnya udah yang wajib-wajib ya, kayak OSnya. Sekarang dia udah langsung Funtouch OS 15, basisnya Android 15. Di dalemnya udah ada fitur AI, macam AI 2.0 buat bersihin objek yang ngeganggu di foto kita. Ada Circle to Search juga pastinya. Ada AI Transcript Assist juga, buat rangkumin tulisan atau rekaman suara. Jadi gitu sih, vivo V50. Facelift, mode pertahanan kualitas yang udah ada di waktu yang lumayan singkat. Kalau anda emang minat sama vivo V40, yang buat saya masih mantep, bisa kompar sih sama HP ini, referensi tambahan lah. Mau HP yang modelnya gimana, mau warnanya apa, mau baterai yang lebih gede nggak, atau tipe mana yang promo harganya lebih mantap. Soalnya harga vivo V50 ini juga sama aja, kayak V40 pas launching kemarin, di 6-7 jutaan. Demikian kesan saya buat vivo V50, V50. Like kalau anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yo! Closed caption by @subbox.id Don't change the winning team! Ya kalau masih 6 bulan oke lah, kalau udah 2 tahun... itu males sih.
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Langkah tidak biasa diambil oleh Jagat Review saat mendadak menunda ulasan mendalam untuk vivo X300 Ultra, kasta tertinggi ponsel flagship di tahun 2026. Di balik...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Tren ponsel pintar berdimensi ringkas kembali mencuri perhatian lewat kehadiran vivo X300 FE, sebuah perangkat kompak yang digadang-gadang menjadi idaman baru para...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Di tengah sengitnya kompetisi adu tajam lensa smartphone, kemunculan sebuah ponsel pintar yang sepenuhnya menanggalkan kamera justru memicu rasa penasaran yang...
Persaingan vivo X300 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra melampaui sekadar adu spesifikasi di atas kertas. Melalui pengujian ekstrem dari stabilitas suhu, efisiensi daya,...
Pasar smartphone kelas menengah kembali diguncang oleh inovasi radikal yang menjawab keresahan terbesar setiap pengguna gawai: daya tahan baterai. Kehadiran lini...
iQOO kembali menggebrak pasar smartphone tanah air lewat lini terbarunya yang membawa spesifikasi baterai di luar nalar. Melalui impresi pertamanya, David GadgetIn...
Bagi seorang tech enthusiast yang dikenal setia pada satu brand, berpaling ke perangkat lain bukanlah perkara mudah. Namun, kehadiran OPPO Find X9 Ultra tampaknya...
Bagi para gamer yang sering frustrasi karena baterai smartphone mendadak sekarat di tengah-tengah push rank, iQOO Z11 5G hadir membawa dobrakan teknologi yang sulit...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Pasar smartphone flagship kembali diguncang oleh kehadiran vivo X300 Ultra, sebuah perangkat yang tidak hanya mengaburkan batas antara ponsel dan kamera...
Pasar ponsel kelas menengah kembali diguncang dengan kehadiran vivo T5 Series yang mendefinisikan ulang arti ketahanan sebuah smartphone. Dijuluki sebagai "HP...

















