NEW CHERY C5: LIHAT UBAHAN DAN COBA LANGSUNG RASA BERKENDARANYA (YouTube Video)
Halo semuanya, selamat datang di YouTube channel di Official Oto. Cherry kaynya memang enggak bisa diam ya. Jadi setelah meluncurkan TIG8 CSH mereka langsung bawa mobil baru lagi nih. Kali ini model facelift dari Omoda 5. Yap, sekarang Omoda 5 berganti nama jadi Cherry C5. Ubahannya lebih kuat pada sisi teknis baik dari mesin, suspensi, dan penambahan fitur. Tapi tetap ada refrescement pada eksterior. Kayak contoh lampu DRL yang kini dibuat mirip dengan cheri E5 listrik. Berikut juga dengan garnish hitamnya. Tetap masih ada tulisan Omoda ya karena masih dalam transisi rebranding ke merek Cherry aja nantinya. Kemudian desain grill juga berubah nih. Tampil lebih simpel dan beda kayak Omod 5 yang dulu yang bikin agak fobia ya. Ini desainnya lebih sederhana aja tapi dengan pendekatan yang kurang lebih mirip-miriplah. Oh ya, penerangan sudah full LED termasuk di komponen fog lampnya. Kita geser ke samping guys. Yang direvisi adalah desain peleg. Tampil lebih sporty dan terasa matching aja dengan desain futuristik crossover pada chry C5 sekarang. Pelegnya pakai warna hitam kayak gini, pakai ukuran 18 inci juga dengan profil ban 215/55. Buat nguatin tema SUV-nya maka hadir juga nih over fender dan side body molding. Mundur ke belakang desainnya gak berubah. Masih sama nih visualnya. Punya stop lamp yang ngeruncing. Ada divoger wiper, dan komponen spoiler yang sporty banget. Kita masuk ke interior, Guys. Enggak ada yang berubah juga, tapi masih nawarin visual kabin yang sporty dengan penggunaan warna hitam dan jok depan semi bucket seat. Head unit dan panometernya kemas ukuran layar yang sama, yakni 10,25 inci. Nah, varian atas yang lagi kita bahas ini sudah dilengkapi dengan electric sunroof dan ketambahan fitur baru intelligent auto stop start yang di mana fungsinya akan mematikan mesin secara otomatis ketika mobil berhenti untuk menghemat BBM dan menekan emisi gas buang. Jadi, ada dua varian dari Cherry C5. Pertama Z untuk trim bawah dan RZ sebagai opsi paling lengkap. Di mana varian RZ juga sudah kedapatan 10 fitur ADAS mulai dari adaptive cruise control, land departure warning, automatic emergency breaking, dan integrate cruise assist. Cherry juga nambahin dua ADAS baru yakni traffic termis dan intelligent avoider system. Kemudian juga ada ambient light 6 airbags TPMS dan sudah dikasih peranti carling o buat ngaktifin fitur lewat smartphone atau juga memonitor kendaraan lewat gadget yang udah terhubung. So, gimana mesinnya? Sebenarnya masih sama, Guys. Pakai mesin 1500 cc turbo bensin yang kasih tenaga 145 HP dan torsi 230 Nm. Tapi transmisinya diubah dari simulasi CVT jadi dual class 6 speed sekarang yang diklaim lebih fun to drive. Kenyamanan berkendara juga ditingkatin lewat ubahan suspensi belakang. Kalau modal 5 sebelumnya pakai torsion beam, sekarang Cherry C5 dicolok multilink independen. Umumnya sih suspensi kayak gini cuma ada di kelas mobil high end. Nah, ini yang menarik soal harganya. Jadi, ceri-ciri 5 ini dijual lebih murah dibandingin Omoda 5 sebelumnya. Varian Z dilepas R19,9 juta atau lebih murah 22,6 juta. Sementara Feren RZ dijual 349,9 juta under root Jakarta yang harganya terkoreksi 59,9 juta dibandingin Om Honda 5 RZ sebelumnya. Sekarang langsung aja ayo kita gas dan cobain impresi berkendara dari mobil baru Cherry ini, Guys. First impression-nya ini memang sebenarnya masih sama seperti Cherry Omoda E5, terutama di visibilitas ya. Visibilitas berkendaranya masih sama. Khas sebuah mobil SUV, duduknya kita dibuat tinggi. Kita bisa mantau bonet yang tentu juga untuk panduan marka di sebelah kiri dan di sebelah kanan. pengaturan duduknya leluasa karena kita bisa atur sedemikian rupa karena sudah electric adjuster seat di drivernya sudah en arah. Sementara di penumpang di sebelah kiri juga sudah ada pengaturan elektriknya walaupun hanya empat arah. Oke, ee yang pertama adalah setirnya ini masih sama seperti di Cherry Om Model 5 yang kurang berbobot. Kalau misalkan di penggunaan di komputer ataupun di perkotaan sih gak terlalu masalah, tapi agak berasa sedikit kurang kokoh gitu ketika lagi ngelewatin jalanan tol ataupun dengan kecepatan yang lebih tinggi. Overall sih setirnya masih cukup komunikatif ya. Kita mau goyang ke kiri, goyang ke kanan, dia akan merespon dengan sangat baik. Nah, visibilitas ke arah depan baik, luas, wide. Di sisi kiri kanan juga spionnya besar. Tapi memang sama seperti Om Model 5 sebelumnya karena mobil ini crossover ya. Jadi ketika ngelihat spion di belakang memang dia karena kacanya agak melandai turun gitu jadi memang visibilitasnya ini agak sempit. Tapi e enggak perlu khawatir karena sudah ada fitur run monitor yang bisa kita ataupun dia akan ngasih visibilitas visual yang secara real time dari bagian belakang teman-teman. Enggak bisa ngat kanan depan dan juga sampai ke atas secara 360. J sebenarnya kita lebih coba performa tipis-tipis sama suspensinya karena memang highlight-nya itu di bagian suspensi yang berubah dan juga eh engine terutama di transmisinya peralihan ataupun berubah dari CVT menggunakan DCT ataupun dual clutch transmission six speed enam percepatan. Oke, ini kita mau coba putar balik. Jadi kita lihat radio seputarnya. Jadi memang kalau secara dimensi ini masih sama ya seperti model 5 sebelumnya. Wheel base-nya juga masih sama dan ya kalau misalkan jalannya lebar sih untuk putar balik patah itu enggak jadi masalah untuk mobil ini. Nah, ini agak sempit nih untuk putarannya nih. Kita cobain ya dengan body sebesar ini. Apakah dia perlu satu putaran? Iya. Jadi memang enggak bisa ya. Jadi harus mundur dulu sedikit dan iya. Ah. Ya, jadi ada tiga drive mode teman-teman. ada eo normal dan sport. Kalau misalkan di perkotaan ngincer BBM ya pilihnya yang Echo aja. Tapi ketika pengin yang agak cepat sedikit performanya bisa pilih normal. Tapi kalau pengin yang lebih buas, lebih cepat akselerasinya, teman-teman bisa pilih yang sport. Oke, kita coba akselerasi sedikit untuk dengan mode sport. Oke. Iya iya iya. Jadi memang transmisinya ini agak sedikit lag di bagian putaran mesin bawah ya. Jadi dia responnya itu agak telat gitu. Tapi ketika dari tengah sampai atas sih sudah cukup cekatan untuk ngerespons perpindahan gigi terutama. Tapi ketika Anda cruising di jalan tol sih sepertinya enggak akan terlalu berasa ya. Berasnya ketika lagi pengin ngendahului. Jadi itu ketika kita bejak dia enggak langsung respon. Jadi agak sedikit lag dikit baru dia akan naikin RPM-nya. Dengan DC ini dia karakternya lebih dibuat sporty dibandingkan dengan CVT. Oke, kita cobain sekali lagi deh ya dengan kondisi mobilnya berhenti. Kita lihat ee akselerasinya dengan transmisi seperti ini yang sudah dict. Oke, kita tunggu di belakang. Ah, iya. Jadi ada sedikit lag sedikit aja ketika menisalkan lagi akselerasi. I seperti itu ya. Jadi kalau ngomongin perbedaan sebenarnya enggak terlalu banyak dengan Omoda 5 yang sebelumnya, tapi memang ada perbedaan cukup kerasa di mesin, terutama di transmisinya. Lalu juga suspensinya lebih baik untuk meredam jalan yang rusak ataupun juga ngelewatin terutama ngelewatin jalanan yang mulus ya dengan kecepatan yang konstan ataupun untuk kecepatan yang komuter. Nanti kita akan cobain kalau ada kesempatan dan waktu nih kecepatan yang lebih tinggi kita lihat bagaimana untuk e bantingan suspensinya. Apakah ngayun ketika dipakai dengan kecepatan yang lebih tinggi? Ya, tapi suspensinya kalau ngelewatin jalanan speed trap gitu ya dengan yang kecepatan sekitar 40 50 km/h, ini dia ngeredamnya masih cukup baik loh teman-teman. Jadi enggak yang ngebuat bagian belakang itu jadi goyang, tapi masih cukup stabil gitu ya dengan penggunaan suspensi seperti ini. Iya. Remnya juga enak ya. dia bisa ngimbangin performa dari mesinnya karena sudah dis brake di depan belakang. Jadi untuk nggigit kaliper remnya sih udah oke gitu. Terus juga em karakter remnya cukup enak ya, jadi enggak enggak yang dalam banget, cukup empuk jadi enggak bikin kagok pengendaranya. Nah, sekarang kita cobain handlingnya nih. Coba sebentar. Oke, ya. Jadi, Iya. Oh. Oh, jadi ketika ngelewatin apa ketika berakselerasi agak cepat di bagian belakang ini masih ada sedikit ngebuang ya. Tapi ini jauh lebih berbeda dibandingkan Omoda 5 yang sebelumnya masih menggunakan torsin beam. Oke, kita akan cobain fitur adaptive cruise control-nya. Jadi tekan tombol setir dan huruf A di sini. Oke, dia akan langsung hijau. Kalau misalkan indikator hijau, dia sudah nyala. Terus kita bisa atur untuk distance-nya. Dia ada tiga pilihan. Oh, ada lima malah. 1 2 3 4 5. Oke, terus kita kecepatan kita naikin sedikit ya. 45 deh ya. Nah, jadi saya enggak ngencet rem. Dia akan melakukan pengereman ketika mobil di depan berhenti ataupun juga ee objek di depan itu melakukan perlambatan ya. Jadi memang adaptifnya cukup smooth ya untuk membaca pergerakan kendaraan di sekitarnya. Nah, Teman-teman, bagaimana pendapat kalian soal mobil ini? Termasuk juga dengan tahan harganya. Ee apakah sudah sesuai dengan ekspektasi kalian? Bisa enggak memenuhi kebutuhan di segmen SUV eh compact ataupun medium dengan penumpang? Coba tulis kolom komentar kalian di kolom komentar. E sekarang udah harus gantian sama media lain. Jadi memang waktunya terbatas. Tapi sekali lagi nanti kita akan minj mobil ini deh untuk ee ng-edetailin, ngebedah, ngekulitin juga apa aja e poin plus dan juga minusnya. Yap, jadi segitu dulu video kali ini. Sampai jumpa di video berikutnya. Bye bye. [Musik]
