Ngegas Mitsubishi Destinator, Nikung Nikmat Pantang Oleng (YouTube Video)
Teman-teman, selamat datang lagi di channel Great Auto dan Mitsubishi Destinator. Yes, mungkin teman-teman udah nonton video review statisnya ya e oleh rekan saya Tribol Laksono. bisa dilihat di sini. Dan sekarang saya berkesempatan untuk berkencan satu hari dengan Mitsubishi Destinator SUV seater terbaru Mitsubishi yang menurut kami salah satu yang paling ganteng desainnya. Dan kita udah lewatin e jalanan Jakarta dengan mobil ini dan juga jalan tolnya Karapik. Lalu ke Sentul untuk nyobain seperti apa rasa berkendaranya, seperti apa performanya di TRK di dalam. Mungkin cuma sekilasnya aja ya, karena kita masih belum tes lengkap seperti apa keseluruhannya. Oke, kita mulai dari mana dulu nih untuk membahas Mitsubishi Destinator. Ini kita mumpung ada di jalanan Jakarta ya, kita akan bahas seperti apa rasanya destinator di jalanan perkotaan di slow speed gitu ya. Eh, termasuk dari segi kenyamanan. dan juga dari segi bagaimana mesinnya ataupun fiturnya e itu berguna di sekitaran kota. Oke, pertama dari rasa berkendara. Ini tadi kita sebelumnya lewat jalan yang lumayan begejulan ya. Ee jalan aspalnya udah mulai degradasi dan ee dia banyak eh speed trap dan juga speed bump. Ini rasanya itu empuk. destinator set suspensinya itu terasa banget lebih nyaman dan mungkin teman-teman ngah ya kalau Mitsubishi XF itu punya banyak masukan kalau dia tuh terlalu keras ini enggak ini empuk empuknya pas meskipun enggak empuk-pukuk banget enggak seempuk lebai ee mobil dari bendera merah ya tapi ini tuh rasanya tuh benar-benar apa ya benar-benar nyaman untuk perkotaan gitu ya. Belum juga ee dari segi power delivery-nya mesin turbo 1500 cc ee tenaga 160 DK dan torsi 250 Nm yang ada di depan sana itu jinak ketika di perkotaan. Kadang turbo itu punya apa ya? Punya kebiasaan untuk jadi piky ketika di ee jalan slow gini ya, slow speed di start stop gitu ya. tiba-tiba kalau kita ininjak gas itu kayak enggak ada, enggak ada, enggak ada langsung weh gitu kan. Ini enggak, ini rasanya sama kayak 1500 cc-nya Expander ataupun X bonus tambahan dia udah dapat auto start stop. Jadi harusnya sih di perkotaan rasanya lebih irit gitu ya. Terus apaagi tadi? Udah performa sedikit dari mesinnya, terus dari suspensinya. Oke, sekarang fiturnya. Fiturnya dia udah lengkap ya. Diamond Sense adaptive cruise control udah ada. Terus ada eh blind spot monitor juga udah ada. Tapi yang perlu saya sebutkan adalah panoramic sunroof. Ya, ini eh panoramic sunroof. Memang bukan bukan yang pertama di segmennya bukan yang terbesar juga tapi wah tetap saja adanya Panoramic Sunprof memberikan kesan kabin yang udah lega ini teramat lega ini jadi makin lega dan bahkan itu dia bisa dikontrol di head unit bisa secara slide bisa diklik tombol-tombolnya jadi kesannya tuh canggih Ya, bukan kesannya lagi. Memang canggih. Memang canggih. Ada dua pilihan untuk ee membuka panoramic sunroof gitu. Terus apa lagi nih? Oh ya, ini varian yang ultimate premium. Dia udah dapat Yamaha, dia dapat jok elektris. Eh, dan ini menurut saya sih paling worth to buy ya untuk membeli ultimate varian ultimate dengan premium. Karena ya balik lagi ini audio Yamahanya bagus. Terus jok elektris ini membantu untuk teman-teman memberikan ee posisi duduk yang nyaman. Padahal ini udah nyaman banget gitu. Oke, kita akan lanjut kalau kita masuk di tol. Sekarang kita masuk di tol ya, Teman-teman. Kita di tol Dalam Kota ini mau ngerasain cepat aja ya. Eh, mesin 1499 cc, tenaga 160 DK, dan torsi 250 Nm dengan turbo. Kode 4B40. Oke, kita gas. Uh, [Musik] memang ada lag-nya dikit ya ketika di bawah ee dia mulai memproses si E throttlenya. Tapi setelah dia RPM-nya naik, wah itu tenaganya ngisi terus. Ini untuk teman-teman yang pengen ngerasain mobil yang e tenaganya enak. Ini bisa jadi salah satu mobil yang terbaik nih dengan eh seven seater ya, dengan mesin turbo dan power delivery yang enak ini. Ini recommended banget. Apalagi nanti kita mampir ke Sentul. Nah, kita lanjut aja ya. Langsung aja kita skip. Huh. Oke, Teman-teman. Ini kita mau mencoba Mitsubishi Destinator di Circuit Sentul ya. Dan kita akan cobain akselerasinya Selalom gitu ya. Lalu eh kita akan coba juga handling-nya secara high speed. Tapi ini yang mau saya sebutin di sini ada beberapa drive mod ya, ada normal, wet, gravel, tarmax, dan kita akan coba Tarmax. Kenapa? Karena eh istilahnya dia adalah mode sport-nya si Destinator. Oke, mungkin kita akan ganti posisi si GoPro ini. Kita pasang menghadap ke depan. Oke, Teman-teman. Ini GoPro-nya saya pindahin ke kaca samping, ya. Dan ini kita udah line up di e garis start dan kita mulai dari mode normal. Oh, oke. Ini CVT-nya benar-benar apa namanya? Responsif dan mesinnya ngisi terus. W. Come on, come on, come on. 115, 120, 125. Slow down brak. ini remnya juga pakem ya. Oke, 40 Iya. Masuk. Wah, ini enak banget handling-nya. Oke, konnya di sana, konnya di sini. Wah. Ini memang bukan ee yang paling cepat itunya apa namanya? Eh steering lock to locknya, tapi ini stabil banget handlingnya. Ini untuk ukuran SUV yang comfort oriented itu rasanya enak banget. Oke, ini Wah. Ah, oke. Wah, ini handlingnya stabil. Masuk. Kita tekuk dikit. Oke. Asik banget sampai miring ini kufronnya. Oke, kita uurn. Dan klaimnya ee Mitsubishi Destinator itu radius seputar 5,4 m. Oke, mungkin ee di balik kemudi gitu ya, sama dari ngelihat bentuknya memang kelihatan seperti XForce ya, tapi destinator tuh ee beda banget nih ee itunya apa namanya? Settingan suspensinya tuh beda banget. Ini lebih empuk ya, tapi tetap memberikan rasa asyik. Dan salah satu faktor rasa asyik tersebut adalah dia memiliki IC juga seperti eh Xander Cross dan juga E Xorce. Nah, ini dia kita masuk ke Tarmak. Kita masuk ke mode Tarmak, Teman-teman. Dan Tarmak itu jadi mode sportnya Destinator. Wow. Oke, slow down. Let's go. Huh. Ini suspensin-nya tetap stabil ya. K niikungnya agak kencang. Seru juga. Oke, kita white mode on. W mod yang bikin lagi tu tarmaknya. Oke, itu tadi. Wow, destinatornya. Yes, kita ada di akhir ulasan. Dan kenapa akhir ulasannya ada di baris ketiga? Kenapa? Karena Destinator ini adalah happy Place-nya di baris ketiga. Dia duduknya seperti Opra ya. Jadi di sini tuh ee tinggi paling tinggi malah. Dan kita bisa ngelihat visibilitasnya bagus banget. Dan dari space ini juga menyenangkan nih. Untuk saya yang tinggal 165 cm, light room-nya masih tersisa dapat 4 jari dan e headroom-nya itu masih di empat jari juga sama benar-benar lega ya. Dan for real information, ini jok itu udah kita set di leg room yang reasonable ya. Karena eh terlalu dekat, terlalu maju itu meja, meja lipat itu, itu enggak bisa dibuka malah mentok ke e lutut saya. Jadi ini udah mundurnya reasonable, jadi bisa dibuka e mejanya gitu. Dan saya puas banget dong dengan light room segini. Terus posisi duduk saya juga enak ya. Wow. Ini yang enggak dipikirin oleh banyak pabrikan yang mengeluarkan mobil seven seater ya. Ada yang eh leganya itu e sempit kayak kerasanya bars ketiga tuh after banget. Sementara untuk yang di destinator ini benar-benar pas perfect enggak terlalu besar ee enggak terlalu kecil juga. Benar-benar perfect untuk saya. Terus di sini juga banyak tempat penyimpanannya. Ada buat botol, ada buat tablet, HP, bahkan untuk ngecas juga ada. Terus apa lagi nih? AC. AC juga bahkan udah ada. Wow. Lampu juga udah ada. Memang enggak sebanyak yang di basis kedua ya. Ee ada meja, ada kontrol AC-nya ya okelah. Tapi yang saya suka dari sini adalah bantingannya itu enak. Bahkan di baris ketiga tadi saya coba di e perjalanan ke Sentul ya. Itu rasanya tuh benar-benar enak, enggak terlalu empuk, enggak terlalu keras, stabil, dan enggak bikin mual. Jadi teman-teman bisa ngerendetan di sini nih terus tidur teman-teman tidur. Enak banget di e di bas ketiga ini. Jadi ya ini kalau mau saya summarize mobilnya enak. Mesinnya tenaganya tuh ngisi terus ya mesin turbo. Ee terus benar-benar kita pacu di ee sirkuit Sentul itu benar-benar seru banget termasuk di mode Tarmak juga. Terus dari segi handling itu masih stabil, masih e nurut ketika kita belokan di zigzag, di selalom. Terus juga dari segi kenyamanan, amazingly, ini mobil yang nyaman. Jadi antara nyaman sama handling ini benar-benar balance. Bagus. Pertanyaannya sekarang adalah berapa harganya? Dan ee harga ini penting. Kenapa? Karena di luar dari kenyamanannya, di luar dari performanya Mitsubishi Destinator itu belum masih jauh dari kata sempurna ya. Head unitnya masih lagi. Terus ya ada beberapa hal yang masih sedikit yang mengganggu tapi enggak enggak terlalu signifikan ya. Tapi yang jelas kalau harganya pas ini mobil bakal jadi kacang goreng. Kita tunggu aja di GIAs atau mungkin udah update harganya kita akan tambahin di komentar gitu teman-teman. Itu aja dari saya. Terima kasih sudah menonton video ini dan sampai ketemu di video berikutnya. Dadah.
