Jungkat

Ngerusak Pasaran ! ini Brand HP Paling Kurang Ajar (YouTube Video)

  • 12/09/2025

HP sejuta umat biasanya leletan, tapi yang ini wah udah kencang dengan prosesor yang biasanya ada di HP 4 sampai 5 jutaan. Modelnya juga enggak dibuat asal-asalan. Enggak kayak sebelah yang ATutunya cuman Rp400.000-an tapi dijual dengan harga Rp3,6 jutaan emang enggak kemahalan yang ini. Wah 3,1 jutaan ngasihnya kebanyakan. Ya udah enggak usah kebanyakan beranggapan selamat menonton negara acak-acakan. [Musik] Hai Andika, Guys. Di sini kalau kita ngomongin transing, makin ke sini makin dinanti ya. Karena mereka itu enggak ngasih harga yang membebani. Performanya sangat mumpuni. Contohnya kayak HP1 ini di harga Rp3 jutaan kecil dia pakai prosesor Damen City 7.300 Ultimate yang kalau di brand lain contoh yang pernah kita review itu Redmi Note 14 Pro itu di 4,8 jutaan. Ada Motorola X60 Fusion itu juga hampir R5 jutaan. Yang satu ini malah ngasih Rp3 juta kecil. 33,1 juta aja. Dan enggak cuma itu, tapi di dalam paket pembeliannya kita dapat aksesoris yang yaitu tadi dia ngasihnya kebanyakan. Nih ada case yang desainnya juga cakep, ada list-lisnya plus ada wireless powerbank charging yang desainnya juga enggak asal-asalan. Wah, cuman yang perlu di-note ya, wireless power bank-nya ini bisa nempel dengan sangat-sangat nempel kalau di case-nya. Kalau di HP-nya tanpa case enggak bisa. Dan bonusnya aja udah wireless powerbank, berarti dia support sama wireless charging 30 watt loh ya, enggak main-main. Apple aja cuma 15 watt, Samsung berapa watt. Intinya dulu untuk dapat HP yang support sama wireless charging itu ada di HP flagship R8 juta ke atas. Sekarang standarnya sejak ada transing beda. HP R3 jutaan aja udah ada wireless charging 30 watt. Ibaratnya mereka ini kayak mobil lah ya. Mobil Cina itu kan sekarang murah-murah dan mobil Jepang jatuhnya kayak kerasa kemahalan. Terus jelas kita juga masih dapat adaptor. Adaptornya enggak dijual terpisah ya dengan fast charging-nya di 45 watt yang ya standar sih kalau untuk Rp3 jutaan. Kalau kita ngomongin desain, mungkin enggak usah terlalu banyak omong lah ya soal desainnya karena si Teknopo 7 5G ini udah banyak banget yang ngebahas. Overall sih desainnya cakep yang bawa tema kayak kapal luar angkasa. Nah, kalau kata David sih desainnya kalau yang putih ya itu mirip sama Nothing Phone. Tapi kalau yang ini dia enggak terlalu transparan sih. Vibe Nothingting phone-nya enggak ada untuk warna yang hitam ini. Tapi emang agak berat dan agak tebal ya untuk HP R jutaan walaupun enggak seberat versi 4G. versi 4G itu kan baterainya 7.000 mamp ya. Ini selisih 1000 6000 mamp tapi menurut saya masih lumayan bulky aja tuh tebal banget nih. Yang paling bikin orang nengok pas lagi main game itu LED melingkar di sekitar kameranya ya. Jadi HP ini kayak punya status light yang bisa diatur sesuka hati yang fungsinya ya lebih ke gimmik aja sih. Jadi kalau misalkan kita lagi nerima telepon ngecas ataupun main game dia bakalan nyala-nyala. Jadi kalau pas di cafe teman kalian bawa Teeknopova 75G ini terus posisinya miring, LED-nya nyala, dan ada suara kayak gini ya, berarti dia lagi apes. Overall saya suka sih desainnya ya. Apalagi desain backdoornya dibuat kayak berlayer dan kayak kaca. Walaupun sebenarnya ini plastik ya, bukan kaca tapi bukan plastik yang murahan kok. Untuk pilihan warnanya ada tiga. Kalau yang suka enggak terlalu mencolok, ada geek black-nya ini yang cakep. Terus ada dua warna lain, ada magic silver yang mirip-mirip Nothing. Terus ada OA screen yang warnanya itu kayak warna-warna tosca. Lanjut ke performa. Spesifikasi lengkapnya kalian bisa baca di sini. Untuk RAM-nya udah lumayan, apalagi RAM-nya udah pakai LPDDR5X. Nah, yang kita review ini varian yang versi 8128 yang harganya 3,1 juta pas video ini dibuat. Kalau untuk performanya di kelas harga Rp3 jutaan udah lumayan lah ya, karena dia pakai Dam City 7.300 00 Ultimate yang Antutunya di versi 10 dia dapat skor Rp650.000-an untuk Geig Band single core di 1000-an, multiore di 2700-an dan karena dimensinya udah setebal ini, kalau misal coolingnya itu enggak bagus atau dia ada throttle sih bikin malu ya. Tapi enggak kok di hasil kita di tiga stres-stes yang kita coba dia dapat kepala semua 90% ke atas yang artinya aman aja untuk throtlingnya. Kalau untuk main game di kelas harga R jutaan ya seperti yang saya bilang tadi ya brand lain aja 4 sampai R juta apalagi ini R jutaan buat main game masih lumayan aman di kelas harganya. Tapi sebelum kita masuk ke game-nya fitur gamingnya itu mirip-mirip sama Infinite GT33 Pro ya. UI dan tampilannya pun juga mirip. Bedanya si Techno Pav ini enggak ada trigger button-nya. Tapi fitur kayak bypass charging, tiltol, buat custom tilt untuk di game, voice changer atau magic button buat bikin volume-volume itu juga bisa dihortcut ketika main game ada semua. Kalau untuk hasil tes game-nya Mobile Legends dia dapatnya graphic ultra frame rate-nya di super jadi di 90 fps. Average-nya sih aman di 89an dropdropnya cuma di 87 fps. PUBG juga kebukanya smooth, frame rate-nya ekstrem, belum yang 120 fps sih. Tapi kalau kita lihat average FPS-nya juga masih playable dan aman dengan average 76, drop-dropnya cuma di 56 fps. Delta Force kita coba graphic smooth dengan FPS Ultimate. Dia dapat average di 45 FPS maksimum di 52. Drop-dropnya bisa sampai 28 FPS di bawah 30. Nah, ini udah agak ngeselin sih. Jadi, kalau kalian mau main game yang agak ngeri lagi, contohnya game Gensin Impact dengan settingan lowest ya, average FPS dia bisa dapat 39, maksimumnya bisa tembus 49. Tapi dropnya kadang juga lumayan bikin emosi. Whtering wave juga sama, lihat aja chartnya ini ya cukup aman lah ya drop-dropnya itu kadang-kadang aja ya. Kalau misalkan kalian pengin lebih nyaman, enggak ada drop, ya prosesornya harus lebih kencang dari ini sih. Nah, untuk bisa dapat harga dimensity R.300 di harga Rp3 juta kecil, dia harus downgrade baterainya sih. Sebenarnya kalau dibandingkan dengan kompetitornya 6000 m itu udah gede banget. Tapi kalau dibandingkan sama versi 4G-nya, dia di grip. Selisihnya 1000 mamp. 4G itu kan 7.000. Nah, ini baterainya 6.000 mamp. Tapi positifnya jadi lebih tipis dan ringan dengan bobot 207 gr. Dimensinya 8,9 mili. Kalau yang 4G itu kepala 9 mili. Ini 8 mili aja menurut saya udah lumayan tebal. Kalau untuk dataan baterainya pas kita main PUBG 30 menit berkurang 9%, Mobile Legends 30 menit berkurang 6%, Gensin 30 menit berkurang 10%, wering wave 30 menit berkurang 11%. Dan seperti yang saya bilang tadi, dia juga udah support sama wireless charging. Jadi kalau misalkan kalian pengen main game tanpa pengin kabelnya itu ngeganggu, bisa pakai wireless power charging-nya kayak gini. Walaupun jatuhnya lebih berat lagi. Hal pertama yang mungkin bakalan jadi deal breaker di Technopova 7 ini layarnya sih. Tampilan layarnya. Baseel-nya ini tebal banget apalagi buat HP Rp3 jutaan ya dibandingin saudaranya aja si Infinix Hot 60 Pro. Wah jauh apalagi dagu bagian bawah. Dari depan kurang kerasa mewah dia kayak HP kayak HP R1 jutaan kalau misalkan dicompare sama sesama trensin aja. Kalau layar kayak gini sih dikasih ke versi 4G-nya mungkin masih ok lah. Tapi untungnya secara spesifikasi layar walaupun memang dia belum OLED tapi udah bisa dimaafkan lah karena refreshin-nya kencang di 144 Hz dengan panel IPS dan 144 Hz-nya ini benar sih enggak overclaim kayak Infinix kemarin karena Infini kan kemarin pakai Heliogi 100 Ultimate tapi larnya 144 Hz. Masalahnya prosesornya itu enggak support sama 144 Hz. Jadi kayak mubazir percuma. Nah, kalau ini si Damen City 7300-nya support sama 144 Hz. Jadi enggak kebasir Ben. Enggak mubasir. Beneran kepakai. Dan kita bisa atur mulai dari 6090 sampai 144 Hz dengan resolusinya ada di Full HD plus. Kalau untuk color akurasi warnanya udah oke. Pas kita tes di Kalman dia kan ada tiga mode ya, cool, default, dan juga warm. Di ketiga modenya ini sRGB-nya hampir menyentuh 100% semua. Mirip-mirip sih bedanya itu di P3 dan itu pun selisihnya juga kecil aja. sama-sama sekitar 85%. Kalau untuk brightness-nya pas kita tes dia dapat tipikalnya itu di kisaran 430-an nitz. Bukan HP yang jualan utamanya itu di layar banget sih memang ya. Karena Infini Hot itu yang kemarin di harga R jutaan dia punya tipical brightness di 700. Nah, ini 400. Tapi kalau dipakai di odor asal k enggak yang benar-benar kayak di gurun Sahara gitu ya masih aman aja kok. Untuk kameranya dia standar walaupun di sini ada tiga lensa, cuman yang bakalan kepakai sih bakalan satu aja. Jadi di sini ada min kamera 50 megapel yang kalau untuk hasil daylight-nya ya cukup bagus, cukup tajam dengan detail yang jelas. Warna yang dihasilkan juga natural, enggak berlebihan. Cuman kalau udah ketemu pencahayaan yang lumayan sulit kayak low low light LED light, wah detailnya turun ya cukup oke aja lah di kelas harganya. Bukan yang terbaik di kelas harganya kalau dari sisi kamera. Nah, yang satu lagi ini kamera makro 2 megapel yang saya pribadi sih jarang pakai ya. Coba kalian sering pakai gak? Terus ada infrared blaster mirip-mirip sama Infinic 60 Pro. Jadi kameranya di belakang ini dijadiin infrared aja lah. Tapi biar kelihatan tetap punya tiga kamera. Jadi feel mahalnya tetap ada walaupun ya gimik aja. Untuk kamera depan 13 megapel untungnya enggak water drrop. Dan untuk hasilnya kira-kira seperti ini. Yeah. Fitur foto untuk lucu-lucuan kayak fitur gimmik nice to have aja ada AI gizi putri. Intinya dia bakalan mengubah foto kita kayak di foto studio yang tematik gitu. Terus ada skysop juga buat ganti gambar background langit biar lebih. Yang saya salut dari transend holding entah itu Infinix dan juga Techno Itel belum sih ya. Itel saya belum menemukan ekosistem yang menurut saya dia untuk bikinnya niat gitu. Nah, kalau si Infini kan punya FAX, kalau si Techno punya asisten juga namanya Mbak Ella. Namanya udah Indonesia banget ya. Jadi kita bisa tanya apapun ke si Ella ini mirip-mirip kayak Google Assistant atau Siri bisa dipakai bantu kerjain tugas-tugas sekolah. Buat foto selfie sampai perintah rekam layar bisa pakai high el. Kalau enggak bisa jawab pertanyaan ya tinggal kita yang ngejawab ya. Ya elah gitu aja enggak bisa. Dan memang ya ela banget sih kalau misalkan kalian carinya sistem yang terintegrasi sama HP-nya ela itu bagus. Tapi kalau kalian kayak tanya ke dia tentang pertanyaan basic atau pertanyaan yang agak sulit, saran saya sih pakai ZM ini atau car GPT aja. karena Elanya Elanya-nya kayaknya masih belum sarjana deh. Untuk AI yang lain juga banyak ada AI noise cancellation call translation summary ada AI writing pun ada kalau misalkan lagi malis nulis caption. Terus dari sisi olah gambar ada AI sharpness eraser yang lebih bagus dari Apple ya. Apple itu kalau misalkan Era-nya yah kita lihat aja September habis ini dia bakalan ada gebrakan apa untuk Apple intelligence-nya. Ada AI extender juga. Dan yang paling keren ada AI generator wallpaper. Jadi bayangin fitur-fitur AI tadi yang biasanya dikenalkan sama Samsung di HP yang mahal, di HP flagship turun di HP R jutaan juga. Nah, ini yang paling menarik di sini sih karena kan sekarang demo ya. Nah, biasanya kalau demo darurat militer itu sinyal dimatiin. Nah, kalau kalian punya HP Infinix buat demo menarik. Bukan cuma HP Infinix aja sih. HP transition holding lah. Bisa Tekno bisa Infinix cuman beda nama aja. Ya, kalau Infini kemarin namanya adalah Ultra Link yang dia bisa kayak tetap berkomunikasi via Bluetooth, bisa chat, bisa call. Nah, kalau si Techno namanya itu free link, tapi yang unik dari HP Techno ke HP Infinix bisa dipakai juga. Bahkan kemarin juga saya coba di Infinic 60 Pro, terus saya coba di Techno Spark Go yang harganya cuma Rp1 jutaan, dia juga udah punya free link itu bisa jadi enggak melulu harus pakai HP TN Popa 7. Semua HP dari transing Itel saya belum coba sih ya. Itel ada enggak ya? Coba nanti saya coba ya. Tapi untuk infinity dan tekno itu bisa. Intinya dengan fitur ini kalian bisa telepon tanpa pulsa kayak pakai HT. Klaim jarak maksimal mereka sih sampai 500 m ya. Mungkin bisa ya kalau enggak ada penghalang tembok. Kalau kayak di studio kemarin kita coba dari ruang editor ke ruang benchmark itu enggak ada 500 m tapi ada dua tembok. Itu aja udah putus-putus. Kalau secara jarak Infinic H 60 Pro lebih oke ya karena dia diklaimnya 1,5 kilo dan udah pernah saya coba di sama Ari di Cina itu dengan jarak lumayan jauh itu bisa kalau Infinix. Untuk OS-nya dia pakai HOS dengan basic Android 15 cuman udah dicustom sesuai dengan warnanya ya. Sekarang kayak loop profile terus juga bloodware-nya minim. Iklan jelas enggak ada. Oh bloodware ada sih tapi ya bisa kita hapus lah ya. Untuk konektivitas lain ya namanya aja udah Tchnopova 5G jadi dia support sama 5G. Tapi kalau kalian ke Malang, percuma enggak ada 5G. Terus dia dual SIM hybrid. Jadi kita harus pilih mau pakai dua SIM atau satunya micro SD. Terus Wi-Fi-nya pakai versi 6 dan bluetooth-nya versi 5.4. IP rating udah IP64 masih bisa lah ya karena percikan air atau kehujanan. Software update dia dapat 2 tahun untuk security update-nya di 3 tahun. Harganya pada saat video ini saya buat untuk varian yang 8128 itu di Rp3,1 juta. Yang 8256 itu di Rp3,2 juta sekian. Nanti link pembeliannya akan saya taruh di kolom deskripsi lah. Dan tolong adminnya DKID tolong dicariin versi yang paling murah lah ya dari semua toko yang ada di e-commerce. Kesimpulannya buat kalian yang memang carinya performa dengan desain yang futuristik dan gaming abis. Baterainya juga lumayan awet walaupun enggak segede versi 4G. Coolingnya juga terbukti adem tadi. Btw ngomongin cooling saya sampai lupa ya. Jadi untuk suhu permukaannya pas kita udah main game watering wave dan juga Gensin bagian depan itu di 40,3 derajat celcius belakang cuma 41,3 derajat celcius. Nah, standarnya biasanya untuk anget-anget ayam itu di 42 derajat Celcius. Dia masih di bawahnya jadi masih adem. Jadi intinya buat kalian yang cari performa, baterai awet, coolingnya juga adem, ya bisa lirik si Techno Pova 7 ini. Tapi walaupun dia Rp3 juta kecil ya jelas ada komprominya ya. Pertama, basel. Basel-nya ini kalau tampak depan apalagi posisi seperti ini, puuh, udah kayak HP R1 jutaan karena dagunya tebal. Terus panelnya juga masih pakai panel IPS. Sekarang udah banyak ya HP Rp3 jutaan itu pakai OLED. Tapi untungnya IPS-nya ini IPS yang refresh-nya kencang di 144 Hz dan support sama chipsetnya. Jadi enggak gimmik doang. Kalau ini kan beneran support ya chipsetnya. Baterainya ya ini bukan kekurangan tapi ya catatan aja dia lebih kecil dibandingkan adiknya yang versi 4G dengan 7000 mamp. Overall secara price to performance di harga R juta kecil ya, bukan 399 ya, si Techno Pova 7 ini kayak ngebikin HP-HP lain itu jadi kok mahal sih gitu loh. Jadi tiap saya ng-review HP apapun R3 jutaan atau HP jutaan yang pakai chipset sama dengan Technopava 7 walaupun sebenarnya faktornya bukan chipset aja pasti tuh langsung komennya itu, "Wah, mending Technopova 7 5G Rp3 juta kecil udah diamond city." Hah. Ya itulah jadinya si Tren and Holding ini bikin brand lain jadi kelihat kemahalan C and see you on the next video.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Episode Terakhir.....
Oleh DKID Media
10m 24s

Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....

Brand Terkait

Apple

Apple adalah brand teknologi premium dengan produk iPhone, Mac, iPad, Apple Watch, dan AirPods dalam satu ekosistem terintegrasi. Apple menghadirkan inovasi, performa tinggi, dan keamanan terbaik untuk produktivitas serta hiburan modern.