Jungkat

Ngomongin Xiaomi 18 Pro Yang Makin AMBISIUS! (YouTube Video)

  • 30/09/2026

Jadi, gua baru nonton acara peluncuran Xiaomi 18 Pro Series kemarin dan kayaknya banyak informasi menarik yang perlu kalian ketahui deh. Bukan cuma pakai chipset paling kencangnya Snapdragon saat ini, tapi Xiaomi banyak nambah hal-hal baru kayak layar belakang yang semakin pintar, privacy display yang bisa bikin bagian tertentu redup, sampai fitur-fitur AI yang makin digenjot lagi. Informasi di video ini serius bakal menarik banget deh. Yuk, kita bahas. Nah, sebelum kita bahas fitur-fiturnya, kita mulai dari desain dulu ya. Secara keseluruhan Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max ini enggak ada perubahan drastis sih kalau dibandingin sama 17 Pro Series tahun lalu. Perbedaannya ada, tapi cukup minim sampai mungkin bisa aja kelewat kalau enggak diperhatiin banget-banget. Yang pertama yang paling gampang kelihatan ada logo Leik yang sekarang digeser ke kanan dikit ya. Jadi misah sama lensa ultrawide dan flash-nya. Habis itu buat kamera bumnya jadi sejajar sama layar belakang. Jadi benar-benar flat dan menyatu. Menurut gua desain kayak gini rada plus minus sih di satu sisi. Jadi enggak ada yang nonjol sendiri. Terus buat swipe atau slide layar belakangnya juga jadi lebih leluasa. Tapi di sisi lain kayaknya jadi bakal lebih sering ngelap lensanya enggak sih? Terus kalau kalian lihat di bagian kiri sini udah enggak kosong lagi. Sekarang ke tamambahan button yang namanya Ai key. Kalau pencet sekali dia bakal screenshot apa yang ada di layar, olah info pentingnya dan bakal disimpan di note. Kalau di long press itu baru lebih ke shortcut yang fitur-fiturnya bisa diubah. Contoh, mati nyalain privacy display-nya, voice note, mute HP, dan sebagainya. Eh, tunggu. Privacy display. Yes, sekarang Xiaomi juga punya fitur privacy display yang menurut gua malah lebih next level dibanding brand sebelah deh. Nanti bakal kita bahas di belakang ya. Lanjut ke bagian depan. Varian Pro Max-nya punya ukuran layar 6,9 inch dengan layar belakang di 2,9. Masih sama kayak generasi sebelumnya tuh. Sedangkan yang pro punya ukuran yang lebih kompact di 6,4 inch dan 2,7 buat layar belakangnya. Tapi yang bikin geleng-geleng ukuran bezelnya itu loh enggak sampai 1 mili, coy. Ya, 0,99 mili sih, tapi kan tetap aja enggak nyampai semili. Dan buat bezel di layar belakangnya juga makin tipis lagi di 1,22 mili aja. Buat material frame-nya dari aluminium aloy yang hampir kayak cermin gitu. Kalau buat begnya sendiri ada yang dari fiber glass sama glass tergantung warna. Dan ngomong-ngomong soal warna, ada satu varian yang paling ditonjolin nih di Xiaomi 18 Pro Series, yaitu Stery River Blue yang katanya terinspirasi dari langit malam. Warna birunya dibikin gelap dengan efek glitter yang ngingetin sama cahaya bintang. Widih, romantis bener dah. Gua tahu sih desain kayak gini pasti tergantung selera banget, tapi di saat yang sama ini jadi salah satu bagian yang berasa paling beda aja dibanding tahun lalu. Dan kalau punya warna ini kayaknya agak sayang enggak sih kalau ketutupan sama case yang enggak bening. Soalnya bagian belakangnya udah punya karakternya sendiri gitu. Oke, lanjut ke spesifikasi yang mana enggak beda jauh ya antara varian Pro dan Pro Max-nya. Jadi, gua bakal bahas yang Pro Max dulu baru kita bandingin sama yang Pro. Kayak biasa buat spesifikasi lengkapnya bakal gua taruh di layar nih. Pertama buat ukuran ada di 6,9 inch dan layar belakangnya itu di 2,9. Kedua layarnya udah amoled ltpo 1 sampai 120 Hz refresh rate, pick brightness di 4000 nit dan perlindungannya pakai Xiaomi Dragon Crystal Dragon Crystal banget Xiaomi Dragon Crystal Glass 3.0. Hah, bisa juga masuk ke performa. Ini kayaknya enggak kalah mantap sih sama 18 volt kemarin. Di Xiaomi 18 Pro Max ini pakai chipset paling baru dan paling kencangnya Snapdragon, yaitu Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 yang udah berfabrikasi 2 nm. Versi ekstrem ini katanya punya clock speed sampai 5 GHz loh dengan power consumption yang bisa turun sampai 37%. Terus performa GPU-nya juga naik sampai 35% dengan power consumption turun sampai 40%. Yang mana kalau gua cek skor Antutu versi 11-nya itu bisa sampai 5,01 juta ya alias jadi salah satu dari segelintir SOC mobile yang udah bisa nyentuh antutu tuh di R5 juta. Buat kapasitas baterainya juga enggak main-main nih. Ada di 8500 mAh dengan 100 wat wired fast charging, 50 watt wireless dan lain sebagainya. Kalau kameranya sendiri ada di 200 megapel main dengan teknologi Lovic HDR yang mana kalau gua cari ini teknologi sensor kamera buat ngasilin foto dan video dengan dynamic range yang tinggi banget. Terus ada 200 megapel telefoto dengan 3,2 kali optical zoom, 50 megap ultra wide, sama 50 megap selfie. Dan semua kamera belakangnya udah pasti pakai Leica Sami Lookuk, Sami Lookuk, Sumil Look. Itu dia. Dan ini dia beberapa sampel foto yang ada di website Xiaomi, Guys. Kalau buat spek lainnya, HP ini udah 5G NFC, punya tiga stereo speaker. Satu di atas dan dua di bawah. Terus sudah IP68, support USB 3.2 genen 1, dan udah jalan di Hyper OS 4 Android 17. Terus kira-kira apa aja bedanya sama Xiaomi 18 Pro tanpa Max? Yang pertama ada di ukuran. Varian Pro-nya lebih komact, terus chipset yang dipakai juga beda nih. Kalau Pro Max pakai Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Varian [berdehem] Pro-ya pakai Snapdragon Elite Gen 6 tanpa ekstrem ya. Huh, namanya bikin lidah keseleo banget dah. Terus cooling area di Pro itu lebih kecil dengan baterai juga yang lebih kecil di 7000 mAh selisih 1500 mAh sama yang Pro Max. Perbedaan selanjutnya ada di kamera utama. Meskipun sama-sama di 200 megapel dengan ukuran sensor yang sama di proya itu gak ada teknologi Lovic. Sensor yang dipakai pun sedikit beda ya. Light Hunter 960 L di Pro Max dan 960 aja di Pro. Terakhir varian Pro ini cuman ada dua ser speaker berbanding tiga di Pro Max-nya. Bayu ada satu info lagi paling penting yang harus gua kasih tahu karena Xiaomi 18 Pro Series ini bakal dirilis secara global kayak yang udah-udah bakal ada kemungkinan pemangkasan spek ya. Paling sering sih kasusnya di kapasitas baterai. Kita ambil contoh yang paling dekat nih. Xiaomi 17 di Cina punya kapasitas baterai 7000 mAh, tapi pas rilis di Indonesia baterainya jadi 6.330 mAh. Jadi ya mungkin bisa siapin hati aja dari sekarang. Sekarang kita tebak-tebakan. Kira-kira begitu rilis global bakal jadi berapa tuh baterainya. Nah, salah satu fitur yang menurut gua patut dibahas banget di Xiaomi 18 Pro Series ini adalah privacy display. Konsep dasarnya udah pernah kita lihat lah ya di S26 Ultra yaitu bikin layarnya jadi lebih redup dan susah dilihat dari samping kayak pakai skin protector yang antipy itu loh. Tapi di Xiaomi ini menurut gua jauh lebih fleksibel sih. Selain bisa aktif di seluruh layar dan di app atau notifikasi tertentu, dia juga bisa aktif pas lagi split screen, pas di halaman spesifik, bahkan pas lagi buka floating window. Nah, di sinilah menurut gua Xiaomi pintar banget manfaatin privacy display-nya mereka karena ukuran floating window-nya bisa digede kecilin dan digeser sesuka hati. Jadi, secara enggak langsung kita bisa manfaatin floating window ini buat nutupin area tertentu yang kita mau aja. Contohnya kayak di promosional videonya Xiaomi. Mereka pakai pop up window buat nutupin salah satu menu makanan. Bahkan kita bisa atur kapan privacy display-nya mau diaktifin. misalnya kalau udah sampai rumah atau kantor dan ternyata gak cuman sampai situ loh ya. Yang paling gong dari ini semua adalah dia bisa deteksi kalau ada orang yang ngintip, Guys. Kalau ada orang yang ngelihatin layar selain kita, nanti bakal keluar reminder lewat Hyper Island-nya atau HP-nya bakal geter. Jadi kita bisa langsung aware nih, terus aktifin privacy display-nya. Jujur kalau yang ini sih menurut gua ada di antara super menakjubkan atau super menyeramkan ya. Soalnya di satu sisi fitur kayak gini bakal berguna kalau kita lagi buka sesuatu yang ada info penting di tempat umum terus dikepoin orang di belakang kita tuh. Karena privasiynya kan cuma redup kalau dilihat dari samping. Tapi di sisi lain berarti HP-nya nontonin muka kita setiap kita pakai HP ini lewat kamera dong. Sampai-sampai bisa deteksi muka lain yang bukan kita. Waduh. Terakhir sebelum kita masuk ke varian dan harga, software di HP ini emang layak buat dibahas juga sih. Salah satunya ada AI Assist. Jadi misalnya kita lagi ada di suatu tempat terus bingung, hmm enaknya foto dari mana ya? Nah, HP-nya bakal nunjukin referensi foto yang pernah diambil di sekitar situ sampai ngasih rute ke spot-nya juga. Terus gimana kalau hasil fotonya enggak bagus? Tenang, AI-nya bisa kasih rekomendasi komposisi foto dari angle yang lebih pas. Plus ada berbagai macam pose juga yang bisa diikutin. Terus yang menarik lagi dan yang paling beda justru ada di layar belakangnya sih. Sekarang layar belakang ini bukan cuma buat nampilin jam atau preview foto aja, tapi mulai dijadiin semacam AI companion. Jadi kita bisa generate wallpaper sendiri dari dua foto yang berbeda ya. Misalnya sama hewan peliharaan atau versi 3D kita sendiri sampai bisa juga dibikin seakan-akan foto bareng idola atau karakter anim yang kita suka. Dan ya di sinilah AI mulai mendukung kehaluan kita. [tertawa] Terus tayar belakangnya ini bisa dipakai juga buat ngobrol sama Ei ya. Kurang lebih kayak Siri atau Gemini gitu misalnya minta ganti lagu, pasang alarm dan sebagainya. Tapi perlu diingat fitur-fitur AI barusan belum tentu semuanya bakal tersedia di versi global ya. Karena biasanya ada perbedaan ketersediaan fitur ini berdasarkan region sama bahasa. Jadi buat yang satu ini kita masih perlu nunggu info resminya dari Xiaomi. Oke, pilihan warnanya ada hitem, putih, pink, sama yang biru ini ya. Terus kalau varian sama harga buat Xiaomi 18 Pro ada di 12+ 256 di 5.999 yuan atau sekitar 16 juta sampai 16+ 1 ter atau di sekitar 24,1 juta. Kalau buat Xiaomi 18 Pro Max harganya 1000 yuan lebih mahal dibanding pro-nya tuh mulai dari sekitar 18,7 juta sampai Rp26,8 juta. Kedua HP ini juga ada special edition yang transparan dengan accen warna merah gitu. Bahkan sampai di kepala chargernya juga dibikin transparan tuh dan kabel chargernya dibikin warna merah. Buat yang special edition ini cuma ada di varian 16/1 tera. Buat yang pro harganya di 26,8 dan Pro Max di 29,4. Terus yang unik banget Xiaomi nge-bundle edisi spesial ini sama pocket gitar. [musik] Awalnya gua pikir semacam phone holder gitu, tapi ternyata beneran buat main gitar, Guys. Serius. Jadi kalau dibuka bagian bawah itu senarnya. Yang atas itu buat atur nada, cord, sama volume-nya. [tertawa][terkesiap] Dan kalian tahu harganya berapa? R99 yuan atau sekitar Rp1,3 juta. Itu aja lagi diskon. Btan dan harga barusan gua ambil dan konversi langsung dari harga Cina sana ya. Jadi kalau masuk Indonesia kemungkinan bakal ada perubahan harga. Apakah bakal lebih mahal atau bahkan lebih murah? Kita hanya bisa menunggu. Loh, emangnya bakal masuk Indo, Bang? Sejauh ini dari yang gua cari tahu udah ada muncul dua nomor model di database Kemen Pain dengan nilai TKDN di 37,84%. Belum dikonfirmasi apa-apa sih sama Xiaomi, tapi kebanyakan warga udah asumsi kalau dua nomor model itu buat Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max. Oke, guys. Jadi, segitu dulu update gua buat Xiaomi 18 Pro dan Pro Max-nya. Lagi-lagi gua ngerti kalau ada beberapa teman yang kecewa karena gua enggak pegang HP-nya langsung. dari gua ya karena emang sekarang masih lebih selektif beli HP-nya sih. Apalagi kalau China version gini kadang susah buat dijual lagi atau harga jualnya turun banget. Jadi mohon maaf kalau versi globalnya keluar gua bakal usahain beli dan bahas langsung. Oke kalau menurut teman-teman video ulasan ini tetap menarik jangan lupa kasih tahu gua dengan like video ini ya. Kalau ramei pasti gua lanjutin.

Lihat di YouTube