Jungkat

Nih, Alasan Toyota Veloz Lebih Menarik Dari Rival dan Avanza Sekalipun (YouTube Video)

  • 19/06/2025

[Musik] Teman-teman, selamat datang di channel Grid Auto Avanza, Teman-teman. Toyota itu dari awal kemunculannya sampai sekarang rutin menjadi mobil yang laku di Indonesia. sampai di akhir bulan lalu dia menempati top five list mobil-mobil teraris yang ada di Indonesia sampai saat ini. Dan itu bukannya tanpa alasan, dia pas dengan kebutuhan banyak e konsumennya. Lalu kemudian di evolusi terakhirnya dia menjadi mobil yang lebih enak dikendarai, lebih nyaman, lebih lega, dan semua utilitasnya pun sesuai dengan apa ya keinginan, keperluan, kebutuhan eh pengemudi maupun penumpang di kelas MPV 1500 cc 7 seater. Tapi di belakang saya ini bukan Avanza, ini adalah Velos. Dan Velos teman-teman mungkin teman-teman juga tahu ya, itu berbagi basis dengan Toyota Avanza dan juga Dehatsu Xenia. Hanya saja dia ya sesuai dengan kastanya, lebih mewah, lebih lengkap gitu. Jadi kami ingin mengulas e Velos sebagai mobil yang juga menarik, Teman-teman. Dia punya semua kelebihan Avanza tapi dengan desain yang lebih premium, dengan fitur yang lebih lengkap dan gengsi lebih tinggi. Dan kami mengajukan ke teman-teman apakah Velos cocok dengan apa ya e selera atau kebutuhannya, Teman-teman. Karena ee ini kalau ditilik kelebihan dan kekurangannya mestinya sih menarik. Kita ulas sekarang apa saja kelebihan dan kekurangannya Velos dan oke enggak dia untuk menjadi mobil yang perlu di apa? Dilirik sama teman-teman yang sedang mencari MPV 1500 cc Seven seater Toeta Velos. ini ulasannya. Kelebihan atau alasan pertama adalah soal desain, Teman-teman. Ya, silway bodnya memang Toyota Avanza gitu ya, tapi secara detail-detail kecil itu menurut saya sukses ngebuat dia lebih menarik. Dan teman-teman tahu ya, bahwa rumus umum dari banyak pabrikan agar ngebuat mobil terasa lebih mewah itu dengan chrome. Selama enggak berlebihan itu hasilnya jadi pas. Dan ini ada di vel, Teman-teman. Kelihatan dari depan ada chrome. Lalu kemudian di samping garis baunya ada chrome. Bahkan di belakang pun juga ada chrom dengan porsi sekali lagi yang enggak berlebihan itu ngebuat dia jadi lebih mewah, Teman-teman. termasuk di frame yang ada di fog lamp dan kalau ngelihat fasianya bentuk grillnya baik tekstur maupun outline-nya gitu ya ya ini sudah jauh lebih menarik dibanding Avanza buat saya gitu. Lalu di belakang teman-teman itu ada e lampu LED yang memanjang dari kiri ke kanan itu kayak kebanyakan mobil Korea ee kontemporer gitu ya. Dan sekali lagi bagi saya itu memberikan impresi yang positif. Apalagi velegnya nih paling besar nih diameternya. Jadi ya ee ini memunculkan sosok yang jauh lebih premium Velos dibanding saudara-saudaranya Avanza dan Senia. Interiornya, Teman-teman. Saya nyalain dulu mesinnya biar AC-nya juga nyala dan adem. Kalau secara desain itu mirip aja dengan model Toyota yang lain. Dan itu pun juga berlaku sama brand lain. Bahasa desain itu diterapkan di banyak model. Eh, dia simpel. Saya suka dengan head unit yang sangat mudah diakses dengan visibilitas yang gampang gitu ya. Lalu kemudian eh bentuk dashboard-nya, konsol tengahnya, setirnya. Bagi saya itu no problem. Enggak ada komplain di situ dan itu memang menarik. Tapi memang bagi sebagian orang, saya tanya ke beberapa teman saya, oke kalau dual ton itu diterapkan di trim di dashboard, tapi kalau di jok itu belum tentu cocok sama semuanya. Jadi ada yang oke, ada yang enggak. Termasuk saya, saya lebih suka dengan single tone aja. Kalau buat jok entah krem atau warna gelap gitu ya, misalnya hitam mendingan single tone. Tapi di Velos ini dual tone. Nah, ini adalah titik di mana bisa pro kontra. Mungkin teman-teman juga e cocok dengan dual ton seperti ini. Ee ada juga yang ya mendingan monoton atau single tone gitu ya. Tapi yang pasti teman-teman ini kain pelapisnya tuh adem. Jadi nyaman didudukin. Termasuk juga sayap-sayap di samping ini bisa menjaga ergonomi supaya lebih stabil ya ketika bermanuver badan enggak e mudah bergeser gitu. Secara keseluruhan kalau soal desain luar itu bagus banget. ini pribadi saya suka dan interior ya biasa saja karena mirip dengan model Toyota yang lain. Lalu kalau soal jok ee ini pro kontra yang pasti soal kenyamanan ini oke. Sehingga saya bisa bilang untuk desain eksterior interior itu kelebihan berikutnya adalah soal fitur Kalau untuk kenyamanan buat saya itu udah di atas ekspektasi. Pertama dia remote-nya tinggal dikantongin aja. Lalu untuk masuk tinggal tap. Lalu untuk nyalain mesin tinggal pencet tombol. HP pun juga bisa ditaruh di sini dan dia nge-charge wireless charging. Bisa koneksi ke Apple CarPlay pun itu adalah sesuatu yang lumayan umum ya untuk mobil sekarang. Tombol di setir pun juga memudahkan tanpa eh potensi terdistraksi yang besar. Perlindungan ABS eh kontrol stabilitas, airbag pun juga sudah mumpuni. Tapi gongnya adalah dia punya Advance Driver Assistant System. Dan kenyataannya, Teman-teman, enggak semua mobil di kelas ini punya Adas. Toyota nomenclaturnya Toyota safety Sense ini bisa land departure warning dan prevention. Jadi, setir bisa ee mengoreksi mobil agar balik ke lajur yang benar. Alim nih berarti nih kembali ke jalan yang benar. Lalu kemudian dia bisa precollision breaking juga kalau ada kemungkinan tumbukan. Eh, lalu pengemudi dibaca oleh sistem tidak bereaksi gitu, maka dia bisa mengaktifkan rem sehingga lebih aman. Lalu pedal miss operation kadang bisa enggak sengaja gitu ya. Padahal di depan ada objek. Entah mobil, entah tembok, entah apapun gitu ya yang ada di depan mobil. Even sudah di day, even sudah digas, mobil enggak akan jalan. Jadi lebih aman. Dan itu hal yang tanda kutip berharga karena e kami sudah tes teman-teman dan teman-teman mungkin bisa cek videonya di sini bahwa efektivitas dari Toyota Septis yang ada di Velos itu bagus untuk perlindungan enggak hanya pengemudi, tapi ini mobil keluarga artinya juga melindungi keluarga itu bagus ADAS. Dan kenyataannya lagi teman-teman, enggak semua mobil di kelas ini punya ADAS apa misalnya XAnder enggak ada atau Suzuki R3 pun juga enggak ada gitu ya. E jadi ee bagi saya fitur yang bagus itu salah satunya karena bisa memberikan nilai keselamatan yang baik dan Velos itu punya Toyota Safety Sense. Mantap. Kelebihan berikutnya adalah soal akomodasi, Teman-teman. Kita tahu bahwa Avanza ya eh dan kawan-kawan ya Velos Xia itu mengalami revolusi besar. Bukan evolusi tapi e revolusi besar ketika generasi ini datang. Jadi, eh Toyota dan Ehatsu memutuskan untuk mengubah layout penggerak dari yang sebelumnya RWD, rear wheel drive ke FWD depan. Dan ya itu tentu saja menuai kontroversi, ada yang pro, ada yang kontra. Tetapi sebenarnya kalau menilik sama demografi konsumen yang sudah diriset oleh Toyota dan Dehasu, konsumen mereka Avanza, Xenia dan tentu saja Velos itu lebih banyak membutuhkan kelebihan-kelebihan dari Avanza yang berpenggerak roda depan gitu. Dan salah satu kelebihannya adalah soal akomodasi, Teman-teman. Bayangin yang e penggerak roda depan yang ini itu udah enggak perlu lagi ada e kopel di bawah, ada garden belakang di bawah sehingga kabinnya itu bisa diset lebih tinggi. Makanya lantainya bisa lebih rendah dan artinya apa? Ekstra akomodasi. Lalu dalam soal kelegaan e dalam hal ini Lroom gitu ya pun juga bisa lebih baik teman-teman. Ini udah diset untuk ketinggian e 168 cm saya. sebagai driver. Lalu jika duduk di baris kedua itu terasa banget leganya, Teman-teman. Saya eh familiar dengan Avanza RWD gitu ya. Dan ketika masuk ke Avanza Velos Xia berasa banget ini jauh lebih lega. Ini ee di belakangnya lebih dari 10 jari. Ini yang paling mundur. Kalau dimajuin coba seberapa ya? Ya, ini udah enggak manusiawi ya. Tapi kalau misalnya diset untuk lima jari aja gitu yang mana itu cukup e permisif bisa diterima pun ini masih oke teman-teman. Headro pun demikian masih leluasa gitu akomodasinya. Bahkan sesimpel untuk menaruh barang-barang kecil seperti HP atau dompet gitu ya. ya dipikirkan oleh Toyota dengan sangat baik. Jadi mengakomodir barang-barang kecil pun juga no problemo. Saya suka dengan Amres yang juga mengakses ke belakang dengan lebih mudah karena ini bukaannya full. Tapi saya bisa bilang teman-teman untuk akomodasi itu oke dan saya perlu menunjukkan bagaimana akomodasi duduk di bangku belakang. Dan saya set dulu ini dengan LROM yang wajarlah ya ee 5 sampai 6 jari. Seperti apa di belakang? Oh iya saya juga perlu nunjukin teman-teman ini juga ada reclining. Jadi dia bisa ee saya lihatin ini yang paling rebah dan memang enggak yang 180 derajat ya. Tapi ini pun juga sudah e cukup ee rileks ya. Ini kalau yang paling tegak, nah ini kalau lagi dipap nih begini nih. Oke, misalnya di set yang udah cukup rileks seperti ini. Dan bagaimana duduk di bangku baris ketiga? Ini penting, Teman-teman. Karena mobil di kelas ini sangat mungkin untuk dipakai bersama keluarga, sama kerabat gitu ya. Kalau modik diisi full gitu misalnya. Jadi ya kita lihat. Oh iya, ini sebenarnya one touch tumble tuh sekali lipat langsung ee memberikan akses yang mudah. Nah, ini teman-teman ee yang pasti dengkulut saya enggak menyentuh dan ini masih cukup proper bahkan untuk penumpang dewasa. Dan ini agak-agak teater ya, artinya yang bangku baris kedua itu lebih rendah dari bangku baris ketiga. Sehingga penumpang di baris ini enggak terlalu bosan karena masih bisa punya akses ngelihat ke depan. Bagi sebagian orang ini enggak gampang mabuk nih. Lalu di trim-nya pun juga ada kompartemen terbuka termasuk di sini. Ini saya perlu tunjukin mana tadi HP-nya. Ah, iya. Ini ini bisa buat naruh HP, Teman-teman. Yang di sampingnya ini ada soket eh 12 volt ya, yang butuh adaptor. Tapi kalau yang di tengah sama di depan itu udah e langsung USB type E gitu. Jadi siar keseluruhan ini oke nih, Teman-teman nih. Akomodasinya baik untuk ee penumpang maupun barang termasuk barang-barang kecil tuh. Lalu di belakang saya bisa bilang teman-teman untuk bagasinya itu oke. Bahkan ketika semua bangku diaktifkan akomodasinya oke di bagasi. Dan kalau misalnya masih kurang bangku baris ketiga bisa dilipat lantai rata. masih kurang juga. Bangku baris kedua bisa dilipat, lantai rata juga dan akhirnya bisa membawa barang berukuran besar panjang misalnya lemari gitu beli di hypermarket yang secara total untuk akomodasi dia jempolan. Dan ini teman-teman ini pun juga bisa ditambah roofbx roofbag karena udah ada roof rail-nya pasang cross bar semuanya membuat e akomodasi barang menjadi berlipat. akomodasinya mantap. Kemudian soal kenyamanan, Teman-teman. Bagi saya itu pun juga menjadi kelebihannya, ya. Ini mobil FWD udah jelas, ya. Secara rancang bangun dia mengambil keuntungan dari ee penggerak roda depan yang udah enggak butuh banyak komponen di bawahnya, Teman-teman. Bayangin dulu yang RWD untuk mentransfer tenaga dari depan sampai ke roda belakang itu butuh ee kopel sama gardan yang mana itu semua ketika bergerak itu menghasilkan bunyi-bunyian, getaran ee yang lebih enggak nyaman dibanding yang Ee jadi bagi saya dari kehalusannya pun juga sudah unggul. Lalu akomodasi tadi saya sudah cerita e sangat proper ee lebih mudah untuk mendapatkan rasa nyaman ketika kaki bisa berselonjor dan enggak hanya di depan tapi juga di bangku tengah maupun di bangku belakang dalam proporsinya masing-masing. Jadi dia nyaman. Ee kemudian dalam soal apalagi kalau misalnya teman-teman ee duduk di bangku yang ee secara ergonomi pun juga baik, pasti juga bisa mendapatkan kenyamanan sepanjang jalan. Jadi saya bisa bilang bahwa untuk kenyamanan Velos itu oke, Teman-teman. Kita bisa bilang bahwa Velos itu oke. Tapi, tapi nih kalau dibanding sama Expander, mungkin teman-teman pengin tahu bagi saya tetap lebih nyaman Expander itu benchmark sih. Dia lebih lembut bantingannya. Kalau ini masih ada tuh ee set suspensi yang terasa keras ketika ngelewatin lubang atau polisi tidur yang bentuknya tuh enggak landai gitu ya. Tapi kalau expander masih lebih bisa e memberikan kehalusan suspensi ee dalam hal menangani permukaan yang buruk gitu. Ee sekali lagi meskipun expander itu lebih nyaman, cuma ini sudah sangat pantas ee menjadi mobil yang dianggap nyaman, Teman-teman. Kemudian untuk handling teman-teman ya kita tahu bahwa ini udah FWD gitu ya. Dia enggak perlu diset sasis dan suspensinya sekaku itu untuk mendapatkan handling yang bagus. Jadi dia udah enak untuk bermanuver tanpa mengorbankan kenyamanan. Kira-kira gitu ya. Komprominya udah mantap. Sehingga kalau ditanya bagaimana kualitas handling-nya, saya bisa bilang bahwa ini bagus, Teman-teman. Di antara semua keturunan Avanza dan Senia, ini yang paling enak. Apalagi gripnya ekstra kan, rodanya ban sama veleg itu paling besar nih 17 inci dengan ban profil-ennya 20550. Jadi, ya dapat ekstra grip means untuk bermanuver, untuk zigzag itu lebih ee meyakinkan. Jadi saya bisa bilang kalau soal pengendalian teman-teman ya ini no complain lah. Ini bisa dibilang sangat bagus. Dan ditambah lagi teman-teman transmisi CVT-nya itu enak ya. Dia mungkin bukan yang paling kencang, akselerasi 0 sampai 100 ya. Tapi untuk menyesuaikan beragam skenario daily gitu misalnya atau keluar kota, dia enggak ada masalah lah. Termasuk dia ada mode sport geser ke kanan atau bisa mode manual naik turun untuk mengubah rasio puli gitu ya secara e kemauannya pengemudi gitu plus dan minus ya. Enak sekali nih. Jadi kalau untuk rasa berkendara, handling, kecekatan transmisi ya ini bisalah disebut sebagai salah satu kelebihannya. Kalau soal efisiensi BBM, Teman-teman, saya melihat di beberapa komen di internet yang membahas tentang Velos itu ada yang komplain, tapi ketika kami tes, ini enggak ada masalah nih. Di route dalam kota dia dapat 15 km/l ya dengan prosedur tetap yang pengemudi aja gitu ya. Lalu kemudian di rute dalam kota di 22 km/h lalu menerapkan ecoving gitu ya, berakselerasi secara gradual gitu dapat tuh di atas ee 13 km/l. Jadi buat saya efisiensi BBM itu oke. Lalu kemudian di rotol dia bisa dapat 18-an km/l. 18,2. Jadi kalaupun dia bukan yang paling irit di kelasnya, tapi dia sudah sangat pantas disebut irit. Paslah ini mesin 2NR terbukti tangguh banget. Bahkan kalau kepepet untuk diisi RON 90 min pertal light gitu misalnya atau Vivo, dia juga cenderung enggak ada masalah. Saya hampir enggak pernah dengar ada eh apa ya masalah mengenai pengisian BBM untuk mesin ini 2NR. Jadi ya fleksibel banget kalau dipakai road trip gitu masuk ke daerah yang remote yang enggak selalu ada SPBU dengan RON 92 gitu pun dia juga lues. Jadi ee saya ingin menyampaikan untuk efisiensi BBM dia irit. Kemudian untuk fleksibilitas menggunakan RON yang beragam, Teman-teman ngerti maksud saya pun dia enggak ada masalah. Jadi untuk itu semua pantas untuk disebut sebagai salah satu kelebihannya. Kemudian soal kualitas interior, Teman-teman. Bagi sebagian orang ini bisa menjadi kekurangan dan saya menangkap itu ya secara tampilan ini enggak ada masalah. Tadi pun juga saya sudah sampaikan tapi dia mengalami apa yang Zenix alami ketika pertama kali muncul. Kok kualitas interiornya, material yang digunakan itu terasa kurang mewah. Ya, ya benar. Bagi sebagian orang ini enggak ada masalah. Tapi bagi mereka yang peka terhadap ee material yang digunakan, termasuk ketika diketuk dia terasa garing gitu ya, kayak kurang berbobot, itu adalah komplain yang masuk akal. Tapi sekali lagi meskipun e material ini enggak memenuhi ekspektasi sebagian orang, tapi ini Toyota, Teman-teman. Kan dia untuk tahan selama belasan tahun atau puluhan tahun ke depan itu besar. Jadi mungkin dia ee kayak kurang mewah, kurang premium, tapi ini e bisa dibilang tahan banting ya. Boleh menjadi kekurangan tapi dengan catatan e besar untuk dia durable. Kalau untuk akselerasi, Teman-teman, ternyata itu bisa menjadi kekurangannya. Kami sudah tes 0 sampai 100, dia butuh 13,1 detik. Itu enggak pelan, tapi jelas bukan yang paling kencang. Jauh di bawah Stargazer gitu misalnya yang prime di 10-an detik. Jadi, e entah karena rodanya yang terlalu besar lalu kemudian memperlambat lajunya gitu ya atau memang ya secara tenaga dan torsi output-nya memang enggak sebesar e beberapa rival-nya. Ee tapi bisa saya simpulkan kalau akselerasi dia bukan yang paling oke gitu. Dan bagi sebagian orang ya mungkin buat mobil keluarga seperti Velos ini misalnya atau mobil seven seater seperti Velos ini kencang-kencangan itu bukan prioritas. Tapi ya bagi sebagian lainnya tetap akselerasi yang bisa lebih sigap akan lebih baik. Kira-kira gitu ya. Jadi eh saya perlu memasukkan salah satu kelemahan dari Velos adalah kemampuan berakselerasinya sebagai MPV yang bukan paling kencang. Iya. Dan kekurangan lainnya teman-teman, mungkin ini kontroversi ya karena ini terkait dengan sistem penggerak. Kita tahu bahwa FWD itu banyak kelebihannya dan terbukti cocok dengan pengguna Avanza, Xenia, dan Velos saat ini. Tapi enggak bisa dipungkiri kalau ada banyak juga pengguna generasi terdahulu yang benar-benar suka dengan RWD. Dan itu bukannya tanpa alasan. Sekali lagi bukannya tanpa alasan. gerak belakang itu lebih mungkin untuk e ngelewatin jalan yang ekstrem meskipun bukan offroad ya, ini jelas bukan 4x4 gitu. Tapi kalau ketemu e jalan yang menanjak ekstrem, permukaannya licin dan kita terpaksa start gitu, RWD itu lebih besar kesempatannya untuk ngelewatin handicap gitu. Tapi balik lagi nih, kalau teman-teman termasuk yang lebih sering berhabit di ee perkotaan buat daily atau kalaupun mau keluar kota lebih sering misalnya lewat tol atau daerah tujuannya enggak banyak e jalan-jalan yang kondisinya buruk gitu ya, ya dijamin akan lebih banyak mendapatkan kelebihan dari sistem seperti ini FWD. Tapi saya benar-benar enggak bisa memungkiri kalau e ada sebagian orang yang tetap membutuhkan atau menginginkan Avanza, Xia, dan Velos itu RWD. Dan di titik itu ini menjadi tanda kutip kekurangan dari Velos yang di generasi ini udah bukan rear wheel drive lagi gitu. Kalau saya sih, Teman-teman, ya selama ini teramat jarang ngelewatin jalan yang teramat buruk. Jadi lebih butuh ee semua kelebihan yang dia ada, semua kelebihan yang ada di FWD-nya Velos ini, gitu. Dan kita bisa sampai pada akhir ulasannya, Teman-teman. Jadi, ya beberapa kekurangannya dulu. dia misalnya kontroversi pindah dari RWD ke FD itu bagi sebagian orang adalah sebuah kekurangan. Lalu kemudian akselerasi muungan yang paling kencang dan kualitas interiornya bagi sebagian orang itu tidak memenuhi ekspektasi. Itu kekurangannya, kelebihannya lebih banyak. Desainnya itu bagus banget. Di antara Avanza, Xenia Velos ini jelas yang paling mewah, yang paling representatif. Lalu fiturnya pun menurut saya e enggak hanya memudahkan, enggak hanya memberikan kenyamanan, tapi juga nilai keselamatan yang bagus karena punya ADAS Toyota Safety Sense dan kita sudah tes dan itu efektif fiturnya. Oke, akomodasinya pun juga leluasa untuk penumpang laupun untuk barang. Bahkan pelipatan lantai ratanya pun juga support untuk akomodasi yang baik. Rasa berkendara mungkin enggak ada yang menonjol ya, enggak ada yang nyaman-nyaman banget. Terus kemudian enggak ada handling yang tajam-tajam banget, enggak ada. Tapi dia sudah berada di titik yang komprominya itu bagus, Teman-teman. Bisa memberikan kenyamanan yang udah bagus dengan handling yang udah gesit. Jadi dia bisa apa ya? Allrounder gitulah gitu. Dan di titik itu saya merasa bahwa semua kelebihan dan kekurangannya yang mana lebih banyak kelebihannya itu oke untuk ngebuat Velos eh pantas untuk dilirik. Buat teman-teman yang membutuhkan MPV seven seater 1500 cc ini adalah sesuatu yang perlu dipertimbangkan gitu. Mungkin itu dulu, Teman-teman, dari saya. Terima kasih sudah menonton dan sampai ketemu di video Grid Auto berikut ya. Terima kasih.

Lihat di YouTube