NISSAN: KE JEPANG LIHAT TEKNOLOGI TERBARU NISSAN DAN PENGALAMAN NONTON FORMULA E DI TOKYO (YouTube Video)
[Musik] Selamat datang di The Di Official Auto dan kali ini kita ada di perjalanan yang paling menarik di Jepang bareng Nissan. Nah, sekarang kita ada di fasilitas mereka di Nismo Omori Factory dan kita akan berlanjut ke beberapa destinasi lainnya untuk melihat bagaimana sih Nissan di Jepang dengan berbagai produknya, dengan berbagai fasilitasnya dan juga untuk melihat gimana gelaran Formula I di Tokyo. Ayo kita simak bareng-bareng perjalanan kali ini. Fasilitas Nismo showroom di Omori Yokohama ini memang jadi salah satu yang menarik bagi penggemar brand Nissan. Pengunjung diajak melihat rangkuman dedikasi Nissan di dunia motor sport. Mulai dari gelaran balapan touring di Jepang hingga balapan internasional seperti Lemangs 24 jam yang ternama. Masuk di area parkiran, pengunjung langsung disuguhi deretan kendaraan test drive yang bisa dicoba. Ada Sedan Skyline, City Car Note, Aura, Fair Lady Z, serta Arya yang semuanya mendapatkan sentuhan mismo. Beranjak ke dalam pada lobi, pengunjung akan disapa oleh sebuah unit R390 GT1. Mobil balap ini berlaga di Lemangs 24 jam 1998 silam dan meraih podium ketiga. Penematan yang unik menempel di dinding memperlihatkan betapa ringannya unit ini dan mengedepankan sisi aerodinamisnya. Beranjak ke dalam terdapat beberapa unit mobil Nismo yang dipamerkan. Paling baru ada unit Note Aura dan area dengan sentuhan Nismo. Mobil dengan teknologi e-power dan BV Nissan tersebut tampil lebih sporty di beberapa bagiannya. Model berikutnya adalah sebuah mobil Formula E Gen 2. Unit ini digunakan oleh Sebastian Buemi pada musim kelima pada 2018 silam. Mobil ini menghasilkan tenaga 250 kW dari baterai berkapasitas 54 kWh ke roda bagian belakangnya. Ada juga sebuah mobil balap Motul Atech GTR 2013 Super GT yang berlaga pada kompetisi balap di Jepang. Livery Motul dengan warna merahnya menjadi legenda sejak berlaga 2006 silam dengan beberapa rah juara di kelasnya. Paling menarik, dua model terakhir terdapat Nismo 270R yang diproduksi 30 unit saja. Model ini dihadirkan sebagai perayaan ulang tahun ke-10 Nismo pada 1994 silam. Basisnya menggunakan Silvia S14 dan menghasilkan tenaga 270 horsepow dari mesin 2000 cc miliknya. Selanjutnya ada Nismo R34 Z Tune. Ini adalah produk legendaris dan dinobatkan sebagai GTR terbaik. Hanya ada 20 unit di seluruh dunia dan diproduksi sebagai perayaan 20 tahun Nismo pada 24 silam. Zeton menggunakan mesin RB26 DT Kaiz dengan kubikasi 2700 cc yang menghasilkan tenaga hingga 500 PS dan torsi 540 Nm. Pengunjung juga dapat melihat deretan helm dari pembalap legendaris Nissan juga berbagai piala dari beragam kompetisi yang mereka ikuti. Itu dia tadi pengalaman kita di fasilitas Nismo di Aumori Jepang. Dan kita akan masih lanjut pada perjalanan dengan Nissan kali ini dan masih berkunjung ke beberapa fasilitas mereka dan utamanya untuk menyaksikan laga Formula I di Tokyo Jepang. Ayo kita simak bareng-bareng. Let me help you guys. Perjalanan kita di Jepang. Lanjut lagi ke Nissan Headquarters. Masih di Yokohama. Dan di sini kita bisa melihat lebih banyak lagi produk-produk Nissan mulai dari yang heritage yang lama-lama sampai yang paling baru. Kira-kira apa aja sih? Ayo kita follow terus bareng-bareng. Fasilitas Nissan Galeri di Kantor pusat Nissan di Yokohama ini diresmikan pada 2009 silam. Ruangan seluas 4.000 m² menghadirkan beragam produk yang lama hingga konsep. Produk-produk terbaru hadir di sini dihadirkan untuk pasar domestik Jepang. Ada model K carar seperti Sakura, Rooks, ada model Aura, Note, X-trail, Fair Lady Z, Skyline, dan GTR. Hadir juga Serena dan Kicks yang juga ada di Indonesia. Infinity, merek premium Nissan menghadirkan model QX untuk dilihat lebih dekat calon konsumen di Jepang. Kendaraan konsep juga hadir di fasilitas ini. Pengunjung dapat melihat HyperPK crossover konsep yang sudah diperlihatkan di ajang Japan Mobility Show tahun lalu. Konsep R32 EV jadi salah satu yang mendapat perhatian. Mobil klasik ini dikonversi menjadi kendaraan listrik. Tujuannya untuk melestarikan sensasi berkendara yang menyenangkan dari sedan sport legendaris tersebut. Meski hanya jadi model pameran, Nissan berharap langkah ini dapat memberikan wawasan mengenai masa depan EV yang juga punya sisi menyenangkan. Area sejarah memperlihatkan tiga produk Nissan jadul yang menarik. Ada Nissan Figaro keluaran 1991, Silvia Varieta keluaran 2001 dan Micra C+C keluaran 2007. Ketiganya memperlihatkan kemampuan Nissan menghadirkan model menarik dengan kemampuan atap terbuka yang sesuai dengan kebutuhan tiap zamannya. Saat kunjungan lalu bersamaan dengan press conference gelaran Formula E di Tokyo, Nissan memperlihatkan pembaruan livery pada mobil Formula Gen 3 Evo terbaru dengan motif Sakura. Namun kini hadir dengan gaya game retro. Nissan memang memperkenalkan game retro Nismo Electric Racer pada ajang Formula E kali ini. Untuk perayakan budaya game juga meningkatkan awareness pada balapan mobil listrik tersebut. Hari berikutnya rombongan kembali ke Nissan Gallery untuk mencoba layanan TS Drive. Ini juga yang dimanfaatkan auto.com untuk mencoba teknologi Proilot 2.0. Meski tidak bisa berada di balik kemudi, namun kesempatan ini tetap bisa merasakan langsung teknologi ini aktif di jalanan. Nissan Propilot 2.0 adalah generasi terbaru sistem keselamatan yang biasa disebut ADAS. Sistem ini pertama kali dikenalkan pada 2019 silam dan disebut makin mendekati sistem otonom yang canggih. Nissan menggambarkan dengan kehadiran propilot 2.0, pengundi dapat melepaskan tangannya dari lingkar kemudi. Langkah ini terhitung penting karena pada sistem sebelumnya pengemudi diwajibkan tetap menyentuh lingkar kemudi. Teknologi ini memiliki syarat beroperasi. Propilot 2.0 hanya dapat digunakan pada jalan tol atau bebas hambatan. Ini karena sistem bekerja pada kecepatan yang sudah ditentukan sekitar 60 km/h ke atas hingga mendekati batas kecepatan di jalan tol sekitar 90 km/h. Pada jalur tunggal ketika pengemudi tidak memegang kemudi, pengemudi diharuskan tetap fokus. Nissan menggunakan sensor driver attention untuk menjaga kemungkinan pengemudi tidak fokus ke depan. Peringatan audio dan visual diberikan sehingga pengemudi sigap mengambil alih kemudi. Ini termasuk saat hendak mendahului kendaraan. Dengan cuaca Tokyo yang enggak bersahabat, kita akan merasakan pengalaman untuk sama-sama ngelihat Formula I di Tokyo. Dan seperti yang kita tahu, Nissan sangat dominan di kompetisi ini dengan berbagai macam inovasinya dan bersama dengan pengalaman kita berjalan-jalan di Jepang bersama Nissan memperlihatkan keunggulan mereka sebagai produsen EV terutama juga untuk merek Jepang ya utamanya. Kita akan menuju ke Grand Stand untuk melihat e race pertama di Sabtu ini dari gelaran Formula I Tokyo. Nah, pengalaman Formula E Tokyo sebenarnya sudah dimulai pada Jumat sebelumnya. Ooto.com dapat kesempatan untuk mengintip persiapan Oliver Rowan dan Normanato di pedok tim Formula Eisan. Berbagai persiapan dilakukan tim utamanya menghadapi latihan bebas pertama dan kedua serta sesi kualifikasi untuk permulaan balap. Balapan pada Sabtu juga akan menggunakan strategi pit boost. Ini adalah aturan yang mewajibkan pembalap masuk ke pit untuk melakukan pengisian daya cepat selama 30 detik. Tim harus pintar-pintar mengatur strategi guna mendapatkan hasil maksimal di balapan. ATO.com juga berkesempatan menggenggam kemudi Formula E versi tahun lalu. Harga kemudio atau sekitar Rp110 jutaan. Kembali soal balapan. Balapan dimulai dengan safety car memimpin rombongan mobil Formula E selama 4 lab. Begitu genangan air sudah lumayan tersingkir dari permukaan aspal, balapan dimulai kembali dengan start pada grid. Sayang, terdapat masalah pada mobil milik tim The Espenske dan pembalap Maximilian Gunter. Ini membuat bendera merah dikibarkan dan para pembalap masuk ke pit masing-masing tim. Seperti yang sudah disebut pada seri ke-elapan ini disertai strategi pitbost. Strategi ini sudah digunakan pembalap Maserati MSG Racing Stovel Vanorn sebelum Red Flag ini memudahkan dirinya untuk memimpin balap hingga meraih podium pertama. Rollen harus puas di posisi kedua meski tidak mengubah peta pemimpin klasemen yang dipimpinnya. Pada hari kedua atau seri kees9, Rowen berhasil meraih podium pertama. Di tengah cuaca yang lebih bersahabat, Roland menjadi favorit juara karena berada di start ke depan. Hasil ini menjadi kado terindah bagi Nissan yang berlaga di tanah kelahirannya. Rollen juga terus memimpin klasemen pembalap dengan 161 poin rekor raihan poin di Formula E saat ini. Nah, itu dia tadi keseruan kita bersama Nissan untuk ngelihat Formula I di Tokyo Jepang. Dan seperti kita bisa tahu bareng-bareng eh pembal mereka Orival Rolland mendapatkan podium kedua dan di podium pertama di e raih oleh tim Maserati dengan pembalapnya Stoffel Fandorn. Dan ini jadi pengalaman menarik ya sepanjang pengalaman e berada di Tokyo dan kita bareng-bareng akan ketemu lagi Formula i di Jakarta Juni nanti. Nah, kita lihat bareng-bareng. Oke, bye.
