Jungkat

NISSAN LEAF 2026 | First Impression | Japan Mobility Show (YouTube Video)

  • 25/11/2025

Ini adalah Nissan Leaf yang terbaru baru beberapa bulan yang lalu keluar di Jepang. Merupakan mobil yang sangat lucu. Nah, Nissan Leaf merupakan mobil yang sangat berarti untuk industri otomotif di bidang mobil listrik. Iya, generasi pertama Nissan Leaf itu sangat menggelegar di dunia ini karena pertama kali eh M Production, mobil listrik yang bisa dibilang sukses ya, banyak yang beli. Nah, akhirnya muncul generasi kedua tahun 2017. Nah, itu sempat masuk Indonesia. Sebentar kami sudah nyoba beberapa kali ya. Ee itu cukup enak. Tapi tenaganya enggak seperti kayak mobil disik zaman sekarang sih. Tapi ya itu udah sangat oke. Cuma harganya waktu itu kalau enggak salah itu e cukup tinggi dibandingkan dengan ee lawan-lawannya. Setelah Ionic 5 keluar tuh udah enggak kuat deh hancur-hancuran semuanya. Nah, akhirnya sekarang tahun 2025 ini muncul di Jepang beberapa bulan yang lalu resmi launching ini adalah Nissan Leaf generasi terbaru merupakan mobil yang platformnya jadi satu dengan Nissan Arya yang juga tidak masuk Indonesia. Ini apakah masuk Indonesia? Masih belum tahu karena di Indonesia persaingan mobil listrik lagi gila-gilaan sekali ya. Jadi belum tentu masuk. Cuma ini kalau masuk keren sekali. Kami senang makin banyak persaingan yang ada di ee e Indonesia yang dijual Indonesia mobil listrik kan udah mulai banyak nih segmen kelas ini nih. Kalau makin banyak lagi makin asik karena banyak pilihannya jadinya. Lihat tuh moncongnya keren sekali. Dia ada DRL nyambung dari kanan ke kiri ada keputusnya bagian sini karena ini beda bidang ya. Hah. DRL. Nah, headlamp-nya ada di mana? Ada di sini. High beam low beam ya. Terus di bawah ada ini bisa buka tutup otomatis apa enggak? Enggak. itu ada buat Adas radarnya. Terus di bawah logo Nissan ini ada kamera depannya. Depan ini bagus. Bagus depannya. Velegnya untuk yang model ini dapat 19 inch. 19 inch sudah kelihatan gede banget sini ya. Karena bannya tipisnya 45 dari lebar 235. Bannya Bang Chargernya tuh ini Cademo. Oh Cadem Cademo. Jepang. Di Jepang ini ada dua pilihan baterai, dua pilihan range, yaitu 52 kWh dan 75 kWh. Dan range-nya 436 km dan 604 km. Lumayan jauh loh, lumayan jauh. Dan pasti mereka udah improve banget di bagian drive train listrik karena mereka sudah banyak bermain di e-power. Nissan e-power tuh dipakai di mana-mana. Itu ada Nissan Serena e Power yang e autonomous driving itu di atas ada Nissan L Gran. Tahu-tahu ini boot Nissan nih unik sekali ya. Dia kayak digambar pakai tangan gitu hitam putih aja keren sekali. Heeh. Dan komik komik jadi kayak komik yang hitam putih aja gitu. Jadi kayak semuanya digambar pakai tangan ya. Pasti diprint sih. Cuma nih awas nih ada lubang ini. Manhole. Heeh. Belakangnya tuh dia hitam semua bagian sini. gelap jadi satu hitamnya sama kaca belakangnya tulisan Nissan keren ini keren. Nah, syaratnya untuk yang begini biar keren memang mobilnya warnanya tuh harus warna terang yang buang gitu seperti warna ini. Nah, kalau ngelihat ini dua lampu gini kayak keingat Nissan ZZ itu loh. Fair lady. Fair lady kan dua gitu ya. GTR gitu dua. Itu loh khasnya Nissan jadinya ini juga bikin keren bawahnya. Ini apa? Oh, fog lamp belakang atau lampu mundur. I kan kita buka bagasinya. Seluas apa bagasinya lumayan lumayan lega. Ini bisa ditutup tuh. Ini ada dua lantai tuh. Ada lantai bawahnya lagi. Bisa dibuka begini doang tuh keganj. Jadi mau naruh apa ya di sini ya biar belanjaan enggak mental ke sana. Enggak. Enggak sakit. Enggak sakit. Benar enggak sakit ini? Karena enggak keras-keras amat. Enggak. Enggak sakit. Enggak sakit. Ada ada malunya sedikit. Ada malunya sedikit. Bisa dibuka juga tuh. Her suaranya renya. Suya renya. Ini ada colokan Jepang isi. Oh oh oh dia. Oh modelnya begitu dia. Groundingnya di sini. Hm. Pinggir-pinggir pasti bisa nyelip. Dan kalau dilipat jok belakang itu pasti rata lantai tuh. Rata lantai bisa kanan kiri rata lantai. Tapi kadang-kadang gemes kalau ngelihat mobil listrik ya. Terus, terus pakai listriknya banyak banget gitu bagasnya buka pada cuma catit gitu doang pakai dibantuin motor listrik belakang kita duduk belakang tapi enggak duduk belakang tuh syaratnya kita harus duduk depan dulu biar posisi nyetir kosong ya. Ee simpel sih. Dan shifternya khas Nissan zaman sekarang. Khas Nissan zaman sekarang tuh shifternya pakai tombol begini k gini. Ada dua layar ya. Ini gayanya gaya persis mirip sama di Serena. dan X-til e Power. Ini juga menu-menunya mirip enggak ada beda deng interface tuh ada bedanya gitu loh. Tuh menunya dan berbahasa Jepang. Isang kita ganti aja lagi bahasanya. Kita ganti lagi. Mana bahasa yang mana bahasanya? Enggak tahu. Udah pada nyasar ya kan tombol AC-nya itu touch di sini. Enggak apa-apa. Touch-nya bukan touch yang model enggak sengaja kesentuh. Dan kalau untuk ngatur-ngatur layar kami suka kalau dekat ini bawahnya gini. Jadi dua atau tiga jari itu bisa sini. Jadi enggak nyasar-nyasar mencetnya. Kadang-kadang kita suka nyasar-mencet gitu. Tahu-tahu ke jidat, ke mana, ke mata. Nah, ini enak. Kalau di sini ada pegangan dua tangannya. Tombol start stop engine button dimuliakan. Di sini ada putar-putteran volume fisik. Kameranya kamera 360 pasti. Nah, tuh. Oke, hazard dan next previous track juga semuanya fisik. Nyalain audio apa infotainment-nya fisik juga dipencet tombol ini. Nah, driving mode-nya kita bisa atur dari sini. Ada personal, sport, standar, echo. Personal kita bisa atur-atur sendiri kayak gimana. Ada auto parkir sendiri. Tombolnya ini ada di sini. Hm. Ini AC. Kemudian ee setirnya. Setirnya itu dua spok seperti ini. Jempol kanan untuk ngatur instrumen cluster. Dia model tombol zaman sekarang. Jadi kepencet. Sebenarnya semuanya yang kepencet cuma dia akan lihat jari kita, jempol kita duduknya di mana. Tuh bagus nih. Lebih bagus nih. Kayaknya generasi terbaru dari interface ini ya. Nissan buat instrumen cluster ya. sebelah kiri untuk adaptif cruise controlnya tuh adaptif cruise control Nan tuh udah udah bagus sekali loh kemarin kita coba di Jepang tuh ya pindah lajur bisa sendiri semuanya jauh lebih pintar ya kan apakah tilt dan teleskopic tilt dan teleskopic bagus ya bentuk setirnya ada ada klasik-klasiknya gitu dua spok yang klasik kepraktisan di depan praktis sekali nih bisa naruh-naruh dibuat handle nutupnya kantong pintu lumayan lega enggak lega-lega amat sih tapi bisa naruh botol yang cukup lega. Ini dua buah cup holder senor handphone. Di sini ada wireless charging di sini. Kemudian ini ada tempat lacinya sudah besar enggak terlalu besar tapi lumayan dalam. Nah, sekarang di belakang posisi nyetir kami. Seberapa legakah mobil ini? Kita coba entar nih. Ada kacamata eh tombol emergency seperti normal di Jepang ini. Apakah bisa dibuka? Enggak dikontak sih. Minta kunci kan. Kunci di luar nih. Ini bisa terang gelap sendiri nih harusnya nih. Nah, ini bagian belakangnya. Maaf ya sambil bawa-bawa tas karena kita di Jepang nih. Jarak dengkul dengan jok depan enggak terlalu lega sebenarnya tapi masih cukup. Yang masalah itu adalah di bawah ini jo. Kaki enggak bisa masuk dengan posisi nyetir kami ya. Jadi berasa sempit kakinya. Di depan itu dapat em pendingin jok pendingin pemanas ini ya. Pemanas ini ya. Pemanas depan pemanas belakang juga dapat pemanas. Dua buah colokan USB C ventilasi AC yang bentuknya unik bagus. Bagus banget nih lucu banget nih. Ini kayaknya masa 15 tahun lagi udah dimainin anak kecil patah ya. Enggak ada armrest dengan dua buah cup holder kantong pintu juga bisa naruh botol. Nah, ini dashboard-nya di depannya dashboard keliling itu bagian atasnya fabrik empuk. Fabrik yang dalamnya dikasih empuk-empuk lagi. Agak-agak model kotor gitu sih. Tapi enggak apa-apa. Bagus. Kami suka berinovasi-inovasi gitu loh. Joknya kulit-kulitan kayak jok-jok vagan gitu loh. Apakah cukup nyender? Ee agak tegak sih di belakangnya. Jadi kalau punya mobil ini eh saya senderin lagi deng dikit. Kalau punya mobil ini bukan untuk disetirin ya, buat nyetir sendiri aja. Tuh, enak, lumayan. Oke, belakangnya. Yuk, kita keluar. Nah, terus nih ya pintu belakangnya. Pintu belakangnya ini kayak Nissan Juk dulu nih. Bukanya di sini. Jadi, mobilnya tuh kelihatan ada dua pintu gitu. Tuh, bukanya sini. Jadi, satu lagi hitam. Tadi sempat nyari-nyari soalnya bukanya. I. Oke. Apakah menurut Anda mobil ini kalau masuk Indonesia akan bisa laku? Kalau ngelihat dari bentuknya kayaknya sih bisa laku deh. Tergantung harganya tentunya harganya ini harus bisa bersaing dengan mobil-mobil China enggak sih? Nissan derajat setidaknya kalau enggak jauh-jauh amat aja selisihnya dari mobil listrik China yang spesifikasinya mirip pasti banyak. Oh iya setidaknya sama dengan mobil Korea. Benar. Lucu loh nih mobil bentuknya lucu. Ya itu saja videonya. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe mobil semuuanya. Terima kasih telah menonton Nissan L yang baru.

Lihat di YouTube