Nissan PATROL 2025 (YouTube Video)
Kebayang enggak sih kalau mesin GTR dimasukin ke full size SUV? Jadinya ini Nissan Patrol generasi ketujuh. percaya ini mesin GTR. Ya udah kita nyalain aja mesinnya nih. Dengerin. [Musik] Enggak ada yang bercanda. Bercanda, bercanda. Ini baru suara aslinya. Oke, jadi itu dia mesin dari patrol generasi ketujuh. Kalau berbicara sejarahnya, Patrol memang salah satu model Nissan yang paling panjang. umurnya karena dia udah masuk ke generasi ketujuh. Walaupun memang kalian bisa lihat di belakang gua ini berbagai macam gambar tiap generasi patrol. Kalau masih misalkan kalian perhatiin ya, generasi yang Y61 sama Y62 itu jaraknya sampai 10 tahun satu dekade untuk memunculkan generasi terbarunya. Dan sekarang akhirnya muncul juga generasi yang ketujuh memakai mesin VR 35 DDT. Jadi udah twin turbo. Mesin tersebut juga menyalurkan tenaga ke empat roda lewat transmisi 9 percepatan otomatis. Namun CC-nya turun 300 cc dari VR38 jadi 3.500 cc. Tapi tetap dapat menghasilkan tenaga sebesar 425 horsepow dengan torsi hingga 700 Nm yang cukup membawa SUV full size ini. Sebongsor ini dibawa drift sama arap-arap. Nah, dan sekarang kita bahas soal eksteriornya. Tadi kameramen sempat ngomong kalau misalkan gua mesti majuan ngobrolnya kalau sama mobil ini. Karena badan gua kecil banget dibandingin sama full size SUV si patrol ini yang nama lainnya adalah Nissan Armada di beberapa market. Dan seperti kebanyakan generasi-generasi sebelumnya ya, mukanya gede banget. In your face. Udah enggak ada lagi desain-desain khas V motion-nya. Walaupun ada sedikit tarikan garis ala-ala muka Vmtotion dari Nissan generasi terdahulu. di bagian lampunya full LED tentu dengan lampu utama yang udah full proyektor dan soal fog lamp-nya udah proyektor juga. Lalu yang gua suka di bagian fasianya ini beneran bolong bukan cuma aksen cetakan doang tuh ya walaupun memang sedikit berpengaruh aja ya ke koefisien of drag tapi tetap mengalirkan udara ke bagian samping roda nih ya yang sebesar 20 inci velegnya dual ton profil bannya 275/60 inci emang terdengar gede ya di mobil-mobil lain tapi kalau full size SUV rasanya pasutnya lagi untuk pengereman sendiri udah disbrake empat-empatnya dan kalau kita ngelihat bagian sampingnya ya buset ini satu badan gua aja kayaknya enggak nyampe nih masih ke sana lagi gitu mesti nambah dua orang bagas lagi baru bisa ketemu panjangnya si Nissan Patrol ini. Saking besarnya profil samping dari si Nissan Patrol. Atapnya tinggi ke atas spionnya gede banget. Muat nutupin muka gua tuh. Dan terdapat blind spot monitoring juga di spionnya. Sementara yang ini nih ya. Sebenarnya bolong tapi langsung ke body. Mungkin cuma mengeluarkan hawa panas dari mesinnya aja kali ya. Oke, di bagian samping lagi ada emblem V60 ya V6 tandanya. Dan T-nya ini twin turbo. Ada foodsap tentu karena mobilnya tinggi dan itulah profil sampingnya. Kalau di bagian belakang perlampuan juga tentu udah full LED sementara pintunya udah power back dooroor juga. Lupa kalau full size SUV ini ada hook-nya yang beneran besi padat banget. Oh, gila sadis nih. Emang penggunaannya untuk menarik bawaan ya, menarik beban yang besar. Dan yang uniknya di bagian bagasi ini kalian lihat tidak ada wiper sama sekali karena kayak Alfard wiper tersembunyi di spoiler belakang bagian bawahnya. Di belakang sini devoger dan ada kamera buat rear view mirror-nya. Jadi udah digital rear view mirror. Emblem di sana udah yang baru. Logo patrol di bagasinya segede gaban ya sama logo variannya le. Logo patrol sendiri ada di pilar day-nya juga. Oke, sekarang kita masuk ke Nissan Patrol. Ya ampun, kelihatan kecil banget tuh pasti gua di kamera. Dan untung untungnya ya akses mudanya gampang. Tah. Lalu kita langsung disambut sama interiornya yang mewah. Permainan warna bergundi cokelatnya ini bagus banget tuh. Ini tentten coklat gitu ya dia. Soft touch bagian dashboard. Nah, sampai ke bagian atasnya juga soft touch. Lengkap dengan sound system dari clips bacanya gimana ya clips? Mungkin eh dari netizen semua ada yang bisa komentar juga gimana cara baca yang benar nih dari sound system clips-nya ini. Oke, lanjut lagi. Sebenarnya di bagian interior ini banyak beberapa tombol yang familiar karena common parts. Yes, common parts-nya enggak cuma mesin sama GTR yang itu juga enggak common-kaman banget sih ya. Tapi di bagian tombol-tombolnya juga common parts. Lihat transmisinya sama kayak punya Serena. Terus instrumen panel ya di tengah-tengah AC-nya di bagian tombol-tombol ya untuk ngatur volume, untuk ngatur kameranya juga itu persis sama Nissan Lift generasi yang paling baru yang platformnya udah berbeda dibandingkan dengan Nissan Lift yang hatchback kalian kenal di Indonesia. Dan enggak cuma itu, yang samanya juga ya tombol drive mode itu persis dengan Nissan X-Trail T33 yang baru meluncur di Indonesia. Harganya agak sedikit mengecewakan emang, tapi it's ok. Kita balik lagi ke patrol. Ada tambahan driving motor juga ya. Tentu karena Nissan Patrol ini udah berpenggerak all wheel drive atau 4* 4 dengan diferensial locker yang semuanya udah tombol fisik di bagian konsol tengah sini. Lanjut lagi untuk pengaturan kursi artikulasinya banyak maju mundur naik turun untuk support paha. E naik turun kursinya juga reclining bisa dan ada lumbar support untuk pengendaranya. Memory seat juga tersedia dua buah yang bisa kita atur lewat door trip-nya. Pembukaan kaca udah full auto depan belakang dan kaca depannya nih ya bisa kita lihat itu dia udah double glazing dan lebih tebal dibandingkan dengan double glazing-nya si Serena OP ataupun Xtil33. Dan yang gua suka ya di bagian setir ya pengaturan til teleskopiknya udah elektrik tuh maju mundur tuh kelihatannya emang tangguh tapi ke sana enggak tua karena kalau kita nyalain tuh ada backlit-nya jadi minimalis banget ke sana dan kita bisa lihat di tombol-tombol setirnya itu ya ada Nissan Proilot adaptive cruise control juga udah ada lengkap pastinya ya land keepeping assist traffic jam assist bisa dilakukan oleh Nissan Patrol ini dan ergonomi tombol tombolnya nih ya, track ball-nya itu miring dia enggak lurus mengikuti arah jempolnya. Dan lewat pengaturan di bagian setirnya ini kita bisa ngatur infotainmentinment display sama speedometernya. Oh i sama satu hal lagi ya sebenarnya karena ini setir kiri jadi pasti kalian mencari-cari nih rem parkirnya di mana? Rem parkirnya itu ada di dekat door trim sebelah kiri paling ujung. Sebenarnya kalau ditaruh di setir kanan dia dekat sama konsol tengah, tapi karena lagi-lagi ini setir kiri jadi dia agak keluar untuk rem parkirnya. Ya, kita lanjut lagi ngomongin layarnya dua buah. Ini mungkin 12 inci kali ya, karena sama kayak punyaan X-trail. Jadi, dua layar yang digabungin jadi satu. Mungkin kalau misalkan gua salah bisa dikoreksi soal besarannya. Dan eh sebenarnya ada capacitive touch juga di sebelah paling kiri layarnya untuk mengatur kecerahan speedometernya. Nih, mungkin kalau kita bisa pinjam ya, bakal kita bahas apa aja isi speedometer sama infotainment display-nya yang sudah tersedia. Apple CarPlay juga Android Auto. Lanjut lagi di bagian konsol tengah lagi-lagi tombol yang sama kayak Nissan Lift generasi terbaru. Lalu udah heated sama ventilated seat untuk baris depannya. Dual zone sudah tersedia untuk climate control dan diferensial lockernya yang masih tombol fisik. Enggak ngeraba-raba, enggak mesti ngelus-ngelus layar besar di bagian tengah. Oke, tombol transmisi yang sama kayak Nissan Serena. Lalu ada pengaturan tingkat ketinggian karena suspensinya udah air suspension, jadi bisa mengatur tingkat ketinggian Nissan patrolnya. Ading start shock. Kalau kita buka sliding door-nya di bagian sol tengah langsung kelihatan wireless charging, dua buah cup holder dan colokan type C. Lagi-lagi colokannya udah Genz, enggak ada colokan type E sama sekali. Oke, ada Easter Egg di sini tahun kelahiran Nissan ya, 1951. Tulisan patrol gede banget. Dan untuk kompartemen penyimpanan konsol tengahnya ini termasuk sama cooler box. Cooler box doang bukan buat refrigerator, bukan kulkas. Jadi untuk mendinginkan minuman aja atau mendinginkan makanan ringan kalian kayak coklat-coklat batangan atau yang lain sebagainya. Sama satu hal lagi, ini area kecil entah buat naruh apa, tapi tetap sama Nissan masih dikasih lapisan karet dari Marelli. Nih, attention to detail yang sangat bagus tentunya biar kalau naruh barang perintilan kecil-kecil enggak bunyi-bunyi. Lanjut lagi. Ini rear viw mirror yang tadi gua bilang bisa di biasain ya kaca aja atau bisa di digital kalau misalkan ada penumpang belakang atau terlalu rameai barang sehingga mengganggu pandangan belakang dari driver bisa kalian aktifin di atas ya tempat penyimpanan kacamata yang udah dilapisin su terus lampu yang udah putih LED walaupun dia warm ya kuning jadi bagus nih ke mata halus enggak kasar banget enggak putih banget lalu di atasnya ada tombol fisik untuk mengatur panoramic sunroof-nya bisa dibuka dan ada blind-nya. Sama satu hal lagi, ada kamera di atas sini. Ini setelah gua nanya-nanya sama orang Nissan, ternyata salah satu fiturnya adalah untuk memberitahukan ee pengendaranya ya. Ketika misalkan si Nissan Patrol ini dikunci, ada objek yang masih bergerak di dalamnya, dia bakal ngasih tanda atau alarm menandakan kalau masih ada barang atau seseorang atau sesuatu di dalam Nissan Patron ini biar enggak ketinggalan, biar enggak kelupaan. mungkin ya. Tapi ada satu hal kecil nih yang sebenarnya enggak terlalu mengganggu, cuma lucu aja karena pembukaan tutup kuncinya ya. Tuh, ini kayak mobil-mobil lama masih tuas begitu doang kalau mau ngebuka. Tuh, lucu banget. Tuas kecil. Iya. Lanjut lagi ke baris kedua ini ya. Elah, badan gua kecil amat ya. Untung akses masuknya tetap gampang ya. Dan kita langsung disambut sama area baris kedua yang luas banget. Tinggi gua 164 cm dan gua masih kelihatan kecil di baris keduanya si Nissan Patrol ini. Headro lega banget, Lightroom juga lega, permainan kaki juga masih lega. Ya elah, bisa selonjoran ini ya di si Nissan Patrol. Dan lagi-lagi walaupun ada gardan di bagian bawahnya, tetap tuneling enggak terlalu tinggi karena lantainya juga tinggi. Ingat, ini leather frame bukan monocok. Oke, soal fitur dia disediakan layar yang besar untuk baris keduanya mengingatkan gua sama Zen sebenarnya ya, tapi di layar ini ada colokan HDMI sama Ford Type C sama konektivitas Bluetooth. Jadi kalau misalkan kalian mau dengerin infotainment ya secara private itu kalian bisa sambungin Bluetooth earphone kalian ke layar sini dan layarnya lancar enggak patah-patah. Terus artikulasi juga enak ya. Jadi bi dia bisa dinaik turunin sesuai arah kepala penumpang belakangnya. AC climate controller udah triple zone. Pengaturan semburannya juga tingkat kecepatan udah bisa kita atur selain suhunya ya. Terus ada colokan type C dua buah sama colokan 12 volt di sini. Jadi enggak rebutan sama baris depannya. Dan lanjut lagi penumpang baris ketiga tidak dianak tirikan. Ada headr seat belt tiga titik dan di bagian armr-nya simpel banget. Cuma tersedia dua buah cup holder. Udah enggak ada lagi ya. Enggak ngeplek sih. Emang sih tuh ya. Tapi udah simpel banget. Okelah. Terus untuk arah semburan AC-nya ada di kepala nih. Jadi hati-hati buat yang suka pusing kepalanya atau suka migrain ya. Agak ngeri jadi ditaruhnya ke tengah aja. Lampu interior masih LED dan warna putih warm ya. Hanget warnanya terangnya. Dan sayang di bagian baris kedua ini walaupun sound speakernya udah clip juga ya, jadi dia di beberapa titik ada twitter, ada middle, ada subwover-nya juga tapi untuk kacanya enggak double glazing di baris kedua ini. Agak sayang sih ya, tapi mungkin kegedapan kabinnya juga udah dimaksimalin lewat insulasi karet-karetnya. Dan ini di tombol-tombol climate control ya, ternyata ada arah pengaturan semburannya. Mau ke kaki, mau ke arah atas juga bisa tuh. Dan enggak enak kalau enggak bahas mobil yang udah ada baris ketiganya, tapi enggak kita bahas. Jadi kita tunjukin kalau akses baris ketiganya dia tuh ya. Eh gampang tinggal dimajuin kursinya ada tuasnya di atas jok baris kedua. Dan kalau misalkan kalian mau buka nih ya baris ketiga yang masih kelipat itu lewat tombol elektrik. Jadi agak lama emang. Kita tunggu sampai benar-benar jadi kursi. Oke. Iya. Oke. Barulah kita bisa duduk nih ya. Nah, sekarang kita tinggal turunin lagi. Tuh, enaknya dengan tinggi gue yang cuma 164 cm kom. Jadi untuk legroom masih tersedia sedikit banget, cuma dua jari doang. Dan leg room-nya masih bisa main tuh. Kakinya masih bisa main walaupun sedikit. Kalau misalkan kalian pakai sepatu yang soalnya tebal, tapi overall duduk masih bisa nyaman di baris ketiga Nissan Patrol ini. Head rest masih bisa diatur dan tingkat recliningnya juga bisa kita atur lewat tombol elektriknya. Tersedia juga colokan type C di baris ketiganya dua buah kiri dan kanan. Tombol elektriknya juga dan kanan. Speakernya juga masih tersedia bahkan sampai semburan AC-nya di baris ketiga. Satu hal lagi ya, di bagian bagasi itu ternyata ada tombol untuk naik turunin air suspension-nya untuk memudahkan kita masukin barang ke Nissan Patrol ini. Dan di bawahnya ada tombol untuk melipat kursinya nih ya. Kalau kita tekan lama dia bakal ngelipat secara otomatis. Pun sama naikinnya juga tinggal pencet lama. Nah, dia bakal nah, kalau mentok dia bakal turun lagi ya. Jadi, kalian mesti majuin kursinya. Terus gimana kalian keluar dari baris ketiga Nissan Patrol? Sama tuasnya kayak yang tadi. Tuas di atas kursi. Nah, tinggal dorong pakai kaki udah keluar deh. Gampang kan? Oke, jadi gimana menurut kalian Nissan Patrol atau Armada yang sekarang tampil di GIAs 2025 saat ini? Gimana kalau misalkan mobil ini full size SUV ini melawan Land Cruiser? Apakah kalian pilih Land Cruiser? Pilih ini atau malah pilih tank 500? Coba aja komentar di bawah. Jangan lupa subscribe, jangan lupa tekan loncengnya untuk mengutai video seru selanjutnya dari Autonet Max. Gua Bag Satrio. Dadah.
