Jungkat

NISSAN X-TRAIL JADI JAUH LEBIH CANGGIH DAN MACHO. SAYA COBA LANGSUNG! (YouTube Video)

  • 23/07/2025

Halo semuanya, selamat datang di channel Fitra Erih. SUV seven seater. Tenaganya besar, mesinnya irit, dan all wheel drive. Ini sepertinya mobil yang bisa melakukan semuanya dan akhirnya hadir ke Indonesia. Ini adalah Nissan X-trail e Power. X-rtil paling modern dan paling canggih serta yang paling fleksibel ke segala medan akhirnya hadir ke Indonesia. Dan ini meneruskan legacy dari X-Trail X-Trail sebelumnya. Sebelumnya X-Trail itu pertama kali memulai debutnya di Indonesia itu di 2000-an awal, 2003 kalau enggak salah. Dan itu langsung menyita perhatian publik karena mobil itu memiliki bentuk yang keren, rasa berkendara yang nyaman, serta tenaganya terbesar di kelasnya. Nah, sekarang X-Trail hadir kembali dengan gebrakan baru. Dia memiliki teknologi penggerak yang baru dan penggeraknya all wheel drive. Nah, di video kali ini saya dikasih kesempatan bertemu enggak nyampai sehari ya dengan mobil ini, hanya beberapa jam dengan mobil ini eh sebelum mobilnya launching. Tapi pada saat Anda menonton, ini mobil baru saja di launching di GIAs 2025. Saya sudah pernah nyoba mobil ini langsung di Jepang bareng Omobi, bareng Ritwan Hanif, tapi yaitu spek Jepang. Walaupun ini juga CBU dari Jepang, tapi yang sudah spek Indonesianya. Dan kita akan coba di jalanan Indonesia. Oke, sekarang kita lihat dulu yang menggerakkan mobil ini karena ini revolusioner untuk sebuah X-Trail. X-trail memang dari dulu tenaganya besar tapi X-trail itu tidak pernah terkenal sebagai mobil yang hemat. Tapi yang ini berbeda karena X-trail e Power ini penggeraknya full elektrik dan dia menggunakan sistem eforce teknologi dari Nissan. Jadi penggerak elektriknya bukan hanya di depan, tapi juga sampai ke belakang. Jadi ada dua motor. Satu motor di depan, satu motor di belakang. Membuat mobil ini menjadi all wheel drive dan menjadi fleksibel ke segala medan. Tapi walaupun dia berpenggerak full elektrik, Anda enggak perlu khawatir masalah nge-charge baterainya. Karena dia punya satu unit mesin bensin yang tugasnya hanya satu. Tugasnya hanya untuk nge-charge baterai ketika level baterainya itu turun. Namun yang digunakan Nissan di X-Trail E Power ini mesinnya spesial karena saya punya e-Power ya, punya Serena e- Power. sistemnya sama, penggerak full elektrik dan ada satu mesin untuk nge-charge baterainya. Dan mesinnya itu 1400 cc naturally aspirated engine, mesin bensin. Toh tugasnya hanya untuk nge-charge. Tapi di XL E Power, mesin untuk nge-charge baterainya itu 1500 cc turbo. Kenapa mesin yang hanya untuk nge-charge baterai sampai perlu turbo? Karena X-Trail memiliki dua motor di depan dan di belakang. Artinya kebutuhan listriknya lebih besar dari baterainya. Kemudian tenaga motor listriknya juga besar sehingga butuh mesin turbo untuk ee supaya baterai itu tidak tekor. Jadi baterai itu tetap bisa dapat listrik banyak untuk mengeluarkan lagi ke sistem penggeraknya. Tenaganya besar untuk di motor yang depan karena dia sebenarnya lebih front wheel drive fokus gitu ya. Dia tenaganya mencapai 203 PS dengan torsi 330 Nm dan belum selesai di situ. Di belakang masih lagi ditambah tenaga dari motor listrik belakangnya sebesar 135 PS dan torsinya 195 Nm. Alhasil mobil ini punya figur akselerasi klaim dari Nissan internal tes mereka 0 sampai 100 km/h dalam 7,2 detik. 7,2 detik adalah angka yang sangat cepat untuk sebuah SUV. Dan karena ini e-power pastinya jauh lebih hemat dibandingkan mesin biasa. Karena selain mendapatkan listrik dari mesin 1500 cc turbonya, mobil ini juga akan mendapatkan listrik ketika kita ee melakukan deselerasi atau kita e kita ngerem gitu ya. Energi kinetik itu akan diubah menjadi listrik dan disimpan ke baterainya untuk membuat mesin jadi jarang. menyala. Jadi mobil ini all wheel drive, mesinnya hybrid modern. Berapa harganya? Terus terang pada saat kami mengetes mobil ini belum keluar harga resminya. Jadi itu harga resminya diumumkan di GIA 2025 yang berlangsung dari tanggal 23 Juli sampai 3 Agustus. Namun kami mendengar bahwa mobil ini kemungkinan berada di 700an juta. Nah, tapi XTIL masih punya satu keunggulan lagi di rentang harganya, yaitu dia formatnya seven seater. Jadi, ada dua tempat duduk lagi di belakang lengkap dengan headr-nya untuk orang dewasa dan seat belt-nya yang memang kalau diduduki orang dewasa ini bukan tempat yang paling nyaman dan paling lega. Tapi minimal Anda punya option untuk membawa tujuh orang penumpang secara aman dibandingkan sejumlah kompetitornya yang memang hanya five seater. Jadi ini mobil SUV yang memiliki kepraktisan mendekati MPV. Ada cup holdernya juga di belakang dan bukan untuk perjalanan jauh kalau untuk orang dewasa, tapi kalau anak kecil mestinya akan cukup nyaman di sini. Dengan bangku tiga baris yang semuanya ditegakkan, Anda juga masih punya space di sini. Ya, mungkin bukan untuk koper ya, tapi untuk e backpack gitu ya. Itu masih bisa ada space di sini. Namun kalau misalnya Anda sehari-hari kan pasti enggak selalu bawa tujuh orang penumpang, Anda bisa lipat rata bangku paling belakang ini dan Anda mendapatkan bagasi yang luas, sangat luas untuk sebuah SUV. Jadi fleksibel sekali mobil ini. Mau barang bisa banyak atau mau tujuh penumpang juga bisa. Dan ini udah elektrik. Ini elektriknya halus sekali. Hampir enggak kedengaran suaranya. Sekarang kalau kita lihat bentuknya, bentuk dari X-ray ini kalau kita ingat generasi pertama yang seperti ini itu sangat boksy. Generasi keduanya juga masih cukup boky karena masih berbasis yang mirip. Tapi generasi ketiganya sudah menjadi banyak membulat. Nah, ini lumayan memboki lagi. Jadi, e garisnya itu e lumayan patah-patah gitu ya, tidak surrounded ee generasi sebelumnya dan ee menjadi gagah ininya lebih maskulin dibandingkan generasi sebelumnya. Lampu depannya ini split. Jadi, di sini ada DRL-nya dan se-nya. Lampu utamanya di bagian bawah. Serta ini bolongan di samping lampu. Ini benar-benar bolongan asli. Bukan hanya ornamen, dia benar-benar berfungsi. Jadi enggak ada bolongan-bolongan palsu di bumper depan mobil ini. Nah, grillnya khas Nissan. Secara umum tampilannya jauh membaik dibandingkan sebelumnya dan terlihat lebih jantan. Ban yang digunakan juga besar 2355 dengan diameter veleg 19 inci. velegnya udah tutone. Kemudian di sini ada aksen body yang menambah kegagahannya dan menyenangkannya dia mengikut dengan pintu. Jadi ketika misalnya kita dari tempat kotor-kotor ya karena ini all wheel drive, Anda bisa bawa ke tempat yang berlumpur ini tidak akan kotor dan menjaga pakaian Anda itu tetap bersih. Bagian belakang itu juga pembukaan pintunya sangat lebar. Lihat ini 90 derajat ini adalah bukan pintu belakang terlebar yang pernah saya lihat. Mungkin mungkin enggak 90 derajat tapi mungkin 88 atau 89 derajat. Ini membuat akses masuk keluar itu jadi gampang sekali karena pintunya ini besar. Nanti kita akan lihat ee bagian belakangnya ya. Aksesnya luar biasa. Pintu depannya aja enggak sampai 90 derajat. Ah, pintu depannya tuh lebih sedikit sudutnya, tapi pintu belakangnya terlebar dari yang pernah saya review. Di belakang ini juga kembali dengan desain yang e patah-patah, yang maskulin. Dan di sini ada tail light yang bentuknya seperti bumerang. Enggak tahu Gen tahu. Boomerang enggak? Bumerang tuh yang senjata ee tradisionalnya dari benua Australia yang dia bisa kembali lagi. Di sini ada X-Trail dengan emblem. Setiap hurufnya ada satu emblem dan di sini ada E-ow untuk mesinnya dan ada Eorce. Nah, sebenarnya ini bukan I4C I4, tapi disebutnya EF4CE untuk menunjukkan daya yang kuat yang menggerakkan empat roda. Nah, balik lagi ke depan. Tadi seperti saya bilang di sini bukan lubang palsu, tapi lubang sungguhan dan itu memperbaiki aerodinamika. Serta ada satu hal lagi yang bisa memperbaiki aerodinamika yaitu active grill. Jadi dia dilengkapi dengan flap. Flap ini bisa membuka dan menutup. Kalau misalnya mesinnya membutuhkan pendinginan yang optimal, dia akan membuka, menangkap angin dari depan supaya ee pendinginan mesinnya optimal. Tapi ketika lagi tidak dibutuhkan pendinginan, kan pendinginan itu kan tidak dibutuhkan terus-menerus, dia akan menutup flapnya untuk menimbulkan profil yang lebih aerodinamis supaya konsumsi bahan bakar atau konsumsi listriknya bisa diminimalkan. Nah, ini bagian belakangnya. Ini posisi duduk saya. Saya tingginya 177 cm dan dia sistemnya teatrikal ya. Jadi yang makin ke belakang tuh makin tinggi. Jadi kita bisa ngelihat lebih tinggi dibandingkan driver di depan. Uh, masih lega sekali light room-nya. Dan ini bisa diatur, bisa diatur maju mundur. Kalau misalnya ada orang di belakang, kita bisa ngasih space lebih banyak ke mereka. Dan ini pengaturannya bisa jauh sekali ya. Uh, bisa sampai mepet banget. Jadi kalau mau ngangkat barang yang banyak tuh bisa gitu ya, fleksibel. Tapi kalau kita mundurin kita enggak ada orang di belakang, wah ini lega sekali. Terus ada tirai buat nahan panas dan memberikan privacy. Ada panoramic sunroof. AC-nya triple zone dan ini kayaknya yang pertama di kelasnya ya, triple zone ya kalau enggak salah. Terus ada USB slot, ada C, ada A, ada ventilasi AC di belakang leather dan walaupun dia all wheel drive tapi dia enggak besar tonjolan di tengahnya nih. Biasanya kalau allwheel drive tuh tonjolan tengahnya tuh sudah sangat besar. Ini karena all wheel drive-nya itu menggunakan motor listrik dan motor listrik enggak butuh shaft, enggak butuh as. Jadi ini ee bisa minimal tonjolannya di sini. Lega dan lumayan nyaman. Dan ini bisa reclining juga ya. Posisi paling rebahnya oke, cukup rileks. Sekarang kita ke depan. Oh, jauh sekali. Berbeda ya dibandingin yang e sebelumnya. Ini posisi nyetirnya bisa rendah sekali. seperti sedan dan dia sudah elektrik juga adjustment-nya. Setir juga bisa tilt dan teleskopik. Jadi posisi nyetir ideal tuh gampang buat didapat. Nah, ini tuas transmisinya juga udah modern. Ini ciri khas terbaru eh Nissan dari Xtrail sampai Fair Lady juga bentuknya seperti ini. Jadi kayak digenggam kayak mouse ininya eh tuas transmisinya. Oh, layarnya belum dibuka karena ini mobil masih baru gres saya pegang. Ah. Ah, ini dia. Oh. Oh, layarnya ini besar 12,3 inci. Eh, besar layar multimedianya ini. Dan ini bisa dicustomize. Jadi, kita bisa atur-atur letaknya ee di mana. Di sini juga udah terintegrasi dari dengan mobil. Jadi kita bisa meng ee melakukan sejumlah pengaturan di sini dan Apple CarPlay Android Auto juga sudah standar secara ee wireless ya di sini dan masih ada tombol-tombol fisik di sini untuk volume, untuk ee ee memajukan trek, memundurkan trek, kamera, serta AC. Ini juga pengaturannya masih dengan tombol fisik. Jadi mudah ini dual zone di depan, satu zone di belakang. Jadi triple zone. Kemudian untuk drive mode. Di sini ada drive mode selectornya. Ada lima mode berkendara yang kita bisa lakukan. Termasuk mode untuk di jalan offroad. Ada di snow dan ada offroad. Dan ini ya bukan ini ya bukan gimmik karena mobil ini benar-benar all wheel drive ya. Ini instrumennya juga besar. sama-sama kayak ee head unitnya 12,3 inci juga. Dan dia masih ada ini masih ada head up display 10,8 inci. Jadi gede juga head up display-nya. Oke, kita akan lanjutkan review sambil jalan. Ini rasa nyetirnya beda ya dari X-Trail X-rayil sebelumnya. Ini adalah X-trail yang paling halus dan paling effortless ya. terutama karena memang penggeraknya tidak lagi dari mesin internal combus, tapi dari motor listrik. Nah, kita tahu motor listrik itu instan. Jadi, tenaga itu langsung kita kita injak gas itu langsung keluar tenaganya. Nah, tapi yang menarik tenaganya dari bawah sudah kuat ya. Kalau kita masukin ke sport mode ya, tenaganya dari bawah sudah kuat. Ketika kita gas, dia langsung narik. Tapi tiba-tiba ada tenaga yang lebih besar lagi setelah 1,5 sampai 2 detik. Jadi kayak ada efek turbo lag-nya. Tapi sebenarnya bukan turbo lag. Kalau turbo kan benar-benar enggak ada tenaga. Enggak ada tenaga tiba-tiba keluar tenaga besar gitu. Kalau ini keluar tenaga besar tiba-tiba keluar tenaga lebih besar lagi. Jadi seperti ada efek turbole tapi dengan tenaga yang eh instan dan besar dari bawah. Dan ee karena tidak ada transmisi mobil ini, dia jadi halus sekali. Benar-benar seperti mobil listrik. Rasanya benar-benar seperti mobil listrik karena ini penggerak listrik ya. Bedanya ketika kita berakselerasi atau mesinnya menyala di kondisi yang jalanan itu enggak ada suara lain gitu ya, ada kedengaran samar-samar. Tapi ini peredaman suaranya juga sangat bagus. Apalagi kaca depan ini sudah dilengkapi dengan eh double glass. Jadi mobilnya tuh hening, halus, tenaganya instan. Ketika kita injak gaspol, tenaganya kuat. Setelah 2 detik keluar tenaga yang lebih kuat lagi. Jadi kuat tapi tetap ada rasa naturalnya gitu. tetap tetap terasa seperti mengendarai mobil turbo ini bahkan sampai kecepatan mendekati 100 km/h ini kabinnya tuh tetap sangat hening. Kebisingan ban itu nyaris tidak terdengar. Ya memang kebisingan ban itu tergantung dari jenis aspal yang dilalui ya. Tapi di aspal e pig 2 ini biasanya juga kalau mobil yang peredamannya kurang bagus e suara ban itu lumayan terdengar. Tapi ini enggak. Ini benar-benar mobil yang hening dan halus dan irit karena dia hybrid. Tapi ee karena waktu yang sangat pendek, saya itu enggak sempat melakukan pengetesan yang jangka panjang supaya hasilnya akurat. Namun kalau ee data dari Nissan ee sesuai dengan standar WLTP, mobil ini mencatat konsumsi bahan bakar di rute kombinasi itu 15,8 km/l dan itu adalah tergolong angka yang sangat hemat untuk ukuran SUV yang besar seven seater all wheel drive tenaganya 203 PS di depan, 135 PS di belakang, dan masih tetap bisa di atas 15 km. per liter. Tapi ini juga semua tergantung kondisi jalan ya. Karena ee semakin jalannya itu memungkinkan kita meregenerasi atau melakukan e regenerative breaking banyak, itu akan semakin hemat mobilnya. Dan ngomong-ngomong regenerative breaking, dia juga punya fitur e-pedal. Jadi, ipedal ini dia bisa memberikan efek regenerative breaking lebih kuat. Jadi, di sebagian besar perjalanan kita tuh kita bisa pakai satu pedal aja ntil. Memang dia belum bisa sampai berhenti, tapi benar-benar sampai pelan sekali. Kita tuh hanya menggunakan rem kalau emang benar-benar kita mau berhenti. Tapi kalau di pengendaraan normal seperti ini, kita bisa satu pedal dengan fitur e pedal ini. Mobil ini punya baterai dan baterainya itu pasti diletakkan di bawah. Kemudian motor listrik juga letaknya di roda. Jadi komponen-komponen yang berat itu mereka di bawah membuat center of gravity mobil ini rendah. Walaupun dia SUV yang ground clearance-nya tinggi, hasilnya untuk pengendaliannya ini adalah X-Trail paling presisi yang pernah kami coba. Kelimbungan itu minimal dan mobil itu terprediksi ke mananya. enggak enggak bikin khawatir bermanuver dengan mobil ini di kecepatan tinggi. Bahkan ee manuver yang mendadak sekalipun dia tajam dan ketika mobil melewati batas dia ada sistem eh stability control yang mengambil alih supaya mobil itu tetap pada jalurnya. Untuk pasar Indonesia, mobil ini juga sudah ada e sistem ADAS yang cukup lengkap, itu ada blind spot warning, kemudian ada land departure warning, ada intelligent forward collision warning, ada intelligent emergency breaking yang bisa eh meminimalkan resiko tabrakan ketika kita mau menabrak mobil di depan. Ada high beam assist, ada heal design control. Kemudian dia juga ada kamera 360 yang disebut Nissan sebagai intelligent round view monitor plus moving object detection. Jadi dia bisa mendeteksi kalau ada eh kendaraan atau barang bergerak apapun yang di dekat kita dan berisiko untuk tertabrak oleh kita. Dan dia juga memiliki clear cross traffic alert. Serta untuk safety rating-nya, tes tabraknya untuk Asian N Cap, Euro Cap, dan Japan Nap, ketiga-tiga mobil ini mendapatkan five star 5 bit. Jadi sistem keselamatannya bukan hanya sistem keselamatan pasif, tapi juga sistem keselamatan aktif yang terkumpul dalam sistem Nissan Intelligent Mobility. Untuk airbag-nya sendiri dia ada tujuh. Kemudian salah satu hal yang membuat dia bisa mendapatkan lima bintang di semua crash test ya. Jadi bukan Asian Cap aja, tapi Japan Cap dan Euro Cap. Itu adalah struktur bodinya yang memang sudah e rigiditas tinggi, high rigidity. Serta di bagian depannya itu untuk anti collision beam-nya itu dari aluminium yang sangat efektif meredam energi tabrakan supaya tidak membahayakan penumpang di dalam kabin. Eah. Kalau misalnya kita berjalan jauh ke luar kota dengan mobil ini, kita tinggal aktifkan intelligent cruise control. Dia bisa menjaga jarak ke mobil di depan. Namun memang sayangnya untuk line keeping assist-nya itu belum ada. Jadi kita tetap harus detail sendiri. Tapi minimal untuk jarak ke depan akan diatur oleh komputer dan komputer juga akan mengawasi keadaan sekitar supaya perjalanan kita jadi lebih aman. Nah, ini juga barusan ada mobil motong di depan saya juga. sistemnya tidak yang terlalu reaktif ya, yang tidak langsung wah ng mendadak gitu ya. Dia lebih smooth semuanya. Ini antara antara mesin nyala sama enggak ya. Kalau kita lagi cruising gini enggak terdeteksi loh, enggak ada getarannya sama sekali ya. Karena mesinnya tidak punya hubungan mekanikal langsung ke roda ya. Karena dia sifatnya seperti genset dan halus sekali mesin 1500 turbonya. Walaupun dia 3 silinder tapi enggak kerasa getarannya. Ini mobil yang nyaman tapi memang bantingannya tidak bisa dibilang membuai. Jadi dia masih ada kaku-kakunya sedikit. Itu akan terasa kalau misalnya Anda lewat jalan rusak. Tapi ya itu memang harus seperti itu untuk sebuah SUV seven seater. Kalau dia terlalu empuk di saat dinaiki sendiri pada saat dinaiki tujuh penumpang dia akan terlalu lemah suspensinya. Tapi ini suspensinya ee sudah dirancang ketika dinaikiin tujuh orang itu tidak lemah. Tapi ketika dinaiki sendiri sekalipun itu masih cukup nyaman. Jadi ini balance yang pas suspensin-nya untuk sebuah SUV seven seater. Dan bicara seven seater kemudian all wheel drive direntang harganya. Biasanya Anda hanya punya pilihan itu leather frame kalau Anda mau seven seater dan all wheel drive. Tapi ya leather frame kualitas berbendernya jauh sekali dibandingkan mobil ini yang menggunakan body monokok serta ini bermesin hybrid yang mana akan eh jauh lebih hemat dan operational cost-nya akan lebih rendah. Ini positioning-nya menarik. Extra ini utamanya ya karena dua hal utama tadi. Hybrid sori tiga hybrid seven seater dan all wheel drive. Rata-rata rival-nya hanya menggabungkan dua dari tiga hal tersebut. X-trail tiga-tiganya. Ini juga kalau sesekali kita pengen ini offroad ringan juga ini capable karena ya all wheel drive dan ada mode berkendara di eh offroad-nya juga dan dia kan ada mode yang snow. Nah, di Indonesia kan enggak ada snow ya. Tapi snow itu bisa digunakan ketika kita melewati medan yang berlumpur. Di malam hari, mobil ini juga cukup memanjangkan mata karena dia sudah ada ambient lighting dan under console illumination. Jadi ini konsolnya nih mengambang. Di bawah itu ada ruang penyimpanan lagi dan dia sudah ada iluminasinya. Wireless charger juga sudah ada di konsol ini 15 watt selain USBA dan USBC yang tadi. Eh, satu hal yang saya suka dari mobil ini adalah AC-nya triple zone yang e menurut Nissan itu pertama di kelasnya. Tapi triple zone-nya bisa diatur dari belakang dan dari depan. Jadi kita dari depan pun bisa mengatur suhu belakang, bukan hanya di ee belakang. Jadi ee sangat praktis driver bisa melakukan semuanya. Pendingin kursi tidak ada, yang ada hanya pemanas. Jadi kalau Anda tinggal di daerah yang dingin, pegunungan, ini akan berfungsi. Tapi kalau kita di ee kota besar dengan matahari yang banyak ini. Nah, mungkin enggak akan terlalu berfungsi. Tapi posisi duduknya sendiri dan kursinya ini nyaman sekali. Benar-benar mengikuti lekuk tubuh Nissan itu menyebut kursi ini sebagai NASA inspired Zero Gravity Seat. Jadi terinspirasi dari program luar angkasa membuat kursi yang ergonomis dan benar-benar bikin kita enggak mudah lelah di perjalanan jauh sekalipun. Ini serba guna sih ya. Ini mobil mau disetir sendiri enak. Mau bawa penumpang bisa sampai tujuh orang. Kalau enggak ada penumpang kita bisa bawa barang banyak. Itu bahkan ee dengan dua bangku itu masih tegak. Bangku yang terakhir itu apa? E baris ketiga itu dilipat itu kita hampir 500 L kapasitasnya 485 L. Bahkan kalau misalnya kursi itu dilipat semua kursi bagian kedua ee baris kedua dan ketiga itu kapasitas angkutnya hampir 1.300. liter. Satu hal yang akan membuat X-Trail ini sangat menyenangkan untuk dikendarai adalah lingkar setirnya. Lingkar genggaman setirnya itu kecil. Jadi ee enak untuk digenggam tangan Asia seperti kita yang enggak terlalu besar serta membuat ada rasa seperti mobil yang lincah. Ini enak sekali. Setir seperti ini. Nyaman sih ni. Eh, salah satu legacy dari X-Trail itu kan kenyamanan dan itu diteruskan sampai generasi yang terakhir ini. Saya yakin sih kalau diisi li orang atau tujuh orang akan lebih ya. Karena kalau satu orang di jalan yang rusak masih terasa agak kerasnya. Tapi ya seperti saya bilang itu disiapkan untuk muatan barang atau penumpang penuh. Klakson gimana ya klaksonnya? Kalau di Nissan Serena itu klaksonnya cuman satu jadi kurang berwibawa. Kalau di sini berwibawa ini. Ada armr juga di sini. Enak. Dan armr-nya ini sebenarnya tutup dari laci tengahnya ya. Ini laci tengahnya bisa dibuka model butterfly gitu eh kanan kiri. Jadi gampang sekali aksesnya dan itu kapasitasnya juga lumayan besar. Tapi kalau enggak dipakai ini enak buat sandaran tangan dan dia equal sandaran tangan kanan dan kirinya. Ee ketinggiannya mirip. Jadi ini akan sangat rileks ketika kita jalan jauh ya. Tapi overall ini mobil yang membuat X-Trail berada di level yang lebih tinggi. Kalau sebelumnya X-trail itu terkenal karena tenaganya, kegagahannya. serta kenyamanannya. Tapi sekarang juga bisa ditambah lagi dengan kehematannya, kelegaan ruangnya, kepraktisannya, serta daya angkutnya. Nah, bagi Anda yang lagi mencari sebuah SUV yang bisa mengangkut tujuh penumpang dan all wheel drive tapi ingin nyaman, aman, dan hemat, ini adalah salah satu SUV yang harus serius Anda pertimbangkan. [Tepuk tangan] [Musik] Nah, bagi Anda yang ingin melihat langsung mobil ini, Anda bisa langsung ke dealer Nissan atau kalau Anda menontonnya sebelum tanggal 3 Agustus 2025, Anda bisa bertemu langsung dengan Nissan X-Trail e-power terbaru ini di boot Nissan di GIA. AS 2025 yang berlangsung dari tanggal 23 Juli sampai 3 Agustus. Jadi di sana ada unit test drive-nya. Di sana juga mungkin ada penawaran spesial selama pameran. Jadi kalau Anda nonton sebelum 3 Agustus langsung ke GIAS. Jadi begitulah video pertemuan saya pertama kali di Indonesia dengan Nissan Xtrail E Power ini. Nantinya mobil ini akan dipinjam lebih lama lagi supaya bisa menempuh jarak lebih jauh lagi supaya saya bisa ee me-review lebih akurat kepada Anda bagaimana impresinya ketika diajak jalan jauh, bagaimana performa sesungguhnya, bagaimana konsumsi bahan bakar sesungguhnya. apa saja kelebihannya dan apa saja kekurangannya yang kami rasakan. Dan mungkin itu nanti di channel Auto Driver. Jadi, subscribe juga ke channel Auto Driver. Tapi untuk sekarang sekian dulu videonya. Ee silakan Anda subscribe jika Anda belum subscribe ke channel ini. Ee komentar di bawah. Kemudian follow Instagram saya di sini. Untuk info lebih lanjut mengenai eh Nissan X-Trail, Anda bisa juga follow Instagram-nya Nissan di sini. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya.

Lihat di YouTube