NPU Naik, IGP Turun? - Asus Zenbook 14 OLED UM3406GA (YouTube Video)
Terakhir kali kita nge-review ZenBook adalah 5 bulan yang lalu dan pada saat itu kita ngelihatin bahwa ZenBook bisa setipis dan sekencang itu karena di-power ama kubu biru. Tapi, [musik] kali ini kita ngebuktiin bahwa ZenBook tipis bisa juga di-power ama kubu merah. Kalau kita ngomongin soal desain, ASUS ZenBook 14 OLED tentu punya desain yang ya tipikal ZenBook pada umumnya aja, yaitu mewah. Dia kelihatan seperti laptop yang dari awal memang udah tahu mau dibawa ke mana. Ini adalah laptop yang memang buat kaum yang mobilitasnya tinggi. Dia udah tipis dan juga bobotnya enteng. Dan ini adalah salah satu hal yang gua suka dari ZenBook. ASUS enggak mencoba untuk membuat laptop yang setipis mungkin atau yang tipis banget dengan cara mengorbankan terlalu banyak hal. Bodinya tetap kerasa solid, desainnya clean, dan bagian lid-nya itu punya finishing yang elegan. Mau dipakai meeting atau nongkrong di coffee shop, ya desainnya masih kelihatan proper. Unit yang kita review ini hadir dalam warna jet black dan kita belum melihat apakah ada varian warna lain. Untuk hinge-nya sendiri, dia bisa dibuka sampai 180 derajat. Jadi, ini bakal lebih mudah kalau kalian mau berbagi layar dengan orang yang di depan kalian. Dan ngomong-ngomong soal layar, monitornya ini berukuran 14 inch dengan resolusi WUXGA 1920 * 1200 yang aspek rasionya itu 16:10. Color gamut-nya itu benar-benar luas sampai 100% DCI-P3 dan ASUS nge-claim bahwa response time-nya itu sampai 0,2 ms dan sudah mendapatkan sertifikasi VESA Display HDR True Black. Namun, refresh rate-nya masih di 60 Hz. Di tahun sekarang, sebenarnya laptop yang harganya udah masuk ke kelas premium, 90 atau 120 Hz itu bakal jauh lebih menarik ya. Tapi ya OLED 60 Hz masih oke lah. Dan untuk keyboard Asus di sini masih mempertahankan layout yang khas banget sama Zenbook. Jadi ada backlit, tombol function juga ada walaupun tanpa adanya media button, arrow pad juga tergabung dengan page up dan page down. Sementara touchpad-nya ini sendiri cukup luas, sudah menggunakan Windows Precision Driver dan ada numpad-nya. Yes, jadi Zenbook ini touchpad-nya itu ada numpad-nya, tidak seperti Vivobook yang biasanya ada smart gesture. Kalau gua sendiri sebenarnya gua lebih prefer ada smart gesture karena gua jarang menggunakan numpad. Buat konektivitasnya, di sebelah kanan ada dua USB Type-C di mana salah satunya adalah USB 4 sementara satu lagi itu masih USB 3.2 Gen 2, tapi kedua Type-C ini sudah full function alias bisa buat ngecas dan juga buat display port. Ada audio combo jack juga dengan satu HDMI 2.1 sementara di sebelah kirinya hanya ada satu USB A aja yang 3.2 Gen 1. Kalau kalian merasa USB A-nya kurang atau ya ada beberapa port yang kalian butuhin tapi enggak ada di laptop ini, kalian bisa pakai USB dongle aja seperti dari merek Netac ini yang ada card reader-nya dan juga ada tambahan USB A. Nah, buat spesifikasi kita akan mulai dari prosesor dulu ya karena ini yang paling menarik buat dibahas. Jadi nama prosesornya adalah AMD Ryzen AI 7 445. Dan beberapa dari kalian mungkin berharap dia punya 8 core 16 thread ya, tapi karena ini adalah seri 445 jadi dia di bawah Ryzen AI 7 50 series. Dan core-nya cuma ada 6 dan thread-nya hanya ada 12. Beda sama Ryzen AI 7 yang lain. Dan ini bukan apa-apa karena Ryzen AI 7 445 itu lebih difokuskan kepada efficiency. Untuk grafiknya, Asus juga menggunakan Radeon 840M dengan arsitektur RDNA 3.5, jadi dia tidak dapat yang Radeon 860M. Dan ada satu komponen yang sekarang wajib juga disebut kalau kita ngomongin laptop modern yaitu NPU. Jadi Ryzen AI 7445 ini menggunakan XDNA 2 NPU dengan kemampuan sampai 50 TOPS yang artinya laptop ini ya bisa dibilang sebagai Copilot Plus PC. [musik] Nah, kemudian buat RAM-nya kita di sini dapatin 16 GB LPDDR5X on board dan tidak bisa di-upgrade. Sayangnya kita tidak menemukan lagi SKU yang 32 GB, tapi ya buat di kondisi seperti sekarang 16 GB okelah. Sementara storage-nya sendiri di sini masih menggunakan SSD NVMe PCIe 4.0 dengan kapasitas 1 TB dan menurut gua kapasitas 1 TB di laptop seperti ini sepertinya sudah pas. SKU Zenbook yang sebelumnya sebenarnya memakai Ryzen AI 7350 yang mempunyai 8 core 16 thread. Jadi Zenbook yang ini speknya agak sedikit downgrade dari yang sebelumnya. Walaupun yang sekarang sudah menggunakan arsitektur terbaru, tapi tetap saja perbedaan core dan thread yang cukup signifikan menjadi alasan mengapa skor multinya di Cinebench itu berkurang. Bahkan arsitektur Zen 5 pun enggak bisa menolong skor single core-nya juga. Jadi Ryzen AI 7445 ini cukup menarik ya, dia itu lebih mengutamakan efisiensi ketimbang performa karena ini di dalam laptop tipis dan enteng. Radeon 840M-nya pun karena dia hanya memiliki 4 compute units jadi masih di bawah Radeon 860M milik Ryzen AI 7350, tapi untungnya masih di atas Radeon 660M. Radeon 840M-nya pun yang hanya memiliki 4 compute units masih di bawah Radeon 860M yang dimiliki Ryzen AI 7350. Walaupun untungnya masih di atas Radeon 660M. Game yang bisa kita mainkan sama Radeon 840 M-nya juga cukup terbatas. Game gratis macam Zenless Zone Zero dan Wuthering Waves itu masih bisa dimainin di 40-an FPS. Sementara Cyberpunk harus menurunkan kualitas buat bisa dimainin di 45 FPS. CS 2 sih paling yang masih bisa di atas 90 FPS. Dan untuk pekerjaan kreatif ringan seperti Photoshop, Lightroom, ataupun sedikit-sedikit editing video sebenarnya laptop ini masih sangat capable. Tapi bukan berarti laptopnya bisa menjadi workstation Premiere Pro utama ya. Karena seperti yang kita bilang tadi, performanya dari SKU yang Ryzen AI 7350 itu agak sedikit menurun. Ya, [musik] gua enggak tahu kenapa channel lain malah nge-sugar coating sekali laptop yang kali ini. Sekarang kita masuk ke thermal-nya. Ryzen AI 7445 ini memang punya karakter yang cukup efisien dengan power usage yang bisa sampai 28 watt. Tapi pas kita tes ternyata peaking usage-nya itu bisa sampai 42 watt dengan durasi yang cukup sebentar. Dan stabilnya itu memang di 28 watt-an. Itulah yang menyebabkan laptop dengan satu fan ini cukup kewalahan dalam menjaga suhu mentoknya di 95 derajat Celcius. Sementara suhu surface-nya sih cukup aman ya. Baru menyentuh 40 derajat Celcius itu saat di daerah keyboard atas-atas. Jadi dekat huruf I, O, dan P. Setelah menggunakan laptop ini selama beberapa hari, gua ngerasa Zenbook 14 OLED UM 3406GE ini punya satu karakter yang memang cukup jelas. Ini bukanlah laptop yang mau jadi serba bisa, tapi ini adalah laptop yang memang cocok buat pegawai kantoran yang mobile apalagi suka WFC. Layar OLED-nya itu sih yang bikin pengalaman makai sehari-hari itu jauh lebih premium. Karena pada akhirnya kita itu bukan cuma pengen laptop yang kencang aja, tapi juga nyaman dilihat. Untuk speaker, Asus juga ngasih sebuah sistem speaker yang kerasa lebih serius dibanding laptop tipis kelas entry level. Di sini suaranya cukup lantang, detailnya masih ada dan tidak distorsi saat volume dinaikkan, walaupun bass-nya memang masih tipis karena keterbatasan ruang. Dan buat baterainya, karena prosesornya ini cukup efisien ditambah baterai yang cukup gede di 75 watt hour, ketahanannya hampir-hampir seharian. Kualitas kameranya ini lumayan oke, dia bisa ngerekam sampai full HD 30 FPS dan ini ada privacy shutter-nya juga, ada face recognition juga jadi bisa Windows Hello, enggak ada fingerprint scanner. Dan karena laptop ini punya NPU, jadi dia ada Windows Studio Effect, bisa bikin background blur seperti ini. Buat warnanya ya, gua suka dengan warnanya, dia itu udah vivid kameranya, jadi skin tone gua terlihat natural dan ini cukup bagus dalam penangkapan suaranya, jadi enggak nangkap suara sekitar terlalu banyak padahal lagi di dalam kafe. Jadi walaupun tidak lebih kencang daripada yang sebelumnya, tapi Ryzen AI 7445 ini berhasil membuat Zenbook yang kali ini kita review itu lebih efisien dari yang sebelum-sebelumnya. Jadi mau dipakai kerja seharian pun bisa. Dan karena dia bobotnya juga enteng, terus tipis, jadi mau dipakai mobile kalau kayak kalian mau meeting [musik] di luar atau mau WFC atau mungkin yang sekedar kerja seharian tanpa ngecas itu masih bisa. Casannya pun juga enggak gede, dia kecil 65 watt dan bahkan bisa dipakai buat ngecas HP sekalian. [musik] Memang laptop ini pasarnya adalah untuk mobile worker, apalagi mobile-nya kalau sampai ke luar negeri, karena ASUS sendiri punya garansi 3 tahun internasional alias kalau ada apa-apa, kalian mungkin ada rusak atau apa pas lagi di luar negeri tersebut, kalian bisa bawa laptop ini ke service center yang ada di negara tersebut karena dia itu garansinya udah internasional. Ada ADP juga lagi selama 3 tahun, jadi mau kecelakaan atau ada apa gitu, kebanting atau ketumpahan air, itu masih bisa klaim ADP-nya. Di beda negara pula. Ya, lumayan kerenlah. Memang Jadi, kalau kita beli laptop itu enggak hanya kita beli mesinnya doang, tapi kita dapat assurance juga kalau kita aman selama ada masa garansinya. Tapi, kalau kalian sendiri, menurut kalian Ryzen AI 7445 ini kan lebih ke efisiensi, ya. Kalian lebih suka efisiensi atau performa, sih?
