Jungkat

Nusantara Prestige! AC Standar Global, Canggih, Awet, dan Hemat – DAIKIN ALPHA Inverter (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Nusantara Prestige seri AC dari Dikin ini adalah AC hunian buatan Indonesia yang disebut sesuai dengan harga dan standar Daikin Global. Ya, ini produk spesial sudah secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan pendinginan di Indonesia. Nah, kali ini kami kedatangan varian tertinggi AC Dikin dari seri Nusantara Prestige ini, Alpha Inverter. AC ini tentunya sudah menggunakan inverter ya, jadi bisa lebih hemat daya. Bahkan ada low watt mode juga. Lalu ada blue fin coating dan gry hair pin coating yang disebut mendukung durabilitas AC khususnya terhadap korosi. Ada juga teknologi streamer plus enzyme blue dan gin ion filter. Ini memastikan udara yang dihembuskan AC lebih bersih dan sehat. Masih ada juga fitur lain seperti pembersih otomatis, anti jamur, dan bok pelindung anti cicak. Selain itu, AC ini juga punya build-in Wii. Jadi, AC ini bisa dipantau dan dikendalikan dari jarak jauh lewat smartphone kita. Canggih juga ya AC buatan Indonesia ini ya. Langsung aja kita mulai pembahasan AC Dikin ini. Oke, AC seri Nusantara Prestige. Dikin menyebut bahwa seri ini sebagai AC premium yang jadi kebanggaan Indonesia. Ada tiga tipe AC di seri Nusantara Prestige ini. Mulai dari tipe standar SMS, super mini split yang harganya terjangkau, beta inverter, sampai yang paling tinggi alpha inverter yang kita bahas kali ini ya. Tentunya semua tipe di seri Nusantara Prestige ini dibuat di pabrik Dikin di Indonesia ya, termasuk Alpha Inverter yang fiturnya paling lengkap dan paling canggih ini. Nah, untuk Alpha inverter AC ini tersedia dalam berbagai pilihan kapasitas mulai dari 1/2 PK sampai 2,5 PK. Untuk pengujian kali ini kita akan menguji yang 1 PK ya. Oke, seperti biasa kita mulai pembahasannya dari melihat isi paket penjualannya. Di dalamnya ada unit indoor plus bracket untuk menempelkan unit ke dinding. Kemudian ada unit outdoor. Kemudian ada remote control lengkap dengan bracket untuk menempelkannya ke dinding. Lalu ada set baut untuk masangan AC dan ada paket dokumen tentunya. Pipa AC, kabel listrik, selang pembuangan air, kepala outlet listrik, serta bracket unit outdoor tidak termasuk dalam paket penjualan. Ini sangat wajar untuk paket penjualan AC. Nah, untuk desain kurang lebih seperti ini ya si AC Alpha Inverter dari Dikin seri Nusantara Prestige. Pewarna dasarnya putih dengan ornamen garis horizontal berwarna hitam di bagian atas panel depan. Di bawah panel depan ada area keluarnya udara dingin. Tentunya penutup area ini akan terbuka ya saat AC ini dihidupkan. Penutup ini juga berfungsi untuk flap pengaturan arah hembusan AC secara vertikal. flap kecil untuk pengaturan arah hambusan secara horizontal itu ada di bagian dalam area tersebut. Nah, di bagian kanan area keluarnya udara dingin itu ada tombol on off, beberapa lampu indikator dan sensor. Di sisi atas ada filter debu. Filter ini bisa diakses dengan mengangkat panel depan. Misalnya kalau mau melepas filter untuk dibersihkan itu dari sini ya. Nah, untuk evaporator di dalam unit indoor ini sudah menggunakan blue fin yang disebut bisa mencegah karat yang mengganggu kinerja AC. Ada juga gry hairpin coating. Jadi area lengkungan pipa atau uband di dalam unit indoor dilengkapi dengan coating khusus yang juga mencegah korosi. Ini membuat umur pakai AC bisa lebih panjang. Lalu ada juga streamer di dalam unit indoor yang disebut bisa menguraikan alergen, virus, bau, dan zat kimia berbahaya dalam ruangan. Nah, untuk dimensinya unit indornya ada di 77 * 28,8 * 24,6 cm. Jadi, ini memang terlihat cukup besar ya. Sekarang kita beralih ke unit outdoor-nya. Dimensinya 67,5 * 55 * 28,4 cm. Bobotnya sekitar 24 kg. Komponen dalam unit outdoor ini juga pakai blue fin untuk menjamin kinerja yang optimal. Tentunya ini juga mendukung umur pakai yang lebih panjang. Nah, untuk speknya varian AC Alpha inverter kapasit 1 PK ini yang kita uji ini diklaim menawarkan kemampuan pendinginan standar di kisaran 9.700 BTU perhour. Ini sedikit di atas rata-rata AC 1PK yang umumnya menawarkan 9.000 BTU perhour. AC ini menggunakan kompresor dengan inverter. Jadi kemampuan pendinginan AC ini bisa disesuaikan banget dengan kebutuhannya. Menurut Daikin, rentang kapasitas pendinginan bisa dari 3.400 BTU/hour sampai 11.600 BTU/h. Kalau mau ACnya beroperasi dengan daya rendah, ada fitur low watt hingga level 2. Kita bisa pilih untuk mengurangi penggunaan listrik AC ini. Untuk refrigeran, AC ini menggunakan R32 yang lebih efisien serta ramah lingkungan. Nah, untuk angka CSPF atau cooling seasonal performance factor Diken menyebutkan bahwa semua varian Alpha Inverter ini mendapatkan skor di atas 5.0. Ini berarti semua varian Alpha inverter mendapatkan rating bintang 5 untuk tingkat hemat energi. Mantap ya. Nah, untuk fitur AC-nya di sini ada super PCB. Ini disebut membuat AC ini jadi aman digunakan di wilayah dengan pasukan listrik yang kurang stabil. Rentang voltasi yang dukung itu bisa di antara 150 volt sampai 440 volt. Batas atasnya memang jauh sekali di atas rata-rata ya. Kalau ada yang nanya kenapa ini biasanya yang dekat-dekat dengan Traavo listrik tuh kadang-kadang suka lebih tinggi dari normal memang dan kadang-kadang juga dapat lonjakan-lonjakan yang sedikit lebih tinggi. Jadi yang seperti ini membuat AC-nya lebih aman. Lalu ada streamer plus en blue plus gin ion filter yang disebut bisa menangkap dan mengurai bau dan zat berbahaya yang membuat udara yang dihembuskan AC ini jadi lebih bersih dan lebih sehat. Ada coil cleaning. Nah, ini fitur pembersihan otomatis yang bisa dijalankan untuk menjaga efisiensi kinerja AC. Lalu ada fitur operasi anti jamur dan bok pelindung anti cicak. Nah, selain itu ada juga build inin Wii untuk pemantauan dan pengendalian AC dari jarak jauh. Jadi, AC bisa kita buan ke internet melalui Wii. Nah, nanti kita akan coba lihat pemantauan dan pengendalian bisa seperti apa ya. Tapi sebelum satu itu kita coba dulu penggunaan AC Dakin ini dari remote bawaannya. Nah, remote bawaan AC ini desainnya kurang lebih seperti ini. Cukup ramping ya. Ada layar yang bisa menampilkan berbagai parameter operasional AC di bagian atas. Untuk tombol yang tersedia ini agak unik ya. Sekilas tidak ada tombol on, hanya ada tombol off saja yang tentunya berguna untuk matikan AC. Jadi untuk nyalain AC ini kita bisa tekan tombol mode yang kita gunakan. Opsiinya itu bisa cool, dry, atau fan only. Tombol-tombol itu juga bisa kita gunakan untuk mengganti mode saat AC sedang menyala tentunya. Lalu tentunya ada tombol standar seperti pengaturan target suhu, fan, speed, serta timer. Ada tombol low watt. Nah, ini tentunya berguna untuk mengaktifkan mode hemat energi di AC. Ada dua level atau tingkat yang bisa kita pilih. Nanti kita lihat efek dari kedua tingkat low wat tersebut. Kemudian ada juga mode powerful untuk mode pendinginan cepat, tombol quiet untuk mengarangi tingkat kebisingan unit outdoor, serta comfort untuk mengaktifkan mode comfort airflow di mana hembusan AC akan otomatis diarahkan agar tidak langsung mengenai badan kita. Lalu tombol sensor ini akan mengaktifkan mode intelligente. Jadi memanfaatkan sensor infrared, AS ini bisa mengetahui apakah kita tengah berada dalam ruangan yang didinginkan atau tidak. Saat kita tidak ada di ruangan tersebut, suhu target akan otomatis ditingkatkan 2 derajat celcius untuk menghemat energi. Lalu ada juga tombol mold. Kalau ditekan 2 detik, ini akan mengaktifkan mode pembasmian jamur untuk unit indoor. Nah, terkait swing di remote ini tersedia tombol untuk pengaturan arah hembusan secara vertikal. Nah, AS ini sebenarnya menawarkan 3D swing atau pengaturan arah hembusan vertikal dan horizontal. Tapi untuk pengaturan horizontal memang tidak bisa lewat remote ini. Kita harus aktifkan lewat app goikin di smartphone untuk pengaturan hembusan horizontal dan beberapa pengaturan fitur yang lainnya. Kita coba aja langsung ya sekarang ya. Nah, aplikasi ini bisa kita peroleh dari Google Play Store untuk Android ya, App Store untuk Apple, serta App Gallery untuk yang Huawei. Tentunya kita harus mendaftarkan AC ini dalam aplikasi dengan menghubungkan AC ke Wii terlebih dahulu. Caranya mudah kok, ikuti aja panduan yang muncul di aplikasi. Setelah itu aplikasi sudah bisa kita gunakan untuk pemantauan dan pengendalian AC. Nah, salah satu pengendalian yang bisa kita lakukan ya tadi itu ya arah hembusan secara horizontal jadi bisa kita atur di sini. Lalu ada apa lagi? Tentunya pemantauan dan pengaturan standar tersedia semua di sini ya. Bahkan ini bisa kita pakai secara remote saat kita lagi di luar rumah. Pengaturan dan pengendalian bisa kita lakukan selama AC dan smartphone terhubung ke internet. Lalu ada apa lagi? Ada akses ke mode smart humid. Ada fitur seperti coil cleaning yang bisa kita aktifkan dari aplikasi. Tentunya akses ke mode low juga tersedia di aplikasi ini. Dan oh ya fitur pemantauan penggunaan daya juga tersedia. Nah, kalau ada masalah di AC ada juga smart diagnosis yang bisa kita akses dari aplikasi. Seperti itu ya penggunaan ACIN ini. Sekarang langsung kita masuk ke dalam pengujiannya. Nah, untuk pengujian AC ini kita lakukan di kamar tidur dengan luas kurang lebih 12 m². Kita coba dulu tes performa pendingan AC ini di tiga fans speed yang tersedia. Masing-masing pengujian ini dilakukan selama 3 jam dengan suhu awal ruangan ada di kisaran 28 derajat Celcius. Untuk biaya penggunaan kami gunakan tarif listrik golongan R1 TR daya 1.300 sampai 2200 VA yaitu di R1444,7 per kWH. Kita coba dulu dengan target suhu di setting paling rendah yang tersedia 16 derajat Celcius. Kecepatan kipas kita coba di tiga setting yang tersedia. Hasilnya untuk kecepatan kipas high, medium, dan low suhu akhirnya setelah 3 jam itu memang belum mendekati 16 derajat celcius. Penggunaan listrik tercatat ada di 2,835 kWh dengan biaya kisaran Rp4.000. Konsumsi daya tertinggi yang kami catat ada di 1115 watt. Untuk kipas medium penggunaan tristriknya ada di kisaran R,886 kWh dengan biaya sekitar Rp2.700. Sementara untuk low, penggunaan listriknya ada di Rp1,488 kWh dengan biaya sekitar Rp2.100. Nah, di setting fan medium dan low, konsumsi daya tertinggi dari AC ini ternyata jauh di bawah fan settingan di high. cuma kisaran 500 sampai 600 watt saja. Sebagai catatan, 16 derajat Celcius ini memang bukan suhu yang disarankan untuk penggunaan harian ya. Ini lebih untuk data pengujian aja. Penggunaan target suhu yang terlalu rendah itu bisa mengganggu kesehatan kita juga loh. Selain itu menurut Daikin umur AS juga bisa jadi lebih pendek. Nah, untuk penggunaan harian menurut Daikin disarankan target suhunya diatur kisaran 24 sampai 26 derajat celcius. Berikutnya kita ganti suhu target ke 25 derajat Celcius. Suhu yang umum digunakan di Indonesia khususnya saat kita tidur. Kita coba lagi dengan tiga setting kecepatan kipas. Untuk ketiga kecepatan kipas, sua akhir yang kami dapatkan setelah 3 jam sudah ada di bawah 25 derajat Celcius. Penggunaan listrik terbilang tidak jauh berbeda di ketiga kecepatan kipas tersebut dengan biaya dari kisaran Rp400 sampai Rp500-an per3 jam. Konsumsi daya tertinggi di ketika kecepatan kipas tersebut juga terbilang relatif rendah. Efek dari penggunaan inverter ini ya. Bagaimana untuk penggunaan 12 jam? Ini untuk memberikan gambaran penggunaan umum harian. Ya, kita coba dengan suhu 25 derajat Celcius, fannya di medium. Suhu ini harusnya akan lebih menggambarkan penggunaan umum di rumah, khususnya untuk ASE yang digunakan di kamar tidur. Suhu ternyata bisa dijaga di kisaran 23,8 derajat Celcius sampai 24 derajat Celcius dengan setting yang kami gunakan. Penggunaan daya selama 12 jam ada di 0,948 kWh yang berarti biaya yang dikeluarkan adalah sekitar Rp1.369 untuk 12 jam ya. Nah, untuk penggunaan 1 bulan atau 30 hari dengan AC dihidupkan 12 jam per hari, biaya listrik yang dikeluarkan kurang lebih sekitar 41.000an. Enggak terlalu mahal juga ya ternyata ya. Sementara kalau ada yang lebih suka mengatur ke suhu 16 derajat Celcius, kita coba juga selama 12 jam dengan fend medium. Suhu bisa dijaga di kisaran 19,5 derajat Celcius. Lumayan dingin ya. Dengan setting pengunakan seperti ini ya, penggunaan daya selama 12 jam ada di 5,279 kWh dengan biaya harian sekitar 7.000 R626. Untuk pengguna 1 bulan atau 30 hari dengan AS 12 jam per hari, biaya listriknya kurang lebih mendekati 229.000. Nah, kan jauh kan? Sekarang kita lanjut ke pengujian mode low watt. Kita coba mode low ini disuh 25 derajat celcius dengan kipas kita atur ke medium. Sekilas terlihat di pengujian selama 3 jam. Kalau low ini memang bisa membuat penggunaan daya jadi relatif lebih rendah. Untuk 3 jam saja selisih biaya penggunaan sudah mulai terlihat. Apalagi untuk penggunaan bulanan. Seharusnya selisih itu bisa jadi penghematan biaya penggunaan AC kan ya. Lanjut lagi kita coba mode fast cooling atau powerful yang tersedia di AC ini. Kita coba ukur waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan suhu ruangan dari 28 derajat Celcius ke 25 derajat Celcius. Hasilnya untuk setting 25 derajat Celcius fan high suhu 25 derajat Celcius bisa dicapai dalam waktu 19 menit 10 detik. Sementara saat powerful diaktifkan, suhu 25 derajat celcius sudah dicapai dalam waktu yang lebih cepat ya 13 menit 5 detik saja. Jadi memang terlihat kalau mode powerful ini bisa membuat suhu ruangan turun relatif lebih cepat. Nah, AC Daikin Nusantara Prestige Alpha Inverter dengan kapasitas 1 PK ini dipasarkan dengan harga kisaran 6,8 jutaan untuk platform online. Sementara untuk varian lain juga tersedia kapasitas yang 1/2 PK, 3/4 PK, 1,5 PK, 2 PK, dan 2,5 PK. Kalau tertarik langsung cek aja ya link di deskripsi. video ini. Nah, kalau untuk garansinya, Dikin menyediakan garansi spare part dan jasa selama 3 tahun dan garansi kompresornya itu 5 tahun. Oke, kita masuk dalam hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama, akses ke fitur lengkap yang ditawarkan oleh AC ini harus lewat aplikasi Godai Kin. Akses ke beberapa fitur itu tidak tersedia di dalam remote. Kemudian karena tidak ada indikator target suhu di unit AC, pastikan saja saat kita mengganti target suhu itu sudah ada audible feedback dari AC yang menandakan suhu sudah terganti. Atau kita bisa juga cek lewat aplikasi Goikin. Nah, lalu untuk suhu target 16 derajat Celcius, suhu akhir yang kita dapatkan dalam pengujian 3 jam itu belum mendekati target. Kemungkinan AS ini memang membutuh waktu lebih dari 3 jam untuk mencapai target tersebut. Tapi rasanya cukup umum ya, karena ini di Indonesia 16 derajus tuh dingin loh, 19 aja pasti udah banyak yang protes. Lalu perhatikan juga untuk aplikasi pendukung ada dua macam aplikasi yang tersedia. Kalau kita mencari aplikasi Dikin, untuk Alpha Inverter ini menggunakan Go Dikin ya, bukan Dikin Mobile Controller. Nah, dari segi menariknya dia sudah pakai inverter. ini membuat konsumsi daya AC bisa naik turun sesuai kebutuhan kemampuan pendinginan ya. Jadi lebih fleksibel. Ini juga yang membuat kami juga akan menyarankan settingnya di 2425 derajat celcius aja jangan setting di 16 gitu ya. Selain itu konsumsi dayanya memang terbukti relatif rendah saat kami uji. Lalu dia sudah support swing vertikal dan horizontal walaupun untuk horizontal harus dijalankan via aplikasi. Lalu dia punya coil cleaning dan fitur pembersihan mold ya. Lalu dia punya build inin Wii dan dukungan aplikasi yang memungkinkan pemantauan dan pengendalian dari jarak jauh. Kemudian dia punya banyak fitur pendukung durabilitas AC termasuk blue fin dan grey hairpin coating. Pengaturan target suhu ruangan diemote bisa per 0,5 derajat celcius bukan per1 derajat celcius seperti kebanyakan AC. Garasi juga relatif panjang dengan garasi kompresor sampai 5 tahun. Oke, Dikin Nusantara Prestige Alpha Inverter. Ini memang bisa menunjukkan kelasnya sebagai AC premium ya. Ternyata ya menarik ya untuk AC premium seperti ini, Dikin juga menunjukkan kalau standar global bisa diproduksi di Indonesia. Mantap ya. Alpha inverter ini akan cocok untuk siapapun yang membutuhkan AC yang mumpuni dan canggih. Dan yang enggak kalah penting, hemat daya. Pilihan kapasitasnya juga beragam mulai dari 1/2 PK sampai 2,5 PK. Ini membuat skenario penggunaannya juga sangat luas. Bisa untuk kamar kos ukuran kecil, apartemen studio, sampai rumah besar dengan ruangan yang besar. Tapi perhatikan ya, agar efisiensi ditawarkan oleh AC ini benar-benar bisa terasa, pastikan ukuran ruangan tempat kita masang AC ini memang bisa ditangani baik oleh si AC-nya ya. Kalau enggak, bisa-bisa AC inverter seperti ini malah jadi terasa boros. Jadi jangan mentang-mentang yang setengah PK itu sedikit lebih murah dipasang di ruangan yang besar. Nah, itu malah bisa jadi lebih boros ya. Ya, secara umum Daikin Nusantara Prestige Alpha Inverter ini bisa jadi pilihan yang sangat menarik dan kekinian yang sangat sulit untuk dilewatkan untuk modern.

Lihat di YouTube