Nyaman Banget Buat di Tonton, Warna Makin Pekat! Sony BRAVIA 9 II (YouTube Video)
Ini TV bukan sembarang TV ya. Kalau biasanya kamu nonton di TV terus ada pantulan cahaya kan bikin malesin ya. Di sini enggak ada kayak gitu cuy. Lihat aja nih pantulannya. Lampunya enggak ada sama sekali. Ditambah lagi warnanya yang ngejreng banget dan tetap pekat. Melihat dari samping pun masih sama pekatnya. Ini adalah Sony Bravia 9 Mark 2. Nah, pertanyaannya sekarang emang sepenting itu ya warna di TV dan apa bedanya dibanding TV premium lainnya yang sekarang udah banyak beredar? Yuk, langsung aja kita bahas. Lego. Sony kali ini kasih yang beda banget. Mereka fokus ke sesuatu yang selama ini sering saya keluhin, yaitu pantulan cahaya yang mengganggu. Jadi enggak berasa pekat warnanya, kesalnya minta ampun. Apalagi kalau pas nonton terus kebentur sama warna yang kurang enak dilihat. Nah, Sony bikin teknologi baru yang namanya True RGB yang punya volume warna gede. Yang pertama dinotice sewaktu lagi nonton film di keadaan terang dan gelap dalam satu frame. Kerasa tuh bedanya. Di TV lain sih biasanya udah berantakan kontrasnya, tapi yang ini lebih dalam rasanya karena mungkin true RGB-nya ini yang bisa kasih warna lebih pekat dan lebih enak dilihat. Bahasa simpelnya gini deh. Kebanyakan TV biasanya masih ngandelin sistem backl. Sedangkan di Bravia 92 ini Sony menggunakan tiga warna LED utama yaitu [musik] merah, hijau, dan biru yang bisa dikontrol secara independen. Jadi masing-masing warna bisa diatur secara lebih presisi. Efeknya bisa kelihatan sewaktu kita nonton yang colorful kayak gini, semua warnanya yang muncul tuh beneran keluar banget. Jadi enggak ada lagi ceritanya warna gonjreng dan pekatnya cuma di sebagian area aja. Ini semuanya rata. Contoh lain misalnya kamu lagi lihat tayangan seperti mobil sport berwarna merah terang. Biasanya warna merahnya aja yang kelihatan gonjreng. Nah, tapi untuk yang ini semua karakter warnanya keluar semua. Jadi enggak ada satu apa dua bagian aja tapi semuanya akan sama pekatnya. Atau kamu nonton video yang nuansa malam tapi banyak lampu-lampu enggak kerasa over. Dan yang paling penting semuanya tetap terlihat natural, gak sampai lebai kayak beberapa TV yang kadang warna-warnanya malah terlihat enggak seperti aslinya. Jadi cara kerjanya gini, dia kasih prosesor RGB backlight Master Drive Pro dan three color RGB LED yang hasilnya warna lebih luas, gradasi warna lebih presisi sampai viewing angle-nya yang lebih luas lagi. Dari sini udah jelas kalau bisa bikin nonton TV lebih seru lagi. Teknologi ini sendiri udah dikembangkan lebih dari 22 tahun lamanya ya, dari tahun 2004 dengan TV RGB pertama di dunia dan sekarang 22 tahun setelahnya teknologi True RGB memulai debutnya di tahun 2026 ini. Kalau TV biasa punya backl mini LED berwarna putih, terus warnanya yang keluar itu cuman dari lapisan LCD-nya aja, jadi udah pasti akan kelihatan lebih burem atau enggak sepekat TV Sony. Sedangkan True RGB ini menggunakan RGB di lapisan LED dan LCD-nya. Jadi warna-warnanya udah muncul dari lapisan paling awal. Tentunya bikin kita bisa melihatnya lebih mentereng tapi tetap pekat. Dan karena ini pula makanya kalau ada scene yang gradasin yang kayak sunset golden hour ini kelihatan deh warna terang ke gelapnya tuh smooth gradasinya. Detailnya juga jadi lebih keluar. Namanya di Bravia 92. Sony menggunakan smooth color gradation. Jadi perbedaan warna yang tipis sekalipun tetap bisa kelihatan hasilnya gambar kerasa lebih halus. Pas lagi nonton film nih terus ada adegan-adegan kayak gini jadi kerasa dramatis gitu loh. Mantap kan? Terus ada nih satu masalah klasik yang sering terjadi kalau lagi nonton ramai-ramai di rumah. Biasanya yang duduk tepat di depan TV dapat kualitas gambar terbaik. Tapi yang duduk di samping mulai kehilangan warna atau kontras. Nah, Sony mencoba mengatasi hal ini lewat teknologi X White Angle Pro. Jadi meskipun kamu duduk agak menyamping, warna dan kontras tetap terlihat sama. Ini menurut saya penting banget buat TV ukuran gede. Karena kalau TV udah 75 inch atau bahkan 85 inch, jarang banget semua orang duduk tepat di tengah layar. I kan biasanya ada yang duduk di sofa di samping, ada yang duduk di lantai, ada yang santai di pojokan. Dengan teknologi ini, pengalaman nonton bisa terasa lebih sama terlihatnya di setiap sisi. Fitur yang tadinya langsung saya notice tuh enggak ada pantulan sama sekali. Nah, Sony juga namainnya fitur immersive Black Screen Pro. Namanya memang agak panjang ya, tapi manfaatnya jelas yaitu mengurangi pantulan cahaya di layar. Jadi kalau ruangan keluarga kamu banyak jendela atau lampu terang, gambar tetap bisa terlihat jelas tanpa gangguan refleksi yang berlebihan. Mungkin bisa sedikit dibandingin sama tablet yang pakai fitur papermat. Nah, feels-nya lumayan mirip. Sama-sama bisa ngeredam pantulan cahaya, tapi enggak mengesampingkan kualitas warnanya. Fitur ini berasa banget dibutuhin, khususnya di rumah yang banyak cahaya masuk. Ganggu banget kan kalau banyak pantulan yang enggak enak dilihat. Nah, gangguan kayak gitu enggak bakal kelihatan kalau pakai Sony Bravia 9 Mark 2 [musik] terus dipakai main game seru enggak nih? Ya, jelas seru. Layar beginian bisa dipakai buat nge-game jadi jauh lebih seru. Warnanya lebih pop out banget. Balap-balapan yang banyak warna juga bikin pengalaman bermain lebih berasa real juga. Ditambah lagi enggak akan ngeganggu sama pantulan cahaya yang biasanya bikin bete. Suaranya gimana nih, Om? Butuh soundbar lagi enggak? Itu kalau kamu yang mau nikmatin nontonnya serba maksimal. Tapi Soni sendiri enggak mau setengah-setengah ya. Mereka ngasih akustik multi audio plus yang dipadukan dengan beam Twitter. Udah mah suaranya lebih keras dibanding TV-TV biasanya, tapi dia bisa bikin suara kayak datang dari posisi yang sesuai dengan gambar. Jadi misalnya nih ada karakter pas lagi ngomong di layar suaranya tuh kerasa lebih menyatu dengan posisi karakter tersebut. Dia di kanan ya suaranya kayak di kanan, dia di kiri ya kayak di kiri suaranya. Efek suralnya juga berasa banget. Bahkan Sony secara terang-terangan menyebut pengalaman suara ini dibuat supaya lebih mendekati sensasi bioskop. Walaupun sensasi nonton bioskop pasti enggak akan bisa tergantikan. Ya, ini contoh suaranya kayak gini. [musik] Kalau saya rangkum sebenarnya Sony Bravia 9 Mark 2 ini jelas TV yang fokusnya ke pengalaman visual. Hasilin warna bisa tampil lebih hidup. Gradasi warna bisa terlihat lebih halus detailnya. Terus warna tetap konsisten saat dilihat dari sisi manapun sampai ke pantulan cahaya yang bisa keredam dengan baik. Jadi ketika banyak brand berlomba-lomba ngejar supaya warna ngejreng dengan brightness yang lebih tinggi atau zona diming yang lebih banyak, Sony malahan lebih fokus menyempurnain cara warna yang ditampilin supaya bisa dinikmatin sama kita semuanya dengan maksimal dan kejawab di TV ini. Mantap. Jujur aja pendekatannya ini menarik ya, karena pada akhirnya kita bisa lihat pas waktu dipakai nonton film bukan terang-terangan atau gede-gedean zona dimingnya. Justru malah senyaman apa dan seenak apa kita nonton di TV. Dan saya rasa Sony berhasil ngejawab itu semua. Sampai akhirnya saya dapat kesimpulan kalau TV ini tuh yang paling enak dipakai buat nonton film. Warnanya pekat, enggak keganggu sama pantulan ini. Itulah pokoknya dipakai buat nonton film dan main game. Jelas enak banget. Emang sih ada harga, ada barang. Jadi, buat kamu yang mau bisa siapin aja budget sekitar yang tertera di judul video ini. Buat yang kepengin pengalaman beda, harganya jadi berasa worth it enggak sih? Oke, Guys. Jadi, itu dia pembahasan saya mengenai Sony Bravia 9 Mark 2 dengan teknologi True RGB. Menurut kamu apakah teknologi warna seperti ini bakalan banyak dibahas di TV ke depannya? Tulis di kolom komentar ya. Terima kasih telah video ini. Sampai jumpa di video selanjutnya. [musik] Bye.
