Jungkat

Nyaman dipakai, Baterai Awet Banget | Review Huawei FreeArc Indonesia (YouTube Video)

  • 26/04/2025

Buat kalian yang lagi cari TW baru, nyaman, enteng, gak gampang lepas dari kuping, plus warnanya enak, ada yang baru dari Huawei. Ini dia namanya Huawei Free Art. Setelah 2 bulan lalu dikenalin di acara launchingnya di Kuala Lumpur, TWS open air terbarunya Huawei ini akhirnya mampir juga secara resmi di Indonesia. Coming soon di marketplace kesayangan kalian dan bukan Huawei namanya kalau enggak ngasih promo-promo yang mantap. [Musik] Halo, apa kabar semuanya? N Razer dan ini dia Huawei Free AR 1 TWS yang awalnya saya kirain tuh bakal jadi perangkat yang cuma enak dipakai pas olahraga doang tapi ternyata enggak begitu casing-nya kayak gini nih lumayan kelihatan gede ya kalau kita bandingkan sama TWS pada umumnya wajar sih sebenarnya karena bentuk TWS-nya juga beda banget sii di dalam case ini posisinya dibikin saling tumpuk, saling silang atas bawah dan satu detail kecil yang saya suka banget di sini adalah kita bebas mau naruh yang mana di luar an enggak ngaruh sama performa ngecasnya. Mau kanan dulu baru kiri atau sebaliknya itu enggak masalah. Nah, kenyamanan adalah satu poin yang utama banget sih dari perangkat ini dan kontribusi terbesar itu udah pasti dari segi desain. Buat yang mungkin ngikutin perkembangan TWS-TWS yang biasa dipakai buat lari, mungkin familiar dengan bentuk yang kayak gini disangkutin di telinga kita. Bahannya itu lentur tapi tetap kuat dengan Huawei mengatakan dia tuh sudah melewati pengujian 20.000 Rib kali dibengkok-bengkokin ya. Jadi sebagai standar itu udah menjamin bakal kuat. Nah, di sini tuh dia pakai bahannya adalah night alloy. Jadi nickel titanium. Sedangkan sisanya tuh dia menggunakan bahan silikon. Untuk pilihan warnanya dia punya tiga warna. Ada warna grey, ada green, dan black. Seperti yang saya pakai sekarang yang bocorannya kalau black ini bisa kalian beli eksklusif di TikTok Shop dan Tokopedia aja. Fittingnya kalau menurut saya sih sebenarnya udah nyaman banget ya. Masangnya gampang. Oke, tinggal cantelin ke kuping kayak gini. Ringan dia. Bobotnya cuman 8,9 gr aja. Jadi enggak berasa nge-pres di kuping. Tetap solid enggak ke mana-mana. Makanya ini mau dipakai sambil lari lompat-lompat itu enggak bakal pas ya. Aman-aman aja. Terus yang suka dengerin musik mungkin pengantar tidur gitu. Ini juga enak sih kalau saya coba-cobain gitu. Misal kita mau nyetel kayak white noise gitu habis itu tidur. Kemungkinan nanti pas kita bangun ni TS masih ada di koping enggak ke belak ke mana-mana. Untuk bahan silikonnya ini halus, enak banget di kuping, tetap enak dipakai dalam kondisi kering maupun basah sekalipun karena dia udah punya sertifikasi IP 57 IP angkanya sebenarnya udah bagus banget untuk sebuah perangkat TWS. Free arc ini bisa dibasah-basahin dan basahnya di sini enggak cuma keringetan aja ya, tapi tetap bisa tahan air pas misalnya kehujanan atau diguyur misal pas lagi olahraga. Nah, ngomong-ngomong soal olahraga, Free Arc ini kan modelnya open ear. Jadi, pas dipakai kita masih bisa mendengar suara-suara di sekitar kita. Jadi kayak sekarang nih saya pakai ya, saya masih bisa dengar suara saya ngomong dengan sangat baik. Ada anak bocah main bola di depan rumah juga saya masih bisa dengar. Jadi kita tetap aware dan bukan yang model kedap. Minimal kalau misalnya kita lagi lari, lagi jalan, dipanggil tuh masih bisa nengok, masih kedengaran. Buat yang ragu sama kualitas audio karena dia kan modelnya open ear nih ya. Free arc sebenarnya melebihi ekspektasi saya. Emang kuping saya bukan yang standar super tinggi ya, tapi menurut saya udah enak banget nih suaranya. Dia punya driver yang besar. Bahkan Huawei bilang ini adalah yang terbesar di segmen produknya. Suaranya jernih dengan mid yang cukup dominan. Clarity-nya juga bagus. Bassnya ada mungkin memang tidak sedalam sepci TWST TWWS yang in ear yang masuk ke dalam kuping. Tapi kalau dibandingkan dengan beberapa open ear yang pernah saya cobain apalagi yang bentuknya kayak gini, ini sebenarnya udah bagus banget. Kalau dirasa perlu, equalizer tentunya tetap ada. Bisa diganti-ganti, bisa di-setting lewat aplikasi namanya Huawei AI Live. Ada beberapa pilihan di sini, termasuk bisa kita custom sendiri. Dan by the way, aplikasi ini tersedia di berbagai platform. Jadi enggak cuma bisa kita pakai dengan produknya Huawei doang, tapi kita bisa pakai pada device Android atau iOS. Kodex yang dipakai di sini adalah AAC dan SBC. Sebenarnya udah cukup standar di kelasnya. Terus free arc juga udah support dengan dual connection. Jadi bisa pindah-pindah lebih seess dan mudah selama pemakaiannya. Jadi misalnya kita pakai dua device itu dia bisa pindah-pindah dengan sangat gampang. Suara Tes ini saya notice juga enggak bocor loh. Jadi saat kita nyetel musik atau teleponan, audionya tuh enggak kedengaran sama orang-orang di sekitar termasuk sama yang di sebelah. Mungkin yang sebelah bisa dengar sedikit-sedikit tipis-tipis kayak alunan musik. Tapi kalau sampai dia bisa dengar liriknya suara segala macam itu enggak. Jadi enggak perlu khawatir orang lain bisa nguping playlist atau dengerin obrolan kita pas lagi teleponan. Oh ya, buat pakai teleponan ini menurut saya tangkapan mikrofonnya juga udah oke ya. Jadi, Huawei mendesain free arc ini untuk bisa mengurangi gangguan ketika ada angin dan juga meminimalisir noise ketika berada di tempat yang ramai. Ini tuh berkat dua mic yang dipasang di samping dan hasilnya menurut saya udah cukup impresif untuk sebuah TWS open air seperti sekarang. Emang kalau pas ada noise yang kencang suara kita tuh akan terdengar agak robotik ya, tapi masih kedengaran dengan baik. Sebenarnya jauh lebih bagus dibanding ketibaan suara lain dan malah enggak kedengaran sama sekali. Oke, jadi sekarang ini nyobain mikrofonnya Huawei Free Art. Tempat yang lagi lumayan berangin. Jadi di sekitar saya ini lagi cukup kencang ya. Jadi kita bisa dengar gimana resistensi mikrofonnya ketika kita ngomong di tempat yang anginnya lagi lumayan kencang. ya, apakah akan terganggu dan distorsi atau segala macam. Nah, nih langsung bisa didengar sampelnya pas banget ya. Kelihatan kan? Nah, itu dia suaranya kayak gini. Oke atau enggak pendapat keren di bawah dan habisnya kita coba mikrofonnya di tempat yang lebih tenang. Kalau tadi kita sudah cobain mikrofonnya pas di luar yang ada angin-angin, sekarang saya pindah ke dalam studio ya. Untuk testing mikropodnya simulasinya kalau misalnya kita gunakan si PO free art di dalam ruangan yang tidak berisik misalnya ya terkontrol dalam kantor ya kita pengin pakai TWS yang nyaman aja gitu enggak sakit di kuping segala macam bisa juga tetap berdengar sekitar pas kita lagi dipanggilan segala macam. Nah, ini dia POSS mikrofon dari Huawei VR. Menurut kalian gimana? Oke enggak? Tulis aja pendapat kalian di bawah. Terus untuk bagian baterai ini juga menurut saya udah awet. sekali charge saya itu bisa pakai ini up to 6 jam dari klaimnya Huawei itu 7 jam kalau dipakai secara terus-menerus. Belum lagi ditambah sama kapasitas ngecas dari casing-nya yang Huawei bilang bisa nambah sampai 28 jam. Bagus banget ya. Karena buat saya yang sehari palingan pakai TOS itu sekitar sejam. Itu artinya untuk ngabisin semua baterai dari yang ada di casing sama yang udah ada di TWS-nya yang full charge itu udah bisa sampai sebulan sebulan sekali ngecas. Udah bagus banget. Sayanya sekarang udah pakai 2 mingguan belum pernah saya colokin lagi ini ke charger karena baterai masih ada banget. Kalaupun entar misalnya kita lupa ngecas gitu karena saking kelamaan gitu enggak ngecas itu cuma butuh 10 menit charge udah bisa dipakai selama 3 jam. Overall kalau buat saya sih experience ngedengerin audio pakai produk ini menyenangkan dan pelan-pelan mulai menjadi TWS yang memang saya gunakan sehari-hari. Suaranya enak, fittingnya nyaman, baterainya awet banget, dan koneksi universal. Ini penting banget ke berbagai platform OS smartphone kita atau tablet atau apapun. Paling sedikit catatan atau mungkin lebih tepatnya reminder kali ya. Kalau ini adalah TWS open ear ya. TWS open ya itu artinya di sini tidak ada fitur seperti ANC, active noise cancelling, cancellation dan segala macamnya untuk suara kedap. Bakal kurang pas kalau menurut saya buat yang mencari atau butuh kesunyian gitu ya. Contoh kayak lagi di pesawat pas penerbangan atau gym yang musiknya rame tapi kita enggak suka ya itu tetap bakal kedengaran enggak bisa kita hilangkan. Sisanya sih kalau menurut saya udah aman banget. Apalagi kalau emang kebutuhannya itu nyari TWS open ear dan mau dipakai sambil olahraga plus nyari yang suaranya bagus. Ini menurut saya layak banget untuk dipertimbangkan si Huawei Free AR. Untuk pembeliannya, linknya segala macam. Untuk informasi promonya juga udah saya taruh di kolom deskripsi di bawah. Jadi kalau emang berminat langsung aja cek di bawah. Sekarang K dulu buat video kali ini. Makasih banyak nonton sampai habis Putamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya dan seperti biasa have a nice day.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Huawei

Hubungkan inspirasi, sinergikan produktivitas dengan ekosistem digital HUAWEI Indonesia. Temukan smartphone premium, tablet, laptop, dan wearable canggih di sini.