Nyicip GPU "Entry Level" 2025! - Lenovo LOQ 15 (RTX 5050) (YouTube Video)
Laptop-laptop dengan GPU gaming entry level terbaru Nvidia RTX 5050 akhirnya udah dijual resmi di Indo. Masalahnya harganya ini agak kurang entry level. Saat video ini dibuat, Lenovo Log adalah pilihan mesin gaming dengan RTX 5050 yang paling ramah kantong. Agak mengejutkan ya, karena harganya 17 juta lebih dikit yang berarti hampir semua opsi RTX 5050 lainnya R juta lebih. Artinya apa? Well, terima aja tiap generasi GPU sekarang makin menguras kantong. Tapi apakah performa grafis yang bisa didapatkan setimpa? Kita rekap kilat dulu bentar soal wujud fisik dan fitur-fitur LCK f. Jika kalian sebelumnya familiar dengan Legion 5 Series tahun 2021 ke bawah, ini desainnya sangat mirip sebagai laptop yang low profile dan kami sangat suka. Sisi punggung terbuat dari aluminium polos dan terasa solid. Posisi angsel di atas body membuat ruang port dan ventilasi di pantat jadi maksimal. Again, penempatan port di belakang ini ideal buat setup di meja biar kelihatan rapi. Ini laptop gaming yang nyaman dipakai buat kaum content creator karena desainnya yang simpel dan layar 100% sRGB. Yap, ini panel IPS full HD, tapi memang masih sebatas 144 Hz di mana banyak opsi 17 jutaan lain sekarang udah 165 bahkan 180 Hz dengan rasio 16 b. Meski enggak ada login biometrik, webcam-nya oke udah 5 megapel. Layout port mencakup satu USBC 3.2 gen 2 support charging PD 100 watt dan DP webcam kill switch combo audio jack dan 1 USB A 3.2 di sisi kanan. Sisanya ada di belakang yaitu dua lagi USB A 3.2, HDMI 2.1, Land port, dan charging port kotak tanpa menyisakan apa-apa di sebelah kiri. Oke, saatnya kita lanjut soal prosesor dan pendampingnya. Prosesornya sendiri sama sekali tidak menarik sebuah core i5 Gen 13 seri HX yang enggak lebih kencang dibanding laptop-laptop yang lebih murah 3 sampai 4 jutaan. Yang mau kita bahas adalah RTX 5050 Mobile Conon GPU gaming dalam tanda kutip entry level generasi blackwell keluaran 2025. Sekilas 5050 ini punya jumlah kuda core yang sama dengan 4050 yaitu 2560. Perbedaan utama justru V RAM 8 gig GDDR7 dan memori bass 128 bit yang lebih gede. Secara teori jika dipadukan TDP yang cukup performanya bisa mendekati RTX 3070 atau RTX 4060 laptop. Nah, tapi perlu diingat senjata utama generasi Blackwell ini bukan peningkatan raw performance, namun fitur DLSS4 dan multifame generation yang pernah kita bahas di review MSI Factor RTX 5070 Ti. Yang perlu dicatat, saat ini di old kita cuma dikasih opsi RAM 12 gig single channel, so jangan lupa nambah sendiri. Optimalnya 24 gig dual channel. SSD pun ada dua slot NVM Gen 4. Satunya udah KC 512 gig. Perihal CPU rasanya enggak usah kita bahas lagi karena ini sekedar core i5 Gen 13 seri HX. Namun power limit mentok di kisaran 100 watt yang enggak lebih gede dari Core i7 seri H. Jadi performa 1112 sama Core i7 13620H lebih rendah dibanding i7 12700H yang jadi standar laptop gaming tahun 2022-2023. Again, sebagian besar workload gaming profesional dan content creator saat ini lebih beban ke GPU. Jadi langsung aja kita lihat seberapa oke dibanding pendahulunya. Nah, di Blender dan Premiere Pro somehow kita belum lihat ada peningkatan signifikan dibanding RTX 4050 full power. Di 3D Mark pun kita bisa lihat bahwa 5050 di sini enggak beda jauh kok sama RTX 4050. Secara raw power hanya nambah skor 1000-an di benchmark di X12 Spy. Tapi asal implementasi di gameennya bagus dan at least bisa jalan di 60 fps, keberadaan di LSS4 multiframe generation bisa banget maksimalin layar refresh rate tinggi. Seperti yang kami coba di Stellar Blade. Tentu kalau multif frame generation di atas empat kali bakal ada issue input lag dan ghosting di beberapa skenario. Tapi frame generation biasa alias dua kali hingga empat kali udah cukup bagus. Terlebih layarnya ini sebatas full HD. Jika kalian main game yang ggak pakai DLSS multifame generation, rasanya belum perlu-perlu amat upgrade dari RTX 4050 bahkan 3060. Mengingat combine sistem power maksimal dari 170 watt sesuai adapter yang dikasih? Wajar kalau laptop ini hanya menyediakan dua exha port yang ngarah ke belakang tanpa tambahan exha port ke samping. Suhu di keyboard bisa agak hanget tapi masih normal lah, enggak terlalu panas dan lulus stress test. Keyboard Lenovo belasan juta so far gak pernah ngecewain. Key travel cukup, ada backit RGB 4 zona, ada pad, shortcut media control, dan enggak kalah penting tombol panah luas. Soal input jadi nyaman. Kualitas speaker not bad tapi enggak senendang Legion series pastinya. Daya tahan baterai agak singkat di 4,5 jam. Enggak heran soalnya pakai prosesor Intel seri HX. Untungnya bisa dicas via USBC 65 up to 100 watt. Oke, pertanyaannya apakah RTX 5050 saat ini adalah upgrade yang worth it kondisi driver saat ini dan harga barang yang ada di pasaran? Rasanya agak kurang. Gini aja, Lenovo saat ini jual lock 15 yang basically sama persis tapi pakai Core i7 seri HX dan RTX 4060 yang sedikit lebih kencang di harga Rp7 jutaan juga. Like soal raw power grafis, mending sekalian RTX4060 dong. sama-sama support di LSS dan FG, cuma enggak multifame generation aja. Andai RTX 5050 bisa dijual di harga yang sama kayak RTX 450 di pasaran sekarang, yaitu lebih murah Rp2 juta, Rp3 juta, enggak usah ditanya, udah pasti laku ya. Semoga Koko Jensen Huang bisa lebih dermawan ngasih harga karena aneh juga ya. Masih sama-sama proses di SMC 4N. Jumlah kuda core juga masih sama kayak RTX 4050, tapi naik harganya hmm lumayan. Itu aja dari kami. Mendang mending dipersilakan. Kue Mike stay tune. See you di video berikutnya. [Musik]
