NYOBAIN AION V: KEMBARAN MOBIL LISTRIK TOYOTA! (YouTube Video)
Oke, kembali lagi di vlog Ridu Hanif ya. Ya, ini adalah mobil yang sangat amat menarik ya. Karena kalian tahu Avanza dan Xenia ya, satu mobil jadi dua merek ya, satu Toyota, satu Dehatsu namanya Avanza, namanya Xenia. Nah, mobil ini dia juga sama kayak Avanza Xenia. Jadi kalau di Cina sana dia punya kembaran namanya Toyota BZ3X yang sebenarnya secara platform, engine, baterai, dan kawan-kawan itu semuanya punyanya GAC ION ya. Dan ketika BZ3X keluar di sana itu ludes, laris manis Tanjung Kimpul ya. Kalau enggak salah berapa ribu unit dalam beberapa jam doang ya. Jadi mobil ini dikasih nama BZ3X. Mukanya diganti Toyota, belakangnya diganti Toyota. Interiornya dibedain dikit ya. Ya, versi Toyota. Feature segala macam semuanya sama, kecuali untuk market Indonesia dia enggak ada sensor lidarnya di atas. Laku mobilnya. Gue tuh langsung kayak kepikiran ini mobil kalau misalkan dijual di Indonesia dengan nama Toyota BZ3X dan harganya lebih mahal R jutaan dibandingkan dengan ION V gua rasa itu bakal laris manis ya karena ya brand itu sangat berpengaruh tapi inilah dia IONV jadi buat teman-teman yang masih ragu gitu kan ah awet enggak nih apa segala macam ini ada versi Toyotanya bos oke long story short-nya seperti itu. Dan buat teman-teman yang penasaran dengan BZ3X waktu di Cina kita bikin video seperti apa ya bisa langsung dicek di deskripsi. Ee yang upload ini tolong dimasukin ya. Awas L jangan sampai enggak masuk nanti pada protes ya. Jadi IONV ini kebetulan kita pinjam sama dealer dari Jogja ya. Jadi ION itu enggak cuma dari Jakarta, di Jogja juga ada. Jadi buat teman-teman yang ada di Jogja atau sekitarnya kayak di Magelang, Klaten, dan kawan-kawannya mau beli ion enggak perlu khawatir karena di Jogja ada showroom-nya ya. mendekat bunyi. Dan uniknya adalah mobil ini ya dijual dengan harga 489 untuk yang luxury dan 449 untuk versi yang eksklusif. Bedanya sekitar Rp40 juta. Kalian dapat range yang lebih panjang yang ini karena baterainya 75 kWh jadi bisa sampai 602 km. Terus kalau yang tipe bawahnya yang 449 itu sampai 505 tapi dalam bentuk NEDC ya, bukan WLTP. Kalau 505 WLTP-nya mungkin sekitar 430 atau 420 kil ya. sama kurang lebih kayak Omoda i5. Omoda i5 tuh dia ngasih dua sekaligus, ada WLTP-nya sama NEDC-nya ya. Kalau yang 600 mungkin sekitar 500 lah kali ya, 520 kilo mungkin. Jadi itu udah lebih dari cukup ya. Ini kuncinya kita pegang jadi kita mendekat keluar bunyi terus. Dan ini mobil ya kalau kita lihat mungkin di foto biasa aja ya gedenya kalau lihat aslinya gede banget. Gua enggak ngerti ya. Ion tuh kalau bikin mobil gede-gede banget. Hyightech HT lah, inilah ION Y Plus lah. Ini panjangnya 4,6 m lebih ya. Jadi kalau misalkan kita bandingin sama let's say Nissan Serena Stapwegen ya itu mirip-mirip panjangnya. Lebarnya 1865. Jadi dia lebih lebar sedikit dibanding apa? Toyota Alpard. Gede sekali dan kalau kita lihat nih ya, dia tuh kayak form faktornya tuh bukan SUV. Dia tuh kayak eh MPV yang bisa sampai ke bawah gitu loh. Sama gua sebenarnya agak bingung sama desainnya ya. katanya dia ngambil dari T-Rex Dinosaurus gitu kan versi robot-robotannya ya. Cuma gua enggak ngerti dia tuh mau kelihatan futuristik kah, mau kelihatan ee SUV e yang raugget kah, mau kelihatan seperti mobil yang sporty kah ee atau mobil yang retro kah. Ini tuh desainnya tuh kayak nanggung. Ini sebenarnya mau mau kelihatan kayak gimana sih? Tapi kalau gua lihat ya, dia kayak ala-ala SUV gitu. sama ini agak sedikit ganggu sih, kenapa enggak dibikin sewarna body nih kamera depan yang buat 360-nya ya. Iya. Nih kenapa ada kumis Hitlernya gitu ya. Tapi secara overall desainnya enggak jelek tapi bagus juga buat gua sih enggak ya. Jadi kayak ya agak kentang gitulah. Tapi lagi-lagi desain tuh soal selera. Terus ini lampunya ini projecttornya tuh lucu. Dia panjang ke samping sama dia kayak ada dua cakaran seperti ini buat LED positioning lamp-nya. Terus ke samping dia tuh pelegnya gede. Mobil dengan harga segini dapat peleg 19 inci ya. Dan dia bawannya pakai Maxis ya. Ukurannya 22545 R19. Terus suspensi depannya dia Mcerson sama di samping sini. Nah, ini body clingnya itu sebenarnya rata dia dan warnanya itu black glossy. Nah, di bagian sini tuh kayak ada sedikit aksen ini. Kayaknya kalau di versi yang di Cinanya ini ada kamera lagi nih buat autonomo driving-nya. Cuma kalau versi Indonesia enggak ada ya. Ke samping dia punya ru rail ya. Ini aluminium beneran bisa dipakai ya. Jadi langsung ditambahin aja sesuatu di sini. Terus ke samping ini kalau kita lihat ya bagian sininya kan gede ya. Kayak dia tuh bisa jadi seven seater enggak sih? Yuk. ke belakang. Bisa kita lihat desainnya ya. Seperti inilah ya. Jadi sebenarnya tuh kalau secara proporsi dia kayak wagon ya. Oke, kita buka. Nah, bagasinya gede. Dan enggak cuma gede ya, di bawah ini kita masih dapat lagi. Ini besar banget. Coba ke sini, Vif. Dan ini bagus nih. Di belakang kita dapat ban serep. Nah, ini cakep nih. Meskipun ban serpnya space saver ya, cuma ini bagus banget karena kebanyakan mobil listrik itu enggak ada ban serepnya. Terus yang menarik juga ya, jadi kursi belakang itu bisa direbahin sampai rebah banget. Tapi yang menarik adalah mekanismenya karena di sini nih sebelah kanan kiri sini coba mendekat ya. Di sini tuh ada switch ya, tuas bisa kita tekan buat jadi maju seperti ini. Nah, jadi mekanisme recline-nya ini tuh kayak ada e dudukan buat sandaran kursi. Nah, kalau kita mau bikin rebah, mau bikin tegak dari sini. Jadi, di sini ada tuas nih ya. Nah, kalau kita tarik, nah, ini bisa kita geser-geser. Cerdas nih. Jadi dia enggak perlu bikin exsel di sini ya, tapi bikin engselnya justru di bagian pilarnya. Ini lucu nih. Jadi, kalau misalkan kita duduk di belakang pengen rebah banget ya bisa nih kita ini ya. Nah. ini bisa jadi rebah banget. Dan kalau misalkan kita pengin bikin rata lantai bisa juga tuh langsung dia rata lantai. Jadi dia naruh batrik lainnya itu di dudukannya ini di sini nih. Ini lucu nih bukan ditaruh di eel di bagian ee persipakan kursinya gitu. Lucu. Nah, ini harga Jogja nih ya 459 sama 499 dan kalau twoon itu nambah lagi R5 juta. Sebelum kita masuk kita pengen lihat kap mesinnya dulu. Nah, sekarang kita buka bagian depannya ya. Taruh di sini. Nah, di sini tuh ada tempat tapi kalau dibuka itu bukan storage. Ini ada radiator ya, sama ada aki di sebelah kanan. Terus ada ini kayaknya buat rem ya. Iya, ini buat rem di sini. Jadi sebenarnya kalau gua lihat ya, dia tuh masih ada space buat naruh-naruh barang. Cuma sayangnya sama si ION ini enggak didesain rapi biar kita bisa naruh barang di depan. Sayang sekali dengan ini mungkin kalau ada yang bisa bikin aksesoris tambahannya ya. Ini harusnya bisa jadi tempat naruh barang. Terus ya kalau kita lihat ya bagian cup depannya itu rapi sekali bahkan ini lihat dong kapnya itu dicatnya rapi sampai dikasih cover kayak begini nih. Cakep. Biasanya kalau misalkan mobil yang depannya itu bisa ada storage ya, itu dikasih hidrolik. Nah, karena ini gak ada storage-nya enggak dikasih hidrolik sama dia. Dan ngomong-ngomong soal mesin ya, dia punya mesin listrik di depan. Jadi dia FWD ya, tenaganya 203 PS untuk tipe yang kita pinjam ini. Dan torsinya 240 Nm. Untuk semua mobil listrik itu sebenarnya enggak gede-gede amat, tapi udah lebih dari cukup. Bahkan saking cukupnya itu seringkiali kita ngegas dikit aja dia udah spin. Yuk, sekarang kita masuk ke dalam dari tengah dulu. Nah, seperti yang gua bilang, mobil ini kan panjang sekali. Terus kursi tengahnya ini, ini juga gede. Tuh, leg room-nya, head room-nya gede banget. Terus kalau misalkan kita kerasa ini terlalu rebah. Ini paling rebahnya nih. Ini rebahnya kayak tahu enggak? Kayak apa? Kayak naik ionic 5 kayak Ionic 5. Segede gini belakangnya. Rebahnya juga bisa serebah ini. Cuma tengahnya enggak bisa maju mundur ya. Nah, kita dapat amres gede ya. Tangan taruh sebelah kanan, sebelah kiri. Aduh, enak ya. Dan mobil ini juga punya kursi yang empuk ya. Jadi kalau misalkan kita duduk gitu ya, ini tuh nyaman sekali kursinya enak gitu. Nah, di atas ada panoramic roof-nya tapi enggak ada sunroof-nya. Jadi enggak bisa dibuka. Cuma bisa dibuka begini aja ya. Ada lampu sebelah kanan. Nah, ini tombolnya tombol beneran nih bukan kapasitif. Jadi gua senang sama yang gua suka adalah desain interiornya itu juga dipikirin benar sama nih mobil. Lihat dong door trim-nya ini mewah sekali ya. Jahit-jahitannya bagus, bahan-bahannya juga bagus. Ya, di sini ada chrome tapi kayak black chrom gitu termasuk juga ke bagian handle pintunya. Nah, terus dia punya AC itu taruhnya di pilar Ban tengah sini. Kenapa? Karena ini kalau kita lihat dia tuh ada controller buat kulkas di sini. Dan dia tuh enggak cuma buat kulkas, dia bisa buat freezer, bisa minus 15 derajat celcius ya, dan bisa jadi manas juga. Nah, kalau misalkan kalian lagi jalan itu bisa buat taruh-taruh minuman atau nih buat ibu-ibu yang masih menyusui ya kan mau pamping bingung ditaruh mana ya daripada tambah tempat-tempat lagi bisa ditaruh di sini aja ya. Dan menariknya lagi juga kalau kita keluar dari mobil mesinnya mati kita ada kunci dia masih bisa beroperasi secara normal sampai beberapa persen baterainya baru dia mati gitu. Jadi ini bagus banget ya. Dan kalau adza di Xpeng gitu udah biasa ya udah kayak gituan. Nah tapi ini di mobil under Rp500 juta ada ginian itu keren. Nah terus juga untuk yang tipe luxury kita dapat kursi. Eh meja kursi. Astagfirullah. Dan mejanya juga bagus nih. Tuh dia kulitnya seperti ini ya atasnya. E terus juga chrom-krumannya pakai black chrom lagi. Baguslah ini mobil detail-detailnya tuh cakep banget gitu. Yuk sekarang kita ke depan. Oke sekarang kita masuk ke dalam interiornya ya. Dia sudah eh easy entry sama easy exit ya. Jadi kalau kita masuk dia akan maju kursinya termasuk yang sebelah kiri bukan yang sebelah kanan doang. Dan ya interiornya bagus. Gua suka buat kulit-nya bagus ya kan. Terus juga kulitnya juga empuk ya sampai ke sebelah kanan sini. Door trim-nya gua suka banget ya. Handle pintunya dia unik bentuknya seperti ini tuh bukanya ya tutup lagi ya. Pokoknya kalau untuk desain gua suka ini mungkin untuk mobil under Rp500 juta ini kayaknya yang paling bagus ya. Yang tengahnya juga enggak goyang-goyang solid. Terus ini sayangnya si kulkas ini bukanya itu cuma bisa dari sebelah kanan doang. Dari sebelah kiri enggak bisa. Persis kayak ini ya Innova Zenix ya. Wah beku coy. Jadi es di pinggirannya. Nah. Nah ini kalau kita mau kontrol kulkas ini bisa dari belakang sama dari depan. Nih, coba mendekat vi. Yuk. Ini kita ke sini. Nah, ke mananya ya? Bentar, lupa gua. Nah, di sini nih running modenya disable, heating, refrigerate atau freezing. Freezing ini bikin jadi batu, es batu. Refigation ini buat jadi kulkas biasa bisa 7 derajat celcius sampai 20 derajat celcius bisa diatur di sini ya. Dan bisa dibikin continuous working after driver leaving car. Ini yang gua bilang tadi. Kalau misalkan kita keluar dari mobil, kita kunci mobilnya, dia masih bekerja sampai 10%. Kalau di bawah 10% dia akan otomatis mati. Nah, habis sampai 24 jam atau bisa kita setting jadi unlimited duration ya. Dan ada chart lock-nya juga. Jadi kalau misalkan e kita pencet ini belakangnya itu enggak bisa dipencet-pencet gitu. Nah, sisanya ada aksesoris, ada wireless. Nah, terus di sini ada juga air conditioner, ada air conditioner shelf crying. Eh, intinya adalah kalau misalkan kita keluar dari mobil, AC-nya tuh akan ubah ke mode dry buat ngeringin interior, ya. Ini gua nyalain aja. Bagus nih, karena bisa bikin interior kita jadi enggak lembab. Ya, wipernya di sini walaupun ada tombol di sini juga ya, TWAS-nya. Nah, terus ada sasis power ya, auto hold ESC, IPB-nya di sini. Driving energy consumption-nya, driving modenya pakai comfort, sport, power, safe, energy recovery-nya pakai yanging, pakai yang close saja. Oke, Adigo Smart Driving-nya. Oke, Smart Cabin ya. Ini bisa ngatur kursinya dari sini ya. Rear view mirrornya juga bisa diatur. Jadi buat ngatur spion kiri kanan itu dari tombol setir ya. Ini agak sedikit mengganggu tapi ya udahlah ya. Banyak yang kayak gini sekarang. Dan buat ngelipatnya juga dari layar ya. Ventilated and heat-nya juga dari sini. Seat massage-nya juga dari sini juga ada gitu. Jadi dia kursi depannya itu ada penghangat, pendingin, sama kursi pijet juga udah ada. Lightning-nya bisa diatur juga dari sini ya. Switch control. Nah, ini kayak Tesla-tesla nih. Bisa ngebuka tutup semuanya dari sini. Tapi yang gua gak suka dari ion itu interface-nya itu gak dibikin mudah ya. Kayak misalkan dia gak ada swipe dari atas sini terus keluar menu-menunya enggak. Dia adanya di sini tombolnya enggak terlalu besar. Jadi kalau misalkan kita lagi jalan dan kita enggak hafal itu kita mesti cek dulu ini apa sih ini comfort sport atau apa. Kita mau ngatur kursi apa segala macam itu. Kita mesti baca dulu gitu karena ya ini tuh enggak terlalu mudah gitu. Sedangkan kalau kita swap dari atas tombolnya gede-gede, seringkiali kita udah hafal, kita langsung pencet aja. Begitu pula dengan buka kunci pintunya juga dari sini ya, dari layar. Mau ngunci dan kawan-kawan dari layar. Kamera 360-nya juga ada di sini ya. Bagus kameranya ya. Atau misalkan kita mau atur volume itu masih ke sini dulu baru pilih dulu nih media navigasi yang mana nih. Jadi agak repot. Nah, kalau misalkan kita sebagai driver ya udah dari ini aja dari setir aja sih. Cuma itulah maksudnya. Enggak apa-apa pakai touch screen ya, semuanya layar gede dan kawan-kawan. Cuma bok ya dikasih sedikit tombol gitu sama sekali enggak dikasih tombol. Sebelah kanan kosong, sini kosong. Enggak ada tombol ya. Jadi ya seperti mobil sekarang semuanya dibikin ke Tesla-teslaan. Nah, di atas ada Nah, kaca ya sama lampunya. Ini kita taruh ey-nya di situ ya. Kita buka di sini juga sama. Bagus. Even buat buka tutup panoramiknya aja itu harus dari sini. Yang mana ya? Oh, ini nih. Close-nya di sini. Jadi semuanya dari tombol itu yang mobilnya udah bagus gitu ya. Cuma kenapa interface-nya kurang intuitif menurut gua. UI-nya masih enggak sebagus itu. Ayo kita mulai jalan-jalan. Cuma ini kenapa gelap banget ya kaca filmnya ya? Ini kaca udah double glass ya. Jadi emang mobil ini tuh kalau ngomongin soal kemewahan di harga segini sih masuk ke dalam interiornya ya, perdaman kabinnya. Tapi yang paling gua suka dari mobil ini itu di bentar. Nah, kan pas dipencet malah digeser gitu. Yang paling gua suka itu di mobil ini adalah suspensinya ya. Jadi di mobil ya. Kemarin kita baru nyoba ionuty. Ionut itu lebih baru dibandingkan dengan ini artinya didevelop terakhir. Harusnya mobil develop terakhir itu harusnya yang paling sempurna, paling bagus. Cuman di mobil ini ya justru menurut gua yang dievelopnya paling matang itu adalah ION V. Karena suspensinya ini paling enak ya suspensi depan. suspensi belakang ya. Kalau yang ion UT sama HEG itu kadang-kadang suka agak mantul-mantul gitu ya. Yang ini pas banget. Suspensi depannya, suspensi belakangnya enak. Mau kita bawa jalan jelek, jalan gelombang ya, terus juga di jalan kencang juga. Ini mobil suspensinya juara sih menurut gua yang jadi nilai jual dari mobil ini tuh bukan kemewahannya, tapi justru suspensinya. Mungkin ini mobil under R00 juta yang suspensinya paling nyaman ya dibandingkan dengan yang lain tuh ya. Enak ya. Cuma ini yang kita pinjam ini ee dia 33 PSI ee tekanan bannya dan ini semuanya nyala ya dibilangnya kurang. Mungkin kita harus lihat dulu di sini dia minimalnya berapa sih. Karena TPMS-nya menurut mereka ini kita kurang gitu. Terus yang gua agak kaget steeringnya. Seteringnya juga enggak seperti mobil listrik dari Tiongkok. Dia setirnya masih ada bobotnya berat. Ini padahal kita pakainya Comfort ya, bukan yang sport ya. Eh, pas gitu bobotnya. Jadi buat kita jalan, buat kita belok, presisinya bagus, handlingnya juga bagus. Ya emang enggak rasanya enggak gokard feel sih, tapi gua enggak nyangka aja sih. Terata steringnya bagus gitu. Ada feelnya, ada rasanya gitu. Enggak kayak mobil-mobil mobil zaman sekarang tuh, terutama mobil dari Twok tu biasanya kan agak-agak mati rasa setirnya ya. Ini masih ada rasanya gitu. Mau belok kita ketengahin lagi itu juga rasanya natural. Lucu nih mobil kok. Pas gua coba even dibandingkan dengan Hightech ya ini apa jangan-jangan Toyota ikut nge-develop ini mobil ya buat ngasih handling yang bisa bagus seperti ini. Tapi tetap masih ada rasa ionnya. Apa itu? di pedal-pedalnya. Jadi, pedal remnya itu kalau kita ngeremnya pelan itu rasanya enak gitu ya, bisa gradual. Tiba-tiba kita nginjak 10%, 20%, 30% masih oke. Pas ke 40% kita agak dalam nguk gitu tiba-tiba kencang gitu. Itu tuh masih ada tuh dari ion UT eh ion V ya dan pedal gasnya itu juga sama sensitifnya. Jadi buat di mobil ini kita nginjak pedal gas itu dikit aja. Enggak usah kenceng-kenceng ya. Kita injak dikit dia udah larinya tuh kayak wus gitu. Enggak kayak kereta cepat sih ya. Dan beberapa kali kita lagi belok nih kan misalkan kita lagi keluar dari jalan. Nah, terus kita ngegasnya santai. Tapi karena dia posisinya belok gitu ya, dia ngepot bannya. Maksudnya kita ngegasnya santai loh. Di mode comfort loh. Harusnya kan kalau mode comfort itu kita nginjak pedal gas sedikit ya dia sedikit aja gitu. Majunya tuh gradual tuh kan rasa kan ini gua ng-rem ya tapi kayak jeduk gitu. Ini sih menurut gua fan tuning di rem di pedal gasnya itu harus diperbaiki sih. mungkin bisa lewat software update atau semacamnya ya karena ya terlalu sensitif untuk e sebuah mode comfort itu kalau mode sport ya sesensitif ini okelah dan kalau kita masuk ke mode sport ya dia jadi lebih laju lagi nih kayak contohnya nih kita di ah entar wi kita di comfort gitu ya ini touch screen-nya kadang-kadang suka enggak kepencet malah kegeser. Oke, yuk kita belok, kita gas. Oh, lagi enggak harus beloknya agak patah gitu ya. Kita belok patah, pas kita mau keluar dari jalan, kita gas, dia kik lah. Ee seringkiali terjadi seperti itu gitu. Jadi kalau misalkan dia pedal gasnya dibikin lebih halus ya atau mungkin kitanya harus dibiasakan dengan mobil ini dibikin lebih halus lagi. Tapi kalau soal performance ya kan untuk sebuah mobil listrik 204 HP itu sebenarnya enggak gede-gede banget gitu. Tapi untuk sebuah mobil bensin itu gede banget. 0 ke 100-nya dapat diraih hanya dalam waktu 8 detik saja. Kencang ya. Tapi untuk mobil listrik itu biasa. Biasanya bisa di 6 detik 7 detikan. Tapi itu sudah lebih dari cukup gitu. Karena kalau misalkan dikasih motor listrik yang lebih gede, otomatis baterainya juga akan terpengaruh gitu. Range-nya mungkin enggak bisa sampai 602 km menurut NEDC ya. Dan perdaman kabin suara kolong dari mobil ini, ini juga suaranya halus ya. Eh, l keeping assisnya dia akan otomatis nyala. Jadi kita line departurasisnya harus matiin secara manual ya. Dan kalau kita matinnya itu harus pencet oke lagi. Kita harus nengok dikit. Dan seringkiali kalau kita pencet sesuatu kadang-kadang e malah kepencet geser gitu. Padahal udah kita copot nih ininya nih. Oke, lanjut. Dia sudah ada Apple CarPlay ya secara wireless, tapi Android Autonya belum ada. Gua enggak tahu kenapa. Terus juga speedometer di depan sini itu sangat membantu ya. Kita bisa atur seperti apa tampilannya ee lewat tombol di sini. Nah, kalau kita pencet yang sebelah kiri nanti dia berubah jadi e audio. Terus ini ada berapa kilometer kita berjalan, ya. Total mileage-nya baru 8.300. Ternyata masih baru sekali. Terus dia juga ada adasnya ditaruh sini ya. Ya, so far ini mobil menyenangkan sekali ya ketika dipakai jalan terutama di jalan di tol ya. Adasnya juga bagus ya. Ini seandainya aja ya mobil ini dibikin jadi seven seater gitu ya kan karena udah ada 4,6 m ini pasti bakal laris manis. Terus gua juga suka sama audionya ya. Eh, audionya bagus, suaranya lebih merata ya. Even dibandingin dengan Hypetech ya. Hyightech suaranya juga bagus, tapi entah kenapa kayak ini lebih pas di kuping gua. Dan ciri khasnya Htech itu ya dia tuh cuma bisa diatur natural sound, vocal booster, mega bass gitu ya. Enggak bisa diatur bass middle eh trable-nya tuh enggak bisa gitu. Enggak bisa jadi manual. Tapi dibandingkan dengan Hightech ion UT, menurut gua ini audionya yang paling pas sama kuping gua sih. Dan best listening position-nya ada di driver di sini dibandingkan yang tengah, gua lebih suka yang sebelah kanan ya. Nice sih. Jadi mobil yang kalau lu beli cuma tinggal pasang kaca film aja. Terutama di bagian atas ini ya, dia tutupannya itu ee menurut gua masih agak panas. Jadi dia lembaran kainnya itu dia sama kayak ion UT. Jadi kalau misalkan kalian beli mobil ini, ini sebaiknya kaca atasnya dikasih kaca film. Dan ternyata ini juga sudah pakai kaca film ya, tapi masih agak sedikit panas atau eh tutupannya diganti kali ya sama yang lebih tebal atau apa gitu. Kayak eh Hyundai itu kan Santafe itu kan kalau ketutup enggak tahu ya. Pas dipegang tuh adem gitu enggak enggak ada panas yang masuk gitu. Tah kalau ini tuh plafonnya dipegang tutupannya tuh panas. Jadi saran gua untuk atapnya ini kasih aja kaca film yang mahal sekalian gitu biar panasnya enggak nyampai ke kabin. Karena kalau siang agak lumayan sih. Udah gitu kan AC-nya juga semuanya dari tombol-tombol gini kan. Tapi so far ya ini mobil nyaman banget sih ya. Kayak AON tuh mau bikin mobil keluarga yang nyaman itu semuanya dipetokin sama dia. Dibikin super nyaman semuanya suspensinya nyaman, peredamannya bagus, audionya bagus. Ya, enak sih mobilnya. Cuma itu aja tuh kurang-kurang dikit aja. Seandainya dia punya rem yang lebih bagus, pedal gas yang lebih smooth ya, terus tombolnya lebih banyak. Karena menurut gua masih ada space yang bisa dipakai buat tombol nih di atas tombol ion ini kan kalau misalkan di atas tulisan ion ini. Oh ya, sama untuk storage dia juga enggak ada glove box sebelah kiri. Nah, jadi tengahnya ini kulkas, yang sebelah kirinya itu enggak ada. Jadi kalau kita mau naruh barang cuma bisa ditaruh di bawah sini ya sama ada doorbin yang gede di sebelah kanan ya udah cuma di situ aja sama ada cup holder dua biji jadi untuk kepraktisan gitu enggak terlalu praktis dia. Tapi ya ini mobil ya ini tuh kalau ionnya mau bawa-bawa sama Toyota ya ini tuh jadi kayak tuh Toyota aja mau tuh e nge-rebatch mobilnya Ion gitu loh. Masa masih enggak percaya juga sama mobil Cina ya? Kurang lebih kayak gitulah. Terima kasih telah menonton. Jangan lupa untuk like dan subscribe serta share video ini ke teman-teman kalian. Seranif. Sampai jumpa di video berikutnya.
