NYOBAIN BYD SEALION: SUV PALING KENCANG UNDER 1 MILYAR! (YouTube Video)
Bydc ya. Jadi Klaten itu kota kecil di tengah-tengah Jogja Solo. Tiba-tiba Bydu buka dealer di sini lewat HK Grup. Jadi eh kemarin HK Grup dari Klaten silaturahmi ke kantor terus nanya, "Ada mobil pinjaman enggak?" Ya udah kita akhirnya dipinjamin BYDC Lion. Dan kebetulan kita belum pernah pinjam mobil ini. Dan kalian tahu sendiri kan, BYD tuh enggak pernah minjamin mobil. Pasti dilemparnya ke dealer. Jadi ini pinjaman dari dealer yang biasa dipakai buat test drive juga. Jadi BYDC Lion ini adalah BYD seal versi SUV. Tapi sebenarnya jauh banget bedanya ya. Memang bentuk depannya mirip ya, tapi belakangnya sampingnya beda jauh. Dia yang mirip itu cuma di lampu depannya aja bumpernya mirip-mirip. Tapi sebenarnya bedanya banyak banget gitu. Jadi enggak ada miripnya sama sekali antara BYD dies Seal sama si Lion. Dan mobil ini juga gede banget. Jadi dia panjangnya itu 4,83 m, lebarnya 1,925 m. Jadi kurang lebih mirip-mirip kayak eh Ion Htech ya atau mungkin sama Ionic 5. Tapi ini dia lebih gede lagi. Jadi ini mobil besar sekali. Tapi gua overall suka banget sama desainnya. Desain depannya bagus, sampingnya bagus, belakangnya bagus. secara padu padan pas dan desainnya enggak ada komplain lah. Terus kaki-kaki depannya dia sudah pakai double wish bone. Enggak cuma itu, dia armnya ini aluminium, coy. Kaki-kakinya mahal sekali nih mobil ya. Peleg inci, bannya pakai Micheline Pilot Sport EV ukurannya 24545 R20. Kurang lebih mirip-mirip kayak e Ionic 5. Terus ke samping ya dia ada clading-kadingnya, gagang pintunya model-model mobil sekarang. dipencet baru dia keluar baru bisa kita buka. Terus lingkar dari window-nya ini juga dia pakai black piano. Dia enggak pakai kerum-keruman sama sekali. Kayaknya dari depan ke belakang dia enggak ada chrome-nya ya. Jadi emang desainnya dibikin elegan sampai ke bagian belakang. Gua juga suka sama desain belakangnya. Cakep. Dan ini kebetulan tipe yang paling tinggi ya. Jadi ada tipe performance sama tipe premium. Yang performance itu allw wheel drive. 0 ke 100-nya hanya 4,5 detik saja dan ditulis di sini 4,5s. Ini mobil kencang banget tapi enggak sekencang seal yang sedan. Seal yang sedan 0 ke 100-nya 3,8 ditaruh juga di belakang 3,8. Emang sadis byD ya. Desainnya kayak kupe-kupe gitu cakep ya. Sama di sini ada ducttail kecil ya. Jadi spoiler segala macamnya itu desainnya cakep ya. Gua gak ada komplain sama sekali soal desainnya. depan belakang samping. Cakep banget sih DYD si Lion ini. Terus di bawahnya ini dia kayak ada diffuser ya, cukup ramai. Kalau kita buka bagasinya ada tombol di bagian sini. Nah, bagasinya memang untuk mobil dimensi kayak gini dia enggak gede-gede banget sih. Karena seperti yang kalian lihat dia landai kan belakangnya kan. Nah, terus di bagian bawahnya sini, nah ada under storage yang enggak gede. Ini bisa ditutup juga ya biar lebih rapi. Tapi sepertinya banyak barang. Dan kalau misalkan kita ngerasa ini masih kurang gede, tinggal dikebawahin aja. Nah, dia jadi lebih dalam seperti itu. Dan mobil-mobil Tiongkok ya kalau harga segini tuh udah pasti dikasih yang terbaik. Terbaik. Terbaik. Kayak contoh nih, semuanya dikasih plastik bagus. Di bawahnya lagi dikasih semacam blue sampai ke bawah juga. Terus lihat dong, ini dibikin metal juga dong. Tapi bagian kunciannya enggak ditutup ya. Jadi memang kalau pabrikan Cina udah harga 600700 pasti dikasihnya maksimal deh. Terus lihat nih hook-nya aja itu besinya premium dan bagian opening di sini juga tuh metal coy. Cakep ya. Ada subwoofer gede dari D Audio ya. Sampai ke belakang sini ada speaker juga. Din audio ini emang e premium sekali ya. Di atasnya Bose dia suaranya bagus pasti. Jadi itulah si Lion dari luar interior segala macam cakep. Kita lihat bagasi depannya dulu. Bagasinya gede banget dong ya. Ini bisa naruh banyak barang sama di bawahnya dikasih karpet juga ya kayak interior dan dia rapi ya. Enggak ada bagian mesin yang kelihatan. Jadi kalau misalkan kita pengen buka aki atau semacamnya mesti dibongkar. Nah, ngomongin soal spesifikasi, dia punya baterai yang gede. Baterainya itu 82,56 kWh gede banget. Dan range-nya dia pakai bukan WRTP, dia pakai NEDC ya. NEDC-nya sekitar 547 sama 560 km ya. Jadi antara yang versi premium yang RWD sama yang AWD, AWD diboboros tapi sedikit aja sekitar 20-an km doang. Tapi emang secara tenaga juga beda. Yang ini 530 PS. Yang RWD premium itu gede juga sih. 313 PS ya. Cuma tenaganya enggak penting. Yang penting ke 100-nya 4,5 sama 0,7. Gil. Bayangin sekarang mobil enggak nyampai R miliar kita bisa dapetin SUV yang kencangnya kayak Lamborghini Urus loh. Kuncang banget. Nah, di atas ada kamera. Di bawahnya itu sebenarnya tempat buat dasam tapi ee buat kameranya dikasih tutupan ya. Jadi yang masuk ke Indonesia itu gak ada scamnya bawaan dari sananya. Terus ke depan dia ada radar yang gede banget sama ada kamera 360-nya. Terus bagian atapnya juga dia sudah pakai full kaca ya. Jadi di atas sini dari ujung ke ujung itu kaca semua karena dia sudah ada panoramic roof tapi enggak bisa dibuka bukan panoramic sunroof. Sekarang kita masuk ke dalamnya. Tapi kita mau masuk ke bagian belakangnya dulu. Nah, di belakangnya ini lega sekali ya. Jadi lebar 1,925 m. Itu enggak bohong ya. Jadi antara kanan sama kiri kita mau bertiga duduk di tengah pun itu masih lega. Cuman kalau kita duduk di tengah ini bagian amresnya itu enggak begitu enak ya, agak keras. Kalau kita duduk di bagian sebelah kanan sini, ah ini enak sekali ya. Empuk banget kursinya tuh kayak membel-membel gitu sampai ke sandaran juga sama membal-membal ya. Ini kalau kita lihat ya, kursinya itu benar-benar empuk banget. Membal-membal bagian sininya ini juga sama. Jadi kalau kita duduk di belakang sini itu enak. Nah, terus juga dia punya amres. Nah, ini kalau kita buka dapat cup holder dibuka bagian tengahnya ada tempat buat naruh barang dan ini coba lihat deh. Jadi kasih blue ya jadi rapi banget, bagus. Head-nya juga empuk ya. E kepala kita aman, jarak depan juga aman ya. Mobil besar ada AC-nya di sini sama ada colokan USBA sama USBC bisa ditutup seperti ini ya. Kalau dibuka pun dia ada lampunya nih. Bagus. Belakangnya ada tempat penyimpanan. Yang kiri kanan nih kayak tempat kecil mungkin buat naruh handphone atau semacamnya. Baru bawah sini tempat yang gede. Nah, sebelah kanan door trim-nya amr-nya ini sama sebelah kiri tuh sebenarnya tingginya enggak sama ya. Yang kanan lebih rendah. Tapi buat naruh tangan sih enak-enak aja ya. Sama bahan-bahan kulit yang dipakai di sini itu rasanya premium dan bagus ya. Door trim-nya itu e kulitnya enak banget ya. Ini seperti napader apa janjian napa leather. Terus bagian sininya tuh itu kayak Alcantara, tapi bukan Alcantara ini sih. Beda dia enak gitu. Jadi semuanya itu yang ditempel kena pegangan tangan gitu, itu mewah banget ya. Dan kursi belakangnya pun juga nyaman. Udah gitu kita juga bisa atur seberapa rebah ya. Ini paling rebah sih. Nih yang paling tegaknya segini. Paling rebahnya segini. Jadi buat jarak jauh kita disupirin. Ini mobil cukup enak loh. Lampunya ada di bagian sini ya. Dia pakai touch sensitif sama ada pegangannya airbag sampai ke belakang ya. Jadi di belakang sini tuh enak cuman ya ini mobil karena interior warna hitam semua kalau atapnya enggak dibuka itu rasanya di belakang tuh gelap sekali ya atau mungkin dia kacanya ini kaca filmnya terlalu gelap sih tuh suara kacanya halus ya sampai ke pinggiran-pinggiran kaca ini juga dikasih plastik nih mewah nice. Rasanya tuh kayak mobil di 1 M gitu. Enggak kayak mobil di bawah 1 M. Terus juga door handle-nya sebelum kita keluar itu dibukanya lucu. Nah, ditarik seperti ini. Yuk, kita ke depan sekarang. Nah, sekarang kita masuk ke dalam interiornya. Kalau kita buka mau nutup pintu bisa dari dua handle. Ada yang di atas sini, ada yang di bagian bawah. Tapi entah kenapa pas naik mobil ini yang dipakai tuh kebanyakan yang di atas. Enggak tahu, kayaknya lebih pas gitu loh. Emang desain door trimnya tuh aneh, tapi gua suka sih desainnya ya. Dan masuk ke dalam interiornya. Kalau difoto emang biasa aja, cuma pas kita lihat langsung ini sih lebih bagus ya karena lekukan-lekukannya itu berasa terutama di bagian atas ini ya. Ini kayak floating bagian tengahnya. Kalau malam dia nyala nih bagian atas sama bawahnya sini ya. Ini juga ada pattern-pattern gitu. Nah, di bawahnya sini tuh dia tuh pattern-nya itu tuh kayak sisik ikan, sisik naga ya. Jadi ee kalau kalian lihat Atri juga itu kayak ada apa itulah dibilangnya kayak naga juga. Nah, ini desainnya masih satu napas. Dan yang gua suka dari BYD dia tuh tetap dikasih tombol-tombol fisik. Jadi meskipun semuanya sudah ada di layar tengah, tetap kita dapat tombol fisik di sini ya. Kayak, misalkan nih buat nyalain mesin dia pakai start stop, masih ada e mode berkendara, ada regenerative breaking-nya, ada, terus buat volume bisa dari sini ya, pencet buat mute e atas bawah tinggal diputar buat volume naik sama turun ya. Terus ini ada untuk line departur warning-nya, auto hold, ada hazard tapi ini satu tombol sebenarnya jadi semuanya sekali pencet tuh ikut turun. Nah, dia itu touch sensitif. Untuk AC onof-nya ada di sini devoger sama auto AC. Kemudian untuk transmisinya dia tuh pakai model kristal kayak BMW atau Volvo terbaru termasuk tombol P-nya ada di bagian bawah sini. Kemudian di sini ada cup holder. Lucunya adalah cup holdernya kalau misalkan kita punya minuman panjang bisa ditekan ke bawah biar dia enggak terlalu tinggi. Nah, balikinnya dipencet aja nih nanti dia akan naik sendiri. Di bagian sini ada buat naruh barang juga ya. Ada glove box dan dia ada kasih blue mewah. Bawahnya juga ada karetnya ya. Tapi enggak ada pendingin. Di sini ada charger, tapi charger sebelah kiri aja. Wirelessnya sudah 50 watt sama dia ada kipasnya biar HP kita jadi dingin pas lagi dicas. Tetap aja masih panas tapi yah lebih baiklah daripada enggak sama sekali kan. Nah, ini kalau kita buka juga bludruan semua ya. Jadi emang dibikin benar-benar mewah. Build quality-nya pun juga bagus dipegang itu enggak goyang-goyang. Rasanya ini kayak mobil Eropa kalau kita lihat dari build quality-nya material dipakai ya. Dan di sebelah kanan ada tombol buat spion tentu saja ya. Power window juga lengkap dan tombolnya ini juga kayak kesannya metal gitu bagus. Termasuk kita punya ini nih tombol yang unik dia ada chart lock-nya tapi kiri kanan itu bisa terpisah gitu enggak pencet satu buat semuanya gitu. Nah dari setirnya ini gua senang ya. Ini ada buat ngatur yang sebelah kiri e mid-nya seperti apa. Yang sebelah kanan ada mid-nya juga buat sebelah kanan. Nah biasanya Bwide itu ada tombol di setir yang bisa bikin layar itu jadi tegak. Ya, sebenarnya itu enggak bakal kepakai ya. Jarang banget orang mau pakai layar tegak. Karena lebih enakan layar yang ee miring begini gitu. Nah, tombolnya itu hilang cuma ada di sini doang. Jadi kalau kita mau ee bikin tegak ya, kalau Android Auto enggak bisa. Nah, seperti itulah kurang lebihnya. Enggak penting sih. Jadi kalau gua lebih senang yang miring seperti ini. Lebih enak layar horizontal. Lebih enak layar horizontal sih dibanding vertikal ya. Dan untuk buka panoramiknya dia ada tombol touch sensitif sebenarnya. Jadi dia tuh enggak ada enggak ada apanya ya enggak ada tekanannya sama sekali tapi dikasih heptic feedback sama dia. Lampu ada di sini di atas ya dibuka. Ada kaca besar sama lampunya nih bagus ya. Adem enggak bikin silau. Nah sekarang kita ke layarnya. Sebenarnya kalau kalian biasa pakai layar ya kurang lebih sama aja sih. Ini menu-menunya sama ya, ada di sini ya. Tuh ada Stingray karaoke tapi kita enggak dikasih mikrofon ya. Jadi kalau kalian punya mikrofon bawaan bisa buat nyanyi di dalam mobil ya. Terus kalau kita buka AC ya, sayangnya nih ya AC-nya ini dia cuma ada tombol buat ono-of doang yang tombol fisik. Sisanya semuanya ada di layar. Jadi kalau misalkan kita mau pencet-pencet ya mau ngatur-ngatur tinggal dari sini. Enggak usah harus buka menunya, tinggal pencet gini aja tinggal digeser-geser ya. Jadi bisa di-shortcut. Tapi ini lebih baik dibandingkan dengan seal. Karena di seal itu buat ngatur arah semburan AC-nya itu harus pakai layar. Nah, ini untuk ngatur arah semburan AC-nya masih bisa dari sini ya. Kamera 360-nya untungnya ada tombol di setir. Jadi tinggal kita pencet langsung bisa kelihatan kanan kiri depan belakangnya. Dan untuk autopilotnya kita tinggal pencet tombol di sini ya, tombol setir langsung dia bisa nyala autopilotnya. adaptive control sama land keeping assist-nya dan byd e adasnya bagus gua suka lanjut nih di AC dia bisa dual zone ada ionnya buat membersihkan udara sama dia ada air purification-nya ini kebetulan bagus nih excellent 9 8 di luar juga 13 di desa alhamdulillah udaranya masih bagus ya jadi kita bisa lihat udara di luar sama dalam bagus apa enggak dan ada purification-nya juga jadi kalau mau dibersihin nanti dia akan tambah kencang Ya, nanti ketika harus selesai dia akan berhenti. Udah kita matiin aja lah. Wei, kok jadi kencang kali. Dan ada seat ventilation-nya, tapi dia enggak ada pemanas. Dia adanya pendingin doang ya. Sama untuk devogernya dia enggak cuma di kaca belakang, tapi ada juga di spion ya. Kiri kanan langsung dipencet nyala semuanya tuh langsung merah dia kepakai kalau di Eropa. Ah, Android Auto dia sudah wireless. Jadi daripada berunggu lama, mendingan kita langsung aja jalan-jalan pakai BYDC Lion ini. Let's go. Jadi meskipun mobil ini secara SUV kelihatannya pendek ya, tapi pas kita duduk di dalam itu rasanya lumayan tinggi loh ya. Karena bawahnya kan ada baterai ya kan. Dan salah satu yang membuat ini menyenangkan adalah keluhan gua di seal ya karena dia tuh punya wheelbase panjang terus dia pendek. Nah, itu kadang-kadang tuh baterai bawah tuh suka mentok sama polis tidur. Di si Lion itu enggak kejadian karena dia lebih tinggi. Kalaupun kejadian tuh pasti polis tidurnya tinggi banget gitu. Nah, terus posisi duduknya seperti gua bilang kan tinggi nih. Kursinya itu bagian depannya itu tiltingnya tuh agak sedikit tinggi. Jadi kaki kita tuh kayak agak sedikit gantung gitu. Jadi kalau misalkan pengen lebih enak diturunin dikit. Nah, cuma kurang supportif jadinya. Tapi overall kursinya enak. Biasanya mobil-mobil dengan jok-jok model sporty kayak gini kan biasanya keras gitu ya. Ini tuh enggak, ini tuh empuk, sandarannya empuk, kepalanya buat nempel pun juga empuk nih. Ini tuh pas kita nempel tuh enak gitu. Terus rasa berkendaranya ini mobil rasanya Eropa banget. Jadi dia tuh suspensinya cenderung empuk ya. Tapi empuknya Eropa jadi karena mobil Eropa tuh biasanya ee fitmentnya bagus ya. dia tuh kelihatannya antara jarak fender sama ban itu enggak terlalu jauh. Nah, akibatnya travelnya jadi pendek. Jadi, ketika dia berguncang ya, dia travelnya tuh gak enggak jauh gitu. Di mobil ini pun juga sama gitu. Ketika kita lewatin jalan berlubang bergelombang, dia tuh meredamnya empuk tapi body movement-nya banyak ya. Jadi Eropa sekali. Gua pas bawa mobil ini tu ngerasanya kayak bawa BMW BMW modern atau Mercedes-Benz yang modern gitu. Jadi suspensinya empuk tapi guncangannya masih berasa karena dia travelnya pendek. Nah, kalau di depan itu enggak ada problem. E di belakang mungkin agak sedikit lebih berasa dibandingkan dengan di depan. Tapi dalam taraf yang menurut gua nyaman dan rasanya bantingannya mahal ya. Dan ciri khas mobil-mobil dengan sasis modern ya biasanya tuh eh getaran-getaran di jalan tuh ya yang mikro-mikro tuh masih agak kerasa dan ini masih kejadian tapi masih dalam batas yang nyaman. Makanya buat gua ini suspensinya rasanya kayak BMW, kayak Mercedes yang generasi-generasi sekarang ya. Jadi enggak perlu beli mobil miliaran untuk mendapatkan rasa kaki-kaki yang mirip gitu. Terus BYD salah satu pelopor kendaraan listrik ya di Tiongkok sana udah lama banget. Jadi dia punya pedal F sama pedal rem yang enggak perlu ditanya lagi. Enak sih, tapi pedalnya sama regenerative breaking-nya menurut gua masih kurang. Jadi kalau misalkan pakai ini, gua tutup di standar aja. Dan modenya itu enggak perlu pakai yang sport, pakai aja atau kadang-kadang snow-nya itu kalau misalkan yang bawa orang lain gitu ya, yang enggak biasa sama mobil yang terlalu kencang, mendingan pakai snow aja. Karena snow itu pedal gasnya jadi lebih dalam buat kita berakselerasi. Bagus. Karena kalau kita pakai yang biasa pakai mobil bensin yang emang nginjak pedalnya harus dalam baru bisa kencang ya ke mobil listrik yang nginjak dikit aja langsung lari itu kadang-kadang ya suka jadi berbahaya gitu apalagi ini no 100-nya 4,5 detik kalau kita masuk ke sport ya lagi begini terus kita nginjek gas wuh [tertawa] kencang banget Pak ini mobil kencangnya si pol kencang banget Salah satu SUV terkencang yang bisa kalian beli saat ini tanpa harus ngeluarin dompet sampai 2 M lebih lah. Kencang banget ya. Mau bagaimanapun the beauty of electric cars itu ya untuk mendapatkan performa kencang kita tuh enggak perlu ngeluarin kantong tebal-tebal gitu loh. Karena mobil bensin tuh untuk dapetin tenaga besar ya itu harus didukung juga dengan transmisi yang canggih, kuat. Mesinnya pun juga ya kalau enggak pakai turbo dia silindernya banyak dan CC-nya gede ya kan. Tapi kalau mau mesin kecil ya harus pakai turbo dan kawan-kawan otomatis mesinnya juga jadi enggak murah juga. Udah gitu pasti semakin gede tenaga mesinnya umumnya bahan bakarnya juga semakin boros ya. Jadi eneknya mobil listrik itu dengan harga yang mungkin bisa seperempatnya ya kita bisa dapetin performance yang sama. Bayangin R00 juta performance-nya kayak gini. Sebuah SUV ini diadu sama yang harganya tiga kayak lipat aja yang bensin ini masih lebih kencang loh. Tes. Cuma dibandingkan dengan seal buat berakselerasi ini enggak sepede seal. Kenapa? Karena ketika dia kencang dia tuh bagian depannya tuh ikut naik. Jadi ketika dia naik tuh kayak kayak agak mobil mau drak ris mau naik gitu loh depannya loh. Jadi otomatis traksi di depan itu pasti berkurang. Sehingga kalau misalkan kita lagi narik ya kita depan ada tikungan atau segala macam kalau bisa agak ditahan. Jangan terlalu nekat karena mobil ini kencang sekali ya. Tapi untungnya elektroniknya udah pada bagus ya. Jadi traction controlnya, stapity controlnya bagus sehingga ketika kita bereakselerasi pun sebenarnya gripnya masih ada gitu. Dan yang gua suka dari mobil ini adalah dia punya headup display gede di bagian depan. Dia juga jelas ya, informasinya bagus. Nah, terus kalau misalkan kita enggak pengin pakai display-nya, layar di bawah ini juga bagus ya. Di sebelah kiri kita bisa atur jadi TPMS ya kan. Pencet lagi ada ee konsumsi elektriknya berapa. E, kumulatif AEC sama sebelah kanannya pun juga bisa diganti navigasi ya, speed limit. Terus ada timer. Timer ini kalau misalkan kita di sport mode, kita bisa long press, habis itu kita bisa ngitung 0 ke 100-nya berapa ya. Nah, ini buat musiknya juga bisa kita lihat dari sini. Yah, itulah dia BYD Se Lion dan untuk peredaman kabinnya juga bagus banget ya. Jadi enggak tahu kenapa ya mobil kalau Cina tuh udah 600 700 juta kayak CT39 even CT38 gitu ya. Eh, Ion Hightech juga. Itu kalau udah level harga segini itu tuh mewahnya tuh di luar mobil di kelasnya gitu. [tertawa] Perdaman kabinnya enak, audionya enak. Jadi pas udah kita duduk nyetir, dengerin audio, udahlah kayak kita punya dunia sendiri di dalam mobil gitu. Enak gitu. Itu yang susah buat dikejar sama mobil Jepang atau Eropa dengan harga yang sama bisa ngasih kualitas kayak gini gitu. Kalau mobil ini dijual dengan harga R miliar gitu, gua biasa aja gitu kan ya. Udah wajarnya mobil 2 miliar punya suspensi bagus, audio bagus, perdaman kabin yang bagus. Tapi dengan harga Rp700 juta ya gua waktu itu dari Jakarta ke Kelantan 39 ya kan. Terus sekarang nyobain si Lion waktu itu nyobain Xpeng juga Denza. Itu kayak ini enggak salah harganya segini gitu. Ya, itulah dia mobil-mobil Cina tuh ya harganya kadang-kadang gua bingung dia ngambil untung enggak sih dengan mobil-mobil yang rasanya kayak gini. Karena ini mobil kalau mungkin mereknya Eropa ya udah 1,5 M, 2 M itu harganya sangat wajar untuk mobil yang rasanya kayak gini. Dan untuk soal handling ini juga handling-nya bagus. Jadi ketika kita belok dia predictable. Setirnya juga bobotnya buat gua pas ya. Dan ketika kita belok juga di kecepatan tinggi body roll-nya masih terjaga. Seperti halnya mobil listrik ya, dia punya center of gravity itu di bawah ya, karena baterainya berat ada di bawah apalagi dia 82 kWh kan kebayang tuh baterai segede apa ya makanya ketika kita belok ya ini mobil meskipun gede sebenarnya dia cukup lincah loh bantingannya ini Eropa sekali ya kencang kayak gini ya dan adasnya pun juga bagus ini salah satu mobil yang bisa diandalkan ketika kita pakai di jalan tol ada saya nyalain udah langsung kita bisa santai. Nih ya. Bydc ini dijual dengan harga 629 dan 719 untuk yang premium dan yang performance. Dengan beda harga sekitar hampir Rp90 juta, menurut gua yang premium aja itu udah lebih dari cukup. Artinya kalau misalkan kalian butuh yang lebih kencang ya tinggal nambah Rp90 juta langsung dapat yang tipe ini. Tapi so far kalau menurut gua ya BYDC lain ini pas kita pakai ini lebih kerasa kayak mobil Eropa dibandingkan dengan mobil dari Tiongkok ya dari rasa berkendaranya, suspensinya itu Eropa banget. Nah, buat teman-teman yang udah beli coba komen di bawah seperti apa rasanya. Raniif sampai jumpa di vlog berikutnya. Bye bye.
