Jungkat

Nyobain Google Fitbit Air, dan kita sulap Jadi WHOOP 5.0 ! (YouTube Video)

  • 13/07/2026

Hai Andika, Guys. Di sini ini adalah Google Fitbit Air yang konsepnya mirip banget sama WOP. Jadi dia enggak ada layarnya, enggak ada notifikasinya, enggak bisa dipakai gaya-gayaan buat baca chat. Tapi ternyata setelah saya pakai ini sekitar 3 hari, dia lebih menyenangkan dan enggak mengganggu ketimbang saya harus pakai smartband. Tapi sayangnya Google Forbit Air ini enggak resmi di Indonesia ya. Ini harganya sebenarnya 99 kalau di US atau sekitar Rp1,8 juta. Tapi saya dapatnya di topet itu Rp3,2 juta. Mahal banget. Nah, dengan harga Rp3,2 juta kalau enggak resmi, pertanyaannya apakah dia bisa jadi alternatifnya siwop atau cuma sekedar ya tempelan gelang buat gaya-gayaan aja? itu Google Fit Bit Air? Ya, konsepnya ini mirip banget sama woop gelang yang biasanya dipakai sama Om Dedy Cobuser. Bisa dibilang ini adalah tracker paling minimalis dari Google. Bentuknya itu kecil, enggak ada layar dan fokusnya bukan buat jadi smartband. Jadi jangankan layar ya, kalau kalian berharap dia ada NFC-nya aja dia juga enggak ada. kerjanya dia itu nyatat langkah, detak jantung, aktivitas kalori, tidur, slep stage, HRV, resting heart rate, SPO2 saat tidur, ya kayak gitu-gitulah kayak yang biasanya dirack sama smartband atau smartwatch. Dan karena dia ini enggak ada layar, pengalaman dipakainya itu beda banget sih. Jadi, saya tuh enggak yang kayak tiap menit [mendengus] gini lihat notifikasi, enggak benar-benar kayak ya udah saya tinggal hidup aja dan dia yang ngerangkumin datanya. Kalau secara fitur sih sebenarnya si Fitbit Air ini fokus di beberapa hal. Yang pertama seperti biasa kayak detak jantung 24/7. Kalau kita pakai ini kita bisa lihat datanya. Yang kedua ada slip tracking. Tapi yang kedua ini bukan cuma sekedar kita tidur berapa jam sih, tapi dipecah lagi sama dia. Jadi ada yang namanya ram slip deep slip light slep. Wah banyaklah. Yang ketiga ada tracking kayak langkah distance kayak kalorinya berapa, terus kita exercise-nya gimana, horly activity gimana. Yang keempat ya, semua aplikasinya ini dikumpulkan di Google H yang sekarang jadi rumah baru buat ekosistemnya si Google Fitbit Air. Yang kelima, ini yang menarik nih, yang mungkin enggak dimiliki sama smartband ataupun smartwatch lain. Karena di dalam Google Health-nya itu ada Coach yang berbasis Gemini dan kita dikasih premium itu sekitar 3 bulan free. Setelah 3 bulan kalau enggak salah harganya itu Rp49.000 per bulan. Nah, dengan EI-nya ini enaknya data kita itu dibacain sama dia, dirangkumin, dianalisa dan ke depannya kita harus kayak gimana itu dicoaching sama AI Gemininya tadi. Kalau untuk baterai walaupun dia enggak ada layarnya ya, menurut saya klaimnya sih 1 minggu [musik] tapi 1 minggu itu kayak misalkan smartband atau smartwatch-nya Huawei aja ada yang bisa bahkan 1 bulan padahal dia ada layarnya. Nah, untuk enggak ada layar 1 minggu enggak terlalu awet sih. Nah, kalau kita bandinginnya dengan harga Rp3,2 juta, harga du karena rata-rata segitu ya. Bahkan yang warna hitam bisa tembus Rp3,5 juta. Kalau dibandingkan dengan Wop sebenarnya masih murah karena Woopop itu kan sistemnya subscription per tahun kalau enggak salah start from 199 sampai 359. Nah, kalau dibandingin WOP sih ini kita enggak perlu subscribe-subscrip lagi cuman AI kucing-nya aja yang tadi R9.000 per bulan. Itu pun kalau kalian enggak mau pakai juga enggak apa-apa. Nah, sekarang kita coba lihat data real dari Google Hart saya ya. Kalau kalian lihat di screenshot saya ini ada slip score yang angkanya itu di 65 kategorinya FIR ya. Intinya okelah durasi tidurnya tercatat cuman 6 jam 37 menit. Tidurnya sekitar jam 3.00 [musik] pagi sampai jam 11.00 karena memang hidup saya kebalik. Kalau malam itu kayak inspirasi bikin script itu lebih nyaman aja. Karena kalau siang biasanya ada tukang grenda lah, ada tukang bakso lewat lah. Jadi saya terlalu banyak keistrack. Terus kayak kemarin nih Google H kayak ngasih insight ya intinya tidurnya itu enggak bias lah terlalu malam. Jadi dia juga ngerti pola tidur saya. Nah enaknya detailnya juga lumayan ya. Kalian bisa lihat aja screenshot saya ini ada rim slip saya cuman 1 jam dan banyak tuh. Dan jujur aja karena saya juga bukan ahli nidurin maksud saya bukan ahli tidur menidur gimana sih ahli slip coaching lah intinya. Jadi saya enggak bisa bacanya tapi dengan adanya AI ini dibacain semua sama dia. [musik] Jadi dia bukan sekedar ngasih angka. Nah EA-nya ini sebenarnya kalau misalkan kalian enggak mau langganan tetap bisa dipakai EA-nya cuman enggak ada coaching-nya. Jadi kalau kalian butuh coaching harus langganan, tapi kalau enggak EAI-nya tetap bisa ngerangkumin. Kalau untuk data harian sih dari screenshot saya ini saya pakai sekitar 3 hari. Saya enggak banyak exercise, enggak bacak jalan karena saya habis cedera. Ini cedera engkel nih. Kalau kalian lihat kaki saya masih digips, jadi enggak bisa exercise. Cuman kemarin saya tanya ke dia kalau misalkan pincang itu kira-kira olahraganya apa? Ya nah dijelasin juga tuh sama dia. Olahraga yang ringan-ringan aja kayak ngangkat dumble gitu masih bisa. Untuk hardate terlihat 105 bpm dan ini 24/7 ya yang artinya kita gak perlu scan-scan lagi. Tapi karena perangkat ini baru saya pakai 3 hari jadi datanya itu belum masih dikalibrasi lah. Jadi jangan berharap kalau misalkan kalian pakai 1 jam langsung bisa akurat gitu enggak? Jadi perlu dipakai dulu berhari-hari. Polanya dianalisa [musik] juga sama dia ya minimal 7 hari lah. Nah sekarang pertanyaannya gimana sih C Fitbit A ini kalau dibandingkan dengan Wopve.0? Sebenarnya dia sama-sama tanpa layar, sama-sama dipakai 24/7, sama-sama [musik] fokus ke data tubuh, tidur, recovery, dan aktivitas, tapi targetnya beda. Wop 5.0 ini lebih ke performance. Makanya kalau yang dipakai sama Om Dedy Coob Booster itu pas lah. Karena Om Dedy kan kerjanya itu atau latihannya benar-benar ekstrem ya. Jadi WOP itu punya konsep strain, recovery slip, VO2 max, rate zone, span yang lebih tinggi, dan baterainya juga lebih panjang sekitar 14 hari. Jadi, WOP ini lebih matang lah kalau untuk orang yang latihannya serius. misalkan atlet, gym, pelari, atau orang yang benar-benar mau ngatur intensitas latihan berdasarkan recovery harian. Tapi ya itu ya ada harga ada rupa lah karena Wop ini dia jualan subscription kan, dia jualan software. Jadi kalau misalkan di Facebook atau di marketplace banyak banget tuh yang jual wop cuma Rp500.000-an tapi subscription-nya [musik] udah habis. Karena memang kalau kalian enggak subscribe enggak bisa dipakai. Jadi kalau dibanding sama Wop ya harganya masih masuk akal fitbit. Apalagi kalau kalian titip sama teman kalian yang di US itu lebih murah. Dan wop ini soal orang yang pengin benar-benar diach soal performa tubuh lah. Kalau si Fitbit ini lebih ke orang yang mau mulai ngerti tubuhnya dengan konsep mirip woop tapi enggak mau subscribe tahunan di wop karena memang mahal. Cuman sekarang pertanyaan jadi lah harga Rp3,2 juta mending smart band enggak sih? Sebenarnya kalau kita lihat dari sisi fitur dan spesifikasinya saya setuju. Mending smartband enggak sih Rp3 juta itu udah dapat smartband bagus. Contohnya ada Xiaomi Smartband, Huawei Smartband. Itu udah bagus banget. Kayak contoh Huawei Band 10 itu ya. Wah, dia punya AMOLED 1,47 inch, bisa lihat jam notifikasi ada 100 mode olahraga, terus slip tracking-nya juga ada, SPO2 ada HRV saat tidur ada tahan air juga sampai 58 yang artinya sampai 5 m. Jadi simpelnya kalau ditanya pertanyaan lengkap mana? Jelas Smart Band 10. Cuman setelah saya pakai si Fitbit ini kayak saya tuh gak keedistract sama apapun gitu. Ya udah pakai aja. Nanti kalau misalkan saya butuh data tracking-nya tinggal lihat. Dan di buat tidur itu lebih enak pakai Fitbit atau wop karena kayak enggak pakai apa-apa, enggak berat kayak cuman pakai gelang aja gitu. Tapi seperti yang saya jelasin tadi, enaknya Fitbit ini punya AI yang bisa menganalisa angka-angka data yang dihasilkan sama dia untuk bisa diaching, terus slip kita juga dimonitoring, dianalisa bisa kayak gitu. Karena kalau kita main AI kan Gemini emang wah sampai Apple aja colab sama Gemini [musik] ya saking GG-nya Gemini. Nah, di smartband lain fitur itu enggak ada. Jadi, buat kalian yang benar-benar pengen tracking kesehatan dan gak mau ada distraksi yang tujuannya cuman [musik] ya pengin tahu data kita aja ya pakai Fitbit atau Wopsih menarik. Nah, kalau kalian ng sebenarnya si Google Fedbit-nya ini tuh dia kosong nih. Enggak ada ya Google Feedbit-nya di sini karena kemarin tuh saya lihat di marketplace tuh kosong ya. Kemarin saya lihat di marketplace di Alibaba ya di Cina banyak banget yang jual adapternya Fitbit ke woop. Jadi sebenarnya woop yang ada di [musik] tangan kiri saya ini dia bukan woop tapi ini adalah si Google Fitbit. Bentar saya lepas dulu ya. Nah nih kan ada logonya Google. Jadi karena saya ada 3D printer dan memang kalau secara privilege atau secara value itu kayak orang yang pakai Google Fedbit sama orang yang pakai Wop itu kayak wah anjay pakai wop nih mahal nih subscription nih. Jadi saya putusin ya udahlah kita bikin BBJS atau budget pas-pasan jiwa sosialita yang sebenarnya ini Google Fedbit tapi saya pakai wop dengan adapter yang saya print sendiri. Kalau kalian tertarik nah muncullah ide bisnis saya ya. Kalau kalian punya Google Fitbit dan kalian pengen pamer kalau Google Fitbit kalian itu bisa jadi woop, nanti link pembeliannya si adapter 3D print-nya ini saya taruh di kolom deskripsi. Murah kok, saya jual berapa ya, Rp30.000 aja lah. Itu udah termurah satu Indonesia sebenarnya. Dan enaknya pakai adapter Woop ini karena kan WOP itu duluan ya. Jadi dia pilihan strap-nya itu lebih banyak ketimbang pilihan strap-nya Google Fitbit. Tapi memang untuk ng-edesain ini perlu trial and error ya. Saya nge-print B banyak tuh 10 gagal semua sampai akhirnya percobaan ke-11 nih udah bisa walaupun enggak bisa sefit adapternya yang beneran tapi udah nyaman sih dipakai ya weh wop banget kan ya oke jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Google Fitbit Air yang sekarang udah jadi woop karena ini cuman strap biasa aja sekarang tuh ya dan warnanya berry kenapa warna berry sebenarnya saya enggak suka warna pink tapi yang ada stoknya cuman warna pink. Karena memang sebelum saya beli ini tujuannya memang saya mau convert dia ke Wop. Jadi strap-nya sih saya enggak perlu sebenarnya. Jadi si Wop Fitbit Air ini sebenarnya marketnya siapa? Menurut saya sih pertama orang yang pengin tracking kesehatan tapi enggak mau smartwatch atau smartband yang ribet ya yang terdistrack-distrack. Terus kedua, orang yang fokusnya ke tidur, langkah, hard rate, dan kebiasaan harian. Dan ketiga, orang yang penasaran dengan woop tapi belum rela masuk ke sistemnya woop yang harus subscription. mahal. Tapi kemarin saya sempat lihat orang yang bisa bypass subscription-nya [musik] Wop ya. Tapi itu ilegal sih ya. Mungkin bisa tapi lebih baik janganlah ya ilegal. Tapi kalau misalkan kalian itu adalah orang yang atlet serius ya, atlet pro kayak Om Dedy yang benar-benar latihan tiap harinya itu bisa 5 jam, 6 jam gitu sih wajib pakai woop sih. Karena woop itu punya tracker yang lebih bagus kalau kalian serius untuk workout. Terus kalau memang suka sama produknya Google, sebenarnya Google ada Google Fedbit Tars 6 kalau gak salah namanya. Itu juga ada layarnya, ada NFC-nya. Jadi kayak smartband pada umumnya. Kalau kalian tipikal orang yang sekalian pakai band tapi ada layarnya. Cuman kalau saya enggak suka ya. Apalagi buat tidur itu kayak terlalu berat dan ganggu. Kalau ini buat tidur gas aja. Buat mandi juga masih enak gitu. Karena kayak pakai gelang biasa dan estetik aja. Dan sama kayak wop si Feedbit R ini, Google He-nya bisa kalian syn atau kalian share dengan anggota keluarga atau teman kalian. Jadi, kalian bisa tahu misalkan kalian punya keluarga yang mungkin ada kondisi, kalian bisa syinkkan si Google-nya itu dengan device kalian. Jadi, kalian bisa monitoring misalkan bapak atau Ibu kalian ini hard rate-nya [musik] aman nih. Nah, itu bisa kesing kayak gitu juga. Tapi inilah intinya. Jadi, Wop saya ini harganya Rp3,2 juta. Saya beli strap-nya berapa kemarin? Rp210.000. Jadi, 3,22. Saya udah bisa dapat hoop ya. Gak harus subscription seumur hidup bisa saya pakai.

Lihat di YouTube