NYOBAIN HONDA HRV RS HYBRID TERBARU (YouTube Video)
Honda HRV RS turun harga terakhir Honda HRV RS itu harga 550 55 juta sekarang jadi Rp48 juta. Iya turunnya sekitar Rp3 juta ya. Tapi ketika harganya turun itu wajar. Kenapa? karena sekarang dia punya mesin berbeda. Kalau yang dulu HRV RS itu harganya Rp551 juta dia punya mesin 1500 cc turbo yang sekarang dia pakai mesin 1500 cc hybrid dan sekarang HRV terbagi menjadi empat model mulai dari yang HRV i hybrid dan yang RS hybrid seperti ini. Apa bedanya yang RS sama non RS? yang RS itu dia punya grill yang berbeda ya. Dan perbedaannya facelift sama enggak facelift itu di bagian shap-nya ini sekarang jadi agak sedikit mengkotak ya. Jadi kalau kita bandingin yang HRV biasa sama yang bukan RS ya, yang sebelum facelift sama setelah facelift itu enggak terlalu banyak. Terus seperti halnya RS yang sebelumnya, dia punya merah-merah sama punya body kit yang agak berbeda di bagian bawahnya dibandingkan dengan model sebelumnya. Jadi enggak plug and play. Dan kalau dari samping velegnya 18 inci masih sama dengan ban bridone alenza sampai belakang ini juga masih sama persis. Dan sekarang hanya tipe RS yang dapat panoramic roof. Dia bukan sunroof tapi panoramic aja kurang lebih sama. Masih pakai origami juga sama seperti model sebelumnya. Dan ketika kita lihat ke belakangnya ya, sekarang perbedaannya ada pada lampunya yang modelnya beda. Dan kalau kemarin kalau yang RS itu dibikin clear ya warna putih semua. Sekarang dia ada merah-merahnya, ada aksen merah di bagian sini masih sama ada defoger, ada wiper, sharpin antena belakang juga masih sama. Bumper mm sekilas enggak ada bedanya ya. Sama untuk yang RS ini dia dibikin catnya ini black glossy tapi glossy-nya bukan kayak catem metalic yang kayak di body-body enggak. Ini agak sedikit berbeda ada tulisan RS sama EHV electric hybrid electric vehicle. Kemudian ada kamera belakang tapi dia belum ada kamera 360. Kita buka udah pakai power back door. Terus kita tetap dapat ini ciri khas Honda yang pakai panoramic roof kayak kemarin karena belakangnya itu kan dia dibikin rendah ya atapnya ya. Nah, karena dibikin terlalu rendah dia enggak ada space buat naruh tutupan kaca karena kalau enggak ditutup itu lumayan panas. Jadi harus tambahin kaca film. Nah, dibandingkan dengan model sebelumnya, karena yang hybrid ini punya baterai, maka kita enggak lagi dapat sebuah ban serep, ya. Jadi, ban serepnya enggak ada, ya. Ini bisa dibuka lagi tuh isinya baterai ditutup, dikunci, ya. Tapi kita dapat storage yang lumayan besar. Terus kita ke bagian sini. Kalau dulu di sini tuh ada dongkrak. Ini kalau kita buka sekarang adanya tire repair kit. Jadi ada cairannya, ada kompresornya. Jadi memang dibikin berbeda dengan model sebelumnya. Dan di belakang sini kita dapat lampu kanan kiri LED itu bagus buat kita malam-malam butuh buat ini ya nutup. Towing hook-nya taruh sini dia. Nah, power back door ini dulu kan cuma ada di varian RS. Nah, sekarang udah ada di tipe E sama HIV sama yang ini. Nah, ke samping sebenarnya masih sama ya kayak model sebelumnya, cuma yang RS ini kan dia udah pakai kulit, joknya ada merah-merahnya sama di sini ada garis-garis, ada ventilasi. Ini buat pendingin si baterainya. Dan kalau misalkan kalian servis ya, misalkan kalian enggak mau servis di bengkel resmi, udah punya bengkel langganan, coba filternya buat baterai pendinginnya itu mesti dicek. Kalau misalkan kotor segera dibersihkan atau diganti. Nah, jadi keunikannya dari Honda buat kalian yang suka model origami, nah ya ini adalah favorit kalian ya. Tapi kalau yang suka, kalau yang enggak suka ya bukan favoritnya. Gimana caranya pasangnya? Lupa kan gua. Kita taruh dulu di sini. Oke, pasang belakangnya. Ceklek, ceklek. Dah, sekarang yang ini. Nah, ini kita depannya dulu. Ceklek, ceklek, ceklek. Nah, ini pengalaman gua meskipun udah ketutup begini, kacanya ini tetap dia e panas ya. Jadi sebaiknya kalau misalkan kalian punya yang tipe RS yang ada kacanya seperti ini, ditambahin kaca film. Terus kita di sini. Oke, dia ada e tempat buat sandaran tangan. Sebelah kiri juga bisa nyenderin tangan. Dan untuk yang tipe RS ini, ini dia plastik keras. Tapi bagian sininya dia pakai e dilapis kulit ya. Di sini juga dilapis kulit. Dan bagian kulitnya sini tuh bagus. Ada AC kiri kanan sama kabel USB type C ya. Colokan itu buat ngecas. sisanya sama cuma beda di Twitter. Dulu yang dapat Twitter tuh kan cuma tipe RS doang. Nah, sekarang Twitter-nya itu enggak cuma buat depan, tapi belakang pun juga dikasih. Jadi harusnya ini audionya lebih bagus dibandingkan dengan yang tipe lama. Dan tipe HRV yang E juga sekarang juga dapat Twitter. Ah, sekarang kita ke depan yuk. Anyway, sebelum kita masuk ke dalam, ini mobil kita pinjam dari Honda Megatama Kalimalang di mana gua ee dari dulu beli mobil selalu di sana ya. Gua beli yang Honda HRV yang tipe sebelum ini, itu di sana yang SE kalau enggak salah HRV SE sama Honda Brio itu juga beli di Honda Megatama Kalimalang. So far overall puas makanya kalau repeat order pasti ke sana lagi buat beli Honda. Terus tadi gua kelupaan ya sekarang dia sudah pakai all power window. Jadi yang auto itu bukan cuma depan kanan doang, tapi bagian belakang pun juga sudah pakai auto power window. Terus sampai sini enggak ada perbedaan ada merah-merah di bagian sini ya. Karena ini tipe yang paling tinggi RS. Kalau yang bukan RS dia enggak merah-merah kalau enggak salah. Dan kita masuk lagi ke dalam. Yang gua suka dari Honda HRV itu dia AC-nya gini ya. Jadi kita bisa atur ini buat dimatiin AC-nya. Nah, kalau mau dinyalain yang ini nanti nyalanya dari sini. Tapi kalau misalkan kita enggak suka ngarahin, pengin yang netral, arahin ke sini. Nanti dia keluar dari sela-sela sini. Dan itu rasanya netral. Enggak kena ke muka, tapi enggak juga kena ke si ee pintu ya, kaca. Karena kalau kena ke kaca nanti kacanya ngembun. Nah, kuncinya masih sama seperti yang dulu. Seperti ini bentuknya. Cuma bedanya dibandingkan dengan tipe yang gua punya yang SE itu, nah dia punya power back door. Di mana yang tipe SE sekarang tipe E sama hybrid itu sekarang udah punya juga foror-nya. Kaca di bagian atas ini sekarang yang punya cuma RES doang. Jadi tipe HV atau tipe i plus enggak dapat ya. Dan ketika kita tutup ini juga masih tembus ya. bahkan lebih tebus dibandingkan dengan yang belakang yang pakai origami tadi. Jadi seperti yang gua bilang punya HRV jangan lupa pasang kaca film terutama yang tipe RS ya. Mmm enggak tahu ya. Ini kan mobil udah keluar cukup lama ya, tapi sampai sekarang masih belum ada sih ee aksesoris yang biking gitu yang aksesorisnya bisa ketutup beneran gitu sampai kita tuh enggak perlu pasang kaca film ya. Tapi kaca film juga enggak mahal kok. Belinya kan bisa diutonet kan pasang rumah. Nah, terus di atas ini kita dapat lampu warna orange dan untuk tipe RS dia dapat ini kita bisa atur kursi kita secara elektrik dan dia bisa atur tilting depannya juga ya. Kalau kursi Honda gua enggak ada komplain lah. Kursinya biasanya lebih enak dibandingkan dengan mobil sekelasnya. Terus di bagian bawah sini dia ada tempat penyimpanan buat buka power back door. Terus buat ini ya parking sensor sebaiknya dimatiin aja karena nyebelin dia bunyi mulu. Tombol power-nya di sini. Bahannya juga empuk-empuk. Di sini juga empuk-empuk, tapi di bagian sininya dia full keras. Head unitnya sekarang udah enggak model TV tabung lagi. Udah benar nih kayak HRV yang gua lihat di Jepang. Dan twitter-nya ada di bagian sini dan sekarang tipe di bawahnya pun juga dapat. Speedometer. Dulu speedometer yang full digital, enggak full digital sih, setengah lebih digital ini dulu itu cuma dapat di tipe RS. Sekarang semua dari mulai tipe paling bawah sampai paling tinggi dia dapat speedometer yang sudah setengah lebih digital ya. Karena kan setengah segini nih dia tuh lebih dikit aja enggak nyampai 3/4 sih. Jadi yang sebelah kirinya ini itu bisa kita atur ya. Jadi ini kita bisa pencet ya pencet tengah. Home power charge, power flow, range and fuel, speed and time, brake light display, GMER, seat belt, safety support, setting, customized display, information. Itu bisa diatur dari sini. Tapi yang sebelah kanan itu enggak bisa. Jadi dia tetap beda sama Honda Civic ya. Setirnya dia overall masih sama, ada pedal shifternya juga. Terus kita bisa atur dia maju mundur atas bawah ya. Pedal-pedal dan kawan-kawannya kurang lebih masih sama kayak HRV yang kita kenal. Dan yang gua suka dari HRV itu dia bisa posisi dua itu rendah sama kalau kita lihat AC-nya itu masih ada tombol. Parking brake-nya juga gampang tombolnya. Dan sekarang drive mode itu cuma dapat di tipe yang paling tinggi sama kita dapat heal design control. Nah, coba lihat AC-nya ya. AC-nya ini masih sama. Dan yang gua suka dari AC yang Honda yang sekarang itu dia dipegang itu tombol satisfying. Nah, buat temperatur kalau kita keatasin dia jadi merah nih warnanya. Kalau kita dinginin jadi warna biru. Ada permainannya. Terus ini kita ganti ke bahasa Inggris ya. Oke. Nah, audionya sekarang suaranya jadi jauh lebih baik. Tapi tetap aja menurut gua masih harus dapat upgrade lah ya. Kalau misalkan kalian beli mobil ini sebaiknya audionya di-upgrade. Dan yang gua bingung ya, dia tuh masih ada USB iPod ya. USB iPod. Jadi masih bisa dikonekin ke iPod. Bluetooth audio kita tinggal add phone ya. E oh replace deh. Kita hapus satu deh. Nah, ini kalau kita lihat ya, dia sudah pakai Android Auto. Apple CarPlay-nya lancar sih. Sama dia juga wireless ya. Jadi, HP gua nih di sini itu enggak perlu pakai kabel lagi. Nah, lancar sih. Bagus. Nice. Tetap ada juga Honda Land Watch-nya. kita pencet bisa lihat di sebelah kiri kita seperti apa. Tapi ya kameranya sedikit lebih baik dibandingkan dengan yang lama yang burem banget. Yang ini tetap masih kurang sih menurut gua ya. Tapi okelah dibanding yang kemarin. Saya bagian bawahnya berbeda ya. Sekarang storage-nya jadi gede banget di bagian bawah sini. Jadi tangan gua nih telapak bisa masuk. Ada kabelnya di sini buat colokan USB tapi dia masih USB biasa. Terus transmisi masih sama bentukannya sampai sini masih sama. Dan kita buka sini juga masih sama dia storage-nya kecil. Ada pesawat lagi tapi kecil suaranya. Nah, ini udah soft opening ya. Set. Oke. Atasnya dia seperti ini. Dan kalau misalkan kita perhatiin dia enggak ada tombol buat buka sunroof ya. Cuma gini doang ya. Karena emang enggak ada sunroof. Dan lampu di belakang sini dia masih sama ya. Jadi lampunya itu pakai touch sensitif. Kalau dipencet lama dia baru bisa berhenti mati. Nah, sekarang kita lagi nyetir di Honda HRV RS EV. Dan seperti halnya mobil hybrid ya, kalau misalkan kita bawa kecepatan rendah itu pasti dia akan lebih banyak pakai mesin listriknya dibandingkan dengan mesin bensinnya. Kemudian setelah kita butuh tenaga lebih, baru mesin bensinnya bekerja gitu. Dan Ji kas Honda mesin bensinnya itu selalu halus ya. Jadi suaranya itu ketika nyala tuh enggak berasa. Even getarannya tuh kerasanya dikit sekali. Nah, tapi di luar dari mesin hybridnya, driving experience-nya sama persis kayak HRV yang kita kenal. Tapi sebenarnya itu hal yang bagus karena gua suka gimana caranya Honda itu kalau bikin mobil handling-nya bagus dan untuk Honda generasi sekarang ya ee setelah CT hatchback ke atas itu suspensinya jadi lebih enak. Jadi ketika gua nyobain HRV yang lama ya tipe SE ke RS ini, itu gak perlu banyak penyesuaian. Bantingannya persis, handling-nya persis ya, dan hal buruknya juga sama persis. Kayak contohnya perdaman kabinnya masih sama persis ya. Memang dibandingkan dengan HRV yang lama ini sudah lebih baik ya. Udah enggak seberisik yang dulu. Tapi suara kolongnya kalau dari jauh ya kok dari jauh suara kolongnya kalau kita bawa jauh kencang di tol masih berasa masuk suara bannya. Jadi solusinya adalah ketika kalian punya HRV kayak gini pengin lebih kedap ee ganti ban enggak ya ada ngaruhnya lah tapi lebih baik tambahin peredam di bagian kolong sampai ke fender-fendernya baru berasal lah jadi lebih enak. Memang kalau untuk perdaman ya, termasuk peredaman luar untuk mobil di kelasnya ada banyak yang lebih kedap dibandingkan dengan ini. Tapi kalau misalkan kita ngomong driving experience dari mulai posisi duduknya, kursinya, setirnya, ini mobil ya mantaplah. Gua enggak perlu komentar terlalu banyak. Kemudian mobil ini punya mesin listrik dan mesin bensin yang bisa bekerja secara sekaligus ya. Nah, sebenarnya ketika bedanya apa sih mobil hybrid sama mobil biasa gitu kan? Karena kan HRV juga udah irit ya sebenarnya secara konsumsi bahan bakar ya. Kita dapat average udah jalan 170 km dapatnya 16,3 km/l aja ya. Jadi kalau mobil zaman sekarang itu kalau kita pakai jarak jauh apalagi kita pakainya pas lagi turunan, itu emang rasio transmisi zaman sekarang itu bisa bikin kita irit banget. Jadi tanpa hybrid pun mobil ini pasti udah bisa jalan 1 banding 20, 1 banding 21 atau mirip-mirip kayak gitulah ya. Dan itu untuk mobil sekarang tuh wajar apalagi 1500 cc tapi ada tapinya. Itu cuma bisa berlaku ketika kita pas lagi keluar kota aja. Kalau kita jarak jauh ya apalagi jalannya kita cuma 80 km/h kita tipis-tipis nyetir gitu ya. Ngegasnya itu bisa sekali. Tapi ketika kita pakai macet-macetan kayak gini di dalam kota, sulit untuk mendapatkan di atas 1 10, 111, 112 tuh menurut gua sulit ya. Karena gua pakai HRV yang lama 1500 cc itu gua dapetin sekitar ya kalau lagi macet-macet begini 189 ya kan kombinasi ya sekitar 112 113 dan kalau keluar kota jarak jauh makanya sangat sangat banyak variabelnya tapi ketika jadi hybrid ya kita ambil kombinasinya kita dapat nih 16,4 km/l kita sudah jalan 170,8 km dan ketika awal-awal itu gampang banget dapat 120, 121, 122 gitu. Tapi setelah dikombinasi dengan kemacetan dengan tol, dapatnya ya 16,4 dan itu angka yang sangat bagus sekali dengan HRV gua yang lama yang 1500 cc itu paling kalau kombinasi 1112 gitu. Jadi memang sangat banyak variabelnya untuk mengetes konsumsi bahan bakar mobil zaman sekarang dibandingkan dengan zaman dulu ya. Kemudian gimana soal F dari engine-nya sendiri? Ya, biasanya kalau Honda itu kan masih suka ada rasa-rasa petrol head-nya. Artinya walaupun dia CVT itu masih ada simulated gear shift-nya gitu ya di mobil ini. Ah, sayangnya tidak seperti itu. Jadi tenaga mesinnya gede ya kan. Kalau mesin 1500 cc-nya dia mengecil ya 107 e PS dan torsinya 120 Nm. Dan untuk tenaga motor listriknya itu 131 PS dan torsinya 256 Nm. Lebih kencang dibanding yang bensin. Oh, jelas. Tapi ya feel-nya ini feel-nya lebih kayak mobil listrik dikasih suara ya. Karena gini, misalkan nih kita kick down ya. 1 2 3 gas. Dia tuh jeda antara mesin listriknya nyala ya, dia kick down sama jeda mesinnya itu lag-nya agak berasa. Kalau misalkan di kecepatan rendah itu dia cepatlah nyautnya. Tapi ketika kita lagi di 40 60 kita kick down dia nyautnya sih agak ini ya agak butuh waktu dan ketika mesinnya nyaut kayak enggak nambah kencang gitu kayak segitu aja gitu loh. Jadi kayak linear aja. Kalau misalkan beberapa mobil hybrid lain kan kayak misalkan kita bawa Zenix gitu ya, kita gas mesinnya nyaut dia langsung terasa w ada tambahan tarikan tenaga kan. Nah, kalau ini ya linear aja gitu. Jadi kayak mobil listrik sih, tapi ya enggak sekencang mobil listrik gitu. Jadi pas kita gas gini. Hei, ya kelewat dia. Jadi pas kita gas gitu ya, ya udah gitu aja gitu loh. Enggak yang greget, kurang petrol head sih rasanya sih itu aja. Tapi overall dibandingkan dengan yang mesin standar ya, gua lebih pilih mesin hybridnya. Lebih bertenaga, lebih kencang ya. Memang kalau kita ngomongin driving feel ya, delivery engine-nya itu enggak sebagus itu. Dan yang lebih lucu lagi adalah transmisinya. Jadi dia tetap ada simulated ge shift-nya. Jadi ketika kita bawa kencang dia masih ada kayak perpedaan gigi dari 1 2 3 ada. Tapi movement dari mobilnya gitu-gitu aja gitu dia kencang. set. Tapi enggak ada rasa sentakan pinda giginya gitu. Jadi kelewat halus. Even kita udah ubah ke sport mode. Jadi ketika di sport mode e gasnya lebih e responsif ya. Kita senggol dikit lebih laju ya. Tapi driving feel-nya tuh tuh dan suaranya tuh bikin kelihatannya rasanya kencang. Tapi sebenarnya movement dari mobilnya segitu aja. terutama kalau misalkan kita nyetir di 60 km/h ke atas kita gaspol begitulah. Tapi kencang ya. Kalau di bawah 40 itu lebih berasa pas mesinnya nyala ya. Jadi agak sedikit aneh sih ee feel-nya tapi dibandingkan dengan mesin standarnya bagus. Nah, tapi kalau dibandingkan dengan mesin 1500 cc turbo, gua lebih pilih mesin yang 1500 cc turbo. Lebih terasa eh engine-nya gitu. movement dari transmisinya dan kawan-kawan itu lebih enak dan sentakannya lebih berasa di HRV yang turbo dibandingkan dengan yang hybrid ini. Karena kalau misalkan kita pakai yang mesin bensin biasa, kelemahan dari HRV itu dia karena punya pelek besar ya, berat ya. Jadi ketika kita gas itu dia butuh waktu ya buat giginya turun. Jadi buat condok-condok enggak enak gitu. Tapi ketika masuk ke hybrid ya kan putaran bawahnya kita sodok ya rasanya kayak pedalnya kayak pedal mobil listrik gitu. kayak bukan mobil biasa. Ditambah lagi ya dia tuh punya pedal shifter tapi fungsinya itu buat regen. Jadi ketika kita jalan kita pencet sebelah kiri dia tambah garis-garisnya tuh tambah banyak gitu di sini nih. Tuh seperti itu dia. Jadi ketika kita lepas gas dia akan masukin energi lebih banyak ke si baterainya. Bukan jadi pedal shifter gitu. Jadi enggak bisa ganti gigi nih. Even kita masukin ke B juga sama aja. Nah, cuma BM doang jadinya. Enggak ada manual 1 2 3. BM tuh apa maksudnya? Banyak mau. Masukin sport juga sama dia masih DM M juga gitu. Sport BM juga gua enggak bisa dapat gigi 1 2 3 4 5 6 jadi simulated gear shift ya. Jadi rasanya berbeda banget. lebih kayak mobil listrik dibandingkan sebuah mobil bensin. Mungkin gua ngerasanya ini tuh lebih mirip kayak eh Nissan Serna e Power sih karena dia lebih banyak menggunakan mesin listriknya dan si ini kan bisa jadi series, bisa jadi paralel. Jadi ketika dia butuh tenaga lebih gede daripada dia menyalurkan tenaga ke mesin, dia lebih banyak menyalurkan tenaga buat tambahan ini aja, buat tambahan daya baterainya aja gitu buat tenaga motor listriknya gitu. Dan ini mobil ya kalau yang tipe RS itu paling tinggi dan kelengkapannya paling banyak. Cuma masih ada beberapa kelengkapan yang menurut gua ee sayangnya cuma ada di RS aja. Kayak contohnya dia airbag-nya itu ada enam tapi cuma di varian RS. Varian yang biasa itu airbag-nya cuma ada empat. Jadi cuma ada depan sama di samping sini. Kartennya enggak ada. Ya, tetap masih ada eh sunatan-sunatannya tapi ini way much better dibandingkan dengan model sebelumnya. Dan kalau misalkan kalian beli HRV, sayang sih kalau enggak ngambil yang hybrid sekalian gitu. Kalau yang e lama gitu ya. Kayak misalkan HRV yang I Plus gitu. belum belum hybrid ya. Sayang aja sih karena gua enggak nemuin kelebihannya dibandingkan dengan kompetitor lain selain dari e posisi duduknya, ergonominya, sama ya handling-nya okahitu. Jadi ini mobil setelah kita coba memang dibandingkan dengan HRV generasi sebelumnya ini lebih baik dan harganya lebih masuk akal. Tapi sebenarnya menurut gua masih tergolong mahal ya. Kenapa masih tergolong mahal? Karena persp88 juta itu varian hybrid tertingginya. Sedangkan kalau kita adu sama Toyota Yaris Cross Hybrid yang tipe tertingginya masih under Rp50 juta ya. Jadi bedanya masih R30 jutaan gitu. Jadi kalau misalkan harganya masih bisa dipangkas lagi memang dibandingkan dengan yang RS500 sih jauh ya. Tapi kalau kita rasional diadu dengan hybrid-hibrid lainnya ternyata belum murah-murah banget. Tapi well done lah. Kalau misalkan kalian pemilik Honda HRV lama pindah ke HRV baru yang udah hybrid, gua yakin ini akan membuat kalian lebih senang, lebih irit, lebih bertenaga, dan yang pasti kelengkapan dan kawan-kawannya serta rasa berkendara dari HRV sendiri. Kalau kalian puas dengan model sebelumnya, pasti kalian akan lebih puas lagi di mobil ini. Seandainya mobil ini itu ada beberapa yang bisa diperbaiki kayak misalkan perdaman kabinya ditambah, lampunya dibikin lebih terang, dan terakhir tuh interiornya tuh agak sepi ya. Kalau misalkan malam dikasih ambiance light itu kayaknya lebih bagus deh. Sama sekarang dia juga punya aplikasi yang sama seperti Hyundai kereta. Itu aja mungkin video kita kali ini. Jangan lupa untuk like dan subscribe sayaif. Sampai jumpa di vlog berikutnya. Buat teman-teman yang udah beli Honda HRV baru yang hybrid, coba komen di bawah seperti apa rasanya.
