Jungkat

NYOBAIN MAZDA 1,2 MILIAR! MAZDA CX80 (YouTube Video)

  • 13/05/2025

Jadi CX60 itu mobil yang sangat gua suka sekali ya. Karena di era elektrifikasi semuanya menjadi seperti itu arahnya. Tiba-tiba Mazda bikin mobil dengan platform baru ya, platformnya RWD, longitudinal dan mesin baru 3.300 cc inline 6. Wow, itu keren banget ya. Tapi ya ee beberapa tahun kemudian ya CX60 itu enggak sendirian. Tiba-tiba banyak kembaran-kembarannya. Enggak cuma satu. Jadi di sebelah gua ini ada CX80, tapi juga ada CX70 dan CX90 di Amerika. Tapi untuk yang pasar Indonesia dan beberapa negara lainnya dibagi jadi CX60 sama CX80 ini. Dan CX80 ini lebih panjang 250 mm atau 25 cm. Wheel base-nya sama dan dia six seater. Jadi enam penumpang. Ada baris ketiganya dan baris keduanya itu jadi captain seat. Nah, ditambah lagi mesinnya dia beda. Sekarang pakai mesin 2500 cc tapi dengan motor listrik yang besar dan baterai hampir 18 kWh jadi bisa dicolokin listrik nih ya. Ini beda sama CX60 nih. Nih bisa dicolokin listrik, CCS juga dan sudah support fast charging. Nah, jadi kalau misalkan kita mau pakai mobil ini mode full listrik tanpa mesin sama sekali bisa. Jaraknya 60 km berdasarkan WLTP. Jadi kalau diconvert ke NEDC ya seperti mobil-mobilok sekarang kan banyak kalau mobil listrik range-nya pakai NDDC enggak mau dia pakai WTP karena kalau pakai WTP kelihatannya jadi kecil mungkin sekitar 80 atau hampir 80 km kalau menurut NEDC-nya ya. Secara desain enggak terlalu berbeda ya, cuma sama seperti Mazda CX60 ada Kuro, ada elite dan ini kebetulan yang elite. Kalau yang Kuro itu grillnya hitam, perintilannya hitam. Kita buka mesinnya dulu. Ini dia mesinnya 2.500 cc. Ah, kalau kemarin CX60 padat banget kan karena 3.300. Yang sekarang enggak begitu padat tapi kelihatannya panjang. Padahal kalau kita buka enggak sepanjang itu. Nah, mesinnya dia pendek. Dan kalau kita lihat ya, Mazda itu ee masih mempertahankan idealismenya. Meskipun dia 4 silinder doang ya, tetap loh mesinnya dimundurin ke belakang. Jadi di bagian sininya itu kelihatan kosong. Biar mendapatkan distribusi bobot yang sempurna. Karena lihat nih, gua senang banget nih mobil zaman sekarang itu biasanya bannya itu ditarik ke belakang ya, terus moncongnya itu panjang banget. Ini enggak, dia kayak mobil Eropa justru kayak sedan-sedan Eropa. Depannya pendek tapi dari situ ke sini itu panjang. Dan kemarin ya eh waktu gua di IMS, Mazda sama Jetour itu kan sebelahan belakang-belakangan. Gua nanya sama Sales, "Ini Jetour sekarang masuk ke Eurocars ya?" Katanya iya. Eh, ternyata eh setelah videonya tayang ada yang bilang enggak, bukan Jetour Jetour, Eurocars Mazda. Ya, Mazda aja gitu. Dia enggak gabung sama Jetour. Jadi itu informasi yang salah. Gua minta maaf sebelumnya antara Euro Cars dan Jetour itu tidak ada hubungan. Dan kalau kita lihat lagi ya, kita lihat ke bawah. Nah, dia ada drive shaf-nya buat bagian depan. Jadi, dia sudah menggunakan penggerak all wheel drive. Jadi, biasanya mobil AWD itu yang kita sering temuin itu kan mesinnya transversal ke samping gitu ya. Tapi kalau ini dibikin longitudinal ke belakang ya, ada gardannya belakang. depannya ada drive shaf-nya, all wheel drive, dan tenaga mesinnya itu enggak gede, enggak nyampai 200 HP karena 2500 cc biasa ya. Tapi dia punya motor listrik yang tenaganya gede juga hampir sama kayak mesinnya. Tenaga motor listrik ya 175 PS, mesin bensinnya 191 PS dan torsinya itu juga mirip-mirip 270 dan 260 Nm antara mesin bensin dan listriknya. Dan kemarin gua bilang di CX60 mesinnya kan cepat banget mati ya, karena dia micin seperti itu karena 3300 cc itu kan besar ya. Jadi untuk menghemat bahan bakar ya e mild hybridnya itu cukup agresif. Nah, karena dia sering mati mesinnya dan kompresornya itu masih gabung sama mesin, alhasil kalau mesinnya lagi mati rasa mobilnya tuh langsung panas tuh AC tuh jadi angin doang. Nah, yang sekarang sudah pakai kompresor AC elektrik. Jadi, ketika mesin mati, kompresor AC-nya tetap kerja. Nah, yang ini beda gitu. Karena namanya juga hybrid ya, plugin hybrid lagi. Pasti mesinnya bakalan lebih sering mati ya dan bahan bakarnya pasti lebih efisien. Hari ini kita sama lagi kayak waktu nyobain CX60, kita mau ke Kuto Arjo ya, ke Sumber Alam. Cuma besok kita mau ke Magelang. Hari ini kita coba jalan mobil dengan kondisi baterai kosong. Besok kita mau coba baterai penuh. Kita jalan sampai habis. Kira-kira dapat berapa kilo sih? Nah, yuk kita jalan. Tapi sebbenarnya gua pengin lihatin belakangnya dulu. Nah, seperti ini dia bentuk belakangnya agak sedikit berbeda. Dan kalau kita buka CX80 AWD E Sky Active PHV. Wah, ada tasnya Arcan nih. Nah, ini dapat colokan listriknya ya. Dan kita dapat bagasi belakang memang enggak terlalu besar ya, cuma segini aja. Tapi kita dapat di bawah lagi ada tempat penyimpanan sama ada separatornya ya to cover-nya. Dan lucu nih dia penempatannya dibikin miring tapi rapi. Wah, ini bagian sininya juga lega ya. Dan dia tuh enggak ada ban serep jadi dia dapat air kompresor dan Tirment kit-nya sama liquidnya ya. Kemudian kalau kita mau bikin lipat rata lantai juga bisa. Kita tarik seperti ini. Turunin ke bawah. Nah, dia langsung rata lantai. Baku baris ketiga juga dapat AC di sebelah kiri kanan. Ini kayak AC-nya buat ke kaki gitu ya. Sama ada USB charger. Kita naikin lagi. Kita coba bangku baris terakhirnya gimana. Jadi dia tuh sebenarnya sudah elektrik dia, tapi kalau sempit. Wah, enggak muat kayaknya. Emang kalau dibentokin banget enggak muat, Kan? Tolongin majuin dong. Coba kira-kira seberapa ya? Segini nih. Nah, coba lu duduk. Muat enggak segitu? Ini masih muat orang nih. Oh, masih muat ya. Jadi emang harus berkeadilan. Depannya harus maju dikit, belakangnya baru dapat space. Dan ini space-nya lumayan sih kalau segini ya. Oke. Nah, ini benar nih. Beberapa mobil Eropa dia recline-nya sudah elektrik, slidingnya juga ada elektrik. Tapi pas kita geser itu lama net nunggu elektriknya dulu. Nah, ini langsung cepat. Dan kalau misalkan kita nyender ini headroom cuma dikit ya untuk gue tinggi 170 cm sama liner atasnya ini dia warnanya putih ya. Gua sih suka dalamnya ini warna putih gini tuh bikin rasanya lega di dalam. Nah, sekarang di bagian tengahnya kursinya ini jadi lebih enak karena di CX60 yang gua bilang dia agak tetap sedikit tegak ya dibandingkan yang CX80 ini. Nah, CX80 ini bisa diatur recline-nya dan untuk paling belakangnya ini lumayan recline-nya. Kalau kita majuin lagi dia bisa bentur lagi enggak? Oh, enggak. Udah cuma segini aja ya. Ini ada amres. Tapi amres-nya ini paten ya, jadi enggak bisa dibikin bangku, enggak bisa dinaikin ke atas. Begini aja. cup holder du. Ada box buat naruh-naruh barang, tapi gak ada colokan USB di sini ya. Colokan USB-nya ada di depan CD ya, sama kita dapat pendingin dan pemanas kursi termasuk juga buat kontrol AC-nya. Kemudian di bawah sini, nah ada tempat penyimpanan lagi ya. Seperti biasa mobil mewah pastinya sudah di-cover oleh velvet ya. Jadi kalau naruh-naruh barang itu enggak berisik. Nah, kita dapat cray trim-nya seperti biasa khas Mazda. Bagus. Gua suka sama desain sama pas dipegang tuh touch and feel-nya enak. Ya wes kita let's go jalan yuk. Oke, sekarang kita di jalan ya. Jadi tadi gua pikir ini udah benar-benar habis. Ternyata masih ada sisa range listriknya tuh 3 km. Jadi nanti range listriknya 0 km baru kita reset lagi, ya. Jadi di sini itu kita dapat 3,5 km/h. Itu baru kita reset tapi bentar doang gitu. Nunggu dia sampai benar-benar habis. Tinggal 2 km lagi nih range EV-nya ya. Habis itu baru kita reset. Jadi kita tahu kalau dalam mode hybrid biasa apakah mobil ini tetap irit? Karena ini mobil ya tentunya enggak bisa seirit mobil hybrid biasa seharusnya kecuali emang baterainya ada isinya. Dan ini kita sisa 2 km lagi ya itu masih bisa EV mode. Dari tadi EV mode. Tapi ungu-ungunya ini nih kalau kita lihat dia makin lama makin turun. Jadi kalau misalkan dia kan enggak ada RPM-nya, tulisannya cuma charge sama power. Kalau dia semakin habis dia eh EV only-nya tuh lama-lama semakin pelan yang keluar dayanya. Terus gimana rasanya mobil ini? Sambil kita ngabisin baterai kita omongin dulu ya. Rasanya sebenarnya jujur ngomong sama aja sama CX60 ya. E bantingannya ya. Dia kalau kena bantingan mikro itu agak keras. Tapi kalau kena jalan makin itu enak. Di tol tuh enak. Tapi kalau kita lewat jalan yang gluduk-gluduk gitu, rasa tuh bantingannya mikronya gitu. Terus posisi duduknya juga the best. Ya, gua suka dia ngelihat depannya, pilarnya tarik ke belakang, kecil pula ya. Spionnya juga ditarik mundur pakai tiang ditaruh sini pas lah. Cuma ngomong kursinya itu terasa keras sama seperti CX60. Jadi kalau misalkan kursinya bisa dibikin lebih empuk, terutama bagian headr-nya, ini pasti lebih enak lagi. E terus buat ngatur setir juga udah pakai elektrik ya. Interiornya premium sekali ya. Cuma dia belum bisa touch screen ya. Dan kalau mau dibikin touch screen juga jauh banget layarnya. Ini kita mesti maju badannya. Tapi di luar itu gua suka sama Mazda itu mempertahankan tombol-tombol dan enggak cuma sekedar tombol yang banyak dan ada gitu. Jadi kita enggak perlu masuk ke menu-menu lagi gitu ya. Tombolnya juga dipegang semuanya satisfying. Mulai dari tombol setir ya, tombol power window, tombol di bagian kanan sini, kiri sini, semuanya dipegang tuh rasanya premium. Begitu pula dengan interiornya juga mewah sekali. Gua suka sama fit and finishing-nya bagus ya. Seperti yang gua bilang, Mazda CX60 ke atas itu ya, itu sebenarnya kelasnya itu Lexus, kelasnya itu Akura Infinity, bukan kelasnya Toyota, Mitsubishi. Honda dan lain-lain. Dia emang dibikin lebih premium, tapi dia tetap pakai nama Mazda. Enggak diganti pakai e nama yang premium lagi gitu. Dan emang bagus sih mobil ya. Sekarang tinggal 1 km lagi dan hal-hal baik yang ada di CX60 itu masih ada juga kayak misalkan e face recogetition-nya itu ada. Jadi kalau misalkan kita ganti driver gitu ya, dia bakal lihat muka kita. Kalau misalkan dia udah ngenalin muka kita, dia akan e ngikutin settingan yang kita pakai sebelumnya. Mulai dari settingan kursi, spion, head unit, dan kawan-kawan juga sama. EV mode cancel. Oke, ya. Sekarang kita reset dulu. Sekarang kita reset dulu infonya. Kita pencet lama. Ah, sudah jadi nol. Dan kita sekarang mau jalan mode biasa aja. Oke, lanjut ngomongin berkendaranya. Handling-nya superb sekali. Enggak terasa ada perbedaan yang signifikan. Tetap enak handling-nya dan juga power delivery-nya itu enak juga. Tapi kita enggak mendapatkan eh suara seperti BMW M3 M4 yang ada di CX60. CX60 tuh suara mesinnya tuh asik banget ya, ngegerung gitu kan. Sekarang sengaja dibikin agak masuk suara mesinnya. Padahal suara kanan kiri kolong itu semuanya kedap. Tapi suara mesin tuh sengaja dimasukin. Nah, di mobil ini kita enggak nemuin e sensasi itu lagi. Jadi emang CX60 itu emang buat furis. Cuma ya kalian yang udah beli CX60 misalkan tanpa diskon gitu kan pertama kali keluar kan Rp1.188 juta. Yang ini R1 miliar ee 199 apa kalau enggak salah. Beda, beda Rp1 juta ya. beda Rp1 juta dapat plugin hybrid dapat AWD emang mesinnya bukan 3.300 dan kenapa bisa murah juga karena pajak di Indonesia itu sekarang sudah menggunakan basisnya itu emisi. Jadi semakin rendah emisinya itu semakin kecil ee pajak yang dikenakan. Apalagi ini PV itu dia lebih murah dibandingkan dengan hybrid pajaknya. Karena gini, kenyataannya di real life itu kita pergi itu kita tuh ternyata enggak sejauh itu perginya pulang pergi gitu kan kayak mobilnya ini 60 kilo ee sekali ngecas ya. Ya anggaplah 70 lah karena kan ee WTP ya bukan NEDC ya. Kenyataannya kita sehari itu enggak bakal sampai 70 km. Jarang sekali kecuali kalian rumahnya di Cikarang kerjanya di ee Jakarta gitu. PP bisa 60 km lebih. Dan ketika kita pakai colokannya, kita tiap malam nyolok listrik, itu bisa dikatakan hampir sama sekali mesin bensinnya enggak kepakai. Jadi benar-benar sebulan sekali kali ngisi bensinnya. Apalagi ketika listriknya habis juga mesin bensinnya pun juga irit karena dia menjadi mesin hybrid, bukan mesin biasa gitu. Jadi the best lah mobil PV itu kalau sebagai user gitu ya itu enak banget sih dan harganya menurut gua makes sense ya meskipun e membuat kecewa yang beli CX60 tapi CX80 dengan harga segini ini worth it banget karena gini mobil Jepang PV itu mahal-mahal loh. Outlander PV 1,3 miliar ya kalau enggak salah ya. Terus eh Toyota Raav 1,1 sekian 1,1 miliar dan gua yakin enak ini ke mana-mana dibandingkan dengan Toyota Raav. Eh, terus ada lagi Lexus yang PGV itu RX ya, RX 350H plus. Itu juga sengin mobil ini, tapi kan harganya jauh. Kalau untuk empuk ya mungkin lebih empuk si Lexus ya dan Audio mungkin lebih bagus Lexus. Ini Bose udah bagus juga Bosennya, cuma Mark Levinson itu beda kelas lah. Eh, untuk driving dynamics kemewahan, entah kenapa gua lebih suka ini dibandingkan dengan Lexus ya. Apalagi pas buka pintu pakai pencet tombol gitu rasanya kurang aja gitu. Enakan pakai gue emang orangnya manualan banget ya. Tapi ini mobil exceptional sih. Harga segini ya. Kalau kita kasih logo Mercedes Benz itu wah ini kasih pasti kacang goreng. Kapan lagi bisa dapat Mercedes Benz. Kualitas kayak begini via lagi. Harga 1,2 M. Cuma karena Mazda gitu ya. Mazda sebenarnya udah naik kelas banget. Even kita nyobain Mazda 2, Mazda CX5, Mazda 3 pas masuk interiornya nyobain Driving dynamicsnya emang kelasnya di atas brand-brand Jepang lainnya gitu ya. Emang di emang di atas gitu ya. Cuma tetap aja ee Persi value-nya masih butuh waktu untuk mendapatkan ee kesetaraan dengan Lexus dan kawan-kawan. Tapi kalau secara produknya udah setara. Yakin gua setara banget. Jadi ternyata setelah kemarin kita nyampai di rumah pulang pergi Purworejo, habis kan baterainya kan kita dapat sekitar 12 km/l. Enggak terlalu irit ya, tapi dibandingkan sampai 3.300 cc kurang lebih ya lebih irit sedikitlah. Jadi kalau misalkan kalian pengin keluar kota, kalau bisa jangan langsung masuk EV mode, pakai normal aja. Nanti dia bisa nge-balance antara penggunaan baterai sama penggunaan mesin bensinnya. harusnya bisa karena waktu gua terima dari Mazda gitu ya dalam keadaan baterai yang tinggal seperempat kurang itu kita dapat di 1 banding 25 tapi sayang enggak difoto ya. Nah, sekarang kita copot aja ternyata udah dicopot ya. Jadi enaknya kita punya chargeran di rumah itu naik PV sampai rumah langsung ngecas. Tapi ini chargernya Hyundai sih. Kalau beli mobil ini langsung dapat wall chargernya di rumah. Oke, yuk kita jalan aja sekarang. Sekarang kita pakai EV mode-nya nih ya. Kita dapat 12,1. Terus sekarang penuh bensinnya tinggal separuh. Nah, sekarang kita mau masuk ke EV mode. EV. Yey. Jadi nanti kita sampai habis. Estimasinya sih 55 kilo ya. Tapi enggak tahu nanti pas kita jalan gimana. Kalau kita pakai mode full EV itu suaranya langsung jadi hening sekali ya. Sama sekali enggak ada suara mesinnya nyala. Paling kalau kita baru jalan ada suara nging gitu doang sih. Motor listriknya bekerja ya. Dan ingat mobil ini all wheel drive. Jadi empat buah rodanya itu bekerja semua. Enggak cuma depan doang atau belakang doang. Dan ketika di malam hari ya, gua senang banget sama itu tuh eh head up display-nya itu bagus sekali ya ee informasinya tuh kalau misalkan lagi jalan biasa tuh cuma itu doang tuh 18 km/h tapi pas kita pencet cruise controlnya dia langsung berubah. Nah, ada garis jalannya sama ada kecepatan buat cruise control berapa termasuk juga di speedometernya juga berubah. Dan sama halnya seperti Mazda CX60 yang kemarin kita pinjam ya, speedometernya itu cuma punya dua mode doang ya. Mode seperti ini dan mode yang pakai dial. Ada tiga dial gitu ya. Tapi yang sebelah kirinya beda, kanannya juga beda. Nah, tapi gua yang suka dari Mazda itu yang mobil sekarang kan wah dibikin display-nya rame, bisa banyak settingan segala macam. Dia enggak cuma gini-gini aja, tapi elegan. Desainnya elegan. Enggak banyak macam, tapi dilihatnya enak. Dan menu-menu di sini itu semuanya sama seperti CX60 kecuali dia ada EV settings-nya. Kalau dipencet seperti ini ya, dia ada charging schedule, climate control timernya, charge limit for AC charging-nya, charger connector lock-nya, regenerative braking level-nya. Ini kita pakai yang high ya, ada EV priority modenya. Jadi pas kita jalan normal dia akan mengutamakan EV-nya dan driving charge start. Udah itu aja. Sisanya sih semuanya kurang lebih mirip-mirip sama kayak CX60 dan dia tetap punya ini ya, ada fingerprint sensor. Jadi kalau enggak kelihatan mukanya gitu ya, pakai kacamata bisa pakai fingerprint sensornya. Sisanya ini mobil hah sebenarnya kalau bisa gua bilang ya, ini mobil buat gua tuh udah tick all the boxes buat jadi mobil luxury yang punya brand nama lain gitu. Misalkan Mazda mau hidupin lagi E ini ya, mau divisi mobil mewahnya Mazda itu bisa banget di mobil ini karena feeling premium itu dapat banget setirnya, terus juga interiornya, eksteriornya, performance-nya juga dia sedikit lebih kencang dibandingkan dengan yang 3300 cc hybrid. Oke, sekarang kita udah masuk tol ya dan kita pengen tahu e beberapa mobil PHV itu kalau di atas kecepatan tertentu dia itu langsung pindah dari listrik ke bensin secara otomatis. Kayak misalkan di mobil gue yang lama Mitsubishi Outlander PV ya. Jadi kalau misalkan di atas 80 atau sampai 100 km/h mesin basnya itu nyala tapi jadi genset kayak eh itu Nissan e Power karena baterainya itu enggak sanggup untuk memutar si ee apa namanya si dinamonya kalau lebih dari 80. Jadi harus pakai bantuan dari motor mobil apa mesin bensin. Nah, ketika di atas 100 baru mesin bensinnya bekerja jadi penggerak bukan jadi ngecas, bukan ngasih daya tambahan, bukan jadi generator. Nah, ini di mobil ini tuh ada ungu-ungunya ini loh. Jadi kalau kita injak gas lebih dalam ya, kalau kita ngelebih dari ungu-ungu itu ya, mesin bensinnya akan nyala. Nah, sekarang kita jalan 70. Kita mau naikin kecepatan secara gradual pelan-pelan karena kita enggak pengen lebih dari ungunya itu ya. Gua pengen tahu sampai kecepatan berapa si mesin bensinnya nyala. Oke, sekarang 79 81 82 masih kita tambah terus 85. Ini mesin bensinnya masih belum nyala ya. Mungkin bisa kita lihat di sini eh information. Ah, ini ada nih 89. Oke, lanjut 90. Tapi ungu-unggunya tuh makin turun makin lama ya. Kemudian EV distance-nya udah 14,6 dari tadi kita jalan berangkat ya. 100 masih pakai motor listrik belum nyala mesin bensinnya. 102 103 104 105 106 8 109 110 masih pakai EV mode ya belum nyala. Nice 112 tapi 112 itu udah mulai naiknya banyak ya. Dah kayaknya cukup deh sampai segitu kayaknya. sampai 120 juga masih bisa sih pakai EV mode. Cuma nanti kita kan lagi ngukur ya seberapa jauh kan klaimnya 60 km berdasarkan WTP. Kalau misalkan kita pakai ee sehari-hari dapat enggak tuh 60? Karena kalau pakai si Outlander itu dari klaimnya 48 dapatnya paling cuma 42 38 enggak nyampai 48 sih belum pernah coba sampai segitu ya. Belum pernah dapat gua. Tapi kalau menurut WTP harusnya dapat. Kita coba cek aja. Jadi ternyata PGV-nya ini benar-benar bisa EV mode-nya lebih dari 100 ya. Dan yang bikin senyum lagi adalah ya ini mobil dibandingkan dengan CX Tempulnya 3.300 cc in line 6 itu kan menurut gua udah lumayan banget udah kencang lah. 0 100nya 7,4 detik. Kita bisa dapetin di angka 6,8 artinya lebih kencang 0,6 detik dibandingkan yang 3.300. Tapi tetap sih feelingnya beda sih acceleration-nya terutama suara mesin yang 3300 cc itu kalau digas tuh aduh enak banget suaranya deh. Jadi yang ini tuh lebih kayak everyday car. Kalau CX80 CX60 yang 3.300 itu lebih kayak ee apa ya? Mobil hobi yang kalau kita mau keluar kota, yang kalau kita mau pakai SUV tapi pengen dapat mobil yang rasanya kayak sports car. Nah, itu dia mobilnya 59,6 entar 59,9 60 km. Yes. Jadi 60 km sudah kita tempuh dengan EV mode di mana baterainya masih ada sisa sedikit dan range-nya ini masih ada 4 km lagi. Iya. Dan seperti yang gua bilang, kalau klaimnya itu WLTP biasanya achieve, tapi kalau NEDC biasanya enggak nyampai tuh. Kalau misalkan WTP-nya 60, e NEDC-nya mungkin sekitar 80 kan gua bilang kan. Kalau 80 kayaknya enggak nyampai, tapi ya itu beda standar ya, beda hasil. Makanya kalau mobil listrik kalian mau beli lihat itu klaimnya WTP atau NEDC. Jarang-jarang ada pabrikan yang bisa ngasih dua klaim sekaligus. Biasanya Cherry itu yang ngasih. yang lainnya gua belum nemu. Jadi kalau kita lihat lebih detail lagi ya, dia tuh konsumsi listriknya itu sekitar 4,7 km/ kour. Sebenarnya untuk sebuah mobil listrik itu enggak irit ya. Kenapa ya? Kalian bisa lihat sendiri mobilnya besar ya dan gendong mesin juga enggak cuma gendong baterai sama gendong ee apa nam motor listrik. Dia juga perlu gendong baterai. Jadi untuk dapat 4,7 km/h menurut gua okelah. bukan yang wah, tapi yang jelek juga enggak sih. Nah, sebagai perbandingan juga gua biasanya kalau bawa Ionic 5 itu dapatnya sekitar ya 6,2 6,5 km/ k. Nah, ini pas banget kita keluar tol ya. Masih EV mode. Gua pengen tahu sampai kilometer berapa dia nyala. Kita cek di menu sebelumnya ya. High voltage bater monitor 5% lagi. Total range-nya 320 kil. Enggak, enggak, enggak. EV range-nya 3 km lagi. Ini estimasi kalau kita pakai charger rumah tuh sekitar 2 jam 10 menit ya karena baterainya kecil ya. Baterainya kurang lebih kayak Wooling RV yang short range lah. Dan makin lama tuh ya semakin baterainya mau habis ungu-ungunya itu semakin ke kiri ya. Tadinya tuh ada di ya sekitar 3/4 sekarang tinggal eh 1/4at lebih dikit lah. Ini kalau menurut range tinggal sekilo lagi ya. Jadi 65,3 km. E masih pakai EV mode. Kemarin gua waktu coba bawa jalan, habis itu tiba-tiba dari EV ada peringatannya udah enggak bisa pakai EV mode lagi. Dia ubah ke normal. Coba ini detik-detik dia pindah. Tapi di sini tuh udah kelihatan habis. Di sininya masih ada kayak sedikit ya. Agak beda nih pembacaannya antara speedometer sama yang tengah. Woh, habis yang di sini nih. Akhirnya habis juga. Tapi masih ada 1 kilo ya. Coba kita lihat pokoknya kalau mesinnya sudah nyala dan ada warning, berarti baterainya sudah habis total. Tapi sebenarnya enggak habis total juga. Dia tuh masih ada sedikit ya. Karena untuk ngebikin baterai awet itu ngecas enggak bisa sampai full banget. Habis juga gak bisa habis banget. Wah, udah strip. Nah, EV mode cancel. Jadi kita dapat 65,3 km ya. EV mode cancel tapi mesinnya masih belum nyala tuh sebenarnya. Lihat deh mesinnya masih belum nyala 65,4 regin energinya 1,2 loh. Artinya hampir kalau dia 17 kWh ya sekitar 78% lah regen-nya itu mantap ya. Tuh masih pakai EV. Tapi ini tulisannya EV nih yang ungu-ungunya hilang. Ini masih pakai EV loh. Belum nyala mesin bensinnya. Nah. Nah, akhirnya sudah nyala. 65,6 kita dapatnya. Oke banget loh 65 km EV only. Bayangin kalian sehari gitu ya. Coba dicek deh jarak ke kantor kalian berapa. Cukup enggak pakai ee apa namanya? Mazda CX80 Piavi. Udah naik kopiav udah malas naik mobil lain deh. Asli di rumah satu mobilnya udah cukup gitu. Mau keluar kota bisa langsung. E misalkan lagi di rumah, tiba-tiba kita besok harus ke Semarang atau kita lupa ngecas, bisa langsung gas. Enak banget emang. Jadi setelah kita nyobain Mazda CX80 PV, gua tuh senang banget sama yang 3300 cc inline 6 ya. Tapi buat teman-teman yang pengen tambah bangku baris belakang, terus juga irit dan bisa dipakai harian sebagai mobil listrik, ini mobil solid banget. Dan antara yang inline 6 sama ini harganya cuma beda berapa bel juta ya? Ya 1,2 M lah dari 11199 ya. Ini mobil worthed banget ya. Ya bayangin yang 3300 ccbit aja udah gua bilang itu sangat worth it. Tambah lagi mobil ini harganya enggak jauh beda sama yang 3.300 bungkus sih. Itu mungkin video kita kali ini. Jangan lupa untuk like dan subscribe. Buat teman-teman yang udah bantu ng-report komen judi online, gua ucapin terima kasih. Bye- bye.

Lihat di YouTube