Jungkat

Nyobain realme 13, Hape gaming terjangkau yang berasa "MAHAL" (YouTube Video)

  • 07/08/2024

Perang HP di 2 jutaan itu makin seru. Sekarang jadi makin panas gara-gara HP baru dari realme ini. HP yang ikut-ikutan… Gak masuk akal. Gimana gak masuk akal? Coba deh bayangin sebentar. Dengan harga 2 jutaan, kita akan dapetin HP ber-SoC Cinebragon 685, Super AMOLED 120Hz, Advanced Cooling System, Punya GT Mode, Sampai Super VOOC 67W. Ngaco kan? Kita bahas satu-satu deh. Secara visual, HP ini cakep. Dengan kamera membulat, dan didalamnya terdapat 3 buah kamera. Peletakan jack audio ada di bagian atas, terus kita juga tidak lagi menemukan tombol power yang menyatu dengan sensor fingerprint. Karena berhubung generasi ke 13 ini udah menggunakan layar AMOLED, maka fingerprintnya pindah ke dalam layar. Kalau secara visual tidak banyak yang berubah, lain cerita dengan spesifikasi. Karena saya lihat banyak banget hal-hal baru yang ada di HP ini. Yang terasa agak nggak normal ada di HP 2 jutaan. Pertama adalah HP ini punya layar berukuran 6,67 inch dengan panel AMOLED, dan refresh rate 120Hz di Full HD+, dengan tingkat kecerahan yang menurut saya cukup tinggi, karena tembus 2000 nits dalam kondisi peak. Kita semua setujukan kalau upgrade ke sektor layar bener-bener kerasa, karena generasi sebelumnya masih menggunakan panel IPS. Sekilas dilihat memang layar di HP ini lebih vibrant, terutama untuk beberapa warna yang gonjreng seperti biru dan hijau. Responsifitas layar di HP ini juga cukup memuaskan. Saya tidak merasakan adanya latensi yang mengganggu. Sayangnya saya nggak tau jenis kaca apa yang digunakan di HP ini. Tapi yang pasti, untuk HP 2 jutaan, layar dengan spesifikasi seperti ini, overkill sih menurut saya. SoC di HP ini cukup ngebut, Snapdragon 685, yang mana punya reputasi yang lebih baik dibandingkan merek SoC sebelah. Performa mah nggak usah ditanya lagi ya. Hampir semua orang tau gimana performa dari Snapdragon 685. Skor antutunya ada di angka 360 ribuan, yang mana menurut saya ini sudah cukup oke. Kelebihan dari HP ini dibandingkan HP lain dengan SoC yang sama adalah, Realme masukin sebuah fitur yang eksklusif ada di HP-HP gaming mereka, yaitu GT Mode. Dan ini diklaim pertama kalinya ada di Realme Number Series. Jadi buat yang belum tau, fitur ini bisa melakukan optimalisasi terhadap frame rate dan responsen tuh pada layar, waktu kita main game. Jadi ngasih experience yang jauh lebih baik. SoC di HP ini juga sudah dilengkapi dengan sistem peningin yang optimal. Terdapat sebuah vapor chamber berukuran cukup besar, yaitu 4392mm persegi. Pada praktiknya, saya coba main HOK atau Hunter of King, dan HP ini bisa jalanin game keren ini dengan sangat lancar. Udah pernah main HOK belum? Coba deh. Bacanya HOK apa HOK sih? [Mouldie]: Kalo HOK mah ya... [Irwan]: Calon Gubernur Jakarta? Oh iya... Ada yang bilang, "Politik mulu nih bahasnya". Loh? Kan kita channel komedi. Kita kan tau politik Indonesia tuh komedi banget ya? [Mouldie]: Saya nggak ikutan ya... Pas dicoba buat main PUBG juga HP ini bisa berjalan dengan sangat lancar ya. Berkat si GT Mode, fps yang ngedapetin tuh stabil dan minim kerasa frame drop. Saya ngerasa lebih kompetitif sih mainnya. Ya emang pada dasarnya jago sih, jadi apa susah ya? Jadi fitur apapun... Ada yang tidak suka paduka? Fitur-fitur di GT Mode juga ngasih experience main game jadi lebih uninterrupted. Anjay bahasanya... Alias tanpa gangguan. Semua jenis notifikasi otomatis akan di-block. Termasuk telepon, SMS pinjol, tagihan pay letter, itu di-block semua tuh. Jadi mainnya tenang. Soalnya ternyata kalau mau tenang, malah main game. Astagfirullahaladzim... SoC di HP ini ditandem sama RAM sebesar 8GB yang bisa kita extend sampai 16GB. Berkat virtual RAMnya plus storage sebesar 256GB. Upgrade juga terjadi di storage HP ini. Karena kecepatan baca tulisnya ngebut so. Saya seneng deh dengan performa storage di HP ini. Mungkin nggak banyak orang tau kenapa kecepatan baca tulis pada storage sebuah smartphone sangatlah penting. Semakin cepatnya storage pada sebuah smartphone, semakin cepat pula dia merespon saat kita memberikan perintah. Misalnya saat membuka aplikasi. Dan ada beberapa hal yang agak nggak lazim ada di HP 2 jutaan Pertama adalah setup dual speaker. Dimana percaya atau nggak, ada brand yang ngejual HP di atas 7 juta. Tapi speakernya masih mono. Masih relate kita roasting terus ya bang? [Mouldie]: Itu realme juga waktu itu single speaker. [Irwan]: Eh ini video realme nggak boleh begitu. [Mouldie]: Tapi mereka sudah bertambah. [Irwan]: Di HP ini speakernya udah stereo dan suaranya cukup nyaring ya. Jadi buat main game atau nonton film, rasanya lebih nyaman karena suaranya udah stereo. Terus dia juga udah punya sertifikasi IP64 yang artinya udah tahan terhadap debu dan air. Bahkan dia punya fitur yang namanya rainwater smart touch. Anjay. Yang mana dengan fitur ini, kita masih bisa nyentuh si layar dalam kondisi basah. Artinya kita tetap bisa mengoperasikan si smartphone sambil hujan-hujanan. Karena jujur ya, saya punya HP puluhan juta. Tapi jadi bego waktu kena air. Untuk baterenya sendiri, HP ini punya baterai yang cukup besar. 5000mAh dengan dukungan fast charging 67W. Saya coba ngetes langsung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai dari 0-100% dan saya mendapatkan waktu 1 jam lebih sedikit ya. Menurut saya ini cepet banget. Dan yang unik adalah, walau HPnya cuma bisa menerima 67W, dalam paket penjualan, realme masukin kepala charger SuperVOOC dengan output maksimal 80W. Aneh nggak? Menurut saya sih lebih ke misioner aja gitu. Karena bisa jadi, mereka berpikir kalau charger ini akan tetap dipake walaupun next HP baru mereka akan support daya yang lebih besar. Hmm menarik. Kalau beneran alasannya begitu sih keren sih realme. Dan alasan realme 13 pake sistem charging 67W dibandingkan 80W adalah karena HP ini didesain untuk ngasih pengalaman gaming bintang 5. Setelah penelitian dan pengujian ekstensif, realme berkesimpulan bahwa kecepatan charging 67W adalah speed paling optimal buat baterai 5000mAh. Masti numursi baterai panjang, aman, dan integrasi tanpa batas dengan spesifikasi canggih lainnya. Untuk softwarenya sendiri, HP ini sudah menggunakan Android 14 yang dibalut antar muka realme UI 5. Eksperiens menggunakan antar muka dari realme ini tidak pernah mengecewakan karena terasa simpel, nggak terlalu banyak gimmick, dan cukup smooth. Paling yang mengganggu waktu awal pake HP ini adalah selalu muncul keyboard setiap kita membuka app drawal yang mana saya harus memotifkan fitur ini secara manual gitu. Mungkin buat orang lain berguna untuk bisa cari aplikasi, tapi buat saya ini agak ngeselin sih beneran. Ya sama kayak abang setiap saya buka aplikator ada abang. Ngeselin banget. Bro pikir bro paling kesel. Saya juga kesel setiap masuk lu lagi, lu lagi. Yaudah saya ngelamar ke Jagat Review dah. Yahahahahahaha Jangan bang enak soalnya. Hahahaha Kantornya bagus, bersih. Ada pantrynya. [Mouldie]: Ada tempat nginepnya. [Irwan]: Ada tempat nginepnya, ada mess-nya. Ada rooftopnya, adem kalau sore. Uh parah sih. Kapan nih Sobat HAPE. [Mouldie]: Martabaknya enak. [Irwan]: Martabaknya enak! Kapan Sobat HAPE begitu ya? *ketawa* Tutorial meroasting. Tutorial merosting perusahaan sendiri. Terakhir kita bahas soal kamera. Secara visual hape ini terlihat punya 4 buah kamera, 3 kamera di bagian belakang dan 1 buah kamera di bagian depan. Kamera depannya sendiri beresolusi 16MP, sementara 3 kamera belakangnya beresolusi masing-masing 50MP kamera utama, yang sudah menggunakan sensor Sony LET600. Lalu kamera kedua ada kamera flicker... yang saya bingung ya sebenernya ini gunanya buat apa sih? Nanti coba saya cari tau sendiri deh, atau akan saya tanya langsung ke pihak realme gitu. Dan kamera ketiga adalah kamera mono beresolusi 2MP. Stiker stereo kamera mono kan? Kontradiktif sekali ini fiturnya. Saya inget banget, beberapa tahun lalu, kamera monochrome ini diperkenalkan oleh salah satu brand di mana kamera jenis ini punya tugas untuk menangkap detail yang lebih tajam. Saya nggak tau apa kefungsi kamera mono di hape ini. Punya fitur yang sama seperti kamera mono di hape-hape sebelumnya gitu. Karena sekali lagi, saya nggak dapet informasi yang cukup banyak soal kamera mono di hape ini. Tapi saya akan fokus ke kamera utamanya yang beresolusi 50MP aja ya. Secara angka, mungkin 50MP bukanlah kamera yang terlalu wow gitu, karena 50MP di smartphone itu sekarang terlihat biasa aja. Yang bikin kamera di hape ini nggak biasa adalah penggunaan sensornya, di mana dia sudah menggunakan sensor Sony LYT600 dan sudah tertanam optical image stabilization di kamera utamanya. OIS inilah yang menurut saya terasa mahal ya, karena hampir sulit atau bahkan nggak ada smartphone 2 jutaan punya kamera dengan OIS. Kayaknya ada deh... Nanti saya... Saya... Kita lempar ke... Kita lempar ke GRUBRUD! Ah lambat anda! Kita akan bahas sedikit soal kualitas foto dari kamera di hape ini. Saya belum bisa bahas banyak soal kamera di realme 13, karena butuh waktu yang lebih lama untuk tau bagaimana kualitas sebenernya dari kamera di hape ini. Tapi yang pasti, sekilas saya merasa kualitas foto di hape ini terlihat cukup oke, karena beberapa foto yang saya ambil terlihat cukup bagus untuk sepua hape 2 jutaan. Detil masih dengan mudah ditangkap, warnanya juga saya suka karena terlihat vibrant, terus foto lowlightnya juga tidak mengecewakan. Plus kemampuan in-sensor zoom 2x-nya yang bikin foto zoom tetap terlihat tajam. Berikut adalah beberapa sampel foto yang saya ambil menggunakan realme 13. Dalam waktu yang bersamaan, realme juga memperkenalkan sebuah TWS bernama Realme Buds T01, dimana desainnya mirip seperti AirPods generasi pertama. Bukan berjenis in-ear, melainkan earbuds, dengan kelebihan memberikan soundstage yang lebih luas. TWS ini pun diklaim punya latensi yang cukup kecil, artinya memang didesain untuk bermain game. Latensi yang kecil dan koneksi yang stabil memungkinkan dimiliki TWS ini berkat bluetooth 5.4-nya. Ukuran drivernya sebesar 13mm, berjenis dynamic driver. Terus dia juga punya sertifikasi IPX4. Secara sekilas saya mendengar suara yang keluar dari TWS ini. Cukup oke, terutama untuk detail dan staggingnya yang kerasa lebih luas. Yang kurang paling ya isolasi yang memang nggak sempurna. Desain seperti ini meninggalkan celah antara lubang kuping kita dengan si TWS. Artinya kita harus berada di tempat yang minim noise untuk mendapatkan hasil suara yang maksimal. Kesimpulannya, saya jujur agak kaget waktu mendengar rumor hape ini akan dijual di harga 2 jutaan ya. Bukan kaget karena harganya, tapi kaget karena banyak banget hal-hal yang normalnya nggak ada di hape 2 jutaan, tapi ada di hape ini. Dan ngasih tagline gaming bintang 5 rasanya juga nggak berlebihan ya. Lihat aja apa yang ada di hape 2 jutaan ini. Sebut aja layar AMOLED 120Hz. Punya setup dual speaker yang nyaring. Punya kamera bersensor Sony dengan OIS. Punya baterai yang gede dan fast charging 67W. Punya GT mode, fitur yang normalnya ada di hape gaming mereka, dan fitur-fitur lain yang lazimnya kita temukan di hape dengan harga di atas ini. Dan realme benar soal ini. Intinya, impresi pertama saya untuk realme 13 cukup impresif dan memuaskan. Komplen saya paling iya. Berus dong realme, launching hape jangan cepet-cepet banget. Ini belum 6 bulan lho, udah nomor lagi buset. Tapi bagus sih sebenernya, karena konsumen pada akhirnya punya banyak pilihan gitu Coba deh tulis pendapat kalian di kolom komentar soal realme 13 ini. Nggak apa-apa, kalian bebas beropini kok. Karena nggak bisa dipungkiri. Opini-opini kita yang sering kalian menjadi pertimbangan brand-brand dalam membuat sebuah smartphone baru. Karena saya yakin realme adalah salah satu brand yang mendengarkan apa yang diinginkan oleh konsumen. Jadi silahkan beropini. Realme tuh semakin deroasting, semakin menjadi dia. Jadi jangan terlalu... Nggak ngapain sih bang? Bro pikir bro ikan koki ya? Ada di akuarium, lagi berenang.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Brand Terkait

Realme

Realme adalah brand teknologi dengan lini smartphone, tablet, wearable, dan AIoT berperforma tinggi. Realme menghadirkan perangkat stylish dengan harga terjangkau, baterai besar, dan fitur modern untuk gaming, hiburan, serta produktivitas harian.