Jungkat

Omnibook Paling TERJANGKAU! - HP Omnibook 3 (Intel Core 3 100U) (YouTube Video)

  • 08/08/2026

Semenjak HP me-rebrand laptop mereka menjadi Omni Line, kita belum pernah nih ng-review laptop affordable mereka. Tapi kali ini akhirnya datang juga HP Pavilion yang sekarang sudah berubah menjadi HP Omnibook 3. [musik] Penamaan Omni ini berasal dari bahasa Latin yang artinya itu adalah semua yang bermaksud rebranding Omni ini adalah all inone solution. Yap, selain Omnibook, HP juga punya PC allin-inone yang namanya Omni Studio atau PC prebuild yaitu Omnidesk. Nah, karena harga hardware ini lagi naik-naiknya, HP tuh pengen ngasih value lebih di laptop mereka walaupun bukan dalam bentuk hardware. Jawabannya ya di software. Jadi, di setiap pembelian Omnibook 3 yang kali ini kita akan mendapatkan komplementary 1 tahun online courses di Future Learn. di mana itu ada lebih dari 1400 short course dari berbagai topik. Lalu ada complementary 3 bulan foto AI juga untuk image generator di mana kita bisa pakai model nano banana juga. Dan ada 3 bulan Wobble AI yang bisa bikin musik seperti ini. [musik] [bernyanyi] Tapi dari semua benefit yang kita dapat tadi, gimana sih hardware-nya? Bahas desainnya sedikit. Di sini desainnya itu enggak terlalu jauh berbeda dari HP Pavilion yang sebelumnya. Bagian sudutnya curvy-kurvy gitu yang cakep di harganya. Dan secara bobot ataupun ketipisan, laptop ini juga udah seperti ultra book. Ada empat pilihan warna atas laptop ini, yaitu warm gold yang paling unik menurut gua di review unit kita. Mika silver yang terlihat kayak warna hitam, ada Starlight blue juga dan favorit kita yaitu Glacier Silver karena warna keyboard-nya itu lebih premium. Hingch-nya sih lumayan kuat ya buat nahan layarnya saat dibuka pakai satu tangan, tapi ada flex sedikit di layarnya. Ini panelnya sendiri menggunakan IPS beresolusi full HD basic yang color gambutnya juga belum sampai 100% sRGB. Jadi ya cocoknya hanya untuk sebatas multimedia aja. Bagian keyboard-nya adalah yang gua suka di mana di sini Omnibook 3 itu keyboard-nya direvisi sedikit. Font-nya sekarang dibuat lebih fun, terutama huruf X-nya. Function button juga masih lengkap dengan volume button dan play button. Hanya aja aeropad masih berorientasi seperti ini. Dan yang favorit gua dari keyboard-nya itu adalah tombol-tombol macam volume mute button, microfone mute button, dan power button itu punya lampu kecilnya masing-masing. Attention to detail yang cakep, jadi enggak cuma di caps lock aja dan Fn lock tentunya masih ada di shift kirin-nya. Tapi sayang laptop ini masih belum punya backlitch seperti saudaranya yang SKU kubu merah. Walaupun harganya itu enggak berbeda jauh. Touchpad-nya sekarang diperbesar ukurannya support dengan Windows precision driver dengan Septics juga walaupun belum support dengan gesture control yang ada di SKU Omnibook 3 yang lain. Lanjut ke konektivitas. Di sebelah kanan hanya ada audio combo jack dengan USB 3.2 gen 2 type A. Sementara di sebelah kiri ada full HDMY port, USB 3.2 gen 2 type A lagi, dan dua USBC full function. Bisa untuk dipakai charging dan juga bisa display sekaligus. Lalu laptop ini memakai prosesor Intel Core 3 100U dengan 8 gig RAM 5200 DDR5. Ini termasuk basic karena memang ini adalah laptop multimedia aja. RAM-nya sendiri ini form factornya itu sodim, jadi masih bisa di-upgrade lagi. Dan SSD-nya berkapasitas 512 gig PCI genen 4X4 yang speed-nya lumayan kencang dan bisa diganti apabila kalian mau. Buat pengujian performa karena laptop ini bisa di-upgrade lagi RAM-nya, kita akan ngasih lihat tesnya itu dua kali. Yang satu saat RAM 8 gig default-nya dan satu lagi itu kita nambah RAM 8 gig lagi. Jadi total ada 16 gig RAM. Kalau melihat data dari Cine Bench di sini kelihatan ya kalau penambahan RAM itu tidak memberikan computing power lebih kepada CPU-nya mau di single core ataupun multicore-nya. Sekalipun di 3D Mark kita melihat sih memang ada peningkatan tapi bedanya itu sedikit banget ketimbang saat pakai 8 gig RAM. Makanya kita enggak puas hanya di synthetic benchmark aja. Kita pun nyobain main game di laptop ini. Surprisingly, Intel Core 3-nya malah main game itu lebih kencang dari Radio 610M Ryzen 37320. Walaupun saat Disne bench dia lebih rendah. Di Holog Knight Silk Song kita mendapatkan sampai 155 FPS saat pakai 16 gig RAM. Designless zone zero bisa sampai 40 fps dan Honkai Star Railel bisa dapat 48 fps. Di sini baru kelihatan ya kalau nambah RAM 8 gig lagi itu bisa naikin FPS juga walaupun ya hanya sedikit. Peningkatan performa saat nambah RAM itu baru kelihatan banget saat render di Adobe Premiere Pro di mana render time-nya berkurang hampir dua kali lipat dan di blender pun juga sama, tapi tidak seefektif itu. Karena CPU ini enggak terlalu kencang, jadi Intel Core 3 100U ini bisa terbilang sangat efisien. Powernya hanya mentok di 30 watt dan stabilnya di 15 watt aja. yang membuat suhu CPU-nya juga cuma mentok di 90 derajat sebentar dan stabilnya itu di 72 derajatan. Walaupun memang kelihatannya tinggi, tapi buat Intel ini termasuk oke. Dan kalau suhu keyboard-nya sih kadang bisa hangat juga ke 38 derajat Celcius saat full load. Tapi harusnya penggunaan biasa itu tidak sehangat itu. Dan karena CPU-nya yang efisien, batery life-nya juga cukup panjang. Bisalah buat dibawa ke tongkrongan tanpa bawa casan. sekalipun mau dibawa chargernya juga enggak terlalu berat kok. Tapi kita saranin sih untuk beli charger 65 watt PD aja yang lebih ringkas ya dari ini. Dan karena performanya juga enggak terlalu kencang, kita nyaranin untuk cari game yang super ringan aja buat relaksasi setelah kerja. Jangan main game yang berat-berat. Dan salah satu yang kita suka dari laptopnya adalah di bagian speaker di mana kita amaze clarity dari suaranya ini masih oke walaupun di volume maksimal sekalipun. Buat koneksinya sih udah oke ya. Laptop ini udah bisa support dengan Wii 6 dan juga Bluetooth 5.4. Tapi ada beberapa hal yang disunat dari laptop ini nih. Yang pertama alokasi V RAM buat CIGPU-nya itu enggak bisa manual alias serba automatic. dan juga biometric scanning itu gak ada sama sekali alias laptop ini gak punya Windows Halo. Tapi enaknya beberapa benefit yang tadi kita bilang termasuk fotor AI dan Wabble AI itu tetap available di laptop ini. Dan yang paling gua suka sih sebenarnya di Wabble AI ya di mana bisa bikin musik, ada buat instrumennya doang atau bikin sound effect hanya dengan promp dan itu hanya makan waktu sekitar 10 menitan aja. Buat kualitas kameranya, dia udah beresolusi 1080p alias ini full HD 30 fps dengan e kualitas mikrofon yang soso. Tidak sebagus yang gua akan kira. Tapi saturasi warnanya ini lumayan dan ada privacy sharknya. Jadi target market dari HP Omnibook 3 ini memang untuk orang-orang yang secara produktivitas itu terbatas di multimedia aja. seperti orang kantoran yang di admin atau ekonomi atau akuntan menggunakan sistem atau SPSS atau juga mungkin mahasiswa dan ya pelajar yang berbasis di Microsoft Office dan juga ya software yang ringan dan bukan untuk orang-orang yang IT atau di Cafe. karena computing power-nya itu terbatas banget. Apalagi RAM-nya masih 8 gig. Walaupun ya memang masih bisa di-upgrade, tapi karena Windows sekarang nyedot RAM itu cukup boros, jadi gua enggak terlalu menyarankan untuk lama-lama di RAM 8 gig. Tapi balik lagi kalau kalian memang membutuhkan sebuah laptop yang memang secara desainnya udah premium, USBC-nya full function yang dan sudah digaransikan 2 tahun oleh HP Indonesia, ini adalah salah satu pilihan yang terbaik. Nah, kalau menurut kalian ini nanggung apa enggak sih?

Lihat di YouTube