Omoway | Teslanya Motor Listrik, Bisa Jalan Sendiri !! (YouTube Video)
Ini adalah Omo W X yang saya termakan banget sih sama iklannya ya. Ini makanya saya beli dan ini saya lagi test drive. Ini saya di Malang letaknya itu di Araya ya kalau mau test drive. Kenapa saya tertarik? Karena pas saya lihat iklannya ini motor bisa parkir sendiri, bisa jalan sendiri. Plus katanya ya klaimnya itu dia punya suspensi yang kayak Honda Goldwing yang harganya itu miliaran. Tapi di motor ini kita enggak perlu ngeluarin uang miliaran ya. Karena cuma dengan sekitar kalau yang seri Umu X itu Rp35 juta kita udah dapat double suspension yang mirip kayak di Honda Goldwing atau kalau kalian mau yang versi lebih tinggi itu ada di sekitar 50 atau 61 juta itu yang ada balance sama autopilot. Nah, sayangnya sebenarnya saya beli yang autopilot ya, tapi untuk test drive-nya ini yang ada cuman W X saja yang paling bawah. Tapi enggak apa-ap l ya karena coba lihat dari segi desainnya. Wah, kalau yang warna silver itu mirip banget kayak Teslanya Cyber Truck. Nah, kal tapi saya milihnya yang warna hijau ya karena keren banget. Jadi nanti kita tunggu unit saya yang dapat ini. Saya booking feed itu sekitar Rp1 juta. Nah, gimana first impresi saya untuk si Umx ini? Yuk kita bahas. [musik] Mungkin sebelum kita bahas motornya, tapi mereka enggak mau disebut motor sih ya. Mereka itu bilangnya kayak autopilot driving gitu karena ya dia bisa jalan sendiri. Cuman mungkin kalau kalian pengin tahu siapa sih sebenarnya Omowi ini. Jadi Omowi ini adalah ya dia bukan perusahaan yang lama sih yang bukan puluhan tahun gitu. Umow ini didirikan di 2024 kalau enggak salah pendirinya itu namanya Hitawu ya. Jadi dia pendirinya Xpeng juga. Jadi Xpeng itu mobil yang bisa jalan sendiri, mobil terbang di Cina sana yang canggih lah. Sama ada mantan Vivo juga yang ada di situ. Nah, saya lupa namanya ya. Tapi intinya berarti dia adalah orang-orang yang ada di sini itu orang yang memang punya teknologi, punya pemikiran inovatif yang canggih. Karena mereka juga mau bikin kayak semacam self driving buat robot gitu. Jadi dia bisa anter paket menarik. Makanya kalau sebenarnya motor listrik itu saya masih ragu untuk beli ya. Cuman karena ini teknologinya canggih dan saya ini seorang tech reviewer, jadi saya penasaran gimana sih walaupun kadang memang kalau kita ngomongin early adopter ya itu banyak banget resikonya apalagi harganya lumayan ya. untuk motor listrik harga sekitar hampir berapa? Rp61.500 [musik] saya beli ya. Itu nanti dipotong kalau enggak salah sekitar dipotong untuk UTR itu R juta, dipotong lagi R2 juta. Nah, harga fixnya saya enggak tahu berapa nanti katanya sih di tanggal 15 Juni bakalan muncul untuk harga fixnya. Nah, yang spesial ya Om ini pertama kali launchingnya itu di Indonesia. Kenapa di Indonesia? Karena Indonesia, bayangin aja ya market yang sangat-sangat enak karena jumlah pemotor di Indonesia itu Rp10 juta. Jadi bayangin aja kalau misalkan 1% aja beli motor ini itu udah berapa tuh? Berarti sekitar R1,2 juta itu udah banyak banget. Dan penjualan sih saya enggak tahu berapa ya, tapi saya cek terakhir itu di 4.000-an unit. 4.000 unit itu ketika dia PO dan saya di nomor 78 booking fee R1 juta ya. R1 juta untuk test drive. Okelah ya. Jadi saya juga belum nentuin ini saya belum jalan apakah nanti saya akan putuskan untuk beli? Tapi kayaknya beli deh karena menarik banget sih. Oke, pertama kalau kita lihat impresi bentuknya ya si Omu X ini reaksi pertama saya langsung kayak ini motor apa kapal selam karena motor ini bongsor banget. Jadi panjangnya itu 2 m, lebarnya hampir 86 cm dan desainnya itu futuristik banget ya. Mirip Cyber Truck versi motor gitu. Terus kalau saya baca-baca ini catnya ini cat tebal. cat yang biasanya ada di mobil sekitar 100 m mikron. Dan bahannya itu juga bahan yang wah, ini plastiknya lumayan ya untuk harga segitu tuh. Nah, coba kalian lihat desainnya itu mirip-mirip kayak kapal slem yang benar-benar futuristik. Di depan ini ada visor yang ya ini pakai plastik ya, bukan akrilik kaca biasa. Tapi yang menarik ini nih. Jadi dia ada kayak semacam head unit atau tablet lah ya karena ukurannya itu 10,2 inch dan dia juga ada Bluetooth speakernya stereo nih. Coba lihat di sini guys. Speakernya ada di sini nih. Ini Bu ini satu dan di kanan ada satu. Jadi dual speaker Bluetooth. Nah untuk tabletnya ini dioperasiin pakai joystick yang ada di sini ya. Jadi tombol-tombol joysticknya sih kerasa enggak murahan ya. Tuh jadi F clicky-nya enak banget. Nah untuk masuk ke menu kita tinggal tekan ini dua kali. Nah, jadi ada control bar, setting application itu kita bisa atur pakai joysticknya sini ya. Misalkan kita mau ke setting nih. Nah, setting-nya muncul semua dan kita bisa pakai joysticknya di sini. Wah, mirip kayak mobil listrik dan dia ada suaranya nih. Dengar enggak? Tung tung tung tung. Terus kalau misalnya mau back, kita tinggal tekan sekali. Terus map-nya sih belum bisa ya karena ini mode guest karena enggak terkonnect dengan HP saya karena masih mode apa namanya ya? Kayak mode test drive. Terus kalau kita lihat di sini tombol-tombolnya ini ada. Kalau misal mau mundur ini ditekan tahan terus sama mundur sampai Nah, ini misal saya tekan tahan. Oh, enggak bisa. Bentar ini masih N ya. Jadi kalau misalkan Fuh tolong Fuh. Ini jagraknya ya atau standarnya ini enggak perlu kita giniin loh. Karena kaki saya enggak nyampai ya. Jadi tinggal tekan tombol yang ada di samping kanan. Coba lihat. Set. Oh, anjay. Nah, kalau mau jalan guys, tekan rem-nya dua-duanya. Terus tinggal tekan yang start sampai dia bunyi R sampai D. dan ada suara speakernya cetung gitu. Nah, kalau mau mundur ini tinggal tahan terus kita gas. We, nah ini jalannya kayak gini entar ya. Shits. Dan motornya sih agak lumayan kerasa gede ya. Kayak saya perlu penyesuaian karena paha ini kayak jadi lebih lebar gitu kayak nyetir kapal selem jadinya ya. Oke. Apalagi ya? Nah, ini coba lihat kalau misalnya saya jalan ya. Bayangin kalian jalan set. Terus habis gitu saya mau parkir gitu ya. Tinggal gini aja set. Oh, kalau pas jalan enggak bisa ternyata, Guys. Harus pas berhenti baru bisa. Nah, keren keren keren. Cuman yang menurut saya agak aneh itu bannya ya. Bannya 14 inch untuk motor segede ini kayak kurang dimensinya kurang gede gitu. Tapi untungnya dia lebar. Jadi untuk stabilisasinya sih nyaman ya. Oh, ini FU coba Bu ini double suspensin-nya lampunya lumayan, Guys. Nah, ini yang katanya serasa miliaran double suspensinya. Cuman sayangnya yang untuk shok belakang itu enggak dual suspensi ya. Itu yang katanya miliaran F. Tapi kalau belakangnya cuman satu aja. Jadi nanti coba kita lihat kalau misal kita jalan apakah F-nya jomplang. Maksudnya yang depan kan dual suspensi, yang [musik] belakang satu suspensi. Nanti kita coba jalan ya. Oke, terus untuk joknya ini dia tingginya 76 cent. Jadi buat saya yang tingginya 170-an pas ya. Ya, agak jinjit dikit ya, tapi pas lah. Kalau misalnya tangan kaki satu aja bisa. Cuman kalau yang tingginya sekitar 155, 160 mungkin agak jinjit ya. Terus kalau mau buka jok ini ditekan dua kali. Nah, joknya kayak gini, Guys. Tuh, di sini ada spesifikasinya sama STN kosong kayaknya. Tuh, kosong. STNK-nya, Guys. K unit test drive, ya. Satu helm cukup lah, ya. masuk sini ya. Nah, sekarang kita coba bahas spesifikasinya. Jadi, motor ini punya output itu 13 kW atau sekitar 17,6 tenaga kuda. Itu angka yang sama ya dengan motor Honda Beat. Tapi bedanya dia punya torsi 320 N. Torsi itu simpelnya ya seberapa kuat tendangan motor ini waktu kita gas dari berhenti. 320 Nm itu bukan tenaga yang main-main ya. Sebagai konteks ya, Yamaha R15 itu punya torsi sekitar 14 Nm. Jadi bayangin gimana instannya molis kayak gini ya. memang maupun mobil atau motor listrik memang dia punya tenaga instan ya karena dia pakai dinamo kan yang hasilnya ya kata Umuwi 0 ke 50 km/ jam-nya itu bisa dicapai dalam cuma 3,3 [musik] detik aja. Nah, kalau untuk kecepatan maksimalnya dia sayangnya di limit ya di 113. Jadi Xmax itu saya pernah sampai 120 kalau ya selisih 77 kilo lah ya. It'sil ya karena motor itu 100 kilo juga udah kencang banget sebenarnya. Kalau untuk baterainya dia ada dua pilihan jadi ada yang standar. Standar itu 5,38 kWh. Yang long range itu 7,68 kWh. Baterainya pakai jenis lithium iron p speed atau LVP ya bahasa manusianya. Ya, ini jenis baterai yang lebih aman dari overheating dan lebih awet dari jangka panjang dan lebih tahan panas. Cocok untuk iklim tropis di Indonesia. Kalau yang standar klaimnya itu 160 km cas. Yang long range itu 210 km. Tapi itu angka ideal ya di kondisi nyata ya. Biasanya kalau misalkan apalagi di Jakarta panas gitu pasti enggak mungkinlah segitu. Tapi nanti untuk tes trilnya gimana? Kita coba ya. Kalau untuk waktu pengisiannya pakai colokan biasa 800 watt itu butuh 6 jam. Pakai quick charger 2000 watt itu butuh 2,5 jam. Kalau pakai stasiunnya Om 0 sampai 80% cukup 1,5 jam aja. Nah, kalau untuk garansinya Om kasih garansi kita 6 tahun untuk motor, 7 tahun untuk baterai. Ini termasuk salah satu garansi terpanjang ya untuk motor listrik. Dan itu poin pentingnya. Jadi istilahnya kalian bisa pakai motor ini 7 tahun lah. Jadi kalau kalian mau ngitung depresiasi ya hitung aja misalkan Rp35 juta dibagi 7 tahun. Wah, ini kita coba di mode comfort dulu ya. Kita ke arah ya sini sambil kita coba suspensinya. Wow, wow. [berteriak] Sorini gila sih. Dan kalau kita lepas gasnya ya, dia enggak kayak motor listrik yang kayak punya teman saya yang ya itulah inisialnya saya enggak mau sebut merek ya. Jadi pas dilepas gasnya dia ada kayak regenet brake gitu. Jadi kayak ada ngerimnya kayak motor biasa engine brake ya. Kalau yang biasa saya coba itu dia enggak ada. Coba kita lagi. Nah, ini ada polisi tidur. Kita coba suspensinya kayak gimana. Cari ini s miliar. Uh, enak sih enak. Enak. Enak sih. Ini kata AVO di belakang juga enak ya. Dan ini jalan bukan jalan Makadam sih, tapi jalan Batakuan gitu. Nah, ini baterainya tadi kita coba di 77% ini belum berkurang sama sekali. Oh tak tes mana yalan yo suah banter si bu ngawur sih coba iki krim yo langsung yo gas yo tung dung enak sih oke jadi untuk f suspensinya menurut saya nyaman sih ya kita coba jalan makadam ya ee jujur saya belum pernah nyoba Honda Goldwing jadi saya enggak tahu konaknya gimana R miliar itu feel-nya. Ya, mungkin buat yang pernah pakai Goldwing bisa tulis di kolom komentar kayak gimana sih. Tapi ini suspensinya nyaman banget dan dia juga bisa cruise control. Jadi tadi kayak gini ya. Tuh, ini gas. Ini tangan saya ini. Coba kalian lihat. Saya enggak ngegas sama sekali kan ya. Tuh, jadi kita bisa lepas gas kalau misalkan capek. Saya coba pengin tahu kalau ada polisi tidur di depan dia bakalan berhenti enggak. Kalau yang Om X ini ya. Kalau yang pilot kartanya karena ada mode balance ada AI leadar-nya juga. Jadi dia Oh enggak F berarti M enggak kepencet F tuh ini twing. Ah tapi keren sih Guys. Oke. Paling PR-nya ini, Guys. Karena masih pertama ya, jadi kayak bagian footstepnya itu pahasanya terlalu menganga gitu ya. Perlu adaptasi mungkin sehari du hari cukup lah, ya. Tapi feel-nya suspensinya sih saya suka ya. Top speed-nya dia di 115. Terus bahan-bahan materialnya tapi banyak plastik ya, Fu ya? Plastik ya. Jadi kalau bahan material sih tuh kebanyakan plastik ya. Coba kita lihat pengerimannya ya. Au kita coba di rim situ. Kita rem set. Set set. Uh, mantap sih. Mantap. Ya, harusnya sih AVO bawa motor lagi terus kita syuting ya. Cuman ya karena ini test drive dan saya gak bisa lama juga ya. Karena ini unitnya dipinjami ini enggak bisa lama jadi ya it's ok lah ya. Kita coba-coba dulu. Kita coba lagi. Tapi ini di jalan yang agak enak ya. Oke kita coba. 1 2 3. Wah. [berteriak] Wah. Uh. Gila sih. Wah. Ini aku melok trak ono kelase gak? Kok banter banget. Uh. Huh. Oke, untuk ritingnya dia. Oh, bunyi, Guys. Oh, mirip suaranya. Saya kan ada ceri om moda, ya. Ritingnya itu mirip. Jadi ada bunyinya ceduk cetuk. Coba ya. Kita coba engine brake di sini ya. Jadi ini gasnya saya lepas tuh langsung lihat speed tournya. Jadi, ada engine brake-nya dan kalau di mobil-mobil listrik untuk regenerative brake itu biasanya ngecas. Cuman saya belum tahu sih umum ini ngecas atau enggak ya. Kalau regenerative break ya. Semoga aja ngecas ya. Jadi ini untuk motor sih range-nya jauh banget ya. Bisa sampai 200 kilo loh ya kalau yang enggak balance. Kalau yang balance yang cilot, yang pilot itu memang dia eh fiturnya lebih banyak tapi karena banyaknya fitur dan nambah bobot juga baterainya sama jadi jarak range-nya lebih rendah. Nah, sebenarnya sesuai sesuai kebutuhan aja sih. Kalau kalian jaraknya per hari itu mungkin 0 sampai 50 kilo copilot ukilah. Eh, sori yang Omu Xokila. Uh, belnya kayak gitu, Guys. Belnya biasa sih. Iya, enggak sih? Standar. Belnya standar, Guys. Coba tuh bukan yang bel-bel Eropa yang tet bel Cina lah ini. Nah, untuk pengirimannya ini dia kalau kalian lihat dia ada ABS-nya juga ya. Jadi sistem pengirimannya udah ABS. Nah, itu kelihatan enggak? Semoga kelihatan ya. Jadi ngerimnya pun Coba ngerim lagi Bu depan ya. Kita coba gas terus rim ya. set. Wuh, wenak cuk. Gila. Oke, sekarang kita coba kalau misalkan saya jadi penumpangnya ya. Penumpangnya sih wi we. Masih enak sih duduknya ya. Tinggi saya 170 kira-kira segini. Nah, ee sebenarnya di Omobu itu ada beberapa aksesoris. Jadi, kayak ada sandaran belakang, terus ada beberapa box yang dia kayak bikin benar-benar kalau mau itu enak banget. Nah, ini AVO jalan di 30 Bu K. Tapi ngomong ya takut jalan ya. Nah, ini kalau di belakang sih e joknya lebih tinggi ya dan joknya empuk empuk ya. Enggak yang keras gimana gitu jadi nyaman. Uh, suspensinya enak sih, De Budif untuk di belakang. Walaupun dia enggak pakai double suspensi ya bagian belakang ya, tapi F-nya masih enak, Guys. Dan saya jadi pusat perhatian ya karena mungkin karena ini motor masih baru jadi orang juga banyak yang belum tahu. Jadi banyak yang ngelihatin. Enggak pakai helm lagi, ya. Karena memang enggak disiapin, kita enggak bawa helm, Guys. Enggak kita C. Wah, itu padahal si gung gorung anu padahal ya. Yah, enak sih. Food step-nya juga enak. Jadi kalau buat harian nyaman banget sih, Guys. Serius. Coba iki polisi tidur. Iya. Tiung tiung. Oh, rot atas itu agak atas sih ya. Kalau misal ketemu polisi tidur tadi, kalau yang depan enggak depan enggak, enggak. Karena dengan double suspensi yang katanya F-nya kayak 1 M itu memang depan enggak, tapi yang belakang karena dia cuman satu suspensi jadi feel-nya agak keras ya. Oke, sekarang kita balik ke dealernya. Kita mau balikin test drive-nya mungkin ya. First impresi saya sih untuk kondisi sekarang kayaknya saya mau beli ya. Terus untuk handling-nya tadi saya coba dengan motor ini sekitar 215 220 29 kilo ya bobotnya ya. Dan buat konteks Yama NMAX itu sekitar 127 kilo. Jadi Om X ini hampir dua kali lipat lebih berat. Jadi kalau misalkan mau tikungan manuver itu butuh effort yang lumayan lebih. Jadi agak sedikit lambat ngerespon waktu mau belok. Ya itu tadi butuh penyesuaian lah. Terus dia ada empat mode berkendara ya. Jadi ada comfort, sport, wet. Wet itu buat hujan-hujanan. Plus satu lagi auto. Nah, auto itu tapi kalau yang UMU X enggak bisa dipakai karena auto itu untuk yang balance dan juga pilot. itu kayaknya auto mungkin buat apa ya kayak ngikutin mobil depan gitu ya kayak cruise control yang ada autopilot-nya mungkin ya karena saya juga belum nyobain yang autopilot juga. Nah untuk yang autopilot kenapa saya beli itu? Karena kan saya suka sesuatu yang canggih ya. Saya juga entusias lah di bidang teknologi dan menurut saya bakalan menarik kalau misalkan dia ada fitur self balancing. Jadi dia bisa jalan sendiri. Bahkan saya lihat iklannya di Cina itu ada orang ee jogging. Terus habis itu dia diikutin sama OmW-nya. Nah dia capek. Dia pulang tuh pakai Om. Jadi dia jogging diikutin motor yang jalan sendiri. Keren enggak? Walaupun ya harga yang dibayar harus lumayan agak [musik] tinggi ya dengan sekitar Rp61 juta selisihnya hampir hampir dua kali lipat untuk yang Om W X biasa sama yang pilot. Kenapa dia bisa jalan sendiri, dia bisa balancing sendiri? Katanya sih dia pakai sistem gyro ya. Giro yang biasanya ada di HP itu. Nah, itu ditaruh di motor untuk bisa menyeimbangin dirinya sendiri. Gunanya sih katanya kalau misalkan di lampu merah kita enggak perlu nurunin nurunin kaki karena itu kan capek juga ya. Jadi kita lihat aja l misalkan nanti barang saya sudah datang kita coba res ya. Terus kalau fitur-fitur canggih lainnya dari tadi adaptive cruise control terus juga ada full home light. Follow home light tu jadi kalau misalkan kita di rumah parkir lampunya bakalan masih nyala. Fungsinya untuk kita masih dapat pencahayaan lah kalau misalkan jalan lagi gelap. Terus apaagi ya? 360 touch. Jadi kalau misalkan kita lagi parkir terus ada motor kita itu kena goncangan atau dipegang-pegang orang, bakalan ada notif di HP kita. Karena kuncinya itu enggak ada kunci lagi ya. Kuncinya itu benar-benar pakai aplikasi. Nah, ini nih. Saya enggak tahu ya itu bisa repot atau enggak karena sampai sekarang aja aplikasinya itu kadang error. Nah, kalau aplikasinya error gimana buka kuncinya? Saya tanya apakah ada manualnya? Enggak ada ya. Jadi disaranin sih baterai HP-nya enggak habis. Tapi harusnya harus ada manual sih, Om W ya. Karena apapun yang auto kalau enggak ada manualnya itu kalau baterainya habis gimana? Kan repot ya. Oke, jadi mungkin cukup segitu aja guys sambil kita jalan ke tempat tes red-nya. Mungkin kekurangannya ya bobotnya. Bobotnya menurut saya berat 22 gr. 229an kg. Terus kuncinya harus pakai aplikasi ya? Canggih sih ya. Bisa pakai aplikasi HP. Tapi coba bayangin kalau misalkan namanya orang Apes ya HP-nya hilang terus gimana dong? Nah itu belum belum saya pikirin gimana ya. Harusnya tetap ada manual atau minimal ada kartu NFC lah ya. Kalau misalkan jaga-jaga kalau misalkan HP-nya enggak ada gitu. Terus apaagi ya? Mm dia software update by software. Jadi sesuatu yang by software itu kadang memang ya kita harus software-nya itu nunggunya agak lama terus juga update-nya enggak merata gitu-gitu. Kalau di HP kayak gitu ya. Motor sih harusnya kayak gitu juga lah. Tapi apakah Om ini worthed it buat dibeli? Mm. Saya belum bisa kasih jawaban ya karena saya juga masih test drive baru pertama. Jadi kita belum ya resikonya early adopter ini kan istilahnya merek baru ya walaupun di Malang pun katanya udah dibangun ya. Tadi saya sempat lihat pembangunan untuk dealernya karena untuk merek baru dan mau masuk kota Malang di mana Kota Malang itu istilahnya kota kedua ketiga lah ti lah ya. cukup menarik tapi after-nya karena merek baru jadi mungkin PR-nya di situ dia harus bisa ngejaga kepercayaan customer sama spar part mungkin ya karena barang-barang baru brand-brand baru itu sparep-nya biasanya susah. Oke, jadi mungkin cukup segitu aja video kita kali ini. Sayaudi and see you on the next video.
