OPPO Find X8 6 Bulan Kemudian (YouTube Video)
Bismillah. Alhamdulillahi rabbil alamin. Wasalatu wasalam ala rasulillah. Ini dia Oppo Find X. Setelah 6 bulan bisa dibilang ini adalah jalan tengah yang tepat untuk Anda yang lagi terjebak memilih antara Samsung Galaxy S25, Xiaomi 15 atau Oppo Find X8. Saya jelasin. Nootch review. Novotch review di sini. Dan Oppo Fe X8 ini sudah dipegang selama 6 bulan. Bisa dibilang dia ini posisinya tidak manteng di atas ya. tergantikan dengan flagship lain, dengan midrange lain, tapi memang cukup sulit untuk tidak kembali ke handphone yang satu ini lagi-lagi untuk penggunaan hari-hari. Karena ada beberapa alasan yaitu masalah font factor, masalah baterai, masalah performa, dan juga masalah kamera. Untuk urusan baterai, handphone ini masuk dalam kategori luar biasa. data yang saya punya untuk penggunaan full Wii, saya bisa mendapatkan screen on time itu 7 jam 22 menit dengan total standby time ada di angka 1 hari lew 4 jam dengan sisa baterai 30%. Tentu penggunaan lebih banyak di multimedia untuk bisa mendapatkan screen on time seperti ini. Tapi hal ini pun juga bisa dikonfirmasi ulang dan ulang saat saya berada di luar kota, di luar negeri, ataupun juga sehari-hari menggunakan handphone ini. Untuk ng-charge-nya pun dengan kemampuan charging 80 watt-nya Oppo Find X8 juga bisa nge-charge handphone-nya ini dengan cepat. Saya sendiri bisa nge-charge handphone ini full dari 0 ke 100% itu di bawah 1 jam lebih tepatnya ada di angka 58 menit. Dari sisi performanya sendiri, tentu handphone adalah handphone ya, penggunaan utamanya lebih banyak sekarang di komunikasi dan juga sosial media. Untuk hal itu, handphone ini tidak ada masalah sama sekali. Untuk dipakai ngetik, hepti feedback-nya udah enak karena masuk dalam kategori flagship. Berikutnya untuk dipakai swiping juga dengan refresh rate sampai 120 Hz, rasanya smooth dan ya nikmat dilihat. Animasinya juga smoot-soooth aja. Untuk masalahit video, handphone ini juga sudah oke karena performanya di atas ya menggunakan City 9400 berpadu dengan RAM 16 GB dan juga storage 512 GB. Untuk mengiredit video benchmarking yang biasa saya gunakan 10 bit 422 lock diwarnain, dipotong-potong. Playback-nya ini aman, swiping juga aman, dan render time-nya. Video 1 menit ini bisa diselesaikan dalam waktu 20 detikan saja. E iya, bisa dibilang total creation tools hadir di handphone ini termasuk di bagian kameranya dengan spesifikasi 50 megapel main kamera, 50 megapel ultra wide angle kamera, dan juga 50 megap tele kamera. Enggak ketinggalan 32 megap untuk kamera depannya. Oppo Fen X8 ini bisa dibilang udah lengkap untuk handphone compact tanda kutip dari sisi pengambilan gambar. Ya, secara hasil sih bisa dibilang foto-fotonya tidak netral memang karena sudah ada pengolahan yang warnanya khas banget, hassle blood. Tapi bisa dibilang pun tidak semath kalau lu menggunakan Xiaomi 15 dengan laikanya dan tidak senetral Samsung S25 juga. Jadi benar-benar ada di pertengahan. Kalau pengin mendapatkan hasil-hasil yang warnanya lebih bermain, tinggal menggunakan filter-filter aja yang ada di handphone ini dan ya, lu bisa mendapatkan satu buah scene yang sama tapi dengan hasil yang berbeda. Tentu untuk hasil-hasil foto secara general dari sisi dynamic range, dari sisi hasil ketajaman dan segala macam, handphone ini bisa dikategorikan cakep ya mengingat juga udah flagship pula gitu kan. Jadi tidak heran. Satu hal yang juga menyenangkan adalah untuk satu buah compact phone tanda kutip Oppo Find X8 ini bisa dibilang memiliki kamera tele yang paling tepatlah untuk penggunaan telenya dibandingkan dengan S25 dan juga Xiaomi 15. Tapi tentu dari sisi kamera bukan tanpa cela ya, karena Oppo Find X ini malah memiliki hal yang saya pertanyakan di bagian aplikasi kamera untuk perekaman video. Terjebak gitu antara menggunakan mode auto di video atau menggunakan mode master yang secara resolusi tidak bisa diset apakah dia bermain di 4K atau di 1080. Tidak bisa di-et untuk FPS-nya di 30 atau mungkin bermain di 60. Ini adalah satu buah hal yang sangat disayangkan ya. Dan keluhan ini sudah bolak-balik disampaikan ke OPPO sih. Semoga akan ada refinement di bagian ini, terutama untuk yang mengandalkan mode Pro seperti saya. Tapi walaupun aplikasi kameranya memang memiliki kelemahan di bagian video, tapi ada satu hal yang membuat saya bolak-balik kembali menggunakan handphone ini hari-hari, yaitu adalah masalah form factornya atau desainnya. Handphone ini walaupun tidak yang paling kompact di kelasannya, tapi 6,59 inci cukuplah untuk layarnya. Berpadu dengan color OS yang juga bisa dibilang ini cakep ya. Semisal kita lagi dalam posisi home screen, harus di home screen dan bukan di app drawer ya. Kita memegang handphone menggunakan tangan kanan dan ingin memilih ikcon di bagian pojok kiri atas. Kita tinggal swipe aja di pinggiran handphone dan ikcon-ikonnya ini akan mengecil. Tinggal pilih deh ikon di paling pojok kanan atas. Simpel, mudah, dan entah kenapa tidak banyak diukan oleh UI-UI lain. Hanya Oppo dengan Color OS dan juga Realme dengan Realme UI yang ya konsepnya adalah titisan dari Color OS. Hal berikutnya juga yang membuat handphone ini jadi bolak-balik saya gunakan adalah y bagian tombol ini ya namanya alert slider mengubah mode theing silent dan juga vibrate itu jadi sangat-sangat simpel dibandingkan dengan kita harus masuk notification atau control center terus pilih klik klik klik klik klik yang ini tinggal digeser-geser aja dan juga mungkin dari masalah bentuk fisiknya ya karena dia mirip banget dengan iPhone jadi ya ada semacam sense nostalgia yang saya rasakan mungkin Follow up pertanyaan adalah kenapa si Vix tidak memilih menggunakan varian yang lebih besarnya yaitu yang varian Pro-nya yang lebih power dengan kameranya juga lebih baik? Ya, jawabannya adalah simpel. Karena form factor dari handphone yang ini itu tidak senikmat yang ini. Walaupun memang bisa dibilang secara power-nya dia lebih terasa terutama di bagian kamera ya karena ada ekstra 50 megapel tele kamera six times yang di mana ya secara hasil tentu akan lebih baik dibandingkan dengan Oppo Fine X8. Tapi ya kembali lagi kalau misalkan form factor dan rasa di tangan menjadi penilaian yang sangat penting, yang ini jadi lebih menarik dibandingkan yang ini. Walaupun yang ini juga ya sama bagusnya bahkan mungkin lebih powerful di bagian kameranya. Nah, tentu pertanyaan akhirnya adalah setelah 6 bulan apakah Oppo Fan X8 ini masih worth dibeli? masih dengan catatan yang pertama tidak keberatan kalau misalkan penerusnya itu hadir 6 bulan lagi. Yang kedua, masih worth it kalau misalkan bisa menemukan harga yang cukup menggoda. Ya, second-nya sih ada di varian Rp9 jutaan. Tapi kalau misalkan Anda enggak nyaman nih membeli handphone bekas, enggak ada salahnya ceki-ceeki harga barunya ada di sekitaran Rp jutaan ya. Tapi memang menunggu sampai menemukan promo yang tepat di angka 11 jutaan sepertinya akan lebih menarik lagi. Dan itu dia Oppo Fun X8. Menurut Anda sendiri gimana? Masih tertarikah dengan handphone ini? Tulis di kolom komentar. Kita diskusi untuk SAR Tafik undur diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. by
Video Lainnya
Bursa ponsel 2026 memanas oleh inovasi brutal. Persaingan kini berpusat pada pesona lensa periskop, monster baterai ekstrem, dan cip pendingin cair. Panduan taktis...
Pasar jam tangan pintar Android kedatangan penantang serius lewat kehadiran OPPO Watch X3 yang digadang-gadang sebagai upaya terbaik sang produsen sejauh ini....
OPPO tampaknya sedang menguji batas kewajaran pasar lewat lini Find X9 Series terbaru mereka. Alih-alih memangkas banyak fitur esensial demi menekan harga seperti...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
OPPO Find X9s membuktikan bahwa bodi ringkas tak berarti mengorbankan performa beringas. Dibanderol separuh harga varian Ultra, perangkat 14 jutaan ini konsisten...
Pertarungan supremasi fotografi seluler tahun 2026 akhirnya mencapai klimaks melalui benturan dua raksasa: OPPO Find X9 Ultra dan vivo X300 Ultra. Lebih dari...
Membawa gadget flagship ke kemegahan stadion Budapest ternyata membuka perspektif baru soal batas inovasi fotografi. Kombinasi OPPO Find X9 Ultra dan teleconverter...
Persaingan vivo X300 Ultra dan OPPO Find X9 Ultra melampaui sekadar adu spesifikasi di atas kertas. Melalui pengujian ekstrem dari stabilitas suhu, efisiensi daya,...
Infinix kembali menggebrak pasar smartphone entry-level lewat kehadiran Infinix HOT 70, sebuah perangkat yang siap menantang ekspektasi pengguna dengan anggaran...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Pasar smartphone kelas atas di Indonesia kembali diguncang oleh kehadiran perangkat premium terbaru dari OPPO yang membawa standar baru dalam dunia fotografi...
Beban berat menenteng kamera mirrorless berspesifikasi tinggi kini resmi ditantang oleh kehadiran OPPO Find X9 Ultra, sebuah monster baru di ranah fotografi mobile....
Persaingan di lini smartphone premium kian memanas, dan OPPO Find X9 Ultra hadir sebagai penantang serius yang siap menggeser dominasi para rival beratnya. Lewat...
Kehadiran Oppo Find X9 Ultra di pasar smartphone premium memicu perbincangan hangat di kalangan pencinta gadget, terutama lewat kolaborasi kamera legendarisnya yang...

















