Opsi Galaxy A Paling UPGRADE!! Samsung Galaxy A26 (YouTube Video)
Bismillah. Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu wasalam ala rasulillah. Barengan sama Nobo di sini. Hari ini gua pengen cerita tentang Samsung Galaxy A265G dan kenapa this might be the sweetest spot untuk A series di tahun 2025. Samsung Galaxy A26 ini adalah peningkatan dari Samsung Galaxy A25. Tapi satu hal yang bisa kasih testimoni langsung di depan itu dalam masalah performanya. Exyos 1380 itu bisa gua bilang way better jauh dibandingkan dengan Exyos 1280 yang terasa agak legi atau gimanalah. Tapi di Samsung Galaxy A26 rasa itu hilang untuk dipakai hari-hari. Handphone SU ini bisa gue bilang berjalan dengan cukup smooth. Bahkan selama 1 minggu terakhir ini bisa gue bilang penggunaan Samsung Galaxy A26 itu ada di angka 30% untuk penggunaan sehari-hari. lebih sering gua pegang dibandingkan dengan Samsung Galaxy A36 dan bahkan A56 yang itu malah jatuhnya sekarang lagi gua taruh di lemari dan tidak gua gunakan. Beberapa data yang bisa gua paparkan untuk Samsung Galaxy A6 itu adalah seperti ini. Mulai dari AntTutu-nya, Geekbench-nya, OpenCL, Vulcan, dan tentu enggak ketinggalan 3D Mark-nya. Dengan angka ke benchmark yang gua punya. Ee bisa gue bilang untuk performa sehari-hari Samsung Galaxy A26 ini berjalan dengan cukup baik ya. Em enggak yang seperti flagship karena kelasnya emang jauh dari flagship-nya Samsung bahkan dari midar Samsung seperti A56. Tapi bisa gua bilang ini udah ok lah. Untuk lo yang menggunakan handphone banyak di sekitaran WhatsApp dan juga sosial media, tentu penggunaan Samsung Galaxy A26 ini sudah aman. Sementara kalau tipikalnya lu adalah orang yang senang bikin-bikin konten, ngedit-ngedit menggunakan CapC, iya penggunaan 1080 lebih gue favoritkan dibandingkan menggunakan 4K. Untuk swiping-swiping, benchmarking data yang gua punya tentu karena file yang awalnya ini adalah 4K lock, 10 bit, 422 gua warnain. Tidak semesmooth yang gue harapkan. Tapi mengingat lagi-lagi ya, ini adalah Exinyos 1380. Jadi masih bisa gua maklumi turun ke 1080 tentu akan berjalan dengan lebih baik. Dan untuk export time-nya sendiri file reels 1 menit gua ekspor itu memerlukan waktu sekian detik. Satu hal yang jadi catatan gua ya untuk menggunakan Samsung Galaxy A26 saat ini adalah dengan firmware yang ada bawaan pabrik gua belum ada update sama sekali. itu sampai somehow untuk ngetik kadang suka jampi ya suka tiba-tiba gua ngetik apa dia tiba-tiba ngetik sendiri atau mungkin juga ya tiba-tiba suka jampi deh pas gua lagi ngetik. Tapi ini gua susah menduplikasi tapi sering terjadi gitu ya terutama pas gua lagi pakai. Awalnya gua kira ini karena antigores yang gua pakai. Akhirnya antigoresnya gua copot, gua ganti dengan yang model hydrogel dari tempered glass. Dan ternyata masalah ini tetap masih hadir. Jadi ya mungkin catatan utamanya di sana. Tidak sampai merusak sistem tapi sedikit mengganggu experience penggunaan sehari-hari. Lucunya gangguan di bagian layar pas ngetik ini enggak berasa pas lagi main game. Ya, rasanya aman-aman aja, on point on point aja dan tidak mengganggu gitu. Jadi, gua agak bertanya-tanya kenapa bisa begini cuman ya udahlah semoga update-an firmware akan membantu ya. Ngomongin soal main game sendiri, untuk CODM, handphone ini udah bisa bermain di area 60 fps. Sementara untuk MLBB mentok di 90 fps. Tapi bisa gua bilang experience main game-nya ini masih aman-aman aja. Terutama kalau lu hanya seorang casual gamer ya, enggak yang push rank atau gimana. Main selama 15 menit eh MLBB disambung dengan 15 menit CODM. Gua sendiri tidak merasakan handphone tiba-tiba jadi panas. Hangat-hangat sih masih ada, tapi tidak mengganggu. Nah, kalau ada satu hal yang menarik dari handphone ini adalah masalah daya tahan baterainya. Gue enggak ngerti gimana ceritanya, tapi Samsung Galaxy A26 ini e punya daya tahan baterai yang cukup awet ya. Gua bisa pakai ini dalam penggunaan Max WiFi dan juga GSM. Samsung Galaxy A265G ini bertahan lebih dari 25 jam. Sementara untuk screen on time-nya sendiri seperti yang lu lihat saat ini bisa dibilang ya cukup ok lah ya. Sementara untuk masalah benchmarking baterai sendiri, ini dia beberapa data yang bisa gua kasih lihat. Berapa banyak dia berkurang, berapa persen saat gua main TikTok selama 30 menit, YouTube-an 30 menit, MLBB 15 menit, dan juga CODM 15 menit. Untuk nge-charge-nya sendiri ya emang dia masih di-support dengan fast charging versi pertama. Jadi di 25 watt aja agak lumayan ya per waktu sekitar 1 jam 28 menit untuk gua mengisi daya dari 0 ke 100%. Nah, dari sisi device sendiri, gua bisa merasakan Samsung Galaxy A26 ini signifikan lebih baik dibandingkan dengan Samsung Galaxy A25. Fel di tangannya itu lebih mantap, tidak seastik dan juga tidak sereceh Samsung Galaxy A25. Bukan berarti A25 itu receh banget, tapi yang ini emang peningkatannya berasa banget sampai ke bagian device-nya pas dipegang di tangan itu enak banget. Body belakangnya udah berubah dari yang tadinya menggunakan plastik di A25, di A26 dia udah menggunakan bahan kaca dan frame-nya masih sama-sama menggunakan polikarbonat tapi rasa di tangannya tetap masih nyaman, masih kokoh. Dan untuk bagian depannya Samsung Galaxy A26 udah menggunakan perlindungan Corning Gorilla Glass Victus. Agak-agak nih emang peningkatannya wow isi. Tapi walaupun kayak begitu gua tidak akan menutup mata ya. Banyak teman-teman yang mungkin masih tidak terlalu nikmat melihat desain layar depan yang masih menggunakan Infinity U. Jadi kesannya emang ini masih jadul banget dengan dagu yang juga cukup tebal sebenarnya. Good news-nya adalah sebenarnya dibandingin Samsung Galaxy A25 ini udah menurun nih lebih tipis bezelnya tapi memang mau enggak mau tetap aja berasa lebih pronouns atau terlihat lebih lumayan di bagian dagu dan juga di bagian jedat atau di bagian notch. Untungnya adalah Samsung Galaxy A26 ini untuk dipakai multimediaan ya dari bagian layar tentu karena udah menggunakan panel Super AMOLED dengan warna yang tetap keluar ala Samsung. Refresh rate-nya 120 Hz. Mungkin sedikit lagi-lagi catatan untuk lo yang pengin menggunakan Samsung Galaxy A26 adalah untuk masalah speakernya. Kali ini dengan peningkatan-peningkatan di bagian layar, di bagian body, dan segala macam, dia jadi menggunakan mono speakaker. Jadi ya di sini bisa gua bilang Samsung menerapkan sistem tambal sulam ya. Tidak semuanya bisa dibawa dari A25 ke A26. Cuman ya udahlah tinggal sekarang dipertimbangkan aja apakah mono speakaker itu sesuatu hal yang emang penting untuk lo atau enggak atau lo milih stereo atau gimana ya silakanlah masuk dalam pertimbangan. Oh ya ngomongin soal storage sendiri Samsung Galaxy A26 itu hadir hanya dalam varian 8256 aja dan masih memiliki micro SD slot. Jadi masih bisa ditambahkan memorinya kalau memang lagi dirasa perlu. Nah, untuk masalah multimedia sendiri, Samsung Galaxy A26 ini memilih menggunakan setup 50 megapel main kamera, 8 megapel ultra wide angle, 2 megapel makro kamera, dan kamera depannya 13 megap. Satu hal yang menarik adalah untuk kamera bagian belakangnya Samsung Galaxy A26 ini udah bisa merekam up to 4K 30 fps. Jadi kalau misalnya tipikalnya lu pengin bikin konten dan harus 4K, e ya ini bisa digunakan. Tapi memang saran gue adalah please do stay di 1080. Karena untuk editing pun juga langsung menggunakan ee Samsung Galaxy A26 lebih nyaman di 1080. Untuk hasil-hasil fotonya, ini sih yang gue enggak sangka ya. Ternyata Samsung Galaxy A26 ini punya hasil-hasil foto yang bisa dibilang udah enak. Beberapa kali gua ngambil shot, beberapa kali gua coba pastiin. Iya, hasil foto kameranya ini bisa dibilang udah enak untuk diolah ataupun juga untuk langsung di-post kalau dibandingin dengan Samsung Galaxy A36 dan juga A56. Samsung Galaxy A26 walaupun sama-sama memiliki e sensor 50 megapel, tapi dari sisi dynamic range ini bisa dibilang limitasinya lebih berasa dibandingkan dengan A36 dan juga A56. Tapi bukan berarti tidak bisa diakali. Jadi kita tidak bisa mengambil foto yang bagus. Enggak tetap masih bisa. Cuman we just need to learn how. Sama kayak gua lah. Sampai sekarang masih belajar banget untuk masalah ngambil syarhat-shat yang bisa lebih menarik. Satu hal yang harus catat adalah karena Samsung Galaxy A26 ini sudah menggunakan One UI 7, berarti untuk aplikasi kameranya juga udah menggunakan aplikasi kamera OneUI 7 di mana exposure Value ini masih hadir, masih bisa dimainkan. Dan gua sangat mengapresiasi hal ini karena ada beberapa handphone di luar sana yang mode EV-nya itu semakin murah handphone-nya semakin tidak hadir. Ya, satu hal yang mungkin ee cukup gua pertanyakan adalah masalah image processing saat menggunakan filter kali ya. Filter-filter Samsung sih masih ada di Samsung Galaxy A26, tapi ternyata khusus untuk bagian film green-nya tiba-tiba tidak hadir di sini. Entah apakah ini terkait dengan image processing lagi-lagi atau mungkin sesuatu yang dipangkas karena untuk membedakan antara seri A tier bawah dengan seri A tier atas. Nah, untuk masalah harga Samsung Galaxy A26 ini hadir ee dengan satu varian aja 8256 tadi gua udah bilang harganya itu 3,99. Oh, rasanya pengin protes. R juta kurang 1000 desainnya jadul ya. Tapi harus diingat ya, Samsung Galaxy A25 itu hadir di harga 3 tri9 juga atau R juta kurang 1000 untuk yang varian 8128. Jadi yang ini ada peningkatan di bagian storage dan juga ada peningkatan-peningkatan ya terutama di bagian fisik dan juga bagian fitur. Ngerti rasa-rasanya? Emang mungkin em secara desainnya jadul dan segala macam. Jadi ya ini balik ke diri lo sendirilah. Apakah lo rela mengeluarkan uang segitu atau enggak? E untuk harga pasar sendiri saat ini kalau gua lagi cek-cek e marketplace gua bisa menemukan mulai dari harga 3,7 jutaan. Kalau tetap masih pengin nunggu sampai harganya lebih murah, sok mau gua silakan. Tapi satu hal yang bisa gua ceritakan sekali lagi, Samsung Galaxy A26 is actually an interesting device dengan harga yang menarik dan cukup jadi sweet spot lah dibandingin dengan kakak-kakaknya yaitu A36 dan juga A56. terutama kalau penggunaan la itu lebih banyak untuk daily usage aja enggak penting yang untuk kameranya paling wah dan segala macam udah cukup tapi ya itu pendapat gue ya tentang handphone yang satu ini. Pendapat lu gimana? Tulis di kolom komentar yuk kita diskusi. Tulis di kolom komentar yuk kita diskusi buat sekarang sudah buunduh diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. by
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...
Langkah berani Samsung dalam merombak lini audio nirkabelnya lewat Galaxy Buds 4 Pro berhasil mencetak standar baru yang belum pernah dicapai generasi sebelumnya....
Bagi kaum mendang-mending yang enggan melirik jenama asal Tiongkok, bursa ponsel pintar sering kali terasa sempit dan penuh kompromi. Namun, episode terbaru Kotek...

















