Jungkat

ORA 03 : City car listrik dari GWM Indonesia (YouTube Video)

  • 26/06/2025

[Musik] Udah 2 tahun ini brand Ora mau masuk, akhirnya Ora masuk juga ke Indonesia. Ini dia ora 03 atau 03. Iya, kalau kalian ingat brand Ora sendiri udah muncul di GIAs tahun 2023 kalau tidak salah. Itu gue yang ng-review kebetulan karena gue ingat banget waktu di GIAs GWM menampilkan tiga brandnya secara langsung. Ada yang tank, ada yang hafal, dan Ora. Satu lagi tank sama hafal udah masuk duluan tapi ora akhirnya setelah 2 tahun masuk juga ke Indonesia. Dan namanya bukan Oa Goodcat seperti yang ada di luar negeri, tapi namanya jadi ora 03 seperti di beberapa negara Eropa. Dan jika kalian sadar memang tampangnya masih 1112 sama yang 2 tahun tampil di GS 2003 lalu. Karena ya desainnya masih menganut desain khas GWM Egg ya GWM EggG atau GWM telur ya itulah ya. Itu bahasa desain dari GWM Ora dari Emmanuel Derta. Mantan personel desainer Porsche. Makanya desainnya mirip-mirip retro klasik. Bulat-bulat di sekujur badannya dari depan samping sampai ke bagian belakangnya. Ke sana lucu, imut, gemes banget pengin bikin kita cubit desainernya. Bukan desainer ya yang kita cubit ya, mobilnya yang kita cubit. Karena gemes banget mukanya. Namun sayangnya yang masuk ke sini ora 03-nya belum yang facelift, masih yang preacelift. Mukanya masih imut-imut, belakangan juga masih imut bagian bumpernya. Sementara untuk yang facelift mukanya udah gahar ya, udah sporty. Jadi namanya udah bukan ora goodcat, tapi ora bedcat juga enggak. Tetap namanya ora goodcat cuma di faceliftin aja. Tapi tetap yang preacelift ini juga memiliki karakter yang khas berkat lampunya yang lucu, imut, depan belakang. Dia minimalis banget tapi bulat-bulat. Dan di bagian bumpernya ada aksen kayak kumis kucing sama ada aksen tuh ya kayak jidat kucingan nih di bagian kap depan. Sisanya ya udah sama semua dari profil bentuk veleg itu persis seperti yang 2 tahun lalu tampil di depan kalian di GIAs 2023. Kalau kalian belum nonton videonya bisa kalian tonton di atas sini. Sekarang kita langsung masuk aja ke pembahasan inti. Pasti kalian penasaran soal baterainya. Jadi, baterainya menggunakan baterai LFP ya dengan besaran 47,8 kWh dan colokannya udah CCS. Jadi gampang banget buat ngecas di berbagai macam SPK alu di Indonesia yang tersebar di beapa pulau tuh ya. Nah, untuk kecepatan pengecasan sendiri dari 30 sampai 80% itu bisa ditempuh cuma dalam 30 menit aja. Kalau pakai colokan DC charging-nya yang CCS. Sementara untuk colokan type 2-nya dia punya durasi pengecasan sekitar 8 jam. Lumayan emang untuk mengisi baterai sebesar 47,8 tersebut. Tapi jarak tempuhnya juga lumayan bagus walaupun memang standarnya masih NEDC. Dia bisa menempuh jarak hingga 410 km. Okelah untuk penggunaan dalam kota bahkan hingga keluar kota misalkan kayak dari Jakarta ke Jawa Barat atau misalkan ke Semarang sekalipun. Habis bahas baterainya sama waktu pengecasannya, kita bahas soal keluaran tenaga motor listriknya. Dia motor listriknya ada di bagian depan nih ya. Pindah dulu ke sini. Nah, kita buka. Tada. Tidak ada frang atau tempat penyimpanan untuk kap depan. Jadi semuanya komponen motor listriknya tuh bisa kelihatan baterai modulnya segala macam. Dan untuk motor listriknya sendiri menghasilkan tenaga sebesar 141 horsepow dengan torsi hingga 210 Nm. Kelihatannya sih biasa aja untuk sebuah mobil listrik, tapi untuk penggunaan dalam kota udah lebih dari cukup. Tolong tenaganya jangan gede-gede lah. Mending sekarang udah banyak banget insiden-insiden yang melibatkan mobil listrik. Udah enggak apa-apa segini udah cukup, udah oke. Untuk stop end gua mah udah mantaplah pokoknya tenaganya. Ini ternyata ada ring kuning nih di sini kabel manual. Jadi kalau misalkan colokannya kekunci gitu ya enggak bisa kita buka. Kita bisa buka lewat bawah kap mesin ini tuh. Oke, sekarang kita tutup lagi dan oke. Jadi, sebenarnya langkah dari GWM ini mengingatkan kita sama langkah-langkahnya kayak Wooling sama DFSK yang lalu. Jadi, ketika yang di luar itu udah dapat facelift, sementara waktu muncul pertama kali Indonesia, kita masih ke bagian pre faacelift-nya. mungkin terdengar oke-oke aja, tapi kalau ngelihat brand-brand China yang lain seperti BYD atau Cherry, sebenarnya ini langkah yang agak disayangkan oleh GWM. He. Jangan-jangan tahun depan faceliftu bisa masuk nih ke Indonesia. Kita tunggu aja gebrakan dari Great Wall Motor Indonesia. Dan kalau kelihatan dari samping nih ya, sekarang kalian lihat kelihatan kecil aja woodinya lucu, imut, gemes. Enggak, bukan, bukan host-nya tapi mobilnya dia. Tapi memiliki panjang sebesar 4,2 m. Sehingga ini enggak kecil-kecil banget. Lumayan gede loh ini mobil. Cuma ya kelihatan dari samping emang keren dengan warna two tone. Semuanya warna two tone kecuali yang warna hitam. Karena atapnya hitam ya, body mobil warnanya juga hitam ya. Jadi single tone kalau yang hitam sisanya warnanya semua twoon dan warna interior pun juga ada berbagai macam yang menarik. Kita masuk aja sekarang ke bagian interior. Kelihatannya luas nih. Yuk. Sebenarnya sama-sama aja yang gua bahas hampir 2 tahun lalu ya si 03 ini. Oke, dengan tinggi badan gua yang 164 cm, headroom lega nih di bagian atasnya. Walaupun ada panoramic sunroof, tapi tetap enak di bagian headro-nya. Terus untuk leg room-nya ya, Bluetooth lega juga. Ini posisi mengemudi gua jadi udah aman nih untuk berkendara. Tapi sayangnya karena ya lagi-lagi ini mobil listrik jadi platform lantainya naik ke atas. Makanya gua duduk nih kalau kayak begini jadi jongkok. Jadi enggak ke-support bagian bawah sini nih bagian bawah pahanya. E duduk selonjoran pun dia masih ngegantung sini. Tapi untuk berkendara dalam kota sih sebagai penumpang belakang masih nyaman-nyaman aja. Belangan sini kalau berkendara jauh barulah terasa di kaki nih lumayan enggak enak pergerakan kakinya lumayan terbatas ya karena lantainya yang tinggi. Sementara untuk tunnelingnya enak ya jadi ee lega nih. Jadi kita bisa tendang-tendangan sama penumpang samping kalau mau ya kalian berantem dalam mobil. Tapi udah paling itu aja di bagian belakang karena kursi yang senderan ini enggak bisa direcanin lagi mundur sama sekali. Jadi udah mentok segini senderannya. Enak sih kursinya empuk. Senderannya juga udah pas sebenarnya enggak tegak-tegak banget. Jadi tetap nyaman. Ee dan yang bisa kita mainkan di kursi belakang ini ya biasa aja sih. Enggak ada yang spesial. Kisi-kisi AC enggak ada, arah semburan AC enggak ada, cuma paling colokan USB type E doang nih. Dan detail tutupnya yang pakai per tuh dia pakai per jadi enggak ngeplek. Tensin to detail yang bagus sih dari GWM Ora 03 ini. Dah sisanya kantong, kursi, ada jendela full auto tuh naik turun bahkan hingga baris kedua. Udah paling sama kantong penyimpanan buat naruh satu botol sama kantong kecil di door trim. Oh, sama satu lagi Amres tuh. Enggak ngeplek, enggak ngeplek, enggak kayak brand H tegang. Dan di Amr Sew ini disediakan dua buah cup holder. Udah, enggak ada penutupan apa-apa lagi. Tapi yang pengin gua apresiasi di sini adalah bahan kulit di joknya. Ini lumayan lembut. Enak nih, sintetis tapi oke punya kok. Walaupun di bagian door trim atas ini yang bagian hijau ini dia masih plastik. hard plastik ini hard plastik bagian yang sering kita sentuh amresnya di door trim itu barulah kulit sintetis lagi dengan jahitan-jahitan asli loh ini enggak konsisten nih jahitannya oke bagus juga tnya ya sisanya hard plastik oke sekarang kita ke bagian depan aja yuk oke sekarang kita masuk ke bagian dalam ora 03 ini. Tapi sebelum kita masuk gua pengen highlight nih di bagian seal plate dari pintunya ya pembukaan pintunya itu ada tulisan oranya. Attensi untuk detail yang bagus. Dan sekarang kita masuk ke bagian dalam Ora 03 ini. Sementara di bagian dalam masih sama persis sama yang gua review 2 tahun lalu di JS 2023. Masih menganut desain retro style dengan warna ciri khas dual tone-nya ya. Dan warna ciri khas dual tone ini memang hanya tersedia di beberapa warna aja seperti warna flagship-nya mereka ini. Jadi enggak di semua warna ya. Tapi walaupun kelihatannya oke, cantik, mungkin kalian akan berpikir, "Waduh, ini ngerapiin bakal susah nih." Enggak. Tenang aja. Karena yang bagian-bagian putih ini nih yang gampang banget kotornya ini kulit. Jadi, bisa kalian bersihkan hanya dengan tisu basah atau ee lap-lap kalau misalkan kotor sama anak kalian atau sama istri kalian. Habis make up gitu ya. Oke, lanjut lagi. Untuk penggunaan bahan sih ya eh sebenarnya oke di GWM Ora 03 ini penggunaan bahan kulit sintetis tapi yang di bagian dashboardnya lumayan kasar. Ini kulitnya soft touch tapi bukan yang mewah ya. Dan ini stitchingnya tuh ya bisa kalian lihat nih asli nih. Tuh dia gak konsisten. Oke, lanjut lagi. Bagian door trim. Dia ini ya cuma di bagian yang armr-nya aja yang dikasih kulit sintetis dengan jahitan-jahitan aslinya. Sementara yang bagian atas hijau ini. Oh, ternyata kulit juga nih. Enggak sama. Kalau yang pintu belakang dia masih plastik. Sementara yang atasnya ini di bagian baris depannya itu masih pakai kulit. Oke, sementara yang bagian putih hard plastik dan sampai ke ampres pun juga pakai sintetis ya, kulit sintetis. Nah, di setir pun pakai kulit juga dengan jahitan-jahitan aslinya. Memang untuk unit yang ini seperti yang kita katakan di awal bukan unit facelift tapi pre facelift. Kenapa? Karena kalau yang facelift dia layar udah terpisah. Enggak nyambung kayak yang preacelift seperti yang ada di depan kalian ini. Kalau yang model pre faelift ini layarnya masih 7 inci untuk panel instrumen dan 10 inci untuk panel head unit yang sudah ada konektivitas Android Auto juga Apple CarPlay. Walaupun untuk Android Autoonya dia masih pakai kabel. Enggak apa-apa, enggak apa-apa. Yang penting udah ada dua hal tersebut karena beberapa pabrikan itu enggak ada. Kita bisa nyebutin wooling kali ya. Oke, lanjut lagi. Sekarang untuk ee head unit udah kita bahas. Terus kita sekarang bahas ke bagian kontrol panel AC-nya yang di mana emang tombol fisik ada di bagian tengah sini ya. Nah, tombol-tombol fisik untuk pengaturan sirkulasi AC dan defoger depan sama belakang untuk kacanya ya. Tapi untuk pengaturan kecepatan angin dan suhunya itu masih di layar tuh. Jadi kita walaupun nyala matina AC-nya itu lewat tombol fisik, tapi di head unitnya masih kita masih perlu mengatur untuk arah semburan AC-nya, suhunya, dan sirkulasi udaranya di interior. Lanjut lagi ke bagian bawah tombol hazard sama tombol pengaturan sirkulasi AC ya. Itu ada colokan USB type E dua buah. Agak disayangkan karena zaman sekarang udah banyak colokan type C ya. Sayang banget di mobil-mobil modern tapi belum ada colokan type C-nya. Tapi untungnya udah masih disediakan colokan 12 volt. Nah, lalu ada kompartemen kosong nih terbuka dan tempat buat naruh botol sama gelas. Uniknya ada gambar juga nih. Kita ada gambar larangan untuk tidak menaruh gelas di sini tapi taruhnya botol mungkin ya itu karena ini terbuka komponennya jadi takut ee gerosok rusuk kan di dalam kabin goyang-goyang airnya tumpah ke mana-mana. Oke, lanjut lagi. Tuas transmisi bentuknya model putar-putar tanpa adanya mode parking. Jadi kalau mau parkir ya kita netralin terus tarik rem parkir elektriknya. Oke, simpel banget emang dan pengoperasian mudah. Udah kita coba juga waktu jalan dia kalau misalkan sengaja nih keputar, waduh enggak sengaja keputar sama anak kalian gitu kan dimainin. Aman-aman aja ternyata pas kita jalanin dan keputar secara tidak sengaja untuk tombol transmisinya. Asalkan kita enggak sambil injak rem dia enggak bakal konfirmasi buat ganti gigi. Oke, lanjut lagi. Ada tombol auto hold di belakang rem parkir elektriknya dan ada wireless charging. Nah, wireless charging pad sudah tersedia secara standar ya. Dan kalau kalian penasaran sama kuncinya nih kayak ini ya, tangan kucing gitu ya, paunya kucing gitu. Tuh dengan lengkap dengan logo Ora tanda serunya yang Kawai ini kayak mata-mata anime Jepang. Padahal ini mobil Cina ya. Oke, gak apa-apa. Lanjut lagi. Kompamen terbuka untuk naruh HP di sebelah wireless charging pad-nya. Dan untuk konsol tengahnya dia tuh sudah ada pelapis karetnya walaupun tidak terlalu dalam untuk penyimpanan konsol tengahnya. Ke bagian atas masih sama persis sih seperti Oa 03 yang pre faft. Jadi untuk spion tengahnya dia enggak auto diming. Dia masih pakai tuas nih ya untuk ee lam apa mode malam dan mode siang. Lalu ada colokan USB untuk naruh descam. Terus ada tombol fisik ya buat ngatur panoramic sunroof-nya dan panel penutupnya. Sama ada tempat buat naruh kacamata dan tombol lampu kabin yang udah LED. Sementara untuk visornya cuma kaca aja enggak ada lampu kacanya vanity mirror. Oke, sementara untuk panoramic sunroof-nya sih emang udah oke ya. Jadi menambah kelegaan kabin di baris depannya. Overall memang sama dengan yang gua bahas di video sebelumnya. Tapi sekarang kita bisa bahas soal ADAS-nya. udah fiturnya 15 poin ya di bagian ADAS-nya. Tapi yang utamanya ada autonomous emergency breaking. Jadi kalau misalkan ada obstacle di depan misalkan pejalan kaki, mobil atau misalkan kalian dibelokan gitu ya, tiba-tiba ketemu mobil dia bisa autonomo emergency breaking. Lalu enggak itu aja ada land keeping assist sama land centering assist. Jadi kalau misalkan di tol sambil kalian nyalain adaptive cruise control-nya itu kalian bisa berada di tengah-tengah jalur, enggak perlu mentok dulu ke garis markah jalan untuk membenarkan koreksi setir kalian. Enggak cuma itu aja untuk enggak cuma itu aja untuk membantu cara parkir kalian biar benar, biar lurus nih ya. Ada kamera around view monitor. Jadi bisa kita akses nih dari setir tuh bisa kelihatan dari birdiew. Oke, walaupun sayang memang belum ada autonomo parking-nya, tapi ya udah ada autonomous emergency breaking, udah ada intelligent cruise control juga dan udah ada land keepeping assist sih sama land keepeping centering dan enggak lupa ada traffic jam assis juga jadi bisa ngikutin kendaraan depan dalam kecepatan yang rendah. Oke sih emang buat penggunaan dalam kota ini Ora 03 ini. Jadi karena sebenarnya secara keseluruhan dari eksterior interior masih sama aja seperti yang 2 tahun lalu, cuma perubahan-perubahan minor aja. Sekarang kita mau coba mobilnya tipis-tipis yuk. Oke, sekarang kita masuk ke ora 03. Nah, motor berisik lewat. Sekarang untuk pengaturan kursinya di bagian driver dia udah elektrik ee maju mundur, reclining juga naik turun juga. Walaupun untuk penumpangnya dia masih manual pengaturannya dan bagian setir oh tilt aja belum teleskopic. Oke, sekarang waktunya kita cobain sira 03 ini yuk. Oke, untuk menyalakan si 03 ini kita cukup injak remnya aja. Enggak ada tombol starter sama sekali atau apa, start stop untuk penyala matikan mobil ya. Jadi, udah tinggal injak rem jalan langsung putar transmisi gede, kita injak pedal akselerasinya jalan deh meluncur. Sekarang kita cobain di kawasan selatan dulu nih ya. Nih kita sedikit-sedikit cobain bantingan ya. Ngelewatin jalanan batako gini masih nyaman loh permainan suspensinya terasa tuh ya lumayan teredam walaupun memang ciri khas suspensinya itu rigit di Ora 03 ini. Stabil sih khas mobil-mobil dari GWM tuh. Kalau jeglukan-jeglukan berasa karena ya rebonnya dia cepat. Jadi mungkin kalau kecepatan tinggi bakal lebih stabil nih mobil nih. Ketika berbelok pun enak biar rahinnya. Sayang kita cuma bisa coba tipis-tipis kali ini. Jadi cuma impresi cepat aja. Oke. Tadi sekalian bayar parkir kita cobain juga. Ternyata pembukaan kacanya udah all. Yang belakang pun w auto ya. Enak walaupun memang kacanya belum belum double glaum untuk sebuah mobil dalam kota dan tuasnya. Tuasnya untuk sein itu sebelah kiri ya. Jadi kayak mobil-mobil Eropa. Sementara untuk wiper dia di sebelah kanan. Kenapa gua tahu? Karena gua salah tadi malah nyalain wiper padahal mau nge-send. Biasaan pakai mobil Jepang. Oke, kita ngelewatin polisi tidur. Dan benar ya, karakter suspensinya bukan yang soft, bukan yang lembut, cenderung ke kasar. Jadi kalau kontur-kontur jalan lumayan rusak, berasa ke dalam kabit, tapi ini membuat mobilnya jadi stabil ketika berbelok. Tuh, ya. Nah, kita ngelewatin jalanan Indonesia yang emang lumayan keriting dan untuk visibilitasnya bagus banget bahkan buat badan gue yang imut kayak mobilnya. Tinggi gua 168 cm. Visibilitasnya ke depan, ke samping. Lihat ke spion samping kiri kanan tengah. Jelas. Walaupun memang kaca belakang tipis ya, model-model crossover hatchback ya. Tapi tetap fleksibilitasnya enak kita ngelihat mobil ke belakang dan kelegaan kabinnya itu terasa berkat panoramic sunroof-nya juga. Jadi dari visibilitas, dari kelegaan kabin udah bagus banget nih si Oa 03 dengan panjang body mobil yang 4,2 man sih oke untuk bawa 5 penumpang mah lega. Lanjut lagi. Soal akurasi setir bagus. Bahkan untuk feedbacknya terata lumayan untuk mobil yang menggunakan electric power steering. Karena deh akurasi. Bentar ya, ada mobil di belakang. Jadi kita tunggu dulu nih ya. Kita cobain akurasi setirnya. Tuh. Tuh dia refleknya bagus banget, responsif bagian setirnya dan feedback-nya lumayan berat. Walaupun memang elektrikal steering rasanya masih ada kopong-kopongnya tapi dia ngelawan setirnya. Jadi kalau misalkan kita nih ya belok nih di putaran kerasa bannya ke arah mana, setirnya berat. Jadi di kecepatan tinggi mau bermanuver agak gesit itu bisa dilakukan dengan aman. Enak banget nih dan posisi menggubingnya juga enak sih. Fleksibel banget. Oke, untuk respon akselerasi kita juga cuma bisa cobain tipis-tipis karena ya ini di area yang belum terlalu fleksibel. Jadi ee untuk pedal akselerasi sendiri kita enggak bisa ngerasain full gimana output dari keluaran motor listriknya yang bisa menghasilkan tenaga sebesar 141 horsepower dengan torsi 210 Nm. Yang bisa kita simpulkan adalah dari nyoba-nyoba tipis kali ini adalah untuk respon akselerasinya bisa kita takar dengan baik. Jadi ketika kita gas, motor listrik enggak serta-merta langsung ngagetin di putaran awal. E jadi kita masih bisa berkendara nyaman tuh ya. Masih bisa diurut gasnya biar enggak ngagetin, biar enggak nyentak akselerasinya. Sementara untuk pengeremannya ee lumayan enak. bisa kita takar dan empuk juga. Jadi, jarak mainnya bisa kita rasakan dengan baik. Jadi, mau ngerem medadak tuh, mau ngerem secara halus pun sebelum polisi tidur eh bisa kita lakukan dengan mudah. Regenerative breakingnya pun terasa. Lumayan terasa ya. Enggak enggak terasa yang sampai bisa one pedal driving. Dan yang lucunya adalah indikator regenative breaking-nya itu bukan di display panel speedometernya, tapi ada indikator garis-garisnya di sisi samping kanan dari speedometernya. Lucu sih, agak unik. biasanya kan langsung ditaruh full di speedometer informasi seberapa tinggi penggunaan daya dan regenerative breaking-nya. Yang bagus juga di 03 ini adalah hadirnya fitur around view monitor yang bisa kita akses lewat tombol di bagian setir sebelah kiri ya. Tuh, jadi bisa kelihatan di area sekitar mobilnya kalau mau parkir. Garis semarkannya bisa kita lurusin dan belakangnya juga jelas tuh ya. Bisa kelihatan bagian depan tuh. Tuh ini bagian dari atas bagian belakang bisa kelihatan dengan enak. Tapi semisal kita nih ya udah di posisi gigi mundur kan udah selesai nih parkirnya. Kita balik ke posisi netral lagi, terus tarik rem, parkir. Dia enggak otomatis balik ke menu utama dari head unitnya. Jadi mesti kita pencet lagi. Agak ngeribetin ya buat yang pengen cacet-cacet. Iya. Itu dia impresi singkat kita mengenai Aura 03 yang akhirnya mengaspal di Indonesia. Akhirnya ini mobil nyobain juga ya aspal Indonesia yang lumayan keriting. Oke. Dan bisa kalian lihat bagasinya muat orang dengan tinggi 164 cm. Padahal kalau kalian lihat bagasinya enggak gede-gede banget tuh ya. Lantainya lumayan tinggi dan kalau misalkan kalian buka, dia emang enggak ada ban serepnya. Jadi cuma tay repair kit sama paling tempat buat kompartemen penyimpanan sama buat naruh casan mobile aja. Udah itu aja buat bagasinya. Untungnya dilengkapi dengan toneal cover. Jadi barang-barang yang ada di bagasi kalian enggak kelihatan dari luar. Dan aduh belum power back door. Tapi enggak apa-apa ee karena kalau pakai power back door dia agak lama pastikan pemakaiannya. Jadi kalau misalkan kalian mau buru-buru pakai GWM Ora 03 ini, kalian bisa tutup buka dengan gampang tuh. Jadi enggak perlu nungguin power back door ini nutup atau ngebuka. Efektif tapi konvensional ya. Sekarang kalian lihat di bagian belakang memang minimalis lampunya masih sama dan emblemnya yang diutamakan justru yang GWM-nya. Oranya ada di samping tuh. Ora 03 ora 0. Jadi ini ora apa bukan ora apa enggak? Ya udahlah kita bahas nanti aja di komen. Jadi gimana menurut kalian ora 03 ini? City car dari GWM yang akhirnya masuk juga mobil listrik yang sebenarnya enggak kecil-kecil banget tapi tetap imut. Namun ya itu masuknya telat. 2 tahun diperkenalkan barulah main merangsek ke pasar Indonesia. Padahal rival-rival senegaranya udah pada masuk Indonesia. Berarti harusnya harganya mesti kompetitif nih. Gimana menurut kalian? Kalau misalkan video ini udah tayang, pasti harganya udah ditampilin. Nah, bakal kita tampilin harganya di bawah sini kalau tidak di pin komentar. Nah, gimana menurut kalian dengan desain yang retro futuristik begini? berkarakter, permainan warnanya bagus, bahkan catnya ada glitter-glitternya. Ini detailnya bagus banget. Kualitas interiornya juga menarik, berkarakter juga, dan rasa pengendaliannya yang juga enak untuk dengendarai untuk penggunaan dalam kota. Enggak lupa fitur-fitur ada yang juga lengkap untuk pasar Indonesia. Komentar aja di bawah. Jangan lupa subscribe, jangan lupa tekan lonceng untuk nhi video selanjutnya dari Autonet Max. Gua bagi Satrio. Dadah.

Lihat di YouTube