Jungkat

Ownernya Ramah Rumahnya Bikin Betah | Inspirahoms: Rumah Sambung (YouTube Video)

  • 05/09/2025

Selamat datang kembali di channel Wicak Mifta. Episode Inspiroms. Kali ini kita mendatangi sebuah rumah yang lebar 7 m tapi punya inner cord dan cakep banget. Kita ketemu sama ownernya yuk. Let's go. Perkenalkan saya Acep Amirudin. Saya Rima Pernamasari. Selamat datang di rumah sambung. Asalamualaikum. Waalaikumsalam, Kang. Siap. Apa kabar? Alhamdulillah. Alhamdulillah. Kita terima kasih boleh datang ke sini, boleh menggerebek rumahnya. Oke, Kang. Sebelum kita ngobrolin tentang rumahnya, aku pengin tahu dulu luas tanahnya berapa? Luas bangunan berapa? Tanahnya itu 140. bangunan tuh 150 ke belakangnya 20 7 * 20 ya. Oke. Dan ini yang seperti yang aku bilang di awal menariknya ada inner cordyard-nya di dalam ya. I di dalam ada tempat ngopi seperti kafe lah. Waduh. Katanya jadi ala-ala kafe gitu. Iya. Jadi spot favoritnya beliau juga nih. Nah, ini kita e ngobrolin desainnya nih, Kang. Ini gimana ceritanya kok tiba-tiba yang di lantai du ini seperti ada sisiknya di fasadnya. Oh, iya. Jadi ee memang kita tuh cari-cari referensi gitu ya di YouTube, di Instagram dan juga ada rekomendasi dari Arsite. Oke, gitu. Makanya ee kita kepincut ee apa tertarik sama desain ini gitu. Oke. Ini pakai apa, Kang tadi? Hardfag. Hard flag. Iya. Oke, itu sejenis kayak triplek tapi lebih tebal lagi. Oh, jadi dia bisa disusun seperti itu. Seperti itu ya bentuknya. Cocoknya sama motif seperti ini kayak ini kayak apa sisikular ya kayak I tapi bagus sih bagus dan warnanya juga warnanya itu apa ya? Kayak abu-abu tapi kayak hijau ya. Kayak hijau. Iya. Jadi warnanya itu pakai apa? Nipe 2000. Kodenya itu oyster. Oke. Nah, karena tadi udah di-mention juga sama arsitek-arsitek. Siapa sih, Kang, arsiteknya? Eh, arsiteknya itu ee Kang Rifki. Nah, nanti kalau teman-teman misalnya ada yang mau naik juga ke arsiteknya bisa I boleh nanti ee kita kasih kontaknya. Oke, terus kita lanjut lagi nih, Kang. Ini kan kalau aku lihat dari depan sepertinya sini ada celah ya, tapi sebelah sini juga ada celah karena dinding yang sebelah atas juga enggak nempel sama tetangga. Iya, betul, betul. Enggak nempel. Kurang lebih kalau sebelah e kiri ini 1,5. Kalau yang sebelah sana setengah meteran lah. Oke. Jadi bangunan yang dipakai itu terhitung ee 5 m. 5 m aja. Oh. Efeknya bangunannya 5 m ya. Jadi 2 mnya itu di samping kiri samping kanan. Oke. Nah, kita lanjut nih, Kang, ke sini. Oke. Dan di sini adalah area carboard-nya. Iya. Cuman yang ee aku tertarik juga ternyata si pilar strukturnya ini ditaruhnya di pojok kanan kiri ya. Jadi seolah-olah seperti enggak ada apa pilarnya di tengah-tengah sini ya. Betul. Jadi penyangga yang di sebelah ee kanan di sana itu ee nempel dengan tembok. He. Jadi enggak kelihatan ada. Tapi kalau yang ini, ini sengaja dibulatin gitu. ee uniknya seperti itu. Enggak tahu ini menyerupai pohon gitu atau gimana. Jadi dikasih desain seperti ini dan kita ee suka gitu karena seperti satu tihang tapi menyangga seluruh bangunan gitu. Iya. Dan teman-teman pasti juga salah fokus sama ini. Ini apa ini? Ini pembuangan air nih. Talang air dari atas. Tapi sengaja dibikin warnanya kuning ya. War yang trik ya. Satu aja ini. War. Oke. Dan teman-teman juga pasti melihat nih kan kalau di lantai carp-nya ini pakai batu andesit. Iya, batu andesit ini ukurannya 15 * 15. Nah, kita bahas area sini dikit deh, Kang. Ini apa nih ceritanya, Kang? Ini apa? Ini apa? Ini yang ini kebetulan ini tuh tempat paket. Jadi tukang paket ngirim bisa langsung disimpan di sini. Cuman karena memang apa? penutupnya belum ada, belum jadi. Jadi belum bisa dipakai ini, Mas. Oke. Untuk kalau ini ee tempat sampah. Oh, tempat sampah. Jadi kita semua sampah yang dari dalam rumah tuh masukin ke sini. Dan yang ngambil langsung yang ngambil langsung dari sini. Nah. Oh, oke. Langsung depan sini. Ini yang ngambilnya di sini ngambil. Oke. Dan sengaja finishingnya dibedain ya, Kang ya? Bedain ya. Betul. Menarik, menarik, menarik. Nah, untuk pagarnya ini enggak yang terlalu tinggi juga ya, Kang ya, diikinnya ya. Iya, betul. Kita ratain sama tihang tempat sampah ini gitu. Oke. Biar sejajar, enggak terlalu tinggi. Kalau terlalu tinggi kan enggak enggak estetik nantinya. Baik, baik, baik. Oke. Di sini aku melihat sudah ada beberapa spot yang menarik. Cuman yang pengin aku bahas dulu di sini ternyata ada yang dibikin segitiga dan kalau kita tarik ke atas oh sama gitu ya. Enggak. Iya, Nah, jadi tadinya yang atas itu atap yang tembus pandang sering kotor. Makanya kita ganti langsung pakai ini, pakai yang ee tertutup gitu. Hm. Jadi udah enggak langsung kelihatan lagi ya. Tapi masih cukup terang karena sini bukaan, situ bukaan juga ya. Betul. Betul. Dan ada tempat untuk duduk-duduk. Ini bangku ceritanya untuk area santai. K bangk. Area santai. Untuk apa? Ee pakai sepatu. Buka sepatu kita di sini. Ini juga ada tempat penyimpanan sendal, sepatu. Ee kalau apa kita habis apa pulang kerja langsung buka sepatu di sini. Sini. Ini juga lucu nih lampunya. Lampu lucu. Keren. Keren. Keren. Nah, ternyata di bagian sini juga ada rooster ya. Ini untuk menyambungkan udara dari dalam keluar. Dari dalam keluar ya. Betul. Oke. Nah, ini ke pintu utama. Ini warnanya ini ya, Kang ya. Emang hijau gitu ya. hijau ya, hijau army gitu. Oke. Adakah cerita khusus mungkin, Kang, dari apa si pintu utama ini atau ya udah penginnya motif yang kayak gini aja gitu? Iya. Jadi ee memang di desainnya itu langsung plek warna ini gitu. Jadi antara putih dengan hijau ee warnanya tu mencolok gitu, kontras gitu ya. Kontras gitu. Oke, boleh kita masuk, Kang. Boleh, silakan. Oke, sekarang kita bahas dalam rumahnya sama Teh Rima, ya. Nah, ini pas masuk sebelum ke sana ini ketemu pintu dulu nih. Iya. Ini ada pintu apa? Jadi ini tuh sebenarnya tadinya kita pengen pintu kamuplase cuman ee katanya karena pakai motifnya ini kan jadi dibikin bingkai aja. Nah, kalau dibuka ke dalam itu ini tempat helm dan sepatu sama jaket-jaket yang habis dipakai dari luar itu enggak masuk ke dalam gitu. Jadi disimpannya di sini semua ya. Wah, rapi banget. Dan ngumpet juga sih karena kamuflase ya tadi pas ditutup menyatu ya. Iya. Kalau yang enggak ng sih kayaknya dilewat aja gitu. Dilewat aja. Benar. Nah, ini nih pas masuk ke dalamnya nih benar-benar wah enak banget deh rumahnya ini. Katanya emang sengaja samping kanan kirinya tuh enggak difulin ya bumunannya ya. Kayak gimana tuh, Teh? Betul. Jadi kita tuh kan penginnya udara tuh masuk terus cahaya juga masuk. Jadi makanya kita akalinnya karena di sampingnya ada rumah kanan kiri dikasi space ini 1 dan yang sebelah sana itu 1 m biar dijadiin ada taman gitu Mbak yang di sini taman yang sebelah sana untuk sarapan air. Wah, tapi emang sih dengan adanya bukaan kayak gini tuh masuk rumah juga rasanya enak ya, lega gitu jadi makin luas. Terus kita punya view yang bagus juga ya. Jadi kalau malam-malam itu sambil nonton di sini ngelihatin tanaman itu wah ini bisa dibuka ya. Penting sehari-harinya emang dibuka aja gitu ya. Iya. Kalau siang dibuka kalau malam ditutup. Dingin banget soalnya. Oh iya benarbenar. I sini Bandung ya, Guys. Aku lupa. Terus ini di sini dipakaiin ee modelnya sliding gitu ya jendelanya. Tapi sebenarnya ini bisa juga buat keluar ya, Teh ya? Iya, bisa. Ini awalnya tuh aku tadinya minta ee kayak pintu gitu loh, Mbak. Nah, cuman ternyata kalau hujan itu selalu Tampias kan. Akhirnya dibuat tinggi jadi kayak jendela aja. Cuman bisa masih bisa loncat nih. Multifungsi lah ya. Dan lagi ini tuh selebar ini cuman kebagi dua ya. itu bukaannya cuman. Nah, warnanya juga ini masih mengikuti warna fasad ya? Fad. Iya, Mas. Berarti masih sama ya kayak yang tadi itu ya warnanya. Oke. Nah, di sini living dining kitchen-nya emang nyatu semua ya konsepnya ya, Teh ya? Iya. Konsepnya open space dan warnanya tuh masih konsisten ya. Bahkan dibawa sampai ke dapur juga ya sama semua gitu. Kalau di sini konsepnya seperti apa, Teh? Karena kalau di sana kan aku lihat ada bukaan lagi tuh. Iya. Jadi kalau di sini itu ee ini kan khusus untuk kayak keluarga gitu ya, Mbak. Nonton TV terus makan di situ. Jadi kita kalau misalkan ada tamu enggak kita terima di sini, tapi terimanya di belakang sana. Jadi kalau ini khusus benar-benar kayak untuk keluarga sehari-hari aja gitu. Oh, gitu. Jadi untuk tempat bersantai keluarga itu emang di sini gitu ya? Di sini. Iya. Makanya kita kan bagi menjadi dua bangunan gitu. Oke. Karena di situ entar terpisah ya. Iya, terpisah gitu. Nah, kalau kita lanjut lagi ke sini. Ini meja makannya juga cukup panjang ya, Teh ya. Maksudnya muat berapa orang nih? Banyak loh. Muat banyakan. Karena kita tuh kebetulan keluarga besar ya, Mbak. Jadi kalau misalkan lagi pada kumpul itu segini tuh enggak cukup malah. Makanya udahlah ee dibesarin sekalian. Iya, dibesarin sekalian. Terus karena kicennya juga ee kita enggak pakai mini bar gitu kan, jadi langsung aja pakai ini gitu meja makan. Iya. Jadi semuanya emang ya udah di sini buat naruh makanan, buat makanin sekalian. He. Nah, ini juga sebenarnya harusnya di sini, Mbaknya itu cuman karena anak-anak suka sambil nonton, jadi ya udahlah kita pindahin aja. Makanya lampunya enggak di tengah-tengah jadinya. Oh, iya benar. Jadinya agak mirnya itu tetap di meja makan tapi bisa sambil nonton TV juga. Jadi enggak di sana gitu ya, makannya tetap di meja. Oke. Kalau misalnya dapurnya sendiri nih, Teh kan aku lihat dia emang punya keuntungan juga ya karena enggak mepet tadi akhirnya bisa naruh jendela ya. Padahal rumahnya kan enggak dihook ya. Nah, ini sih karena kita tuh kan mikirnya enggak akan pakai apa cooker Hood gitu. Jadi otomatis kalau masak ee takutnya asepnya ke dalam rumah. Terus kalau lagi masak yang bikin batuk-batuk itu kan anak-anak kasihan ya. Jadi udahlah kita bikin aja jendela di sini biar kalau masak bisa dibuka terus ee anginnya tuh langsung keluar enggak bikin batuk-batuk yang di rumah gitu dan jadi di sini dibuka, di sana juga dibuka. Jadi ngalir ya. Iya. ge. Oke. Ini pakai marmer ya, Teh? Ya, marmer. Iya. Nah, ini tuh sebenarnya warnanya beda ya, Teh ya? Engak sama ya, cuman senada aja gitu ya. Oke. Nah, ternyata kalau lihat ke sini view-nya tuh beda lagi ya, Teh ya. Cuman kayaknya tuh lebih enaknya kita bahas dari luar ya. Iya, boleh. Oke. Jadi, ternyata ini tuh dua masa bangunan gitu ya, Teh. Tapi sebenarnya ini awalnya seperti apa sih? Kok bisa kayak gini gitu di tengah-tengah? Iya. Nah, jadi awalnya itu ee saya tuh kan dibahas sama arsitek ya, misalkan mau berapa kebutuhan ruangnya. Nah, saya bilang gini gini gini. Tapi saya minta di tengah itu harus ada ruang terbuka supaya dalam rumah tapi kita tuh berasa kayak di luar rumah gitu. Terus penginnya di ruang terbuka itu ee konsepnya tuh kayak kafe. Nah, jadi kita tuh kalau misalkan mau liburan ya udah tinggal keluar rumah aja berasa di kafe gitu. Oh, jadi kalau ngajak liburan. Jadi ini kan sebenarnya outdoor ya, benar-benar outdoor karena enggak ada atapnya, Guys. Di sini emang emang berhenti sampai sini yang pertama terus kedua gitu ya, Mas bangunan tapi disatuin sama jembatan ini gitu ya, Teh. Iya, sama jembatan. Ini juga request saya sih karena penginnya ada jembatan gitu sayang kalau misalkan dibelah gitu aja gitu, Mbak. Jadi walaupun berpisah tapi tetap menyatu gitu ya, tetap ada jalannya di atas. Tapi ini asik banget sih emang kalau banyak orang gitu ya bisa nongkrong-nongkrong di sini bisa ini emang tempat bermain anak juga itu ya. Dan ini yang tadi aku mau bahas dari dalam. Emang kalau dari luar sini asik banget sih ya. Kita kayak mau order gitu ya. Iya. Iya. Jadi bisa sambil oke oke kita peragain nih. Kalau kalau habis masak tuh udah aja dari sini amer iya tinggal langsung kasih ke sini gitu. Terus di sini dikasih kursi juga barstol. Jadi emang ala-ala kafe beneran sih. Iya benar. Dan di sisi sebelah sini ini yang buat area serapan. Area serapannya itu ya. Iya. Ke sini. Ah enak sih kalau rumah enggak nempel tetangga ya. Kalau maintenan juga gampang ya kirim saya ada kebocoran atau ada apa ngeceknya bukan ke rumah tetangga. Iya langsung aja dari sini ngcek. Iya. Nah ini juga musalanya emang dari awal di sini desainnya Mbah udah musala Iya betul udah musala. Jadi kita minta ee berapa ruang terus satu ruangnya itu khusus untuk musala gitu dan dibedain juga material lantainya. Ketinggiannya juga ya. Ketinggiannya dibedain. Jadi emang udah wah kalau ada tamu gitu senang kali ya. Iya. Jadi kan nongkrong makan sama salat di sini balik lagi enggak pulang-pulang teh. Kalau itu pintu ke mana tuh, Teh? Ke kamar mandi. Pintu. Oh, ada kamar mandinya. Oh, untuk tempat wudu juga. Iya, untuk tempat wudu. Oh, untuk tempat wudu. Sekaligus toilet. Kalau di belakang sini ya. Oh, oke oke oke. Kalau di sebelah sana ada pintu juga. Ada gudang gitu. Ada gudang tapi berantakan. Enggak usah dibuka kata Teh Rima. Oke. Baiklah. Lanjut ke mana, Teh? Datang ke dalam lagi. Ke dalam boleh. Oke. Yuk. Ini sebelum naik ke lantai du kita bahas sedikit kali ya area sininya karena ini menarik juga sih, Teh. Ini tuh di sini ada gudang ya? Ada lagi ada untuk mainan sih, Mbak. Hmm. mainan anak-anak disimpan di situ. Dan ini tadi kan dibaliknya yang ruangan nyimpan jaket sepatu itu kan karena menyatu sampai sini bahkan sampai bawah tangganya jadi emang tadi kayak enggak ada pintu ya. Iya. Iya kayak enggak ada pintu jadi sengaja sih karena kan kita maunya ada motif-motif kayu. Nah udah selaras nih sama meja TV sama meja makan di sininya kayaknya enggak mungkin kalau polos gitu. Jadi airnya dikasih Iya. Ini kita pakai thick wood sih ini. Oke kita boleh naik boleh. Wah, di sini dikasih kayak gini ya, Teh. Biar enggak polos aja ya. Iya, biar enggak langsung ke kitchen sih, Mbak. Nah, ini juga area tangganya tuh enak ya. Bordesnya juga lebar ya. Jadi ketika misalnya berlalu-lalang berdua gitu enak ya enggak tabrakan. Terus di sininya ternyata ada jendela besar banget di sini. Iya. Jadi kita tuh benar-benar pengin memanfaatkan cahaya matahari, Mbak. Karena kalau pagi kan dari sana ya, makanya jendelanya sebelah sana. Nah, kalau sore itu dari sebelah sini. Makanya jadi kalau sore ke sini bagus banget nyorotnya. Ada cahaya ilahi ya. Oke. Ini pasti kalau di atas isinya kamar tidur ya, Teh ya. Karena tadi di bawah kan untuk kayak ruang komunalnya. Wow. Luas ya lorongnya, Teh. Dan rapi. Semua pintu ada di sisi sini. Tapi sebelum ke sana kita kayaknya ke sini dulu. Ini kalau misalnya kalian lihat juga teman-teman lihat sampai atas ya, Teh? Sebenarnya Iya. Ini kacanya sampai atas dan ini pintunya warnanya sama juga ya, Teh ya, Mas? Sama. Iya. Oke. Boleh masuk? Boleh. Ini kamar tidur utama. Oh, kamar tidur utama di sini. Kamar tidur utama. Wah, ukurannya berapa ini, Teh? Kamar tidurnya ini ukurannya 5* 5, Mbak. Oh, 5* 5. Iya. Agak lumayan besar sih memang. Belum sama kamar. Udah sama kamar mandi. Sudah. Sudah sama kamar mandi. Kalau kamar tidurnya aku lihat emang banyak kayak udah unsur-unsur kayu aja gitu ya. Iya. Kalau di sini memang temanya kita pengin hangat ya, Mbak. Jadi ee sudah lantainya pakai SPC, makanya materialnya juga kayak roller bean, terus e kasur dan lemarinya juga kita penginnya motif kayu biar senada gitu. Jadi kekayuan semua ya, tapi tetap ada warna dikit-dikit gitu sini ada kuning, ada hijau, masihlah dimasukkan itu. Iya, kuning. Dan di sini ternyata di pojokan ada kamar mandi. Ada kamar mandi. Iya. Wih, kamar mandinya terang banget loh. Bukaannya besar banget jendelanya di sini. Oh, dia bentuknya tuh memanjang ke sana ya. Jadi untuk area basahnya di ujung situ. Terus ini area keringnya ya, Teh. Warnanya juga lebih netral ya, maksudnya ee abu putih, coklat dan di ujung sini ada wastaffelnya. Ukurannya berapa, Teh? Berarti kalau kamu ini 4* 1. Oh. Oke, kita lanjut lagi. Kalau di sini tuh emang ya udah konsep lorongnya si ini clean aja gitu ya, karena ngelihat di dindingnya juga enggak ada apa-apa. Sebenarnya belum sih, Mbak. Oh, belum. Karena kita masih nyicil kan. Tadinya yang di tangga juga pengin dikasih lukisan, tapi ya nyicil satu-satu deh. Karena rumahnya ini tuh belum ada setahun jadinya. Iya, baru 7 bulan. 7 bulan jadi. Dan baru ditempatin juga. Iya. Oh, ditempatin juga. Emang kerasa sih rumah baru ya. Tapi di sebelah sini kan pintu semua. Yang sebelah sininya emang buat jendela semua gitu ya. Oke. Ini ada apa aja, Teh? Kita boleh lihat enggak? Ini ini kamar anak. Pintunya masih sama ya, Teh? Iya, sama. Kita sama kamar anaknya ukurannya berapa, Teh? Kamar anaknya 2* 3. Wih, jendelanya gede banget di situ. Iya, gitu ya enaknya ya. Ada dikasih jeda tadi itu. Jadi, kita bisa naruh jendela juga ya. Iya. Biar enggak pengap kan apalagi anak-anak gitu. Terus kalau anak-anak ini kan temanya enggak kayu, Mbak. Kayak di kamar utama ya. Jadi kita pilihnya yang aluminium biar lebih awet gitu dan lebih itu banyak lebih fun ya banyak emang perintilan anak-anaknya. Kalau di tengah ini kamar mandinya ini kamar mandi anak-anak juga. Oh kamar mandi. Kalau kamar mandinya kurang lebih tapi sama ya Teh untuk penggunaan material lantai dan dindingnya ya. Eh kalau lantai kita bedain sih Mbak yang tadi pakai velino itu agak kasar. Nah, kalau yang ini kita samainnya sama tangga pakai granit roman cuman tetap ada teksturnya enggak bikin licin tapi enggak terlalu kasar enggak jadi gampang juga ya dibersihinnya. Setuju setuju. Setuju. Oke. Nah, ini kamar tidur lagi kah? Iya, ini kamar tidur anak sebetulnya cuman karena anaknya masih satu kamar berdua, kita pakai untuk tamu. Ukurannya sama kah? Sama sama. Ukurannya sama cuman kasurnya aja kita tambahin karena kalau tamunya itu suka banyak. Kebetulan keluarga besar Iya. Jadi makanya udah biar tidurnya masuk semua di situ. Masuk semua. Oke. Nah, ini nih pintunya. Emang sengaja di kasih pintu kaca aja ya. Iya. Karena kan dari sana enggak ada kelihatan ke sini ya. Enggak apa-apalah aman gitu. Kita melewati jembatan ini ya, Teh. Yang tadi kita bahas dari bawah tuh. Kalau dari sini kita ngelihat ke bawah. Wah, enak ya. Jadi udara juga emang ngalir ya dari mana-mana nih. Iya. Betul. Ini ada apa aja, Teh? Mangkel di sini. Di sini ada laundry room. Kalau belok kanan laundry room. Wah, ini berarti untuk nyucinya. Ini untuk jemur. Ini untuk jemur. Iya. Karena ee ini sengaja sih aku tutup ya. Tadinya ini enggak ditutup cuman ee kalau misalnya kita lagi pergi kan takut ya. Kalau enggak ditutup takut kehujanan gitu. Makanya kita tutup aja pakai yang transparan. Jadi cahaya matahari masih masuk ya, masih cepatlah keringnya. I. Terus di sebelah sini juga raster ya. Jadi anginnya emang dari mana-mana sih. Iya. Sama menutupi juga sih. Biar dari sana enggak kelihatan ada jemuran gitu. Setuju. Setuju. Ini buat nyucinya di Iya. Nah, terus kalau di situ untuk nyetrika. Kalau di sini nyetrika, ruang baca, ruang gim. di sini ee ruang serba guna sih kalau kita bilang campur-campur. Iya. Oke. Oh, jadi nyetrikanya di sini tapi juga nge-game di sini dan ada koleksi buku-bukunya taruh sini. Serba guna lah ya ini ruangnya ya. Oke, habis ini kita ngobrol-ngobrol bentar ya di bawah Oke, yuk. [Musik] Selesai sudah house tour-nya dan kita sudah berkumpul nih bertiga nih. Kang Acep Teh. Saatnya kita interview. Nah, untuk pembangunan rumahnya jadi seperti ini kalau boleh tahu itu menghabiskan budget berapa sih, Kang Teh? Kalau untuk budgetnya ini kita kebetulan pakai kontraktor luas bangunan 150 ee m² ini dikali 4 juta per meternya. Oh. Oh, masih terjangkau ya? Padahal jadinya juga bagus loh ini. Iya. Jadi ini juga sudah apa cari-cari ke mana kontraktor yang masuk ke budget gitu. Karena rata-rata sih di atas lima, di atas ee apa ada yang enam gitu. Alhamdulillah gitu masuk budgetnya di R juta per meternya. Oke. Dan itu di luar biaya arsitek sama interior ya? Berarti itu di luar biaya arsitek sama interior sama peralatan sebagainya. Oke. Nah, itu teman-teman budgetnya kurang lebih segitu. Dan untuk ee lama pembangunannya, untuk pembangunannya ini sekitar 7 bulanan. Oh, 7 bulan. Oh, cepat juga ya. Dua apa rumah gini kan dua lantai gitu kan. Lantai gitu. Jadi overall setelah rumahnya jadi gimana Kang Teh? Puaskah atau gimana? Wah, masih dingin lagi antar. Iya. Alhamdulillah. Alhamdulillah puas. Ini rumah pertama kami juga. Alhamdulillah terwujud seperti ini gitu. karena ee ini yang kami inginkan gitu, yang kami cita-citakan juga dan kami bersyukurlah sudah punya rumah seperti ini gitu. Keren banget menginspirasi ya berarti teman-teman kalau ada yang pengin nanya-nanya detail tentang rumahnya itu bisa nanya ke mana Kang sama bisa ke akun Instagram di Rumah Sambung. bisa di DM bisa nanti kita share ee segala macam informasi mau kode kode chat dan lain lain sebagainya nanti kita kasih. Iya. Artinya apa tuh, Kang Teh? Rumah sambung. Rumah sambung artinya rumah sambung itu rumah penyambung silaturahmi sih. Wah, dalam ternyata ini apa kita ini sering apa sering kedatangan tamu-tamu atau mahasiswa, teman-teman yang memang sering datang gitu. Jadi selain nyaman buat kita, nyaman juga buat tamu yang datang gitu. Wah, ini tempat ngumpul gitu. Tempat ngumpul ya. Oke. Oke. Mungkin cukup sih dari kita. Terima kasih banyak sekali lagi dari Makang Acep. Terima kasih kita sudah boleh datang ke sini. Dan teman-teman jangan lupa juga subscribe channel kita, follow Instagram kita juga Wicakson Miftajana dan Instagram Inspira Homes. Cek TikTok kita juga Inspira Homes dan Wicak Mifta. Dadah. Semoga menginspirasi.Ortion. Nama saya Acef AMuddin. Saya Harima Pernamasari. Selamat datang di rumah. Selamat datangnya kayaknya enggak kompak deh, Mas. Habis.

Lihat di YouTube