Jungkat

Padahal Banyak Poin Plus, Sayangnya Sepatu Lokal Ini... - PODCAST Sepatu (YouTube Video)

  • 15/06/2025

Jumpa lagi Jak TV ya. Kita balik lagi ke review sepatu kita kali ini bareng sama gue dan Angga juga tentunya. Kali ini kita mau review apa? Gatsuts PX6901. Oke. Ini sepatu apa ya? Kayak nama gandam ya. Oke. Kalau dari namanya ya benar sih bnya kayak gendam ya. Kayak kayak Gundam atau gandam ya. Tapi kalau diangkat enggak sih. Enggak sih. Sepatunya proper sekali ya. Ya, formal. Tapi ini sepatu yang gua enggak suka. Hah? Kenapa tuh, Pak? Gua pagi-pagi udah bilang gua enggak suka. Kenapa? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Kenapa enggak dibikin size gua? Coba. Ayo. Ngaku deh. Nyari ya sebel pengen formalnya dapat. Iya, formalnya dapat, casualnya juga dapat. Nah, casual di sini nyamannya dapat juga. Dan sepatu model kayak gini tuh biasanya kalau udah dilihat dari dekat tuh detailnya tuh biasanya udah enggak enak. Iya. Ya udah, aduh, aduh malas banget ngelihatnya tuh. Kok gini ya? Kok. Tapi ini enggak loh. Ini enak sih ngelihat detailnya ini dengan permainan ini tapi selera ya. Tapi permainan side panelnya tuh panel-panel yang ada di sini itu menarik semua. Sekilas ya. Sekilas kalau dibilang sekilas gitu kalau diputihin kayak Air Force One ya. Wah betul telek ben I kan telek kayak Air Force One. Bayangkan kalau Air Force One dibuat jadi ee semi cash eh semial. Nah asik tuh. Jadi kayak begini nih. Cuma ya harganya tentunya bukan Air Force One. Iya sih. Iya kan? Iya sih. Ini datang dari siapa namanya nih? Guts. Gats ini produsen asal Bandung yang sudah ada dari tahun 1980-an. 5 '87.7. '87. Ini gua baru baca. Wah '87 saya di mana? Di Bandung ya. Di Bandung emm daerah kayak Bandung apaoknya gitu. Gat Subroto. Gat Subroto harusnya sih ya kan namanya Gats. Gat soalnya ya. Tapi enggak enggak pokoknya Bandung gua lupa lupa lupa lupa. Bandung lah. Pokoknya Bandung. Oke. Tapi sepintas aku baca tuh GS itu dari nama pem foundernya justru. Oh gitu. Nama ownernya namanya siapa? Wah kurang riset. Gatot Subroto bukan? Sama juga bukan. Tapi tapi dari nama pemilik ya. Dari nama pemilik. Oh oke. Pak Gats tolong ya. Ada yang saya-say. Nah, itu, Pak. Lalu lalu gimana nih Air Force One kita kali ini? E GS PX6901. Iya. Nah, jadi kalau kita bahas soal upernya dulu. Kita bahas ernya dulu. Oke. Gatsut ini pakai napa leather. Napa leather. Napa leather. Kalau kenapa leather? Nah, karena kulit. Oh, karena kulit. Kenapa leather? Oke. Oke. Kalau pertanyaan kenapa harus leather? karena dia pengin mengejar tampilan yang masih enak buat dipakai formal. Walaupun ee panel layernya banyak banget nih, lapisan-lapisan layernya banyak banget, tapi tetap bisa ngasih look yang elegan lah. Ya, iya ini elegan sih maksudnya kalau buat dipakai Iya. Buat di semi cash eh semi formal lah mungkin lah ya. Iya formal ya. Kalau zaman sekarang bisa lah. Iya, Mas. I iya. Soalnya orang kekawin aja pakai sepatu catch. Iya. Bebas kan? Iya. Oke. Tapi setaknya kalau mau pakai ini nih nih masih lebih pantas ini masih masuk. Masih lebih pantas ya. Iya. Nah, napher itu dia karakteristiknya lembut. Dia kulitnya lebih lembut eh squishy dibandingkan dengan F leather lain. Nah, ini sebenarnya masih aku banget ini F leather sih. On leather itu bukan bukan kulit beneranak harus. Oh, gitu. Ada yang benerannya, tapi ini F leather. Oke. Heeh. Dan e dilihat kenapa ini semial karena enggak sepenuhnya dia leather di bagian tangnya. Oh iya ini kain ya? Iya tangnya tuh mesh dan ada sedikit lapisan foam lah ya. Tapi ini nice touch sebetulnya. Enak kok. Iya. Di karena jadinya buat ini enak di atasnya lebih apa lebih ngasih padding yang lebih ngejaga kaki lah. He. Terus di bagian shock liner-nya dia juga ada foam yang enggak cuma di sisi samping belakang tapi sampai agak ke bawah pinggir-pinggir ini dia ada foam-nya gitu buat ngasih padding lagi-lagi buat ngasih kenyamanan. Karena si Guts ini comfort and style gitu. Legend legend of comfort and style gitulah taglinenya mereka. Iya. Tulisannya belakang belakangnya tulisannya lifestyle. Ada lagi. Ah, lifestyle di belakangnya ini. Entah kenapa. Heeh. Sungguh sebetulnya preferensiu mengganggu banget sih. Oh, karena harusnya tanpa ini jadi kelihatan lebih sik lagi. Tapi enggak apa-apa. Dia cukup pintar naruhnya warnanya kan coklat tua tulisannya tulisannya juga warnanya gelap begini. Jadi menurut gua bahkan gua enggak notice sampai gua benar-benar berdekatin. Oh iya lucu. Ada. di warna coklat sama warna hitamnya mungkin enggak kelihatan tapi ada satu warna camel. Oh, ada ya. Ada warnanya agak lif lebih terang. Jadi lebih jauh lebih kelihatan. Nah, itu yang ini sebenarnya selera tapi lumayan enggak apaapa sih kalau ada size 46-nya sih gua maaf. Oh, baiklah. Subjektif subjektif. Iya. Iya. Karena udah kadung tertarik sama siluetnya. Iya. Iya. Betul. Betul. Lalu gimana? Gimana? Ee lanjut lagi di masih di tangnya. He di sini ada patchwork yang dari bahan kulit. Hm. Betul. Dan ada pull tap yang lumayan besar pull-nya. Di bagian depan dan bagian eh di bagian tang dan bagian heill ada full tap. Nah, ini kan serius ada full tap-nya. Iya kan? Sepatu semial ada full tap-nya. Itu dia. Makanya jadi enggak kaku-kaku banget gitu loh. Ngasih tampilan enggak kaku-kaku banget. Dan lace-nya di sini juga yang pipih pting. Iya, elegan. But nothing special di bagian lacing-nya. Nah, justru yang spesial itu adalah di bagian insol-nya. Eh, insya-nya itu wah gimana ya nyebutnya ya? Oh, lumayan empuk ya. Insya-nya iya empuk tapi dia texturized gitu loh. Jadi kalaupun ada teman-teman yang emm katakanlah kalau sepatu mau tampilan formal tuh enggak suka pakai kaos kaki. Walaupun kita tetap rekomen pakai sep eh pakai kaos kaki ya. Kalau pakai sepatu ini bakal ngasih feel ngelangkah yang lebih enak lagi karena well texturized gitu loh di [Musik] inh kayak cup atau wadah yang bikin tumit kita kerasa lebih dipeluk. Dan terakhir kenapa terakhir? Karena mids-nya ini nyatu sama outsou. Oh ini satu ya? Iya. dan bahannya TP. Jadi plastik dan karet yang dilebur ini dijahit beneran ya. Nah, itu keunggulan lainnya. Kenapa ini jadi ada ada kesan tetap formalnya? Karena selain sementing dengan lem, dia juga dijahit. J harusnya lebih durable. Iya. Biasanya kan kalau zaman sekarang sepatu mangap gitu kan yang dilakukan adalah ke tukang sal sepatu dijahit pinggirnya. Iya. Jalurnya jahitannya ini udah ada. Jadi kalaupun nanti kenapa-napa udah ada jalurnya. Buat orang tua yang mau kasih ke anaknya biar anaknya enggak cepat-cepat bilang sepatu saya mangap gitu. Cocok cocok cocok sulit mangap. Balik gimana cara bikin mangapnya? Nah ayo kamu apain sampai mangap? Nah ini udah double suruh a gitu agak seram ya kalau gitu ya. Seram. Nah, dan ini yang bikin sepatu ini tetap mempertahankan kesan formalnya adalah di bagian bawahnya ya, outs-nya. Iya, ulirnya tuh masih kayak sepatu-sepatu itu sepatukan pantofel kali ya. Lebih lebih familiarnya ya. Pantofel apa penamaan yang salah tapi sudah yang penting kalian ngerti. Harusnya dress shoes. Iya, dress shoes. Harusnya ini belakangnya lumayan ya weent-nya ya. Iya. Berapa hari nih, Pak? Itu dipakai 2 minggu. 2 minggu. 2 minggu. Wajar, wajar, wajar. Sielah dengan dipakai commuting ya, bukan enggak dibawa nyaman gitu. Ini masih oke dan ya kalau lihat lagi beberapa ada beberapa lubang untuk breatability karena kan apakah bratability-nya oke. So far lumayan gerah. Lumayan gerah. Lumayan gerah. Ya, balik lagi karena mungkin padding-nya banyak terus juga F leather ya otomatis bratability-nya jauh lebih kurang dibandingkan dengan leather beneran gerahnya masih gerahan kalau dia tutup begini dong. Iya, pasti pasti kan sudah tutup banget kan kalau gini kan masih ada se setitik-titik gitu pori-pori celahnya ini kan ada enggak celah-celahnya ya em tapi sejauh pakai ini selama kurang lebih 2 minggu he napa leather-nya ini kalau biasanya kan terkenal apalagi kalau yang ee sintetik ya F leather gitu dia bakal ngasih bentuk yang ee gampang berkerut kerut lah kerutannya parah banget even udah dipakaiin h shield sayang sekali tapi di sini justru enggak oh justru enggak cuma paling ya ada satu yang miss lah i di bagian town-nya tapi overall bentuknya tuh masih kejaga banget jadi ya secara build 3 minggu nih berapa minggu 2 minggu minggu dipakai intens buat kantor terus gimana ee feel-nya gimana di kaki feel-nya di Ai. Oke, untuk fednya ini aku ambil yang ukur 41. 41-nya mereka tuh 27 cent. Gede, gede gede. Gede gede. Dan em paling gede berapa nih? 44 emp. Oh ya. Untuk ukurannya ini dari 39 sampai 43 golden size total. Baru ngikir jangan-jangan 45-anya gua bisa pakai nih gitu. Ini 39 sampai 43 aja. Bisa. 43-nya pun 2 pakai prabu 45. Oh iya, lu pakai perabu di 45 soalnya. Tanggung nambah dua lagi. Iya, makanya bisa soalnya lebar. Soalnya lebar ya. Iya. 43-nya tuh di 20 e 29 kalau enggak salah. Iya. 43 di 29 cent. Lebar dong sebenarnya. Oh, ini 41 ya? Iya. Dan ee paling catatan aja nih karena ini TPR ya kan biasa kita ngetes licin-licinan ya. Emm memang karakternya TPR licin. Licin. Kalau lu pegang langsung ya ke sana, wah ini bakal bisa nge-grip nih. Heeh. Kenyataannya tidak licin. Licin. Licin. Jadi memang dipakai buat di dalam ruangan aja. Dan kalau commuting kayak hati-hati misalnya kondisi jalanannya kayak di SCBD agak-agak. Iya, makanya kan dia lantainya kan semua rata dan licin gitu kan. Nah, itu berhati-hatilah, enggak usah lari-larian lah. Gitu. Jadi overall overall berum gua enggak pakai jadi nanya sama Angga nih. Overall gimana? Layak beli tidak layak beli untuk siapa gitu. Over layak beli kalau kalau harganya tetap di Rp550.000-an. Emang harusnya berapa harganya nih? Jadi kalau lihat nih, kalau lihat di website eh di e-commerce-nya mereka, harganya tuh kayak harga bluffing Rp1.160.000. Kalau harganya sejuta sor belum pas ya enggak belum belum ada Air Force One celupin kopi itu aja aduh iya lagi. Iya benar banyak tuh sering tuh kan Air Celupin kopi celupin apa kayak biar berubah warna gitu kan. Nah kalau harga masih Rp500.000 R. Bahkan kalau beli pakai voucher atau dapat apalah yang bisa mengurangi harganya itu lebih worth it lagi dan emm buat yang mungkin ah ini tapi panelnya terlalu banyak jadi terlalu ramai di kaki dia juga ada opsi PX 6902 yang lebih slick. 6902. 6902. Oh, 6901. Ini 6901. 02 tuh lebih kelihatan ee ramping lah maksudnya bukan kelihatan ramping, kelihatan minimalis. Lebih kelihatan minimalis karena enggak terlalu banyak layer kayak gini dan harusnya kalau ada size 46-nya Bapak lebih tertarik lah. Iya betul 45,5 mungkin kalau kalau dia sudah mencapai size gua gitu. K 30,5 lah. 305 cent ya. Jadi kesimpulannya kalau misalnya harganya tetap di 500-an ini masih termasuk yang oke. Gua sih lihat dari bentuk rasa feel semua kalau 500 masih oke sih sebetulnya tergantung ini enak nyaman atau enggak dipakai tapi yang jelas penampilannya udah lebih ee formal ya daripada yang biasanya. Cocok nih buat kalian-kalian yang baru mulai masuk ke kerjaan. Heeh. Biar enggak terlalu selebor banget gitu. Sepatunya agak rapi dikit tuh. Kalau zaman dulu katanya rapi dikit. Emang pakai sepatu gini enggak rapi? Rapi. Cuman kesannya itu bukan mau ngantor olahraga. Jadi statementnya adalah statement saya mau ngantor gitu kan. Saya mau kerja serius gitu. Ini sebuah statement aja nih bentuknya begini. Itu sebabnya gua lumayan tertarik sama dia. Bukan buat dipakai jalan juga sih sebetulnya. Iya. Tapi seandainya bisa dipadukan ya untuk bisa jalan ini indah sih. Benar. Dan memang ya itu balik lagi ini benar-benar ngasih kenyamanan buat jalan. Sehari-hari yang biasa aja yang biasa aja bukan yang kayak bayangkan kalau bawahnya ini gitu kan. E karena kalau pakai sepatu kulit pada umumnya yang di harga segini ya itu bakal blister parah sih. Iya kalau ini sih masih selamat lah ya. Ini selamat. Oke kalau gitu ada lagi yang mau ditambahkan dari Angga sebelum nanti pada ngecek out ginian. Oke. Buat tadi kan ada 6902 yang dibilang minimalis. He. Dan memang tampilannya benar-benar profesional. Nah, ini kan masih lebih nyantai. Tapi tolong yang ee logo GS-nya ini boleh dipindahin ke yang mana kayak atau warnanya dihitemin apa monokromin aja gitu di sini ya. Ini bikin kelihatan jadi ee murah. Enggak tahu. Gue have to I have to disagree kalau ini kenapa tuh menurut gua masih oke oke? Iya menurut gua ini masih oke. Oke. Oke. Oke. Why? Oke. Satu menurut gua brand lokal wajar kalau mau mancang namanya sendiri. Oke, gitu. Ee dari segi tipografi enggak ada yang aneh atau cheesy ya. Emang dia enggak sekeren tipografinya Never to Lavish itu tipografinya keren gitu kan. Tapi untuk dia naruh ee namanya sendiri, logonya send yang kecil segini sih masih oke. Ini kan kayak kickers ya. Oke. I ya ya ya. Ukurannya pun ukurannya kickers kan. Cuma kalau kickers kan hijau sama merah kickersnya kan. Kalau ini kan dia taruh gas gini menurut gua masih pantes. Hmm. Begitu ya. Kalau dariada dari pola pikir gua ya gua ngelihatnya masih pantas tapi memang kalau kalian nyari minimalis banget bisa ganggu. Iya. Bahkan kickers dulu bukan buat semua orang. Benar. Benar. Kickers dulu bukan buat semua orang karena ada tab-nya gitu ee merah sama hijau gitu. Itu juga bukan buat semua orang karena orang pada bilang, "Ah ngapain tap kayak begini? Ada yang polos aja enggak?" Nah identitas. Tapi ya, tapi itu identitas. Nah, menurut gua, Gats, kalau sepatu lo sekeren ini, senyaman ini sih enggak apa-apa, gitu. Itu kalau menurut gua. Nah, menurut kalian gimana? Tulis di kolom komentar. Yang jelas ini adalah sepatu yang sangat menarik untuk harganya ya. I Oke, kalau gitu sampai sini dulu. Sampai jumpa lagi di review-review sepatu berikutnya. Siap.

Lihat di YouTube