Padahal hape ini biasa aja - Review Samsung Galaxy A35 5G (YouTube Video)
Tau ga sih, saya tuh selalu ngerasa kalo hape-hape samsung itu terlalu berlebihan. Kalo ngeliat iklannya, terus presentasinya, hape-hape samsung tuh keliatan kaya WOW banget gitu. Tapi pas dipake langsung, koq begini ya? Bahkan disatu sisi, saya merasa hape-hape samsung ga lebih bagus daripada hape lain di harga yang mungkin lebih murah. Begitu juga hape ini, Samsung Galaxy A35 5G. Jujur, saya naksir sama hape ini karena warnanya hehe lucu banget, kayak saya hehe warnanya ungu gitu. Ungunya itu ungu muda gitu loh, nggak kayak ungu yang terlalu tua gitu kan saya masih muda gitu jadi pas banget sama warna ini. Terus ungunya itu agak ke-pink- pink-an gitu. Pokoknya saya suka banget sama warna dari hape ini, karena kelihatan kalem gitu kayak saya juga saya kan kalem gitu ya. [Mouldie]: Saya dengerinnya emosi bang... Berbeda sama seri A55 yang udah pakai frame metal, hape ini masih pakai frame plastik. Tapi body belakangnya sudah menggunakan kaca. Walau plastik, plastiknya Samsung itu kerasa sedikit lebih mahal dibandingkan plastik dari hape-hape Tiongkok. ggak ada yang spesial juga sama garis desainnya. Karena desainnya plek- ketiplek sama seri A55, atau bahkan mirip sama hape- hape Samsung sebelumnya. Ya kita semua tahu lah, Samsung paling malas kalau disuruh bikin desain yang aneh-aneh gitu. Saya juga yakin, kalau mereka juga punya pertimbangan kenapa mereka nggak mau bikin desain yang aneh gitu kayak brand lain gitu. Bukan nggak bisa, tapi kayak lebih nggak mau aja gitu, lah iya kan bener dong. Kurang aneh apa Handphone Samsung zaman dulu coba. Sekarang mereka kayak main aman aja gitu, yang penting ya udah lah... Karena mungkin mereka sadar, pada akhirnya hape mereka juga akan dipakein casing. Jadi agak percuma kalau bikin hape dengan desain yang bagus, tapi enggak akan dilihat orang gitu. Dan keputusan untuk menggunakan desain yang aman bukanlah keputusan yang buruk menurut saya. Menurut saya bahkan saking seringnya Samsung menggunakan desain kayak gini, desain ini justru jadi apa ya iconic gituloh. Jadi kalau kalian melihat hape dengan desainnya yang kayak gini, kita tuh otomatis langsung bilang ah desain Samsung tuh. Oleh karena itu, saya nggak komplain sama desainnya. Mau orang nyinyir gimanapun soal desain Samsung, nyatanya hape Samsung tetap banyak yang beli koq, iya ga? Soal layar juga saya nggak bisa cerita banyak sih, sekali lagi karena Samsung selalu punya layar yang sangat bagus menurut saya, bahkan bisa dibilang yang paling bagus di antara hape-hape midrange yang ada sekarang. Jadi sebenernya saya bingung mau cerita apa. Intinya kalau kalian mencari smartphone midrange dengan layar terbaik, saya dengan gampang dan ga pakai mikir untuk rekomendasiin hape- hape Samsung untuk dibeli. Tapi itu khan soal layar ya, beda dengan yang lainnya. Pertimbangan paling berat saat membeli hape-hape midrange Samsung adalah SoC-nya, yang mana kita semua tahu… hape midrange mereka kebanyakan menggunakan SoC mereka sendiri, yaitu Exynos. Image SoC ini di mata khalayar ramai, atau masyarakat, atau dalam hal ini kita sebut sebagai netizen yang Budiman, hehe, namanya Budi pasti, kurang begitu positif ya. Artinya terlalu banyak nada sumbang yang mereka ceritakan tentang Exynos ini. [Mouldie]: Tadi Budiman itu udah tua ya bang? [Irwan]: Kok udah tua? [Mouldie]: Kalau masih kecil jadi Budikid. Iya juga lagi anjir... Saya pribadi tidak pernah merasakan hal-hal yang membuat saya tidak nyaman selama menggunakan hape ini. Sejauh ini, hape ini lancar-lancar aja. Dipakai buat main game dia oke, dipakai buat nonton film dia asik, dipakai buat baca artikel dia nyaman, pokoknya beneran nggak ada keluhan yang berarti. Soal panas juga saya nggak ngerasa hape ini ngeganggu ya, karena sejauh ini, saya pakai main game panasnya normal-normal aja. Dalam kondisi full load, suhu tertinggi yang saya dapat ada dikisaran 44-45 derajat, dan ada didaerah sebelah kamera. Saya ga tau apakah suhu segini dianggap panas, tapi menurut saya sih engga ya. Lagian ini juga bukan hape gaming, skenario menggunakan hape secara berat kaya gini harusnya sih ga akan terjadi. Kecuali kalian emang beli hape ini dan berniat digunakan untuk bermain game secara intense. Mungkin teman-teman yang punya pengalaman kurang bagus selama menggunakan ini, adalah mereka yang menggunakan Exynos seri terdahulu, yang mungkin memang nggak sebagus sekarang. Dari pengalaman tersebut akhirnya mereka memukul rata bahwa semua SoC Exynos punya performa yang jelek. SoC ini juga digunakan oleh Samsung Galaxy A54 dan Galaxy M54. Bahkan kalo liat spesifikasi si A54, ini hape kaya mirip banget, plek ketiplek. Tapi saya lebih suka membandingkan hape ini dengan M54, yang punya harga yang lebih mirip. Samsung Galaxy M54 masih menggunakan single speaker alias mono, sedangkan Samsung Galaxy a35 sudah menggunakan dual speaker alias stereo. [Mouldie]: Yaaa! Dual Speaker!! YEEE!!! [Irwan]: Hahaha, oh soalnya ada yang 8 juta mono ya bang ya? [Mouldie]: Nah kan... [Irwan]: Masih gemes saya, maaf ya... Secara kualitas suara juga Galaxy A35 punya kualitas output suara yang lebih bagus dibandingkan Samsung Galaxy M54. Saya agak bingung sebenarnya karena kalau melihat dari harga kedua hape ini tuh mirip loh. Dengan harga yang mirip, ada beberapa kelebihan Galaxy M54 dibandingkan galaxy A35. Untuk setup speaker, memang M54 kalah. Tapi selain itu, M54 punya banyak kelebihan. Dia punya layar yang lebih besar, punya kamera dengan resolusi lebih tinggi, baik kamera depan atau kamera belakang, dan dia punya baterai plus daya tahan baterai yang lebih baik juga. 3 hal krusial itu yang bisa bikin orang berfikir 2x untuk beli Samsung Galaxy A35. Ini baru ancaman dari brand sendiri ya, belum ancaman dari brand lain yang kayaknya banyak yang menawarkan hal yang jauh lebih baik daripada A35. Baterai di hape ini cukup standar 5000 mah dengan fast charging 25 watt. Nggak tahu kenapa, Samsung tidak tertarik dengan fast charging yang terlalu FAST, seperti brand-brand lain berlomba-lomba untuk kegedein fast charging-nya. Mulai dari 65 watt, 67 watt, 80 watt, sampai 120 wat coba. Coba bayangin, itu fast charging ngebut banget! Buru-buru banget sih mau kemana? Menurut saya alasan samsung tetap konsisten ngasih fast charging 25 watt adalah, mungkin memang enggak semua orang butuh fast charging cepat itu. Ini juga demi keamanan si baterai ya, yang kita semua tahu, semakin besar daya yang disalurkan ke baterai, semakin besar juga potensi kemungkinan kerusakan si baterai, kalau tidak diikuti oleh teknologi baterai yang lebih mutakhir. Jadi menurut saya memang Samsung berusaha main aman, dan selama menggunakan hape ini, saya tidak pernah ngeluh soal kecepatan chargingnya, karena memang 25 watt menurut saya sudah lebih dari cukup. Daya tahan baterai di hape ini menurut saya nggak begitu spesial-spesial amat sih, karena dalam pengujian, Dia hanya bisa bertahan sekitar 12 jam aja, lebih boros dibandingkan kebanyakan hape dengan baterai 5000 mah Software Samsung Galaxy A35 sudah menggunakan Android 14, dengan antarmuka oneUI 6.1. Experience menggunakan antarmuka ini menyenangkan, dan seperti yang kalian tahu ini adalah salah satu user interface yang saya suka, karena simple, nggak aneh-aneh, nggak banyak gimik dan kerasa smooth. Satu hal yang saya suka dari hape-hape Samsung adalah, kita nggak akan nemuin gimmick aneh-aneh yang kerasa cringe gituloh, dan sering bikin brand hape tersebut heboh sendiri gitu. Semua fitur yang ada di Samsung Galaxy A35 ini menurut saya kepake, jadi fitur-fiturnya kayak efisien aja. Di bagian kamera, hape ini juga cukup terlihat low profile dengan setup kamera di bagian belakang sebanyak tiga buah, yang masing- masing beresolusi 50 megapixel kamera utama, 8mp ultrawide, dan 5 megapixel makro. Kamera depannya sendiri beresolusi 13 MP aja. Dan sekali lagi untuk kamera, saya lebih memilih Samsung Galaxy m54 dibandingkan hape ini. Karena kita akan mendapatkan spesifikasi kamera yang lebih tinggi dengan harga yang nyaris sama. Lensa utama hape ini bisa menangkap foto yang cukup bagus. Kita bisa lihat bahwa fotonya cukup tajam, terutama untuk kondisi outdoor atau terang. Saya suka warnanya karena terlihat natural dan saturasinya nggak berlebihan, Warna hijau dan biru ada di kadar yang seharusnya. overall fotonya bagus walaupun masih jauh dari kelas flagship. Foto-fotonya juga jauh dari kesan overprocessing ya, karena saya tidak melihat ada hal-hal yang berlebihan dari foto yang ditangkap oleh hape ini. Tidak ada detail yang terlalu apa tajam gitu, tidak ada juga warna yang dipaksa gonjreng, dan dynamic range di hape ini bisa bekerja dengan cukup baik. Beberapa foto yang saya ambil dengan sumber cahaya yang banyak, tetap mampu ditangkap dengan baik oleh si kamera. Awalnya saya agak underestimate dengan kamera ultra wide yang beresolusi 8MP. Jujur, Saya tidak berharap banyak dengan kamera beresolusi sekecil ini. Tapi pada kenyataannya foto ultrawide di hape ini surprisingly memuaskan. Cukup bagus, cukup tajam kalau kita lihat dari jauh, yang mana ini sudah lebih dari yang saya harapkan untuk sebuah kamera beresolusi 8 MP. Saturasi warna di lensa ultrawide juga cukup oke, terutama untuk warna- warna yang gonjreng ya, warnanya tidak terlihat jauh berbeda dibandingkan lensa utamanya. Warna langitnya cukup bagus, birunya pas, pokoknya saya puas dengan kamera ultrawide-nya. Ya kurangnya cuma detail aja sih. erus foto makronya punya kualitas yang… ya begitu deh. Lensa 5MP dengan fix fokus ini bisa mengambil foto dengan jarak yang cukup dekat. Dengan teknik yang baik, kamu bisa mendapatkan foto makro yang enak dilihat. Sayangnya, saya nggak pinter- pinter amat soal fotografi makro. Jadi sampel yang saya ambil ya ala kadarnya. Tapi overall menurut saya, foto makronya Oke, walaupun dalam prakteknya, Saya tidak menemukan sekalipun skenario yang mengharuskan saya menggunakan lensa makro. [Mouldie]: Saya tahunya makro itu itu bang... Yang robot... Robot berubah jadi pesawat Macros... Harusnnya gua tidak menimpali ya... Ini kan jebakan umur sebenarnya. Resolusi kamera depannya nggak tinggi-tinggi banget menurut saya, tapi untungnya foto yang ditangkap oleh kamera depan di hape ini bagus untuk sebuah kamera beresolusi 13MP. Detailnya terlihat bagus, di muka saya bisa terlihat dengan jelas komedo-komedo di hidung ya. Warna kulitnya juga menurut saya pas, cenderung natural pokoknya. Jadi menurut saya, kamera depannya sudah lebih dari cukup Saya kelihatan ganteng gitu sebuah benchmark ya. Hai! Ini adalah perekaman video Samsung A35 5G. Yang mana sekarang jam 6 pagi kayaknya masih agak kurang jadi videonya agak low light tapi sudah lumayan terlihat oke, hmm maximum resolusi yang bisa direkam di kamera depan adalah 4K di 30 fps. Hmm, cuman yang saya kurang suka adalah Focal Length-nya yang sempit banget jadi ini tuh muka saya doang gitu kalau soal kualitas gambar saya akuin kualitasnya lumayan oke apalagi kualitas penangkapan suaranya, saya sekarang lagi di pinggir jalan yang mana suara ambience kendaraanya kedengeran banget tapi suara saya masih kedengeran jelas. Yang ganggu sih itu aja sih vocal lengthnya aja yang mana sempit banget dan kayak ga enak buat dipake ngevlog gituloh. Kalau mau ngevlog mau ngga mau saya harus agak jauh kayak gini yang mana ini tuh agak pegel tangan karena agak jauh gitu. Dan kalau kalian perhatiin setiap saya bergerak tadi ada agak-agak ngegliks gitu bukan ngegliks tapi apa ya ngga stabil karena memang kondisinya ini agak lowlight ya mataharinya belum ada jadi, ya begitulah. Overall kualitas videonya sih bagus tapi itu yang saya ga suka adalah vocal lengthnya yang sempit banget jadi ga asik buat, buat ngevlog itu doang. Nah, sedangkan ini adalah perekaman video dari kamera belakang yang resolusi maksimalnya ada di 4K 30 fps. Saya agak deg-degan nih tengah sawah ada petir takut kesambar petir hehe. Nah, sayangnya pada saat ngerekam kita ga bisa ngeswitch kamera ke lensa ultrawide ya Jadi kalau pindah ke lensa ultrawide ya kita harus stop dulu dan lensa ultrawidenya mentok cuman di full HD aja. Ngga bisa di 4K sayang banget... Tapi minimal bisa merekam video di lensa ultrawide itu udah lebih dari cukup menurut saya, kualitasnya seperti yang kalian lihat sekarang. Percaya atau enggak, hape ini punya saingan yang banyak banget. Untuk sebuah smartphone di range harga 3 sampai 5 juta itu pilihannya beneran banyak. Saya nggak bisa sebutin satu persatu, tapi kalian bisa dengan mudah mencari referensi harga tersebut di internet dan bisa dipastikan banyak hape dari brand lain yang punya spesifikasi yang lebih tinggi dibandingkan hape ini, dengan harga yang mungkin lebih murah. Saya percaya, dari awal Samsung sadar, kalau hanya berjualan spesifikasi, ga akan bikin mereka lebih baik dari yang lain. Tapi ada satu hal yang tidak dimiliki oleh brand lain, dan menurut saya itu lebih dari sekedar angka yaitu TRUST. Nama Samsung adalah nama yang besar, yang mana untuk membeli produk dengan logo Samsung, orang bisa nggak berpikir dua kali. Nggak percaya? coba tanya ke orang tua kalian. Mereka kalo disuruh memilih, lebih pilih hape yang mana, Samsung atau hape Xiaomi? Pasti Xiaomi ya kan? [Mouldie]: Mematahkan omongan sendiri itu gimana sih bang? Biasanya "Mau Samsung apa Xiaomi?" Xiaomi aja deh murah, yah... Saya yakin kita semua tahu, apa yang akan dikatakan oleh orang tua kita. Sampai di sini, pada akhirnya kita mengerti kenapa hape midrange Samsung tetap laku, dan tetap banyak yang mau membeli. Closed Caption by @subbox.id
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Pertarungan sengit di lini kamera smartphone flagship kembali memanas lewat adu mekanik tiga raksasa ultra yang membawa inovasi pemrosesan gambar paling ambisius...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Membuat konten video berkualitas tinggi sering kali terbentur oleh rumitnya proses produksi dan beratnya peralatan yang harus dibawa. Lewat ulasan terbaru dari...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Menghadirkan layar raksasa 98 inci di ruang keluarga kini bukan lagi sekadar mimpi mahal kaum sultan yang menguras kantong hingga ratusan juta rupiah. Lewat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...

















